Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Jurnal Penelitian Siswa 2016
SMA Negeri 3 Cilacap 1
PENDAHULUAN
Kelapa memiliki nama latin Cocos nucifera
dan merupakan an...
Jurnal Penelitian Siswa 2016
SMA Negeri 3 Cilacap 2
Pohon Kelapa memiliki batang tunggal atau
terkadang bercabang. Akar se...
Jurnal Penelitian Siswa 2016
SMA Negeri 3 Cilacap 3
KAJIAN PUSTAKA
Tanaman Kelapa
Kelapa adalah salah satu jenis tanaman y...
Jurnal Penelitian Siswa 2016
SMA Negeri 3 Cilacap 4
Daya Analgesik Umbi Rumput Teki
Ekstrak rumput teki memiliki efek anal...
Jurnal Penelitian Siswa 2016
SMA Negeri 3 Cilacap 5
Alat dan Bahan
Bahan utama dalam penelitian ini adalah
ekstrak kulit b...
Jurnal Penelitian Siswa 2016
SMA Negeri 3 Cilacap 6
Bau Uji Organoleptis Agak berbau
mentol
Sumber : catatan penelitian
Uj...
Jurnal Penelitian Siswa 2016
SMA Negeri 3 Cilacap 7
Journal of Medical and Biological
Research.
Pandey, Putri Virgie. 2013...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pemanfaatan Batang Pohon Kelapa Menjadi Obat Kumur Pereda Sakit Gigi

529 views

Published on

Kulit batang pohon kelapa kurang dimanfaatkan secara maksimal, padahal berdasarkan pengalaman empiris keluarga kami, kulit batang pohon kelapa bermanfaat untuk meredakan sakit gigi. Tujuan dari penelitian adalah mendapatkan deskripsi tentang pemanfaatan kulit batang pohon kelapa ( Cocosnucifera L. ) menjadi obat kumur yang dapat meredakan sakit gigi dan gangguan mulut lainnya, seperti sariawan, gigi berlubang, gusi bengkak, bau mulut dan sebagainya.Berdasarkan kajian literatur diperoleh data bahwasanya pohon kelapa memiliki efek farmakologi sebagai analgesik, antiartritik, antibakteri, antipiretik, antihelminthic, antidiare, dan kegiatan hipoglikemik. Selain itu, pohon kelapa juga memiliki efek farmakologi antihipertensi, anti-inflamasi, antimikroba, antioksidan, kardioprotektif, antiseizure, sitotoksisitas, hepatoprotektif, vasodilatasi, nephroprotective, dan anti-osteoporosis. Metode yang kami gunakan adalah kualitatif dengan melakukan trial and error. Metode kualitatif ini dilengkapi dengan melakukan survey yang melibatkan beberapa responden dan partisipan yang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Proses pembuatan obat kumur dari kulit batang pohon kelapa adalah dengan melakukan ekstraksi menggunakan metode maserasi. Kulit batang pohon kelapa direbus dengan air bersih kemudian didiamkan selama 24 jam lalu disaring hingga diperoleh ekstraknya. Ekstrak kulit batang pohon kelapa diformulasi dengan ekstrak daun sirih yang berperan sebagai pengawet alami dan ekstrak umbi rumput teki yang berperan memberikan sensasi menthol alami. Hasil uji organoleptik dan uji homogenitas menunjukkan bahwa obat kumur dari kulit batang pohon kelapa memiliki kualitas produk yang baik. Hasil survey dan uji khasiat diperoleh fakta bahwa obat kumur dari kulit batang pohon kelapa efektif menyembuhkan sakit gigi, gusi bengkak, sariawan dan bau mulut

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to comment

Pemanfaatan Batang Pohon Kelapa Menjadi Obat Kumur Pereda Sakit Gigi

  1. 1. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 3 Cilacap 1 PENDAHULUAN Kelapa memiliki nama latin Cocos nucifera dan merupakan anggota tunggal dari marga Cocos yang berasal dari suku aren-arenan atau Arecacea. Buah yang di hasilkan oleh tumbuhan kelapa juga di sebut dengan nama yang sama, yaitu kelapa. Pohon Kelapa berasal dari Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina) dan pulau-pulau antara Samudra Hindia dan Pasifik. Dari daerah itu,buah kelapa diyakini telah dibawa ke India dan kemudian ke Afrika Timur. Setelah Penemuan Tanjung Harapan, tanaman ini adalah diperkenalkan ke Afrika Barat dan, dari sana, tersebar ke benua Amerika dan daerah tropis lainnya dari dunia Batang kelapa memiliki kayu yang kurang baik dipakai untuk bangunan, sehingga batang pohon kelapa banyak digunakan untuk meubel. Daun muda atau sering disebut Janur dapat digunakan untuk anyaman ketupat, beragam kerajinan janur, tangkai daunnya pun bila dikumpulkan menajdi satu dapat dibuat untuk menyapu (sapu lidi).Tandan bunga kelapa yang muda, atau yang biasa disebut mayang dapat digunakan untuk hiasan di dalam upacara perkawinan dengan lambang spesifik. Buah kelapa yang masih mudanya bisa dimakan. Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga, dimaksud (air) nira atau legèn (dalam bahasa Jawa), bisa diminum sebagai penyegar atau difermentasi jadi tuak. Gula kelapa juga bisa dibuat dari nira ini. Sabut, dari bagian mesokarp yang berbentuk serat- serat kasar bisa untuk dijual dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku api, pengisi jok kursi, anyaman tali, keset, ataupun bisa digunakan sebagai media tanam untuk bunga anggrek. Tempurung atau batok, yang sebenarnya yaitu bagian endokarp, digunakan sebagai bahan bakar tungku (dalam bahasa jawa disebut pawon), pengganti gayung, wadah minuman, serta bahan baku beragam kerajinan tangan. PEMANFAATAN KULIT BATANG POHON KELAPA MENJADI OBAT KUMUR PEREDA SAKIT GIGI [ Jurnal Penelitian Siswa SMA Negeri 3 Cilacap ] Dona Fitria Nur Azizah ABSTRAK Kulit batang pohon kelapa kurang dimanfaatkan secara maksimal, padahal berdasarkan pengalaman empiris keluarga kami, kulit batang pohon kelapa bermanfaat untuk meredakan sakit gigi. Tujuan dari penelitian adalah mendapatkan deskripsi tentang pemanfaatan kulit batang pohon kelapa ( Cocosnucifera L. ) menjadi obat kumur yang dapat meredakan sakit gigi dan gangguan mulut lainnya, seperti sariawan, gigi berlubang, gusi bengkak, bau mulut dan sebagainya.Berdasarkan kajian literatur diperoleh data bahwasanya pohon kelapa memiliki efek farmakologi sebagai analgesik, antiartritik, antibakteri, antipiretik, antihelminthic, antidiare, dan kegiatan hipoglikemik. Selain itu, pohon kelapa juga memiliki efek farmakologi antihipertensi, anti-inflamasi, antimikroba, antioksidan, kardioprotektif, antiseizure, sitotoksisitas, hepatoprotektif, vasodilatasi, nephroprotective, dan anti-osteoporosis. Metode yang kami gunakan adalah kualitatif dengan melakukan trial and error. Metode kualitatif ini dilengkapi dengan melakukan survey yang melibatkan beberapa responden dan partisipan yang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Proses pembuatan obat kumur dari kulit batang pohon kelapa adalah dengan melakukan ekstraksi menggunakan metode maserasi. Kulit batang pohon kelapa direbus dengan air bersih kemudian didiamkan selama 24 jam lalu disaring hingga diperoleh ekstraknya. Ekstrak kulit batang pohon kelapa diformulasi dengan ekstrak daun sirih yang berperan sebagai pengawet alami dan ekstrak umbi rumput teki yang berperan memberikan sensasi menthol alami. Hasil uji organoleptik dan uji homogenitas menunjukkan bahwa obat kumur dari kulit batang pohon kelapa memiliki kualitas produk yang baik. Hasil survey dan uji khasiat diperoleh fakta bahwa obat kumur dari kulit batang pohon kelapa efektif menyembuhkan sakit gigi, gusi bengkak, sariawan dan bau mulut. Kata Kunci : kulit batang pohon kelapa, obat kumur, sakit gigi
  2. 2. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 3 Cilacap 2 Pohon Kelapa memiliki batang tunggal atau terkadang bercabang. Akar serabut, tidak tipis serta berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada tempat berpasir pantai. Batang beruas-ruas tetapi apabila telah tua tidak terlampau terlihat, khas jenis monokotil dengan pembuluh menyebar ( tidak konsentrik ), berkayu. Kayunya kurang baik dipakai untuk bangunan sehingga batang pohon kelapa banyak digunakan untuk meubel. Di keluarga kami, kulit batang pohon kelapa yang direbus dalam air dan air rebusannya digunakan berkumur untuk mengobati sakit gigi. Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa pemanfaatan kulit batang pohon kelapa masih sangat minim (belum optimal). Untuk itu kami mencoba membuat obat kumur obat sakit gigi dari kulit batang pohon kelapa. Apalagi berdasarkan pengamatan dan penuturan orang-orang dalam keluarga saya, mereka biasa menggunakan kulit batang pohon kelapa sebagai obat sakit gigi, seperti karena gigi berlubang, gusi bengkak, sariawan, bau mulut, dan sebagainya. Mereka membuktikan bahwa penyakit mereka bisa sembuh dengan kulit batang pohon kelapa. Hal ini sebenarnya lebih baik daripada menggunakan obat kimiawi karena penggunaan obat kimiawi meskipun lebih cepat sembuh namun obat kimiawi pasti memiliki efek samping yang tidak baik bagi kesehatan. Selain alasan tersebut kami juga melihat bahwa berdasarkan fakta yang kami temui di lapangan, kulit dari batang pohon kelapa tidak digunakan hanya batangnya yang digunakan sebagai bahan meubel sehingga kurang dimanfaatkan dengan optimal, karena itulah kami ingin lebih mendayagunakan kulit batang pohon kelapa agar lebih bermanfaat. Sehubungan dengan itu, untuk mengetahui cara mengolah kulit batang pohon kelapa yang tepat agar dapat dimanfaatkan menjadi obat penyakit kulit, kami melakukan penelitiaan pemanfaatan kulit batang pohon kelapa sebagai obat kumur pereda sakit gigi. Rumusan masalah Bertitik tolak dari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalah penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimana membuat formulasi obat kumur pereda sakit gigi yang tepat dari ekstrak kulit batang pohon kelapa? 2. Bagaimana efektifitas obat kumur dari kulit batang pohon kelapa dalam mengobati sakit gigi? Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Mendeskripsikan cara yang tepat mengolah kulit batang pohon kelapa agar dapat dimanfaatkan menjadi obat kumur pereda sakit gigi yang praktis, aman, dan efektif. 2. Mendeskripsikan tingkat efektifitas obat kumur dari kulit batang pohon kelapa dalam menanggulangi berbagai gangguan sakit gigi Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Menemukan bahan obat sakit gigi baru yang efektif, aman, dan praktis dari tanaman kelapa terutama batangnya yang kurang dioptimalkan pemanfaatannya di Indonesia. 2. Sebagai salah satu upaya meningkatkan pemanfaatan kulit batang pohon kelapa yang biasanya hanya digunakan untuk membuat mebel agar nantinya dapat meningkatkan nilai ekonomi dari batang pohon kelapa itu sendiri
  3. 3. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 3 Cilacap 3 KAJIAN PUSTAKA Tanaman Kelapa Kelapa adalah salah satu jenis tanaman yang termasuk ke dalam suku pinang-pinangan (arecaceae). Semua bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan, mulai dari bunga, batang, pelepah, daun, buah, bahkan akarnya pun dapat dimanfaatkan. Batang pohon kelapa merupakan batang tunggal, tetapi terkadang dapat bercabang. Tinggi pohon kelapa dapat mencapai lebih dari 30 cm. Daun kelapa tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal, berwarna kekuningan jika masih muda dan berwarna hijau tua jika sudah tua Klasifikasi Tanaman Kelapa  Kingdom : Plantae  Subkingdom : Tracheobionta  Super divisi : Spermatophyta  Divisi : Magnoliophyta  Kelas : Liliopsida  Subkelas : Arecidae  Ordo : Arecales  Famili : Arecaceae  Genus : Cocos  Spesies : Cocos nucifera L. Kelapa adalah salah satu jenis tanaman serba guna dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Seluruh bagian pohon kelapa dapat memberikan manfaat bagi manusia mulai dari akar hingga bagian daun dan tentunya buahnya. Berikut beberapa pemanfaat pohon kelapa oleh manusia :  Bagian akar : Bisa dijadikan sebagai bahan baku zat pewarna alami  Bagian Batang : Dimanfaatkan sebagai bahan baku perabotan rumah, mebel, sebagai kayu, ataupun kayu bakar.  Bagian daun : Daun kelapa dapat digunakan sebagai bahan pembungkus ataupun dianyam untuk dijadikan atap rumah, sedangkan lidinya biasa digunakan untuk membuat sapu.  Bagian bunga : menghasilkan cairan yang dikenal dengan nama air nira yang memiliki rasa manis, bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan gula nira ataupun sebagai minuman.  Bagian buah : Bagian ini terdiri dari kulit ( sabut), batok, daging kelapa dan air kelapa. Kulit buah ( sabut kelapa ) sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan keset. Batok kelapa bisa dijadikan arang, buah kelapa untuk konsumsi atau diolah untuk dijadikan minyak kelapa, terakhir air kelapa sebagai penghilang dahaga dan juga bermanfaat sebagai tanaman obat untuk meningkatkan kesehatan tubuh. (Petani Hebat, 2013) Farmakologi Tanaman Kelapa Pohon kelapa memiliki kandungan farmakologi sebagai pereda rasa sakit (analgesik), anti rematik, antibakteri, penurun demam (antipiretik), pembasmi cacing (antihelmintik), antidiare, hipoglikemik, antihipertensi, anti radang (anti-inflamasi), antimikroba, antioksidan, kardioprotektif, anti kejang, sitotoksik, hepatoprotektif, vasodilatasi, nephroprotektif dan anti osteoporosis. Di Guatemala, ekstrak serat kulit kelapa digunakan sebagai penurun demam, mengurangi peradangan pada ginjal dan sebagai salep untuk dermatitis, abses dan luka-luka. Efek pereda rasa sakit (analgesik) ditunjukkan oleh ekstrak etanol kulit kelapa ( 40, 60 atau 80 mg/kg ) yang secara signifikan dapat mengurangi rasa sakit pada tikus yang diinduksi dengan 1,2 % asam asetat. Hasilnya sama seperti hewan tersebut menerima aspirin 68 mg/kg, paracetamol 68 mg/kg atau morfin sulfat 1,15 mg/kg.( Lima, 2015 )
  4. 4. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 3 Cilacap 4 Daya Analgesik Umbi Rumput Teki Ekstrak rumput teki memiliki efek analgetik karena kandungan flavonoid. Flavonoid berperan sebagai analgetik yang mekanisme kerjanya menghambat kerja enzim siklooksigenase. Dengan demikian akan mengurangi produksi prostaglandin oleh asam arakidonat sehingga mengurangi rasa nyeri. (Pandey, 2013) Daun Sirih Sebagai Pengawet Alami Daun sirih hijau (Piper betle Linn) memiliki banyak manfaat. Secara turun temurun, masyarakat di Tanah Air pada umumnya mengenalnya sebagai obat batuk, sakit gigi, penyegar mulut dan sebagainya. Pemanfaatan sirih dalam pengobatan tradisional ini disebabkan adanya sejumlah zat kimia atau bahan alami yang mempunyai aktivitas sebagai senyawa antimikroba. Dalam jurnal Teknologi dan Industri Pangan tahun 2012, peneliti dari IPB meneliti kandungan senyawa antimikroba pada daun sirih. Mereka adalah Suliantari, Betty S.L. Jenie, dan Maggy T. Suhartono dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB. Penelitian ini menggunakan bakteri uji E Coli, P Aeruginosa, S Typhimurium, L. Monocytogenes, S. Aeurus dan B. Cereus. Hasil riset mereka menunjukkan sirih hijau memiliki daya hambat terbaik pada bakteri uji S. Typhimurium dengan diameter penghambatan antara 10-26 mm. Selain itu, dengan GC-MS, ekstrak sirih hijau mengandung senyawa-senyawa yang mempunyai aktivitas antimikroba yaitu kavikol, asam dodekanoat, miristat, palmitat dan oleat. (Sudiaman, 2015) METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan melakukan studi laboratorium yang dilengkapi dengan metode kuantitatif dengan melakukan survey menggunakan angket. Indikator Penelitian Dari kajian pustaka di atas, dapat diturunkan menjadi beberapa indikator. Indikator ini merupakan landasan kami melakukan studi laboratorium dan survey. Data yang akan kami kumpulkan adalah : 1. Teknik pembuatan obat kumur pereda sakit gigi dari kulit batang pohon kelapa. Indikator yang kami tetapkan adalah sebagai berikut : a. Cara ekstraksi yaitu dengan menggunakan maserasi. b. Bahan-bahan sinergi yang menguatkan khasiat kulit batang kelapa, yaitu ekstrak umbi rumput teki dan ekstrak daun sirih. c. Bahan-bahan tambahan alami yaitu ekstrak umbi rumput teki sebagai penambah aroma mentol alami dan ekstrak daun sirih sebagai pengawet alami. 2. Efektivitas obat kumur dari kulit batang pohon kelapa dalam mengobati sakit gigi. Indikator yang kami tetapkan adalah sebagai berikut : a. Kualitas produk dengan uji homogenitas, uji organoleptis dan uji pH. b. Survey menggunakan angket dengan item keluhan yang dirasakan dan frekuensi penggunaan untuk mendapatkan efek yang dikehendaki. Lokasi Penelitian Penelitian yang meliputi formulasi obat kumur dan pengujian kualitas obat kumur kami lakukan di Laboratorium Farmasi STIKES Al-Irsyad Cilacap. Sedangkan pengujian efektivitas obat kumur kami lakukan terhadap beberapa orang yang mengalami sakit gigi di kota Cilacap
  5. 5. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 3 Cilacap 5 Alat dan Bahan Bahan utama dalam penelitian ini adalah ekstrak kulit batang pohon kelapa. Bahan- bahan pelengkap lainnya adalah ekstrak daun sirih dan ekstrak umbi rumput teki. Alat-alat yang kami gunakan adalah kompor, panci, kertas saring, pisau, sikat, tabung erlenmeyer, dan gelas ukur. Teknik Formulasi Obat Sakit Gigi Ada pun tahap formulasi pembuatan obat kumur, kami lakukan dengan langka-langkah berikut ini : 1. Kulit batang pohon kelapa dibersihkan lalu direbus hingga airnya tersisa 1/3. 2. Daun sirih dibersihkan lalu direbus hingga airnya tersisa 1/3. 3. Umbi rumput teki dibersihkan lalu direbus hingga airnya tersisa 1/3. 4. Kemudian dilakukan formulasi antaraekstrak kulit batang pohon kelapa dengan daun sirih dan umbi rumput teki lalu saring dengan menggunakan kertas saring. 5. Masukkan ke dalam wadah kemasan obat kumur. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data-data penelitian dilakukan dengan metode pengujian di laboratorium dan wawancara dengan para partisipan. Pengujian yang kami lakukan adalah sebagai berikut : 1. Uji pH dengan kertas lakmus 2. Uji homogenitas menggunakan object glass 3. Uji Organoleptik, meliputi uji bentuk, warna, dan bau. 4. Uji responden dengan menggunakan angket. 5. Uji khasiat atau efek farmakologi dengan melibatkan beberapa partisipan yang memiliki gangguan mulut yang berbeda-beda. Hipotesis Kulit pada sabut kelapa memiliki kemampuan analgesik (meredakan rasa sakit), antipiretik (meredakan demam), antimikroba, antibakteri dan antiradang ( antiinflamasi). Dari farmakologinya ini, kami berhipotesa bahwa obat kumur dari kulit batang pohon kelapa efektif digunakan sebagai pereda sakit gigi. HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN Penelitian dilaksanakan dengan metode trial and error. Beberapa trial yang kami lakukan adalah sebagai berikut : Tabel 4.1.1. Trial and error Tanggal Trial Hasil Perbaikan 25-10- 2015 Ekstrak murni kulit batang pohon kelapa Rasa terlalu kelat Perlu ditambahkan sensasi 25-10- 2015 Ditambahkan sensasi peppermint, sorbitol dan gom Arab Rasa sudah bagus Diusulkan pengawet dan sensasi alami 14-11- 2015 Sensasi diganti umbi teki dan pengawet daun sirih Rasa dominan sirih Takaran daun sirih perlu dikurangi 05-01- 2016 Takaran daun sirih sudah disesuaikan Rasa agak kelat Sumber : catatan penelitian Untuk mengetahui kualitas produk obat kumur pereda sakit gigi dari ekstrak kulit batang pohon kelapa, kami melakukan serangkaian uji laboratorium. Tabel 4.2.1. Hasil pengujian laboratorium Item Jenis Pengujian Hasil Uji pH Uji pH 7 ( Netral ) Kehomogenan Uji Homogenitas Homogen Bentuk Uji Organoleptis Cair Rasa Uji Organoleptis Kelat Warna Uji Organoleptis Kecoklatan
  6. 6. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 3 Cilacap 6 Bau Uji Organoleptis Agak berbau mentol Sumber : catatan penelitian Uji responden kami lakukan dengan melibatkan 12 orang responden dengan berbagai gangguan yang berbeda-beda. Tabel 4.2.2. Data hasil responden Responden Keluhan Frekuensi Penggunaan Hasil 1 Bau mulut 1 x Sembuh 2 Gigi berlubang 1 x Sembuh 3 Sariawan 1 x Sembuh 4 Gigi berlubang 2 x Sembuh 5 Sakit gigi, gigi berlubang 2 x Sembuh 6 Sariawan 1 x Sembuh 7 Gigi goyang & berlubang 2 x Sembuh 8 Terselip makanan di gigi 1 x Sembuh 9 Gigi berlobang 3 x Sembuh 10 Sakit gigi 1 x Sembuh 11 Sakit gigi 1 x Sembuh 12 Sakit gigi 1 x Sembuh Sumber : catatan penelitian PEMBAHASAN Berawal dari latar belakang keluarga yang sering melakukan uji coba ramuan herbal baru untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit, kami menemukan fakta empiris bahwa kulit batang kelapa mampu menyembuhkan rasa nyeri akibat sakit gigi. Pengalaman empiris keluarga kami tentunya tidak sekedar factor kebetulan. Dalam kajian literatur yang kami lakukan, ternyata kulit buah kelapa yang memiliki rasa kelat seperti kulit batangnya telah terbukti secara ilmiah mampu meredakan nyeri. Efek analgesik, antipiretik dan antiinflamasi yang terdapat di dalam kulit batang pohon kelapa diduga tidak akan jauh berbeda dengan kulit buah kelapa. Efek farmakologi yang demikian menjadi dasar ilmiah kemampuan ekstrak batang pohon kelapa dapat digunakan sebagai obat kumur yang efektif meredakan nyeri akibat sakit gigi. Hasil uji responden yang kami lakukan menunjukkan bahwa responden dengan gangguan sakit gigi, sariawan dan bau mulut keluhan yang dirasakan mereda dalam sekali pemakaian dengan cara dikumur. Sedangkan untuk gangguan gigi berlobang dan terselip makanan di sela-sela gigi / gusi rasa nyerinya dapat reda dalam 2 – 3 x pemakaian dengan cara dikumur. Untuk meningkatkan kemampuan meredakan keluhan nyeri akibat sakit gigi, kami menyinergikan kulit batang pohon kelapa dengan daun sirih dan umbi rumput teki. Umbi rumput teki dikenal sebagai pereda rasa sakit (analgesik) dan pereda demam (antipiretik). Selain itu, umbi rumput teki juga mampu memberikan aroma sensasi mentol alami. Ada pun sinergi dengan daun sirih dilakukan karena kemampuannya sebagai pengawet alami, antimikroba, antibakteri dan antiseptik yang handal. KESIMPULAN Pembuatan obat kumur pereda sakit gigi dilakukan dengan proses maserasi dengan perebusan terhadap kulit batang pohon kelapa kemudian disinergikan dengan ekstrak umbi rumput teki dan ekstrak daun sirih. Hasil uji responden menunjukkan bahwa obat kumur pereda sakit gigi efektif meredakan rasa nyeri akibat sakit gigi, gigi berlobang, terselip makanan di sela-sela gigi sariawan dan gangguan bau mulut. SARAN Hendaklah masyarakat lebih maksimal dalam memanfaatkan pohon kelapa untuk berbagai kebutuhan dan kepentingan mereka sendiri DAFTAR PUSTAKA Lima, E.B.C. 2015. Cocos nucifera (L.) (Arecaceae) : A Phytochemical and Pharmacological Review. Brazilian
  7. 7. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 3 Cilacap 7 Journal of Medical and Biological Research. Pandey, Putri Virgie. 2013. Uji Efek Analgetik Ekstrak Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus novergicus). Jurnal Ilmiah Farmasi _ UNSRAT Vo. 2 No. 2 Mei 2013, Manado. Puspitasari, Hesti. 2003. Aktifitas Analgetik Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Pada Mencit Putih (Mus musculus L.) Jantan. Biofarmasi FMIPA UNS Surakarta. Sudiaman, Maman. 2015. Peneliti IPB Deteksi Sirih Hijau Sebagai Pengawet Alami Untuk Pangan. News, Republika Online. WHO. 1998. Medicinal Plants in the South Pasific. WHO Regional Publication Western Pasific Seris No. 19, Manila.

×