Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kopi Antioksidan dari Biji Glodokan

681 views

Published on

Tanaman glodokan sering dijadikan tanaman peneduh jalan dan penyerap polutan, namun biji dari tanaman ini masih terbuang sia-sia padahal banyak mengandung senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan cara membuat kopi dari biji Glodokan (Polyalthia longifolia) dan pemanfaatannya sebagai antioksidan yang bebas dari potensi kanker. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan studi laboratorium yang dilengkapi dengan kajian literatur. Prosedur penelitian yang hendak kami lakukan adalah : biji Glodokan, biji kopi dan beras dengan perbandingan 3 : 2 : 1 disangan di atas wajan tanah liat, kemudian ditumbuk hingga halus. Data yang menjadi landasan teori penelitian ini adalah: Penelitian Njoku, 2001 dan Dasari, 2011 menunjukkan bahwa biji Glodokan memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian Dina Permata Sari, 2013 menunjukkan bahwa tanaman Glodokan mengandung senyawa asam kolavenat, asam polyalthialdoat dan 16α-hidroksi-cleroda3,13(14)-Z-dien-15,16-olide yang menunjukkan aktivitas anti kanker. Hasil uji organoleptis menunjukkan bahwa kopi biji Glodokan berbentuk bubuk, berwarna hitam kecoklatan, beraroma biji Glodokan, berasa pahit agak sedikit ada rasa pedas. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa tikus-tikus yang diberi minum kopi biji Glodokan lebih tahan terhadap racun obat nyamuk bakar daripada tikus-tikus yang tidak diberi minum kopi biji Glodokan. Korelasi pemberian minum kopi glodokan dengan daya tahan tikus sebesar 83,2 %. Daya tahan tikus dalam menghadapi pengasapan pekat obat nyamuk bakar 69,3 % dipengaruhi oleh kopi biji glodokan. Uji T menunjukkan bahwa pemberian minum kopi biji glodokan memiliki pengaruh antioksidan terhadap tikus

Published in: Food
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kopi Antioksidan dari Biji Glodokan

  1. 1. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang - Cilacap 1 PENDAHULUAN Kopi adalah minuman favorit kebanyakan para pekerja dan buruh pabrik. Namun kopi memiliki kandungan kafein yang bila dikonsumsi berlebih akan menimbulkan dampak negatif bagi konsumennya. Sementara itu para pakerja lapangan dan buruh pabrik sangat rentan terkena polusi dan radiasi. Akibatnya kesehatan mereka pun menurun karena banyaknya racun yang terserap oleh tubuh. Zat-zat karsinogenik yang memicu munculnya kanker pun banyak terhisap dan termakan oleh para pekerja dan buruh pabrik. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan minuman tambahan sejenis kopi yang mampu menetralkan racun (antioksidan) dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah yang menjadi bahan kajian penelitian kami adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana formulasi membuat kopi dari biji Glodokan ? 2. Bagaimana aktivitas antioksidan kopi biji Glodokan ? Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ilmiah ini adalah sebagai berikut : 1. Menemukan teknik memformulasi kopi biji glodokan. 2. Menguji aktivitas antioksidan kopi biji glodokan. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan manfaat biji glodokan yang selama ini hanya menjadi limbah yang kurang bernilai guna. 2. Mengenalkan varian baru kopi kesehatan dari bahan alami. KAJIAN PUSTAKA Farmakologi Biji Glodokan Sebagian dari tumbuhan di Indonesia telah digunakan sebagai bahan obat tradisional yang merupakan warisan yang diterima secara turun temurun sejak dahulu (Achmad, 1980). Bahan yang digunakan sebagai bahan obat- obatan, secara farmakologi berasal dari kandungan metabolit sekundernya seperti terpenoid, steroid, alkaloid, flavonoid, KOPI ANTIOKSIDAN DARI BIJI GLODOKAN [ Jurnal Penelitian Siswa SMA Negeri 1 Sampang Kabupaten Cilacap ] Enjela Nofi Saputri dan Novi Triayuningsih ABSTRAK Tanaman glodokan sering dijadikan tanaman peneduh jalan dan penyerap polutan, namun biji dari tanaman ini masih terbuang sia-sia padahal banyak mengandung senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan cara membuat kopi dari biji Glodokan (Polyalthia longifolia) dan pemanfaatannya sebagai antioksidan yang bebas dari potensi kanker. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan studi laboratorium yang dilengkapi dengan kajian literatur. Prosedur penelitian yang hendak kami lakukan adalah : biji Glodokan, biji kopi dan beras dengan perbandingan 3 : 2 : 1 disangan di atas wajan tanah liat, kemudian ditumbuk hingga halus. Data yang menjadi landasan teori penelitian ini adalah: Penelitian Njoku, 2001 dan Dasari, 2011 menunjukkan bahwa biji Glodokan memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian Dina Permata Sari, 2013 menunjukkan bahwa tanaman Glodokan mengandung senyawa asam kolavenat, asam polyalthialdoat dan 16α-hidroksi-cleroda3,13(14)-Z-dien-15,16-olide yang menunjukkan aktivitas anti kanker. Hasil uji organoleptis menunjukkan bahwa kopi biji Glodokan berbentuk bubuk, berwarna hitam kecoklatan, beraroma biji Glodokan, berasa pahit agak sedikit ada rasa pedas. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa tikus-tikus yang diberi minum kopi biji Glodokan lebih tahan terhadap racun obat nyamuk bakar daripada tikus-tikus yang tidak diberi minum kopi biji Glodokan. Korelasi pemberian minum kopi glodokan dengan daya tahan tikus sebesar 83,2 %. Daya tahan tikus dalam menghadapi pengasapan pekat obat nyamuk bakar 69,3 % dipengaruhi oleh kopi biji glodokan. Uji T menunjukkan bahwa pemberian minum kopi biji glodokan memiliki pengaruh antioksidan terhadap tikus. Kata Kunci : antioksidan, biji glodokan, kopi
  2. 2. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang - Cilacap 2 kumarin, kromon, antosianin, fenolik dan fenil propan (Arbain, 1995). Famili Annonaceae, mengandung sekitar 2500 spesies, banyak dipelajari karena kemampuannya sebagai antikanker. Polyalthia merupakan salah satu genus dari famili Annonaceae, terdiri dari semak dan pohon yang banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, terdiri dari 17 spesies (Sampath et al., 2013). Polyalthia longifolia (Annonaceae), dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama Glodokan tiang India, merupakan tumbuhan yang tinggi, memiliki cabang pendek, dan termasuk tumbuhan hias (Phadnis et al., 1988; Faizi et al., 2008). Secara tradisional, berbagai bagian dari Polyalthia longifolia telah digunakan untuk beberapa tujuan pengobatan seperti demam, penyakit kulit, diabetes, hipertensi, dan cacingan (Pal et al., 2011; Murthy et al., 2005). Daun Polyalthia longifolia menunjukkan aktivitas anti-bakteri, anti-radikal dan sitotoksik terhadap sel kanker A549 (paru karsinoma) (Sampath et al., 2013), aktivitas antibisul (Malairajan et al., 2008), potensi anti-inflamasi dan hepatoprotektif (Tanna et al., 2009), agen antileishmanial (Pal et al., 2011; Misra et al., 2010), dan antikataractogenesis (Sivashanmugam et al., 2012). Biji Polyalthia longifolia menunjukkan aktivitas antioksidan (Njoku et al., 2001; Dasari et al., 2011). Kulit batang Polyalthia longifolia menunjukkan aktivitas antimikroba yang signifikan (Rashid et al., 1996), menginduksi apoptosis sel pada leukemia K562 (Lin et al., 2011), dan anti- inflamasi dan sitotoksik (Chang et al., 2006). Ekstrak kulit akar Polyalthia longifolia dalam 50% metanol menurunkan tekanan darah normal dan hipertensi pada tikus (Saleem et al., 2005). Dina Permata Sari et al (2013) berhasil mengisolasi 3 senyawa diterpenoid dari fraksi etil asetat daun Polyalthia longifolia, yaitu : asam kolavenat, asam polyalthialdoat, 16α- hidroksi-cleroda-3,13(14)Z-dien-15,16-olide. Tiga senyawa diterpenoid hasil isolasi 1-3 diuji aktivitas antikankernya terhadap sel kanker leukemia HL-60. Berdasarkan penelitian, didapatkan data bahwa proliferasi/pertumbuhan sel kanker dihambat oleh asam polyalthialdoat dan 16α-hidroksi- cleroda-3,13(14)Z-dien-15,16-olide dengan nilai IC50 sebesar 21,8 µM dan 13,7 µM. Sedangkan asam kolavenat tidak menunjukkan aktivitas dalam konsentrasi apa pun. Analisis Kimia Kopi Berikut tabel komposisi kimia dari biji kopi : Air : 48 – 50 % Zat bahan kering : 50 – 52 % Ada pun rinciannya adalah sebagai berikut : 1. Karbohodrat : 60 % 2. Minyak : 13 % 3. Protein (Nx6,25) : 13 % 4. Asam-asam non volatile : 8 % 5. Abu : 4 % 6. Trigonelin : 1 % 7. Kafein - Arabika : 1 % - Robusta : 2 % (Rahardian, 2011) METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan melakukan studi laboratorium dan dilengkapi dengan analisis wacana. Indikator Penelitian Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam rumusan masalah yang dilaksanakan dengan menggunakan indikator-indikator sebagai berikut : 1. Bagaimana teknik formulasi kopi biji Glodokan ?
  3. 3. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang - Cilacap 3 Untuk menjawab pertanyaan di atas, kami menetapkan indikator sebagai berikut : a. Metode pembuatan bubuk kopi, yaitu dengan cara disangan (disangrai) di atas wajan tanah liat hingga kehitaman kemudian ditumbuk. b. Sinergi. Bubuk kopi bukan ramuan tunggal, biasanya ditambahkan beras sebagai pemberi warna hitam dan pemberi rasa gurih. c. Perbandingan, yaitu perbandingan antara biji Glodokan, biji kopi dan beras. Perbandingan yang kami pakai adalah 3 : 2 : 1. 2. Bagaimana aktivitas antioksidan kopi biji Glodokan ? Untuk menjawab pertanyaan di atas, kami menetapkan indikator sebagai berikut : a. Aktivitas antioksidan dalam biji Glodokan dengan melakukan uji laboratorium menggunakan tikus putih sebagai hewan uji. b. Aktivitas anti kanker dalam biji Glodokan melalui analisis wacana. Metode Pengumpulan Sample Sample yang digunakan adalah 30 ekor tikus yang dibagi menjadi dua kelompok : 15 ekor sebagai sample uji dan 15 ekor sebagai sample kontrol. Metode Analisis Data Pengolahan data dan analisis data hasil penelitian menggunakan regresi linier dengan software SPSS 16.0. Hipotesis Hasil penelitian terdahulu menyebutkan adanya aktivitas antioksidan pada biji Glodokan. Sehingga kami berhipotesis bahwa kopi biji glodokan efektif digunakan sebagai nutrisi antioksidan yang tidak berpotensi menimbulkan kanker. HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2016 di Laboratorium SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap. Penelitian meliputi uji keamanan, uji organoleptis dan uji aktivitas antioksidan. Data-Data Penelitian Uji keamanan pangan melibatkan 5 orang responden dengan rincian 2 laki-laki dan 3 perempuan. Tabel 1. Hasil Uji Kemanan Pangan Orang ke Aman Tidak Aman Catatan 1 √ - Enak 2 √ - Masih bau biji glodokan 3 √ - Bau agak harum 4 √ - Enak 5 √ - Berasa dan berbau biji glodokan Sumber : Data primer uji laboratorium. Uji organoleptis kami lakukan terhadap bubuk kopi Glodokan dan seduhannya yang sudah dicampur dengan gula. Tabel 2. Hasil Uji Organoleptis Item Bubuk Seduhan Bentuk Bubuk Cair Rasa Pahit agak sedikit pedas Manis kopi berasa biji Glodokan Bau Bau biji Glodokan Sedikit bau biji Glodokan Warna Hitam kecoklatan Hitam Sumber : Data primer uji laboratorium. Tabel 3. Hasil Uji Aktivitas Antioksidan Kontrol Perlakuan Hasil Uji Perlakuan Hasil 1 Tidak diberi Pasif 1 Diberi kopi Aktif 2 Tidak diberi Pasif 2 Diberi kopi Aktif 3 Tidak diberi Pasif 3 Diberi kopi Aktif 4 Tidak diberi Pasif 4 Diberi kopi Aktif 5 Tidak diberi Pasif 5 Diberi kopi Aktif
  4. 4. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang - Cilacap 4 6 Tidak diberi Pasif 6 Diberi kopi Aktif 7 Tidak diberi Pasif 7 Diberi kopi Aktif 8 Tidak diberi Agak aktif 8 Diberi kopi Aktif 9 Tidak diberi Agak aktif 9 Diberi kopi Aktif 10 Tidak diberi Agak aktif 10 Diberi kopi Aktif 11 Tidak diberi Agak aktif 11 Diberi kopi Aktif 12 Tidak diberi Agak aktif 12 Diberi kopi Aktif 13 Tidak diberi Agak aktif 13 Diberi kopi Aktif 14 Tidak diberi Agak aktif 14 Diberi kopi Agak aktif 15 Tidak diberi Agak aktif 15 Diberi kopi Agak aktif Sumber : Data primer uji laboratorium Pembahasan Glodokan ( Polyalthia longifolia ) merupakan tanaman penyerap polutan yang banyak di tanam di pinggir-pinggir jalan dan daerah sekitar kawasan industri. Keberadaan tanaman ini dinilai cukup efektif menurunkan kadar polusi udara. Hasil penelitian Rizqi Dwi Ardyanto, Slamet Santoso dan Siti Samiyarsih dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto disebutkan bahwa daun pohon Glodokan mampu secara efektif menyerap zat polutan seperti timbal (Pb). Penelitian Dileep N, Rakesh K.N., Syed Junaid, Poornima G., Swarnalata S.P., dan Parashith Kekuda T.R. dari Departemen Mikrobiologi dan Departemen Biokimia Karnataka India menyebutkan bahwa kandungan senyawa fenolik dalam biji Glodokan adalah yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidannya. Sedangkan penelitian dari Dina Permata Sari menyebutkan bahwa senyawa diterpenoid yang berupa asam polyalthialdoat dan 16α- hidroksi-cleroda-3,13(14)Z-dien-15,16-olide adalah senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas anti kanker dalam biji Glodokan. Uji keamanan pangan dan uji organoleptis menunjukkan bahwa kualitas kopi biji Glodokan tergolong bagus. Sehingga produk ini bisa dikembangkan menjadi skala industri besar yang prospektif. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menunjukkan bahwa kopi biji Glodokan meningkatkan kemampuan tikus putih dalam menetralkan pengaruh racun obat nyamuk. Hasil analisis data menggunakan regresi linier menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara pemberian minum kopi biji Glodokan dengan daya tahan tikus putih. Tabel analisis regresi linier di atas menunjukkan bahwa korelasi pemberian minum kopi glodokan dengan daya tahan tikus dalam menghadapi pengasapan pekat obat nyamuk bakar adalah 83,2 %. Ketahanan tikus dalam menghadapi polusi obat nyamuk bakar 69,3% disebabkan oleh pemberian minum kopi biji glodokan. Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.B Std. Error Beta 1 (Const ant) .333 .252 1.323 .197 Perlak uan 1.267 .159 .832 7.948 .000 a. Dependent Variable: Hasil Berdasarkan uji T dalam table hasil regresi linier di atas menunjukkan bahwa pemberian minum kopi biji glodokan berpengaruh terhadap daya tahan tikus dalam menghadapi pengasapan pekat obat nyamuk bakar. Hal ini ditunjukkan oleh angka signifinaksi 0,00 yang berada di bawah 0,05. Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .832 a .693 .682 .436 a. Predictors: (Constant), Perlakuan
  5. 5. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang - Cilacap 5 Kesimpulan Formulasi kopi antioksidan dan anti kanker dilakukan dengan melakukan sinergi antara biji Glodokan, biji kopi dan beras dengan perbandingan 3 : 2 : 1 agar didapat cita rasa yang enak dan khasiat yang optimal. Kandungan antioksidan dan anti kanker dalam biji Glodokan menjadi data ilmiah bagi khasiat produk kopi biji Glodokan. Uji antioksidan menunjukkan bahwa pemberian minum kopi biji glodokan mempengaruhi daya taha tikus putih dalam menghadapi polusi obat nyamuk bakar. DAFTAR PUSTAKA Achmad SA. (1980) Kimia Organik Bahan Alam. Universitas Terbuka, Jakarta. Arbain D. (1995) Survey fitokimia salah satu cara pendekatan, proyek HEDS, USAID. Universitas Andalas, Padang. Ardyanto, Rizq Dwi (2014) Kemampuan Tanaman Glodokan Polyalthia longifolia Sonn. Sebagai Peneduh Jalan Dalam Mengakumulasi Pb Udara Berdasarkan Respon Anatomis Daun di Purwokerto. Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto. Chang FR, Hwang TL, Yang YL, Li CE, Wu CC, Issa HH, Hsieh WB, Wu YC. (2006) Anti-inflammatory and cytotoxic diterpenoids from formosan Polyalthia longifolia var. pendula. Planta Medica, 72, 1344- 1347. Dasari VN, Rupachandra S, Dinesh MG, Chandrasekharam HR, Sidambaram R. (2011) Antioxidant activity of seed extracts of Polyalthia longifolia. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 3, 311-314. Faizi S, Khan AR, Mughal NR, Malik MS, Sajjadi KS, Ahmad A. (2008) Antimicrobial activity of various parts of Polyalthia longifolia var. pendula: isolation of active principles from the leaves and the berries. Phytotherapy Research, 22, 907-912. Kekuda, Prashith (2013) In vitro Antiocidant Activity of Ripe Pericarp of Polyaltia longifolia Thw. Department of Microbiology and Departement Biochemistry, SRNMN Collage of Applied Sciences, NES Campus, Balraj Urs Road, Shivamogga-577201, Karnataka, India. Lin YH, Lee CC, Chang FR, Chang WH, Wu YC, Chang JG. (2011) 16- Hydroxycleroda-3,13-dien-15,16- olide regulates the expression of histone-modifying enzymes PRC2 complex and induces apoptosis in CML K562 cells. Life Sciences, 89, 886-895. Malairajan P, Gopalakrishnan G, Narasimham S, Veni JK. (2008) Evaluation of anti-ulcer activity of Polyalthia longifolis (Sonn.)Thwaitesin experimental analysis. Indian Journal of Pharmacology, 40, 126- 128. Misra P, Sashidhara KV, Singh SP, Kumar A, Gupta R, Chaudhaery SS, Gupta SS, Majumder HK, Saxena AK, Dube A. (2010) 16 - Hydroxycleroda-3,13 (14)Z-dien- 15,16-olide from Polyalthia longifolia: a safe and orally active antileishmanial agent. British Journal of Pharmacology, 159, 1143-1150. Murthy MM, Subramanyam M, Bindu MH, Annapurna J. (2005)
  6. 6. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang - Cilacap 6 Antimicrobial activity of clerodane diterpenoid from Polyalthia longifolia seeds. Fitoterapia, 76, 336-339. Njoku UO, Joshua, Elijah P, Omeh, Obiageli V. (2001) Antioxidant properties of Polyalthia longifolia. New York Science Journal, 4,83-87. Pal D, Bhattacharya S, Baidya P, De BK, Pandey JN, Biswas M. (2011) Antileishmanial activity of Polyalthia longifolia leaf extract on the in vitro growth of leishmania donovani promastigotes. Global Journal of Pharmacology, 5, 97-100. Phadnis AP, Patwardhan SA, Dhaneshwar NN, Tavale SS, Row TNG. (1988) Clerodane diterpenoid from Polyalthia longifolia. Phytochemistry, 27, 2899-2901. Rahardian, Dimas (2011) Sifat-sifat kopi. Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Rashid MA, Hossain MA, Hasan CM, Reza MS. (1996) Antimicrobial diterpenoids from Polyalthia longifolia var. pendulla (Annonaceae). Phytotherapy Research, 10, 79-81. Sakarkar DM, Deshmukh VN. (2011) Ethnopharmacological review of traditional medicinal plants for anticancer activity. International Journal of PharmTech Research, 3, 298-308. Saleem R, Ahmed M, Ahmed SI, Azeem M, Khan RA, Rassol N, Saleem H, Noor F, Faizi S. (2005) Hypotensive activity and toxicology of constituents from root bark of Polyalthia longifolia var. pendula. Phytotherapy Research, 19,881-884. Sampath M, Vasanthi M. (2013) Isolation, structural elucidation of flavonoids from Polyalthia longifolia (sonn.) Thawaites and evaluation of antibacterial, antioxidant and anticancer potential. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 5, 336-341.

×