Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Membuat Internet Gateway dengan MikroTik

1,900 views

Published on

Ini adalah modul cara membuat internet gateway menggunakan MikroTik

Published in: Technology
  • Be the first to comment

Membuat Internet Gateway dengan MikroTik

  1. 1. Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga saya dapat menyelesaikan modul ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Melalui buku ini saya ingin mensharing ilmu apa yang telah saya dapatkan selama saya belajar. Semoga buku ini dapat membantu bagi pembaca dalam bidang Networking terlebih khusus dalam MIkrotik, sekaligus ingin mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Ramadin Tarigan, ST selaku Kepala SMK Taruna Bhakti Depok 2. Bapak Tanzela Azizi, S.Kom selaku Kepala Program TKJ SMK Taruna Bhakti Depok 3. Bapak Ilham Wahyudi Siadi selaku guru kejuruan saya di SMK Taruna Bhakti Depok 4. Keluarga saya khususnya kepada Ibu dan Bapak saya yang telah memberikan segala dukungannya baik material maupun moril 5. Semua teman teman seperjuangan saya, dan khususnya teman teman kelas TKJ 3 seangkatan saya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Saya menyadari bahwa buku ini masih terdapata banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu kritikan dan saran dari pembaca sangat berguna demi kesempurnaannya buku ini. Bisa hubungi kontak email saya adityabintangpradana@gmail.com. Semoga buku ini bisa menjadi bahan pelajaran kita semua dan membantu yang ingin belajar Mikrotik dari dasar. Depok, 10 Oktober 2018 Aditya Bintang Pradana
  2. 2. Rancangan topologi jaringan dan alokasi pengalamatan IP Alokasi Pengalamatan IP No Network Address Subnetmask Deskripsi 1. 10.10.10.0 255.255.255.0 (/24) Dialokasikan untuk pengalamatan IP pada jaringan local (LAN) berkabel yang mengarah ke Router 2 2. 20.20.20.0 255.255.255.0 (/24) Dialokasikan untuk pengalamatan IP pada jaringan local (LAN) berkabel yang mengarah ke Router 3 3. 30.30.30.0 255.255.255.0 (/24) Dialokasikan untuk pengalamatan IP pada jaringan nirkabel (Wireless) 4. 192.168.137.0 255.255.255.0 (/24) Dialokasikan untuk pengalamatan IP pada interfaces jaringan yang terhubung ke internet ( Sesuaikan dengan alamat IP dari Intenet Service Provider (ISP)
  3. 3. Tabel Pengalamatan IP Perangkat Jaringan Nama Perangkat Interface Alamat IP Subnetmask Gateway RouterBoard Mikrotik 1 Ether2 10.10.10.1 255.255.255.0 (/24) 10.10.10.1 Ether3 20.20.20.1 255.255.255.0 (/24) 10.10.10.1 Wlan1 DHCP 255.255.255.0 (/24) 192.168.43.1 Sesuaikan dengan alamat IP yang ditentukan oleh Internet Service Provider (ISP) RouterBoard Mikrotik 2 Ether1 10.10.10.254 255.255.255.0 (/24) 10.10.10.1 RouterBoard Mikrotik 3 Ether1 20.20.20.253 255.255.255.0 (/24) 20.20.20.1 Wlan 30.30.30.1 255.255.255.0 (/24) 30.30.30.1 1. Mengakses Router MikroTik melalui winbox Langkah langkah untuk mengakses router MikroTik melalui winbox adalah sebagai berikut : 1. Mengunduh aplikasi winbox terlebih dahulu melalui situs MikroTik pada alamat https://mikrotik.com/download, tampilan situsnya seperti dibawah berikut : Navigasi ke bagian Winbox, dan pilih Winbox 3.18 untuk mengunduh aplikasi winbox tersebut ke komputer yang digunakan 2. Jalankan aplikasi Winbox yang telah diunduh
  4. 4. 3. Tampil kotak dialog aplikasi Winbox, seperti terlihat pada gambar berikut: Untuk dapat mengakses MikroTik, anda harus melengkapi parameter yang terdapat pada kotak dialog login dari apliaksi Winbox, yaitu: a) Connect to (digunakan untuk memasukkan alamat IP atau alamat MAC dari router Mikrotik yang akan diakses), b) Login (nama login pengguna yang digunakan untuk mengakses router Mikrotik), dan c) Password (sandi login pengguna yang digunakan untuk mengakses router Mikrotik). Secara default Mikrotik telah membuatkan satu user untuk tujuan administrasi yaitu dengan nama login “admin” dengan password kosong (tanpa sandi). Inputan Connect to dapat diisi secara otomatis melalui pemanfaatan Mikrotik Neighbor Discovery Protocol (MNDP) yang dapat mendeteksi router Mikrotik yang terhubung secara langsung dengan komputer yang digunakan yaitu dengan cara memilih tab Neighbors di bagian bawah dari Winbox, seperti terlihat pada gambar berikut: Terdeteksi satu router Mikrotik RB941-2nD. Apabila belum terdeteksi atau terlihat informasi daftar router Mikrotik maka klik tombol Refresh.
  5. 5. Dari daftar router yang ditemukan, pilih isian kolom MAC Address atau IP untuk terkoneksi ke router Mikrotik tersebut, seperti terlihat pada gambar berikut: Karena Mikrotik belum memiliki alamat IP maka Pilih alamat MAC yang tampil, dan lengkapi parameter Login dengan isian “admin”, seperti terlihat pada gambar berikut: Selanjutnya tekan tombol “Connect” untuk menghubungkan ke router Mikrotik. 4. Tampil kotak dialog yang menampilkan panel menu untuk mengkonfigurasi router Mikrotik, seperti terlihat pada gambar berikut: Selanjutnya Anda dapat mengkonfigurasi Mikrotik dengan mengakses panel menu sebelah kiri dan memilih salah satu menu sesuai dengan fitur-fitur yang akan di manajemen.
  6. 6. 2. KONFIGURASI ROUTERBOARD MIKROTIK 1 Adapun langkah-langkah konfigurasi yang dilakukan di router MikroTik adalah sebagai berikut: 1. Mengatur Pengalamatan IP pada masing-masing interface yaitu Wlan1 untuk koneksi ke Internet, ether2 dan ether3 untuk koneksi ke LAN pada Router1. Pada panel sebelah kiri dari Winbox pilih IP > Address, maka akan tampil kotak dialog Address List. Untuk menambahkan alamat IP pada interface ether2, pilih tombol pada toolbar dari kotak dialog Address List maka akan tampil kotak dialog New Address seperti terlihat pada gambar berikut: Terdapat beberapa parameter yang harus diisi pada kotak dialog ini yaitu: a) Address, digunakan untuk menentukan alamat IP dan subnetmask dalam format bit count, yaitu 10.10.10.1/24 merupakan alamat IP untuk interface ether2 yang digunakan untuk menghubungkan ke Router2. b) Network, digunakan untuk menentukan alamat network dari alamat IP yang digunakan. Isian untuk alamat ini dapat dikosongkan, karena dapat ditentukan secara langsung oleh router Mikrotik sesuai dengan nilai alamat IP dan subnetmask dalam format bit count pada parameter Address. c) Interface, digunakan untuk menentukan nama interface yang akan diberikan alamat IP dengan nilai yang tercantum pada parameter Address, yaitu pilih ether2. Isian dari masing-masing parameter dengan nilai yang telah ditentukan, terlihat seperti pada gambar berikut:
  7. 7. Untuk menyimpan perubahan klik tombol OK. Hasil dari penambahan alamat IP terlihat seperti pada gambar berikut: Selanjutnya dengan cara yang sama lakukan penambahan alamat IP pada interface ether3, pilih tombol pada toolbar dari kotak dialog Address List maka akan tampil kotak dialog New Address seperti terlihat pada gambar berikut: Terdapat beberapa parameter yang harus diisi pada kotak dialog ini yaitu: a) Address, digunakan untuk menentukan alamat IP dan subnetmask dalam format bit count, yaitu 20.20.20.1/24 merupakan alamat IP untuk interface ether3 yang digunakan untuk menghubungkan ke Router3. b) Network, digunakan untuk menentukan alamat network dari alamat IP yang digunakan. Isian untuk alamat ini dapat dikosongkan, karena dapat ditentukan secara langsung oleh router Mikrotik sesuai dengan nilai alamat IP dan subnetmask dalam format bit count pada parameter Address. c) Interface, digunakan untuk menentukan nama interface yang akan diberikan alamat IP dengan nilai yang tercantum pada parameter Address, yaitu pilih ether3 Isian dari masing-masing parameter dengan nilai yang telah ditentukan, terlihat seperti pada gambar berikut :
  8. 8. Untuk menyimpan perubahan klik tombol OK. Hasil dari penambahan alamat IP terlihat seperti pada gambar berikut : MENGKONEKSIKAN ROUTER 1 KE INTERNET 2. Mengaktifkan interface wireless. Pada panel sebelah kiri dari Winbox pilih Wireless, maka akan tampil kotak dialog Wireless Tables, seperti terlihat pada gambar berikut:
  9. 9. Terlihat terdapat satu interface wireless dengan nama “wlan1” dengan status tidak aktif, yang ditandai dengan simbol X di awal baris dari interface tersebut. Untuk mengaktifkan interface tersebut, pilih interface “wlan1” > klik kanan dan pilih Enable seperti terlihat pada gambar berikut: Hasil dari proses pengaktifan interface “wlan1” tersebut akan terlihat seperti pada gambar berikut: Point to Point ke internet. Klik dua kali pada interface “wlan1” yang terdapat pada tab Interfaces dari kotak dialog Wireless Tables, maka akan tampil kotak dialog properties dari Interface <wlan1>. Pada kotak dialog Interface <wlan1> tab Wireless, Selanjutnya kita akan mengkoneksikan router 1 ini ke internet dengan cara Point to Point (PTP), klik tombol scan yang berada di bawah sebelah kanan, seperti gambar berikut :
  10. 10. Maka akan tampil kotak dialog scan, seperti gambar berikut : Untuk melakukan Point To Point (PTP) kita lakukan scan terlebih dahulu ke salah satu AP yang terdapat Internet, Klik start untuk memulai Scan device yang menjadi sasaran Point to Point, maka akan terdetek macam-macam AP yang terdetek oleh router kita, selanjutnya kita pilih AP sasaran kita lalu klik Connect, Seperti gambar berikut :
  11. 11. Jika Sudah Kita Scan maka Otomoatis lakukan pengaturan parameter mode, band, frequency, dan SSID Wlan1 untuk jaringan nirkabel otomatis menyamakan ke AP sasaran kitayang dibuat, seperti terlihat pada gambar berikut: Keterangan parameter: a) Mode, digunakan untuk menentukan mode interface wireless yang diaktifkan, pastikan terpilih “station” agar bertindak sebagai station yang akan menerima internet dari AP. b) Band, digunakan untuk menentukan band yang akan digunakan, sebagai contoh dipilih “2Ghz-B/G/N”. c) Frequency, digunakan untuk menentukan channel yang digunakan, sebagai contoh “2437”. Mohon untuk menyesuaikan nilai ini dengan kondisi jaringan wireless di sekitar lokasi Anda
  12. 12. d) SSID, digunakan untuk menentukan nama pengenal hotspot karena kita bertindak sebagai station otomatis SSID mengikuti AP yaitu Redmi4X e) Security Profile, digunakan untuk memberi kan password, jika pada saat kita melakukan Point to Point AP yang menjadi sasaran kita mempunya password, maka kita buat terlebih dahulu password nya terlebih dahulu di tab Security Profiles, namun jika AP sasaran kita tidak memakai Password maka kita pakai default saja Cara membuat password di Security Profiles, yaitu: 1. Klik menu wireless, lalu akan masuk ke tab Wireless table lalu pilih tab Security Profiles, seperti gambar berikut : Jika sudah masuk kedalam tab tersebut, klik tombol maka akan muncul tab New Security Profile, seperti gambar berikut : Setelah itu isi parameter Name, Authentication Types, WPA Pre-Shared Key, WPA2 Pre- Shared Key, Seperti gambar berikut :
  13. 13. Penjelasan masing masing parameternya : ▪ Name : profile_baru (isi bebas, nama ini yang akan muncul pada pilihan option “Security Profile” pada wireless setting) ▪ Authentification Types : Centang “WPA-PSK sama WPA2-PSK” ▪ WPA Pre-Shared Key : isi dengan password yang anda inginkan. ▪ WPA2 Pre-Shared Key : isi dengan password yang anda inginkan. Klik tombol OK untuk menyimpan perubahan. Jika Sudah terkoneksi maka akan terdapat Flag R yang berarti Run pada samping kiri Wlan1 dan terlihat di tab Registration device yang terkoneksi ke Router1, Seperti gambar berikut : Jika kita sudah berhasil menghubungkan router 1 ke Internet menggunakan Teknik Poin to Point, selanjutnya kita pasang DHCP Client ke AP yang terdapat Internet agar router 1 mendapatkan IP dari AP dan Router 1 dapat terhubung ke Internet Memasang DHCP Client di Router 1 Pergi ke tab DHCP Client, IP -> DHCP Client, seperti di Gambar berikut :
  14. 14. Klik tombol untuk menambahkan DHCP Client, maka akan masuk kedalam tab new DHCP Client, seperti gambar berikut : Untuk pengaktifkan DHCP Client, definisikan parameter interface dengan interface yang terhubung ke DHCP Server, atau dalam kasus ini adalah interface yang terhubung ke Internet. Karena kita ingin semua traffic ke internet menggunakan jalur koneksi dari Internet, maka Use- Peer-DNS=yes dan Add-Default-Route=yes. Terdapat beberapa parameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan; • Interface : Pilihlah interface yang sesuai yang terkoneksi ke DHCP Server • Use-Peer-DNS : Bila kita hendak menggunakan DNS server sesuai dengan informasi DHCP • Use-Peer-NTP : Bila kita hendak menggunakan informasi pengaturan waktu di router (NTP) sesuai dengan informasi dari DHCP • Add-Default-Route : Bila kita menginginkan default route kita mengarah sesuai dengan informasi DHCP • Default-Route-Distance : Menentukan nilai Distance pada rule routing yang dibuat secara otomatis. Akan aktif jika add-default-route=yes
  15. 15. Sampai langkah ini, seharunya Router sudah bisa mendapatkan IP address Dynamic dari AP dan sudah bias akses ke internet,contohnya seperti di gambar berikut : Nah, sejauh ini router 1 sudah dapat terhubung ke internet. Untuk memastikannya silahkan lakukan ping ke website seperti www.google.com atau yang lainnya. Selanjutnya lakukan setting DHCP Server untuk distribusi IP Address ke arah jaringan lokal /LAN.
  16. 16. Membuat DHCP Server di Router 1 DHCP Server akan sangat tepat diterapkan jika pada jaringan memiliki user yang sifatnya dinamis. Dengan jumlah dan personil yang tidak tetap dan selalu berubah. Jika pada kasus ini sifat user seperti itu dapat kita temui pada tamu yang berkunjung. Konfigurasi DHCP Server dapat dilakukan pada menu IP -> DHCP Server -> Klik DHCP Setup, seperti gambar berikut : Dengan menekan tombol DHCP Setup, wizard DHCP akan menuntun kita untuk melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya. Langkah pertam, kita diminta untuk menentukan di interface mana DHCP Server akan aktif. Pada kasus ini DHCP Server diaktifkan pada ether2. Selanjutnya Klik Next Sebelumnya pada ether2 sudah dipasang IP Address 10.10.10.1/24. Maka pada langkah kedua, penentuan DHCP Address Space akan otomatis mengambil segment IP yang sama. Jika interface sebelumnya belum terdapat IP, bisa ditentukan manual pada langkah ini.
  17. 17. Selanjutnya, kita diminta menentukan IP Address yang akan digunakan sebagai default- gateway oleh DHCP Client nantinya. Secara otomatis wizard akan menggunakan IP Address yang terpasang pada interface ether2. Tentukan IP Address yang akan di-distribusikan ke Client. Secara otomatis wizard akan mengisikan host ip pada segment yang telah digunakan. Pada contoh ini, IP 10.10.10.1 tidak masuk dalam Addresses To Give Out, sebab IP tersebut sudah digunakan sebagai gateway dan tidak akan di-distribusikan ke Client.
  18. 18. Kita harus menentukan juga, nantinya DHCP Client akan melakukan rquest DNS ke server mana. Secara otomatis wizard akan mengambil informasi setting DNS yang telah dilakukan pada menu /ip dns . Tetapi bisa juga jika kita ingin menentukan request DNS Client ke server tertentu. Langkah terakhir kita diminta untuk menentukan Lease-Time, yaitu berapa lama waktu sebuah IP Address akan dipinjamkan ke Client. Untuk menghindari penuh / kehabisan IP, setting Lease-Time jangan terlalu lama, misalkan 1 hari saja. Sampai langkah ini, jika di klik Next akan tertampil pesan yang menyatakan bahwa setting DHCP telah selesai. Dan akan terlihat DHCP Server tadi yang kita buat, seperti di gambar berikut : Ikuti cara seperti diatas untuk membuat DHCP Server kembali pada ether 3 yang mengarah ke Router 3.
  19. 19. Konfigurasi DHCP Server dapat dilakukan pada menu IP -> DHCP Server -> Klik DHCP Setup, seperti gambar berikut : Dengan menekan tombol DHCP Setup, wizard DHCP akan menuntun kita untuk melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya. Langkah pertam, kita diminta untuk menentukan di interface mana DHCP Server akan aktif. Pada kasus ini DHCP Server diaktifkan pada ether3. Selanjutnya Klik Next Sebelumnya pada ether2 sudah dipasang IP Address 20.20.20.1/24. Maka pada langkah kedua, penentuan DHCP Address Space akan otomatis mengambil segment IP yang sama. Jika interface sebelumnya belum terdapat IP, bisa ditentukan manual pada langkah ini.
  20. 20. Selanjutnya, kita diminta menentukan IP Address yang akan digunakan sebagai default- gateway oleh DHCP Client nantinya. Secara otomatis wizard akan menggunakan IP Address yang terpasang pada interface ether3. Tentukan IP Address yang akan di-distribusikan ke Client. Secara otomatis wizard akan mengisikan host ip pada segment yang telah digunakan. Pada contoh ini, IP 20.20.20.1 tidak masuk dalam Addresses To Give Out, sebab IP tersebut sudah digunakan sebagai gateway dan tidak akan di-distribusikan ke Client.
  21. 21. Kita harus menentukan juga, nantinya DHCP Client akan melakukan rquest DNS ke server mana. Secara otomatis wizard akan mengambil informasi setting DNS yang telah dilakukan pada menu /ip dns . Tetapi bisa juga jika kita ingin menentukan request DNS Client ke server tertentu. Langkah terakhir kita diminta untuk menentukan Lease-Time, yaitu berapa lama waktu sebuah IP Address akan dipinjamkan ke Client. Untuk menghindari penuh / kehabisan IP, setting Lease-Time jangan terlalu lama, misalkan 1 hari saja. Sampai langkah ini, jika di klik Next akan tertampil pesan yang menyatakan bahwa setting DHCP telah selesai. Dan akan terlihat DHCP Server tadi yang kita buat, seperti di gambar berikut :
  22. 22. Sharing Internet to Client Nah setelah mikrotik mendapat koneksi internet, sekarang kita setting NAT untuk klien nya. Atau istilah gampangnya, kita sharing koneksi internet tersebut. Caranya pada menu IP kita pilih Firewall. Setelah muncul kotak dialog firewal, pilih tab NAT, kemudian klik tombol . Akan muncul kotak dialog baru, pada tab general atur chain=srcnat, out-interface=ether1 (ether yang terhubung ke internet). pada tab Action, aturlah action=masquerade. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini. Jika sudah maka sudah selesai konfigurasi pada Router 1
  23. 23. 3. KONFIGURASI ROUTER 2 Untuk konfigurasi di Router 2 hanya mendapatkan internet dari Router 1, cara nya adalah kita mendapatkan IP atau memasang DHCP Client agar mendapatkan IP dari Router 1. Memasang DHCP Client di Router 2 Pergi ke tab DHCP Client, IP -> DHCP Client, seperti di Gambar berikut : Klik tombol untuk menambahkan DHCP Client, maka akan masuk kedalam tab new DHCP Client, seperti gambar berikut : Untuk pengaktifkan DHCP Client, definisikan parameter interface dengan interface yang terhubung ke DHCP Server, atau dalam kasus ini adalah interface yang terhubung ke Internet. Karena kita ingin semua traffic ke internet menggunakan jalur koneksi dari Internet, maka Use- Peer-DNS=yes dan Add-Default-Route=yes. Terdapat beberapa parameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan; • Interface : Pilihlah interface yang sesuai yang terkoneksi ke DHCP Server • Use-Peer-DNS : Bila kita hendak menggunakan DNS server sesuai dengan informasi DHCP • Use-Peer-NTP : Bila kita hendak menggunakan informasi pengaturan waktu di router (NTP) sesuai dengan informasi dari DHCP
  24. 24. • Add-Default-Route : Bila kita menginginkan default route kita mengarah sesuai dengan informasi DHCP • Default-Route-Distance : Menentukan nilai Distance pada rule routing yang dibuat secara otomatis. Akan aktif jika add-default-route=yes Sampai langkah ini, seharunya Router sudah bisa mendapatkan IP address Dynamic dari AP dan sudah bias akses ke internet,contohnya seperti di gambar berikut : Nah, sejauh ini router 2 sudah dapat terhubung ke internet. Untuk memastikannya silahkan lakukan ping ke website seperti www.google.com atau yang lainnya. Jika sudah mendapatkan internet pada Router 2 maka sudah selesai konfigurasi pada Router 2
  25. 25. 4. KONFIGURASI PADA ROUTER 3 Di router 3 akan mengambil internet dari router 1 dan menyebarkannya kembali menggunakan jaringan nirkabel (Wlan1), caranya untuk mengabil internet dari router 1 sama halnya seperti di Router 2, yaitu kita mendapatkan IP atau memasang DHCP Client agar mendapatkan IP dari Router 1. Memasang DHCP Client di Router 3 Pergi ke tab DHCP Client, IP -> DHCP Client, seperti di Gambar berikut : Klik tombol untuk menambahkan DHCP Client, maka akan masuk kedalam tab new DHCP Client, seperti gambar berikut : Untuk pengaktifkan DHCP Client, definisikan parameter interface dengan interface yang terhubung ke DHCP Server, atau dalam kasus ini adalah interface yang terhubung ke Internet. Karena kita ingin semua traffic ke internet menggunakan jalur koneksi dari Internet, maka Use- Peer-DNS=yes dan Add-Default-Route=yes.
  26. 26. Terdapat beberapa parameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan; • Interface : Pilihlah interface yang sesuai yang terkoneksi ke DHCP Server • Use-Peer-DNS : Bila kita hendak menggunakan DNS server sesuai dengan informasi DHCP • Use-Peer-NTP : Bila kita hendak menggunakan informasi pengaturan waktu di router (NTP) sesuai dengan informasi dari DHCP • Add-Default-Route : Bila kita menginginkan default route kita mengarah sesuai dengan informasi DHCP • Default-Route-Distance : Menentukan nilai Distance pada rule routing yang dibuat secara otomatis. Akan aktif jika add-default-route=yes Sampai langkah ini, seharunya Router sudah bisa mendapatkan IP address Dynamic dari AP dan sudah bias akses ke internet,contohnya seperti di gambar berikut : Nah, sejauh ini router 3 sudah dapat terhubung ke internet. Untuk memastikannya silahkan lakukan ping ke website seperti www.google.com atau yang lainnya. Jika sudah mendapatkan internet pada Router 3, selanjutnya kita akan membagi kan internet tersebut kepada client menggunakan jaringan nirkabel (Wlan1) 1. Mengatur Pengalamatan IP pada interface Wlan1 untuk koneksi ke Client. Pada panel sebelah kiri dari Winbox pilih IP > Address, maka akan tampil kotak dialog Address List. Untuk menambahkan alamat IP pada interface Wlan1, pilih tombol pada toolbar dari kotak dialog Address List maka akan tampil kotak dialog New Address seperti terlihat pada gambar berikut:
  27. 27. Terdapat beberapa parameter yang harus diisi pada kotak dialog ini yaitu: a) Address, digunakan untuk menentukan alamat IP dan subnetmask dalam format bit count, yaitu 30.30.30.1/24 merupakan alamat IP untuk interface Wlan1 yang digunakan untuk menghubungkan ke Client. b) Network, digunakan untuk menentukan alamat network dari alamat IP yang digunakan. Isian untuk alamat ini dapat dikosongkan, karena dapat ditentukan secara langsung oleh router Mikrotik sesuai dengan nilai alamat IP dan subnetmask dalam format bit count pada parameter Address. c) Interface, digunakan untuk menentukan nama interface yang akan diberikan alamat IP dengan nilai yang tercantum pada parameter Address, yaitu pilih Wlan1. Isian dari masing-masing parameter dengan nilai yang telah ditentukan, terlihat seperti pada gambar berikut: Untuk menyimpan perubahan klik tombol OK. Hasil dari penambahan alamat IP terlihat seperti pada gambar berikut:
  28. 28. Terlihat nilai dari parameter pada interface wlan1 berwarna merah. Hal ini dikarenakan interface wlan1 belum diaktifkan. Tutup kotak dialog Address List 2. Mengaktifkan interface wireless. Pada panel sebelah kiri dari Winbox pilih Wireless, maka akan tampil kotak dialog Wireless Tables, seperti terlihat pada gambar berikut: Terlihat terdapat satu interface wireless dengan nama “wlan1” dengan status tidak aktif, yang ditandai dengan simbol X di awal baris dari interface tersebut. Untuk mengaktifkan interface tersebut, pilih interface “wlan1” > klik kanan dan pilih Enable seperti terlihat pada gambar berikut: Hasil dari proses pengaktifan interface “wlan1” tersebut akan terlihat seperti pada gambar berikut: 3. Mengatur Service Set Identifier (SSID) untuk jaringan nirkabel. Klik dua kali pada interface “wlan1” yang terdapat pada tab Interfaces dari kotak dialog Wireless Tables, maka akan tampil kotak dialog properties dari Interface . Pada kotak dialog Interface tab Wireless, lakukan pengaturan parameter mode, band, frequency, dan SSID untuk jaringan nirkabel yang dibuat, seperti terlihat pada gambar berikut:
  29. 29. Keterangan parameter: a) Mode, digunakan untuk menentukan mode interface wireless yang diaktifkan, pastikan terpilih “ap-bridge” agar bertindak sebagai access point dengan kemampuan bridge. b) Band, digunakan untuk menentukan band yang akan digunakan, sebagai contoh dipilih “2Ghz-B/G/N”. c) Frequency, digunakan untuk menentukan channel yang digunakan, sebagai contoh “2412”. Mohon untuk menyesuaikan nilai ini dengan kondisi jaringan wireless di sekitar lokasi Anda. Anda dapat menggunakan aplikasi seperti insider untuk mengetahui channel yang belum terpakai sehingga dapat meminimalkan dari interferensi. d) SSID, digunakan untuk menentukan nama pengenal hotspot yaitu “Adityastar” Klik tombol Ok untuk menyimpan perubahan 4. Membuat DHCP Server untuk mengalokasikan pengalamatan IP secara dinamis ke computer client yang terhubung baik melalui nirkabel (WLAN). Pada panel sebelah kiri dari Winbox pilih IP > DHCP Server, maka akan tampil kotak dialog DHCP Server. Pada kotak dialog ini klik tombol DHCP Setup untuk membuat DHCP Server secara wizard, seperti terlihat pada gambar berikut:
  30. 30. Dengan menekan tombol DHCP Setup, wizard DHCP akan menuntun kita untuk melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya. Langkah pertam, kita diminta untuk menentukan di interface mana DHCP Server akan aktif. Pada kasus ini DHCP Server diaktifkan pada ether2. Selanjutnya Klik Next Sebelumnya pada ether2 sudah dipasang IP Address 10.10.10.1/24. Maka pada langkah kedua, penentuan DHCP Address Space akan otomatis mengambil segment IP yang sama. Jika interface sebelumnya belum terdapat IP, bisa ditentukan manual pada langkah ini. Selanjutnya, kita diminta menentukan IP Address yang akan digunakan sebagai default- gateway oleh DHCP Client nantinya. Secara otomatis wizard akan menggunakan IP Address yang terpasang pada interface ether2.
  31. 31. Tentukan IP Address yang akan di-distribusikan ke Client. Secara otomatis wizard akan mengisikan host ip pada segment yang telah digunakan. Pada contoh ini, IP 10.10.10.1 tidak masuk dalam Addresses To Give Out, sebab IP tersebut sudah digunakan sebagai gateway dan tidak akan di-distribusikan ke Client. Kita harus menentukan juga, nantinya DHCP Client akan melakukan rquest DNS ke server mana. Secara otomatis wizard akan mengambil informasi setting DNS yang telah dilakukan pada menu /ip dns . Tetapi bisa juga jika kita ingin menentukan request DNS Client ke server tertentu. Langkah terakhir kita diminta untuk menentukan Lease-Time, yaitu berapa lama waktu sebuah IP Address akan dipinjamkan ke Client. Untuk menghindari penuh / kehabisan IP, setting Lease-Time jangan terlalu lama, misalkan 1 hari saja. Sampai langkah ini, jika di klik Next akan tertampil pesan yang menyatakan bahwa setting DHCP telah selesai.
  32. 32. Dan akan terlihat DHCP Server tadi yang kita buat, seperti di gambar berikut : Sharing Internet to Client kita setting NAT untuk klien nya. Atau istilah gampangnya, kita sharing koneksi internet tersebut. Caranya pada menu IP kita pilih Firewall. Setelah muncul kotak dialog firewal, pilih tab NAT, kemudian klik tombol . Akan muncul kotak dialog baru, pada tab general atur chain=srcnat, out-interface=ether1 (ether yang terhubung ke internet). pada tab Action, aturlah action=masquerade. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.
  33. 33. 5. TESTING Setelah selesai mengkonfigurasi semua Router, maka selanjutnya akan kita Test apakah konfigurasi tersebut sudah berhasil atau masih ada masalah dalam konfigurasi yang dilakukan. Langkah pertama kita test mengunakan PC Client yang terhubung ke jaringan nirkabel (Wlan),pastikan PC terhubung ke Wireless seperti gambar berikut : Jika sudah terkoneksi ke jaringan nirkabel (Wlan), kita Ping ke semua router, seperti gambar berikut : Router 1
  34. 34. Router 2 Router 3 Jika sudah reply Ping kemasing-masing router maka sekarang test dengan cara meremote router di PC Client, seperti gambar berikut : Router 1
  35. 35. Router 2 Router 3

×