SlideShare a Scribd company logo
1 of 15
STATISTIKA DASAR
HIPOTESIS
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
1. Aldila Fatmawati (06081181520002)
2. Ayu Hardiyanti (06081181520083)
3. Betyana Tinambunan (06081381520034)
4. Linda Farida (06081181520080)
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAR SRIWIJAYA
2016/2017
HIPOTESIS
A. Pengertian Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan tentatif mengenai parameter peubah acak. Kata hipotesis
berasal dari gabungan dua kata, yaitu (1) hipo yang berarti tersembunyi dan (2) theses yang
berarti pernyataan. Hipotesis menurut asal katanya berarti pernyataan mengenai sesuatu yang
tersembunyi, sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya secara pasti. (Asep Saefuddin : 74).
Jadi, Hipotesis adalah suatu anggapan yang mungkin benar dan sering digunakan sebagai
dasar pembuatan keputusan/ pemecahan masalah atau untuk dasar penelitian lebih lanjut.
B. Macam- macam Hipotesis
Adapun macam – macam hipotesis ( Subana : 113 ), yaitu :
Ditinjau dari ruang lingkup besar kecilnya variabel, hipotesis dibedakan menjadi :
1) hipotesis mayor
2) hipotesisi minor
Ditinjau dari cara proses hipotesis, hipotesis dibedakan menjadi :
1) Hipotesis Induktif
2) Hipotesis deduktif
Ditinjau dari rumusnya dalam suatu penilitian, hipotesis dibedakan menjadi :
1) Hipotesis nol (H0)
Maksud dan pengertian dari Hipotesis nol adalah merupakan kesimpulan sementara
(anggapan) atau jawaban sementara dari si peneliti terhadap suatu kondisi atau teori
yang ada (biasanya merupakan kebalikan dari opini atau teori). Pada pelaksanaan
pengujian, pernyataan hipotesis nol ini selalu ditandai dengan notasi “ sama dengan
(=)”, baik untuk model pengujian dua pihak, maupun pada pengujian satu pihak kiri
atau kanan saja. Pernyataan hipotesis nol ini merupakan dugaan terhadap parameter
suatu permasalahan yang akan dilakukan kajian untuk membenarkan atau
menyanggah informasi dari suatu populasinya, berdasarkan statistik sampel pada
tingkat signifikansi.
2) Hipotesis Alternatif (Ha)
Maksud dan pengertian dari Hipotesis alternatif adalah merupakan kesimpulan
sementara (anggapan) atau jawaban sementara dari si peneliti yang merupakan
kebalikan dari hipotesis nolnya terhadap suatu kondisi atau teori yang ada(biasanya
merupakan pernyataan kesesuaian dari opini atau teori). Pada pelaksanaan pengujian,
pernyataan hipotesis alternatif ini selalu ditandai dengan notasi “ ≠ “ ( tidak sama
dengan ) pada pengujian dua pihak, lebih kecil ( < ) atau lebih besar ( >) pada
pengujian satu pihak kiri atau pihak kanan saja.
Selanjutnya, hipotesis nol dan hipotesis alternatif diatas masing-masing terbagi
menjadi hipotesis terarah dan hipotesis tidak terarah. Merumuskan hipotesis terarah/tidak
terarah dengan baik merupakan hal yang penting bagi seorang peneliti. Berikut ini
disajikan contoh hipotesis nol dan hipotesis alternatif yang terarah dan tidak terarah.
 Hipotesis alternatif terarah
a. Terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan membaca interpretatif
dengan kemampuan menulis resensi cerpen
b. Faktor-faktor bahasa ibu, lingkungan diluar rumah, dan pelajaran bahasa
indonesia di SMU berpengaruh terhadap kemahiran berpidato mahasiswa
juruan bahasa indonesia TKI
c. Prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang membahas soal-soal
formatif dirumah lebih baik dari pada membahasnya disekolah
 Hipotesis nol terarah
a. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan membaca
interpretatif dengan kemampuan menulis
b. Faktor-faktor bahasa ibu diluar rumah dan pelajaran bahasa indonesia di SMU
tidak berpengaruh terhadap kemahiran berpidato mahasiswa jurusan bahasa
indonesia TKI
c. Prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang membahas soal-soal
formatif di rumah tidak lebih baik dari pada yang membahasnya disekolah
 Hipotesis alternatif tidak terarah
a. Ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang
membahas soal-soal formatif dirumah dengan siswa yang membahasnya di
sekolah
 Hipotesis nol tidak terarah
a. Tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang
membahas soal-soal alternatif dirumah dengan yang membahasnya disekolah
C. Macam-macam Kekeliruan
Kekeliruan-kekeliruan yang terjadi ketika melakukan penarikan kesimpulan
berkenaan dengan perumusan hipotesis pada umumnya dapat diperlihatkan berikut ini
Kesimpulan Hipotesis Benar Hipotesis Salah
Terima Hipotesis Tidak membuat kekeliruan Kekeliruan Tipe II (β)
(kuasa uji = 1 – β )
Tolak Hipotesis Kekeliruan Tipe I
(taraf signifikansi α )
Tidak membuat kekeliruan
Tabel diatas memperlihatkan dua macam kekeliruan yang bisa terjadi setelah dilakukan
pengujian hipotesis, yaitu:
a. Kekeliruan Tipe I, maksudnya menolak hipotesis yang seharusnya diterima
b. Kekeliruan Tipe II, maksudnya menerima hipotesis yang seharusnya ditolak
Karena kekeliruan itu bisa terjadi setiap saat setelah dilakukan pengujian, sedangkan
penelitian harus tetap dilangsungkan, maka kedua tipe kekeliruan ini dinyatakan sebagai
peluang (probabilitas). Peluang terjadinya kekeliruan tipe I dinyatakan sebagai α dan peluang
terjadinya kekeliruan tipe II dinyatakan sebagai β .
D. Signifikansi dan Tingkat Kepercayaan
Setelah diketahui bahwa peluang membuat kekeliruan tipe I dinyatakan
sebagai α, maka dalam pemakaiannya, α disebut sebagai taraf (derajat) signifikansi
atau taraf keberartian atau taraf nyata. Karena taraf signifikansi ditentukan oleh
peluang yang diambilnya, semakin kecil tingkat peluang kemelesetannya, semakin
tinggi keberartiannya. Jika hasil perhitungan perbedaan dua rata- rata adalah
signifikansi pada α = 0.001 hal ini akan sangat berarti dibandingkan dengan α = 0,05.
Ini karena untuk α = 0,001 kedua rata-rata itu betul-betul berbeda karena dari 1000
kali pengamatan ( percobaan), hanya satu kali terjadi kemelesetan, sedangkan pada α
= 0,05 dari 100 kali pengamatan terjadi 5 kali kemelesetan. Besarnya taraf
signifikansi biasanya sudah ditentukan sebelumnya, yaitu 0,15, 0,05, 0,01, 0,005 atau
0,001. Untuk penelitian pendidikan, biasanya digunakan taraf 0,05 atau 0,01,
sedangkan untuk bidang yang beresiko tinggi akibat penarikan kesimpulannya,
seperti bidang kesehatan, biasanya digunakan taraf 0005 atau 0,001.
Seandainya peneliti menetapkan kesalahn 5% hal itu, sama saja dengan
menyebut bahwa peneliti telah menolak hipotesis pada tingkat kepercayaan 95%.
Artinya, apabila kesimpulan hasil penelitian diterapkan pada populasi sejumlah 100
orang, penelitian tersebut hanya sesuai untuk 95 orang, sedangkan pada 5 orang
sisanya terjadi penyimpangan. Dengan kata lain peluang terjadinya kemelesetan setiap
100 kali pengamatan adalah 5 kali dan 95% tersebut dinamakan tingkat kepercayaan.
Jadi, Tingkat kepercayaan adalah ukuran keyakinan sang peneliti yang dinyatakan
dalam persentase bahwa ia sanggup mengambil resiko bahwa sesuatu itu dapat terjadi,
apakah 95%, 99% dan lain-lain.
E. Derajat Kebebasan
Derajat kebebasan merupakan tingkat kebebasan untuk bervariasi sehingga
tidak terjadi kekeliruan dalam penafsiran. Derajat kebebasan juga sebagai patokan
membaca tabel statistik berkenaan dengan batas rasio penolakan (kritis), yaitu pada
batas saat suatu hasil perhitungan statistik dapat disebut signifikan, rumus derajat
kebebasan (dk) bergantung pada jenis statistik yang digunakan.
F. Pengujian Hipotesis
Penarikan kesimpulan yang berakhir pada penerimaan atau penolakan
hipotesis diawali oleh pengujian hipotesis. Jadi, hasil akhirnya adalah dua pilihan
berupa diterima atau ditolaknya suatu hipotesis didampingi pernyataan lain yang
berlawanan, sehingga diperoleh hipotesis nol (H0) dan Hipotesis Alternatif (H1).
Pelaksanaan pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan tiga cara, diantaranya :
1. Pengujian Dua Pihak (Pihak kiri dan pihak kanan)
Pernyataan hipotesis dengan tanda “ =” dan “ ≠ “
Rumusan Hipotesis :
Terdapat perbedaan rata-rata belajar antara siswa yang jarak tempat tinggalnya jauh
dengan siswa yang tempat tinggalnya dekat dari sekolah.
Atau dinyatakan dalam H0 dan H1 menjadi
H0 : XA = XB
H1 : XA ≠ XB
Dengan XA : rata-rata prestasi belajar siswa yang jarak tempat tinggalnya jauh
XB : rata-rata prestasi belajar siswa yang jarak tempat tinggalnya dekat
Hipotesis H diterima jika : -Z ½(1-α) < Z < Z ½ (1-α)
2. Pengujian Satu Pihak (Pihak kiri saja)
Rumusan Hipotesis :
Rata-rata kesalahan penulisan EYD siswa yang berbahasa ibu bahasa Indonesia lebih
kecil dibandingkam rata-rata kesalahan penulisan EYD siswa yang berbahasa ibu
bahasa Sunda.
Atau dinyatakan dalam H0 dan H1 menjadi
H0 : XA = XB
H1 : XA < XB
Dengan XA : Rata-rata kesalahan siswa yang berbahasa ibu bahasa Indonesia
XB : Rata-rata kesalahan siswa yang berbahasa ibu bahasa Sunda
Hipotesis H diterima jika : Z ≥ Z 1 - α
3. Pengujian Satu Pihak ( Pihak kanan saja )
Rumusan Hipotesis :
Rata-rata nilai matematika kelompok A lebih baik daripada rata-rata nilai matematika
kelompok B.
Atau dinyatakan dalam H0 dan H1 menjadi
H0 : XA = XB
H1 : XA > XB
Dengan XA : Rata-rata nilai matematika kelompok A
XB : Rata-rata nilai matematika kelompok B
Hipotesis H diterima jika ; Z ≤ Z 1 - α
UJI HIPOTESIS SATU RATA-RATA
Sehubung dengan hipotesis tandingannya, uji hipotesis dibedakan menjadi uji
satu arah dan uji dua arah.
Uji hipotesis satu arah adalah uji yang hipotesis tandingnya merupakan
pernyataan lebih besar atau lebih kecil. Apabila hipotesis tandingannya merupakan
pernyataan lebih besar, maka arah penolakannya adalah ke kanan, yaitu menolak H0
apabila statistik uji yang diperoleh lebih besar dari ambang kritis yang ditetapkan.
Sedangkan apabila hipotesis tandingannya merupakan pernyataan lebih kecil, maka
arah penolakannyaadalah ke kiri, yaitu menolak H0 apabila statistik ujinya lebih kecil
dari nilai kritis yang ditetapkan.
Uji dua arah adalah uji yang hipotesis tandingannya menyatakan ketaksamaan,
𝝁 ≠ 𝝁0 misalnya, dengan pernyataan ketaksamaan ini maka arah penolakannya
adalah dua arah, ke kanan dan ke kiri, yaitu menolak H0 apabila statistik ujinya lebih
besar dari ambang kritis kanan, atau lebih kecil dari ambang kritis kiri.
Pengujian hipotesis untuk sampel besar ( n > 30)
Langkah-langkah pengujian hipotesis :
a. Rumuskan Hipotesis
Uji pihak kiri
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 < 𝜇0
Uji pihak kanan
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 > 𝜇0
Uji dua pihak ( Kiri dan Kanan )
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 ≠ 𝝁0
b. Tentukan nilai α dan nilai Z tabel (Zα )
c. Kriteria pengujian
d. Uji Statistik
Jika n > 30 (sampel besar) gunakan tabel Z
e. kesimpulan
Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan H0 sesuai dengan kriteria
pengujian
Untuk uji pihak kanan
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 > 𝜇0
H0 diterima jika Z0 ≤ Zα
H0 ditolak jika Z0 > Zα
Untuk uji pihak kiri
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 < 𝝁0
H0 diterima jika Z0 ≥ - Zα
H0 ditolak jika Z0 < - Zα
Untuk uji dua pihak
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 ≠ 𝝁0
H0 diterima jika -Zα/2 ≤ Z0 ≤ Zα/2
H0 ditolak jika Z0 > Zα/2 atau Z0 < - Zα/2
n
X
Z
x
0
0


Contoh Soal :
1. Ada anggapan mengenai harga jeruk dipasar bebas daerah kota “A”Rp. 600,-/buah
dengan simpangan bakunya Rp. 25,-. Berangkat dari anggapan tersebut di atas,
selanjutnya diadakan penelitian terhadap 40 kios buah sebagai sampel yang
diambil secara acak, dan ternyata diperoleh informasi dari data tersebut rata-rata
harga beras adalah sebesar Rp. 594,-/buah.
Pertanyaan : Ujilah kebenaran anggapan diatas dengan taraf nyata 5% ?
Jawab:
1. Rumusan Hipotesisnya :
H0 : 𝜇 = 600
H0 : 𝜇 < 600
2. Taraf nyata ( nilai α ) dan nilai Z tabel (Zα )
α = 5% = 0,05
Z0,05 = -1,64 ( Uji pihak kiri)
3. Kriteria pengujian
H0 diterima jika Z0 ≥ - 1,64
H0 ditolak jika Z0 < - 1,64
4. Pengujian hipotesis
n = 40; X = 594; 𝜎 = 25; 𝑑𝑎𝑛 𝜇 = 600
Z0 =
n
X
x
0
=
40
25
600594 
= -1,52
5. Karena Z0 = -1,52 ≥ Zα = -1,64 maka H0 diterima.
Jadi, Anggapan harga rata-rata jeruk di pasar bebas sebesar Rp.600- dapat diterima
Pengujian Hipotesis untuk Sampel Kecil ( n < 30)
Langkah-langkah pengujian hipotesis :
a. Rumusan Hipotesis
b. Tentukan taraf nyata ( α ) dan nilai t tabel
Taraf nyata yang digunakan biasanya 5% (0,05) atau 1% (0,01) untuk uji satu arah
dan 2,5 % (0,025) atau 0,5% (0,005) untuk uji dua arah.
Nilai t tabel memiliki derajat bebas (db) = n – 1
tα; n – 1 atau tα/2; n-1
c. Kriteria Pengujian
Uji pihak kiri
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 < 𝜇0
Uji pihak kanan
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 > 𝜇0
Uji dua pihak ( Kiri dan Kanan )
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 ≠ 𝝁0
Untuk uji pihak kiri
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 < 𝝁0
H0 diterima jika t0 ≥ - tα
H0 ditolak jika t0 < - tα
Untuk uji pihak kanan
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 > 𝜇0
H0 diterima jika t0 ≤ tα
H0 ditolak jika t0 > tα
d. Uji Statistik
Jika n < 30 (sampel kecil) gunakan distribusi t student
e. kesimpulan
Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan H0 sesuai dengan kriteria
pengujian
Contoh Soal :
Menurut salah satu seorang guru yayasan Bina Ria, Pengeluaran per hari siswa-siswi
sekolah tersebut yaitu sebesar Rp 1.740 dengan alternatif tidak sama dengan. Untuk
menguji pendapat guru tersebut, dilakukan wawancara terhadap 25 orang siswa
yayasan yang dipilih secara acak sebagai sampel dan ternyata rata-rata pengeluaran
per hari adalah Rp. 1.800 dengan simpangan bakunya sebesar Rp 1000.
Pertanyaan : Ujilah kebenaran anggapan diatas dengan taraf nyata 5% ?
Jawab :
1. Rumusan Hipotesisnya :
H0 : 𝜇 = 1740
H1 : 𝜇 ≠ 1740
Untuk uji dua pihak
H0 : 𝝁 = 𝝁0
H1 : 𝝁 ≠ 𝝁0
H0 diterima jika -tα/2 ≤ t0 ≤ tα/2
H0 ditolak jika t0 > tα/2 atau t0 < - tα/2
n
s
X
t 0
0


2. taraf nyata ( α ) dan nilai t tabel
α = 5% = 0,05
α
2
= 0,025
derajat kebebasan = n – 1 = 25 – 1 = 24
tα/2; n-1 = t0,025; 24 = 2,064
3. Kriteria pengujian
H0 diterima jika -2,064 ≤ t0 ≤ 2,064
H0 ditolak jika t0 > 2,064 atau t0 < - 2,064
4. Uji Statistik
n = 25; X = 1800; s = 100; 𝜇0 = 1740
n
s
X
t 0
0


25
100
17401800

20
60

= 3
5. Karena t0 > tα/2 = 3 > 2,069 maka H0 ditolak
Berarti rata-rata pengeluaran perhari siswa sekolah dasar tersebut tidak sama
dengan Rp. 1740
Lampiran :
DAFTAR PUSTAKA
Subana,. Rahadi,Moersetyo,. Sudrajat. 2000. Statistik Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Supangat, Andi. 2008. Statistika : Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi dan Nonparametrik.
Jakarta : Kencana.

More Related Content

What's hot

1 dan 2 ratarata statistik
1 dan 2 ratarata statistik1 dan 2 ratarata statistik
1 dan 2 ratarata statistikfebirenicoselvia
 
Metoda Statistika - Penyajian data
Metoda Statistika - Penyajian dataMetoda Statistika - Penyajian data
Metoda Statistika - Penyajian dataRahma Siska Utari
 
Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Az'End Love
 
10.pendugaan interval
10.pendugaan interval10.pendugaan interval
10.pendugaan intervalhartantoahock
 
Analisis tabel-kontingensi
Analisis tabel-kontingensiAnalisis tabel-kontingensi
Analisis tabel-kontingensiDwi Mardiani
 
STATISTIKA-Regresi dan korelasi
STATISTIKA-Regresi dan korelasiSTATISTIKA-Regresi dan korelasi
STATISTIKA-Regresi dan korelasiYousuf Kurniawan
 
11.statistik parametrik dan non parametrik
11.statistik parametrik dan non parametrik11.statistik parametrik dan non parametrik
11.statistik parametrik dan non parametrikHafiza .h
 
Peluang dan Distribusi Peluang
Peluang dan Distribusi PeluangPeluang dan Distribusi Peluang
Peluang dan Distribusi Peluangbagus222
 
Statistika dasar uji hipotesis {ppt}
Statistika dasar uji hipotesis {ppt}Statistika dasar uji hipotesis {ppt}
Statistika dasar uji hipotesis {ppt}nurwa ningsih
 
uji hipotesis beda dua rata - rata
uji hipotesis beda dua rata - ratauji hipotesis beda dua rata - rata
uji hipotesis beda dua rata - rataRatih Ramadhani
 
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITBAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITCabii
 
Konsep dasar pengujian hipotesis
Konsep dasar pengujian hipotesisKonsep dasar pengujian hipotesis
Konsep dasar pengujian hipotesisabiumi01
 

What's hot (20)

1 dan 2 ratarata statistik
1 dan 2 ratarata statistik1 dan 2 ratarata statistik
1 dan 2 ratarata statistik
 
Metoda Statistika - Penyajian data
Metoda Statistika - Penyajian dataMetoda Statistika - Penyajian data
Metoda Statistika - Penyajian data
 
Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4
 
10.pendugaan interval
10.pendugaan interval10.pendugaan interval
10.pendugaan interval
 
Aturan trigonometri
Aturan trigonometriAturan trigonometri
Aturan trigonometri
 
Minggu 10_Teknik Analisis Regresi
Minggu 10_Teknik Analisis RegresiMinggu 10_Teknik Analisis Regresi
Minggu 10_Teknik Analisis Regresi
 
Distribusi normal
Distribusi normalDistribusi normal
Distribusi normal
 
Analisis tabel-kontingensi
Analisis tabel-kontingensiAnalisis tabel-kontingensi
Analisis tabel-kontingensi
 
STATISTIKA-Regresi dan korelasi
STATISTIKA-Regresi dan korelasiSTATISTIKA-Regresi dan korelasi
STATISTIKA-Regresi dan korelasi
 
Uji mann-whitney
Uji mann-whitneyUji mann-whitney
Uji mann-whitney
 
11.statistik parametrik dan non parametrik
11.statistik parametrik dan non parametrik11.statistik parametrik dan non parametrik
11.statistik parametrik dan non parametrik
 
Distribusi sampling
Distribusi samplingDistribusi sampling
Distribusi sampling
 
Statistika inferensial 1
Statistika inferensial 1Statistika inferensial 1
Statistika inferensial 1
 
Probabilitas (Statistik Ekonomi II)
Probabilitas (Statistik Ekonomi II)Probabilitas (Statistik Ekonomi II)
Probabilitas (Statistik Ekonomi II)
 
Peluang dan Distribusi Peluang
Peluang dan Distribusi PeluangPeluang dan Distribusi Peluang
Peluang dan Distribusi Peluang
 
Tabel f-0-05
Tabel f-0-05Tabel f-0-05
Tabel f-0-05
 
Statistika dasar uji hipotesis {ppt}
Statistika dasar uji hipotesis {ppt}Statistika dasar uji hipotesis {ppt}
Statistika dasar uji hipotesis {ppt}
 
uji hipotesis beda dua rata - rata
uji hipotesis beda dua rata - ratauji hipotesis beda dua rata - rata
uji hipotesis beda dua rata - rata
 
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITBAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
 
Konsep dasar pengujian hipotesis
Konsep dasar pengujian hipotesisKonsep dasar pengujian hipotesis
Konsep dasar pengujian hipotesis
 

Similar to Hipotesis & hipotesis satu rata rata

uji hipotesis satu rata rata
uji hipotesis satu rata   ratauji hipotesis satu rata   rata
uji hipotesis satu rata rataRatih Ramadhani
 
Windi Lukman_Metode Penelitian Uji Hipotesis.ppt
Windi Lukman_Metode Penelitian Uji Hipotesis.pptWindi Lukman_Metode Penelitian Uji Hipotesis.ppt
Windi Lukman_Metode Penelitian Uji Hipotesis.pptmhusyaiin36
 
Pengujian hipotesis 05
Pengujian hipotesis 05Pengujian hipotesis 05
Pengujian hipotesis 05robin2dompas
 
Makalah Pengujian Hipotesis Varians Satu Populasi
Makalah Pengujian Hipotesis Varians Satu PopulasiMakalah Pengujian Hipotesis Varians Satu Populasi
Makalah Pengujian Hipotesis Varians Satu PopulasiFadhila Isnaini
 
Uji hipotesis 1 & 2 rata rata
Uji hipotesis 1 & 2 rata rataUji hipotesis 1 & 2 rata rata
Uji hipotesis 1 & 2 rata ratayositria
 
07 - Pengujian Hipotesis.pdf
07 - Pengujian Hipotesis.pdf07 - Pengujian Hipotesis.pdf
07 - Pengujian Hipotesis.pdfElvi Rahmi
 
Konsep dasar pengujian hipotesis
Konsep dasar pengujian hipotesisKonsep dasar pengujian hipotesis
Konsep dasar pengujian hipotesisSylvester Saragih
 
Materi11-UJI_HIPOTESIS-psik.pptx
Materi11-UJI_HIPOTESIS-psik.pptxMateri11-UJI_HIPOTESIS-psik.pptx
Materi11-UJI_HIPOTESIS-psik.pptxwani27
 
UJI hipotesis pada penelitian kesehatan baru
UJI hipotesis pada penelitian kesehatan baruUJI hipotesis pada penelitian kesehatan baru
UJI hipotesis pada penelitian kesehatan baruyudha509586
 
hypothesis
hypothesishypothesis
hypothesisNandiGeo
 
statistika pendidikan konsep uji hipotesis statistika parametrik dan non para...
statistika pendidikan konsep uji hipotesis statistika parametrik dan non para...statistika pendidikan konsep uji hipotesis statistika parametrik dan non para...
statistika pendidikan konsep uji hipotesis statistika parametrik dan non para...ImamArrasyid5
 
Slide-INF207-uji-hipotesa.pptx
Slide-INF207-uji-hipotesa.pptxSlide-INF207-uji-hipotesa.pptx
Slide-INF207-uji-hipotesa.pptxMuhammadHamdisyah
 

Similar to Hipotesis & hipotesis satu rata rata (20)

Uji Hipotesis
Uji HipotesisUji Hipotesis
Uji Hipotesis
 
uji hipotesis satu rata rata
uji hipotesis satu rata   ratauji hipotesis satu rata   rata
uji hipotesis satu rata rata
 
Uji hipotesis kel.4
Uji hipotesis kel.4Uji hipotesis kel.4
Uji hipotesis kel.4
 
Windi Lukman_Metode Penelitian Uji Hipotesis.ppt
Windi Lukman_Metode Penelitian Uji Hipotesis.pptWindi Lukman_Metode Penelitian Uji Hipotesis.ppt
Windi Lukman_Metode Penelitian Uji Hipotesis.ppt
 
Uji Rata-Rata
Uji Rata-RataUji Rata-Rata
Uji Rata-Rata
 
Pengujian hipotesis 05
Pengujian hipotesis 05Pengujian hipotesis 05
Pengujian hipotesis 05
 
Makalah Pengujian Hipotesis Varians Satu Populasi
Makalah Pengujian Hipotesis Varians Satu PopulasiMakalah Pengujian Hipotesis Varians Satu Populasi
Makalah Pengujian Hipotesis Varians Satu Populasi
 
Bab ix uji hipotesis
Bab ix uji hipotesisBab ix uji hipotesis
Bab ix uji hipotesis
 
Uji hipotesis 1 & 2 rata rata
Uji hipotesis 1 & 2 rata rataUji hipotesis 1 & 2 rata rata
Uji hipotesis 1 & 2 rata rata
 
07 - Pengujian Hipotesis.pdf
07 - Pengujian Hipotesis.pdf07 - Pengujian Hipotesis.pdf
07 - Pengujian Hipotesis.pdf
 
Konsep dasar pengujian hipotesis
Konsep dasar pengujian hipotesisKonsep dasar pengujian hipotesis
Konsep dasar pengujian hipotesis
 
Pengujian hipotesis
Pengujian hipotesisPengujian hipotesis
Pengujian hipotesis
 
Statistika Dasar Pertemuan 11
Statistika Dasar Pertemuan 11Statistika Dasar Pertemuan 11
Statistika Dasar Pertemuan 11
 
Materi11-UJI_HIPOTESIS-psik.pptx
Materi11-UJI_HIPOTESIS-psik.pptxMateri11-UJI_HIPOTESIS-psik.pptx
Materi11-UJI_HIPOTESIS-psik.pptx
 
Pengujian hipotesis.pptx
Pengujian hipotesis.pptxPengujian hipotesis.pptx
Pengujian hipotesis.pptx
 
UJI hipotesis pada penelitian kesehatan baru
UJI hipotesis pada penelitian kesehatan baruUJI hipotesis pada penelitian kesehatan baru
UJI hipotesis pada penelitian kesehatan baru
 
hypothesis
hypothesishypothesis
hypothesis
 
statistika dasar
statistika dasarstatistika dasar
statistika dasar
 
statistika pendidikan konsep uji hipotesis statistika parametrik dan non para...
statistika pendidikan konsep uji hipotesis statistika parametrik dan non para...statistika pendidikan konsep uji hipotesis statistika parametrik dan non para...
statistika pendidikan konsep uji hipotesis statistika parametrik dan non para...
 
Slide-INF207-uji-hipotesa.pptx
Slide-INF207-uji-hipotesa.pptxSlide-INF207-uji-hipotesa.pptx
Slide-INF207-uji-hipotesa.pptx
 

More from AYU Hardiyanti

Normalitas & homogenitas
Normalitas & homogenitasNormalitas & homogenitas
Normalitas & homogenitasAYU Hardiyanti
 
Distribusi binomial, poisson dan normal
Distribusi binomial, poisson dan normalDistribusi binomial, poisson dan normal
Distribusi binomial, poisson dan normalAYU Hardiyanti
 
Daftar distribusi frekuensi dan aplikasi pada data penelitian
Daftar distribusi frekuensi dan aplikasi pada data penelitianDaftar distribusi frekuensi dan aplikasi pada data penelitian
Daftar distribusi frekuensi dan aplikasi pada data penelitianAYU Hardiyanti
 
Penyajian data dan aplikasi pada data penelitian
Penyajian data dan aplikasi pada data penelitianPenyajian data dan aplikasi pada data penelitian
Penyajian data dan aplikasi pada data penelitianAYU Hardiyanti
 
Lembar Penilaian Kognitif KD 3.1 SMP kelas VII Kurikulum 2013
Lembar Penilaian Kognitif KD 3.1 SMP kelas VII Kurikulum 2013Lembar Penilaian Kognitif KD 3.1 SMP kelas VII Kurikulum 2013
Lembar Penilaian Kognitif KD 3.1 SMP kelas VII Kurikulum 2013AYU Hardiyanti
 
Rpp bilangan bulat dan pecahan
Rpp bilangan bulat dan pecahanRpp bilangan bulat dan pecahan
Rpp bilangan bulat dan pecahanAYU Hardiyanti
 
Modul bilangan bulat dan pecahan
Modul bilangan bulat dan pecahanModul bilangan bulat dan pecahan
Modul bilangan bulat dan pecahanAYU Hardiyanti
 
Mini skripsi Media Pembelajaran Matematika
Mini skripsi Media Pembelajaran MatematikaMini skripsi Media Pembelajaran Matematika
Mini skripsi Media Pembelajaran MatematikaAYU Hardiyanti
 

More from AYU Hardiyanti (10)

Normalitas & homogenitas
Normalitas & homogenitasNormalitas & homogenitas
Normalitas & homogenitas
 
Distribusi binomial
Distribusi binomialDistribusi binomial
Distribusi binomial
 
Distribusi binomial, poisson dan normal
Distribusi binomial, poisson dan normalDistribusi binomial, poisson dan normal
Distribusi binomial, poisson dan normal
 
Daftar distribusi frekuensi dan aplikasi pada data penelitian
Daftar distribusi frekuensi dan aplikasi pada data penelitianDaftar distribusi frekuensi dan aplikasi pada data penelitian
Daftar distribusi frekuensi dan aplikasi pada data penelitian
 
Penyajian data dan aplikasi pada data penelitian
Penyajian data dan aplikasi pada data penelitianPenyajian data dan aplikasi pada data penelitian
Penyajian data dan aplikasi pada data penelitian
 
Lembar Penilaian Kognitif KD 3.1 SMP kelas VII Kurikulum 2013
Lembar Penilaian Kognitif KD 3.1 SMP kelas VII Kurikulum 2013Lembar Penilaian Kognitif KD 3.1 SMP kelas VII Kurikulum 2013
Lembar Penilaian Kognitif KD 3.1 SMP kelas VII Kurikulum 2013
 
Lkpd soal
Lkpd soalLkpd soal
Lkpd soal
 
Rpp bilangan bulat dan pecahan
Rpp bilangan bulat dan pecahanRpp bilangan bulat dan pecahan
Rpp bilangan bulat dan pecahan
 
Modul bilangan bulat dan pecahan
Modul bilangan bulat dan pecahanModul bilangan bulat dan pecahan
Modul bilangan bulat dan pecahan
 
Mini skripsi Media Pembelajaran Matematika
Mini skripsi Media Pembelajaran MatematikaMini skripsi Media Pembelajaran Matematika
Mini skripsi Media Pembelajaran Matematika
 

Recently uploaded

Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasihssuserfcb9e3
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfWahyudinST
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuHANHAN164733
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanssuserc81826
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docNurulAiniFirdasari1
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunnhsani2006
 
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxUlyaSaadah
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfNURAFIFAHBINTIJAMALU
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfGugunGunawan93
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlineMMario4
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024MALISAAININOORBINTIA
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiOviLarassaty1
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdfWahyudinST
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxHeriyantoHeriyanto44
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfSBMNessyaPutriPaulan
 
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimAsi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimNodd Nittong
 

Recently uploaded (20)

Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
 
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
 
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimAsi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
 

Hipotesis & hipotesis satu rata rata

  • 1. STATISTIKA DASAR HIPOTESIS DISUSUN OLEH : KELOMPOK 3 1. Aldila Fatmawati (06081181520002) 2. Ayu Hardiyanti (06081181520083) 3. Betyana Tinambunan (06081381520034) 4. Linda Farida (06081181520080) PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAR SRIWIJAYA 2016/2017
  • 2. HIPOTESIS A. Pengertian Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan tentatif mengenai parameter peubah acak. Kata hipotesis berasal dari gabungan dua kata, yaitu (1) hipo yang berarti tersembunyi dan (2) theses yang berarti pernyataan. Hipotesis menurut asal katanya berarti pernyataan mengenai sesuatu yang tersembunyi, sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya secara pasti. (Asep Saefuddin : 74). Jadi, Hipotesis adalah suatu anggapan yang mungkin benar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan/ pemecahan masalah atau untuk dasar penelitian lebih lanjut. B. Macam- macam Hipotesis Adapun macam – macam hipotesis ( Subana : 113 ), yaitu : Ditinjau dari ruang lingkup besar kecilnya variabel, hipotesis dibedakan menjadi : 1) hipotesis mayor 2) hipotesisi minor Ditinjau dari cara proses hipotesis, hipotesis dibedakan menjadi : 1) Hipotesis Induktif 2) Hipotesis deduktif Ditinjau dari rumusnya dalam suatu penilitian, hipotesis dibedakan menjadi : 1) Hipotesis nol (H0) Maksud dan pengertian dari Hipotesis nol adalah merupakan kesimpulan sementara (anggapan) atau jawaban sementara dari si peneliti terhadap suatu kondisi atau teori yang ada (biasanya merupakan kebalikan dari opini atau teori). Pada pelaksanaan pengujian, pernyataan hipotesis nol ini selalu ditandai dengan notasi “ sama dengan (=)”, baik untuk model pengujian dua pihak, maupun pada pengujian satu pihak kiri atau kanan saja. Pernyataan hipotesis nol ini merupakan dugaan terhadap parameter suatu permasalahan yang akan dilakukan kajian untuk membenarkan atau menyanggah informasi dari suatu populasinya, berdasarkan statistik sampel pada tingkat signifikansi.
  • 3. 2) Hipotesis Alternatif (Ha) Maksud dan pengertian dari Hipotesis alternatif adalah merupakan kesimpulan sementara (anggapan) atau jawaban sementara dari si peneliti yang merupakan kebalikan dari hipotesis nolnya terhadap suatu kondisi atau teori yang ada(biasanya merupakan pernyataan kesesuaian dari opini atau teori). Pada pelaksanaan pengujian, pernyataan hipotesis alternatif ini selalu ditandai dengan notasi “ ≠ “ ( tidak sama dengan ) pada pengujian dua pihak, lebih kecil ( < ) atau lebih besar ( >) pada pengujian satu pihak kiri atau pihak kanan saja. Selanjutnya, hipotesis nol dan hipotesis alternatif diatas masing-masing terbagi menjadi hipotesis terarah dan hipotesis tidak terarah. Merumuskan hipotesis terarah/tidak terarah dengan baik merupakan hal yang penting bagi seorang peneliti. Berikut ini disajikan contoh hipotesis nol dan hipotesis alternatif yang terarah dan tidak terarah.  Hipotesis alternatif terarah a. Terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan membaca interpretatif dengan kemampuan menulis resensi cerpen b. Faktor-faktor bahasa ibu, lingkungan diluar rumah, dan pelajaran bahasa indonesia di SMU berpengaruh terhadap kemahiran berpidato mahasiswa juruan bahasa indonesia TKI c. Prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang membahas soal-soal formatif dirumah lebih baik dari pada membahasnya disekolah  Hipotesis nol terarah a. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan membaca interpretatif dengan kemampuan menulis b. Faktor-faktor bahasa ibu diluar rumah dan pelajaran bahasa indonesia di SMU tidak berpengaruh terhadap kemahiran berpidato mahasiswa jurusan bahasa indonesia TKI c. Prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang membahas soal-soal formatif di rumah tidak lebih baik dari pada yang membahasnya disekolah  Hipotesis alternatif tidak terarah a. Ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang membahas soal-soal formatif dirumah dengan siswa yang membahasnya di sekolah
  • 4.  Hipotesis nol tidak terarah a. Tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang membahas soal-soal alternatif dirumah dengan yang membahasnya disekolah C. Macam-macam Kekeliruan Kekeliruan-kekeliruan yang terjadi ketika melakukan penarikan kesimpulan berkenaan dengan perumusan hipotesis pada umumnya dapat diperlihatkan berikut ini Kesimpulan Hipotesis Benar Hipotesis Salah Terima Hipotesis Tidak membuat kekeliruan Kekeliruan Tipe II (β) (kuasa uji = 1 – β ) Tolak Hipotesis Kekeliruan Tipe I (taraf signifikansi α ) Tidak membuat kekeliruan Tabel diatas memperlihatkan dua macam kekeliruan yang bisa terjadi setelah dilakukan pengujian hipotesis, yaitu: a. Kekeliruan Tipe I, maksudnya menolak hipotesis yang seharusnya diterima b. Kekeliruan Tipe II, maksudnya menerima hipotesis yang seharusnya ditolak Karena kekeliruan itu bisa terjadi setiap saat setelah dilakukan pengujian, sedangkan penelitian harus tetap dilangsungkan, maka kedua tipe kekeliruan ini dinyatakan sebagai peluang (probabilitas). Peluang terjadinya kekeliruan tipe I dinyatakan sebagai α dan peluang terjadinya kekeliruan tipe II dinyatakan sebagai β . D. Signifikansi dan Tingkat Kepercayaan Setelah diketahui bahwa peluang membuat kekeliruan tipe I dinyatakan sebagai α, maka dalam pemakaiannya, α disebut sebagai taraf (derajat) signifikansi atau taraf keberartian atau taraf nyata. Karena taraf signifikansi ditentukan oleh peluang yang diambilnya, semakin kecil tingkat peluang kemelesetannya, semakin tinggi keberartiannya. Jika hasil perhitungan perbedaan dua rata- rata adalah signifikansi pada α = 0.001 hal ini akan sangat berarti dibandingkan dengan α = 0,05. Ini karena untuk α = 0,001 kedua rata-rata itu betul-betul berbeda karena dari 1000 kali pengamatan ( percobaan), hanya satu kali terjadi kemelesetan, sedangkan pada α = 0,05 dari 100 kali pengamatan terjadi 5 kali kemelesetan. Besarnya taraf
  • 5. signifikansi biasanya sudah ditentukan sebelumnya, yaitu 0,15, 0,05, 0,01, 0,005 atau 0,001. Untuk penelitian pendidikan, biasanya digunakan taraf 0,05 atau 0,01, sedangkan untuk bidang yang beresiko tinggi akibat penarikan kesimpulannya, seperti bidang kesehatan, biasanya digunakan taraf 0005 atau 0,001. Seandainya peneliti menetapkan kesalahn 5% hal itu, sama saja dengan menyebut bahwa peneliti telah menolak hipotesis pada tingkat kepercayaan 95%. Artinya, apabila kesimpulan hasil penelitian diterapkan pada populasi sejumlah 100 orang, penelitian tersebut hanya sesuai untuk 95 orang, sedangkan pada 5 orang sisanya terjadi penyimpangan. Dengan kata lain peluang terjadinya kemelesetan setiap 100 kali pengamatan adalah 5 kali dan 95% tersebut dinamakan tingkat kepercayaan. Jadi, Tingkat kepercayaan adalah ukuran keyakinan sang peneliti yang dinyatakan dalam persentase bahwa ia sanggup mengambil resiko bahwa sesuatu itu dapat terjadi, apakah 95%, 99% dan lain-lain. E. Derajat Kebebasan Derajat kebebasan merupakan tingkat kebebasan untuk bervariasi sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam penafsiran. Derajat kebebasan juga sebagai patokan membaca tabel statistik berkenaan dengan batas rasio penolakan (kritis), yaitu pada batas saat suatu hasil perhitungan statistik dapat disebut signifikan, rumus derajat kebebasan (dk) bergantung pada jenis statistik yang digunakan. F. Pengujian Hipotesis Penarikan kesimpulan yang berakhir pada penerimaan atau penolakan hipotesis diawali oleh pengujian hipotesis. Jadi, hasil akhirnya adalah dua pilihan berupa diterima atau ditolaknya suatu hipotesis didampingi pernyataan lain yang berlawanan, sehingga diperoleh hipotesis nol (H0) dan Hipotesis Alternatif (H1). Pelaksanaan pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan tiga cara, diantaranya : 1. Pengujian Dua Pihak (Pihak kiri dan pihak kanan) Pernyataan hipotesis dengan tanda “ =” dan “ ≠ “ Rumusan Hipotesis :
  • 6. Terdapat perbedaan rata-rata belajar antara siswa yang jarak tempat tinggalnya jauh dengan siswa yang tempat tinggalnya dekat dari sekolah. Atau dinyatakan dalam H0 dan H1 menjadi H0 : XA = XB H1 : XA ≠ XB Dengan XA : rata-rata prestasi belajar siswa yang jarak tempat tinggalnya jauh XB : rata-rata prestasi belajar siswa yang jarak tempat tinggalnya dekat Hipotesis H diterima jika : -Z ½(1-α) < Z < Z ½ (1-α) 2. Pengujian Satu Pihak (Pihak kiri saja) Rumusan Hipotesis : Rata-rata kesalahan penulisan EYD siswa yang berbahasa ibu bahasa Indonesia lebih kecil dibandingkam rata-rata kesalahan penulisan EYD siswa yang berbahasa ibu bahasa Sunda. Atau dinyatakan dalam H0 dan H1 menjadi H0 : XA = XB H1 : XA < XB Dengan XA : Rata-rata kesalahan siswa yang berbahasa ibu bahasa Indonesia XB : Rata-rata kesalahan siswa yang berbahasa ibu bahasa Sunda
  • 7. Hipotesis H diterima jika : Z ≥ Z 1 - α 3. Pengujian Satu Pihak ( Pihak kanan saja ) Rumusan Hipotesis : Rata-rata nilai matematika kelompok A lebih baik daripada rata-rata nilai matematika kelompok B. Atau dinyatakan dalam H0 dan H1 menjadi H0 : XA = XB H1 : XA > XB Dengan XA : Rata-rata nilai matematika kelompok A XB : Rata-rata nilai matematika kelompok B Hipotesis H diterima jika ; Z ≤ Z 1 - α
  • 8. UJI HIPOTESIS SATU RATA-RATA Sehubung dengan hipotesis tandingannya, uji hipotesis dibedakan menjadi uji satu arah dan uji dua arah. Uji hipotesis satu arah adalah uji yang hipotesis tandingnya merupakan pernyataan lebih besar atau lebih kecil. Apabila hipotesis tandingannya merupakan pernyataan lebih besar, maka arah penolakannya adalah ke kanan, yaitu menolak H0 apabila statistik uji yang diperoleh lebih besar dari ambang kritis yang ditetapkan. Sedangkan apabila hipotesis tandingannya merupakan pernyataan lebih kecil, maka arah penolakannyaadalah ke kiri, yaitu menolak H0 apabila statistik ujinya lebih kecil dari nilai kritis yang ditetapkan. Uji dua arah adalah uji yang hipotesis tandingannya menyatakan ketaksamaan, 𝝁 ≠ 𝝁0 misalnya, dengan pernyataan ketaksamaan ini maka arah penolakannya adalah dua arah, ke kanan dan ke kiri, yaitu menolak H0 apabila statistik ujinya lebih besar dari ambang kritis kanan, atau lebih kecil dari ambang kritis kiri. Pengujian hipotesis untuk sampel besar ( n > 30) Langkah-langkah pengujian hipotesis : a. Rumuskan Hipotesis Uji pihak kiri H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 < 𝜇0 Uji pihak kanan H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 > 𝜇0 Uji dua pihak ( Kiri dan Kanan ) H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 ≠ 𝝁0
  • 9. b. Tentukan nilai α dan nilai Z tabel (Zα ) c. Kriteria pengujian d. Uji Statistik Jika n > 30 (sampel besar) gunakan tabel Z e. kesimpulan Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan H0 sesuai dengan kriteria pengujian Untuk uji pihak kanan H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 > 𝜇0 H0 diterima jika Z0 ≤ Zα H0 ditolak jika Z0 > Zα Untuk uji pihak kiri H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 < 𝝁0 H0 diterima jika Z0 ≥ - Zα H0 ditolak jika Z0 < - Zα Untuk uji dua pihak H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 ≠ 𝝁0 H0 diterima jika -Zα/2 ≤ Z0 ≤ Zα/2 H0 ditolak jika Z0 > Zα/2 atau Z0 < - Zα/2 n X Z x 0 0  
  • 10. Contoh Soal : 1. Ada anggapan mengenai harga jeruk dipasar bebas daerah kota “A”Rp. 600,-/buah dengan simpangan bakunya Rp. 25,-. Berangkat dari anggapan tersebut di atas, selanjutnya diadakan penelitian terhadap 40 kios buah sebagai sampel yang diambil secara acak, dan ternyata diperoleh informasi dari data tersebut rata-rata harga beras adalah sebesar Rp. 594,-/buah. Pertanyaan : Ujilah kebenaran anggapan diatas dengan taraf nyata 5% ? Jawab: 1. Rumusan Hipotesisnya : H0 : 𝜇 = 600 H0 : 𝜇 < 600 2. Taraf nyata ( nilai α ) dan nilai Z tabel (Zα ) α = 5% = 0,05 Z0,05 = -1,64 ( Uji pihak kiri) 3. Kriteria pengujian H0 diterima jika Z0 ≥ - 1,64 H0 ditolak jika Z0 < - 1,64 4. Pengujian hipotesis n = 40; X = 594; 𝜎 = 25; 𝑑𝑎𝑛 𝜇 = 600 Z0 = n X x 0 = 40 25 600594  = -1,52 5. Karena Z0 = -1,52 ≥ Zα = -1,64 maka H0 diterima. Jadi, Anggapan harga rata-rata jeruk di pasar bebas sebesar Rp.600- dapat diterima
  • 11. Pengujian Hipotesis untuk Sampel Kecil ( n < 30) Langkah-langkah pengujian hipotesis : a. Rumusan Hipotesis b. Tentukan taraf nyata ( α ) dan nilai t tabel Taraf nyata yang digunakan biasanya 5% (0,05) atau 1% (0,01) untuk uji satu arah dan 2,5 % (0,025) atau 0,5% (0,005) untuk uji dua arah. Nilai t tabel memiliki derajat bebas (db) = n – 1 tα; n – 1 atau tα/2; n-1 c. Kriteria Pengujian Uji pihak kiri H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 < 𝜇0 Uji pihak kanan H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 > 𝜇0 Uji dua pihak ( Kiri dan Kanan ) H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 ≠ 𝝁0 Untuk uji pihak kiri H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 < 𝝁0 H0 diterima jika t0 ≥ - tα H0 ditolak jika t0 < - tα Untuk uji pihak kanan H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 > 𝜇0 H0 diterima jika t0 ≤ tα H0 ditolak jika t0 > tα
  • 12. d. Uji Statistik Jika n < 30 (sampel kecil) gunakan distribusi t student e. kesimpulan Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan H0 sesuai dengan kriteria pengujian Contoh Soal : Menurut salah satu seorang guru yayasan Bina Ria, Pengeluaran per hari siswa-siswi sekolah tersebut yaitu sebesar Rp 1.740 dengan alternatif tidak sama dengan. Untuk menguji pendapat guru tersebut, dilakukan wawancara terhadap 25 orang siswa yayasan yang dipilih secara acak sebagai sampel dan ternyata rata-rata pengeluaran per hari adalah Rp. 1.800 dengan simpangan bakunya sebesar Rp 1000. Pertanyaan : Ujilah kebenaran anggapan diatas dengan taraf nyata 5% ? Jawab : 1. Rumusan Hipotesisnya : H0 : 𝜇 = 1740 H1 : 𝜇 ≠ 1740 Untuk uji dua pihak H0 : 𝝁 = 𝝁0 H1 : 𝝁 ≠ 𝝁0 H0 diterima jika -tα/2 ≤ t0 ≤ tα/2 H0 ditolak jika t0 > tα/2 atau t0 < - tα/2 n s X t 0 0  
  • 13. 2. taraf nyata ( α ) dan nilai t tabel α = 5% = 0,05 α 2 = 0,025 derajat kebebasan = n – 1 = 25 – 1 = 24 tα/2; n-1 = t0,025; 24 = 2,064 3. Kriteria pengujian H0 diterima jika -2,064 ≤ t0 ≤ 2,064 H0 ditolak jika t0 > 2,064 atau t0 < - 2,064 4. Uji Statistik n = 25; X = 1800; s = 100; 𝜇0 = 1740 n s X t 0 0   25 100 17401800  20 60  = 3 5. Karena t0 > tα/2 = 3 > 2,069 maka H0 ditolak Berarti rata-rata pengeluaran perhari siswa sekolah dasar tersebut tidak sama dengan Rp. 1740
  • 15. DAFTAR PUSTAKA Subana,. Rahadi,Moersetyo,. Sudrajat. 2000. Statistik Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. Supangat, Andi. 2008. Statistika : Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi dan Nonparametrik. Jakarta : Kencana.