Karya ilmiah remaja (part 2) new 2

6,248 views

Published on

belajar Bahasa & Struktur Karya Ilmiah Remaja

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,248
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
212
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Kecermatan bahasa menjamin bahwa makna yang ingin disampaikan penulis akan sama persis seperti makna yang ditangkap pembaca tanpa terikat oleh waktu. Kesamaan interpretasi terhadap makna akan tercapai kalau penulis dan pembaca mempunyai pemahaman yang sama terhadap kaidah kebahasaan yang digunakan. komunikasi ilmiah juga akan menjadi lebih efektif kalau kedua pihak mempunyai kekayaan yang sama dalam hal kosakata . Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sukar bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain.
  • Cendekia Bahasa yang cendekia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama, sehingga gagasan yang disampaikan penulis dapat diterima secara tepat oleh pembaca. Lugas Paparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalah-pahaman dan kesalahan menafsirkan isi kalimat dapat dihindarkan. Penulisan yang bernada sastra perlu dihindari. Jelas Gagasan akan lebih mudah dipahami apabila dituangkan dalam bahasa yang jelas. Hubungan antara gagasan yang satu dengan gagasan yang lainnya juga harus jelas. Kalimat yang tidak jelas, umumnya akan muncul pada kalimat yang sangat panjang.
  • Formal Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat formal. Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapis kosakata, bentukan kata dan kalimat. Obyektif Sifat obyektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak, tetapi juga diwujudkan dalam penggunaan kata. Konsisten Unsur bahasa, tanda baca dan istilah, sekali digunakan sesuai dengan kaidah maka untuk selanjutnya digunakan secara konsisten. Bertolak dari Gagasan Bahasa ilmiah digunakan dengan orientasi gagasan. Pilihan kalimat yang lebih cocok adalah kalimat pasif, sehingga kalimat aktif dengan penulis sebagai pelaku perlu dihindari. Ringkas dan Padat Ciri padat merujuk pada kandungan gagasan yang diungkapkan dengan unsur-unsur bahasa. Karena itu, jika gagasan yang terungkap sudah memadai dengan unsur bahasa yang terbatas tanpa pemborosan, ciri kepadatan sudah terpenuhi. Dalam hal penggunaan ejaan. Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun . Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi . Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan tak baku, sedangkan ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku. Dalam penulisan Singkatan dan Akronim. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum) . Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth . Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR, GBHN, KTP, PT . Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI, LAN, IKIP, SIM . Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani .
  • Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi . Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar enam puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu . Dalam pemakaian imbuhan, awalan dan akhiran.
  • Karya ilmiah remaja (part 2) new 2

    1. 1. <ul><li>By : </li></ul><ul><li>Achmad Pramono </li></ul><ul><li>A. Taufiqul Hafizh </li></ul><ul><li>Rijal </li></ul><ul><li>Dinda Zahidah </li></ul>Bahasa & Struktur Karya Ilmiah Remaja
    2. 2. Gimana? uda ketemu idenya?? <ul><li>Belum mas </li></ul>Belum mbak Lagi dibawa dicatetan temen, anaknya ngga masuk  Udah mas, tapi masih dipikiran Apalagi alasannya? 
    3. 3. Ada kelompok yg berani mengacungkan tangan ??
    4. 4. <ul><li>Ayok DISKUSI !!!!!!  </li></ul>Note : brainstrorming ( 5 – 10 menit )
    5. 5. Cara Menggali Ide Karya Tulis Ilmiah...?
    6. 6. Cara Memunculkan Ide..? <ul><li>Memahami Persoalan </li></ul><ul><li>Rumuskan tujuan yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Kenali celah-celah dan inti masalahnya </li></ul><ul><li>Lakukan penelitian dan analisis SWOT </li></ul><ul><li>Membangun Kreativitas Sendiri </li></ul><ul><li>Jangan menunda Tugas sampai dengan menjelang batas waktu </li></ul><ul><li>Jangan takut gagal </li></ul>
    7. 7. Part one <ul><li>Bahasa Karya Ilmiah Remaja </li></ul>
    8. 8. Bahasa Karya Ilmiah Penting kah ??
    9. 10. Apa bahasa yg digunakan seperti ini ?
    10. 11. Bahasa alay??? <ul><li>http://radityadika.blogdetik.com/2010/12/17/ketika-alay-dahulu/ </li></ul>
    11. 12. Jadi pergunakan bahasa yang baik & benar
    12. 13. Dengan bahasa yang baik & benar Maksud ( ide ) penulis bisa tersampaikan ke pembaca
    13. 14. Hindari penggunaan bahasa berikut..
    14. 15. <ul><li>Paragraf yang tidak padu </li></ul><ul><li>Kalimat multi tafsir </li></ul><ul><li>Bahasa yang bertele-tele </li></ul><ul><li>Rumit </li></ul><ul><li>Boros </li></ul><ul><li>Tidak lengkap </li></ul>
    15. 16. Rumit .. <ul><li>Saya beli baju di toko yang dimana saya bertemu dengan ririn yang pada waktu itu sedang bersama kakaknya sambil memegang baju putih yang dibeli di toko baju sebelah. </li></ul>
    16. 17. Boros <ul><li>Kami mempergunakan corong sebagai alat peraga. Kemudian kami juga mempergunakan kayu manis untuk menambah rasa dari produk yang dibuat. Tidak lupa kami mempergunakan pemanis buatan. </li></ul>
    17. 18. Ketidaklengkapan kalimat <ul><li>Sebuah kalimat dapat dikatakan lengkap apabila setidaknya mempunyai pokok (subyek) dan penjelas (predikat). </li></ul>
    18. 19. Gunakan bahasa yang …. <ul><li>baku / sesuai EYD( lihat KBBI ) </li></ul><ul><li>Jelas </li></ul><ul><li>Lugas </li></ul><ul><li>Formal ( lue , gue.. ) </li></ul><ul><li>Konsisten </li></ul><ul><li>Ringkas & padat </li></ul><ul><li>Memakai tanda baca yang benar </li></ul>
    19. 20. Konsisten <ul><li>Disini kami berkesimpulan bahwa produk yang baik harus memiliki kemasan yang baik pula. Seperti contohnya, ketika saya membuat dua kemasan…. </li></ul>
    20. 21. Tanda baca <ul><li>Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung (-), tanda pisah (_), tanda petik (”), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (’). </li></ul>
    21. 22. Part two <ul><li>Struktur Karya Ilmiah Remaja ( overview ) </li></ul>
    22. 23. Terdiri dari 3 bagian : 1 2 3
    23. 24. Awal <ul><ul><ul><ul><ul><li>Halaman Judul </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Lembar Pengesahan </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Kata Pengantar dari penulis </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Daftar Isi & Daftar lain yang diperlukan seperti daftar gambar, tabel dan lampiran </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Intisari / abstrak </li></ul></ul></ul></ul></ul>
    24. 25. Inti <ul><ul><ul><ul><li>Bab I Pendahuluan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Latar Belakang Masalah </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Rumusan Masalah </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Batasan Masalah </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Tujuan Penelitian </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Manfaat Penelitian </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Bab II Tinjauan Pustaka </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Tinjauan teoritis </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Hipotesis </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Bab III Metode Penelitian </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>populasi &sampel </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Waktu & tempat penelitian </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Metode Pengumpulan data </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Metode Analisis Data </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Bab IV Hasil dan Pembahasan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>BAB V Kesimpulan dan Saran </li></ul></ul></ul></ul>
    25. 26. Akhir <ul><ul><ul><ul><li>Daftar Pustaka </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Daftar riwayat hidup dan judul karya-karya ilmiah yang pernah dibuat, penghargaan ilmiah yang pernah diraih </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Lampiran (jika diperlukan) </li></ul></ul></ul></ul>
    26. 27. Hari ini belajar bagian awal dulu ya??
    27. 28. Halaman Judul <ul><li>Judul tulisan hendaknya menggambarkan isi pokok tulisan secara ringkas dan jelas. </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><ul><li>Pengolahan limbah plastik menjadi bunga plastik yang unik & kreatif </li></ul></ul>
    28. 29. Abstrak <ul><li>Bagian uraian yang sangat singkat </li></ul><ul><li>Jarang lebih panjang dari 6 atau 8 baris </li></ul><ul><li>Bertujuan untuk menerangkan kepada para pembaca aspek-aspek mana yang dibicarakan mengenai aspek-aspek itu (keraf 1984). </li></ul>
    29. 30. Contoh Abstrak <ul><li>ABSTRAK </li></ul><ul><li>Widiatmoko, Mukhammad Luthfi. 2008. Karya Ilmiah. Pengaruh Internet Bagi Perkembangan Remaja. SMA Negeri 1 Banjarmasin. Kata kunci Internet,Perkembangan ,Remaja. </li></ul><ul><li>Karya tulis ini mengangkat tema pengaruh internet bagi perkembanganremaja. Dalam hal penelitian, penulis menggunakan metode kepustakaan yang relevan dengan bahan penelitian. Tim Berners-Lee yang berjasa menciptakan internet.Arus informasi bisa mengalir dalam hitungan detik ke segala penjuru dunia. Semua bermula ketika ditahun 1989, Berners-Lee membuat proposal untuk proyek pembuatan hypertext  secara global, yang nantinya bernama World Wide Web (WWW). …… </li></ul>
    30. 31. Selesai.. Semoga tambah pinter yaa..
    31. 32. Next : Bab I Pendahuluan

    ×