Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PERANAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK (E-LEARNING) DALAM
PENINGKATAN AKADEMIK DAN PERUSAHAAN

Disusun Oleh:
Agus Budi Raharjo
51...
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Ilmu komputer bukan merupakan sesuatu hal yang asing bagi kalangan dunia

komputeris...
1.4

MANFAAT
Manfaat yang bisa diambil dari karya tulis ini diantaranya :
1. memberikan informasi tentang media pembelajar...
BAB 2
KAJIAN TEORI
2.1

PEMBELAJARAN ELEKTRONIK (E-LEARNING)
E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning)...
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning
secara formal, misalnya adalah pembelajara...
disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning
dan pembelajar sendiri). Pembel...
yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin
lebih mudah memahami materi pelajar...
Dalam segi bentuk penyampaian E-learning, dapat diaktegorikan menjadi jenis-jenis
berikut.
1. Permainan, yaitu bentuk E-le...
BAB 3
PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai penerapan pembelajaran elektronik /e-learning
dalam bidang pendidikan ...
Menurut J. Catur Condro C. beberapa manfaat yang dirasakan dalam penerapan
sistem e-learning untuk sebuah universitas, yai...
3.2. PERUSAHAAN
Bagi perusahaan, manfaat e-learning seperti yang dirasakan oleh IBM. Di IBM ada
yang disebut IBM Electroni...
dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Jika ia tidak sempat mengikuti dialog interaktif,
ia bisa membaca hasil disku...
dengan menggunakan password ataupun akses dari nomor IP (Internet Protocol) tertentu
untuk mengurangi kecurangan dalam pra...
BAB 4
PENUTUP
4.1

KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka bisa diambil beberapa

kesimpulan seb...
BAB 5
DAFTAR PUSTAKA
Ahmedblog, 2008, Manfaat E-learning Bagi Pembelajaran, [online], (http://mycoolworldahmedblog.blogspo...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Peranan pembelajaran elektronik

625 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Peranan pembelajaran elektronik

  1. 1. PERANAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK (E-LEARNING) DALAM PENINGKATAN AKADEMIK DAN PERUSAHAAN Disusun Oleh: Agus Budi Raharjo 5109100164 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011
  2. 2. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Ilmu komputer bukan merupakan sesuatu hal yang asing bagi kalangan dunia komputerisasi, terutama di dalam bidang pendidikan. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi seperti hadware, software, dan komunikasi data. Khusus di bidang pendidikan penggunaan informasi dapat membantu kelancaran di dalam proses pembelajaran. Metode belajar yang baik dapat mempengaruhi pola pikir peserta didik khususnya mahasiswa. Contoh nyatanya adalah rasa keinginan untuk proses pembelajarannya akan timbul jika sistem pembelajaran tidak membosankan. Sampai sekarang media yang sering digunakan dan masih tetap dipergunakan adalah buku dan pengajaran dari dosen. Masalah lain bagi mahasiswa yaitu proses belajar mengajar di kelas yang terbatas hanya 1 jam per SKS, hal ini membuat peserta didik kurang memahami materi yang disampaikan terutama bagi yang terlambat mengikuti perkuliahan. Untuk mengatasi hal ini dapat dimanfaatkan teknologi lain seperti memanfaatkan akses internet seperti membuat E-learning. E-learning dapat membuat minat belajar mahasiswa menjadi terpacu karena mahasiswa dapat mengakses mata kuliah yang diinginkan kapan saja. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, permasalahan dalam karya tulis ini bisa dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah e-learning itu dan hal apa saja yang termasuk e-learning? 2. Bagaimana menjadikan e-learning menjadi media pendukung pendidikan sebagai dunia non profit dan perusahaan sebagai dunia profit? 3. Apa kelebihan pembelajaran dengan metode e-learning? 4. Apa kendala e-learning ? 1.3 TUJUAN Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk memberikan informasi tentang metode pembelajaran modern yang memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi dalam meminimalisir dimensi ruang waktu dan mengoptimalkan penyampaian ilmu dalam dunia pendidikan sebagai lembaga non profit dan perusahaan sebagai lembaga profit.
  3. 3. 1.4 MANFAAT Manfaat yang bisa diambil dari karya tulis ini diantaranya : 1. memberikan informasi tentang media pembelajaran berbasis eletronik, 2. memberi informasi kelebihan dan kekurangan sistem pembelajaran berbasis elektronik, 3. memberi informasi dalam penerapan e-learning dalam dunia pendidikan.
  4. 4. BAB 2 KAJIAN TEORI 2.1 PEMBELAJARAN ELEKTRONIK (E-LEARNING) E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada. Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut : 1. Pembelajaran jarak jauh. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved. Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran. 2. Pembelajaran dengan perangkat komputer E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar. 3. Pembelajaran formal vs. informal
  5. 5. E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. ELearning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya). 4. Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, eLearning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu: a. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan b. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari c. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari d. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh. E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan
  6. 6. disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya). Terdapat 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik (e-learning dengan media elektronik) terhadap kegiatan pembelajaran, yaitu suplemen, komplemen dan pengganti. Penjelasan ketiga fungsi tersebut dijabarakan sebagai berikut. 1. Suplemen (Tambahan) Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. 2. Komplemen (Pelengkap) Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik (Lewis, 2002). Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan instruktur secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan oleh instruktur. Dikatakan sebagai program remedial, apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan instruktur secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik
  7. 7. yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan instruktur. 3. Substitusi (Pengganti) Beberapa institusi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didiknya. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari peserta didik. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu: 1. Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), 2. Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan 3. Sepenuhnya melalui internet. 2.2 JENIS PEMBELAJARAN ELEKTRONIK E-learning dikembangkan dan dikategorikan menjadi beberapa jenis sesuai sudut pandang dan kategorialnya. Berdasarkan segi penghubung, E-learning dibagi menjadi dua, yakni pembelajaran elektronik yang dilakukan secara online /terhubung jaringan dan offline/hanya menggunakan satu komputer. Jenis online pun terbagi menjadi dua, yaitu pembelajaran elektronik dengan intranet (jaringan lokal) yaitu seperti sistem sharing files dan akses komputer server. Sedangkan sistem online kedua yaitu memanfaatkan teknologi internet dalam menunjang kegiatan pembelajaran, seperti mendownload video pendidikan, buku digital maupun mencari literatur. Untuk jenis offline bisa dilakukan dengan pemutaran CD video tutorial pendidikan ataupun mengoperasikan software pendidikan dalam komputer tersebut. Dalam segi peralatan yang digunakan, E-learning bisa dilakukan dengan beberapa peralatan berikut. 1. Komputer, dengan memanfaatkan fasilitas program dalam komputer 2. Audio player, dengan mendengarkan suara atau penjelasan verbal pemateri 3. Video player, hampir sama seperti tatap muka langsung karena bisa melihat pemateri/guru dan mampu mendengar suaranya, namun hanya bersifat satu arah dan tidak selalu secara aktual/langsung. 4. Televisi, hampir sama dengan video player namun lebih umum dan banyak yang memanfaatkannya seperti acara Laptop Si Unyil, Jejak Petualang, Discovery Channel dan lain-lain. 5. Telepon Genggam, dengan berkomunikasi langsung kepada pemateri.
  8. 8. Dalam segi bentuk penyampaian E-learning, dapat diaktegorikan menjadi jenis-jenis berikut. 1. Permainan, yaitu bentuk E-learning dengan metode game komputer yang mengandung unsur edukasi. 2. Simulasi, yaitu bentuk e-learning dengan menyediakan suatu simulasi pendidikan (misalkan percobaan kimia dan fisika). 3. Buku digital, yaitu bentuk digital dari buku pengetahuan dan bisa dijadikan literatur karena memiliki pengarang dan bersifat sama dengan buku fisik. 4. Audio, yaitu dalam bentuk suara, misalkan rekaman suara penjelasan guru di kelas. 5. Teleconference, komunikasi dua arah namun guru dan murid berada di tempat yang berbeda. 6. Video, hampir sama dengan audio, bentuk e-learning yang bersifat satu arah dan disertai gambar/visualisasi.
  9. 9. BAB 3 PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas mengenai penerapan pembelajaran elektronik /e-learning dalam bidang pendidikan dan perusahaan. Selain itu pada bab ini juga dibahas dampak positif dan kelemahan dari pembelajaran elektronik. 3.1. PENDIDIKAN Contoh penerapan e-learning dalam instansi pendidikan dapat kita lihat melalui berbagai universitas yang menyediakan fasilitas e-learning, yaitu seperti yang dimiliki oleh Universitas Gadjah Mada. Fasilitas e-learning ini memungkinkan terjadinya pembelajaran jarak jauh atau lebih tepatnya sistem e-course (kuliah jarak jauh) untuk civitas academica Universitas Gadjah Mada. Sistem ini ditujukan untuk menjembatani dosen dan mahasiswa dalam proses belajar mengajar di luar jam kuliah. Dalam e-learningnya terdapat beberapa fasilitas bagi mahasiswa yang tersedia seperti penyediaan bahan kuliah yang dapat diambil (download) langsung oleh mahasiswa yang bersangkutan seperti yang diterapkan di share.its.ac.id untuk ITS. Selain fasilitas bagi mahasiswa, tentunya e-learning ini juga sangat bermanfaat bagi tiap dosen. Yaitu setiap dosen membuat suatu kelas pembelajaran menurut mata kuliah yang diajarkan; meng-upload bahan kuliahnya; memberi-kan tugas-tugas/soalsoal; sementara itu mahasiswa peserta mata kuliah dapat mengikuti kuliah dimaksud dan membaca bahan kuliah yang tersedia serta mengerjakan tugas dan soal yang telah diberikan oleh dosen pengasuh mata kuliah masing-masing. Tentunya hal ini memudahkan keduaduanya, baik dosen maupun mahasiswa. Sehingga dapat dilihat, bahwa e-learning dengan media jaringan internet menciptakan komunikasi dua arah antar pengguna. Gambar 1. Contoh penerapan E-learning di ITS Surabaya.
  10. 10. Menurut J. Catur Condro C. beberapa manfaat yang dirasakan dalam penerapan sistem e-learning untuk sebuah universitas, yaitu : 1. modul dosen tersimpan semua di server se-hingga mahasiswa dapat mengakses kapan saja, 2. modul dosen tidak hanya disajikan dalam bentuk Power Point saja, tetapi bisa diberikan dalam bentuk teks, html, ms word, pdf atau-pun multimedia, 3. tipe modul ini memang diperuntukkan dosen mengirim file kuliahnya sesuai dengan bentuk file yang dia senangi, 4. pembangunan pendidikan model e-learning dibandingkan dengan pendidikan model sekolah konvensional, jauh lebih murah, 5. jumlah peserta yang mengikuti pendidikan ini tidak dibatasi oleh daya tampung kelas konvensional. Contoh e-learning lain yang sangat popular adalah khanacademy.org dan ilmukomputer.com, dengan tampilan antarmuka : Gambar 2. Tampilan awal E-learning berbasis internet dengan alamat khanacademy.org Gambar 3. Tampilan awal E-learning berbasis internet dengan alamat ilmukomputer.com
  11. 11. 3.2. PERUSAHAAN Bagi perusahaan, manfaat e-learning seperti yang dirasakan oleh IBM. Di IBM ada yang disebut IBM Electronic Learning Center. Learning Center ini dapat diakses pekerja IBM di seluruh dunia dalam pengertian “bekerja sambil belajar.” Sehingga berbeda dengan pengertian e-learn-ing seperti yang digunakan mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi, maka pada saat anggota tim membutuhkan ma-sukan atas masalah di lapangan, mereka dapat berkonsultasi dengan ahli terbaik di IBM di seluruh Indonesia. Selain itu mereka dapat mendalami pengetahuan tertentu dan kiat sukses sejenis yang pernah dibuat IBM di salah satu tempat di dunia. Selain perusahaan besar IBM, maskapai-maskapai penerbangan pun telah menggunakan e-learning guna meningkatkan kemampuan karyawan-karyawannya seperti pilot dan pramugari/a. Garuda Airlines, Merpati, dan Lion merupakan sebagian kecil pengguna teknologi ini. 3.3. DAMPAK POSITIF E-LEARNING Beberapa manfaat e-learning secara umum adalah sebagai berikut. 1. Fleksibilitas. e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakses dari mana saja yang memiliki akses ke internet. Bahkan, dengan berkembangnya mobile technology (dengan telepon selular jenis tertentu), semakin mudah mengakses e-learning. 2. Lebih mudah mendapatkan materi atau info Jika kita menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning, kita akan lebih mudah untuk mencari dan mendapatkan materi atau info. Tinggal ketik apa yang kita cari, tunggu sebentar, kita langsung dapat materinya. 3. “Independent Learning”. E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Ia bisa mulai dari topik-topik ataupun halaman yang menarik minatnya terlebih dulu, ataupun bisa melewati saja bagian yang ia anggap sudah ia kuasai. Jika ia mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, narasumber melalui email atau ikut
  12. 12. dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Jika ia tidak sempat mengikuti dialog interaktif, ia bisa membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (di Website pengelola). Banyak orang yang merasa cara belajar independen seperti ini lebih efektif daripada cara belajar lainnya yang memaksakannya untuk belajar dengan urutan yang telah ditetapkan. 4. Bisa mendapatkan materi yang lebih banyak Kita bisa mendapatkan banyak sekali materi, tidak hanya dari dalam negeri, bahkan kita bisa mencari materi yang berasal dari luar negeri yang tentunya akan menambah wawasan bagi kita dan juga bisa untuk meningkatkan hasil belajar kita. 5. Biaya. Banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning. Biaya di sini tidak hanya dari segi finansial tetapi juga dari segi non-finansial. Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biaya transportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar (terutama jika tempat belajar berada di kota lain dan negara lain), biaya administrasi pengelolaan (misalnya: biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya instruktur dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan), penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP). 6. Pembelajaran lebih efektif dan efisien waktu dan tenaga Jika ada tugas, kita bisa mencari bahan yang kita butuhkan dengan cepat. Tidak harus ke sana ke mari untuk mendapatkan bahan yang kita butuhkan. Tinggal duduk di depan komputer atau laptop, lalu cari yang kita butuhkan. 3.4. KELEMAHAN E-LEARNING Ada beberapa kelemahan dalam e-learning yang sering menjadi pembicaraan, antara lain kemungkinan adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Kuldep Nagi dari Amerika, memberikan ide untuk mengaktifkan diskusi kelompok secara online dan membatasi kadaluwarsa soal-soal ujian. Selain itu, pengajar (guru) juga harus memberikan interaksi yang responsif dan berkelanjutan untuk mengenal siswa lebih jauh dan dapat melihat minatnya, memberikan ujian berupa analisa atas suatu kasus yang berbeda, serta memintanya untuk menjelaskan logika yang menjadi analisa tersebut. Emil Marais dan Basie von Solms dari Afrika Selatan menambahkan perlunya penyediaan alat bantu untuk membatasi akses ilegal ke dalam proses pembelajaran, baik
  13. 13. dengan menggunakan password ataupun akses dari nomor IP (Internet Protocol) tertentu untuk mengurangi kecurangan dalam praktik e-learning. Kelemahan yang paling mendasar dari e-learning adalah kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Sesuai data dari Microsoft Corporation, pada tahun 2006 Indonesia menduduki peringkat ke dua terbesar dalam pembajakan di dunia maya (internet) pada khususnya dan penggunaan software di PC (Personal Computer) pada umumnya. Hal tersebut membuktikan bahwa internet dalam hal ini e-learning masih banyak sekali kekurangannya. Pembelajaran dengan menggunakan e-learning juga harus membutuhkan jaringan internet untuk pembelajaran jarak jauh. Padahal tidak semua instansi memiliki jaringan internet. Program-program dalam e-learning juga membutuhkan Personal Computer (PC) dengan spesifikasi yang cukup canggih agar program bisa berjalan dengan baik. Walaupun programer sudah menyediakan fasilitas password atau pengaman tetapi tangan-tangan jahil masih banyak yang merusaknya atau membajaknya. Walaupun demikian, e-learning sebagai suatu inovasi dalam proses pembelajaran sudah memberikan warna baru cara belajar jarak jauh yang mandiri.
  14. 14. BAB 4 PENUTUP 4.1 KESIMPULAN Dari pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka bisa diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. Yang termasuk pembelajaran elektronik adalah pembelajaran yang menggunakan media elektronik sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti komputer, peralatan teleconference dan internet. 2. Untuk menjadikan e-learning menjadi media pendukung pendidikan sebagai dunia non profit yaitu dengan memanfaatkan jaringan yang tersedia dan membuat sistem informasi berbasis website yang bisa digunakan untuk menyimpan file kuliah atau penelitian, dan bisa menjadi sarana belajar online. Untuk menjadikan e-learning menjadi media pendukung perusahaan sebagai dunia profit yaitu dengan menghubungkan karyawankaryawan di beberapa kantor cabang guna mensinergiskan tugas dan sebagai sarana bekerja sambil belajar. Jika ada suatu hal operasional perusahaan yang belum diketahui karyawan lain, maka penyampaian informasi menjadi lebih merata. 3. Beberapa kelebihan dari e-learning yaitu : - Fleksibilitas. - Lebih mudah mendapatkan materi atau info - “Independent Learning”. - Bisa mendapatkan materi yang lebih banyak - Penghematan Biaya. - Pembelajaran lebih efektif dan efisien waktu dan tenaga 4. Kelemahan atau kendala dari penerapan e-learning yaitu kemungkinan adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta 4.2 SARAN Pembelajaran elektronik sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan saat ini karena kehidupan global membuat masyarakat global dituntut untuk mendapatkan informasi dengan cepat akurat dan dengan biaya yang hemat, termasuk dalam bidang pendidikan dan perusahaan. Meskipun ada kelemahannya, tetapi hal tersebut dapat dihindari dengan etika dan moral pemakaian pembelajaran elektronik karena kelemahan bukan berasal dari sistem pembelajaran elektronik, namun lebih ke arah pengguna.
  15. 15. BAB 5 DAFTAR PUSTAKA Ahmedblog, 2008, Manfaat E-learning Bagi Pembelajaran, [online], (http://mycoolworldahmedblog.blogspot.com/2008/07/manfaat-e-learning-bagi-pembelajaran.html, diakses tanggal 11 Juni 2011) alonemutz, 2010, BAB 1 Latar Belakang Masalah, [online], (http://yaalona.blogspot.com/2010/03/bab-1-latar-belakang-masalah.html, diakses tanggal 11 Juni 2011) Nurhayati, Tety S. dkk. 2008.model-model E-learning. Makalah tugas Internet /intranet, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta. W., Indah, 2008, kelebihan dan kelemahan dari e-learning,[online], (http://wwwelearningtp0406.blogspot.com/2008/05/kelebihan-dan-kelemahan-dari-e-learning.html, diakses tanggal 11 Juni 2011 )

×