Successfully reported this slideshow.

Krida bina lingkungan sehat

6,135 views

Published on

Published in: Health & Medicine

Krida bina lingkungan sehat

  1. 1. KRIDA BINA LINGKUNGAN SEHAT MEIRINA ULFAH, SKM
  2. 2. PENYEHATAN PERUMAHAN
  3. 3. RUMAH SEHAT <ul><li>Adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga serta memenuhi syarat kesehatan </li></ul>
  4. 4. SYARAT RUMAH SEHAT <ul><li>Bangunan terbuat dari bahan yang tidak berbahaya </li></ul><ul><li>Lantai, dinding, atap kedap air dan tidak licin </li></ul><ul><li>Pencahayaan alami cukup, terang dan tidak silau, intensitas minimal 60 lux </li></ul><ul><li>Ventilasi minimal 10% dari luas lantai </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Tersedia sarana sanitasi : </li></ul><ul><li>1. Sumber air bersih (PAM, sukur gali, mata air, dll) </li></ul><ul><li>2. Jamban </li></ul><ul><li>3. SPAL (saluran pembuangan air limbah) </li></ul><ul><li>4. Tempat sampah </li></ul><ul><li>Memiliki cerobong asap dapur </li></ul><ul><li>Luas kamar tidur min 8 m2 max untuk 2 orang </li></ul><ul><li>Tempat menyimpan makanan tertutup </li></ul>
  6. 6. UPAYA AGAR RUMAH MENJADI SEHAT <ul><li>Membuka jendela kamar tidur pagi dan siang hari </li></ul><ul><li>Menjaga kebersihan rumah </li></ul><ul><li>Memasang kawat kasa anti nyamuk </li></ul><ul><li>Memberi warna terang pada dinding, lantai dan langit-langit rumah </li></ul><ul><li>Menata rumah denga rapi </li></ul><ul><li>Menyimpan makanan dalam tempat tertutup </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Menguras bak, tempayan, vas minimal 1 minggu sekali dan menutup rapat penyimpanan air </li></ul><ul><li>Mengubur barang-barang bekas </li></ul><ul><li>Memasak tidak sambil menggendong balita </li></ul><ul><li>Orang tua dan anak tidur terpisah </li></ul><ul><li>Tidak ada anggota keluarga yang merokok </li></ul>
  8. 8. UDARA <ul><li>Pencemaran Udara outdoor </li></ul><ul><li>1. Sumber bergerak : pembakaran BBM </li></ul><ul><li>- asap tebal </li></ul><ul><li>- Pb (timbal) </li></ul><ul><li>- sulfur </li></ul><ul><li>2. Sumber tidak bergerak </li></ul><ul><li>- kegiatan industri </li></ul><ul><li>- kebakaran hutan dan pembakaran sampah </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Pencemaran Udara Indoor </li></ul><ul><li>- asap dapur </li></ul><ul><li>- asap rokok </li></ul><ul><li>- obat nyamuk </li></ul><ul><li>- cat kayu </li></ul><ul><li>- cat tembok, dll </li></ul><ul><li>Dampak pencemaran indoor lebih berbahaya karena erat kaitannya dengan pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis, streptococcus, pneumonia, dsb </li></ul>
  10. 10. RADIASI <ul><li>Sumber radiasi di dalam rumah </li></ul><ul><li>a. Radiasi medan listrik, medan magnet: televisi, komputer </li></ul><ul><li>b. Radiasi cahaya tampak, ultra violet & infra merah : matahari, lampu listrik, las karbit & las listrik </li></ul><ul><li>c. Radiasi gelombang micro : hp </li></ul><ul><li>d. Radiasi gas radon & thoron : tanah, air, elpiji & bahan bangunan </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Dampak Radiasi : </li></ul><ul><li>rasa letih, hilang nafsu makan, mual, muntah, rambut rontok, kamndulan, kematian sel-sel tubuh, gangguan metabolisme tubuh & dampak psikologis (rasa takut) </li></ul>
  12. 12. VEKTOR <ul><li>Adalah serangga/pengerat yang berperan dalam penularan penyakit : </li></ul><ul><li>Nyamuk </li></ul><ul><li>- Aedes aegypty : DBD </li></ul><ul><li>- Culex : Filaria </li></ul><ul><li>Lalat </li></ul><ul><li>- Musca domestica (lalat rumah) : disentri, diare, typhoid, cholera </li></ul>
  13. 13. <ul><li>3.Kecoa </li></ul><ul><li>Blatella Germanica (kecoa Jerman) : diare, disentri, typhoid, cholera </li></ul><ul><li>4.Tikus </li></ul><ul><li>Rattus diardi (tikus rumah) : pes, murine thypus </li></ul>
  14. 14. PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN
  15. 15. HYGIENE SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN 1 5 4 3 2
  16. 16. AIR MINUM <ul><li>Kep. Menkes No. 907/2002: </li></ul><ul><li>Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum </li></ul>
  17. 17. <ul><li>Air minum yang aman dan sehat : </li></ul><ul><li>Air Bersih : jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dimasak sampai mendidih 100” selama 15 menit </li></ul><ul><li>Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) </li></ul><ul><li>segel pengaman masih baik/rapat, jernih, rasanya segar, tidak berbau, tidak berwarna </li></ul>
  18. 18. Penularan Penyakit Karena Makanan tercemar
  19. 19. KEWASPADAAN PANGAN <ul><li>Kontaminasi </li></ul><ul><li>masuknya zat asing yang tidak dikehendaki pada makanan (bakteri, virus, jamur, debu, pupuk, dll) </li></ul><ul><li>Keracunan </li></ul><ul><li>timbulnya gejala gangguan kesehatan akibat makanan tidak sehat </li></ul>
  20. 20. <ul><li>3.Pembusukan </li></ul><ul><li>perubahan komposisi makanan dari kondisi normal menjadi tidak dikehendaki </li></ul><ul><li>4.Pemalsuan </li></ul><ul><li>- pemakaian zar warna tekstil (rodhamin B) </li></ul><ul><li>- bahan pemanis (sakarin, siklamat) </li></ul><ul><li>- bahan pengawet/pengental (asam benzoat, asam sitrat, soda kue) </li></ul><ul><li>- penggantian bahan </li></ul><ul><li>- label tidak sesuai isi </li></ul>
  21. 21. PENGAMANAN PESTISIDA
  22. 22. <ul><li>PESTISIDA </li></ul><ul><li>Adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit perusak tanaman </li></ul><ul><li>JENIS PESTISIDA : </li></ul><ul><li>1. Pestisida Rumah Tangga : </li></ul><ul><li>pembunuh serangga </li></ul><ul><li>2. Pestisida Pertanian </li></ul><ul><li> pembunuh hama pertanian </li></ul>
  23. 23. <ul><li>Cara masuk pestisida ke dalam tubuh : </li></ul><ul><li>Melalui Mulut </li></ul><ul><li>lupa membersihkan tangan sebelum makan </li></ul><ul><li>2. Melalui Pernafasan </li></ul><ul><li>uap pestisida terhirup selanjutnya diserapkan dan diedarkan ke seluruh tubuh </li></ul><ul><li>Melalui Kulit </li></ul><ul><li>lebih cepat diserap bila ada luka </li></ul>
  24. 24. PENGAWASAN KUALITAS AIR <ul><li>Syarat air bersih dibedakan dalam 3 tingkatan : </li></ul><ul><li>Syarat fisik </li></ul><ul><li>Syarat kimia </li></ul><ul><li>Syarat bakteriologis </li></ul>
  25. 25. Syarat Fisik <ul><li>Tidak berwarna </li></ul><ul><li>Tidak berasa </li></ul><ul><li>Segar (suhu air tidak melebihi suhu udara luar) </li></ul><ul><li>Tidak berbau </li></ul>
  26. 26. Syarat Kimia <ul><li>Tidak mengandung bahan kimia beracun (Pb, Hg) </li></ul><ul><li>Fe, Mg, dll tidak melebihi syarat yang ditetapkan </li></ul><ul><li>pH antara 6,5 – 8 </li></ul><ul><li>Tidak mengandung racun (racun tikus, nyamuk, pestisida, dll) </li></ul>
  27. 27. Syarat Bakteriologis <ul><li>Tidak mengandung bibit-bibit penyakit seperti penyakit kolera, tipus, disentri, kencing tikus, dll) </li></ul>
  28. 28. PENYEHATAN AIR
  29. 29. Penyakit yang ditularkan melalui air <ul><li>Water Borne diseases </li></ul><ul><li>penyakit yang ditularkan langsung oleh air minum : kholera, ty phoid, hepatitis infektosa, disentri, gastrointerities) </li></ul><ul><li>Water Washed Diseases </li></ul><ul><li>penyakit yang disebakan kurangnya air untuk hygiene perseorangan : </li></ul><ul><li>a. Penyakit infeksi saluran pencernaan : diare melalui alat dapur yang dicuci tidak bersih </li></ul>
  30. 30. <ul><li>b. Penyakit infeksi kulit dan selaput lendir </li></ul><ul><li>infeksi jamur pada kulit, trachoma, dll </li></ul><ul><li>c. Penyakit yang disebakan serangga pada kulit : scabies, </li></ul><ul><li>3.Water Based Diseases </li></ul><ul><li>penyakit yang ditularkan bibit penyakit punya siklus hidup di air : </li></ul><ul><li>larva Schistosoma hidup dalam keong air dan menembus kulit </li></ul>
  31. 31. <ul><li>4.Water Related Insects Vectors </li></ul><ul><li>penyakit yang ditularkan oleh vektor yang hidupnya tergantung pada air </li></ul><ul><li>malaria, DBD, filariasis, yellow fever, dll </li></ul>
  32. 32. TERIMA KASIH

×