Filariasis

10,458 views

Published on

Published in: Health & Medicine

Filariasis

  1. 1. PE MBERIAN OBAT MASSAL PENCEGAHAN (POMP) FILARIASIS DI KOTA PEKALONGAN SEKSI PENGENDALIAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT DINAS KESEHATAN KOTA PEKALONGAN
  2. 2. PETA DISTRIBUSI GLOBAL FILARIASIS <ul><li>Dunia :  5 Endemic Region Afrika,South East Asia (Indonesia), </li></ul><ul><li>Eastern Mediterenian,Western Pacifik and Amerika </li></ul><ul><li>1,1 Miliyar population at risk yang harus mendapatkan MDA </li></ul><ul><li>120 juta terinfeksi Filariasis (Laki, perempuan & anak-anak) </li></ul><ul><li>118 juta kasus (1 juta Cryptic Infection, 74 juta Asymptomatic, </li></ul><ul><li>27 juta Hydrocele,16 juta Lymphoedema) </li></ul>
  3. 3. LATAR BELAKANG <ul><li>KOMITMEN INTERNASIONAL </li></ul><ul><li>WHA Resolution 1997 : “ Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem” </li></ul><ul><li>Komitmen Global WHO Th. 2000 : “ The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health by the year 2020 </li></ul><ul><li>KOMITMEN NASIONAL </li></ul><ul><li>1. Pencanangan oleh Menkes RI : 8 April 2002 di Sumsel. </li></ul><ul><li>2. 3. SE Menkes No. 612/MENKES/VI/2004 kepada Gubernur, Bupati tentang Eliminasi Filariasis </li></ul><ul><li>3. Peraturan Presiden RI. No. 7 Tahun 2005, tentang RPJMN Tahun 2004-2009 . Bab 28. B. 5.”  Filariasis sebagai salah satu program prioritas P2M </li></ul><ul><li>4. SE Mendagri No.443,43/875/SJ tgl 24 April 2007 tentang Pelaksanaan Pengobatan Massal Filariasis dlm rangka Eliminasi Filariasis di Indonesia </li></ul>
  4. 4. KEBIJAKAN “ dua pilar “ ELIMINASI FILARIASIS Memutuskan Rantai Penularan Mengurangi Penderitaan Kasus Pengobatan Massal di Lokasi Endemis (DEC+Alb+Paracetamol) <ul><li> Mf rate (< 1%) </li></ul><ul><li> Intensitas Infeksi (Densiti) </li></ul><ul><li> angka kesakitan akut </li></ul><ul><li>Kasus kronis baru (-) </li></ul><ul><li>Kasus kronis : mengobati diri sendiri & membatasi tingkat kecacatan </li></ul>Penatalaksanaan Kasus Klinis
  5. 5.
  6. 6. FILARIASIS & EKONOMI <ul><li>Filariasis, salah satu penyebab kemiskinan karena penderita kronis (cacat menetap) tidak dapat bekerja secara optimal sehingga menjadi beban keluarga, masyarakat & negara. </li></ul><ul><li>Seseorang penderita sekurang-kurangnya mengeluarkan Rp. 750.000 per tahun untuk biaya perawatan kesehatannya, tidak termasuk biaya untuk perawatan di RS </li></ul><ul><li>( survei Prof Dr Askorbat Gani, UI, 2000) </li></ul>
  7. 7. APAKAH FILARIASIS ITU ? <ul><li>FILARIASIS = PENYAKIT KAKI GAJAH </li></ul><ul><li>adalah infeksi yang disebabkan oleh Cacing Filaria </li></ul><ul><li>dapat menyerang segala umur, sex, strata </li></ul><ul><li>ditularkan melalui gigitan nyamuk </li></ul><ul><li>berlangsung secara kronis </li></ul><ul><li>bisa disembuhkan </li></ul>U P A Y A E L K A G A ( EL iminasi KA ki GA jah )
  8. 8. <ul><li>3 SPESIES CACING FILARIA </li></ul><ul><li>Wuchereria bancrofti </li></ul><ul><li>Brugia malayi </li></ul><ul><li>Brugia timori </li></ul>P E N Y E B A B
  9. 9. P E N Y E B A B 3 SPESIES CACING FILARIA DI TIRTO DARI SDJ OLEH BPVRP DITEMUKAN 3 NYAMUK AEDES QUINQUIFASCIATUS POSITIP MENGANDUNG LARVA L3 1 DIANTARANYA TDP. DLM. PROBOSISNYA YANG SIAP DITULARKAN
  10. 10.  23 Spesies dari genus Anopheles , Culex , Mansonia , Aedes , Armigeres  Tersebar luas di seluruh Indonesia sesuai dengan keadaan lingkungan habitatnya. ( Got, sawah, rawa, hutan ) NYAMUK PENULAR (VEKTOR)
  11. 11. NYAMUK PENULAR PENYAKIT KAKI GAJAH ANOPHELES AEDES CULEK
  12. 12. LINGKUNGAN PERINDUKAN VEKTOR
  13. 13. CARA PENULARAN
  14. 14. <ul><li>Demam berulang 3-4 hr tanpa sebab, demam dpt hilang bila istirahat & timbul lagi setelah bekerja berat/lelah </li></ul><ul><li>Pembengkakan kelenjar getah bening(tanpa luka) di lipatan paha, ketiak tampak kemerahan, panas & sakit  sekelen (Jawa) </li></ul><ul><li>Abses ( dpt pecah & bernanah)  krn seringnya menderita pembe ng kakan kelenjar getah bening </li></ul><ul><li>GEJALA LANJUT/KRONIS </li></ul><ul><li>Gejala Akut  terlihat jelas, yaitu Elephantiasis (pembesaran tungkai, lengan, buah dada) dan Hidrokel (Pembesaran buah zakar) </li></ul>GEJALA KLINIS
  15. 15. GEJALA KLINIS
  16. 16. 2. Gejala klinis kronis a). Limfedema / elefantiasis Infeksi Wuchereria Mengenai seluruh kaki/lengan, skrotum, penis, vagina & payudara, Infeksi Brugia dapat mengenai kaki / lengan di bawah lutut / siku b). Hidrokel Pelebaran kantung buah zakar yang berisi cairan limfe. dapat sbg indikator endemisitas filariasis bancrofti. c ). Kiluria K encing spti susu  kebocoran sal limfe di pelvik ginjal , jarang ditemukan
  17. 17. DIAGNOSA <ul><li>KLINIS : </li></ul><ul><li>SESEORANG TERSANGKA FILARIASIS JIKA DITEMUKAN GEJALA-GEJALA KLINIS </li></ul><ul><li>LABORATORIUM : </li></ul><ul><li>SESEORANG DINYATAKAN SBG PENDERITA FILARIASIS JIKA DALAM SEDIAAN DARAHNYA DITEMUKAN MIKROFILARIA (CACING FILARIA BERUKURAN MIKRON) </li></ul>
  18. 18. PENDERITA LIMFEDEMA Limfedema dari Gorontalo Limfedema pada anak umur 9 tahun, Maluku Utara Limfedema pada lengan Limfedema dari Babel
  19. 19. Penderita Hidrokel Hidrocele pada anak 7 th. Bekasi Limfedema Mamae dari Papua Hidrokel dari Gorontalo Hidrokel dari Papua
  20. 20. PENENTUAN DAERAH ENDEMIS <ul><li>DARI LAPORAN PENDERITA KRONIS/KLINIS DITINDAKLANJUTI DG SURVEY DARAH JARI </li></ul><ul><li>SURVEY DARAH JARI : PENGAMBILAN MIN 500 SEDIAAN DARAH/SD PENDUDUK DI SEKITAR PENDERITA KLINIS/KRONIS (DESA) PADA MALAM HARI (  20.00 WIB) </li></ul><ul><li> 20.00 WIB : MIKROFILARIA BERADA DI DARAH TEPI PADA MALAM HARI </li></ul>
  21. 21. <ul><li>JIKA DARI 500 SD DITEMUKAN  5 ORG POS MIKROFILARIA ( MIKROFILARIA RATE  1 %) MAKA DIKATAKAN KECAMATAN DIMANA KEL. SURVEY BERADA DINYATAKAN DAERAH ENDEMIS FILARIA. </li></ul>
  22. 22. PENCEGAHAN <ul><li>YANG DAPAT DILAKUKAN MASYARAKAT KRN VAKSIN BELUM ADA: </li></ul><ul><li>HI N DARI GIGITAN NYAMUK </li></ul><ul><ul><li>VENTILASI RUMAH DIPASANG KAWAT KASA NYAMUK </li></ul></ul><ul><ul><li>TIDUR PAKAI KELAMBU </li></ul></ul><ul><ul><li>OBAT NYAMUK BAKAR/SEMPROT/OLES </li></ul></ul><ul><li>BERANTAS NYAMUK </li></ul><ul><ul><li>3M : MENIMBUN, MENGURAS & MENGUBUR TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK </li></ul></ul><ul><ul><li>BERSIHKAN SELOKAN AGAR AIR TAK TERGENANG </li></ul></ul><ul><ul><li>BERSIHKAN SEMAK-SEMAK </li></ul></ul><ul><ul><li>PEMBERSIHAN TANAMAN AIR DI RAWA-RAWA YG AKAN MENJADI TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN NY A MUK. </li></ul></ul><ul><ul><li>TIDAK ADA GENANGAN AIR DI SEKITAR RUMAH </li></ul></ul>
  23. 23. PEMBERANTASAN <ul><li>OBAT AMPUH /drug of choice : Diethyl carbamazine Citrate (DEC)  khusus untuk membunuh mikrofialria </li></ul><ul><li>Efek samping : demam, sakit kepala, sakit otot, pusing mual  reaksi tubuh terhadap banyaknya mikrofilaria dalam darah yang mati. Semakin banyak mikrofilaria yang mati semakin hebat efek samping. Bila mikrofila r i a sudah berkurang/tidak ada lagi, maka efek sampingnya akan hilang. </li></ul><ul><li>Untuk mengurangi efek samping DEC diberikan obat pengurang efek samping spt Parasetamol dll </li></ul>
  24. 24. PENGOBATAN <ul><li>INDIVIDU/SELEKTIF </li></ul><ul><ul><li>PENDERITA POSITIF MIKROFILARIA </li></ul></ul><ul><ul><li>PENDERITA KRONIS </li></ul></ul><ul><ul><li>JENIS OBAT TERGANTUNG KEADAAN KASUS </li></ul></ul><ul><li>MASAL , DILAKUKAN </li></ul><ul><ul><li>DAERAH ENDEMIS , MINUM OBAT DEC SEKALI SETAHUN SELAMA 5- 6 TAHUN UNTUK SEMUA PENDUDUK DI DAERAH ENDEMIS KECUALI IBU HAMIL, EPILEPSI, SAKIT BERAT ADA SURAT KETERANGAN DOKTER TAK BOLEH MINUM OBAT DEC. </li></ul></ul>
  25. 25. Dosis Obat Utama Filariasis Umur (tahun) DEC (tablet 100 mg) Albendazole (tablet 400 mg) Paracetamol (tablet 500 mg) 2-5 1 1 0,25 6-14 2 1 0,5 ≥ 14 3 1 1
  26. 27. REAKSI PENGOBATAN <ul><li>Reaksi obat dipengaruhi oleh jumlah mikrofilaria. </li></ul><ul><li>Makin banyak jumlah mikrofilaria makin berat efek samping </li></ul><ul><li>Ada 2 macam efek samping: </li></ul><ul><ul><li>Sistemik (deman, pusing, mual, sakit badan </li></ul></ul><ul><ul><li>Lokal (radang pada saluran dan kelenjar limfe) </li></ul></ul><ul><li>Obat balas: antipiretik dan antihistamin </li></ul>
  27. 28. <ul><li>Efek samping sistemik timbul sekitar 6 -24 jam setelah makan obat dan berhenti setelah 48 jam . </li></ul><ul><li>Efek samping lokal timbul sekitar 12 jam sampai 4 hari </li></ul><ul><li>Efek samping pengobatan lebih berat pada penderita B. timori </li></ul>
  28. 30. SEBARAN KASUS KLINIS DAN KRONIS FILARIASIS TH. 2004-2010 Puskesmas Kelurahan Jumlah Sasaran Jumlah kasus Total Kasus Mf rate (%) Positif Kronis Tirto Tirto 514 4 0 4 0,40 Tegalrejo 501 11 0 11 2,40 Bumirejo 511 38 0 38 5,48 Pringlangu 564 0 1 1 Kramatsari Kramatsari 512 2 1 3 0,39 Pasirsari 150 17 1 18 2,34 Bendan Bendan 0 1 1 Medono 515 0 1 1 Dukuh Pabean 504 30 0 30 3,40 Bandengan 504 19 2 21 3,57 Kusuma Bangsa Panjang Wetan 502 1 2 3 Kandang Panjang 539 0 1 1
  29. 31. Puskesmas Kelurahan Jml Sasaran Jumlah kasus Total Kasus Mf rate (%) Positif Kronis Krapyak Kidul Krapyak Lor 509 0 1 1 Krapyak Kidul 554 0 1 1 0,18 Klego Klego 507 0 2 2 Sugihwaras 511 0 1 1 Noyontaan Noyontaan 0 2 2 Pekalongan Selatan Kertoharjo 478 40 1 41 4,18 Kuripan Lor 589 0 1 1 Kuripan Kidul 699 0 1 1 0,14 Jenggot Buaran 500 0 1 1 Banyurip Alit 700 1 0 1 0,14 Banyurip Ageng 506 6 1 7 Jenggot 502 10 1 11 KOTA PEKALONGAN 179 23 202
  30. 32. JENIS KASUS KRONIS <ul><li>Lymphadentitis : 2 org </li></ul><ul><li>Lymphadentitis dextra : 17 org </li></ul><ul><li>Lymphadentitis dextra-sinistra : 1 org </li></ul><ul><li>Chiluria : 1 org </li></ul><ul><li>Hydrokel : 1 org </li></ul><ul><li>Elephantiasis grade A : 1 org </li></ul>
  31. 33. Sasaran <ul><li>anak-anak usia < 2 tahun (tunggu sampai umur 2 tahun) </li></ul><ul><li>ibu hamil dan menyusui (tunggu sampai lepas menyusui) </li></ul><ul><li>orang yang sedang sakit (tunggu sampai sembuh) </li></ul><ul><li>penderita filariasis dengan serangan akut (tunggu sampai sembuh) </li></ul><ul><li>orang tua yang lemah </li></ul><ul><li>penderita dalam serangan epilepsi (ayan). </li></ul><ul><li>A nak dengan marasmus dan atau kwasiorkor </li></ul>Seluruh penduduk yang tinggal di daerah endemis filariasis; pengobatan ditunda bagi :
  32. 34. JADWAL KEGIATAN POMP Th. 2011 No Jenis Kegiatan Bulan Pelaksanaan (dalam Minggu) J P M A M J Jl A S O N D 1 PERENCANAAN Pert. Koordinasi I Pert. Advokasi I Pendataan sasaran & logistik II Pembentukan Tim I 2 PERSIAPAN SARANA & LOGISTIK Sarana promosi I-IV Obat & BHP I Repacking & distribusi III-IV I 3 PERSIAPAN SDM Pert. Teknis III
  33. 35. No Jenis Kegiatan Bulan Pelaksanaan (dalam Minggu) J P M A M J Jl A S O N D Pel. Petugas Penyuluh IV Pel. TPE I 4 KAMPANYE & SOSIALISASI Tk. Kota I Tk. Kec II Tk. Kel III Tk. Sekolah II Pencanangan 13 5 PELAKSANAAN Pelaksanaan III Olah Data IV Pert. Evaluasi II
  34. 36. Lebih baik pusing dua hari karena minum obat Dari pada pusing seumur hidup karena cacat Terimakasih atas segala perhatian

×