Syamsuddin, S.Si, MT                  BAB I               PENDAHULUAN
Pengukuran dan KetidakpastianPengukuran: merupakan aspek penting mengingat suatu “hukum” dapat diberlakukan kalau telah t...
Angka Signifikan (Angka Penting) Angka signifikan adalah angka-angka di dalam  suatu bilangan yang turut mempengaruhi has...
BESARAN, SATUAN DAN DIMENSI• Besaran dan Satuan merupakan hal yang tidak bisa  dipisahkan:   – Besaran : suatu konsep yang...
BESARAN• Besaran, berdasarkan dimensinya dapat dibagi atas:  besaran pokok dan besaran turunan• BESARAN POKOK: besaran das...
PERUBAHAN IMBUHAN SATUANFaktor Imbuhan Lambang Faktor Imbuhan Lambang1018   eksa      E     10-3     milli   m1015   Peta ...
PENGANTAR MATEMATIKA• FUNGSI• Diferensiasi• Integral   Jika terdapat suatu hubungan matematis y = f(x),    maka dapat dis...
Contoh Fungsi                          YLinier: y = a + bx                               a                                ...
PENGANTAR MATEMATIKA• Fungsi• DIFERENSIASI• Integral   Diferensiasi” atau sering dikenal sebagai “turunan”    didefinisik...
Rumus Diferensiasi     f(x)              F(x) = df(x)/dx           Dalil C (konstan)                      0               ...
PENGANTAR MATEMATIKA• Fungsi• Diferensiasi• INTEGRAL   Integrasi memperbesar orde kebergantungan    besaran turunan terha...
Integral Tidak Tentu (a,b,C = konstan)     ∫f(x)dx               = F(x) + C           Dalil        ∫ xn dx      (1/n+1) xn...
VEKTOR                                     z   ˆ                A   Ax ˆ                                    i     A yˆ Az...
Penjumlahan Vektor                                       AA                                           C                   ...
Pengurangan VektorA                                      -B        B       A                A-B                           ...
Perkalian Titik (Dot product)• Operasi perkalian vektor ada dua macam.  Yang pertama adalah ”perkalian titik”. Diberi  tan...
Perkalian Silang (Cross product)• Operasi perkalian vektor yang kedua adalah  ”perkalian silang”, diberi tanda ”x” antara ...
SEKIAN      &Selamat Bekerja
fisika dasar
fisika dasar
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

fisika dasar

1,395 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,395
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
33
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

fisika dasar

  1. 1. Syamsuddin, S.Si, MT BAB I PENDAHULUAN
  2. 2. Pengukuran dan KetidakpastianPengukuran: merupakan aspek penting mengingat suatu “hukum” dapat diberlakukan kalau telah terbukti secara eksperimental, dan eksperimental tidak dapat dipisahkan dari pengukuran.Pemberian hasil suatu pengukuran harus disertai dengan “estimasi ketidakpastian” mis:Prosentasi ketidakpastian adalah rasio ketidak-pastian terhadap harga ukur dikalikan dengan 100% mis:
  3. 3. Angka Signifikan (Angka Penting) Angka signifikan adalah angka-angka di dalam suatu bilangan yang turut mempengaruhi hasil- hasil perhitungan.  Empat angka signifikan pada bilangan 23,21 dan dua angka signifikan pada pengukuran 0.062 cm.  Angka signifikan tidak bisa dipisahkan dari angka pengukuran (skala terkecil alat ukur) 0,001 cm atau 0,002 cm, sehingga angka 6 dan 2 angka signifikan.  tetapi pada bilangan 36,900 memiliki angka signifikan yang tidak jelas, mungkin tiga, empat, atau lima angka signifikan: 3,69 x 104  3 AB 3,690 x 104  4 AB
  4. 4. BESARAN, SATUAN DAN DIMENSI• Besaran dan Satuan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan: – Besaran : suatu konsep yang memiliki harga/nilai dan dapat diukur – Satuan : suatu konsep yang menjadi penegas atau penjelas hasil pengukuran dari suatu besaran – Dimensi : cara menyatakan suatu besaran fisis yang tersusun dari besaran dasar (besaran pokok)
  5. 5. BESARAN• Besaran, berdasarkan dimensinya dapat dibagi atas: besaran pokok dan besaran turunan• BESARAN POKOK: besaran dasar yang berasal dari alat ukur yang sifatnya standar/dasar• BESARAN TURUNAN: besaran yang tersusun oleh beberapa besaran dasar (baik gabungan sesama ataupun dengan yang lain)
  6. 6. PERUBAHAN IMBUHAN SATUANFaktor Imbuhan Lambang Faktor Imbuhan Lambang1018 eksa E 10-3 milli m1015 Peta P 10-6 mikro1012 Tera T 10-9 nano n109 Giga G 10-12 piko p106 Mega M 10-15 femto f103 kilo K 10-18 atto a
  7. 7. PENGANTAR MATEMATIKA• FUNGSI• Diferensiasi• Integral  Jika terdapat suatu hubungan matematis y = f(x), maka dapat disimpulkan beberapa hal:  y adalah suatu perubah tidak bebas karena bergantung pada x  x adalah suatu perubah bebas karena tidak bergantung pada y  y adalah fungsi dari x
  8. 8. Contoh Fungsi YLinier: y = a + bx a xEksponen: y = a ex Y a xLogaritma: y = ln x Y x 1 YTrigonometri: y = sin x 1 sin x cos x x y = cos x -1
  9. 9. PENGANTAR MATEMATIKA• Fungsi• DIFERENSIASI• Integral  Diferensiasi” atau sering dikenal sebagai “turunan” didefinisikan sebagai “laju perubahan suatu perubah terhadap perubah lain” atau “laju perubahan fungsi terhadap perubah bebasnya” y f (x x) f (x) dy lim x x 0 x dx
  10. 10. Rumus Diferensiasi f(x) F(x) = df(x)/dx Dalil C (konstan) 0 1 Xn n xn-1, n adalah konstanta 2 a f(x) a f(x), a adalah konstanta 3 f(x) + g(x) f’(x) + g’(x) 4 f(x) . g(x) f’(x) g(x)+f(x) g’(x) 5 f(g(x)) (df/dg)(dg/dx), dalil rantai 6sin x; sin f(x) cos x; f’(x) cos f(x) 7cos x; cos f(x) -sin x; -f’(x) sin f(x) 8 ln x; ln f(x) 1/x; [1/f(x)] f’(x) 9 ex, ef(x) ex, f’(x) ef(x) 10
  11. 11. PENGANTAR MATEMATIKA• Fungsi• Diferensiasi• INTEGRAL  Integrasi memperbesar orde kebergantungan besaran turunan terhadap besaran dasar.  Secara matematika, integrasi bisa berarti penjumlahan, mencari luas di bawah kurva, atau mencari fungsi turunan yang diberikan. f ( x)dx F ( x) C
  12. 12. Integral Tidak Tentu (a,b,C = konstan) ∫f(x)dx = F(x) + C Dalil ∫ xn dx (1/n+1) xn+1 + C, n ≠ -1 11 ∫ 1/x dx ln x + C 12 ∫ cos x dx sin x + C 13 ∫ cos [f(x)] dx [1/f’(x)] sin[f(x)] + C 14 ∫ sin x dx -cos x + C 15 ∫ sin (ax) dx -(1/a) cos (ax) + C 16 ∫ ex dx ex + C 17 ∫ a ebx dx (a/b) ebx + C 18 ∫ a f(x) dx a ∫ f(x) dx 19∫ [g(x) + f(x)] dx ∫ g(x) dx + ∫ f(x) dx 20 ∫ u(x) dv (x) uv-∫ v du 21
  13. 13. VEKTOR  z ˆ A Ax ˆ i A yˆ Az k j ˆ k  A ˆj y ˆ A A Ax2 A y2 Az2 ix
  14. 14. Penjumlahan Vektor AA C A C + = B = Φ B B C A B C A B B A C 2 A 2 B 2 2 A B cos C2 A 2 B2 2 A B cos
  15. 15. Pengurangan VektorA -B B A A-B A-B A - -B A = = + = -B A - B = A + (-B)
  16. 16. Perkalian Titik (Dot product)• Operasi perkalian vektor ada dua macam. Yang pertama adalah ”perkalian titik”. Diberi tanda ” ” antara dua vektor, hasilnya adalah skalar. A B A B cos ABcos A B (A x i A y j A z k) (Bx i B y j Bz k) A x Bx A y By A z Bz ˆ ˆ i i j j ˆ ˆ ˆ ˆ k k 1 i ˆ ˆ j j ˆ ˆ ˆ ˆ k i k 0
  17. 17. Perkalian Silang (Cross product)• Operasi perkalian vektor yang kedua adalah ”perkalian silang”, diberi tanda ”x” antara dua vektor, hasilnya adalah vektor     A B A B sin ˆ e AB sin ˆ e   A B A x ˆ A y ˆ A z k B x ˆ B y ˆ Bz k i j ˆ i j ˆ A y Bz A z B y ˆ A z B x A x Bz ˆ A x B y A y B x k i j ˆ i *i j* i k ˆ i ˆ j kˆ   j* k k* j i atau A B Ax A y Az k *i i*k j Bx B y Bz ˆ ˆ i i ˆ j ˆ j ˆ ˆ k k 0
  18. 18. SEKIAN &Selamat Bekerja

×