Successfully reported this slideshow.

New Microsoft Power Point Presentation

2,314 views

Published on

tugas individu

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

New Microsoft Power Point Presentation

  1. 1. Nama : Euis Maemunah Kelas : 2B/Pendidikan Eonomi Nim : 20080211049 Tugas : Kurikulum dan Pembelajaran Judul buku : Profesi Keguruan Karangan : Prof. Soetjipto dan Drs. Raflis kosasi, M.Sc. Hal : 262 hal Penerbit : Rineka Cipta
  2. 2. PENDAHULUAN <ul><li>Mata kuliah kurikulum dan pembelajaran merupakan salah satu mata kuliah dasar kependidikan (MKDK), selain kurikulum dan pembelajaran, mata kuliah yang termasuk MKDK adalah profesi keguruan, pengantar pendidikan, perkembangan peserta didik, serta belajar dan pembelajaran. Oleh karena itu, mata kuliah ini menunjang tercapainya tujuan mata kuliah MKDK, yaitu untuk memberi wawasan kepada calon guru tentang ilmu dan praksis keguruan dan ilmu-ilmu lain yang menunjang profesi keguruan. Dengan memahami cabang ilmu yang mendukung profesinya ini, guru akan dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat tentang masalah yang dihadapinya dalam tugas mereka. Dengan perkataan lain, melalui pemahaman itu guru akan mampu : </li></ul><ul><li>Berkomunikasi lebih baik dengan sejawatnya </li></ul><ul><li>Mengambil keputusan profesional secara tepat dan cepat, dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan yang dihadapinya </li></ul><ul><li>Menilai pilihan-pilihan yang mungkin dibuat dalam menjalankan tugasnya secara lebih komprehensif dan kritis </li></ul>
  3. 3. ESENSI <ul><li>Enam asumsi yang melandasi perlunya profesionalisasi dalam pendidikan, yakni sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Subyek pendidikan adalah manusia yang memiliki kemauan pengetahuan, emosi, dan perasaan, dan dapat dikembangkan segala potensinya; sementara pendidikan dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang menghargai martabat manusia. </li></ul><ul><li>Pendidikan dilakukan secara intensional, yakni secara sadar dan bertujuan, maka pendidikan menjadi normatif yang diikat oleh norma-norma dan nilai-nilai yang baik secara universal. </li></ul><ul><li>Teori-teori pendidikan merupakan kerangka hipotetis dalam menjawab permasalahan pendidikan. </li></ul><ul><li>Inti pendidikan terjdi dalam prosesnya. </li></ul><ul><li>Kode etik guru indonesia : </li></ul><ul><li>Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila </li></ul><ul><li>Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional </li></ul><ul><li>Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan </li></ul><ul><li>Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Ciri –ciri utama suatu profesi, yaitu : </li></ul><ul><li>Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan ( crusial ) </li></ul><ul><li>Jabatan yang menuntut keterampilan/ keahlian tertentu </li></ul><ul><li>Keterampilan/keahlian yang dituntut jabatan itu didapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah </li></ul><ul><li>Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, sistematik, ekplisit, yang bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum </li></ul><ul><li>Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama </li></ul><ul><li>Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional itu sendiri </li></ul><ul><li>Dalam memberikan layanan kepada masyarakat, anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi </li></ul><ul><li>Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgement terhadap permasalahan profesi yang dihadapinya </li></ul><ul><li>Dalam prakteknya melayanimasyarakatnya, anggota profesi otonom dan bebas dari campur tangan orang luar </li></ul><ul><li>Jabatan ini mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat, dan oleh karenanya memperoleh imbalan yang tinggi pula </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Guru merupakan personel sekolah yang memiliki kesempatan untuk bertatyap muka lebih banyak dengan siswa. Oleh karena itu, peran dan tanggung jawab guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah juga sangat diharapkan. Adapun tugas dan tanggung jawab guru dalam kegiatan ini adalah : </li></ul><ul><li>Turut serta aktif dalam membantu melaksanakan kegiatan program bimbingan dan konseling </li></ul><ul><li>Memberikan informasi tentang siswa kepada staf bimbingan dan konseling </li></ul><ul><li>Memberikan layanan instruksional ( pengajaran ) </li></ul><ul><li>Berpartisipasi dalam pertemuan kasus </li></ul><ul><li>Memberikan informasi kepada siswa </li></ul><ul><li>Meneliti kesulitan dan kemahuan siswa </li></ul><ul><li>Menilai hasil kemajuan belajar siswa </li></ul><ul><li>Mengadakan hubungan dengan orang tua siswa </li></ul><ul><li>Bekerjasama dengan konselor mengumpulkan data siswa dalam usaha mengidentifikasikan masalah yang dihadapi siswa </li></ul><ul><li>Membantu memecahkan masalah siswa </li></ul><ul><li>Mengirim masalah siswa yang tidak dapat diselesaikan kepada konselor </li></ul><ul><li>Mengidentifikasikan, menyalurkan, dan membina bakat. </li></ul>
  6. 6. REFLEKSI <ul><li>Sebagai profesional, guru harus selalu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terus-menerus. Sasaran penyikapan itu meliputi penyikapan terhadap perundang-undangan, organisasi profesi, teman sejawat, peserta didik, tempat kerja, pemimpin dan pekerjaan. </li></ul><ul><li>Sebagai jabatan yang harus dapat menjawab tantangan perkembangan masyarakat, jabatan guru harus selalu dikembangkan dan dimutakhirkan. Dalam bersikap guru harus selalu mengadakan pembaruan sesuai dengan tuntutan tugasnya. </li></ul><ul><li>Perkembangan kemampuan siswa secara optimal untuk berekreasi, mandiri, bertanggung jawab dan memecahkan masalah merupakan tanggung jawab yang besar dari kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman potensi pribadi sangat penting untuk perkembangan siswa sebagai manusia yang utuh. Disamping itu, dalam perkembangan siswa sering kali menghadapi masalah yang tidak mampu dipecahkan sendiri, sehingga mengganggu keberhasilan belajarnya. </li></ul><ul><li>Untuk membantu proses perkembangan pribadi dan mengatasi masalah yang dihadapi sering kali siswa memerlukan bantuan profesional. Sekolah harus dapat menyediakan layanan profesional yang dimaksud berupa layanan bimbingan dan konseling, karena sekolah merupakan lingkungan yang terpenting setelah keluarga . </li></ul>

×