Panduan
Penyusunan
Program Kerja
Rintisan SKM/SSN
                          KATA PENGANTAR

Berbagai upaya telah dilakukan...
Direktur Pembinaan SMA,




                                                 Dr. Sungkowo M.
                             ...
Lampiran   3. Contoh format rencana anggaran biaya (RAB) rintisan SKM/SSN                9
Lampiran   4. Contoh program ke...
Pelaksanaan rintisan SKM/SSN terdiri dari tahapan yaitu pemilihan dan penetapan
     sekolah (dilakukan Dinas Pendidikan P...
BAB II
                                 PELAKSANAAN

A.   Pengorganisasian


     Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN d...
Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dilaksanakan minimal selama 2 (dua) hari
     efektif (pelaksanaan di sekolah) di S...
U. Sekolah yang bersangkutan untuk digunakan sebagai acuan dalam
                    penyusunan program kerja sekolah
    ...
dokumen dan studi lapangan:


        Wawancara
         Wawancara merupakan kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan
    ...
akan dilakukan oleh Dit. Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan
     Provinsi/Kabupaten/Kota.


     Berdasarkan hasil justifi...
CC.Alur Kegiatan




             Bagan 1. Alur kegiatan inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN




H.    Pelaporan


    ...
Verifikasi. Oleh karena itu setelah pihak sekolah menyatakan setuju dengan hasil
     tersebut maka petugas menggandakan d...
Lampiran 1. Responden inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN


                        RESPONDEN INVENTARISASI KONDISI
   ...
4.2  Ruang perpustakaan             √           √
                              4.3  Laboratorium Biologi           √     ...
Sw = Siswa
TU = Tata Usaha
KS/YS = Komite Sekolah/Yayasan
Responden dapat dikembangkan oleh petugas sesuai dengan kepentin...
1.   Temu awal                                          Hari 1, .......2008        07.30-08.15
      Menyampaikan:
      a...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

6067498 Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan Skmssn 1

9,994 views

Published on

ds

Published in: Business
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,994
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
231
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

6067498 Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan Skmssn 1

  1. 1. Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN KATA PENGANTAR Berbagai upaya telah dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SMA. Berkaitan dengan upaya dimaksud, salah satu program Direktorat Pembinaan SMA pada tahun 2007 adalah melaksanakan program Rintisan Sekolah Kategori Mandiri/Sekolah Standar Nasional (SKM/SSN) dan Rintisan Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di sejumlah SMA, dan pada tahun 2008 program dimaksud akan terus dilanjutkan. Selain itu pada tahun 2008 juga akan dilakukan Bimbingan Teknis (Bintek) pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota s.d tingkat sekolah. Untuk memudahkan bagi semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan program- program tersebut, Direktorat Pembinaan SMA mempersiapkan bahan pendukung yang diperlukan untuk mendukung kelancaran program ini. Namun demikian naskah yang telah disiapkan ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam keseluruhan proses penyiapan perangkat/bahan pendukung dimaksud, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan seluruh dokumen yang telah kami persiapkan ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan. Jakarta, 29 Pebruari 2008
  2. 2. Direktur Pembinaan SMA, Dr. Sungkowo M. NIP. 130784257 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Tujuan 2 C. Hasil yang Diharapkan 2 BAB II PROGRAM KERJA SEKOLAH A. Prinsip-Prinsip Penyusunan Program Kerja 3 B. Ruang Lingkup Program Kerja 3 C. Kerangka Program Kerja 5 D. Penilaian 5 E. Alur Kegiatan Program Rintisan SKM/SSN 6 LAMPIRAN : Lampiran 1. Contoh format program kerja 3 tahunan 7 Lampiran 2. Contoh format program kerja operasional dan pembiayaan 8 rintisan SKM/SSN
  3. 3. Lampiran 3. Contoh format rencana anggaran biaya (RAB) rintisan SKM/SSN 9 Lampiran 4. Contoh program kerja 3 tahunan 10 Lampiran 5. Contoh program kerja operasional dan pembiayaan rintisan 13 SKM/SSN Lampiran 6. Contoh rincian rencana anggaran biaya (RAB) rintisan SKM/SSN 15 G. H. BAB I I. PENDAHULUAN Latar Belakang Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Pasal 11, Ayat 3 yang menjelaskan beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Penjelasan pasal 11, Ayat 2 dan 3 menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Sekolah Kategori Mandiri (SKM) adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Terkait dengan SKS disebutkan bahwa khusus untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dan berkategori mandiri harus menerapkan SKS jika menghendaki tetap berada pada kategori mandiri. Berdasarkan isi dan penjelasan Pasal 11, Ayat 2 dan 3 tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa Sekolah Kategori Mandiri adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi SNP dan menerapkan SKS. Berbagai upaya ditempuh agar alokasi sumber daya Pemerintah dan Pemerintah Daerah diprioritaskan untuk membantu sekolah menuju kategori mandiri/standar nasional. Sebagai realisasi dari kebijakan tersebut di atas, Direktorat Pembinaan SMA pada tahun anggaran 2007 telah memprogramkan rintisan Sekolah Kategori Mandiri/Sekolah Standar Nasional (SKM/SSN) di 441 SMA yang tersebar di 32 Provinsi, dan pada tahun 2008 diperluas menjadi 2.465 SMA di 33 Provinsi dan 465 Kabupaten/Kota. Tujuan umum dari rintisan SKM/SSN adalah memberikan bimbingan dan pendampingan pada sekolah agar mencapai kategori mandiri. Selain itu, sekolah rintisan SKM/SSN diharapkan dapat dijadikan sebagai model/rujukan SKM/SSN bagi sekolah lain di sekitarnya.
  4. 4. Pelaksanaan rintisan SKM/SSN terdiri dari tahapan yaitu pemilihan dan penetapan sekolah (dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota), TOT bagi Tim SKM/SSN Provinsi, inventarisasi kondisi sekolah rintisan SKM/SSN, penyusunan dan penilaian program kerja, pelaksanaan program, dan supervisi dan evaluasi. Sebagai acuan pelaksanaan tahapan inventarisasi kondisi, Dit. Pembinaan SMA menyusun panduan inventarisasi kondisi sekolah rintisan SKM/SSN. Tujuan Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dilaksanakan dengan tujuan : Mengidentifikasi kondisi riil sekolah berdasarkan profil rintisan SKM/SSN, yang mencakup: J. Standar isi dan standar kompetensi lulusan K. Standar proses L. Standar pendidik dan tenaga kependidikan M. Standar sarana dan prasarana N. Standar pengelolaan O. Standar pembiayaan P. Standar penilaian Q. Dukungan internal dan eksternal 2. Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi riil sekolah dengan profil rintisan SKM/SSN 3. Mengidentifikasi komponen/isi kegiatan yang harus disusun oleh sekolah dalam bentuk program kerja sekolah 4. Melakukan pemetaan kondisi awal sekolah rintisan SKM/SSN per provinsi dan nasional. Sasaran Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dilakukan di SMA yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang akan melaksanakan tahun pertama. Hasil yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dari inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN adalah: Adanya informasi yang obyektif dan akurat tentang kondisi riil sekolah berdasarkan hasil identifikasi/verifikasi profil rintisan SKM/SSN 2. Teridentifikasinya kesenjangan antara kondisi riil sekolah dengan profil rintisan SKM/SSN 3. Teridentifikasinya komponen/isi program kerja sekolah berdasarkan hasil analisis kesenjangan 4. Sekolah mampu menyusun program kerja rintisan SKM/SSN sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan pencapaian SKM/SSN 5. Tersusunnya peta kondisi awal sekolah rintisan kategori mandiri per provinsi dan nasional
  5. 5. BAB II PELAKSANAAN A. Pengorganisasian Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dikoordinasikan dan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota berdasarkan perangkat yang telah disiapkan bersama antara Dit. Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. B. Waktu dan Tempat
  6. 6. Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dilaksanakan minimal selama 2 (dua) hari efektif (pelaksanaan di sekolah) di SMA yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi sebagai rintisan SKM/SSN. Dinas Pendidikan menetapkan jadwal pelaksanaan supervisi sesuai dengan kesiapan petugas dan jumlah sekolah. C. Petugas 1. Unsur dan Jumlah Petugas Petugas Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN berasal dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota yang telah mengikuti TOT di tingkat Pusat (Dit. Pembinaan SMA) maupun TOT yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi setempat. 2. Tugas dan tanggungjawab Petugas a. Melakukan temu awal dengan Kepala Sekolah dan staf yang ditunjuk untuk menjelaskan maksud, tujuan, kegiatan dan jadwal inventarisasi kondisi di sekolah b. Menunjukkan surat tugas masing-masing. c. Melakukan studi dokumen, studi lapangan, dan wawancara untuk mengumpulkan kebutuhan data dan informasi sesuai dengan instrumen verifikasi rintisan sekolah kategori mandiri. d. Melakukan justifikasi “Kondisi Sekolah Saat Ini” berdasarkan hasil kegiatan butir c, dengan cara menilai tingkat ketersediaan/terpenuhinya baik kualitas maupun kuantitas dari seluruh aspek dan indikator pada tujuh komponen profil SMA kategori mandiri, yang meliputi : standar isi dan standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan e. Memberikan rekomendasi komponen/isi kegiatan program kerja sekolah berdasarkan hasil butir d. f. Mendiseminasikan mekanisme dan teknik penyusunan program kerja sekolah rintisan SKM/SSN. g. Melakukan temu akhir dengan Kepala Sekolah dan staf/guru yang ditunjuk sebagai Penanggungjawab SKM/SSN sekolah yang bersangkutan, untuk menjelaskan antara laian tentang : R. proses dan hasil pelaksanaan inventarisasi kondisi S. proses penyusunan program kerja sekolah, dan T. proses penilaian program kerja sekolah. h. Mengolah data, menyusun dan menyampaikan laporan hasil inventarisasi kondisi kepada:
  7. 7. U. Sekolah yang bersangkutan untuk digunakan sebagai acuan dalam penyusunan program kerja sekolah V. Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota setempat sebagai laporan pelaksanaan tugas yang akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan Pembinaan pada sekolah yang bersangkutan. W. Penanggungjawab Kegiatan dan PUMK Peningkatan Mutu SMA di Provinsi setempat, dalam bentuk hard copy/soft copy, sebagai acuan dalam pelaksanaan penilaian program kerja sekolah lebih lanjut. D. Perangkat Perangkat inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN terdiri atas: X. Panduan Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN Y. Instrumen Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN E. Responden Responden inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran, Guru BK, Staf TU, Siswa, Komite Sekolah, dan Yayasan. Z. Strategi Pelaksanaan AA.Temu Awal Temu awal merupakan kegiatan pertemuan antara Petugas dengan Kepala Sekolah dan staf yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pengembangan SKM untuk menjelaskan tentang: maksud, tujuan, jadwal, responden, dan substansi materi pelaksanaan supervisi. Selanjutnya, meminta sekolah untuk menunjuk 1-2 orang personil (Guru dan/atau Staf TU) untuk mendampingi Petugas selama melaksanakan tugas sampai pengolahan hasil. Kegiatan temu awal diupayakan tidak menggunakan waktu terlalu lama (30-45 menit). BB.Pelaksanaan Inventarisasi Kondisi a. Pengumpulan Data dan Informasi Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara, studi
  8. 8. dokumen dan studi lapangan:  Wawancara Wawancara merupakan kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan responden berkaitan dengan materi inventarisasi kondisi. Substansi wawancara mengacu pada instrumen.  Studi Dokumentasi Studi dokumentasi merupakan pengecekan ketersediaan, kualitas dan kebenaran dokumen yang terkait dengan substansi verifikasi seperti : dukumen KTSP, silabus, RPP, bahan ajar/buku perpustaan, dokumen penilaian, data ketenagaan/kesiswaan dan data pendukung lain.  Studi/Observasi Lapangan Studi lapangan merupakan pengamatan langsung pada obyek seperti: ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, lingkungan belajar, infrastruktur TIK, dan lain-lain. Secara teknis, kegiatan wawancara, studi dokumen dan studi lapangan tidak dilakukan secara terpisah tetapi dapat dilakukan secara simultan sesuai dengan karakteristik obyek. b. Pengolahan Hasil dan Perumusan Program Kerja Pengolahan hasil merupakan kegiatan pengisian instrumen dengan menggunakan format (software) yang disiapkan bersama Direktorat Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan Provinsi pada saat TOT. Kegiatan pengolahan data dan penyusunan laporan dilakukan secara simultan selama kegiatan berlangsung, dan harus sudah selesai pada saat kegiatan di sekolah berakhir. Pengolahan hasil dilakukan dengan mengisi kolom ”Kondisi Nyata Saat Ini”, yang dilakukan secara professional judgement dengan mengacu pada hasil wawancara, studi dokumen dan studi lapangan. Pada kegiatan pengolahan hasil hendaknya dapat ditekan sekecil mungkin unsur subyektivitas petugas, sehingga hasilnya benar- benar menggambarkan kondisi riil sekolah. Dominasi subyektivitas petugas akan sangat merugikan sekolah karena akan diperoleh hasil semu sehingga dapat berakibat pada kesalahan pembinaan yang
  9. 9. akan dilakukan oleh Dit. Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. Berdasarkan hasil justifikasi ”Kondisi Nyata Saat ini”, petugas menyusun draf program kerja sekolah di kolom ”Program Kerja Sekolah”. Penyusunan program kerja sekolah dilakukan terhadap Aspek/Indikator yang Kondisi Nyata Saat Ini belum memenuhi kategori (tidak diberi tanda √). Kegiatan pengolahan hasil dan perumusan program kerja dilakukan oleh Petugas bersama-sama dengan penanggungjawab program SKM/SSN yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah. c. Penyepakatan Hasil dan Informasi Penyusunan Program Kerja Sekolah Setelah dipastikan instrumen inventarisasi kondisi terisi secara lengkap, maka Petugas melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah dan PJP SKM untuk menjelaskan sekaligus menyepakati hasil inventarisasi kondisi baik yang berkaitan dengan justifikasi ”Kondisi Nyata Saat Ini” maupun substansi ”Program Kerja Sekolah”. Pihak sekolah diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan terhadap hasil inventarisasi kondisi yang belum lengkap dan/atau tidak sesuai dengan persepsi sekolah. Dalam hal terdapat perbedaan pendapat yang signifikan, hendaknya sekolah dan Petugas melakukan peninjauan ulang untuk dicapai kesepakatan bersama. Setelah terjadi persamaan persepsi tentang hasil inventarisasi kondisi, maka Petugas dan Kepala Sekolah menandatangani hasil tersebut dalam 4 (empat) rangkap, masing-masing untuk: Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi (PUMK Peningkatan Mutu SMA Provinsi), dan Dit. Pembinaan SMA.
  10. 10. CC.Alur Kegiatan Bagan 1. Alur kegiatan inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN H. Pelaporan Instrumen inventarisasi kondisi dirancang sekaligus sebagai laporan Petugas
  11. 11. Verifikasi. Oleh karena itu setelah pihak sekolah menyatakan setuju dengan hasil tersebut maka petugas menggandakan dalam 4 (empat) rangkap seperti dijelaskan pada butir F.2.c di atas. Petugas menyerahkan hasil inventarisasi kondisi selambat-lambatnya satu minggu setelah kegiatan selesai kepada Dinas Pendidikan Provinsi setempat. Kemudian Dinas Pendidikan mengirimkan rangkuman hasil verifikasi seluruh SMA di wilayahnya, dan menyampaikan ke Direktorat Pembinaan SMA, selambat- lambatnya satu minggu setelah seluruh kegiatan inventarisasi kondisi di wilayahnya selesai, dialamatkan Kepada: Direktur Pembinaan SMA U.p. Kasubdit Pembelajaran Kompleks Depdiknas, gd. B . Lantai 1, Jl. RS Fatmawati, Cipete Jakarta Selatan I. Pembiayaan Seluruh pembiayaan kegiatan inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dibebankan kepada anggaran Dinas Pendidikan Provinsi setempat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  12. 12. Lampiran 1. Responden inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN RESPONDEN INVENTARISASI KONDISI RINTISAN SKM/SSN DI SMA Profil Sekolah Kategori Mandiri Komponen Aspek dan Indikator 1.1 Memiliki dokumen √ √ √ √ Kurikulum 1.2 Komponen KTSP √ √ √ √ 1.3 Penyusunan/ √ √ √ √ pengembangan silabus 2.1 Penyiapan perangkat √ √ pembelajaran 2.2 Pelaksanaan proses √ √ √ pembelajaran 2.3. Pengawasan proses √ √ √ pembelajaran 3.1 Kualifikasi akademik √ tenaga pendidik 3.2 Tenaga kependidikan √ 4.1 Ruang kelas √ √
  13. 13. 4.2 Ruang perpustakaan √ √ 4.3 Laboratorium Biologi √ √ 4.4 Laboratorium Fisika √ √ 4.5 Laboratorium Kimia √ √ 4.6 Laboratorium √ √ Komputer 4.7 Laboratorium Bahasa √ √ 4.8 Ruang pimpinan √ √ 4.9 Ruang guru √ √ 4.10 Ruang tata usaha √ √ 4.11 Tempat beribadah √ √ 4.12 Ruang konseling √ √ 4.13 Ruang UKS √ √ 4.14 Ruang organisasi √ √ kesiswaan 4.15 Jamban √ √ 4.16 Gudang √ √ 4.17 Ruang sirkulasi √ √ 4.18 Ruang bermain/ √ √ berolahraga 5.1 Perencanaan program √ √ 5.2 Pedoman pengelolaan √ √ sekolah 5.3 Struktur organisasi √ √ sekolah 5.4 Pelaksanaan kegiatan √ √ sekolah 5.5 Kesiswaan √ √ 5.6 Pengawasan √ √ 5.7 Evaluasi √ √ 5.8 Sistem informasi √ √ manajemen 6.1 Jenis dan Sumber √ √ √ pembiayaan 6.2 Program pembiayaan √ √ √ Profil Sekolah Kategori Mandiri Komponen Aspek dan Indikator 7.1 Perangkat penilaian √ √ 7.2 Pelaksanaan penilaian √ √ 7.3 Hasil penilaian √ √ 8.1 Kesiapan √ √ √ √ √ √ √ 8.2 Dukungan Eksternal √ Keterangan: K = Kepala Sekolah Wk1 = Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik Wk2 = Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana Wk3 = Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Gr = Guru
  14. 14. Sw = Siswa TU = Tata Usaha KS/YS = Komite Sekolah/Yayasan Responden dapat dikembangkan oleh petugas sesuai dengan kepentingan aspek dan indikator Lampiran 2. Contoh jadwal kegiatan inventarisasi kondisi SKM/SSN di sekolah JADWAL INVENTARISASI KONDISI SKM/SSN SMA ................................. TANGGAL : ...... S.D ................ 2008 No. Kegiatan Hari, Tanggal Jam
  15. 15. 1. Temu awal Hari 1, .......2008 07.30-08.15 Menyampaikan: a. Menyampaikan maksud dan tujuan b. Jadwal kegiatan c. Meminta pendamping 2. Pengumpulan data dan informasi 8 Hari 1, .......2008 08.15-16.00 komponen profil rintisan SKM/SSN (wawancara, studi dokumen, studi lapangan) 3. Lanjutan pengumpulan data dan informasi Hari 2, .......2008 07.30-10.00 8 komponen profil rintisan SKM/SSN (wawancara, studi dokumen, studi lapangan) 4. Pengolahan Hasil dan Perumusan Program Hari 2, .......2008 10.00-14.00 Kerja 5. a. Penyepakatan Hasil Hari 2, .......2008 14.00-16.00 b. Informasi Penyusunan Program Kerja Sekolah 6. Penutupan Hari 2, .......2008 16.00-16.15 Catatan: Kegiatan, jumlah hari dan jam dapat dikembangkan lebih lanjut oleh petugas sesuai dengan situasi dan kondisi setempat

×