Hukum perbandingan berganda dan volume

1,626 views

Published on

Hukum perbandingan berganda dan volume

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,626
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
45
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum perbandingan berganda dan volume

  1. 1. Welcome To Our Presentation Aulia Rahmadi Harfah Eka Christina Doloksaribu Nabila Humairah Adilah Maulani Rizcha Fitri Vithya Albagin
  2. 2. Here is About Us (:
  3. 3. Hukum Perbandingan 1 •Berganda 2 •Volume Menu Utama
  4. 4. HUKUM PERBANDINGAN Berganda . Menu Utama
  5. 5. Hukum Perbandingan Berganda Bila dua unsur membentuk lebih dari satu senyawa, perban-dingan massa dari unsur pertama dengan unsur kedua meru-pakan bilangan yang sederhana. Metana H C H Etilena C H BA =5 BA =1 BA =1 BA =5 BA =1 Per gram hidrogen dalam gas etilena terdapat 5 gram karbon, jadi 5 gram karbon 1 gram hidrogen Menu Utama
  6. 6. Per gram hidrogen dalam gas metana terdapat 2,5 gram karbon, jadi 5 g karbon 2 g hidrogen Perbanding an 2,5 g karbon 1 g hidrogen 5 g karbon/1 g hidrogen 2,5 g karbon/1 g hidrogen 2 1 Dalton meneliti bahwa hidrogen pada gas metana adalah dua kali dari hidrogen yang terdapat pada gas etilena. Ia menyatakan bahwa rumus gas metana adalah H2 dan etilena CH (Rumus yang benar berdasarkan pengetahuan sekarang adalah CH4 dan C2H4). Menu Utama
  7. 7. Menu Utama
  8. 8. • Dalam senyawa CO terdapat 1 atom C dan 1 atom O, sedangkan untuk CO2 terdapat 1 atom C dan 2 tom O. Massa atom C adalah 12 gram dan atom O adalah 16 gram, Karena kedua senyawa tersebut mmiliki 1 atom C dengan massa 12, maka perbandingan massa atom oksigen pada senyawa pertama dan kedua adalah 16 gram dan 32 gram, atau 1 : 2. Lihat bagan 6.14. Bagan 6.14. Perbandingan komposisi massa atom karbon terhadap oksigen pada senyawa karbon monoksida dan karbon dioksida Menu Utama
  9. 9. Untuk lebih mudah memahaminya, kita ambil contoh yang lain dimana atom nitrogen dapat membentuk senyawa N2O, NO, N2O3, dan N2O4, Massa atom nitrogen adalah 14 dan massa atom oksigen adalah 16. enyawa N2O, memiliki rasio sebesar 28 : 16, senyawa NO, 14 : 16, N2O3, 28 : 48 dan senyawa N2O4, memiliki rasio 28 : 64. Rasio ini, kita sederhanakan lagi sehingga sampai dengan rasio terkecilnya. Komposisi massa untuk keempat senyawa resebut disederhanakan dalam Tabel 6.15. Tabel 6.15. Perbandingan nitrogen dan oksigen dalam beberapa senyawa • Dari tabel tampak bahwa rasio terkecil untuk senyawa N2O, NO, N2O3, dan N2O4, berturut-turut adalah 7:4, 7:8, 7:12 dAN 7 : 16. Dapat kita simpulkan rasio oksigen yang berikatan dengan nitrogen dalam keempat senyawa itu adalah 4 : 8 : 12 : 16 atau 1 : 2 : 3 : 4. Menu Utama
  10. 10. Menu Utama
  11. 11. • Pada tahun 1808, ilmuwan Perancis, Joseph Louis Gay Lussac, berhasil melakukan berbagai percobaan/reaksi menggunakan berbagai macam gas dengan volume sebagai titik perhatiannya. Menurut Gay Lussac 2 volume gas hidrogen bereaksi dengan 1 volume gas oksigen membentuk 2 volume uap air. Reaksi pembentukan uap air berjalan sempurna, memerlukan 2 volume gas hidrogen dan 1 volume gas oksigen, untuk menghasilkan 2 volume uap air, lihat model percobaan pembentukan uap air pada Gambar 6.15. Gambar 6.15. Model percobaan Gay Lussac untuk pembentukan uap air dari gas hidrogen dan oksigen Menu Utama
  12. 12. Menu Utama
  13. 13. • Untuk lebih menyederhanakan pengertian dari konsep perbandingan volume yang diajukan oleh Gay Lussac, perhatikan contoh kasus dibawah ini pengukuran dilakukan pada ruang yang sama artinya suhu dan tekanannya sama. Reaksi antara gas nitrogen sebanyak 2 liter dengan gas Tabel menghasilkan hydrogen sebanyak 6 liter 6.16. Beberapa contoh reaksi gas yang menunjukan gas amoniak sebanyak 3 Liter, sehingga tetap perbandingan volume yang perbandingan dari ketiga gas tersebut adalah 2 : 6 : 3, masing-masing untuk gas N2, H2, dan gas NH3. Perhatikan Tabel 6.16. Menu Utama
  14. 14. HUKUM DASAR KIMIA X HUKUM DALTON (hukum perbandingan berganda) Apabila dua macam unsur membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka perbandingan massa unsur yang mengikat sejumlah yang sama unsur yang lain merupakan bilangan bulat dan sederhana. Unsur N dan O dapat membentuk senyawa NO, N2O3, NO2,, N2O5, maka perbandingan unsur O yang diikat sejumlah sama unsur N adalah 2 : 3 : 4 : 5 (bulat dan sederhana) 14
  15. 15. LATIHAN 1. Unsur Nitrogen dan Oksigen dapat membentuk dua macam senyawa dengan data sebagai berikut Senyawa Massa Nitrogen Massa Oksigen I 28 gram 32 gram II 28 gram 64 gram Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Dalton Jawab : Senyawa I II Perbandingan Massa Nitrogen : Massa Oksigen 28 : 32 = 7 : 8 28 : 64 = 7 : 16 Jadi perbandingan massa oksigen yang mengikat sejumlah unsur nitrogen yang sama = 8 : 16 = 1 : 2 Perbandingan massa oksigen antara senyawa I dan senyawa II merupakan bilangan bulat dan sederhana sehingga memenuhi hukum dalton 15
  16. 16. X 2. Unsur Karbon dan Oksigen dapat membentuk dua macam senyawa dengan data sebagai berikut Senyawa Massa Karbon Massa Oksigen CO 0,12 gram 0,16 gram CO2 0,24 gram 0,64 gram Gunakan data tersebut berlakunya hukum Dalton untuk menguji Jawab : Senyawa CO CO2 Perbandingan Massa Karbon : Massa Oksigen 0,12 : 0,16 = 3 : 4 0,24 : 0,64 = 3 : 8 Jadi perbandingan massa oksigen yang mengikat sejumlah 4:8=1:2 unsur karbon yang sama = Kesimpulan : Hukum dalton berlaku, karena perbandingan massa oksigen antara senyawa I dan senyawa II merupakan bilangan bulat dan 16 sederhana
  17. 17. 3. Unsur A dan B membentuk dua senyawa. Senyawa I mengandung 15 gram A dan 80 gram B. Senyawa II mengandung 30 gram A dan 240 gram B. Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Dalton Jawab : X ` Senyawa Massa A Massa B I 15 Gramm 80 Gram II 30 Gram 240 Gram Senyawa I II Perbandingan Massa A : Massa B 15 : 80 = 3 : 16 30 : 240 = 3 : 24 Jadi perbandingan massa B yang mengikat sejumlah massa A yang sama = 16 : 24 = 2 : 3 Kesimpulan : : Sesuai dengan hukum dalton, karena Kesimpulan perbandingan massa B antara senyawa I dan senyawa 17 II merupakan bilangan bulat dan sederhana
  18. 18. HUKUM DASAR KIMIA X HUKUM GAY LUSSAC (hukum perbandingan volume) Apabila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka perbandingan volume gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana Dalam reaksi kimia perbandingan volume gas 18 = perbandingan koefisien
  19. 19. X LATIHAN 1. Pada reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen menghasilkan uap air. Berapa liter gas oksigen yang diperlukan dan berapa liter uap air yang dihasilkan apabila gas hidrogen yang direaksikan sebanyak 12 liter. Jawab : Persamaan reaksi : Perbandingan volume: Volume : 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) 2 12 L 1 6L 2 12 L Jadi volume gas oksigen yang diperlukan 6 L sedangkan uap air yang dihasilkan 12 L 19
  20. 20. X LATIHAN 2. Pada temperatur dan tekanan yang sama direaksikan 30 mL gas hidrogen dengan 10 mL gas nitrogen menghasilkan gas amoniak. Tentukan jumlah volume gas amoniak yang terbentuk! Jawab : Persamaan reaksi : Perbandingan volume: Volume 3H2(g) + N2(g)  2NH3(g) 3 : 30 mL 1 10 mL 2 20 mL Jadi volume gas amoniak yang terbentuk 20 mL 20
  21. 21. X LATIHAN 3. Berapa volume gas belerang trioksida yang terbentuk apabila 2 Liter gas belerang dioksida bereaksi sempurna dengan gas oksigen? Jawab : Persamaan reaksi : 2SO2(g) + O2(g)  2SO3(g) Perbandingan volume : Volume : 2 1 2 2L 1L 2L Jadi volume gas belerang trioksida yang terbentuk 2 L 21

×