Tabel periodik unsur

9,884 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
9,884
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
40
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tabel periodik unsur

  1. 1. Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga sifat kimia unsur- unsur tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel. Setiap unsur didaftarkan berdasarkan nomor atom dan lambang unsurnya. Tabel periodik standar memberikan informasi dasar mengenai suatu unsur. Ada juga cara lain untuk menampilkan unsur-unsur kimia dengan memuat keterangan lebih atau dari persepektif yang berbeda. Berdasarkan hal inilah struktur tabel disusun. Karena elektron terluar menentukan sifat kimia suatu unsur, unsur-unsur yang segolongan umumnya mempunyai sifat kimia yang mirip. Unsur-unsur segolongan yang berdekatan mempunyai sifat fisika yang mirip, meskipun massa mereka jauh berbeda. Unsur-unsur seperiode yang berdekatan mempunyai massa yang hampir sama, tetapi sifat yang berbeda. Sebagai contoh, dalam periode kedua, yang berdekatan dengan Nitrogen (N) adalah Karbon (C) dan Oksigen (O). Meskipun massa unsur-unsur tersebut hampir sama (massanya hanya selisih beberapa satuan massa atom), mereka mempunyai sifat yang jauh berbeda, sebagaimana bisa dilihat dengan melihat alotrop mereka: oksigen diatomik adalah gas yang dapat terbakar, nitrogen diatomik adalah gas yang tak dapat terbakar, dan karbon adalah zat padat yang dapat terbakar (ya, berlian pun dapat terbakar!). Sebaliknya, yang berdekatan dengan unsur Klorin (Cl) di tabel periodik, dalam golongan Halogen, adalah Fluorin (F) dan Bromin (Br). Meskipun massa unsur-unsur tersebut jauh berbeda, alotropnya mempunyai sifat yang sangat mirip: Semuanya bersifat sangat korosif (yakni mudah bercampur dengan logam membentuk garam logam halida); klorin dan fluorin adalah gas, sementara bromin adalah cairan bertitik didih yang rendah; sedikitnya, klorin dan bromin sangat berwarna. Klasifikasi[sunting] Golongan[sunting] Kolom dalam tabel periodik disebut golongan. Ada 18 golongan dalam tabel periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai konfigurasi elektron valensi yang mirip, sehingga mempunyai sifat yang mirip pula. Ada tiga sistem pemberian nomor golongan. Sistem pertama memakai angka Arab dan dua sistem lainnya memakai angka Romawi. Nama dengan angka Romawi adalah nama golongan yang asli tradisional. Nama dengan angka Arab adalah sistem tatanama baru yang disarankan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Sistem penamaan tersebut dikembangkan untuk menggantikan kedua sistem lama yang menggunakan angka Romawi karena kedua sistem tersebut membingungkan, menggunakan satu nama untuk beberapa hal yang berbeda. Golongan bisa dianggap sebagai cara yang paling penting dari mengklasifikasi unsur. Pada beberapa golongan, unsur-unsurnya ada yang sangat mirip sifatnya dan memiliki kecenderungan sifat yang jelas jika ditelusuri menurun di dalam kolom. Golongan-golongan ini sering diberi nama umum (tak sistematis) sebagai contoh: logam alkali, logam alkali tanah, halogen, khalkogen, dan gas mulia. Beberapa golongan lainnya dalam tabel tidak
  2. 2. menampilkan sebanyak persamaan maupun kecenderungan sifat secara vertikal (sebagai contoh Kelompok 14 dan 15), golongan ini tidak memiliki nama umum. Periode[sunting] Baris dalam tabel periodik disebut periode. Walaupun golongan adalah cara yang paling umum untuk mengklasifikasi unsur, ada beberapa bagian di tabel unsur yang kecenderungan sifatnya secara horisontal dan kesamaan sifatnya lebih penting dan mencolok daripada kecenderungan vertikal. Fenomena ini terjadi di blok-d (atau "logam transisi"), dan terutama blok-f, dimana lantinida dan aktinida menunjukan sifat berurutan yang sangat mencolok. Periodisitas Sifat Kimia[sunting] Nilai utama dari tabel periodik adalah kemampuan untuk memprediksi sifat kimia dari sebuah unsur berdasarkan lokasi di tabel. Perlu dicatat bahwa sifat kimia berubah banyak jika bergerak secara vertikal di sepanjang kolom di dalam tabel dibandingkan secara horizontal sepanjang baris. Kecenderungan Periodisitas dalam Golongan[sunting] Kecenderungan periodisas dari energi ionisasi Teori struktur atom mekanika kuantum modern menjelaskan kecenderungan golongan dengan memproposisikan bahwa unsur dalam golongan yang sama memiliki konfigurasi elektron yang sama dalam kulit terluarnya, yang merupakan faktor terpenting penyebab sifat kimia yang mirip. Unsur-unsur dalam golongan yang sama juga menunjukkan pola jari-jari atom, energi ionisasi, dan elektronegativitas. Dari urutan atas ke bawah dalam golongan, jari- jari atom unsur bertambah besar. Karena lebih banyak susunan energi yang terisi, elektron valensi terletak lebih jauh dari inti. Dari urutan atas, setiap unsur memiliki energi ionisasi yang lebih rendah dari unsur sebelumnya karena lebih mudahnya sebuah elektron terlepas karena elektron terluarnya yang semakin jauh dari inti. Demikian pula, suatu golongan juga menampilkan penurunan elektronegativitas dari urutan atas ke bawah karena peningkatan jarak antara elektron valensi dan inti. Kecenderungan Periodisasi Periode[sunting] Unsur-unsur dalam periode yang sama memiliki kecenderungan dalam jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron dan elektronegativitas. Dari kiri ke kanan, jari-jari atom biasanya menurun. Hal ini terjadi karena setiap unsur mendapat tambahan proton dan elektron yang menyebabkan elektron tertarik lebih dekat ke inti. Penurunan jari-jari atom ini juga
  3. 3. menyebabkan meningkatnya energi ionisasi jika bergerak dari urutan kiri ke kanan. Semakin rapat terikatnya suatu unsur, semakin banyak energi yang diperlukan untuk melepaskan sebuah elektron. Demikian juga elektronegativitas, yang meningkat bersamaan dengan energi ionisasi karena tarikan oleh inti pada elektron. Afinitas elektron juga mempunyai kecenderungan, walau tidak semenyolok pada sebuah periode. Logam (bagian kiri dari perioda) pada umumnya memiliki afinitas elektron yang lebih rendah dibandingkan dengan unsur nonmetal (periode sebelah kanan), dengan pengecualian gas mulia. Sejarah[sunting] Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah tabel periodik Tabel periodik pada mulanya diciptakan tanpa mengetahui struktur dalam atom: jika unsur- unsur diurutkan berdasarkan massa atom lalu dibuat grafik yang menggambarkan hubungan antara beberapa sifat tertentu dan massa atom unsur-unsur tersebut, akan terlihat suatu perulangan atau periodisitas sifat-sifat tadi sebagai fungsi dari massa atom. Orang pertama yang mengenali keteraturan tersebut adalah ahli kimia Jerman, yaitu Johann Wolfgang Döbereiner, yang pada tahun 1829 memperhatikan adanya beberapa triade unsur-unsur yang hampir sama. Beberapa triade Unsur Massa atom Kepadatan Klorin 35,5 0,00156 g/cm3 Bromin 79,9 0,00312 g/cm3 Iodin 126,9 0,00495 g/cm3 Kalsium 40,1 1,55 g/cm3 Stronsium 87,6 2,6 g/cm3 Barium 137 3,5 g/cm3 Temuan ini kemudian diikuti oleh ahli kimia Inggris, yaitu John Alexander Reina Newlands, yang pada tahun 1865 memperhatikan bahwa unsur-unsur yang bersifat mirip ini berulang dalam interval delapan, yang ia persamakan dengan oktaf musik, meskipun hukum oktaf-nya diejek oleh rekan sejawatnya. Akhirnya, pada tahun 1869, ahli kimia Jerman Lothar Meyer dan ahli kimia Rusia Dmitry Ivanovich Mendeleyev hampir secara bersamaan mengembangkan tabel periodik pertama, mengurutkan unsur-unsur berdasarkan massanya. Akan tetapi, Mendeleyev meletakkan beberapa unsur menyimpang dari aturan urutan massa agar unsur-unsur tersebut cocok dengan sifat-sifat tetangganya dalam tabel, membetulkan kesalahan beberapa nilai massa atom, dan meramalkan keberadaan dan sifat-sifat beberapa unsur baru dalam sel-sel kosong di tabelnya. Keputusan Mendeleyev itu belakangan terbukti benar dengan ditemukannya struktur elektronik unsur-unsur pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Tabel Periodik Golongan
  4. 4. IA IIA IIIB IVB VB VIB VIIB ... VIII ... IB IIB IIIA IVA Grup 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 P e r i o d e 1 1 H 2 3 Li 4 Be 5 B 6 C 3 11 Na 12 Mg 13 Al 14 Si 4 19 K 20 Ca 21 Sc 22 Ti 23 V 24 Cr 25 Mn 26 Fe 27 Co 28 Ni 29 Cu 30 Zn 31 Ga 32 Ge 5 37 Rb 38 Sr 39 Y 40 Zr 41 Nb 42 Mo 43 Tc 44 Ru 45 Rh 46 Pd 47 Ag 48 Cd 49 In 50 Sn 6 55 Cs 56 Ba 57 La 72 Hf 73 Ta 74 W 75 Re 76 Os 77 Ir 78 Pt 79 Au 80 Hg 81 Tl 82 Pb 7 87 Fr 88 Ra 89 Ac 104 Rf 105 Db 106 Sg 107 Bh 108 Hs 109 Mt 110 Ds 111 Rg 112 Uub 113 Uut 114 Uuq 58 Ce 59 Pr 60 Nd 61 Pm 62 Sm 63 Eu 64 Gd 65 Tb 66 Dy 67 Ho 68 Er 69 Tm 90 Th 91 Pa 92 U 93 Np 94 Pu 95 Am 96 Cm 97 Bk 98 Cf 99 Es 100 Fm 101 Md Keterangan: Alkali Alkali Tanah Logam Transisi Lantanida Aktinida Logam Lainnya Metalloid Non Lo Tabel Periodik Unsur Kimia. Dmitri Mendeleev adalah ilmuwan pertama yang membuat tabel periodik unsur kimia yang mirip dengan yang kita gunakan saat ini di pelajaran kimia. Tabel periodik ini menunjukkan bahwa unsur-unsur kimia diurutkan berdasarkan berat atomnya, pola muncul di mana sifat-sifat unsur berulang secara periodik. Tabel unsur kimia ini adalah tabel periodik unsur yang kelompok unsur sesuai dengan sifat yang mirip mereka. Orang-orang telah mengenal tentang unsur-unsur kimia seperti karbon dan emas sejak zaman kuno. Unsur-unsur tidak bisa diubah menggunakan metode kimia. Setiap elemen memiliki jumlah proton yang unik. Jika Anda memeriksa sampel besi dan perak, Anda tidak bisa mengatakan berapa banyak proton dari atom beri atau perak tersebut. Namun, Anda dapat mengetahui bahwa mereka adalah unsur yang berbeda karena mereka
  5. 5. memiliki sifat yang berbeda. Anda mungkin melihat ada lebih banyak kesamaan antara besi dan perak dibandingkan antara besi dan oksigen. Mungkinkah ada cara untuk menyusun suatu elemen sehingga Anda bisa mengathui dengan cepat mana yang memiliki sifat yang mirip? nah itulah gunanya tabel periodik unsur kimia. Nah, kalau anda susah menghapal unsur periodik, anda bisa mencetak tabel unsur periodik di atas, sehingga kalau sewaktu-waktu dibutuhkan anda tinggal membacanya, tapi jangan digunakan untuk mencontek ketika ujian kimia. Kegunaan Sistem Periodik Kegunaan sistem periodik adalah untuk memprediksi harga bilangan oksidasi, diantaranya: 1. Nomor golongan unsur, baik dari unsur utama atau unsur transisi yang menyatakan bahwa bilangan oksidasi tertinggi akan dapat dicapai oleh unsur tersebut. Kondisi ini juga berlaku untuk unsur logam maupun unsur non logam. 2. Untuk mengetahui bilangan oksidasi terendah yang bisa dicapai oleh suatu unsur non logam yaitu dengan mengurangi nomor golongan dengan delapan. Sedangkan unsur logam memiliki bilangan oksidasi terendah sebesar nol. Kondisi tersebut disebabkan oleh unsur logam yang tidak mungkin memiliki bilangan oksidasi negatif. Pada tahun 1869, Dmitri Mendeleev dari rusia dan Julius Lothar Meyer dari jerman menemukan cara baru untuk menyusun unsur-unsur kimia.Mereka bekerja secara terpisah, tetapi menghasilkan tabel periodik yang hampir sama pada waktu yang hampir bersamaan pula. Mendeleev menpresentasikan hasil kerjanya di depan Persatuan Ahli Kimia Rusia (Russian Chemical Society) pada permulaan tahun 1896, sedangkan tabel periodik Meyer baru dikemukakan pada bulan Desember 1896. apakah perbedaan dan persamaan antara tabel periodik Mendeleev dam Meyer? A. Tabel Periodik Mendeleev
  6. 6. Mendeleev menemukan bahwa jika unsur di susun menurut mas atom yang meningkat, maka unsur dengan sifat-sifat yang sama akan tersusun secara periodik. Mendeleev mereaksikan beberapa unsur dengan gas klor. Hasilnya adalah senyawa yang larut dalam air dengan rumus umum MCl. Fakta yang sama ditunjukan oleh unsur Be, Mg, Ca, dan Sr yang membentuk senyawa BeCl2, MgCl2, CaCl2, dan SrCl2. Mengacu pada sifat-sifat unsur, Mendeleev menyusun unsur-unsur menggunakan kartu yang jumlahnya sama dengan jumlah unsur yang saat itu di ketahui. Setiap kartu bertuliskan sifat- sifat unsur dan berat atom. Ia menemukan pengulang sifat unsur dalam daftar unsurnya. Mendeleev mengelompokan unsur-unsur tersebut kedalam beberapa baris. Unsur-unsur yang terletak dalam kolom yang sama mempunyai sifat yang sama. Mengapa Mendeleev mengosongkan beberapa kotak pada tabelnya? Beberapa kotak pada tabel periodik Mendeleev yang di kosongkan (tidak diisi unsur) diperuntukkan bagi unsur yang belum d temukan pada saat itu. Inilah kelebihan tabel periodik Mendeleev. Mendeleev meramalkan 3 unsur yang letaknya berada dibawah aluminium, boron, dan silikon. Unsur yang di ramalkan Mendeleev itu di beri nama eka-aluminium, eka- boron, dan eka-silikon. eka-aluminium di perkirakan akn mempunyai sifat yang mirip denga aluminium, eka-boron mirip dengan boron, sedangkan eka silikon mirip dengan silikon. Pada Nopember 1875, Lecoq de Boisbaudran menemukan unsur yang diberi nama galium. Galium mempunyai sifat hampir sama dengan eka-aluminium yang di ramalkan Mendeleev. Kemudian pada tahun 1879, Ilmuan Swedia, Lars Nilson menemukan sekandium, dan pada tahun 1886,ilmuan Jerman, Clemns Winkler menemukan germanium.skandium mirip dengan eka-boron, sedangkan germanium mirip dengan eka-silikon. B. Tabel Periodik Meyer Lothar Meyer menyusun table periodik yang hampir mirip dengan tabel periodik yang dikemukakan mendeleev. Akan tetapi, ia tidak dikenal sebagai bapak tabel periodik seperti halnya mendeleev. Pada tahun 1864 (5 tahun sebelum mendeleev mengemumkan tabel periodiknya), Meyer menyusun 28 unsur berdasarkan valensi dalam bentuk tabel. Meyer menempatkan unsur-unsur dengan valensi yang sama dalam satu kolom. Gagasan Meyer lebih sederhana dibanding tabel periodik Mendeleev. Sayangnya, Meyer baru mempublikasikannya pada tahun 1870. Apakah yang dilakukan Meyer sehingga dapat menyusun tabel periodiknyak? tabel periodik Meyer dikembangkan dari grafik hubungan antara volume dengan berat atom. Grafik tersebut menunjukan sesuatu pola yang periodik secara teratur dari unsur-unsur yang diurutkan berat atom. Pengertian Golongan dan Periode Dalam Tabel periodik unsur Golongan Kolom dalam tabel periodik disebut golongan. Ada 18 golongan dalam tabel periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai konfigurasi elektron valenci yang mirip, sehingga mempunyai sifat yang mirip pula. Ada tiga sistem pemberian nomor golongan. Sistem
  7. 7. pertama memakai angka Arah dan dua sistem lainnya memakai angka Romawi. Nama dengan angka Romawi adalah nama golongan yang asli tradisional. Nama dengan angka Arab adalah sistem tatanama baru yang disarankan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Sistem penamaan tersebut dikembangkan untuk menggantikan kedua sistem lama yang menggunakan angka Romawi karena kedua sistem tersebut membingungkan, menggunakan satu nama untuk beberapa hal yang berbeda. Golongan bisa dianggap sebagai cara yang paling penting dari mengklasifikasi unsur. Pada beberapa golongan, unsur-unsurnya ada yang sangat mirip sifatnya dan memiliki kecenderungan sifat yang jelas jika ditelusuri menurun di dalam kolom. Golongan-golongan ini sering diberi nama umum (tak sistematis) sebagai contoh: logam alkali, logam alkali tanah, halogen, khalkogen, dan gas mulia. Beberapa golongan lainnya dalam tabel tidak menampilkan sebanyak persamaan maupun kecenderungan sifat secara vertikal (sebagai contoh Kelompok 14 dan 15), golongan ini tidak memiliki nama umum. Periode Baris dalam tabel periodik disebut periode. Walaupun golongan adalah cara yang paling umum untuk mengklasifikasi unsur, ada beberapa bagian di tabel unsur yang kecenderungan sifatnya secara horisontal dan kesamaan sifatnya lebih penting dan mencolok daripada kecenderungan vertikal. Fenomena ini terjadi di blok-d (atau "logam transisi"), dan terutama blok-f, dimana lantinida dan aktinida menunjukan sifat berurutan yang sangat mencolok

×