Irma Irmayani Kelas 2 A Pe

557 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
557
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Irma Irmayani Kelas 2 A Pe

  1. 1. PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
  2. 2. IDENTITAS BUKU <ul><li>Judul : Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Pengarang : Prof. Drs. H. Dakir </li></ul><ul><li>Penerbit : Rineka Cipta </li></ul><ul><li>Tahun Penerbit : 2004 </li></ul><ul><li>Jumlah Halaman : 177 </li></ul>
  3. 3. IDENTITAS MAHASISWA <ul><li>Nama : Irma Irmayani </li></ul><ul><li>NIM : 20080211021 </li></ul><ul><li>Kelas : 2 A </li></ul><ul><li>Jurusan : Pendidikan Ekonomi </li></ul>
  4. 4. BAB I PENGERTIAN KURIKULUM <ul><li>Secara Harfiah </li></ul><ul><li>Kurikulum berasal dari bahasa Latin yaitu currere yang berarti lapangan perlombaan lari. Lapangan tersebut ada batas start dan batas finish. </li></ul><ul><li>Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 1989 Bab 1 Pasal 1 </li></ul><ul><li>Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Fungsi Kurikulum </li></ul><ul><li>- Alat untuk mencapai tujuan pendidikan </li></ul><ul><li>- Sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan proses pembelajaran. ( Bagi guru ) </li></ul><ul><li>- Sebagai pedoman untuk melaksanakan supervisi kurikulum terhadap para guru pemegang mata pelajaran. ( Bagi Kepala sekolah ) </li></ul><ul><li>- Mendorong sekolah agar dapat menghasilkan berbagai tenaga yang dibutuhkan oleh masyarakat. ( Bagi masyarakat ) </li></ul><ul><li>Tujuan Kurikulum </li></ul><ul><li>Tujuan kurikulum sama dengan tujuan pendidikan nasional yaitu terbentuknya manusia yang utuh dan bulat. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Jadi kurikulum merupakan suatu acuan bagi penyelenggara pendidikan pendidikan dalam melakukan kegiatan pembelajaran supaya terarah dan mengacu pada tujuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Atau bisa dikatakan bahwa kurikulum merupkan suatu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Tujuan Pendidikan </li></ul>kemandirian Kemasya rakatan kesehatan ketrampilan kekreatifan kejujuran kesusilaan kecerdasan ketaqwaan Tujuan Pendidikan
  7. 7. Kita khususnya sebagai calon guru harus bisa mengelompokan atau mengorganisasikan pelajaran yang akan disampaikan. berkaiatan dengan hal itu seorang guru harus mampu berperan sebagai manajer (sebagai organisator dan motivator), administrator (sebagai dokumentator), supervisor (sebagai conselor, korektor, evaluator), instruktor (sebagai fasilitator, moderator, komunikator), inovator (sebagai dinamisator).
  8. 8. BAB 2 ORGANISASI KURIKULUM <ul><li>Pengorganisasian kurikulum isinya mengupas bagaimana bentuk bidang studi harus disajikan di depan kelas yang konsekuensinya akan diikuti oleh tindakan bagaimana cara memilih bahan ajar dan cara menyajikan serta cara mengevaluasinya. </li></ul><ul><li>Ada 3 pengorganisasian pokok: </li></ul><ul><li>Separate subject curriculum, kalau bidang studi secara terpisah diajarkan pembatasan bahan serta waktu yang telah ditentukan terlebih dahulu. Misalnya mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, masing-masing diajar oleh guru dengan jadwal yang telah ditetapkan. </li></ul><ul><li>Correlated curriculum, kalau berbagai bidang studi yang sejenis dikelompokan untuk membahas situasi topik yang relevan. Misalnya kelompok mata pelajaran biologi, fisika dijadikan satu kelompok yaitu IPA </li></ul><ul><li>Intergrated curriculum, kalau suatu topik atau permasalahan dibahas dengan berbagai pokok bahasan baik dari bidang studi yang sejenis maupun dari bidang studi lain yang relevan. </li></ul>
  9. 9. BAB 3 ASAS-ASAS PENGEMBANGAN KURIKULUM <ul><li>Asas psikologis anak Indonesia sendiri </li></ul><ul><li>Asas psikologi mengacu pada hal-hal yang bersifat psikologi, adapun sembilan aspek psikologi diantaranya : aspek ketakwaan, cipta, rasa, karsa, karya (kreatif), karya (ketrampilan), kesehatan, sosial, individu. </li></ul><ul><li>Asas sosiologis atau keadaan bangsa Indonesia sendiri, yaitu suatu asas tentang berbagai gejala sosial hubungan antara individu dengan individu, antar golongan, lembaga sosial </li></ul><ul><li>Asas perkembangan IPTEKS di dunia </li></ul><ul><li>Asas filsafat bangsa sendiri yaitu filsafat Pancasila </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Ilmu pengetahuan yang tidak diamalkan dalam masyarakat merupakan suatu karya yan gsia-sia. Hendaknya atas dasar berbagai pengetahuan yang dijadikan landasan untuk berkarya sehingga akan mempunyai nilai tambah. Nilai tambah ini disebabkan jasa teknologi yang dilandasi ilmu pengetahua. Agar kita dapat menguasai teknologi tinggi, yang perlu diperhatikan adalah adanya sumber daya manusia yang memadai. Sumber daya manusia tersebut dpat dididik, dilatih dengan perantara kurikulum yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai dan ditangani oleh pendidik yang handal. </li></ul>
  11. 11. BAB 4 PENGEMBANGAN KURIKULUM <ul><li>Apanya yang dikembangkan </li></ul><ul><li>Struktur program dan kurikulum </li></ul><ul><li>Silabus termasuk didalamnya </li></ul><ul><li>Materi pelajaran </li></ul><ul><li>Sistem penyampaian </li></ul><ul><li>Media </li></ul><ul><li>Evaluasi hasil belajar </li></ul><ul><li>Siapa yang mengembangkan kurikulum </li></ul><ul><li>Pihak produsen : Berbagai ahli yang sesuai yang ada pada lembaga pendidikan, Dinas P dan K, guru-guru yang ahli dalam bidangnya, dsb. </li></ul><ul><li>Pihak konsumen : Dapat diambil dari nara sumber yang berada pada berbagai [erusahaan, dinas yang terkait. </li></ul><ul><li>Pihak ahli yang relevan : Ahli bidang studi yang ada pada kurikulu yang sedang disusun </li></ul><ul><li>Pihak guru : Beberapa guru senior yang memenuhi syarat. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Pendekatan Pengembangan </li></ul><ul><li>Pendekatan berdasarkan materi, yaitu membahas bagaimana sumber bahan dapat berkembang. </li></ul><ul><li>Pendektan berdasarkan tujuan, artinya bahwa tujuan pendidikan di Indonesia tertera pada GBHN. Dari tujuan tersebut dijabarkan menjadi tujuan-tujuan yang lebih rinci, yang akhirnya ke tujuan yang bersifat operasional. </li></ul><ul><li>Pendekatan berdasarkan kemampuan, yaitu berorientasi pada kemampuan yang dimiliki setelah mengalami proses pembelajaran. </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Kurikulum pembelajaran harus dikembangkan sesuai perkembangan dan kebutuhan pendidikan, adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan yaitu: </li></ul><ul><li>Merencanakann merancangkan, dan memprogramkan bahan ajar dan pengalaman belajar </li></ul><ul><li>Karakteristik peserta didik </li></ul><ul><li>Tujuan yang akan dicapai </li></ul><ul><li>Kriteria-kriteria untuk mencapai tujuan </li></ul>
  14. 14. BAB 5 KURIKULUM MUATAN LOKAL <ul><li>Pengertian Muatan Lokal </li></ul><ul><li>Program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam dan lingkungan budaya serta kebutuhan daerah dan wajib dipelajari oleh murid di desa itu. </li></ul><ul><li>Lingkungan peserta didik </li></ul><ul><li>Lingkungan alam phisik : linhgkungan phisik alami (daerah rural, daerah urban, semi urban) dan lingkungan phisik buatan (lingkungan dekat pabrik) </li></ul><ul><li>Lingkunagn masyarakat </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Tujuan kurikulum muatan lokal </li></ul><ul><li>Berbudi pekerti luhur </li></ul><ul><li>Berkepribadian </li></ul><ul><li>Mandiri </li></ul><ul><li>Trampil </li></ul><ul><li>Beretos kerja </li></ul><ul><li>Profesional </li></ul><ul><li>Produktif </li></ul><ul><li>Sehat jasmani & rohani </li></ul><ul><li>Cinta lingkungan </li></ul><ul><li>Kesetiakawanan sosial </li></ul><ul><li>Kreatif-inovatif untuk hidup </li></ul><ul><li>Mementingkan pekerjaan yang praktis </li></ul><ul><li>Rasa cinta budaya daerah/tanah air </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Perlu adanya kurikulum muatan lokal dikarenakan setiap daerah mempunyai budaya dan lingkungan yang berbeda-beda, sehingga dengan adanya kurikulum muatan lokal diharapkan tujuan pendidikan nasional bisa tercapai diawali dengan pelaksanaan kuikulum muatan lokal. </li></ul>

×