Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran 2

6,626 views

Published on

2 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,626
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
20
Actions
Shares
0
Downloads
378
Comments
2
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Kurikulum dan Pembelajaran
  • Kurikulum dan Pembelajaran
  • Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran 2

    1. 1. DAFTAR BUKU Judul : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pengarang : Dr. E. Mulyasa, M.Pd. Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya Bandung Tahun Penerbit : 2008 Jumlah Halaman : 312 halaman
    2. 2. BAB I PENDAHULUAN <ul><li>Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relavan dan kompetitif. KTSP dibuat oleh guru di setiap satuan pendidikan untuk menggerakan mesin utama pendidikan yakni pembelajaran. </li></ul><ul><li>KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 36 tentang Sistem Pendidikan Nasional </li></ul>
    3. 3. Hubungan antara Kurikulum dan Pembelajaran (dua sisi koin uang logam) Rancangan dan pengaturan belajar-mengajar Pelaksanaan belajar-mengajar dan penilaian hasil belajar
    4. 4. Refleksi <ul><li>Salah satu dari komponen dari pendidikan adalah kurikulum, kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh satuan pendidikan. Salah satunya yaitu KTSP, KTSP merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum. Hal tersebut sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 35 dan 36 yang menekankan perlunya peningkatan standar nasional pendidikan sebagai acuan kurikulum. Jika kurikulum sudah dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran, kemudian materi ujian dikembangkan dari kurikulum yang diberlakukan dengan benar, maka tidak ada alasan peserta didik gagal ujian kecuali bagi mereka yang malas atau kemampuannya dibawah rata-rata. </li></ul>
    5. 5. BAB II HAKIKAT KTSP <ul><li>KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan ( SNP Pasal 1 ayat 15 ) </li></ul><ul><li>Dalam kaitannya dengan pendidikan, berbagai analisis menunjukkan bahwa pendidikan Nasional dewasa ini sedang dihadapkan pada berbagai krisis yang perlu mendapat penanganan secepatnya, di antaranya berkaitan dengan masalah relevasi, atau kesesuaian antara bangunan. Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas KTSP, sebagai tindak lanjut kebajikan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan desentralisasi. KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. Dengan dimikian, melalui KTSP ini pemerintah berharap didikan dan pembangunan, serta kebutuhabn dunia kerja dapat segera teratasi. </li></ul>
    6. 6. <ul><li>Dalam Era globalisasi dan pasar bebas kita dihadapikan pada perubahan yang tidak menentu. Ibarat nelayan di “lautan lepas” yang dapat menyesatkan jika tidak memiliki “kompas” sabagai pedoman untuk bertindakdan mngarunginya. Hal tersebut telah mengakibatkan hubungan yang tidak linear antara pendidikan dengan lapangan kerja atau “one to one relafanship”, karena apa yang terjadi dalam lapangan kerja sulit diikuti oleh dunia pendidikan , sehingga terjadi kesenjangan. Menanggapi hal tersebut dan krisis muneter yang melanda Negara-negara Asia akhir-akhir ini, direktur pacific economic cooperation (dalam tilaar, 1998; E. mulayasa, 2002) menyatakan bhahwa bangsa-bangsa khususnya di Asia Fasifik perlu mempunyai “outward and forward”,. Pembangunan Nasional jangan hanya melihat kebutuhan internal masyarakat dan dengan pandangan keluar dan ke depan, karena masyarakat dan bangsa kita adalah bagian dari suatu masyarakat dunia yang semakin menyatu. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan pakar ekonomi luhan, bahwa dalam era globalisasi dunia tak ubahnya seperti suatu desa (desa dunia), kejadian diujung yang satu akan segera diketahui dari ujuntg lainnya. </li></ul>
    7. 7. <ul><li>Dengan demikian era globalisasi bukan saja suatu era yang berbasis teknologi informasi tetapi juga berbasis transparansi. Yang akan melejitkan kemampuan luar biasa manusia tanpa batas. Era ini akan menjadi era yang sangat berbahaya bagi manusia, dan akan mengancam ketentraman hidup manusia, bahkan tidak menutup kemungkinan musnahnya makhluk manusia, tatkala iman dan takwa sudah tidak ada lagi di dada mereka. Mereka akan menjadi hamba makhluk yang gersang, dan hanya akan menjadi hamba dunia. Oleh karena itu, kita harus senantiasa waspada agar setan yang berbentuk kemewahan dunia tidak mengasai dan menyesatkan manusia. Dalam kaitannya dengan pendidikan, berbagai analisis menunjukkan bahwa pendidikan Nasional dewasa ini sedang dihadapkan pada berbagai krisis yang perlu mendapat penanganan secepatnya, di antaranya berkaitan dengan masalah relevasi, atau kesesuaian antara bangunan. Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas KTSP, sebagai tindak lanjut kebajikan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan desentralisasi. KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. Dengan dimikian, melalui KTSP ini pemerintah berharap didikan dan pembangunan, serta kebutuhabn dunia kerja dapat segera teratasi. </li></ul>
    8. 8. Refleksi <ul><li>KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan diberikan otonomi agar setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki keleluasaan dalam mengelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar. </li></ul>
    9. 9. BAB III MEMAHAMI DAN MEMAKNAI STANDAR ISI <ul><li>Standar isi mencakup lengkap materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. </li></ul><ul><li>Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat: kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan. </li></ul>
    10. 10. Refleksi <ul><li>dalam mempersiapkan lulusan pendidikan yang penuh tantangan dan ketidakpastian, diperlukan rancangan pendidikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Standar isi ini sangat membantu dalam pengembangan kurikulum KTSP karena di dalamnya mencakup bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus. </li></ul>
    11. 11. BAB IV MEMAHAMI DAN MENJABARKAN SKL <ul><li>SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. </li></ul><ul><li>Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. </li></ul>
    12. 12. Refleksi Bahwa standar kelulusan dapat membantu para peserta didik dan guru untuk mengukur kompetensi yang dimiliki.
    13. 13. BAB V MENGEMBANGKAN KTSP <ul><li>Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai komponen, yang tidak hanya menuntut keterampilan teknis dari pihak pengembang terhadap pengembangan berbagai komponen kurikulum tetapi harus pula dipahami berbagai faktor yang mempengaruhinya. </li></ul><ul><li>Pengembangan KTSP memfokuskan pada kompetensi tertentu, berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang utuh dan terpadu, serta dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud hasil belajar. </li></ul>
    14. 14. Refleksi <ul><li>Dalam mengembangkan KTSP seorang guru harus merencanakan, melaksanakan, dan menilai kurikulumserta hasil belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi, serta pemahaman terhadap mata pelajaran yang di pelajari. </li></ul>
    15. 15. BAB VI CARA MENYUSUN KTSP <ul><li>KTSP dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik ( SNP Pasal 17 ayat 1 ). </li></ul><ul><li>KTSP dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Proses penyusunan KTSP perlu diawali dengan melakukan : Menganalisis kebutuhan, Merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis, Menentukan disain kurikulum, Membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian. </li></ul>
    16. 16. Refleksi <ul><li>Dalam menyusun KTSP satuan pendidikan atau sekolah disesuaikan dengan visi dan misi sekolah tersebut, tujuan dalam pendidikannya, serta pengembangan kurikulum iti sendiri. </li></ul>
    17. 17. BAB VII CARA MENGEMBANGKAN SILABUS BERBASIS KTSP <ul><li>Silabus merupakan rencana pembelajaran pada kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Pada dasarnya mengembangkan silabus harus mampu menjawab pertanyaan seperti kompetensi apakah yang harus dimiliki oleh peserta didik, bagaimana cara mengembangkannya, serta bagaimana cara mengetahui bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi tersebut. </li></ul>
    18. 18. Refleksi <ul><li>pengembangan silabus terdapat prinsip-prinsip yaitu harus ilmiah, relavan, fleksibel, kontinuitas, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, serta efektif dan efisien. </li></ul>
    19. 19. BAB VIII CARA MEMBUAT RPP <ul><li>Perencanaan pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar ( SNP Pasal 20 ). </li></ul><ul><li>RPP KTSP sedikitnya mencakup 3 kegiatan, yaitu identifikasi kebutuhan, perumusan kompetensi dasar, dan penyusunan program pembelajaran. </li></ul>
    20. 20. Refleksi <ul><li>Dengan membuat RPP dapat membantu guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran yang dijabarkan dalam silabus. </li></ul>
    21. 21. BAB IX PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN BERBASIS KTSP <ul><li>Penilaian dalam KTSP adalah penilaian berbasis kompetensi, yaitu bagian dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan/atau pada akhir pembelajaran. Fokus penilaian pendidikan adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang ditentukan. Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). Untuk tingkat satuan pendidikan, kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL). </li></ul>
    22. 22. <ul><li>Prinsip Penilaian </li></ul><ul><li>Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian hasil belajar peserta didik antara lain: </li></ul><ul><li>1. penilaian ditujukan untuk mengukur pencapaian kompetensi; </li></ul><ul><li>2. penilaian menggunakan acuan kriteria yakni berdasarkan pencapaian kompetensi peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran; </li></ul><ul><li>3. penilaian dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan; </li></ul><ul><li>4. hasil penilaian ditindaklanjuti dengan program remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan; </li></ul><ul><li>5. penilaian harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran. </li></ul>
    23. 23. <ul><li>Penilaian hasil belajar peserta didik harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: </li></ul><ul><li>1. Sahih (valid), yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur; </li></ul><ul><li>2. Objektif, yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai; </li></ul><ul><li>3. Adil , yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik, dan tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, agama, bahasa, suku bangsa, dan jender; </li></ul><ul><li>4. Terpadu , yakni penilaian merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran; </li></ul><ul><li>Terbuka , yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan; </li></ul><ul><li>Menyeluruh dan berkesinambungan , yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik; </li></ul>
    24. 24. <ul><li>7. Sistematis , yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang baku; </li></ul><ul><li>8. Menggunakan acuan kriteria , yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan; </li></ul><ul><li>9. Akuntabel , yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya. </li></ul><ul><li>(sumber : BNSP) </li></ul>
    25. 25. Refleksi <ul><li>Dalam pembelajaran berbasis KTSP guru dapat menilai bagaiman kompetensi peserta didik dilihat dari kognitif, afektif,psikomornya. </li></ul>
    26. 26. BAB X MUATAN LOKAL DAN PENGEMBANGAN MANDIRI <ul><li>Muatan lokal berisi tentang program muatan lokal yang diselenggarakan oleh sekolah, mencakup: </li></ul><ul><ul><li>Berisi tentang program muatan lokal yang diselenggarakan oleh sekolah </li></ul></ul><ul><ul><li>Memnacakup: Jenis, Mekanisme Pemilihan, Jadwal Penyelenggaraan dll </li></ul></ul><ul><ul><li>Dalam pengembangan programnya memperhatikan hal-hal sbb: </li></ul></ul><ul><ul><li>Jenis Mulok disesuaikan dengan cirri khas/potensi/ keunggulan daerah yang substansinya tidak sesuai menjadi Mata Pelajaran tersendiri; </li></ul></ul><ul><ul><li>Merupakan kegiatan kurikuler yang terstruktur dan sistemik </li></ul></ul><ul><ul><li>Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester </li></ul></ul><ul><ul><li>Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap semester, sesuai dengan kemampuan sekolah. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sekolah harus menyusun SK, KD dan Silabus untuk setiap jenis Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah </li></ul></ul>
    27. 27. <ul><li>KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI </li></ul><ul><ul><li>Berisi tentang penjelasan program Pengembangan Diri yang diselenggarakan oleh sekolah yang mencakup: Jenis Kegiatan , Mekanisme dan Strategi Pelaksanaannya . Dalam menyusun programnya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Bukan mata pelajaran dan tidak perlu dibuatkan silabus </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi) bukan kuantitatif </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Berfungsi sebagai wahana bagi siswa untuk mengekspresikan diri sesuai bakat, minat, dan kebutuhan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling (kehidupan pribadi/social, kesulitan belajar,karir), atau kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas/kepribadian siswa seperti: kepramukaan, Kepemimpinan, KIR dll. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Dipasilitasi/dibimbing oleh konselor/guru BK, Guru MP atau tenaga kependidikan yang kompeten. </li></ul></ul></ul>
    28. 28. Refleksi <ul><li>Dengan adanya muatan lokal dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya, dan guru hanya memberikan pengarahan saja. </li></ul>
    29. 29. Kesimpulan <ul><li>KTSP merupakan bentuk operasional kurikulum dalam konteks desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah. Penyusunan kurikulum ini melibatkan guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan dewan pendidikan. </li></ul><ul><li>Dalam pengembangan kurikulum KTSP Indonesia harus belajar banyak dari pengalaman pelaksanaan kurikulum di negara lain, memodifikasi, mengadaptasi, merumuskan, dan mengembangkan model yang sesuai dengan kebudayaan di Indonesia agar tujuan dari pendidikan tersebut dapat tercapai. </li></ul><ul><li>Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan satuan pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran. Penilaian merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran. Dengan melakukan penilaian, pendidik sebagai pengelola kegiatan pembelajaran dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik, ketepatan metode mengajar yang digunakan, dan keberhasilan peserta didik dalam meraih kompetensi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penilaian, pendidik dapat mengambil keputusan secara tepat untuk menentukan langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Hasil penilaian juga dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk berprestasi lebih baik. </li></ul>
    30. 30. TERIMAKASIH

    ×