Multi kulturalisme

10,186 views

Published on

tugas komunikasi lintas budaya tentang Multikulturalisme jurusan ilmu komunikasi bisnis FISIB UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA.

Published in: Education
1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
  • trmksh atas materi IPS ini...sngt brguna c x tuk sy...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
10,186
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
330
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Multi kulturalisme

  1. 1. MULTIKULTURALISME
  2. 2. OLEH: Ziya Ibrizah (09.05.3.1.1.00054)Mashlahatun Ni,mah (09.05.3.1.1.00032)Mashlahatun Ummah (10.05.3.1.1.00097) Siti Aminatus (10.05.3.1.1.00099) Yuli Nurul Farida (09.05.3.1.1 00025) Desi Anna Wati (10.05.3.1.1.00041) Deny Ferdiansyah (10.05.3.1.1.00047) Firman Firdaus (10.05.3.1.1.00055) Rico Permana (09.05.3.1.1.000) Dedy Dermawan (09.05.3.1.1.000)
  3. 3. PENGERTIAN MULTIKULTURALISMESecara etimologis, multikulturalisme dibentukdari kata „Multi‟ yang artinya banyak sedangkan „Kultur‟ adalah budaya dan „Isme‟ yang artinya paham atau aliran.  Secara hakiki, dalam kata itu terkandung pengakuan akan martabat manusia yang hidup dalam komunitas dan dengan kebudayaannya masing-masing yang unik.
  4. 4. Menurut (Azyumardi Azra, 2007)“Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaanterhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.
  5. 5. DEFINISI MASYARAKAT MULTIKULTURALISME: Merupakan masyarakat yang terdiri atas berbagai kelompok masyarakat yang memilikiperbedaan karakteristik dan perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentukorganisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan, yang didorong oleh latar belakang historis, kondisi geografis, dan karena adanya pengaruh kebudayaan asing.
  6. 6. JENIS MULTIKULTURALISME Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain. Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Misalnya merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural,. Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima.
  7. 7. LANJUTAN… Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka. Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.
  8. 8. MULTIKULTURALISME DI INDONESIA Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural.
  9. 9. LATAR BELAKANG KEMAJEMUKAN BANGSA INDONESIA: Latar belakang Historis Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari pangkal anak benua Hindia belakang yang berbatasan dengan negeri Cina. Diwilayah ini terdapat dua pusat persebaran bangsa-bangsa, yaitu yunan (Perbatasan Laos- Muangthai dengan Cina), dan di Dongson (Perbatasan Vietnam Utara dengan Cina). Baik penghuni Yunan atau Dongson berasal dari dataran tinggi Tibet. Kedua jenis bangsa pendatang termasuk ras Austronesia. Kedatangan bangsa Yunan lebih awal dibandingkan dengna dongson.
  10. 10. LANJUTAN… Bangsa Yunan disebut bangsa Proto Melayu (Melayu Tua), keturunanya adalah suku bangsa Batak, Dayak, Kubu, Nias dan Toraja. Bangsa Dongson disebut dengan bangsa Deotero Melau (Melayu muda), keturunanya adalah bangsa Jawa, Sunda, Madura, Minangkabau dan Bugis.
  11. 11. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BANGSA INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI MASYARAKAT MULTIKULTURAL:1. Keadaan Geografis Indonesia yang terdiri dari beribu- ribu pulau telah menimbulkan isolasi pada masyarakat. Isolasi geografis ini mengakibatkan penduduk berbeda suku bangsa, kemudian mereka mengembangkan pola perilaku, bahasa, dan ikatan- ikatan kebudayaan yang berbeda satu dengan yang lainnya.2. Keterbukaan terhadap kebudayaan Luar, Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka, hal ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk keanekaragaman masyarakat diseluruh wilayah Indonesia. Daerah-daerah yang relatif terbuka adalah daerah pesisir, sehingga paling cepat mengalami perubahan.
  12. 12. LANJUTAN…Contohnya: Jakarta sebagai salah satu kota pelabuhan memiliki corak kebudayaan yang beragam. Budaya Betawi memiliki sedikit sentuhan budayaan Cina, Arab, dan India. Pengaruh Kebudayaan Asing yang menimbulkan terjadinya amalgamasi (kawin campur) dan asimilasi budaya yaitu kaum pendatang dengan pribumi yang membentuk kelompok sosial-budaya suku bangsa, agama, dan kepercayaan yang berbeda-beda di Indonesia.3. Iklim yang berbeda antara daerah yang satu dan daerah lain sehingga menimbulkan kondisi alam yang berbeda dan akhirnya membentuk pola-pola perilaku dan sistem mata pencaharian yang berbeda - beda pula.
  13. 13. Dalam konsep multikulturalisme,terdapat kaitan yang erat bagipembentukan masyarakat yangberlandaskan bhineka tunggal ika sertamewujudkan suatu kebudayaan nasionalyang menjadi pemersatu bagi bangsaIndonesia. Namun, dalam pelaksanaannyamasih terdapat berbagai hambatan yangmenghalangi terbentuknyamultikulturalisme di masyarakat.
  14. 14. K RAKTERI STI K M SYARAKAT M LTI KULTURAL M URUT PI ERRE L. A A U EN VA D B G E D A TA A YA SEB G I B I K T: N ER ER H I N R N A A ER U1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok yang sering kali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain.2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga- lembaga yang bersifat nonkomplementer (tidak saling melengkapi).3. Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan). Adanya latar belakang budaya yang berbeda sehingga dalam pengambilan keputusan dalam masyarakat cenderung dengan cara voting (suara terbanyak) jarang dengan cara konsensus.4. Secara relative sering mengalami konflik.5. Secara relative integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi.6. Terdapat dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain.
  15. 15. MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT ADANYA KEANEKARAGAMANDAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN. Konflik Berdasarkan tingkatan = konflik ideologi dan politik Berdasarkan jenisnya = konflik rasial, antar etnik, agama Disintegrasi Disintegrasi akan muncul jika tidak adanya keserasian. pada bagian-bagian dari suatu kesatuan. Adanya kesenjangan multi dimensional Kesenjangan yang dapat dilihat antara lain: Adanya kesenjangan pembangunan dikawasan Barat dan Timur Adanya kesenjangan yang berkaitan dengan aspek material, yaitu kegiatan ekonomi (industrialisasi). Kesenjangan yang berkaitan dengan manusia itu sendiri (misalnya dibidang ekonomi sikaya dan simiskin)
  16. 16. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH YANG DITIMBULKAN OLEHKEANEKARAGAMAN DAN PERUBAHAN BUDAYA1. Asimilasi suatu proses dimana individu meninggalkan tradisi budaya mereka untukmenjadi bagian dari budaya yang berbeda.2. Self-segregation Suatu kelompok etnik mengasingkan diri dari kebudayaan mayoritas, proses interaksi antar kelompok sangatlah sedikit bahkan tidak pernah terjadi sehingga potensi konflik menjadi kecil.3. Integrasi Merupakan suatu keadaan ketika kelompok- kelompok etnik beradabtasi dan bersifat komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, tetapi sambil tetap mempertahankan kebudayaan mereka.
  17. 17. 4. Pluralisme Suatu keadaan dimana kelompok-kelompok subordinat tidak harus mengorbankan tradisi mereka, bahkan kebudayaan kelompok-kelompok tersebut memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Semua kelompok dapat hidup berdampingan secara damai.5.Mengembangkan sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda-beda.6. Mengembangkan rasa nasionalisme7. Menegakkan supremasi hukum tanpa memandang kedudukan sosial, ras, etnis, agama yang mereka anut mrkanut8. Menyelesaikan semua konflik dengan cara berimbang dan bijaksana.9. Mengembangkan kesadaran sosial dan menyadari peranan setiap individu.
  18. 18. CONTOH KEANEKA RAGAMAN DALAM MASYARAKATMULTIKULTURAL:
  19. 19. KESIMPULAN Multikultaralisme merupakan masyarakat yang terdiri atas berbagai kelompok masyarakat yang memiliki perbedaan karakteristik dan perbedaan konsepsi. Sebagai contoh adalah negara Indonesia yang dimana masyarakatnya termasuk dalam masyarakat multikultural dimana masyarakat multikultural sering terjadi konflik dan masalah yang sangat mempengaruhi dalam komunikasi antar budaya maupun komunikasi lintas budaya.
  20. 20. THANKS FOR ATTENTION

×