Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Model Pembelajaran PKn
Tematis di Kelas I,II, dan III
SD/MI
Kelompok 8 :
1.

Vita Amalia (1401413049)

2.

May Nisa Istiqomah (1401413078)

3.

Gilang Akbar Soraya (1401413368)

4.

...
Hakikat Pembelajaran Tematis
Pembelajaran adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran
terpadu.
Pembelajaran tematis adalah...
Pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengaitkan atau
menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam su...
Dalam pembelajaran tematik terdapat
beberapa hal yang perlu mendapat
perhatian, yaitu:
a. pembelajaran tematik dimaksudkan...
Pembelajaran tematik memiliki
kekuatan / keunggulan, antara lain:
a. pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingka...
Langkah-langkah pembelajaran tematik
Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik sebagai berikut:
1.

Mempel...
1.

Membuat atau memilih tema
Menurut Dyah Sri Wilujeng, beberapa kriteria yang perlu
dipertimbangkan dalam membuat tema y...
 Tema

yang dikembangkan harus sesuai dengan

tingkat perkembangan psikologis anak
 Tema

yang dikembangkan harus mampu ...
Melakukan analisis standar kompetensi, kompetensi
dasar, indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi
waktu
Standar ...
Melakukan pemetaan hubungan kompetensi
dasar, indikator dengan tema (yang telah dibuat)
Yang mesti dilakukan guru:
1.

Men...
Membuat pengelompokan jaringan
indikator
PKPS

BAHASA
INDONESIA
KERTAKES

MATEMATIK
A

TEMA
AGAMA

PENGETAHUA
N ALAM
PENJA...
Melakukan penyusunan silabus
Komponen silabus:
1.

Identitas:
 Nama

sekolah

 Kelas
 Semester
 Tema
1.

Komponen Format:
1.

Kompetensi dasar

2.

Indikator

3.

Pengalaman belajar

4.

Alokasi waktu

5.

Sumber

6.

Penil...
Menyusun Rencana Pembelajaran(RP)
Rencana Pembelajaran (RP) merupakan

kegiatan guru secara individu yang terdistribusi
da...
Model Pembelajaran Tematik PKn di SD

Karakteristik model pembelajaran tematik terpadu
adalah holistik, bermakna, otentik,...
Model Pembelajaran Pkn Tematis di Kelas I,II, dan III
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Model Pembelajaran Pkn Tematis di Kelas I,II, dan III

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all
  • Be the first to comment

Model Pembelajaran Pkn Tematis di Kelas I,II, dan III

  1. 1. Model Pembelajaran PKn Tematis di Kelas I,II, dan III SD/MI
  2. 2. Kelompok 8 : 1. Vita Amalia (1401413049) 2. May Nisa Istiqomah (1401413078) 3. Gilang Akbar Soraya (1401413368) 4. Anti Putlianasari (1401413563)
  3. 3. Hakikat Pembelajaran Tematis Pembelajaran adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran terpadu. Pembelajaran tematis adalah aplikasi pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema’, yang didalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antar mata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dan masing-masing mata pelajaran. Tujuan akhir pembelajaran tematis adalah berkembangnya potensi peserta didik secara alami sesuai dengan usia dan lingkungannya
  4. 4. Pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam suatu mata pelajaran atau antar mata pelajaran dalam suatu kurikulum sekolah. Keterkaitan ini dapat terbentuk: 1. Keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak 2. Keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam beberapa mataa pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan(Poerwadarminta,1983)
  5. 5. Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu: a. pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh. b. dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema, memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan. c. usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak. d. lebih mengutamakan kompetensi dasar yang dicapai daripada tema (Alunan, dkk., 2004).
  6. 6. Pembelajaran tematik memiliki kekuatan / keunggulan, antara lain: a. pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan sisiwa. b. menyenangkan karena bertolak dari minat dengan tingkat kebutuhan siswa. c. hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna. d. mengembangkan keterampilan berpikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi. e. menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama, toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
  7. 7. Langkah-langkah pembelajaran tematik Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik sebagai berikut: 1. Mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran 2. Memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester 3. Membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar tema/topik 4. Membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik/jaringan tema 5. Menyusun silabus berdasarkan matrik/jaringan tema pembelajaran tematik 6. Menyusun pembelajaran tematik
  8. 8. 1. Membuat atau memilih tema Menurut Dyah Sri Wilujeng, beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam membuat tema yang akan dikembangkan di SD kelas rendah yaitu:  Tema yang dikembangkan tidak terlalu luas, namun dapat dengan mudah digunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran  Bermakna, tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya
  9. 9.  Tema yang dikembangkan harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak  Tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah  Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa otentik yang terjadi didalam rentang waktu belajar  Mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar siswa  Mempertimbangkan sumber belajar
  10. 10. Melakukan analisis standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi waktu Standar Kompetensi adalah standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertantu berupa penguasaan atas pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang telah dicapai. Sedangkan kompetensi dasar adalah kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar kompetensi untuk suatu mata pelajaran
  11. 11. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar, indikator dengan tema (yang telah dibuat) Yang mesti dilakukan guru: 1. Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran(agama, bahasa Indonesia, matematika, PKn dan pengetahuan sosial, kertakes, pendidikan jasmani) 2. Memasukan hasil identifikasi kedalam format(table) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan 3. Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukan ke dalam suatu tema maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuat atau dijadikan tema khusus dan disajikan tersendiri, baik oleh guru kelas atau guru pelajaran
  12. 12. Membuat pengelompokan jaringan indikator PKPS BAHASA INDONESIA KERTAKES MATEMATIK A TEMA AGAMA PENGETAHUA N ALAM PENJAS
  13. 13. Melakukan penyusunan silabus Komponen silabus: 1. Identitas:  Nama sekolah  Kelas  Semester  Tema
  14. 14. 1. Komponen Format: 1. Kompetensi dasar 2. Indikator 3. Pengalaman belajar 4. Alokasi waktu 5. Sumber 6. Penilaian
  15. 15. Menyusun Rencana Pembelajaran(RP) Rencana Pembelajaran (RP) merupakan kegiatan guru secara individu yang terdistribusi dalam rencana pembelajaran harian
  16. 16. Model Pembelajaran Tematik PKn di SD Karakteristik model pembelajaran tematik terpadu adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif. Oleh karena itu pembelajaran terpadu sangat diperlukan untk SD karena pada jenjang ini siswa menghayati pengalamannya secara totalitas serta sulit mneghadapi pemilihan yang artificial.

×