Anak berkebutuhan khusus

16,067 views

Published on

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki perbedaan dengan anak-anak secara umum atau rata-rata anak seusianya.
Jenis-jenis anak berkebutuhan khusus:
1. Tunarungu: Adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut kondisi seseorang yang mengalami gangguan dalam indra pendengaran.
2. Tunanetra: Merupakan sebutan untuk individu yang mengalami gangguan pada indra penglihatan.
3. Tunadaksa: Merupakan sebutan halus bagi orang-orang yang memiliki kelainan fisik, khususnya anggota badan.
4. Tunagrahita: Merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut anak atau orang yang memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata atau bisa juga disebut dengan retaldasi mental.
5. Tunalaras: Merupakan sebutan untuk individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial.
6. Autis: Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang yang didapatkannya sejak lahir atau masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat berhubungan sosial atau komunikasi secara normal.
7. Down Syndrome: Merupakan salah satu bagian tunagrahita. Down syndrome adalah kelainan kromosom,yakni terbentuknya kromosom 21.
8. Kemunduran (Retardasi) Mental: Merupakan keadaan ketika inteligensia individu mengalami kemunduran atau tidak dapat berkembang dengan baik.

Metode pembelajaran terhadap anak berkebutuhan khusus:
1. Aktivitas barat untuk anak berkebutuhan khusus
2. Bekali anak dengan keterampilan dan teknologi informasi
3. Prinsip-prinsip umum dalam pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus
 Prinsip motivasi
 Prinsip latar/konteks
 Prinsip keterarahan
 Prinsip hubungan sosial
 Prinsip belajar sambil bekerja
 Prinsip individualisasi
 Prinsip menemukan

0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,067
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
402
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Anak berkebutuhan khusus

  1. 1. ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUSPresentasi ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan Diampu oleh: WAHIDIN, S.PD.I, M.PD ` Kelompok : 4 Anggota : 1. Zulaikhah Sri W. (111 11 097) 2. M. Miftahudin (111 11 101) 3. Taufik budi p. (111 11 114) 4. Siti Fatimah (111 11 115) 5. Edy Cahyono (111 11 118) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga Tahun 2012
  2. 2. Anakberkebutuhan khusus OLEH : KELOMPOK 4
  3. 3. PENGERTIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUSAnak Berkebutuhan Khusus: Anak yang memiliki perbedaan dengan anak-anak secara umum atau rata-rata anak seusianya.Sedangkan Menurut Heward, Anak berkebutuhn khusus: anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tnpa selalu menunjukkan pada ketidak mampuan mental, emosi, atau fisik.
  4. 4. JENIS-JENIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS1. TUNARUNGU Yaitu digunakan untuk menyebut kondisi seseorang yang mengalami gangguan dalam indra pendengaran. Ciri-cirinya: -kemampuan bahasanya terlambat -tidak bisa mendengar -lebih sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi -ucapan kata yang diucapkan tidak begitu jelas, dll.
  5. 5. 2. TUNANETRA Yaitu sebutan untuk individu yang mengalami gangguan pada indra penglihatan.dibagi 2 kelompok: a. Buta Total : tidak dapat melihat dua jari di mukanya atau hanya melihat sinar atau cahaya yang lumayan dapat dipergunakan untuk orientasi mobilitas. b. Low vision (kurang penglihatan): mereka yang bila melihat sesuatu harus didekatkan atau dijauhkan dari objek yang dilihatnya, atau mereka yang memiliki pemandangan kabur ketika melihat objek.
  6. 6. Klasifikasi anak tunanerta: - Myopia: penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus, dan jatuh di belakang retina. - Hyperopia: penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus, dan jatuh di depan retina. - Astigmatisme: pemyimpanan atau penglihatan kabur yang disebabkan ketidakberesan pada kornea mata atau pada permukaan lain pada bola mata sehingga bayangan benda, baik pada jarak dekat maupun jauh, tidak terfokus jatuh pada retina, atau menggunakan kacamata koreksi dengan lensa silinder.
  7. 7. 3. TUNADAKSA yaitu sebutan halus bagi orang-orang yang memiliki kelainan fisik, khususnya anggota badan.ciri-cirinya: -anggota gerak tubuh tidak bisa digerakkan/lemah/kaku/lumpuh - setiap bergerak mengalami kesulitan - tidak memiliki anggota gerak lengkap - tidak dapat tenang -terdapat anggota gerak yang tidak sama dengan keadaan normal pada umumnya.
  8. 8. 4. TUNAGRAHITA Yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut anak atau orang ynag memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata atau bisa juga disebut dengan retaldasi mental.ciri-cirinya: - penampilan fisik tidak seimbang - pada masa pertumbuhannya dia tidak mampu mengurus dirinya - terlambat dalam perkembangan bicara dan bahasa -cuek terhadap lingkungan, dll.
  9. 9. 5. TUNALARAS Yaitu sebutan individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial.klasifikasi menurut William M.C(1975): Anak yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial Anak yang mengalami gangguan emosiciri-cirinya: - berani melanggar aturan yang berlaku - mudah emosi - suka melakukan tindakan yang agresif
  10. 10. 6. AUTIS Yaitu suatu kondisi mengenai seseorang yang didapatkannya sejak lahir atau masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat berhubungan sosial atau komunikasi secara normal. Secara Neurologis atau berhubungan dengan sistem persarafan, Autis dapat diartikan sebagai anak yang mengalami hambatan perkembangan otak, terutama pada area bahasa, sosial dan fantasi.
  11. 11. 7. DOWN SYNDROME Yaitu kelainan kromosom, terbentuknya kromosom 21. kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom saling memisahkan diri terjadi pembelahan.ciri-cirinya: tampak nyata dilihat dari fisik penderita, misalkan tinggi badan yang relatif pendek, kepalanya mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongolia (Mongoloid).
  12. 12. 8. KEMUNDURAN (RETARDASI) MENTAL Yaitu keadaan ketika inteligensia individu mengalami kemunduran atau tidak dapat berkembang dengan baik.
  13. 13. Metode pembelajaran anak berkebutuhan khusus1) Aktivitas berat untuk anak berkebutuhan khusus Yaitu aktivitas berat bentuk membantu memaksimalkan perilaku dan kemampuan anak.2) Bekali anak dengan keterampilan dan teknologi informasi yaitu penekanan pada penguasaan keterampilan dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.
  14. 14. 3) Prinsip-prinsip umum dalam pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus: a. Prinsip motivasi guru senantiasa memberikan motivasi kepada anak agar tetap memiliki gairah dan semangat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. b. Prinsip latar/komplek Adanya sebuah pengenalan antara guru dan murid tentu akan sangat berarti. c. Prinsip keterarahan Guru harus merumuskan secara matang tujuan kegiatan tersebut secara jelas.
  15. 15. d. Prinsip hubungan sosial Guru harus dapat mengembangkan setiap strategi pembelajaran yang mampu untuk mengoptimalkan interaksi antara guru dan murid.e. Prinsip belajar sambil bekerja Guru harus banyak memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan untuk melakukan sendiri praktek atau percobaan atau menemukan sesuatu melalui pengamatan, penelitian.f. Prinsip individualisasi Guru perlu mengenal kemampuan awal dan karakteristik setiap anak secara mendalam, baik dari segi kemampuan atau ketidakmampuan dalam menyerap materi pelajaran.
  16. 16. g. Prinsip menemukan Guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu memancing anak untuk melihat secara aktif, baik fisik, mental, sosial atau emosinya.h. Prinsip pemecahan masalah Guru hendaknya sering mengajukan berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar, dan anak dilatih untuk mencari data, menganalisis, dan memecahkan masalah tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing dan guru sebaiknya tidak begitu memaksakan anak tersebut agar tidak menjadikan sebuah beban.
  17. 17. 4. Anak tunanetraDalam pembelajaran untuk anak tunanetra, terdapat beberapa prinsip:  Prinsip individu: yaitu guru dituntut untuk dapat memperhatikan secara detail segala perbedaan dalam setiap individu.  Prinsip pengalaman pengindraan: yaitu untuk mendapatkan pengalaman secara nyata dari apa yang dipelajarinya.  Prinsip totalitas: yaitu guru mendorong anak untuk dapat melibatkan semua pengalaman pengindraannya secara terpadu dalam memahami sebuah konsep.
  18. 18.  Prinsip aktivitas mandiri (selfactivity): yaitu guru harus dapat mendorong anak tunanetra dalam belajar secara aktif dan mandiri.Model Pendidikan:- Pendidikan inklusi- Pendidikan khusus (SLB)- Guru kunjung5. TunadaksaMetode pelayanan pendidikan:• sekolah khusus• Sekolah terpadu/inklusi
  19. 19. Prinsip pembelajaran: Pelayanan medis Pelayanan pendidikan Pelayanan sosial6. TunagrahitaPrinsip pengenalan bagi abak tunagrahita:o Prinsip kasih sayango Prinsip keperagaanMetode pembelajaran:Menyusun rencana pembelajaranMelaksanakan praktik pembelajaranEvaluasi dan tindak lanjut
  20. 20. 7. Model pelayanan pendidikan secara umummacam-macam kelas untuk tunagrahita:- Kelas transisi- Kelas khusus( SLB)- Kelas terpadu- Program sekolah rumah (home schooling)- Pendidikan inklusi- Panti rahabilitas8. AutisMetode pembelajaran yang tepatPengajar yang tepatSuasana belajar yang tepatMateri pembelajaran
  21. 21. 9. Tunarungusekolah inklusiMetode material refleksi (MMR)Komputer untuk berkomunikasiBahasa isyaratAbjad jari10. TunalarasDengan adanya sekolah sangat membantu para orang tua yang sudah kuwalahan dalam mendidik anaknya.
  22. 22. 11. Down SyndromeMendisiplinkan anak ini: - jalin Kerja sama dengan keluarganya - dimulai dari langkah kecil - konsistensi - keteladanan12. Pengaruh lingkungan sekolah terhadap perkembangan ABK:peran lingkungan sekolah: sekolah menjadi hal utama agar anak merasa nyaman untuk tetap belajar dalam sekolah.Guru yag bersahabat: dukungan dri guru sangat dibutuhkan murid, apalagi untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini.
  23. 23. TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN SAUDARA“Semoga bermanfaat”

×