Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

PKN - budaya politik

195 views

Published on

Kelompok 5

SMK Telkom JKT - Access 23

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

PKN - budaya politik

  1. 1. Chapter 9: Budaya Politik di Indonesia Kelompok 4 Access Academy Main Open Cable Akbar Adivi Gaos Basilik Hansilvian Damario Aji Deti Febrianti Hegar Erian Kadek Chyntia L.W Okky Yasirhan Ryan Andreas Varian Kashira F. Rizky Anandar
  2. 2. Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya.
  3. 3. Masyarakat Indonesia sangat heterogen. Heterogenitas bangsa Indonesia tidak dalam arti budaya saja melainkan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap budaya politik bangsanya. Di era reformasi sekarang ini sistem politik Indonesia mengalami perkembangan yang cukup bagus dan lebih demokratis dalam melibatkan partisipan dalam berbagai macam kegiatan politik seperti pemilu langsung untuk memilih wakil rakyat.
  4. 4.  Tingkat pendidikan masyarakat sebagai kunci utama perkembangan budaya politik masyarakat  Tingkat ekonomi masyarakat, semakin tinggi tingkat ekonomi/sejahtera masyarakat maka partisipasi masyarakat pun semakin besar  Reformasi politik/political will (semangat merevisi dan mengadopsi sistem politik yang lebih baik)  Supremasi hukum (adanya penegakan hukum yang adil, independen, dan Bebas)  Media komunikasi yang independen (berfungsi sebagai control sosial, bebas, dan mandiri)
  5. 5. Dalam sistem ini jumlah partisipan mencapai 40-60% dari penduduk dewasa. Mereka terdiri atas para aktivis politik dan para peminat politik yang kritis mendiskusikan masalah-masalah kemasyarakatan dan pemerintahan. Selain itu, mereka adalah kelompok-kelompok pendesak yang mengusulkan kebijakan- kebijakan baru untuk melindungi kepentingan khusus mereka. Sementara itu, jumlah Para aktivis sosial seperti lembaga ISAC termasuk partisipan dalam sistem demokratis industrial. yang berbudaya politik subjek kurang lebih 30%, sedangkan parokial kira-kira 10%.
  6. 6. Dalam sistem ini sebagian besar rakyat hanya menjadi subjek yang pasif. Mereka mengakui pemerintah dan tunduk pada hukumnya, tetapi tidak melibatkan diri dalam urusan pemerintahan. Sebagian kecil rakyat lainnya berbudaya politik partisipan dan parokial. Kelompok partisipan berasal dari mahasiswa dan kaum intelektual, pengusaha, dan tuan tanah. Mereka menentang dan bahkan memprotes sistem politik yang ada. Sementara, kaum parokial yang sedikit sekali kontaknya terhadap sistem politik terdiri dari para petani dan buruh tani yang hidup dan bekerja di perkebunan-perkebunan.
  7. 7. Dalam sistem ini, sebagian besar warga negaranya menganut budaya politik parokial. Mereka hidup di pedesaan dan buta huruf. Pengetahuan dan keterlibatan mereka dalam kehidupan politik sangat kecil. Sementara itu, kelompok partisipan sangat sedikit jumlahnya, biasanya berasal dari kaum terpelajar, usahawan, dan tuan tanah. Demikian pula proporsi jumlah pendukung budaya politik subjek juga relatif kecil.
  8. 8.  politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di katakan Parokial apabila frekuensi orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya udaya politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut.  politik partisipan,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik.  politik partisipan,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik.
  9. 9. Peran aktif dalam kehidupan politik dapat kalian tampilkan mulai dari lingkungan sekolah, masyarakat serta lingkungan bangsa clan negara baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut ini dipaparkan contoh peran aktif yang dapat ditampilkan dalam lingkungan- lingkungan tersebut. Dalam kehidupan di lingkungan keluarga, kalian dapat menampilkan peran aktifnya dalam kehidupan politik dengan mengikuti berbagai kegiatan berikut ini: 1. Musyawarah keluarga 2. Pemasangan atribut-atribut kenegaraan pada waktu hari besar nasional seperti proklamasi kemerdekaan. 3. Membaca dan mengikuti berbagai berita di televisi, radio, dan media massa lainnya terutama yang menyangkut peristiwa-peristiwa politik kenegaraan. Dalam kehidupan di lingkungan sekolah, kalian dapat menampilkar peran aktifnya dalam kehidupan politik dengan mengikuti berbagai kegiatan berikut 1. Pemilihan ketua kelas, ketua OSIS, dan ketua organisasi ekstrakurikuler seperti Pramuka, Pecinta Alain, PMR, Paskibra, dan sebagainya. 2. Pembuatan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga OSIS atau organisasi ekstrakurikuler yang diikuti forum-forum diskusi atau musyawarah yang diselenggarakan di sekolah. 3. Membuat artikel yang berisikan aspirasi siswa yang dimuat di majalah dinding, buletin sekolah dan sebagainya. Dalam kehidupan di lingkungan masyarakat, kalian dapat menampilkan peran aktifnya dalam kehidupan politik dengan mengikuti berbagai kegiatan berikut ini: 1. Forum warga 2. Pemilihan ketua RT. RW, Kepala Desa, ketua organisasi masyarakat, dan sebagainya 3. Pembuatan peraturan yang berupa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga bagi organisasi masyarakat, koperasi, RT-RW,.LMD, dan sebagainya. Dalam kehidupan di lingkungan bangsa dan negara, kalian dapat menampilkan peran aktifnya dalam kehidupan politik dalam bentuk: 1. Menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum 2. Menjadi anggota aktif dari partai politik, kelompok penekan dan kelompok kepentingan tertentu 3. Duduk dalam lembaga politik seperti MPR, DPR, dan DPD 4. Biasa berkomunikasi dengan wakil-wakil rakyat 5. Berkampanye, menghadiri kelompok diskusi 6. Ikut aksi unjuk rasa secara damai
  10. 10. Terima Kasih 

×