Askep ge bab 1 5

7,093 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,093
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
84
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Askep ge bab 1 5

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Kesehatan adalah hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan sumber daya manusia di samping juga karunia Tuhan yang perlu di syukuri. Oleh karena itu kesehatan perlu di pelihara dan perlu di tingkatkan kwalitasnya. untuk mewujudkan paradigma sehat menuju indonesia 2012. Selain itu pada waktu sekarang dan yang akan datang kita juga menghadapi transisi demogratis dan epidemiologis. Tantangan global dan regional perkembangan ilmu pengetahuan dan tecnologi yang pesat yang termasuk dalam bidang imformasi. Telekomunikasi dan transportasi serta semarak nya demokrasi di segala bidang. Semua itu mendorong perlunya di lakukan peninjauan ulang kebijakan yang ada, serta di rumuskanya paradigma baru dalam bidang kesehatan. Hal ini sejalan dengan UU no 23 tahun 1992,tentang kesehatan yang tetap di jadikan acuan yang pada pasal 3 menyebutkan bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan, bagi setiap orang agar trwujud derajad kesehatan yang obtimal. Peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekwensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang patogen. Inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yangbermacam-macam,virus dan parasit yang patogen.B. RUANG LINGKUP PENULISAN Karena melihat penderita system Pencernaan GastroEnteritis sehubungan dengan keterbatasan waktu dan ilmu dalam pembuatan laporan kasus ini. Disini di bahas dan di batasi pada satu kasus saja. Asuhan Keperawatan Dengan Sistem Pencernaan GastroEnteritis Pada An. G di Ruang Zaal D RSU HKBP Balige.
  2. 2. C. TUJUAN PENULISAN 1. Tujuan umum Untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Sistem Pencernaan GastroEnteritis Pada An. G 2. Tujuan khusus a) Dapat melakukan Pengkajian pada An. G Denggan Gangguan Sistem Pencernaan GastroEnteritis (GE) b) Dapat menegakan Diagnosa Keperawatan pada An.G Dengan Gangguan Sistem Pencernaan GastroEnteritis (GE) c) Dapat merencanakan Tindakan Keperawatan pada An. G Dengan Gangguan Sistem Pencernaan GastroEnteritis (GE) d) Dapat mengevaluasi tindakan Keperawatan pada An. G Dengan Gangguan Sistem Pencernaan GastroEnteritis (GE)D. METODE PENULISAN Adapun manfaat laporan kasus ini: a. Untuk mahasiswa - Agar dapat memperluas dan memperdalam ilmu penetahuan dengan metode proses keperawatan terhadap pasien dengan gangguan system Pencernaan GastroEnteritis (GE) Agar dapat menerapkan langsung asuhan keperawatan pada pasien b. Untuk rumah sakit - Agar dapat menjadi pembendarahan dan sumber informasi dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan system Pencernaan GastroEnteritis (GE) sebagai perrbaikan dalam penegakan askep. c. Untuk institusi - Agar dapat dijadikan sebagai bahan pengkajian lebih lanjut - Agar dapat dijadikan bahan umpan balik terhadap penerapan secara terpadu tentang proses keperawatan dalam teori mahasiswa, sehingga bermutu dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam keperawatan. Dalam penyusunan laporan kasus ini menggunakan metode deskripsi yaitu metode ilmiah yang menggambarkan kejadian-kejadian dan masalah yang terjadi pada saat ini.
  3. 3. Adapun cara yang digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. Study Kepustakaan yaitu : Dengan mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan gangguan sistem kardiovaskuler serta mengumpulkan data teoritis dengan menggunakan sumber sesuai dengan judul laporan kasus ini. 2. Study kasus atau dengan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yaitu : Pengkajian,Diagnosa Keperawatan,Perencanaan,Pelaksanaan,EvaluasiE. Sistematika Penulisan. Adapun sistematika penulisan Laporan kasus ini terdiri dari 5 bab yaitu: BAB 1. Pendahuluan yang meliputi: Latar belakang,Tujuan penulisan,Ruang limgkup penulisan,metode penulisan,sistematika penulisan. BAB 2. Landasan Teoritis: A. Landasan Teoritis Medis meliputi:Defenisi,Anatomi dan fisiologi ,Patofisiologi, Etiologi, Gejala klinis, Komplikasi, Pemeriksaan diagnostik, Penatalaksanaan medis. B. Landasan Teoritis Keperawatan meliputi:Pengkajian, Diagnosa keperawatan,Perencanaan, Implementasi, Evaluasi. BAB 3. Tinjauan Kasus meliputi: Pengkajian, Diagnosa keperawatan, perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi. BAB 4. Pembahasan meliputi: Pengkajian, Diagnosa keperawatan, Intervensi, Implementasi, dan Evaluasi. BAB 5. Kesimpulan dan Saran meliputi: Kesimpulan, Saran. DAFTAR PUSTAKA. LAMPIRAN: Catatan perkembangan.
  4. 4. BAB II LANDASAN TEORITIS2.1 LANDASAN TEORITIS MEDIS2.1.1 Pengertian GastroEntritis adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengan padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. Menurut WHO (1980) GastroEntritis adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari.(Mansjoer,A.1999,501). Gastroentritis(GE) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yangmemberikan gejala diare dengan atau tanpa disertaimuntah.(Sowden,Etall.1996). Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya(FKUI,1965). Gastroenteritis adalah kondisis dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan.(MarlenanMayers,1995).2.1.2 Etiologi Penyebab dari diare akut antara lain : 1. Faktor Infeksi - Infeksi Virus Retavirus Penyebab tersering diare akut pada bayi, sering didahulu atau disertai dengan muntah. Timbul sepanjang tahun, tetapi biasanya pada musim dingin. Dapat ditemukan demam atau muntah. Di dapatkan penurunan HCC. Enterovirus Biasanya timbul pada musim panas. Adenovirus Timbul sepanjang tahun Menyebabkan gejala pada saluran pencernaan/pernafasan Norwalk Epidemik Dapat sembuh sendiri (dalam 24-48 jam).
  5. 5. - BakteriStigella Semusim, puncaknya pada bulan Juli-September Insiden paling tinggi pada umur 1-5 tahun Dapat dihubungkan dengan kejang demam. Muntah yang tidak menonjol Sel polos dalam feses Sel batang dalam darah- Salmonella Semua umur tetapi lebih tinggi di bawah umur 1 tahun. Menembus dinding usus, feses berdarah, mukoid. Mungkin ada peningkatan temperatur Muntah tidak menonjol Sel polos dalam feses Masa inkubasi 6-40 jam, lamanya 2-5 hari. Organisme dapat ditemukan pada feses selama berbulan-bulan.- Escherichia coli Baik yang menembus mukosa (feses berdarah) atau yang menghasilkan entenoksin. Pasien (biasanya bayi) dapat terlihat sangat sakit.- Campylobacter Sifatnya invasis (feses yang berdarah dan bercampur mukus) pada bayi dapat menyebabkan diare berdarah tanpa manifestasi klinik yang lain. Kram abdomen yang hebat.Muntah/dehidrasi jarang terjadi- Yersinia Enterecolitica Feses mukosa Sering didapatkan sel polos pada feses. Mungkin ada nyeri abdomen yang berat Diare selama 1-2 minggu. Sering menyerupai apendicitis.
  6. 6. 2. Faktor Non Infeksiosus - Malabsorbsi Malabsorbsi karbohidrat disakarida (intoleransi, lactosa, maltosa, dan sukrosa), non sakarida (intoleransi glukosa, fruktusa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering ialah intoleransi laktosa. Malabsorbsi lemak : long chain triglyceride. Malabsorbsi protein : asam amino, B-laktoglobulin. - Faktor makanan Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan (milk alergy,foodalergy,dow’nmilkproteinsenditiveenteropathy/CMPS). - FaktorPsikologis Rasa takut,cemas2.1.3 PatofisiologiPenyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus enteris, VirusNorwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia Coli, Yersinia danlainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa mikroorganisme patogen inimenyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimanamerusak sel-sel, atau melekat pada dinding ususpadaGastroenteritis akut.PenularanGastroenteritis bias melalui fekal-oral dari satu penderita ke yang lainnya. Beberapa kasusditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yangterkontaminasi.Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang tidakdapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meningkat sehinggaterjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus,isi rongga usus berlebihan sehinggatimbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus,sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan multilitasusus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu sendiriadalah kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa(Asidosis Metabolik dan Hipokalemia), gangguan gizi (intake kurang, output berlebih),hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.
  7. 7. 2.1.4 Bagan PatofisiologiFaktor Infeksi F malabsorbsi F. Makanan F. Psikologi KH,Lemak,ProteinMasuk dan ber meningk. Tek osmo toksin tak dapat cemaskembang dlm tik diserap ususHipersekresi air pergeseran air dan hiperperistaltikdan elektrolit elektrolit ke rongga( isi rongga usus) usus menurunya kesempatan usus menyerap makanan DIAREFrek. BAB meningkat distensi abdomenKehilangan cairan & elekt integritas kulitberlebihan perianalGg. Kes. Cairan & elekt As. Metabl mual, muntahResiko hipovolemi syok sesak nafsu makan Gang. Oksigensi BB menurun Gangg. Tumbang2.1.5 Manifestasi Klinis Nyeri perut (abdominal discomfort) Rasa perih di ulu hati Mual, kadang-kadang sampai muntah Nafsu makan berkurang Rasa lekas kenyang
  8. 8. Perut kembung Rasa panas di dada dan perut Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba).2.1.6. Komplikasi Dehidrasi Renjatan hipovolemik Kejang Bakterimia Mal nutrisi Hipoglikemia Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus. Tingkat derajat Dehidrasi 1. Dehidrasi ringan Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis, suara serak, penderita belum jatuh pada keadaan syok. 2. DehidrasiSedang Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek, suara serak, penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam. 3. Dehidrasi Berat Kehilangan cairan 8 - 10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai koma, otot-otot kaku sampai sianosis.2.1.7Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium yang meliputi : 1. Pemeriksaan Tinja o Makroskopis dan mikroskopis. o pH dan kadar gula dalam tinja dengan kertas lakmus dan tablet dinistest, bila diduga terdapat intoleransi gula. o Bila diperlukan, lakukan pemeriksaan biakan dan uji resistensi. 2. Pemeriksaan Darah o pH darah dan cadangan dikali dan elektrolit (Natrium, Kalium, Kalsium dan Fosfor) dalam serum untuk menentukan keseimbangan asama basa. o Kadar ureum dan kreatmin untuk mengetahui faal ginjal.
  9. 9. 3. DoudenalIntubation Untuk mengatahui jasad renik atau parasit secara kualitatif dan kuantitatif, terutama dilakukan pada penderita diare kronik.2.1.8 Penatalaksanaan Medis 1. Pemberian cairan. 2. Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan : Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, mineral dan makanan yang bersih. 3. Obat-obatan.2.2 LANDASAN TEORITIS KEPERAWATAN2.2.1 Pengkajian Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data,analisa data dan penentuan masalah. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi, observasi, psikal assessment.Pengkajian data menurut Cyndi Smith Greenberg, 1992 adalah :  Identitas klien.  Riwayat keperawatan. Awalan serangan : Awalnya anak cengeng,gelisah,suhu tubuh meningkat,anoreksia kemudian timbul diare. Keluhan utama : Faeces semakin cair,muntah,bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi,berat badan menurun. Pada bayi ubun-ubun besar cekung,tonus dan turgor kulit berkurang,selaput lendir mulut dan bibir kering,frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer.  Riwayatkesehatanmasalalu. Riwayat penyakit yang diderita,riwayat pemberian imunisasi.  Riwayatpsikososialkeluarga. Dirawatakanmenjadistressorbagianakitusendirimaupun bagi keluarga,kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak,setelah menyadari penyakit anaknya,mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.  Kebutuhan dasar. Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari,BAK sedikit atau jarang.
  10. 10. Pola nutrisi : diawali dengan mual, muntah, anopreksia, menyebabkan penurunan berat badan pasien. Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya. Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lamah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen.  Pemerikasaan fisik. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah,kesadran composmentis sampai koma,suhu tubuh tinggi,nadi cepat dan lemah,pernapasan agak cepat.  Pemeriksaan sistematik : Inspeksi : mata cekung,ubun-ubun besar,selaput lendir,mulut dan bibir kering,berat badan menurun,anus kemerahan. Perkusi : adanya distensi abdomen. Palpasi : Turgor kulit kurang elastis. Auskultasi : terdengarnya bising usus.  Pemeriksaantingkattumbuhkembang. Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun.  Pemeriksaanpenunjang. Pemeriksaan tinja,darah lengkap dan doodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif.2.2.2 Diagnosa keperawatan 1) Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan. 2) Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah. 3) Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,frekwensi BAB yang berlebihan. 4) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. 5) Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit,prognosis dan pengobatan. 6) Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua,prosedur yang menakutkan.2.2.3Rencana keperawatan Diagnosa 1. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.
  11. 11. Tujuan:Devisitcairan dan elektrolit teratasiKriteria hasil:Tanda-tanda dehidrasi tidak ada, mukosa mulut dan bibir lembab,balance cairanseimbangIntervensi:- Observasi tanda-tanda vital.- Observasi tanda-tanda dehidrasi.- Ukur input dan output cairan (balance cairan).- Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih 2000 – 2500 cc per hari.- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapy cairan, pemeriksaan lab elektrolit.- Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium. Diagnosa2.Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mualdan muntah.Tujuan :Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasiKriteria hasil:Intake nutrisi klien meningkat, diet habis 1 porsi yang disediakan, mual,muntah tidakada.Intervensi- Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi. Timbang berat badan klien.- Kaji factor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi. Lakukan pemerikasaan fisik abdomen (palpasi,perkusi,dan auskultasi).- Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering.- Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien. Diagnosa 3.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,frekwensi BAB yang berlebihan.Tujuan :Gangguan integritas kulit teratasiKriteria hasil :Integritas kulit kembali normal, iritasi tidak ada, tanda-tanda infeksi tidak adaIntervensi :- Ganti popok anak jika basah.- Bersihkan bokong perlahan sabun non alcohol.
  12. 12. - Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit.- Observasi bokong dan perineum dari infeksi.- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi antipungi sesuai indikasi. Diagnosa 4.Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.Tujuan :Nyeri dapat teratasiKriteria hasilNyeri dapat berkurang / hiilang, ekspresi wajah tenangIntervensi :- Observasi tanda-tanda vital.- Kaji tingkat rasa nyeri.- Atur posisi yang nyaman bagi klien- Beri kompres hangat pada daerah abdoment.- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi analgetik sesuai indikasi. Diagnosa 5.Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentangpenyakit,prognosis dan pengobatan.Tujuan :Pengetahuan keluarga meningkatKriteria hasil :Keluarga klien mengeri dengan proses penyakit klien, ekspresi wajah tenang, keluargatidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien.Intervensi :- Kaji tingkat pendidikan keluarga klien.- Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit klien.- Jelaskan tentang proses penyakit klien dengan melalui penkes.- Berikan kesempatan pada keluarga bila ada yang belum dimengertinya.- Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien. Diagnosa 6.Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua,prosedur yang menakutkan.Tujuan :Klien akan memperlihatkan penurunan tingkat kecemasanIntervensi :- Kaji tingkat kecemasan klien. Kaji faktor pencetus cemas.- Buat jadwal kontak dengan klien.- Kaji hal yang disukai klien.
  13. 13. - Berikan mainan sesuai kesukaan klien. - Libatkan keluarga dalam setiap tindakan. - Anjurkan pada keluarga unrtuk selalu mendampingi klien.2.2.4 Implementasi Pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan sfesifik, tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan di susun dan diajukan perawat untuk membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan yang telah mencakup peningkatan kesehatan. Perencanaan penyakit,memulihkan kesehatan.(Nursalam,2001, proses dan dekumentasi keperawatan konsep praktek)2.2.5 Evaluasi keperawatan 1) Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan. 2) Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhantubuh. 3) Integritas kulit kembali noprmal. 4) Rasa nyaman terpenuhi. 5) Pengetahuan kelurga meningkat,Cemas pada klien teratasi.
  14. 14. BAB III TINJAUAN KASUS3.1 PengkajianA. Identitas pasien Nama : An. G Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 1 tahun 7 bulan Tanggal masuk : 12 Juni 2012 Tanggal pengkajian : 12 Juni 2012 Diagnosa medis : GE (GastroEnteritis) No. Register : 54.486B. Identitas Orang Tua NO AYAH IBU NAMA Tn. G Ny. J UMUR 30 thn 28 thn PEKERJAAN Wiraswasta IRT SUKU/BANGSA Batak/Indo Jawa/indo AGAMA Islam Islam PENDIDIKAN SMA SMA ALAMAT Jln. Sisingamangaraja Jln. Sisingamangaraja XII XII Balige Balige1. Keluhan utama saat masuk rumah sakit - Saat mencari pertolongan/ masuk RS : Klien di bawa orang tuanya keruangan pada tanggal 12 Juni 2012 pukul 14.50 Wib, dengan keluhan utama demam, mual muntah, defekasi >6x/hari dan rasa nyeri pada bagian rektum di tandai dengan saat klien buang air besar nangis dan meringis, dan sebelumnya klien di bawah orang tua nya berobat ke bidan desa, dan bidan menyarankan agar anak segera di bawak ke rumah sakit.
  15. 15. - Saat pengkajian : Pada saat pengkajian klien mengatakan anaknya sering buang air besar dengan konsistensi cair dan saat buang air besar anaknya selalu menangis.2. Riwayat kehamilan dan persalinan - Prenatal Selama hamil ibu sering mengalami sakit pada daerah pelviks dan sering muntah- muntah, tetapi tidak berlebihan Ny. J melakukan kunjungan kehamilan untuk ANC sebanyak 8 kali, yaitu pada Trimester I sebanyak 3 kali, Trimester II sebanyak 2 kali dan Trimester III sebanyak 3 kali. - Natal Adapun lamanya kala persalinan yaitu : kala I selama 12 jam, kala II selama 30 menit, dan kala III selama 30 menit. Keadaan air ketuban jernih, kehamilan ibu 9 bulan 11 hari, bau khas dengan volume lebih kurang 1400 cc. - Post natal Anak dan Ibu sehat, jenis persalinan spontan dan tidak terdapat lilitan tali pusat pada bayi, persalinan ditolong oleh dokter dan bidan.3. Riwayat masa lampau 1. Penyakit waktu kecil : Tidak ada 2. Pernah dirawat dirumah sakit : Tidak pernah 3. Obat-obatan yang digunakan : Tidak ada 4. Tindakan operasi : Tidak pernah 5. Alergi : Tidak ada 6. Kecelakaan : Tidak pernah 7. Imunisasi : Ibu klien tidak mengetahui dengan pasti.4. Pemeriksan tingkat perkembangan 1. Kemandirian bergaul : --- 2. Motorik halus : Os dapat melihat/ mengenal orangtuanya apabila ada sentuhan 3. Motorik kasar Os bisa menggenggam tangannya dengan kuat 4. Kognitif : -- 5. Bahasa : os menangis apabila meminta sesuatu, mis: BAB, BAK, dan haus5. Riwayat Sosial 1. Yang mengasuh : Sampai saat ini bayi masih diasuh oleh kedua orangtuanya
  16. 16. 2. Hubungan dengan anggota keluarga: Baik 3. Hubungan dengan teman sebaya : - 4. Pembawaan secara umum : - 5. Lingkungan rumah : Rumah klien dekat dengan pembuangan air besar disebelah depan, dan samping kiri rumah klien. Lingkungan kumuh dan padat dengan rumah penduduk.6. Kebutuhan Dasar 1. Makan : - Makanan yang disukai/tidak disukai : Bayi masih meminum ASI dan makanan pendamping lainnya, yaitu nasi lembek ataupun beras merah yang dijadikan bubur. - Selera Bayi rewel dan malas untuk makan - Alat yang dipakai Piring dan sendok, namun bayi masih diberi makan oleh ibunya. - Pola makan/jam Tidak teratur. Bayi selalu menangis dan selalu muntah bila diberi makan. 2. Pola tidur : - Kebiasaan sebelum tidur Setelah diberi ASI bayi terkadang tertidur dan sering diberi nyanyian dari ibunya. - Tidur siang : bayi rewel dan gelisah serta demam, tidur siang sebanyak 6 jam / 24 jam 3. Mandi : Bayi selalu dimandikan setiap pagi dan sore 4. Eleminasi : BAB Sebelum masuk rumah sakit BAB 3x/hari, warna kuning.konsistensi padat. Bau khas dan tidak ada kelainan. Sesudah masuk rumah sakit BAB >6x/hari. Warna kuning ,konsistensi encer dan berbui, tidak ada bau khas karena ada kelainan. BAK Sebelum masuk rumah sakit BAK sedikit-sedikit warna kuning bau khas dan tidak ada kelainan. Setelah masuk rumah sakit BAK sedikit setiap saat buang air besar.7. Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan umum : lemah, penurunan kesadaran 2. TB/BB : 78 cm / 10, 9 kg
  17. 17. 3. Lingkar kepala : 32 cm 4. Kepala Bayi memiliki ubun-ubun besar dan ubun-ubun kecil, tidak ada caput succadaneum, lingkar kepala datar, rambut tipis/sedikit. 5. Mata Mata bayi terlihat cekung, simetris kanan dan kiri, sekresi air mata tidak ada saat menangis, purulen tidak ada, gerakan mata isokor. 6. Leher Tidak ada pembesaran pada kelenjar thyroid 7. Telinga :Bentuk telinga simetris, serumen ada dalam bentuk normal. 8. Hidung Bentuk hidung normal, tidak ada kelainan atau pendarahan pada hidung 9. Mulut Bentuk mulut simetris, mukosa mulut kering, gigi belum ada/belum tumbuh, tidak normal dan pipi simetris 10. Dada Bentuk dada simetris kanan dan kiri 11. Paru-paru Tidak dijumpai adanya kelainan, pernafasan cepat 32 x/i 12. Jantung Tidak dijumpai adanya kelainan. Bunyi jantung normal (lup-lup) irama jantung regular. 13. Perut : Adanya distensi abdomen, Cubitan kulit perut kembali sangat lambat. ( < 2 detik ) 14. Punggung : tidak dijumpai adanya kelainan, warna kemerahan. 15. Genetalia : Labia Mayora dan labia minora lengkap, tidak dijumpai adanya kelainan 16. Ekstremitas : a) Ekstremitas atas : normal, jari berjumlah 10 buah, kuku belum sampai ujung jari b) Ekstremitas bawah : normal, jari berjumlah 10 buah , kuku belum sampai ujung jari 17. Tanda vital : a. RR : 32 x/i TD : 100/70 mmHg b. HR : 102 x/i Temp : 38,5 OC8. Keadaan kesehatan saat ini 1. Diagnosa medis : GastroEnteritis (Mencret) 2. Tindakan operasi : -----
  18. 18. 3. Status cairan : RL 30 tts/I (micro) 4. Status nutrisi : Diet bubur ayam 900 kkal+ 8 gr protein 5. Obat-obatan : Zinkid 1x20 mg Parasetamol 3x125 mg 6. Aktivitas : Klien bedrest 7. Tindakan keperawatan : Melakukan kompres hangat pada bagian dahi dan ketiak untuk mengurangi menurunkan panas tubuh, dan juga berkolaborasi dalam pemberian terapy kepada dokter. 8. Hasil laboratorium : Nama test HasilHb 11 gr%Ht 34,1L 11.400T 346.000KGD AR 89 mg/dlFoto Rontgen : tidak dijumpai adanya kelainanLain-lain : tidak dilakukan pengkajian
  19. 19. ANALISA DATANo DATA ETIOLOGI MASALAH1. DS : Ibu menyatakan anak Makanan yang kurang Gangguan keseimbangan nya mencret, lemas dan bersih dapat menimbulkan cairan dan elektrolit lemah berbagai kuman dan protozoa DO : BAB >6 x/hari konsistensi cair, mata cekung, mukosa mulut kering, Turgor kulit buruk Gangguan kebutuhan Anoreksia DS :Ibu menyatakan anaknya nutrisi b/d mual muntah muntah dan tidak mau makan DO :Anak terlihat lemas dan pucat DS :Ibu menyatakan anaknya Kebersihan pada kulit Gangguan integritas kulit nangis apabila terlambat kurang terjaga mengganti popoknya DO :Terlihat bercak merah pada bagian punggung dan 2. belehan pahak karena terdapat iritasi3.3 PERUMUSAN MASALAH 1. Devisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan 2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual muntah 3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi frekuensi BAB berlebihan
  20. 20. 3.4 PRIORITAS MASALAH Ganguan keseimbangan dan Elektrolit Gangguan Kebutuhan Nutrisi Gangguan Integritas Kulit RENCANA KEPERAWATAN Nama klien : An.G Umur : 1 tahun 7 bulan Jenis kelamin : PerempuanNo Dx.keperawatan Tujuan. K/H Intervensi Rasionalisasi1. Devisit volume Tujuan : - Observasi tanda- - Untuk mengetahui cairan dan tanda vital perkembangan klien. Devisit cairan elektrolit dari - Observasi tanda- - Untuk mengetahui derajat dan elektrolit kebutuhan tanda dehidrasi. dehidrasi teratasi tubuh b/d - Ukur input, - Untuk mengetahui output cairan output keseimbangan cairan K/H : yang berlebihan - Menganjurkan - Untuk menambah cairan TTV normal, keluarga dan elektrolit yang hilang. Tanda-tanda memberikan dehidrasi tidak minuum yang ada, mukosa banyak + 2000- mulut dan bibir 2500 cc/hari lembab - Kolaborasi dalam - Mempercepat kesembuhan pemberian terapi pasien. obat dan cairan. Gangguan - Untuk mengetahui2. kebutuhan Tujuan : - Kaji pola nutrisi perkembangan klien nutrisi kurang klien dan - Untuk mengetahui Gangguan dari kebutuhan perubahan yang perkembangan klien. pemenuan tubuh b/d mual terjadi - Untuk mengkaji bising usus kebutuhan muntah nutrisi teratasi - Dilatasi gaster dapat terjadi - Timbang berat bila pemberian makan
  21. 21. K/H : badan klien terlalu cepat. - Pengobatan masalah dasar Intake nutrisi - Berikan tidak terjadi tanpa klien meningkat pemeriksaan fisik perbaikan status nutrisi. diet habis dalam abdomen porsi yang di - Berikan diet sajikan, mual dalam porsi hangat muntah tidak dan porsi kecil tapi tidak ada sering - Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan deit klien - Ganti popok anak - Untuk mencegah terjadinya3. Gangguan yang basah iritasi integritas kulit Tujuan : - Untuk mencegah infeksi b/d iritasi - Bersihkan bokong Gangguan silang frekwensi BAB berlahan dengan integritas kulit berlebihan sabun teratasi - Berikan salep bila - Mencegah buruknya K/H : terjadi iritasi pada integritas kulit Integritas kulit kulit - Mempercepat penyembuhan kembali normal - Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian salep antifungsi
  22. 22. BAB IV PEMBAHASAN Setelah penulis melakukan Asuhan Keperawatan pada An. G Dengan Gangguan SistemPencernaan ( GastroEnteritis ) Di RSU HKBP Balige. Maka padaBAB ini di bahas tentangkesenjangan antara teori dengan kasus yang di temukan di lahan praktek. Untuk lebih jelasnya penulis menguraikan dalam penjelasan di bawah ini melalui proseskeperawatan yang di mulai dari tahap pengkajian, diagnose,interpensi, pelaksanaan,danevaluasi.4.1 Pengkajian Tahap pengkajian adalah tahap awal dari pelaksanaan asuhan keperawata, penulis tidakmenemukan kesulitan dalam menganalisa karena keluarga mau di ajak bekerja sama,sedangkan data-data yang lain penulis dapat kan dari status pasien yang di ambil daripengkajian. Dari hasil pengkajian penulis menemukan adanya kesenjangan teori dan kasus hal-halyang di temui pada kasus dan sesuaidengan teori adalah :4.2 Diagnosa keperawatan Berdasarkan hasil pengkajian penulis dapat menegakan 4 diagnosa keperawatan yangtelah diprioriaskan berdasarkan kebutuhan dasar hirarki manusia “ Abraham maslow” padatahap ini menemukan kesenjangan antara teori dan kasus yaitu di temukannya diagnosiskeperawatan yang pada teoriada dan terdapat pada kasus yaitu : 1. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan. 2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah. 3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,frekwensi BAB yang berlebihan.sedangkan yang tidak terdapat pada kasus, yaitu : Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit,prognosis dan pengobatan Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua,prosedur yang menakutkan.
  23. 23. 4.3 Perencanaan Adapun perencanaan yang penulis lakukan adalah sesuai dengan masalah yang timbulatau sedang menghadapi pasien sehingga penulis tidak menemukan kesenjangan antara teoridengan kondisi klien atau masalah klien.4.4 PelaksanaanDalam pelaksanaan tindakan yang penulis lakukan sesuai dengan tindakan yang telah ditetapkan. Penulis tidak mendapatkan hambatan dalam melaksakan tindakan tersebut karenaorang orang tua sangat dalam melakukan tindakan.4.5 EvaluasiPada tahap ini penulis melakukan Asuhan Keperawatan pada An. G selama 5 hari, asuhankeperawatan tersebut ada yang teratasi dan ada pula yang tidak teratasi.Masalah yang tidak teratasi adalah pada diagnosa I. Sedangkan teratasi adalah diagnosa IIdan III, pada tanggal 16 Juni 2012
  24. 24. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1 Kesimpulan Pengkajian kasus Dengan Gangguan Sistem Pencernaan GastroEnteritis di temukan pada teori dan kasus dan semua data di peroleh secara kooperatif baik dari pasien, keluarga maupun tim medis. Diagnosa keperawatan di temukan kesenjangan di mana tidak semua teririoritis dan di temukanya pada kasus ini. Asuhan keperawatan dapat di laksanakan dengan baik sesuai dengan perencanaan yang di tetapkan tanda adanya hambatan. Pada pelaksanaan seluruh perencanaan dapat pelaksnaan baik yang mandiri maupun yang berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya. Hasil masih menunjukan ada masalah yang belum tercapai dan yang teratasi.5.2 Saran Penyakit GastroEnteritis penyakit yang paling sering di jumpai pada orang usiaAnak- Anak dan orang dewasa. Disaran kan untuk memenuhi segala keperawatan yang dianjur kan oleh dokter. Dalam asuhan keperawatan GastroEnteritis hendaknya di lakukan pengkajian yang akurat dan kerja sama yang baik dengan kesehatan. Pendidikan diperlukan terhadap keluarga untuk menghadapi tanda dan gejala yang mungkin timbul. Seoarang keluarga, kesehatan di tuntut memiliki keterampilan yang khusus dalam membantu perawat.
  25. 25. Daftar PustakaCarpenito, L.J., (1999). Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan. Ed. 2 Jakarata : EGC (2000). Diagnosa Keperawatan. Ed. 8. Jakarata : EGCMansjoer, Arif., et all. (1999). Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI : Media Aescullapius.Pitono Soeparto, dkk. (1997). Gastroenterologi Anak. Surabaya : GRAMIK FK Universitas Airlangga.Price, Anderson Sylvia. (1997) Patofisiologi. Ed. I. Jakarata : EGC.
  26. 26. ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.G DENGAN GANGGUANSISTEM PENCERNAAN: GASTROENTERITISDIRUANG ZAAL D RSU HKBP BALIGE OLEH: HERMAN MANURUUNG 10.019AKADEMI KEPERAWATAN YAYASAN T. P ARJUNA PINTUBOSI-LAGUBOTI ANGKATAN VIII 2012
  27. 27. KATA PENGANTAR Puji dan syukur Penullis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan Laporan Kasus ini dengan judul “AsuhanKeperawatan Pada An.G Dengan Gangguan Sistem Pencernaan: GastroEnteritisDiruang Zaal D RSU Balige” Dalam penulisan laporan kasus ini, masih banyak kekurangan dan kesalahan yang dimilikipenulis dalam pembuatan Laporan Kasus ini. Namun berkat petunjuk, arahan serta saran yangdiberikan oleh berbagai pihak dalam membantu penyelesaian laporan kasus ini dapatterselesaikan dengan baik. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada segenap pihak yangmendukung penulis dalam menyelesaikan Laporan Kasus Ini, yaitu kepada yang terhormat: 1. Bapak Dr. Tihar Hasibuan, MARS selaku direktur RSU Balige. 2. Ibu Minar Lenny Situmorang, SST selaku Direktris Akademi Keperawatan Yayasan T.P Arjuna. 3. Ibu Rusliana Siahaan, AMKSelaku Kepala Ruangan Zaal D 4. Ibu Rina M Manalu, SSTSelaku Kordinator Klinik 5. Ibu Minaria Togatorop S.Kep Ns selaku Pembimbing 6. Kepada seluruh keluarga An.G yang bersedia menjadi pasien untuk kasus kelolaan yang berperan banyak dalam memberikan informasi. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan kasus ini, masih banyak kekurangandan kesalahan yang dimiliki penulis,oleh karena itu penulis membutuhkan kritik dan saranagar laporan kasus ini dapat terselesaikan dengan baik. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih. Laguboti, Juni 2012 Penulis Herman Z Manurung

×