Pertekomb

319 views

Published on

Pertekom

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
319
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pertekomb

  1. 1. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM DUNIA KAMPANYE Oleh: GRUP B MAKALAH Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Tugas Matakuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG Tahun 2014
  2. 2. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM DUNIA KAMPANYE Oleh: Andes Dwi Yani 1124060008 Azhari Baroqah 1124060011 Erwin Nurlina 1124060025 Innesa Shana Fadillah 1124060033 Melani Imelda Dahlia 1124060042 Mella Shanty 1124060043 FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG Tahun 2014
  3. 3. PENGESAHAN Laporan Makalah Kelompok E Tentang Perkembangan Teknologi Dalam Relasi Bisnis Tanggal 9 April 2014 Dosen Pengampu Proofreader H. Ahmad Fuad, S.Sos., M.Si (......................................)
  4. 4. ii PERNYATAAN Dengan ini kami menyatakan bahwa : 1. Karya tulis kami, makalah ini, adalah asli dan belum pernah di presentasikan. 2. Karya tulis adalah murni gagasan, rumusan, dan penelitian kelompok kami sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arah dosen pengampu. 3. Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka. 4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidak benaran dalam pernyataan ini, maka kami bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan nilai yang telah diperoleh karena karya ini, serta sanksi lainnya pencabutan hak mengikuti ujian akhir semester. Bandung, Yang membuat pernyataan, 1. Nama : Grub B
  5. 5. iii ABSTRAK Perkembangan teknologi komunikasi saat ini merupakan sebuah alat untuk mempermudah partai politik dalam melakukan sebuah kampanye .Teknologi yang digunakan para elit politik dalam melakukan sebuah kampanye adalah dengan pemanfaatan media,baik elektronik maupun cetak.Salah satu media elektronik yang digunakan adalah Televisi dan radio,Fungsi televisi dan radio berfungsi sebagai media penyiaran segala macam visi,misi yang akan dilakukan oleh para elit politik dalam membangun citra positif dimata masyarakat.karena media sangat berperan penting dalam mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para partai politik.Sama seperti hal nya dengan televisi dan radio,majalah dan surat kabar juga berperan begitu penting dalam hal pelaksanaan kampanye. ABSTRACT The development technological communication in this momment is the tool to easly the politicial parties to in a campaign.Technological used in to conducting such a campaign use the media,between electronic or media printig.one of the electronic media that is in used a television an radio .The function television and radio that is to broadcast media all kind vission and mission that will do by politicial parties to development reputation in front of the public.Because the media also to role important to influence public convidence against politician parties.same such as television and radio ,magazine and nemws paper also to role important to do campaign parties.
  6. 6. iv KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenaiPerkembanganTeknologi dalam Dunia Kampanye. Makalah ini dibuat dengan berbagai referensi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. Bandung,09April 2014 Penulis
  7. 7. v DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian ..................................................................1 1.2. Rumusan Masalah ..............................................................................2 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..........................................................3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Media Massa ....................................................................4 2.2 Teori Agenda Setting .........................................................................4 2.3 Pengertian Kampanye ........................................................................5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian...............................................................................6 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Media Untuk Kampanye ....................................................................7 4.2 Peran Media Sebagai Alat Komunikasi Politik Dalam Kampanye Pemilu.................................................................................................11 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan.............................................................................................17 5.2 Saran...................................................................................................17 DAFTAR PUSTAKA
  8. 8. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi komunikasi dan informasi kini semakin terbuka dan mudah diakses. Setiap kita diam-diam adalah pelaku, meskipun pasif. Banjir informasi yang tak terelakkan itu menjadikan manusia semakin paham bahwa tidak ada lagi kata untuk tertutup. Tidak ada sikap yang mengunci diri rapat-rapat dalam labirin sunyi, karena setiap kita tidak lain adalah pengguna informasi dan komunikasi. Saat ini kemajuan teknologi komunikasi tidak hanya berperan sebagai sebuah alat untuk mempermudah kehidupan manusia saja.Teknologi komunikasi juga sangat berperan dalam mempermudah para elit politik dalam memperoleh kekuasaan.Salah satu pemanfaatan teknologi komunikasi di dalam dunia politik adalah sebagai sarana pembentukan reputasi dimata masyarakat Indonesia.Peran media massa sangat berperan penting di dalam pelaksanaan kampanye dalam pelaksanaan pemilu 2014. Blusukan menjadi tipikal tersendiri dalam hal pendekatan seorang pejabat publik (eksekutif dan legislatif) kepada masyarakat. Kedatangan sang pejabat ke tengah kehidupan masyarakat pada satu sisi merupakan penghargaan yang diberikan sang pejabat kepada masyarakat, dan di sisi lain merupakan potret langsung yang dibidik sang pejabat sehingga ia tahu jenis kebutuhan
  9. 9. 2 pembangunan di tempat itu. Blusukan pun menjadi model kampanye diam-diam yang mampu menyatukan emosi warga terhadap pemimpinnya. Masih efektif blusukan bagi kepentingan pemilu legislatif 2014. Seringkali kali ia harus keluar masuk kampung mengenalkan diri, visi ,misi dan pencitraan, sementara pemilu kini bukan masanya lagi kampanye politik menggunakan cara- cara konvensional. Bukan saatnya lagi kampanye politik harus menyediakan sejumlah alat peraga kampanye lantas memajang alat peraga itu di jalan-jalan atau perkampungan. Kini teknologi telah menyediakan sarana dan kemudahan kampanye. Lebih baik membuang sampah teknologi ke dunia maya daripada membuang sampah alat peraga kampanye ke dunia nyata. Keasrian lingkungan tetap terjaga apabila kampanye politik dilakukan secara cerdas dengan jalan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. Sehingga tidak ada lagi batang pohon yang dipaku lantaran hendak memajang gambar seorang caleg Pemilu 2014. 1.2 Rumusan masalah 1) Apa saja media yang di gunakan dalam pelaksanaan kampanye ? 2) Bagaimana peran media sebagai alat komunikasi politik dalam kampanye pemilu ? 3) Bagaimana realisasi kampanye politik dalam media massa ?
  10. 10. 3 1.3 Tujuan penelitian 1) Untuk mengetahui media yang di gunakan dalam pelaksaan kampanye. 2) Untuk mengetahui peran media sebagai alat komunikasi politik dalam kampanye pemilu. 3) Untuk mengetahui realisasi kampanye politik dalam media massa.
  11. 11. 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Media Massa Menurut Leksikon Komunikasi, media massa adalah sarana penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas misalnya radio, televisi, dan surat kabar. Menurut Cangara, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada. 2.2 Teori Agenda Setting Menurut Maxwell McCombs dan Donald Shaw (1973 – 1993), Agenda Setting adalah hubungan yang kuat antara berita yang disampaikan media dengan isu – isu yang dinilai penting oleh public merupakan salah satu jenis efek media massa yang paling popular yang dinamakan dengan agenda setting. Agenda setting terjadi karena media massa sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper) harus selektif dalam menyampaikan berita. Agenda setting level pertama adalah upaya membangun isu umum yang bernilai penting, dan level kedua adalah menentukan bagian – bagian atau aspek – aspek dari isu umum tersebut yang dinilai penting. Level kedua penting karena memberitahu kita
  12. 12. 5 bagaimana cara membingkai isu atau melakukan framing terhadap isu, yang akan menjadi agenda media dan juga agenda public. 2.3 Pengertian Kampanye Menurut Rogers dan Storey (1987), kampanye sebagai serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu merujuk. Merujuk pada definisi ini maka setiap aktifitas kampanye komunikasi setidaknya harus mengandung empat hal yakni : 1) Tindakan kampanye yang ditujukan untuk menciptakan efek atau dampat tertentu . 2) Jumlah khalayak sasaran yang besar. 3) Biasanya dipusatkan dalam kurun waktu tertentu. 4) Melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisasi.
  13. 13. 6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah secara literatur. Studi literatur ini didapatkan dari buku-buku, jurnal ilmiah, majalah, koran, internet, dan sebagainya.Pokok Bahasan yang diambil dari studi literatur meliputi: 1) Perkembangan Teknologi di Dunia Bisnis 2) Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi pada Dunia Bisnis 3) Relasi antara Dunia Bisnis dengan Perkembangan Teknologi Komunikasi 4) Keuntungan Dalam Dunia Bisnis
  14. 14. 7 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Media Untuk Kampanye Pengalaman yang dilakukan oleh LSM dalam melakukan advokasi, entah secara sadar atau tidak, mereka banyak sekali menggunakan berbagai media. Mereka menggunakannya dengan cukup kreatif, dengan dana sebagai faktor utama dalam berkreasi. Namun tidak jarang pula dengan boros mereka menggunakan dananya tanpa memperhatikan dengan seksama keefektifan suatu media dan pesan yang hendak disampaikan. Dari berbagai pengalaman, media dipergunakan untuk menjalin komunikasi lebih luas tentang isu yang hendak disampaikan kepada khalayak yang lebih luas. tulisan ini hanya merangkaikan beberapa pengalaman tentang media supaya tidak terserak begitu saja. Dengan demikian tidak harus mengulangi banyak kegagalan yang sudah dilakukan sebelumnya. 4.1.1 Jenis Media Secara umum pesan itu berbentuk tertulis, terdengar, terlihat dan gabungan dari itu yang biasa disebut audio visual. Namun kini orang lebih mengenal dari bentuknya yakni media cetak, elektronik, dan pengajaran seperti seminar, diskusi, mengajar.
  15. 15. 8 1) Radio Radio merupakan medium yang menguntungkan untuk mencapai sasaran penerima pesan. Radio memiliki daya penyampaian langsung, membawakan suara antara tempat-tempat yang berjauhan jaraknya dengan pengiriman pesan dan penerimanya yang terjadi pada saat hampir bersamaan. Siaran siarannya dapat diikuti dan dinikmati dalam lingkungan keluarga dan di rumah-rumah, sehingga komunikasi berlangsung dalam suasana keakraban. Radio juga terbilang murah, setiap orang memiliki dan dapat dinikmati siarannya sambil minum atau melakukan pekerjaan lainnya, karena indera yang dibutuhkan adalah telinga. Namun radio memiliki beberapa keterbatasan yaitu siaran radio sifatnya hanya sepintas lalu, adanya gangguan cuaca atau teknis yang menyebabkan penerimaan siaran kurang sempurna, serta pendengar yang terpencar dan heterogen. Keadaan ini menuntut siaran yang bersifat umum, tidak ilmiah, berdasar pada tingkat pendidikan dan pengetahuan rata rata pendengarnya. Oleh karena itu dalam menyampaikan pesan kepada pendengarnya hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Kejelasan Untuk dapat dimengerti dengan mudah. Dalam hal ini hendaknya menggunakan: 1) Kalimat yang singkat dan sederhana
  16. 16. 9 2) Kata kata yang umum dipakai 3) Susunan ide-ide yang lancar dan langsung 4) Pengulangan faktor dan ide-ide yang penting Contoh-contoh dan ilustrasinya : 1) Bahan-bahan yang betul betul dikuasai untuk penyajian yang jelas
  17. 17. 10 2) Fakta dan ide yang jumlahnya tidak terlalu banyak Kelincahan. Pesan yang disampaikan melalui radio harus lincah dan riang untuk memikat perhatian dan agarpendengar tetap tertarik. Untuk itu hendaknya digunakan: 1) Kata-kata yang konkret dan mengandung gambaran 2) Pendekatan yang segar 3) Contoh dan ilustrasi yang jenaka 4) Pertentangan ide-ide 5) Sound effect yang tepat Keanekaragaman. Agar pesan dapat memikat dan menambah perhatian pendengar, maka naskah pesan kampanye harus bervariasi, tidak dibuat satu macam. 2) Televisi Televisi merupakan media yang paling banyak menarik perhatian akhir-akhir ini. Ini dapat dibuktikan dari penerimaan iklan yang paling besar dibanding dengan media lainnya. Namun demikian biaya penggunaan untuk penyampaian isu kampanye tidak murah. Apabila bersaing dengan acara atau iklan, maka kampanye yang diusung hampir tidak kelihatan sama sekali.
  18. 18. 11 Oleh sebab itu diperlukan berbagai upaya dalam menyebarkan isu kampanye melalui televisi, misalnya dengan berita, dialog dan lainnya. Hal utama yang paling penting adalah bagaimana berkomunikasi meyakinkan lembaga penyiaran tentang pentingnya isu yang harus diangkat dan keuntungan dari lembaga penyiaran mengangkat isu ini. Seringkali tahap inilah yang paling sulit, karena harus diakui banyak stasiun televisi yang bersifat pragmatis, dan lebih mementingkan pemasukan keuangannya. Oleh sebab itu, jika budget yang tersedia terbatas, disarankan untuk menghindari rencana penyampaian pesan melalui media ini. Masih banyak alternatif media yang bisa berdayaguna. 3) Surat Kabar, Majalah Surat kabar merupakan media daerah yang sangat penting serta tinggi potensi jangkauannya. Namun demikian, surat kabar jarang disimpan pembacanya, sehingga respon yang dihasilkan dari pemberitaan akan cepat, namun cepat juga respon lupanya. Namun demikian, karena bentuknya kertas, surat kabar memiliki sifat dokumentatif yang dapat sewaktu-waktu untuk dilihat kembali. 4.2 Peran Media Sebagai Alat Komunikasi Politik Dalam Kampanye Pemilu
  19. 19. 12 4.2.1 Kampanye sebagai komunikasi politik Kampanye dalam Pemilu pada dasarnya dianggap sebagai suatu ajang berlangsungnya proses komunikasi politik tertentu, yang sangat tinggi intensitasnya. Ini dikarenakan terutama dalam proses kampanye pemilu, interaksi politik berlangsung dalam tempo yang meningkat. Setiap peserta kampanye berusaha meyakinkan para pemberi suara/konstituen, bahwa kelompok atau golongannya adalah calon-calon yang paling layak untuk memenangkan kedudukan. Dalam sebuah negara yang belum demokratis, media massa yang netral sangat sulit ditemukan. Hal ini dapat dipahamai karena pemerintah memiliki otoritas yang kuat dalam menjaga stabilitas. Tak heran jika media di dalam negara tersebut sangat selektif menyiarkan berita dan tentunya melewati kontrol pemerintah. Begitu juga kondisi media di negara Indonesia sejak dahulu. Media massa yang ada pun biasanya merupakan representasi dari pemerintah atau Parpol tertentu. 4.2.2 Peran Media Massa Secara umum media massa memiliki berbagai fungsi bagi khalayaknya yaitu pertama, sebagai pemberi informasi, kedua, pemberian komentar atau interpretasi yang membantu pemahaman makna informasi,ketiga, pembentukan kesepakatan, keempat, korelasi bagian-bagian masyarakat dalam pemberian respon terhadap lingkungan, kelima, transmisi warisan budaya, dan keenam,
  20. 20. 13 ekspresi nilai-nilai dan simbol budaya yang diperlukan untuk melestarikan identitas dan kesinambungan masyarakat Oleh karena itu media massa seharusnya menjadi sarana pencerahan dan transformasi nilai-nilai kebenaran agar masyarakat dapat melihat secara apa adanya. Media sebaiknya tidak memunculkan kesan yang terlalu menilai atau keberpihakan dalam masa kampanye Pemilu. Seharusnya media menyampaikan informasi yang sebenarnya, jelas hitam putihnya. Sehingga masyarakat tidak terjebak pada pilihan mereka, karena persoalan Pemilu adalah persoalan masa depan bangsa. Media harus mampu bersikap objektif dalam penayangan berita. 4.2.3 Pengaruh televisi Dengan arus teknologi ini, rasanya media elektronik menjadi saluran utama untuk mempengaruhi pandangan masyarakat khususnya dalam masa kampanye Pemilu. Medium ini telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Hal itu salah satunya disebabkan sudah banyaknya masyarakat yang memiliki televisi maupun radio, bahkan sebagian lagi sudah mampu menggunakan internet. Oleh karena itu banyak Partai maupun calon yang akan berkompetisi di Pemilu menggunakan sarana atau saluran kampanye melalui media elektronik khususnya televisi. Banyak sedikitnya penayangan yang berhubungan dengan transformasi ataupun sosialisasi visi dan misi dari sebuah Partai maupun calon yang dijagokannya akan sangat mempengaruhi penilaian masyarakat terhadapnya. Oleh
  21. 21. 14 karena itu, bagi yang ingin mendapat kemenangan suara harus mampu “menguasai” media ini dengan penayangan iklannya. Dengan tidak sedikit biaya tentunya. Begitu kuatnya pengaruh media televisi untuk mempengaruhi orang awam. Dengan televisi, kampanye mampu menjangkau orang-orang yang cacat sekalipun seperti tuna netra dan tuna rungu. Bagi mereka yang takdapat melihat, bisa menikmati dengan mendengar, begitu juga bagi yang tak dapat mendengar dapat menikmatinya dengan visualisasinya. Selain faktor aktualitas, televisi dengan karakteristik audio visualnya memberikan sejumlah keunggulan, diantaranya mampu menyampaikan pesan melalui gambar dan suara secara bersamaan dan hidup, serta dapat menayangkan ruang yang sangat luas kepada sejumlah besar pemirsa dalam waktu bersamaan. Iklan tidak hanya sering tapi juga harus menarik dan mudah diingat oleh masyarakat. Pemberitaan mengenai Partai maupun tokoh juga berpengaruh terhadap persepsi masyarakat. Misalnya Partai mana saja yang sering melakukan kecurangan atau bertindak anarki akan dapat di lihat masyarakat secara aktual. Oleh karena itu opini yang „sengaja‟ dibentuk oleh media menjadi senjata untuk menaikan ataupun menjatuhkan pamor salah satu kontestan Pemilu. Sebenarnya diperlukan obyektivitas dan netralitas media agar tercipta iklim yang baik dalam masa Pemilu. Namun kita juga tidak boleh melupakan salah satu tujuan usaha yaitu tentunya profit. Artinya kita jangan mudah terpedaya oleh media massa yang mengatasnamakan berimbang dan tidak memihak. Karena
  22. 22. 15 penayangan iklan tentunya tidak gratis. Banyak sedikitnya penayangan ditentukan oleh besar kecilnya biaya. Selain itu juga kita perlu melihat siapa yang ada di balik media itu. Sedekat apakah hubungan antara sebuah media dengan pemerintah, Parpol, maupun tokoh politik lainnya? Ini sebagai parameter untuk mengukur netralitas sebuah media. Karena ini mempengaruhi pada setiap pemberitaan oleh media. 4.2.4 Pengaruh surat kabar Selain televisi, surat kabar atau media cetak memiliki andil dalam pembentukan persepsi masyarakat. Persepsi sangat dipengaruhi oleh informasi yang ditangkap secara keseluruhan. Begitu juga dengan pencitraan pada dasarnya juga dipengaruhi oleh informasi yang diterima dan dipersepsi. Informasi atau berita dalam media massa merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh gatekeeper yang dijabat oleh pemimpin redaksi atau redaktur pelaksana surat kabar. Berita merupakan salah satu informasi yang diberikan oleh surat kabar. Dalam hal penyajian berita harus melalui seleksi.Karena isi berita sangat berpengaruh pada minat masyarakat untuk membaca. 4.2.5 Pengaruh Radio Sama hal nya dengan televisi,peranan radio juga dimanfaatkan oleh kalangan partai politik dalam menyebarkan informasi terkait penyebaran reputasi yang positif dikalangan masyarakat,sehingga masyarakat dapat lebih memberikan
  23. 23. 16 hak pilihnya kepada partai yang memang mempunyai citra/reputasi yang positif dimata masyarakat itu sendiri. Peranan radio dalam proses pemilu ini membuktikan suatu partisipasi masyarakat.Sarana Partisipasi dan Keterbukaan. Radio adalah suatu media yang di bentuk oleh sekelompok lembaga penyiaran sebagai suatu ruang partisifasi yang bersifat indefenden, terbuka dan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat. Sebagai suatu media informasi yang indefenden, radio adalah salah satu ruang partisipasi serta ruang demokrasi bagi masyarakat. Ruang keterbukaan dalam radio komunitas nampak jelas, tanpa membedakan status, golongan, kenyakinan beragama mau pun politik.
  24. 24. 17 BABV KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Jadi pada dasarnya perkembangan teknologi komunikasi yang berkembang sampai saat ini tidak hanya sebagai alat untuk mempermudah aktivitas manusia,tapi dapat dijadikan juga sebagai salah satu saluran yang digunakan oleh partai politik dalam membangun opini publik dimata masyarakat terutama dalam hal pelaksanaan kampanye.Media yang digunakan dalam pelaksanaan kampanye yang berfungsi sebagai penyebaran visi dan misi yang akan disampaikan oleh para elit politik,media tersebut berupa televisi, majalah, surat kabar, dan radio.Media massa tersebut digunakan supaya kampanye lebih bersifat efektif karena penyiarannya dapat dilihat oleh setiap masyarakat. Saat berkampanye dengan media massa seorang politikus sekaligius pemilik stasiun televisi lebih leluasa saat melakukan kampanye dengan televisi dan kapan pun mereka dapat melakukan kampanye. 5.2 Saran Saran kami buat para para pelaku politik bisa lebih baik saat memimpin negeri ini pada tahun 2014 kedepan. Semoga kampanye yang dilakukan dapat dilakukan dengan sebenar-benarnya agar dapat membuat masyarakat percaya akan
  25. 25. 18 janji-janji politik oleh-oleh pemimpin-pemimpin yang jujur dan adil maupun lewat media elektronik maupun media massa. Lalu saran untuk kami adalah, semoga kami dapat lebih paham mengenai apa yang telah dibuat melalui kampanye.
  26. 26. 19 DAFTAR PUSTAKA Larson, Charles U., 1992, Persuasion; Reception and responsibility, California: Wardswort Publishing Company Morissan,(2013).Teori Komunikasi Individu Hingga Massa,Kencana Penanda Media Grup,Jakarta. Rogers, E.M., & Storey J.D (1987) Comunication Campaign. Dalam C.R Berger & S.H. Chafee (Eds.), Hand Book of Comunication science . New Burry Park, CA:SAGE Venus, Antar. (2009). Manajemen Kampanye,Simbiosa Rekatama Media,Bandung. http://komunikasi.uinsgd.ac.id/pengertian-media-massa/

×