Makalah kwu (Menunjukan Sikap Pantang Menyerah, Mengelola konflik, Membangun Visi dan Misi Usaha)

20,096 views

Published on

Makalah kwu kelas XI SMK (Menunjukan Sikap Pantang Menyerah, Mengelola konflik, Membangun Visi dan Misi Usaha)

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
  • Good, kak... Terima Kasih, Very Usefull...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
20,096
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
220
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah kwu (Menunjukan Sikap Pantang Menyerah, Mengelola konflik, Membangun Visi dan Misi Usaha)

  1. 1. 1 | K e w i r a u s a h a a n Menunjukan Sikap Pantang Menyerah dan Ulet 1. Pengertian Pantang Menyerah dan Ulet Sikap Ulet dan pantang menyerah merupakan sikap bertahan untuk tetap ingin mencapai apa yang diinginkan kendati mengalami kegagalan, mendapat hambatan dan rintangan. Pada Hakikatnya sikap pantang menyerah dan ulet merupakan perjuangan wirausahawan yang tangguh penuh semangat, tidak putus asa, kuat kerja keras dan tidak menyerah. Seorang wirausaha mempunyai cita-cita tinggi untuk sukses didalam mengelolah kegiatan usahanya / bisnisnya, cita-cita wirausahawan yang sangat tinggi untuk sukses didalam mengelola kegiatan usaha/ bisnisnya akan menjadi pendorong dan daya tahan dalam menghadapi segala rintangan, hambatan, cobaan dan kendala dalam berwirausaha. Memulai berwirausaha memang berat, tetapi sesuatu yang berat tentu akan menjadi ringan jika tahu cara mengolahnya. menurut Steinhoff dan Burgess (Suryana,2008) karakteristik wirausaha sebagai pemimpin gina meraih kesuksesan di awali dengan langkah : 1. Memiliki misi dan visi bisnis yang jelas 2. Memiliki keberanian 3. memiliki usaha perencanaan yang matang 4. memiliki konsistensi 5. memiliki hubungan antara mitra usaha dan pihak lain 2. Langkah-langkah Menerapkan Sikap Ulet dan Pantang Menyerah a. Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama pertama yang paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan menyadarinya , Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya. b. motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikanlah artis, atlit,karyawan dapat menajak karirnya karena berprestasi, mereka umumnya
  2. 2. 2 | K e w i r a u s a h a a n memperjuangkan apa yg ingin diraihnya dengan daya dan upaya yg optimal. Sebaliknya , orang2 yg mudah menyerah , frustasi dan mudah putus asa adalah orang-orang yang gagal. c. Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yang Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif dibandingkan bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli , orang yang optimis mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil dibanding orang yang pesimis. Mengapa ? Karena keyakinan yg positif akan mempengaruhi mental dan fisik secar signifikan untuk mendapatkan apa yang di yakininya. d. Arahkan mata Anda pada tujuan , bukan pada hambatan . Bila Anda memandang pada tujuan , maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya , bila Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang. e. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yang mantap , Hadapi dan palamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yang benar bukan berarti seperti orang yang terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yang menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yang matang.Kalau Anda tidak berani mengambil resiko , tentu saja Anda berada pada tempat yang aman,namun Anda tidak akan berkembang. f. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian .Anggaplah tantangan sebagai “Sparring Pathner” yang akan membuat Anda semakin kuat , bukan sebagai raksasa yang menelan Anda. Semakin banyak tantangan , semakin berani menghadapinya,maka semakin terbentuk karakter yang kuat. g. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha. Anda mengalami kegagalan. Belajarlah daridari kegagal itu agar didapat gambaran yang lebih baik lagi. h. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yang sekuat nilai “kegigihan” . Ingatlah filsofi air yang bisa melubangi batu dengan tetesan yang terus terus-menerus. i. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas , Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaiman cara mengatasinya.Carilah jalur alternatif ! j. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa hrus mengalaminya sendiri. Dengan cara itru Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi anda yang sangat berharga. 3. Menerapkan Sikap Ulet Karakteristik wirausaha yang baik akan membawa kearah kebenaran dan keselamatan sikap kerja keras dan ulet, serta akan menaikkan derajat dan martabat wirausahawan. Karakteristik lainnya yang perlu dipahami dan dipelajari adalah adanya teknik mawas diri, umpan balik, tanggapan, ilmu pengetahuan, keterampilan serta kera keras dan ulet. Karakteristik wirausahawan yang baik didalam berwira usaha adalah
  3. 3. 3 | K e w i r a u s a h a a n perjuangan yang menunjukan sikap, ulet, pekerja keras, optimis dan enerjik didalam mengelola kegiatan usahanya. Adapun karakteristik para wirausahawan yang baik dan perlu dikembangkan agar bisa menunukan sikap kera pantang menyerah dan ulet yaitu sebagai berikut : a. Kerja keras,uletdandisiplin b. Mandiri dan realistis c. Prestatif dan komitmen tinggi d. Belajar dari pengalaman e. Berfikir positif dan bertanggung jawab f. Memperhitungkan resiko usaha g. Mencari jalan keluar dari setiap permasalahan h. Merencanakan sesuatu sebelum bertindak i. Kreatif dan inovatif 4. Melakukan Usaha dengan Selalu Mencari Sesuatu yang Baru a. Kreatif Sifat Kreatif yaitu mempunyai kemampuan untuk menciptakan, mampu menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun kenyataannya yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Tipe-tipe Kreatif :  Menciptakan dan membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada  Mengombinasikan / mensintesiskan, dua ha; atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan menjadi berhubungan  Memodifikasikan sesuatu yang memang sudah ada, berupaya mencari cara-cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi berbeda penggunaannya dengan orang lain. b. Inovasi Inovasi merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide- ide yang dapat di jual dan bukan selalu berupa ide-ide yang sangat rumit, tetapi kadang-kadang inovasi berasal dari ide-ide baru yang sepele dan sejenis saja, asal merupakan yang baru dan harus lebih baik dari yang telah ada. Jenis-jenis inovasi:  Penemuan (invensi): produk / jasa / proses yang benar-benar baru, ex: wright bersaudara (pesawat terbang), alexander graham bell ( pesawat telepon)  Pengembangan (ekstensi): pemanfaatan / penerapan lain pada produk, jasa, proses yang ada, ex: raynoc : mc. Donald  Penggandaan (duplikasi): refleksi kreatif atau konsep yang telah ada, ex: walmart: department store  Pemaduan (sintesis): kombinasi atas konsep-konsep dan faktor-faktor yang telah ada di dalam penggunaan / formulasi baru
  4. 4. 4 | K e w i r a u s a h a a n Mengelola Konflik Pengaruh hubungan antar individu (interpersonal) Untuk mewujudkan kehidupan yang serasi, harmonis, dan berkualitas dapat dibangun melalui memperbaiki hubungan antarindividu, baik di dalam keluarga, kelompok masyarakat, dan organisasi. Pengertian:  Hubungan antar manusia / dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita dengan cara- cara yang dianggap baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal a. Bagaimana persepsi terhadap orang lain Timbulnya kesan tertentu terhadap orang lain, antara lain dipengaaruhi oleh beberapa hal : 1) Hal-hal yang ada dalam diri sendiri Sifat kepribadian Seseorang cenderung untuk beranggapan bahwa orang lain akan berprilaku sama dengan dirinya sendiri. Membina hubungan pribadi dengan orang-orang yang bersifat tertutup lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan pembinaan hubungan pribadi dengan orang-orang yang bersifat terbuka  Pengalaman masa lalu Merupakan refleksi yang ada dalam diri seseorang, dimana ia cenderung akan memindahkan pengalaman masa lalu ke dalam situasi yang dihadapinya  Keadaan emosi sementara Rasa gembira, sedih, marah, sakit hati, dll merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan kesan yang dibuat seseorang terhadap orang yang baru pertama kali dijumpai  Peran yang dipegang Jabatan atau fungsi ysng dipegang seseorang seringkali mempengaruhi cara melihat orang lain 2) Hal-hal yang ada pada diri orang lain  Ciri-ciri fisik : bentuk fisik menetukan pandangan orang terhadap seseorang, walau kadang itu merupaka persepsi yang salah  Jenis kelamin: orang selalu menganggap bahwa perempuan itu lemah, emosional, kurang rasional, dan kurang mandiri, meskipun itu tidak sepenuhnya benar  Asal bangsa atau suku: orang biasanya menarik kesimpulan umum dari sifat-sifat yang menonjol dari suku bangsa tersebut  Usia: orang yang lebih tua selalu dianggap lebih matang dan berpengalaman daripada yang lebih muda. 3) Situasi atau kondisi pada saat hubungan interpersonal terjadi Suasana yang baik akan sangat mendukung keberhasilan dalam hubungan baik
  5. 5. 5 | K e w i r a u s a h a a n b. Kemampuan menampilkan diri secara menarik Bagaimana menjadi pribadi yang menarik dan tidak membosankan  Prinsip hubungan interpersonal Keutuhan dan kelanggengan hubungan akan tercipta bila masing-masing pihak berhubungan secara jujur dan adil. Ketidakjujuran dan ketidakadilan akan menyebabkan terjadinya konflik  Perbedaan-perbedaan yang menimbulkan ketidakharmonisan dan ketidakserasian a. ketidakharmonisan dalam hubungan interpersonal: karena kekurangmapuan seseorang dalam berkomunikasi secara lisan b. ketidaserasian dalam hubungan interpersonal: karena sikap dan perbedaan pola pikir KONFLIK Pengertian:  Segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua pihak atau lebih.  Proses yang timbul karena suatu pihak merasa bahwa pihak lainnya mempunyai persepsi yang tidak sejalan dengan pihaknya Konflik organisasi adalah: ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota atau kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber- sumber daya yang terbatas dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi. Elemen dalam konflik: 1) adanya dua pihak atau lebih; 2) interaksi pertentangan Perbedaan antara konflik dan persaingan  Persaingan: dimana salah satu pihak yang bertentangan mampu untuk menjaga dirinya dari gangguan pihak lain dalam pencapaian tujuan  Konflik: dimana salah satu pihak yang bertentangan mengganggu pihak lain dalam mencapai tujuannya. Contoh: Jika dua siswa yang masing-masing ingin meraih juara kelas, dalam usaha mereka masing-masing tidak mengganggu pihak lain, merupakan persaingan. Tetapi jika dalam mencapai tujuan masing-masing siswa tersebut mengganggu pihak lain, misalnya mempermasalahkan cara pihak lain dalam mencapai tujuannya, maka akan timbul konflik. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik a. Secara Umum 1) Komunikasi: salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan tidak lengkap, atau gaya individu manajer / pimpinan yang tidak konsisten 2) Struktur: pertarungan kekuasaan antar departemen bagian dengan kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan
  6. 6. 6 | K e w i r a u s a h a a n 3) Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan jabatannya dan perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi b. Secara rinci 1) Perbedaan kepribadian: dua kepribadian yang bertentangan bila berinteraksi bisa menimbulkan konflik, karena tidak ada yang mau mengalah 2) Perbedaan cara pandang: cara pandang yang berbeda terhadap sesuatu hal bisa menimbulkan konflik. 3) Perbedaan tujuan dan kepentingan: dua organisasi yang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda, bila tergabung dalam satu kegiatan tertentu akan menimbulkan konflik 4) Perbedaan pemahaman: komunikasi yang kurang efektif menimbulkan perbedaan pemahaman antara orang yang satu dengan yang lain, sehingga terjadi konflik Kesimpulan: Secara sederhana konflik terjadi karena: a. kegagalan komunikasi karena proses komunikasi tidak berlangsung secara baik b. pesan sulit dipahami karena perbedaan pengetahuan c. perbedaan pola pikir d. perbedaan kepentingan e. nilai-nilai yang diyakini setiap pihak f. prosedur yang tidak jelas g. suasana atau situasi lingkungan yang menekan, dll Tahap-tahap pemahaman orang terhadap konflik Robin membagi menjadi 3 tahap: a. Pandangan tradisional (traditional view of conflict)  Memahami konflik sebagai sesuatu peristiwa negatif yang identik dengan kekacauan destruktif (merusak) dan dianggap dapat merugikan kelangsungan organisasi perusahaan sehingga harus dicegah, berkembang sampai sekitar tahun 1940 b. Pandangan hubungan manusia (human relation view of conflict)  Memahami konflik sebagai peristiwa yang wajar terjadi dalam hubungan manusia interaksi antar individu atau kelompok di dalam organisasi, berkembang antara 1940- 1970 c. Pandangan interaksionis / pluralis (interactions / pluralist view of conflict)  Memahami konflik sebagai instrumen untuk membuat iklim di dalam organisasi menjadi dinamis, bila tidak maka harus distimulasi dengan menciptakan konflik. Perubahan pandangan tentang konflik No Pandangan lama Pandangan Baru 1. Konflik dapat dihindarkan Konflik tidak dapat dihindarkan 2. Konflik disebabkan oleh kesalahan-kesalahan manajemen dalam perancangan dan pengelolaan Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi, perbedaan tujuan yang tidak dapat dihindarkan,
  7. 7. 7 | K e w i r a u s a h a a n perbedaan dalam Peran konflik dalam suatu usaha a. Berperan benar (functional) Konflik mempunyai potensi untuk pengembangan b. Berperan salah (disfunctional) Konflik menjadi pengganggu pelaksanaan kegiatan organisasi Peran fungsional konflik a. manajer menemukan cara penggunaan dana yang lebih baik b. lebih mempersatukan para anggota organisasi c. manajer mungkin menemukan cara perbaikan prestasi organisasi d. mendatangkan kehidupan baru di dalam hal tujuan serta nilai organisasi e. penggantian manajer yang lebih cakap, bersemangat dan bergagasan baru Proses terjadinya konflik Menurut Hendricks, proses terjadinya konflik dapat diidentifkasi menjadi 3 (tiga): a. Tahap pertama: tahap peristiwa sehari-hari Perasaan tidak puas yang terlupakan b. Tahap kedua: adanya tantangan Mulai mengedepankan kepentingan perorangan atau kelompok c. Tahap ketiga: timbulnya pertentangan  Terjadi konflik terbuka atau tertutup  Hardjana, mengemukakan tingkatan konflik terdiri dari 6 macam:  Konflik yang mendahului  Kemungkinan konflik yang dilihat  Konflik yang dirasa  Perilaku yang tampak  Konflik ditekan atau dikelola  Dampak konflik Jenis jenis konflik Secara umum konflik dibedakan atas dua, yaitu konflik internal dan eksternal. Penyebab konflik internal: pertentangan antara perusahaan dengan karyawan karena sesuatu hal Penyebab konflik eksternal: kondisi atau kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan Berdasarkan pihak-pihak yang bertentangan, maka konflik bisa dibedakan atas: a. konflik dalam diri individu pertentangan yang dialami oleh seseorang karena apa yang dilakukan berbeda dengan hati nuraninya. b. konflik antarindividu dalam organisasi yang sama konflik personal,antara orang yang satu dengan orang lainnya yang ada dalam satu organisasi c. konflik antara individu dengan kelompok
  8. 8. 8 | K e w i r a u s a h a a n konflik yang terjadi antara seorang individu yang ada dalam satu kelompok dengan orang-orang yang ada di kelompoknya d. konflik antarkelompok dalam organisasi yang sama pertentangan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dalam saru organisasi, karena perbedaan kepentingan e. konflik antarorganisasi terjadi karena persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian negara Tipe-tipe masalah konflik Masalah konflik dalam usaha dapat dibagi menjadi 2 tipe: a. konflik yang tidak bisa dikendalikan manajemen usaha / bisnis, seperti adanya penipuan, kebakaran, dsb b. konflik yang dapat dikendalikan oleh manajemen usaha/ bisnis, seperti keuangan, SDM, pemasaraan, penjualan, promosi, produksi, operasi, dan sistem informasi Manfaat terjadinya konflik a. dapat meningkatkan keyakinan wirausahawan bahwa usahanya akan berhasil b. menjadi pandai dalam membuat keputusan c. dapat meningkatkan ambisinya untuk maju dalam mengembangkan usahanya d. menjadi pandai berkomunikasi dengan konsumen/pelanggan e. memiliki komitmen tinggi dalam tugasnya f. mau bertanggungjawab dalam usahanya g. merasa yakin, kreatif, dan inovatif dalam usahanya h. selalu toleransi dalam menghadapi resiko konflik dan ketidakpastian dalam usahanya i. selalu berorientasi ke masa depan dan mau belajar dari akibat konflik j. dapat meningkatkan kerja keras pantang menyerah dan ulet Cara penanggulangan konflik a. mengenali persoalan konflik usaha secara umum b. menentukan fakta-fakta penting yang berhubungan dengan persoalan c. mengidentifikasi berbagai masalah konflik usaha d. mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan masalah konflik usaha e. mencari sumber-sumber masalah konflik usaha f. mempertimbangkan berbagai kemungkinan jalan keluarnya g. memilih jalan keluar penanggulangan konflik h. melaksanakan cara penanggulangan masalah konflik secara tepat i. memeriksa, apakah cara penanggulangan sudah tepat atau belum Dampak / akibat konflik Konflik tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga dapat berdampak positif. Dengan demikian , tidak semua bentuk konflik harus dihindarkan, kecuali bentuk konflik yang akan menghambat kinerja perusahaan. 1. Akibat negatif konflik a. menghambat komunikasi b. mengganggu keeratana hubungan
  9. 9. 9 | K e w i r a u s a h a a n c. mengganggu kerjasama d. menggangga proses produksi, bahkan dapat menurunkan produksi e. menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan f. individu mengalami tekanan, mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustasi, dan apatisme 2. Akibat positif konflik a. membuat organisasi tetap hidup dan harmonis b. berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan c. melakukan adaptasi , sehingga dapat terjadi perubahan dan perbaikan dalam sistem dan prosedur, mekanismeo, program, bahkan tujuan organisasi. d. Memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif e. Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat Cara-cara mengatasi konflik negatif Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menunjang hubungan interpersonal adalah dengan melakukan komunikasi timbal balik. Jika terjadi konflik maka dilakukan: a. Hindari sumber konflik b. Netralisasi sikap c. Mengubah sikap kita d. Blending ( mengurangi perbedaan, mencari kesamaan, menuju titik tengah) e. Understanding ( saling pengertian) f. Defusi (meredakan konflik) Komponen kunci penyelesaian konflik: a. kemampuan mendengar yang baik b. fleksibilitas c. kemauan untuk berubah d. setuju untuk ketidaksetujuan Metode pengelolaan konflik / memanfaatkan konflik positif a. Metode Stimulasi Konflik Pemasukan / penempatan orang luar ke dalam kelompok Penyusunan kembali oraganisasi Penawaran bonus Pemilihan-pemilihan manajer yang tepat Perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan b. Metode Pengurangan Konflik Manajer biasanya lebih terlibat dengan pengurangan konflik daripada stimulasi konflik. Adapun metode yang dapat digunakan untuk mengurangi konflik sebaqgai berikut: 1) mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan dengan tujuan yang lebih bisa diterima kedua kelompok 2) Mempersatukan kedua kelompok yang bertentangan untuk menghadapi ancaman atau musuh yang sama c. Metode Penyelesaian Konflik
  10. 10. 10 | K e w i r a u s a h a a n 1) Dominasi dan penekanan Cara yang dapat dilakukan: a) kekerasan (forcing): penekanan-penekanan otokratik b) penenangan (smoothing): dengan cara diplomatis c) penghindaran (avoidance): manajer / pimpinan menghindar untuk menghindar untuk mengmabil posisi yang tegas d) aturan mayoritas (majority rule): mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara (voting) melalui prosedur yang adil 2) Kompromi Bentuk-bentuk kompromi sebagai berikut: a) pemisahan (separation): pihak-pihak yang sedang bertentangan dipisahkan sampai mereka mencapai persetujuan b) perwasitan (arbitrasi): pihak ketiga (biasanya manajer / pimpinan) diminta memberi pendapat c) kembali ke peraturan-peraturan yang berlaku: dimana kemacetan dikembalikan pada ketentuan-ketentuan tertulis yang berlaku dan menyetujui bahwa peraturan- peraturan yang memutuskan penyelesaian konflik d) penyuapan (briding): dimana salah satu pihak menerima kompensasi dalam pertukaran untuk tercapainya penyelesaian konflik 3) Pemecahan masalah integratif Konflik antarkelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui teknik-teknik pemecahan masalah. Secara bersama, pihak- pihak yang bertentangan mencoba untuk memecahkan masalah yang timbul di antara mereka Ada 3 jenis metode penyelesaian konflik integratif: a) Konsensus, dimana pihak-pihak yang sedang bertentangan bertemu bersama untuk mencari penyelesaian terbaik masalah mereka, dan bukan mencari kemenangan sesuatu pihak b) Konfrontasi, dimana-mana pihak-pihak yang saling berhadapan menyatakan pendapatnya secara langsung satu sama lain, dan dengan kepemimpinan yang terampil dan kesediaan untuk menerima penyelesaian, suatu penyelesaian konflik yang rasional sering dapat diketemukan. c) Penggunaan tujuan-tujuan yang lebih tinggi (superordinate goals), dapat juga menjadi metode penyelesaian konflik bila tujuan tersebut disetujui bersama Konflik dalam organisasi (konflik struktural) 1. Konflik Hirarki Yakni konflik antara berbagai tingkatan organisasi. Manajemen menengah mungkin konflik dengan personalia, penyelia (pengawas / mandor), dewan direktur mungkin konflik dengan manajemen puncak, atau secara umum terjadi konflik antara manajemen dan para karyawan 2. Konflik Fungsional
  11. 11. 11 | K e w i r a u s a h a a n Yakni konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi. Contoh: konflij antara departemen produksi dengan pemasaran dalam satu organisasi perusahaan. 3. Konflik formal-informal Merupakan konflik antara organisasi formal dan informal Organisasi formal: suatu sistem kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dan dikoordinir dengan sadar untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dan memiliki kedudukan dan fungsi yang jelas Organisasi informal: kumpulan hubungan antar perseorangan tanpa tujuan bersama yang disadari, meskipun pada akhirnya hubungan-hubungan yan g tidak disadari itu untuk tujuan bersama, tetapi tidak memiliki kedudukan dan fungsi yang jelas. 4. Konflik dalam bisnis Di dunia bisnis dapat terjadi konflik antara penjual dengan pembeli, produsen dengan pedagang perantara, pedagang besar dengan pengecer, dsb. Penyebab: pertentangan, perselisihan, percekcokan, dan ketidaksamaan pendapat dalam usaha atau bisnis. Materi konflik antara penjual dan pembeli, a.l: a. harga barang yang diperjualbelikan b. kualitas barang dagang c. kuantitas barang dagang d. model barang e. pelayanan yang diberikan oleh penjual kepada pembeli Mengatasi konflik antara penjual dan pembeli Salah satu cara untuk mengetahui apakah keluhan dan tuntutan pembeli benar atau salah adalah perjanjian.
  12. 12. 12 | K e w i r a u s a h a a n Menyusun Visi dan Misi Usaha A. Menyusun visi, misi perusahaan 1. Pengertian Visi: a. Gambaran masa depan perusahaan yang akan dipilih dan diwujudkan pada suatu saat yang ditentukan. b. Cita-cita masa depan perusahaan yang akan melakukan usaha tersebut c. Suatu kondisi ideal masa depan yang realistis, dapat dipercaya, meyaklinkan, serta mengandung daya tarik. d. Wawasan yang menjadi sumber arah bagi perusahaan dan digunakan untuk memandu perumusan misi e. Pandangan jauh kedepan kemana perusahaan akan dibawa f. Pencerminan komitmen, kompetisi, dan konsistensi g. Formulasi tujuan yang sangat luas, umum dan inklusif h. Rumusan tujuan yang masih sangat umum dan luas yang akan dicapai dalam kurun waktu yang sangat panjang. Persyaratan visi perusahaan: a. dapat dibayangkan oleh seluruh jajaran anggota organisasi perusahaan b. terfokus pada permasalahan utama instansi perusahaan agar dapat beroperasi c. memiliki nilai yang diinginkan oleh anggota organisasi perusahaan d. berwawasan jangka panjang dan tidak mengabaikan perkembangan zaman e. memungkinkan untuk dapat dicapai f. dapat dikomunikasikan dan dimengerti oleh seluruh jajaran organisasi perusahaan. Tujuan merumuskan visi: a. Mencerminkan apa yang ingin dan akan dicapai oleh organisasi perusahaan. b. Memberikan arah dan fokus strategi perusahaan yang jelas c. Menimbulkan komitmen bagi seluruh jajaran dalam lingkungan perusahaan d. Memiliki orientasi untuk masa depan perusahaan e. Menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategi perusahaan. f. Menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi perusahaan. Merumuskan visi perusahaan: a. Visi dirumuskan secara jelas dan terfokus, dimana manajemen harus punya keinginan dan kepastian ke arah mana kegiatan akan difokuskan dan diprioritaskan agar amsa depan perusahaan tetap mampu menjalankan fungsinya dengan baik. b. Hal-hal yang perlu diperhatikan:  Kemungkinan-kemungkinan pada masa depan  Menginterpretasi semua peluang, tantangan lingkungan eksternal  Menginterpretasi kekuatan dan kelemahan lingkungan internalnya. c. Peran manajemen:  Memposisikan perusahaan dan melihat berbagai kemungkinan pada masa depan  Memfokuskan pengembangan usaha ke arah masa depan dan prioritas kegiatannya.
  13. 13. 13 | K e w i r a u s a h a a n  Menentukan hasil yang ingin dicapai pada masa depan. d. Pendapat Ruben Merk: perumusan visi perusahaan yang baik harus dapat membangkitkan emosi, ambisi dan semangat. e. Pertanyaan yang harus dijawab, diantaranya:  Bagaimana cara wirausahawan merumuskan definisi visi perusahaan?  Mengapa perusahaan wirausahawan tersebut didirikan dan kemana arah yang akan dituju?  Perubahan atau perkembangan apa yang ingin dicapai dalam jangka pendek dan jangka panjang?  Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan wirausahawan?  Bagaimana persepsi wirausahawan tentang kepentingan stakeholders?  Secara ekonomis, apa perhatian utama dalam perusahaan wirausahawan?  Nilai-nilai dasar, aspirasi, dan dasar modal apa yang ingin wirausahawan perjuangkan dalam mengembangkan perusahaan? 2. Pengertian misi: a. maksud khas atau unik dan mendasar yang membedakan perusahaan dengan perusahaan lain serta mengidentifikasikan ruang lingkup kegiatan usaha / perusahaan yang bersangkutan. b. Tindakan untuk mewujudkan visi perusahaan. c. Menjelaskan mengapa perusahaan harus ada, apa yang dilakukan, dan bagaimana cara melakukan. d. Artikulasi kemampuan perusahaan untuk dapat melakukan tugas berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan. e. Sesuatu yang harus dibuat dan dilaksanakan oleh organisasi perusahaan agar tujuannya berhasil dengan baik. Misi menyangkut suatu tujuan yang harus dicapai, sehingga suatu misi sangat berkaitan erat dengan: a. sasaran (goals) b. tujuan (objectives) c. tugas (tasks), kewajiban (duty), atau kandungan maksud (purpose) d. standar pelaksanaan (operational standard) e. prosedur pelaksanaan (operational prosedure) f. fasilitas-fasilitas (facilities) g. para pelaksana (operator) atau sumber daya manusia (human resources) h. waktu (timing) Tujuan pembentukan misi perusahaan: a. menentukan kebutuhan suara dan tekad para pendiri dari maksud pendirian perusahaan b. memberikan suatu arah umum bagi para pengelola perusahaan c. memberikan dasar untuk mendorong penggunaan dan alokasi sumber daya perusahaan d. mempermudah penerjemahan sasaran-sasaran perusahaan ke dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik.
  14. 14. 14 | K e w i r a u s a h a a n Merumuskan misi perusahaan: a. pertimbangan dalam merumuskan misi perusahaan kepentingan internal perusahaan: pemegang saham, dewan direksi, para eksekutif, dan para karyawan. Kepentingan eksternal perusahaan: para pelanggan, para konsumen, para pembeli, para pemasok, para pesaing, pemerintah, asosiasi, dan masyarakat. b. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan misi perusahaan kepentingan dari stakeholders produk barang dan jasa pasar geografis teknologi kelangsungan hidup perusahaan falsafah perusahaan konsep diri dari perusahaan citra perusahaan c. cara merumuskan misi melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti karyawan, mitra kerja, akademisi, birokrat, dan masyarakat. Menilai lingkungan yang sangat berguna untuk menentukan apakah misi tidak bertentangan secara internal dan eksternal Menyelaraskan kegiatan proses utama dan sumber daya untuk memungkinkan organisasi perusahaan melaksanakan kegaitan secara baik dan biaya secara ekonomis. B. Perencanaan Usaha Pengertian: fungsi manajemen yang berhubungan dengan pemilihan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran Sifat perencanaan usaha a. Fokus: dibuat berdasarkan visi, misi tertentu, serta tujuan yang jelas b. Rasional dan faktual:perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada c. Berkesinambungan dan estimasi: perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta pemikiran-pemikiran tentang kondisi masa datang d. Preparasi dan fleksibel: perencanaan usaha yang dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan lingkungan bisnis yang dihadapi e. Operasional:perencanaan usaha dibuat sederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan Prinsip-prinsip yang digunakan dalam merencanakan kegiatan perusahaan: a. Contributier Rencana kegiatan yang baik harus dapat membantu tercapainya visi dan misi b. Primacy activity rencana kegiatan perusahaan harus merupakan kegiatan pertama dari seluruh manajemen perusahaan c. fleksibilitas
  15. 15. 15 | K e w i r a u s a h a a n rencana kegiatan perusahaan harus mudah diperbaiki, disempurnakan, dan disesuaikan dengan situasi serta kondisi yang selalu berubah-ubah d. limiting rencana kegiatan perusahaan harus dilihat dari faktor-faktor penting saja,jelas, singkat dan tidak bertele-tele e. Efficiency rencana kegiatan perusahaan harus mempunyai nilai-nilai efisien yaitu adanya penghematan dan kerapian dalam melaksanakan kegiatan f. perusahaan harus dapat diterima oleh semua pihak atau umum g. perusahaan harus fleksibel dan realistik h. perusahaan harusmencakup seluruh aspek kegiatan perusahaan i. perusahaan harus merupakan cara-cara kerja yang efektif dan efisien Kegiatan-kegiatan dalam menyusun rencana kegiatan perusahaan Merupakan mengatur tentang proses kegiatan usaha, perluasan usaha, keuangan usaha, produksi, pemasaran produk, penjualan produk, tenaga kerja, peralatan, dsb. Ada 2 rencana kegiatan yang disusun: a. aspek-aspek bisnis: memonitor dan merevisi anggaran, memanajemeni arus produksi, memasarkan produksi barang dan jasa. b. kegiatan bisnis: mengadakan kontak dengan para bankir, akuntan, pengacara, dan orang- orang yang membantu dalam aspek-aspek finansial dan hukum. Keuntungan dari prinsip-prinsip penyusunan rencana kegiatan a. memberikan pedoman untuk mengadakan pengawasan dalam perusahaan b. melaksanakan kegiatan secara teratur dan produktif c. memberikan gambaran yang jelas dan lengkap mengenai seluruh kegiatan perusahaan d. memberikan gambaran yang jelas sehingga pekerjaannya menjadi produktif e. menggunakan fasilitas-fasilitas dan alat-alat secara efektif dan efisien f. menyediakan alat evaluasi untuk menentukan keberhasilan usaha Aspek-aspek yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dalam menyusun rencana kegiatan perusahaan: a. keuntungan perusahaan b. proses produksi perusahaan c. keuangan perusahaaan d. lokasi usaha perusahaan e. pemasaran dan penjualan produk perusahaan Dalam menyusun rencana kegiatan harus memperhatikan aspek lingkungan: a. Lingkungan internal Pengerahan sumber daya: meliputi modal barang dan uang, manusia dan keterampilannya, teknologi yang digunakan, fasilitas penunjang Pelaksanaan proses produksi, meliputi: penyediaan bahan baku, bahan pembantu, penggunaan mesin sampai dengan dihasilkannya suatu produk
  16. 16. 16 | K e w i r a u s a h a a n Lingkungan umum, meliputi: strategi promosi, pemasaran, penjualan, pelayanan saat jual, purna jual dan kepuasan pelanggan. b. Lingkungan eksternal Lingkungan umum,meliputi: sosial, ekonomi, politik, perkembangan teknologi, lingkungan operasi Lingkungan operasional: sumber tenaga kerja, sumber daya, sumber bahan baku, sumber bahan pembantu, pemasok Proses perencanaan usaha Proses perencanaan usaha Keterangan: a. Langkah 1: mengidentifikasi peluang usaha Pada umumnya suatu produk berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan apabila penawaran untuk produk tersebut masih kecil dari permintaannya. Peluang usaha muncul ketika permintaan pasar lebih besar dari penawarannya. Jadi, peluang usaha didirikan oleh masih adanya permintaan pasar untuk produk tersebut b. Langkah 2: menentukan jenis usaha yang akan dilakukan Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan: 1) Jumlah modal dan sumber modal yang diperoleh 2) Ketersediaan bahan baku secara kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya 3) Ketersediaan tenaga kerja yagn diperlukan 4) Prospek pemasaran produk yang dihasilkan 5) Cara-cara pendistribusian 6) Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan Langkah 1 mengidentifikasi peluang usaha Langkah 4 Menyusun proposal usaha Proses Perencanaan Usaha Langkah 2 Menentukan Usaha yang akan dilakukan Langkah 3 Melakukan studi kelayakan usaha
  17. 17. 17 | K e w i r a u s a h a a n 7) Selera konsumen c. Langkah 3:melakukan studi kelayakan usaha 1) Aspek pasar dan pemasaran Jenis usaha dianggap layak bila memiliki peluang pasar yang relatif tinggi yang ditunjukkan oleh jumlah permintaan 2) Aspek produksi Jenis usaha dianggap layak bila lokasi usaha yang strategis, tersedianya fasilitas dan peralatan produksi yang memadai, tersedianya pasokan bahan baku yang terus menerus, dan tersedianya tenaga kerja yang dibutuhkan 3) Aspek finansial Jenis usaha dianggap layak bila jenis usaha tersebut mampu memberikan laba usaha yang memadai kepada investor dan atau kepada penguusaha yang menjalankan usaha tersebut 4) Aspek organisasi dan manajemen Berkenaan dengan struktur kepemilikan usaha, struktur organisasi, serta tim manajemen yang mengelola jenis usaha yang direncanakan d. Langkah 4:membuat proposal usaha 1) Pengertian: dokumen tertulis yang dibuat wirausaha mengenai rencana usaha secara rinci yang baru akan dilaksanakan, menggambarkan unsur-unsur relevan, baik secara internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu usaha, menngugkapkan daya tarik dan harapan sebuah usaha kepada penyandang dana potensial 2) Mempersiapkan penyusunan:  Mencari informasi untuk menetapkan jenis-jenis usaha yang cocok dan menguntungkan  Memiliki pengetahuan usaha  Mempertimbangkan permodalan yang dimiliki  Mengevaluasi berbagai pilihan jenis usaha yang paling sesuai dan menguntungkan  Mengeliminasi kegagalan usaha 3) Tujuan penyusunan:  Merupakan inisiatif membuka usaha  Menjamin fokus tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan  Untuk mendeteksi secara cermat besarnya tingkat keberhasilan usaha 4) Manfaat:  Memberikan informasi potensi dasar dan perkiraan market share yang mungkin diraih  Memberikan informasi sumber-sumber keuangan yang jelas dengan evaluasinya  Untuk mengidentifikasi resiko kritis guna mengantisipasinya  Memberi gambaran kemampuan wirausahawan dalam memenuhi kewajibannya dalam mengelola usaha, melalui aspek finansial yang tertuang dalam proposal usaha 5) Petunjuk penyusunan:  Menetapkan jenis usaha yang diinginkan
  18. 18. 18 | K e w i r a u s a h a a n  Mentapkan produk yang akan digunakan  Menentukan aspek pemasaran produk  Menentukan aspek penjualan produk  Menetapkan aspek organisasi dan manajemen  Menetapkan aspek yuridis  Menetapkan aspek keuangan  Menetapkan aspek kebijakan pemerintah  Mempelajari aspek AMDAL 6) Kerangka proposal:  Kata pengantar: mengutarakan tujuan usaha, manafaat usaha secara umum dan secara ekonomis  Umum: mengutarakan nama perusahaan, pemilik perusahaan, bentiuk perusahaan, bidang usaha, tempat kedudukan, dan jumlah tenaga kerja  Aspek produk yang akan dibuat: mengutarakan jenis barang yang dibuat, banyaknya barang yang akan dibuat, profil para konsumen yang akan dituju  Aspek pemasaran produk: memuat tentang jasa/produk yang akan dipasarkan, dapat dikuasai, pasar yang direncanakan, penetapan harga produk, distribusi yang akan dilakukan, strategi promosi, dan sistem penjualan produk  Aspek teknis: memuat tentang rencana display untuk kantor, toko, pasar, butik, supplier, daerah lokasi, IMB, kebutuhan tenaga kerja, peralatan kerja, bahan baku, dan jadwal mulai usaha  Aspek organisasi dan manajemen: memuat tentang jenis dan volume pekerjaan, struktur organisasi, pembagian pekerjaan, sistem balas jasa, dan pembinaan personil  Aspek yuridis: memuat tentang akte pendirian, AD dan ART, tata tertib, keselamatan kerja, AMDAL, status kepemilikan usaha, bentuk badan usaha, dan izin usaha  Aspek administrasi: memuat tentang tata usaha dan personalia, pemasaran produk, keuangan atau permodalan, dan bahan arus dokukmen  Aspek keuangan: memuat tentang sumber modal atau investasi  Hal2 lainnya yang dipandang perlu, seperti modal kerja setiap periode Kunci keberhasilan usaha Faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha adalah: a. Faktor manusia: Manusia sebagai makhluk yang berakal dan bersifat sosial, maka ia sangat terlibat di dalam kegiatan berwirausaha untuk memperoleh keuntungan yang diharapkannya. Betapapun canggihnya teknologi, jika manusianya malas, bodoh, apatis, dan tidak mempunyai semangat untuk maju, maka sudah barang tentu segala kegiatan usahanya akan menemui kegagalan. b. Faktor keuangan Agar mampu bertahan dan berkembang, seorang wirausahawan harus dapat mengelola keuangan secara ketat dan disiplin. Wirausahawan harus mengetahui dan mampu
  19. 19. 19 | K e w i r a u s a h a a n menerapkan pedoman dasar dalam mengurus keuangan, yaitu dengan adanya pembukuan dan administrasi yang rapi, teliti, dan tepat. c. Faktor organisasi Sasarannya adalah untuk memdapatkan bentuk kerja sama yang berguna bagi perusahaan. Sedangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan pemasaranproduk yang jauh lebih efektif dan efisien dengan hasil yang memuaskan. Sehingga sumber daya akan masuk ke dalam suatu pola, dan dapat bekerjasama secara berdaya guna dan berhasil guna untuk mencapai suatu tujuan d. Faktor perencanaan Merupakan alat pengawasan dan alat pengendalian. Fungsi perencanaan usaha meliputi perumusan maksud berwirausaha, yang ditunjukkan dalam bentuk sasaran yang akan dicapai. Dasar utama dalam perencanaan usaha adalah memiliki gambaran yang jelas mengenai produk-produk yang akan ditawarkan atau dipasarkan kepada konsumen. Tujuan perencanaan usaha:  Mendorong cara berfikir seorang wirausahawan jauh kedepan  Mengkoordinasi kegiatan usaha  Mengawasi kegiatan-kegiatan usaha  Merumuskan tujuan usaha yang akan dicapai e. Faktor mengatur usaha Seorang wirausahawan yang mengelola usahanya dengan baik selalu berhubungan dengan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pengendalian usaha. Pada umumnya, seorang wirausahawan yang sudah berpengalaman dapat menghindari masalah-masalah atau hal-hal yang banyak merugikan perusahaannya. Oleh sebab itu, pengalaman berwirausaha sangat penting karena wirausahawan yang bersangkutan akan dapat bekerja lebih giat, lebih efisien, dan lebih efektif daripada perusahaan yang baru didirikan. f. Faktor pemasaran Faktor pemasaran produk perusahaan dapat ditinjau, sebagai berikut:  Daya serap dan prospeknya  Kondisi pemasaran dan prospeknya  Program pemasarannya g. Faktor administrasi Bisnis atau usaha apapun akan dijalankan oleh seorang wirausahawan, perlu sekali mancatat kejadian-kejadian dalam kegiatan usahanya. Seorang wirausahawan yang berhasil di dalam usahanya adalah yang selalu mencatat dan mendokumentasikan segala kejadian usahanya, yang berkaitan dengan masalah administrasi. h. Faktor fasilitas pemerintah
  20. 20. 20 | K e w i r a u s a h a a n Fasilitas pemerintah, khususnya pemerintah daerah sangat diperlukan. Fasilitas yang diperlukan itu berupa pemberian bantuan modal, bantuan kemudahan dalam mengurus izin usaha, dsb. Beberapa fasilitas yang diberikan pemerintah kepada wirausahawan yang mengelola usaha kecil, al:  Keringanan membayar pajak  Kemudahan dalam memberikan izin usaha  Memberikan keringanan dalam tarif prasarana usaha  Memberikan kemudahan dalam pendanaan usaha  Membantu dalam penyebaran informasi pasar, teknologi, desain, dsb  Memberikan bantuan konsultasi hukum dan pembelaan dalam usaha  Membantu fasilitas listrik, bahan baku, jalan raya, pemasaran produk ke luar negeri, dsb. Menurut Geoffrey D.Meredith, ada beberapa hal yang perlu dicermati oleh para wirausahawan untuk menentukan tujuan dan keberhasilan usaha, sbb: a. Berjiwa besar b. Kepemimpinannya c. Mengambil resiko d. Mengambil keputusan e. Perencanaan bisnis f. Penggunaan waktu secara efektif g. Rencana waktu secara efektif h. Pengembangan sikap perhitungan terhadap sumber daya i. Pengukuran dari pengendalian strategi serta hasil keuangan j. Sukses di bidang keuangan melalui orang Menurut Schill, ada delapan hal yang membuat perusahaan meraih kesuksesan yang luar biasa, sbb: a. Peluang pasar yang diidentifikasi dengan jelas b. Keunggulan persaingan yang berkesinambungan c. Kualitas barang/jasa yang super d. Inovasi yang berproses e. Dasar budaya perusahaan yang kuat f. Menghargai pelanggan dan pegawai g. Manajemen yang berkualitas h. Dukungan modal yang cukup

×