Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

MEDIUM (Media Inovasi Perubahan Masyarakat) Edisi III

60 views

Published on

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan program yang diinisiasi negara-negara yang tergabung dalam ASEAN tahun 2003 lalu. Diberlakukannya MEA ini membuat Indonesia memasuki babak baru di bidang perekonomian. MEA memberikan peluang sekaligus tantangan.

Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, 8 Maret, MEDIUM Edisi III mengupas tentang berbagai upaya perempuan dalam menghadapi MEA.

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

MEDIUM (Media Inovasi Perubahan Masyarakat) Edisi III

  1. 1. YAYASAN SATU KARSA KARYA BULETIN Edisi III/Maret 2016
  2. 2. Dok. YSKK/Tenunkoe
  3. 3. Dok. YSKK
  4. 4. ©Sheila Kartika/USAID/ProRep
  5. 5. Pengungkit Semangat Mama-Mama Penenun 15 Rambu Berta Atabara “Menenun bisa dikatakan sebagai pekerjaan utama saya dan mama-mama penenun lainnya, harapannya tenun bisa mendatangkan kesejahteraan bagi kami,” ujar Mama Rambu Berta Atabara (46 tahun) ketika ditemuidiKantorDekranasda(DewanKerajinanNasionalDaerah)KotaKupang,Kamis(10/12/2015). Tak ingin mama-mama di sekitar tempat tinggalnya hanya membuang waktu, sementara mereka memiliki ketrampilan menenun. Mama Rambu merangkul penenun untuk kembali menenun. Kiprahnya dimulai pada tahun 1995 yakni saat sang suami menjabat sebagai kepala desa di Desa Hueknutu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Bersuamikan seorang kepala desa, membuat Mama Rambu menjalani hari-hari sebagai Ketua PKK. Ia bersama lima penenun sepakat membentuk kelompok yakni Naubina—yang merupakan nama pujaan. Desa Hueknutu dijangkau dari Kota Kupang dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam, dengan medan yang cukup berat. Desa ini sudah menikmati aliran listrik, akan tetapi masih terbatas dan hanya pada jam-jam tertentu saja. Di luar jam-jam tersebut, penduduk Desa Hueknutu menggunakan sumber listrik dari tenaga surya, namun kapasitas tenaga surya masih terbatas. Kelompok ini masih menggunakan cara tradisional untuk membuat kain tenun dengan menggunakan peralatan manual. Akan tetapi, mereka telah menggunakan benang yang sudah berwarna buatan industri. Walaupun mereka menggunakan cara manual, mereka mempunyai ciri khas motif tenun yang dinamakan motif sotis. Motif ini merujuk pada cara penenunan

×