• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Sistem bilangan
 

Sistem bilangan

on

  • 2,369 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,369
Views on SlideShare
2,368
Embed Views
1

Actions

Likes
2
Downloads
72
Comments
0

1 Embed 1

http://www.slideshare.net 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Sistem bilangan Sistem bilangan Document Transcript

    • SISTEM BILANGAN<br />
      • Bilangan Desimal
      • Pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan bilangan decimal,
      yaitu bilangan yang terdiri dari angka-angka;<br />0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9<br />Dari deretan angka-angka di atas, maka setelah angka sembilan akan terjadi angka-angka yang lebih besar seperti 10, 11, 12, 13 dan seterusnya. Angka-angka tersebut merupakan kombinasi dari 0 sampai 9. Angka-angka 0 sampai 9 dinamakan desimal digit dimana harga-harga dari desimal digit tergantung dari letak urutannya atau yang disebut harga tempat.<br />
      • Radik
      Jadi bilangan desimal mempunyai 10 suku angka atau disebut radik. Radik adalah banyaknya suku angka atau digit yang dipergunakan suatu bilangan.<br />Dengan demikian radik suatu bilangan dapat ditentukan dengan rumus <br />R = n + 1<br />R = Radik<br />N = Angka terakhir dari sistem bilangan<br />Setiap bilangan mempunyai radik yang berbeda<br />Sistem bilang Biner mempunyai radik= 2<br />Sistem bilang Oktal mempunyai radik= 8<br />Sistem bilang Desimal mempunyai radik= 10<br />Sistem bilang Hexadesimal mempunyai radik= 16<br />
      • Bilangan Biner
      Perlu diketahui bahwa pada rangkaian digital atau rangkaian logika system operasinya menggunakan prinsip adanya dua (2) kondisi yang pasti yaitu;<br />Logika ̓ ̕ 1 ̓ ̕ atau ̓ ̕ 0 ̓ ̕<br />Ya atau Tidak<br />High atau low<br />True (benar) atau False (salah)<br />Terang atau Gelap<br />Kondisi-kondisi tersebut dapat dilakukan sebagai saklar yang sedang menutup (ON) dan saklar yang sedang terbuka (OFF).<br />Bilangan biner jumlah digitnya adalah 2 yaitu ̓ ̕ 0 ̓ ̓ atau ̕ ̓ 1̕ ̓, sedangkan untuk sistem bilangan lainnya adalah sebagai berikut;<br />Bilangan Biner (2 digit)= 0, 1<br />Bilangan Oktal (8 digit)= 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 <br />Bilangan Desimal (10 digit)= 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9<br />Bilangan Hexadesimal (10 digit)= 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,<br /> A, B, C, D, E, F<br />Harga Tempat<br />Harga tempat dari bilangan desimal adalah; <br />Dst ←10.0001.000100101<br />10n←104103102101100<br />Catatan<br />Dalam setiap bilangan, setiap bobot bilangan dalam harga tempat dibaca mulai dari sebelah kanan menuju sebelah kiri yang dimulai dari harga satuan, puluhan, ribuan, dan seterusnya.<br />Bilangan desimal 4567 atauditulis (4567)10 mempunyai bobot bilangan sebagai berikut;<br />Desimal ←dst100010010110n ←dst4 x 105 x 106 x 107 x 10<br />7= menunjukkan harga satuan<br />8= menunjukkan harga puluhan<br />9= menunjukkan harga ratusan<br />10= menunjukkan harga ribuan<br />Jadi (4567)10= 4000 + 500 + 60 +7<br />Harga tempat bilangan biner;<br />Dst ←16842110n ←2421222120<br />Perbandingan bilangan biner dengan bilangan desimal;<br />Bilangan binerBilangan desimal0 0 0 000 0 0 110 0 1 02<br />
      • Bilangan Oktal
      Dalam rangkaian logika selain bilangan biner dan bilangan desimal, kita mengenal pula bilangan Oktal. Bilangan Oktal mempunyai 8 buah digit dan menggunakan angka seperti di bawah ini.<br />0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7<br />Radik bilangan Oktal adalah 8. Bilangan Oktal tidak mengenal angka 8, 9, 10, 11, dst.<br />Harga tempat bilangan Oktal; <br />Desimal ←40965126481Oktal ←8483828180<br />
      • Bilangan Hexadesimal
      • Bilangan Hexadesimal mempunyai 16 suku angka/digit yaitu;
      0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F<br />Huruf A sampai F adalah disebut sebagai pengganti angka-angka bilangan desimal mulai 10 sampai 15.<br />Harga tempat bilangan Hexadesimal;<br />Desimal ←409625664161Oktal ←dst163162161160<br />Rangkuman ;<br />
      • Bilangan desimal terdiri dari logika ̕ ̓ 1 ̕ ̓ atau ̕ ̕ 0 ̕ ̓
      • Bilangan desimal terdiri dari 2 suku angka
      • Bilangan Oktal terdiri dari 8suku angka
      • Bilangan Hexadesimal terdiri dari 16 suku angka.
      <br />