• Save
RUU SBSN
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

RUU SBSN

on

  • 9,155 views

 

Statistics

Views

Total Views
9,155
Views on SlideShare
9,025
Embed Views
130

Actions

Likes
9
Downloads
0
Comments
0

7 Embeds 130

http://hotduniaku.blogspot.com 67
http://www.rossje.net 48
http://www.slideshare.net 8
http://www.slideee.com 3
http://www.linkedin.com 2
http://ariefirwanto.wordpress.com 1
http://wildfire.gigya.com 1
More...

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

RUU SBSN RUU SBSN Presentation Transcript

  • ROAD MAP DAN PERKEMBANGAN SUKUK NEGARA (SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA) Presentasi dalam “ Ijtima’ Sanawi Dewan Pengawas Syariah Tahun 2007” Cisarua, Bogor 15 Agustus 2007 Oleh : Dahlan Siamat Direktur Kebijakan Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia
    • Road Map Penyusunan RUU SBSN
    • Pokok-Pokok RUU SBSN
    • Perkembangan RUU SBSN
    • Komite Syariah SBSN
    • Perkembangan Pasar Sukuk
    • Lain-lain
    Agenda
  • Roadmap Rencana Penerbitan SBSN
    • Rencana Penerbitan SUN Syariah Melalui Skema Konversi
    • Pembentukan Tim Pengkajian Penerbitan SUN Syariah
    • Rencana Amandemen UU No. 24/2002 Tentang Surat Utang Negara
    • Rencana Penerbitan PERPU sebagai legal basis Penerbitan Sukuk
    • Penyusunan RUU tentang Surat Berharga Syariah Negara
  • Pokok Pokok RUU SBSN
    • Tujuan: Pembiayaan APBN, termasuk membiayai proyek.
    • Jenis-jenis SBSN
    • Denominasi: Rupiah dan Valas.
    • Pendirian, pengelolaan, status, dan bentuk hukum SPV ( Special Purpose Vehicle) dan Waliamanat.
    • Penggunaan Barang Milik Negara sbg underlying asset .
    • Pengelolaan SBSN.
    • Syariah endorsement.
    • Akuntansi dan Transparansi.
    • Ketentuan Pidana.
  • Bentuk & Jenis SBSN
    • SBSN diterbitkan dalam bentuk warkat dan tanpa warkat
    • Akad SBSN dapat berupa :
    • a. Ijarah
    • b. Mudharabah
    • c. Musyarakah
    • d. Istisna ’
    • e. Akad lainnya sepanjang tidak bertentangan
    • dengan prinsip syariah
    • f. K ombinasi dari dua atau lebih dari Akad
  • Perkembangan RUU SBSN
    • RUU SBSN disampaikan kepada DPR dengan Surat Presiden (Ampres) No: R-09/Pres/2/2007 tanggal 13 Februari 2007
    • Ampres tersebut dibacakan dalam sidang Paripurna DPR, tanggal 13 Maret 2007
    • RUU SBSN telah masuk daftar Prolegnas 2007
    • Penyampaian Keterangan Pemerintah kepada DPR, tanggal 6 Juni 2007
    • Tanggapan Fraksi-fraksi DPR atas Keterangan Pemerintah, tanggal 4 Juli 2007
    • Kesepakatan Mekanisme Pembahasan RUU SBSN
    • Penyusunan DIM oleh DPR
    • Latar Belakang Pembentukan :
    • RUU SBSN Pasal 24 : “ Menteri menetapkan ketentuan mengenai penerbitan dan penjualan SBSN, termasuk permintaan penilaian dan pernyataan kesesuaian berdasarkan prinsip syariah atas SBSN yang diterbitkan dari lembaga yang memiliki keahlian dan kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah ” .
    • Dasar Hukum Pembentukan :
    • KMK No. 261/KM.1/2007 tgl 20 April 2007 tentang Pembentukan Komite Syariah Surat Berharga Syariah Negara
    KOMITE SYARIAH SBSN
  • TUJUAN
    • M embantu menelaah dan mengawasi proses penerbitan dan pengelolaan SBSN dalam kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah .
    • M emberikan pendapat atau rekomendasi dalam rangka meminta pernyataan kesesuaian syariah atas penerbitan SBSN kepada Dewan Syariah Nasional-MUI .
    KOMITE SYARIAH SBSN (1)
  • KEANGGOTAAN
    • Komite Syariah berjumlah 14 orang terdiri dari :
    • - Es. 1 dan 2 di Departemen Keuangan
    • (10 orang);
    • - Bank Indonesia (1 orang);
    • - Dewan Syaria h Nasional-MUI (3 orang) .
    • Sekretariat Komite Syariah
    KOMITE SYARIAH SBSN (2)
  • TUGAS
    • Menetapkan tata tertib dan pedoman kerja Komite Syariah;
    • Menelaah jenis struktur dan metode yang akan digunakan dalam penerbitan SBSN;
    • Menelaah semua dokumen perjanjian atau akad yg akan digunakan dlm penerbitan SBSN;
    • Menelaah Barang Milik Negara yang akan digunakan sebagai underlying asset;
    • Menelaah bentuk imbalan atau pendapatan yg akan dibayarkan kpd pemegang SBSN ;
    • Menelaah rencana penggunaan dana hasil penerbitan SBSN;
    • Menyampaikan pendapat atau rekomendasi dalam rangka meminta pernyataan kesesuaian syariah atas penerbitan SBSN kepada Dewan Syariah Nasional-MUI setelah terlebih dahulu menyampaikan laporan kepada Menteri Keuangan.
    KOMITE SYARIAH SBSN (3)
  • Sumber-sumber Pembiayaan APBN
    • 1. Dalam negeri
      • Perbankan
      • Non-Perbankan
        • Privatisasi ( nett )
        • Penjualan Aset
        • Surat Berharga Negara ( nett )
        • Dukungan Infrastruktur
    • 2. Luar negeri ( nett )
      • Penarikan Pinjaman Luar Negeri ( gross )
        • Pinjaman Program
        • Pinjaman Proyek
      • Pembayaran cicilan pokok utang Luar Negeri
    Perkembangan Penerimaan Pembiayaan dan Defisit APBN 1.50 % Net Loan Issuance to GDP Source: Ministry of Finance B udget D eficit % of GDP -1.3 -1.7 -1.1 -0.5 -1.1 -1.1 -3.0 -2.5 -2.0 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 2002 2003 2004 2005 2006 P 2007 F 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 2001 2002 2003 2004 2005 2006* % Total central government debt Total domestic debt issued by GOI Gov’t Debt % of GDP -0.71 0.30 0.81 1.16 1.15 -0.41 -0.63 -0.41 0.74 0.53 0.40 -1.01 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 2004 2005 2006 P 2007 F Net Debt to GDP Net Govt Securities Issuance to GDP
  • Program Pembiayaan APBN Tahun 2006 / 2007
    • Notes :
    • Nominal figures are in trillion IDR
    • Percentage figures are percentage of GDP
    Total Revenue (trillion) 625.2 20.6% 659.1 21.1% 723.1 20.5% Expenditure 647.7 21.3% 699.1 22.4% 763.6 21.6% Primary Balance 54.2 1.8% 42.5 1.4% 44.6 1.3% Overall Balance (Surplus/Deficit) (22.4) -0.7% (40.0) -1.3% (40.5) -1.1% Financing 22.4 0.7% 40.0 1.3% 40.5 1.1% Debt Financing (3.6) -0.1% 20.5 0.6% 26.1 0.7% Govt. Securities (ne t t) 24.9 0.8% 35.8 1.1% 40.6 1.1% Loan (ne t t) (28.5) -0.9% (15.3) -0.5% (14.6) -0.4% Others 26.0 0.9% 19.5 0.6% 14.5 0.4% APBN 2006 APBN 2007 APBN-P 2006
  • Pilihan-pilihan dalam Pembiayaan APBN melalui Penerbitan SBN SBN Dalam Negeri Konvensional SBSN Obligasi Negara (ON) Surat Perbendaharaan Negara (SPN) Wholesale Ritel (ORI) Luar Negeri Format Konvensional SBSN Global SEC 144A /Reg S Currency: USD/Euro Sertifikat Ijarah Project Financing (Musharaka/Istisna’) Sukuk Ritel Islamic Treasury Bills
  • Definisi dan Struktur Sukuk
    • Definisi:
      • AAOIFI:
      • “ certificates of equal value representing undivided shares in ownership of tangible assets, usufruct and services or (in the ownership of) the assets of particular projects or special investment activity”
      • RUU SBSN:
      • “ surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing”
    • 2. Tersedia 14 jenis sukuk(AAOIFI-Sharia Standard):
      • Ijarah ( Sale & Lease Back / Head Lease & Sub Lease )
      • Istisna’a ( Project Financing )
      • Mudharaba ( Profit sharing )
      • Salam ( Forward Sale )
      • Musharaka ( profit & loss sharing )
  • Perkembangan Terkini Pasar Sukuk Internasional
    • Malaysia, Brunei, Bahrain, Qatar, UAE, Pakistan, dan Saxony Anhalt, telah menjadi regular issuers sovereign sukuk.
    • Kerajaan Inggris akan menerbitkan sukuk ( wholesale dan ritel ) paling lambat tahun 2008.
    • JBIC dan Korean Development Bank sedang mempersiapkan penerbitan Ringgit-Sukuk di Malaysia.
    • Singapura dan Inggris telah melakukan perubahan ketentuan hukum untuk mengakomodir transaksi keuangan syariah.
    • Beberapa negara telah mulai menjajagi kemungkinan penerbitan sovereign sukuk, antara lain Singapura, China, Federasi Jerman, Jepang, dan Filipina.
  • Beberapa contoh Sovereign Sukuk Shorterm sukuk pertama Sovereign sukuk pertama di Eropa Sukuk non-investment grade pertama Int’l soverein Sukuk terbesar Sovereign Sukuk al-Ijara pertama di GCC dengan format Reg-S Sovereign sukuk int’l pertama di dunia Deskripsi Zero Coupon/ - 6m Euribor +1.00% 6-mo Libor +220bps 6-mo Libor +45bps 6-mo Libor +40bps 6-mo Libor +95bps Kupon 2004/2009 US$ 100 juta Ijarah Pemerintah Sachsen Anhalt Germany Stichting Sachsen Anhalt Trust 2005/2010 US$600 juta Ijarah Pemerintah Pakistan Pakistan Intl Sukuk Co. Ltd. Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Struktur BN$500 juta (max US$1 milyar) US$1 milyar US$700 juta US$600 juta Volume : 2006/2007 (365 hari) 2004/2009 2003/2010 2002/2007 Terbit / Jatuh Tempo: Pemerintah Brunei Pemerintah UAE Pemerintah Qatar Pemerintah Malaysia Obligor Sukuk (Brunei) Inc. Dept of Civil Aviation Qatar Global Sukuk QSC Malaysia Global Sukuk Inc. Penerbit
  • Perkembangan Pasar Sukuk Internasional Pasar Sukuk Int’l: Corporate Issuers Pasar Sukuk Int’l: Sovereign Issuers Distribusi Investor berdasarkan Wilayah Pasar Sukuk Int’l: Sukuk Structure Source: Likuidity Market Center - Bahrain, diolah kembali Source: Addulkadeer Thomas, 2006
  • Perbandingan Sukuk dengan Obligasi * Untuk struktur sukuk tertentu Undang-Undang - Undang-Undang Dasar Hukum Tradable Tradable* Ketentuan Perdagangan Perlu SPV, Trustee , Custodian , Agen Pembayar Harus sesuai syariah Perlu - Dokumen Pasar Modal - Dokumen Syariah Imbalan, bagi hasil, Margin - Konvensional - Syariah Sertifikat kepemilikan/ penyertaan atas aset - Lelang - Bookbuilding - Private Placement - Pemerintah - Korporasi Sukuk Tidak perlu Trustee , Custodian, Agen Pembayar Bebas Tidak Perlu Dokumen Pasar Modal Bunga/kupon, Capital Gain Kovensional Pengakuan utang - Lelang - Bookbuilding - Private Placement - Pemerintah - Korporasi Obligasi Lembaga terkait Sifat Instrument Penggunaan hasil penjualan ( proceed ) Dokumen yang diperlukan Underlying Asset Penghasilan bagi Investor Syariah Endorsement Tipe Investor Metode Penerbitan Penerbit Deskripsi
  • Pihak Pihak yang terlibat dalam Penerbitan Sukuk
    • Obligor
    • Perusahaan Penerbit (SPV)
    • Trustee
      • Principle Trustee
      • Co Trustee
    • Investors
      • Islamic Investors
      • Conventional Investors
    • Syariah Advisor
    • Appraiser
    • Agen Penatausaha
    • Agen Pembayar
    • Agen Penjual dan Konsultan Hukum (bookbuilding)
    • Agen Lelang
  • Pentingnya Penerbitan Sukuk oleh Pemerintah RI
    • M emperluas basis sumber pembiayaan ;
    • Mendorong pengembangan pasar keuangan syariah dalam negeri;
    • Menciptakan benchmark ;
    • Memperluas dan mendiversifikasi basis investor;
    • Mengembangkan alternatif instrumen investasi;
    • Mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Negara; dan
    • Mengoptimalkan pemanfaatan dana masyarakat yang belum terjaring sistem keuangan konvensional
  • Potensi Permintaan Sukuk RI
    • Pasar dalam negeri:
      • jumlah penduduk muslim terbesar di dunia;
      • jumlah emiten/issuers yang melakukan penawaran efek syariah masih sedikit; dan
      • proporsi ( market share ) produk syariah relatif masih sangat kecil.
    • Pasar internasional:
      • Pesatnya pertumbuhan aset pasar keuangan syariah (±15% p.a);
      • Repatriasi dana-dana Timur Tengah pasca 9/11;
      • Terbatasnya jenis dan jumlah instrumen keuangan syariah; dan
      • Terus meningkatnya peringkat kredit Indonesia.
  • Permasalahan Penerbitan SBSN
    • Ketersediaan legal basis .
    • Penggunaan BMN sebagai underlying Asset .
    • Pendirian SPV.
    • Penggunaan konsep beneficial-title dan
    • perwaliamanatan ( Trust ).
    • Ketentuan perpajakan.
  • Rencana Kerja Pengelolaan SBSN
    • Penyiapan Infrastruktur SBSN
      • Infrastruktur Legal
        • UU SBSN & Peraturan Pelaksanaannya
        • Tax Treatment
      • Infrastruktur Kelembagaan
        • Perusahaan Penerbit (SPV)
        • Komite Syariah SBSN
      • Infrastruktur Pasar
        • Mekanisme penerbitan baik secara lelang maupun bookbuilding
        • Sistem dan prosedur perdagangan serta penatausahaan SBSN.
    • Penyiapan Aset SBSN
      • Barang Milik Negara yang akan
      • dijadikan sebagai underlying asset
      • Proyek APBN yang akan dibiayai
      • melalui penerbitan SBSN
    • Perencanaan Portofolio SBSN
      • Jenis Aqad
      • Tenor
      • Denominasi
      • Size/Volume
    • Pengembangan Instrumen
      • SBSN dalam rangka pembiayaan proyek APBN
      • (project financing )
      • Sukuk Ritel
      • Sukuk Jangka Pendek ( Islamic Treasury-bills )
    • Pengembangan Pasar Sekunder
      • Regular Issuance
      • Peningkatan likuiditas dan transparansi harga SBSN.
  • Alternatif Metode Penerbitan SBSN di Pasar Perdana Bookbuilding Bookbuilding Melalui SPV Bookbuilding - Lelang - Bookbuilding GOI Luar Negeri Dalam Negeri Metode Penerbitan Issuer
  • Alternatif Metode Pricing SBSN Uniform-price ----- SBSN Internasional Uniform-price - Uniform-price - Multiple-price SBSN Dalam Negeri Bookbuilding Lelang Metode Pricing Deskripsi
  • Daya Tarik SBSN bagi Investor
    • Merupakan instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
    • Imbalan bersifat tetap ( fixed-income ) dan dibayarkan secara periodik.
    • Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal di jamin oleh Negara.
    • Dapat diperjual-belikan di pasar sekunder.
    • Terdapat potensi capital gain bagi Sukuk Holder .
  • Alternatif Struktur SBSN Berdasarkan Tujuan Penerbitan * Ketentuan dan Syarat berlaku Tradable Tradable* Tradable* Tradable* Non-tradable Non-tradable Ketentuan Perdagangan Pembelian barang dan jasa APBN Margin Murabaha Jual-beli (Al Ba’i) 1. Potensi Penggunaan Ketentuan Imbalan Jenis Sukuk Sifat Dasar Akad No Fixed/ Floating Fixed/ Floating Fixed/ Floating Fixed/ Floating Margin Leasing Partnership Ijarah Musharaka Mudharaba Istisna’ Salam Pembiayaan APBN secara umum (general financing) 3. Pembiayaan proyek APBN Pembiayaan Program APBN 2. Pembiayaan proyek APBN Penjualan komoditas dalam rangka promosi ekspor
  • Pokok-pokok Ketentuan dan Syarat SBSN Ijarah Bookbuilding Lelang Lelang / Bookbuilding Metode Penerbitan Sukuk Ritel Indonesia (SRI) Sertifikat Ijarah Perbendaharaan Negara (SIPN) Sertifikat Ijarah (SI) Nama Generik Sukuk Ritel SBSN Jangka Pendek SBSN Jangka Panjang Deskripsi BI R upiah Dibayarkan pada saat SBSN jatuh tempo Uniform / Multiple -price
    • Discount basis
    • Fixed rate
    Sesuai metode harga yang ditentukan Rp1.000.000,00 Pemerintah RI <12 bulan BI BI Agen Fiskal & Register Uniform -price Uniform / Multiple -price Metode Pricing Rp1.000.000,00 Sesuai metode harga yang ditentukan Harga per Unit 3 tahun >12 bulan Tenor Fixed rate Fixed Rate (FRI) Variable Rate (VRI) Ketentuan Imbalan Setiap bulan
    • FRI: tiap 6 bulan
    • VRI: tiap 3 bulan
    Frekuensi Imbalan Pemerintah RI Pemerintah RI / PP SBSN Penerbit Rp1.000.000,00 Rp1.000.000,00 Nilai Nominal Per Unit R upiah R upiah/ Valas Denominasi
  • Struktur Ijarah Tanpa SPV Secondary Market Sukuk Issuance   Proceeds Trustee Periodic Lease Payment   Declaration of Trust Sukuk Asset Jatuh Tempo Redeemption of Sukuk Penerbitan SBSN Investors Investors MoF - GOI (Issuer & Obligor) MoF - GOI (Issuer & Obligor) Paying Agent   1. Sale & Purchase of Asset 2. Ijarah/ Leases of Asset Wakalah to issue trust certificate
  • Struktur Ijarah Melalui SPV Investors Sales of Asset Proceeds Lease of Asset Sukuk issuance Proceeds Declaration of Trust Sales of Asset Penerbitan SBSN Jatuh Tempo Secondary Market Lease Payment / coupon Sukuk Redeemption Sukuk Redeemption Paying Agent   Investor MoF - GOI (Obligor/Originator) MoF - GOI (Obligor/Originator) SPV (Issuer/ Trustee) SPV (Issuer/ Trustee)
  • Shariah Compliant Documents Wakalah (dalam hal tanpa SPV) Declaration of Trust Servicing Agency Agreement Ijarah Agreement Sale and Purchase Agreement Dokumen Substansi Perjanjian No. Pemerintah menjadi wakil Trustee untuk menerbitkan SBSN ( trust certificate ) 5.
    • Jual-beli hak manfaat BMN
    • Ketentuan purchase and sale
    • undertaking
    1. P enyewaan Aset SBSN oleh Pemerintah 2. Pemerintah ditunjuk menjadi Service Agent 3. Kepentingan Pemegang SBSN diwakili oleh Wali Amanat. 4.
  • Alternatif Metode Penentuan Harga: Uniform vs. Multiple Price Format * Subject to Sharia Endorsement Lelang Bookbuilding
    • Jumlah Unit SBSN
    • Tingkat Penawaran
    • yield
    • Jumlah Unit SBSN
    • Tingkat Penawaran
    • yield
    • - Jumlah Unit SBSN
    • Tingkat Penawaran
    • yield
    Format Penawaran Pembelian Multiple Price* Uniform Price Uniform Price Metode Harga Metode Penerbitan Keterangan Ditetapkan setelah lelang, berdasarkan tingkat penawaran yield yang dimenangkan. Ditetapkan setelah lelang pada tingkat penawaran yield tertinggi yang dimenangkan. Besaran Imbalan/ price guidance ditetapkan sebelum Bookbuilding Tingkat Kupon Sesuai bid-price (At par, discount, atau premium) at par at par Harga Per Unit SBSN
  • BI Subreg 5a 6a 5c 5b 6c
    • Penjualan Sertifikat Ijarah(SBSN) kepada investor melalui Peserta lelang.
    • Penyampaian minat beli melalui Peserta Lelang.
    • a. Pelaksanaan pricing & Allotment
    • serta penyampaian hasil pricing &
    • allotment ke Agen Lelang.
    • b. Penyampaian ketetapan lelang,
    • dokumen perjanjian penerbitan, terms
    • & cond’t SBSN, serta permintaan
    • pelaksanaan setelmen kepada BI.
    • 4. Pemberitahuan hasil pricing &
    • allotment kepada peserta lelang.
    • 5. a. Pendebetan rekening pemenang
    • lelang atau Bank Pembayar yang
    • ditunjuk pemenang lelang sesuai hasil
    • allotment.
    • b. Pengkreditan rekening Pemerintah di BI
    • melalui BI-RTGS dan penerimaan dana
    • hasil penjualan SBSN oleh Pemerintah.
    • c. Pendistribusian SBSN ke rekening surat
    • berharga investor di Subreg.
    • 6. Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal SBSN pada saat jatuh tempo.
    • (Transaksi Aset SBSN dilakukan secara terpisah antara GOI dgn SPV/ Trustee)
    6b GOI Peserta Lelang Agen Lelang 3b 4 1 2 3a Investor Lelang SBSN: Mekanisme Transaksi Penerbitan (Dengan/Tanpa SPV)
  • Lelang SBSN: Skenario Penawaran pembelian ( BI-SSSS Bidding Screen )
  • Lelang SBSN: Alokasi Penawaran Pembelian dengan Metode Uniform Price
  • Lelang SBSN: Alokasi Penawaran Pembelian dengan Metode Multiple Price
  • GOI Investors Agen Penjual BI 2 5b 1 4 5a 7 3 Subreg 8b 6a 8a 6b 6c 8c
    • 1. Penunjukan Agen Penjual.
    • 2. Pemasaran SBSN ke investor.
    • 3. Penyampaian minat beli ke agen penjual.
    • 4. Penyampaian minat pembelian investor ke Pemerintah.
    • 5. a. Pelaksanaan allotment dan
    • penyampaian hasil allotment kepada
    • Agen Penjual.
    • b. penyampaian dokumen perjanjian
    • penerbitan, Terms & Cond’t SBSN,
    • dan permintaan pelaksanaan setelmen
    • ke BI.
    • 6. a. Bank Pembayar yang ditunjuk
    • Agen Penjual mendebet rekening dana
    • investor dan meneruskan ke Subreg.
    • b. Subreg meneruskan dana tunai ke
    • BI, untuk dilakukan DVP setelmen.
    • c. Pemerintah menerima dana tunai
    • hasil penjualan SBSN.
    • Agen Penjual menyampaikan bukti kepemilikan SBSN kepada investor.
    • Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal SBSN pada saat jatuh tempo.
    • (Transaksi Aset SBSN dilakukan secara terpisah antara GOI dgn SPV/ Trustee)
    Bookbuilding SBSN: Mekanisme Transaksi Penerbitan (Dengan/Tanpa SPV)
  • Wassalamu’alaikum, wr. wb. Pertanyaan, Informasi, dan Saran: Direktorat Kebijakan Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Telp. 381-0175, Fax. 384-6516 www.dmo.or.id Terima Kasih