Filsafat islam

3,132 views
3,027 views

Published on

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,132
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
219
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Filsafat islam

  1. 1. BAB I PENGERTIAN FILSAFAT ISLAMA. Pengertian filsafat Islam Istilah filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu : Segi semantik, perkataan filsafat berasal dari bahasa Arab falsafah, dan yang berasaldari bahasa Yunani Philosophia, yang berarti philos (cinta) dan sophia(Pengetahuan),hikmah(wisdom). Jadi Philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepadakebenaran, maksudnya setiap orang yang berfilsafat akan menjadi bijaksana. Orang yangcinta kepada pengetahuan disebut philosopher, dalam bahasa arabnya ialah failasuf. Segi praktis, dilihat dari pengertian paktisnya, filsafat berarti alam pikiran atau alamberpikir. Berfilsafat artinya berpikir. Namun tidak semua berpikir berarti berfilsafat.Berfilsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. Karena luasnya ruang lingkup pembahasan ilmu filsafat maka para ahli filsafatmemberikan beberapa definisi yang berbeda-beda diantaranya :  Plato (427 SM-347 SM) seorang filsuf Yunani yang termasyhur murid Socrates dan guru Aristoteles, mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).  Aristoteles (382 SM-322 SM) mengatakan: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).  Marcus Tullius Cicero (106 SM-43 SM) politikus dan ahli pidato Romawi, merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maka agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.  Al-Farabi (wafat 950 M), filsuf Muslim terbesar sebelum Ibnu Sina, mengatakan: Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.  Immanuel Kant (1724-1804), yang Bering disebut raksasa pikir Barat, mengatakan: Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu: Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika).Apakah yang boleh kita kerjakan? (dijawab oleh etika).Sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh antropologi).Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar psikologi UI, menyimpulkan: Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.
  2. 2.  Drs. H. Hasbullah Bakry merumuskan: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segaia sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu. Setelah mempelajari rumusan-rumusan tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa:Filsafat adalah ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapatdijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmupengetahuan biasa. Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untukmemahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat sarwa yangada, yaitu: hakikat Tuhan, hakikat alam semesta, dan hakikat manusia, Bertasikap manusiasebagai konsekuensi dari paham tersebut. Sebenarnya perbedaan istilah tersebut hanya perbedaan nama saja, sebabbagaimanapun juga hidup dan suburnya pemikiran filsafat tersebut adalah di bawah naunganIslam dan kebanyakan ditulis dalam bahasa Arab. Kalau yang dimaksud dengan Filsafat Arab ialah bahwa filsafat tersebut adalahhasil orang Arab semata-mata, maka tidak benar. Sebab kenyataan menunjukkanbahwa Islam telah mempersatukan berbagai-bagai umat, dan kesemuanya telah ikut sertadalam memberikan sumbangannya dalam filsafat tersebut. Sebaliknya kalau yang dimaksud dengan filsafat Islam adalah hasil pemikiran kaummuslimin semata-mata, juga berlawanan dengan sejarah, karena mereka pertama-tamaberguru pada aliran Nestorius dan Yacobias dari golongan Masehi, Yahudi danpenganut agama. Shabiah, dan kegiatan mereka dalam berilmu dan berfilsafat selaluberhubungan dengan orang-orang Masehi dan Yahudi yang ada pada masanya. Namun pemikiran-pemikiran filsafat pada kaum muslimin lebih tepat disebut filsafatIslam, mengingat bahwa Islam bukan saja sekedar agama, tetapi juga peradaban. Pemikiranfilsafat ini sudah barang tentu berpengaruh oleh peradaban Islam tersebut, meskipunpemikiran itu banyak sumbernya dan berbeda-beda jenis orangnya. Corak pemikirantersebut adalah !slam, baik tentang problem-problermnya, motif pembinaannya maupuntujuannya, karena Islam telah memadu dan menampung aneka peradaban serta pemikirandalam satu kesatuan. Apalagi hal ini ditunjang dengan pemakaian buku-buku yang berasaldari filosuf Islam seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, ataupun Al-Farabi. Tujuan, Fungsi dan manfaatnya. Filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun keyakinan keagamaan atasdasar yang matang secara intelektual. Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaanseseorang, anal saia kepercayaan tersebut tidak bergantung kepada konsepsi yang pra ilmiah,yang usang, yang sempit, dan yang dogmatis. Urusan (concerns) utama agama ialah harmoni,pengaturan, ikatan, pengabdian, perdamaian, kejujuran, pembebasan, dan Tuhan. Oleh karena itu tujuan filsafat adalah mencari hakekat kebenaran sesuatu baik dalamlogika(kebenaran berpikir), etika(berprilaku) maupun metafisika(hakekat keaslian). Dengan demikian filsafat mencakup seluruh benda dan semua yang hidup yaknipengetahuan terhadap sebab-sebab yang jauh yang tak perlu lagi dicari sesudahnya. Filsafatberusaha untuk menafsirkan hidup itu sendiri yang menjadi sebab pokok bagi partikel-partikel itu beserta fungsi-fungsinya. Cakupan filsafat Islam tidak jauh berbeda dan obyek
  3. 3. filsafat ini. Hanya dalam proses pencarian itu Filsafat Islam telah diwarnai oleh nilai-nilaiyang Islami. Kebebasan pola pikirannya pun digantungkan nilai etis yakni sebuahketergantungan yang didasarkan pada kebenaran ajaran ialah Islam.B. Hubungan Filsafat Islam Dengan Filsafat Yunani. Proses sejarah masa dahulu, tidak dapat dielakkan begitu saja bahwa pemikiranfilsafat Islam terpengaruh oleh filsafat Yunani. Para filsuf Islam banyak mengambilpemikiran Aristoteles dan mereka banyak tertarik terhadap pikiran-pikiran Platinus. Sehinggabanyak teori-teori filosuf Yunani diambil oleh fiisuf Islam. Demikian keadaan orang, yang datang kemudian. Kedatangan para filsuf Islam yangterpengaruh oleh orang-orang sebelumnya, dan berguru kepada filsuf Yunani. Bahkan kitayang hidup pada abad ke-20 ini, banyak hal berhutang budii kepada orang-orang Yunani danRomawi. Akan tetapi berguru tidak berarti. mengekor dan mengutip, sehingga dapatdikatakan bahwa filsafat Islam itu hanya kutipan semata-mata dari Aristoteles, sebagaimanayang dikatakan Renan, karena filsafat Islam telah marnpu menampung dan mempertemukanberbagai aliran pikiran. Kalau filsafat Yunani merupakan salah satu sumbernya, maka tidakaneh kalau kebudayaan India dan Iran juga menjadi surnbernya. Pertukaran dan perpindahansuatu pikiran bukan selalu dikatakan utang budi. Suatu persoalan kadang-kadang dapatdibicarakan dan diselidiki oleh orang banyak, dan hasilnya dapat mempunyai bermacarn-macam corak. Seorang dapat mengambil persoalan yang perlu dikemukakan oleh orang lainsambil mengemukakan teorinya sendiri. Spinoza, misalnya, rneskipun banyak mengikutiDescartes, ia mempunyai mazhab sendiri. Ibnu Sina, meskipun menjadi murid yang setia dariAristoteles, ia mempunyai pemikiran yang berbeda. Para filsauf Islam pada umumnya hidup dalam lingkungan dan suasana yang berbedadari apa yang dialami oleh filsuf-filsuf lain. Sehingga pengaruh lingkungan terhadap jalanpikiran mereka tidak bisa dilupakan. Pada akhirnya, tidaklah dapat dipungkiri bahwa duniaIslam berhasil membentuk filsafat yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaanmasyarakat Islam itu sendiri.
  4. 4. BAB II ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT ISLAMA. Pembagian Aliran Filsafat Dalam Islam. Jika kita perhatikan bagaimana cepatnya perkembangan cara berpikir sesudahIslam dalam segala bidang, maka secara garis besar dapat kita bagi aliran-aliran itu dalamtiga bagian, yaitu aliran-aliran itiqad, aliran-aliran ilmu hukum (fiqh), dan aliran-aliranpolitik (as-siyasah). Muhammad Abu Zahrah membagi mazhab dalam Islam kepada tiga bagian besarseperti tersebut di atas. Dia menulis dalam kitabnya yang berjudul: AI-Mazahibul Imamiyahdengan pokok-pokok pendirian dari berbagai mazhab dalam Islam itu secara ringkas.Kami dahulukan pembicaraan mengenai aliran itiqad ini, karena sebagian besar dari aliran inimerupakan pokok-pokok dasar pemikiran dalam filsafat Islam. Orang menamakan filsafatIslam, jika di dalam ilmu ini dibicarakan filsafat dalam keseluruhannya atas dasar pemikiranIslam. Tetapi jika di dalam ilmu ini dibahas perdebatan-perdebatan antara aliran-aliranitiqad dalam Islam, mengenai penolakan terhadap mereka yang menimbulkan pengertian-pengertian bare yang menyeleweng dari keyakinan mazhab Salaf dan ahli Sunnah, maka iadinamakan ilmu Kalam. Demikian kata Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya, dandemikian pula kata Imam Al-Juwaini (419478 H) dalam kitabnya yang berjudul KitabbulIrsyad ila Qawadiil Adillati fi Usuld Itiqad " (Mesir, 1950). Ada orang yang menamakanilmu Ushutuddin, jika pengetahuan filsafat itu hanya membahas pokok persoalan dalamagama saja seperti persoalan mengenai Tuhan, Nabi, kejadian pada hari akhir dan hukum-hukum yang tumbuh dari amar yang tegas dan nahi yang terang. Yang pada akhirnya,persoalan-persoalan filsafat mengenai ketuhanan telah disimpulkan menjadi sebuah kitabamalan yang diwajibkan kepada semua orang Islam, Yang pada akhirnya, persoalanpersoalanfilsafat mengenai ketuhanan telah disimpulkan menjadi sebuah kitab amalan yangdiwajibkan kepada semua orang Islam pada permulaan mempelajari agamanya, diselingidengan keterangan-keterangan dari Quran dan hadis, maka hasil filsafat ini dinamakanilmu Tauhid, ataudalam bentuk sederhana dinamakan Sifat Dua puluh, yaitu ilmu untukmempelajari dan mengenal sifat-sifat Tuhan menurut konsep Al-Asyari. Yang akan dibicarakan di dalam bagian itiqad, ialah pendirianpendirian mengenaipersoalan-persoalan keyakinan dari mazhab-mazhab Salaf, Jabariyah, Qadariyah,Mujiah, Mutazilah, Asyariyah, Maturidiyah, dan lain-lain. Mengenai bagian hukum agama dalam mazhab-mazhab Al-Jayari, Al-Hanaft, Al-Maliki, AsySyqfVi, Al-Hambah, As-Salafi, Al-Auza-i, As-Zahiri, At-Tabari dan filsafat fiqihdalam bagian Syiah, seperti mazhab Isna Asyar Imamiyah Zaidiyah, Ismailiyah, dan lain-lain. Dalam bagian siasat (politik) akan disinggung siasat dalam masa Nabi, sahabat danTabiin, siasat dalam masa Bani Umayyah, siasat dalam masa Bani Abbas, siasat yangdianut oleh golongan-golongan Syiah, seperti Sabaiyah, Ghurabiyah, Kisaniyah,Ismailiyah, Fathimiyah, Zaidiyah dan Isna Asyar Imamiyah.B. Aliran-Aliran Pokok. Ada beberapa aliran pokok dalam Islam yaitu aliran-aliran Syiah, Khawarij, Mutazilah
  5. 5. clan Asyariah. Pada masa Nabi Muhammad, aliran-aliran itu tidak ada atau tidak menonjol kedepan. Umat Islam pada masa Nabi Muhammad Saw, bersatu bulat dalam segala-galanya.Tidak ada aliran dan mazhab ketika itu. Nabi merupakan kesatuan sumber dalam ilmu danamal, dalam perintah dan ketaatan, serta teladan untuk seluruh kehidupan. Sumber itu ialahmengenai dan mempelajari wahyu Tuhan yang disampaikannya, yang tidak ada sesuatu punyang dapat mengatasinya dalam kebenaran. Jika sesuatu perbantahan dan perbedaan paham,ucapan Nabi adalah hak yang memutuskan, yang harus ditaati dan tidak ada pendapatlain. Dalam Quran jelas diperintahkan: "Apabila kami berbeda faham tentang sesuatupersoalan kembalikan keputusannya kepada Allah dan Rasul". (QS. An-Nisa: 58). Tidakterdapat pada waktu itu dua macam pikiran yang bertentangan, melainkankeputusannya dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesudah Nabi Muhammad wafat, umat Islam tetap bersatu dalam keyakinan dan perkataannya,bahwa Tuhan itu satu, bahwa Muhammad itu Rasul Allah, bahwa Quran itu datang dari Allah, bahwahari kebangkitan itu benar, bahwa hisab itu benar, surga dan neraka pun benar adanya dan akanterjadi, sebagaimana tidak terdapat perselisihan faham di antara mereka tentang sesuatu hukum agamayang sudah ditetapkan dan diperintahkan menjalankannya oleh Rasulullah, seperti salat, zakat, haji,puasa, dan lain-lain. Mereka hanya berselisih faham tentang pandangan dan ijtihad, baik mengenai pokok agamadari keyakinan maupun mengenai urusan hukum fiqih dan tasyri, tetapi tidak mengenai pokok-pokok dasar Islam, yang dapat mengeluarkan salah seorang yang berbeda faham itu dari agamanya.Mereka tidak berselisih tentang ada dan satu Tuhan, tetapi berselisih tentang sifatnya, apakah sifat itumerupakan zat Tuhan atau tidak. Mereka tidak berselisih tentang Nabi Muhammad benar RasulAllah, tetapi berbeda faham tentang terpelihara dosanya sebelum atau sesudah dibangkitkan. Merekatidak berselisih bahwa Quran itu wahyu Tuhan, tetapi berbeda faham apakah ia qadim atauhadis. Mereka tidak berselisih tentang pokok kebangkitan manusia pada hari kemudian, tetapiberbeda pikiran apakah yang dibangkitkan itu tubuh jasmaninya atau rohaninya. Mereka tidakberselisih tentang salat itu wajib, tetapi kadang-kadang berbeda faham dalam menentukan hukummengenai bagian-bagiannya, apakah masuk rukun salat yang wajib dikerjakan atau tidak. Mengenaiperincian inilah mereka berbeda faham, dan oleh karena itu, di dapat dalam kalangan umat Islambeberapa aliran agama mengenai perincian itu yang berbeda-beda.Sesudah Nabi wafat, umat Islam berbeda-beda fahamnya mengenai beberapa pokokagama yang kembali kepada iman dan keyakinan dalam hatinya, sebagaimana merekaberbeda faham dalam masalah perincian atau furu clan tasyri dalam menetapkan sesuatuhukum yang belum jelas dalam agama mengenai amal seseorang, apakah wajib,haram atau jaiz. Lalu terbagilah umat Islam itu dalam beberapa aliran seperti golonganAsyari dan golongan Mutazilah, yang mempunyai pandangan yang berbeda-beda mengenaiakidah dan ushul agama dann, yang merupakan iman dan itikad orang Islam, meskipunmereka berbeda dalam masalah furu dan tasyri mengenai amal Perbuatan. Sementara itu ahli-ahli hukum fiqih, seperti Hanafi, Maliki, Syafi’i, berbeda-beda fahamnya dalam menetapkan hukumfuru, meskipun mereka sepakat mengambil pokok-pokok mazhab Asyari untuk dasar keyakinanmereka. Demikianlah keadaannya dengan ulama-ulama Syiah yang kadang-kadang sepaham mengenaiusul agama, tetapi berselisih pendapat dalam masalah fiqh. Kesepakatan dalam usul (pokokkenyakinan agama), tidak memastikan sepakat dalam hukum fiqh dan furu, serta sebaliknya.Demikian pendirian seorang ulama Syiah yang terkemuka, Muhammad Jawab Mughniyah dalamkitabnya AsySyiah wal Hakimun, (Beirut 1962), yang kita jadikan bahan pembicaraan dalam bagianini.
  6. 6. Aliran dalam Islam itu banyak, seperti yang pernah digambarkan oleh Nabi semasa hidupnyadalam sebuah hadis, dikatakan umat Islam akan berpecah sampai 73 firkah, demikiankatanya: "Yahudi akan berpecah atas 71 aliran, Nasrani akan berpecah atas 72 aliran, sedangumatku akan terbagi-bagi dalam 73 aliran". (Al-Hadis). Apa yang disabdakan Nabi itu mungkin terjadi, sudah atau akan terjadi, tetapi dalamsejarah Islam dapat kita golongkan mazhab-mazhab yang banyak itu kepada empat aliranbesar yang pokok yang akan kita bahas di sini dengan menyebut dasar-dasar pendiriannyayang utama,yaitu : 1) Aliran syiah Aliran Syiah berbeda pendapat dengan aliran-aliran lain, di antaranya alam pendirian, bahwapenunjukan iman sesudah wafat Nabi ditentukan oleh Nabi sendiri dengan nash. Nabi tidak bolehmelupakan nash ini terhadap pengangkatan khalifahnya, sehingga menyerahkan pekerjaanpengangkatan itu secara bebas kepada umatnya dan khalayak ramai. Selanjutnya Syiah berpendirianbahwa seseorang imam yang diangkat itu harus maksum atau terpelihara dari dosa besar dan dosakecil, dan bahwa Nabi Muhammad dengan nash meninggalkan nasihatnya untuk Ali bin Abi Thalibadalah seorang sahabatnya yang pertama dan utama.Dibawah ini adalah beberapa pendapat mengenaialiran syiah ;  Sebab-seba kelahiran syiah Dalam masa Nabi penggunaan kata Syiah dalam pengertian berpihak atau memilih golongan Ali sudah ada baik sebelum Nabi wafat maupun sesudahnya, sebagaimana yang diterangkan oleh An-Nubakhti, pengarang pada abad ke-4 H, dalam kitabnya Al Firaq wal Maqalat. Ia menerangkan bahwa seluruh golongan yang terdapat dalam islam tidak keluar dari 4 aliran paham, yaitu Syiah, Mu’tazilah, Murji’ah dan Kawarij. Syi’ah itu ialah suatu aliran paham yang berpegang pada Ali Bin Abi Thalib, baik pada masa Nabi maupun sesudahnya, yang dikenal dengan ketaatanya dalam keputusannya dan keimanannya. Dalam kitab az Zinah karangan Abu Hatim Sahl Bin Muhammad Sajastani(205 H), sebagaimana juga dalam kitab Kazyfwz Zunun jus III uraian tentang perkataan Syiah itu seperti berikut : Lafaz Syi’ah dalam masa Rasul digunakan untuk menamakan empat orang sahabat nabi yaitu Salman Al Farisi, Abu Zar al-Ghaffari, Miqdad bin al- kindi dan Ammar bin Yassar. Kemudian setelah pembunuhan Usman dalam pembrontakan Mu’awiyah serta pengikutnya menghadapi Ali bin Abi Thalib, maka banyaklah orang- orang islam memilih golongan-golongannya, orang yang membenarkan Usman dinamakan Usmaniyah, dan yang berpihak pada Ali bin Abi Thalib dinamakan Awaliyah. Namun setelah pada zaman pemerintahan Bani Abbas perkataan Usmaniyah dan Awaliyah di hapus. Barulah timbul golongan-golongan islam yaitu : nama Syi’ah dan Sunah.  Menurut Abu Zahrah bahwa kelahiran Syiah, dalam kitabnya Al-Mazahibul Islamiyah bahwa Syi’ah merupakan mazhab politik Islam yang paling tua lahir pada masa pemerintahan Usman tumbuh dan berkembang pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib . Kemudian mazhab ini lahir pada zaman peperangan Jamal. Aliran ini lahir jga bersamaan dengan aliran Khawarij.  Mazhab Syiah mewjibkan keyakinan berpegang kepada imam,yang selalu harus ada ditengah-tengah masyarakat islam, seperti pada zaman Nabi masih hidup. Imam itu harus merupakan pemimpin dalam urusan dunia dan agama. 2) Aliran khawarij Pokok-pokok pendirian aliran ini orang Islam tidak mesti seorang yang berasal dari suku
  7. 7. Quraisy, bahkan tidak mesti dari seorang Arab. Kesalahan dalam berpikir dan berijtihadadalah dosa apabila terdapat bertentangan dengan pikiran mereka. Oleh karena itu merekamengkafirkan Ali karena menerima tahkim, meskipun tahkim damai antara Muawiyah danAli tidak dikemukakan secara merdeka. Mazhab Azraqiyah dari aliran ini berkeyakinan,bahwa tiap orang Islam yang menyalahi pendiriannya dihukum musyrik, tetap dalam apineraka, wajib dibunuh dan diperangi. 3) Aliran Mu’tazilah. Aliran ini mempunyai lima pendirian, yaitu :1) At-Tauhid, keyakinan bahwa Allah itu satu dalam zatnya dan sifatnya, dan sifat Allah itu adalah zat Allah itu sendiri.2) Al-Adl, bahwa Tuhan itu adil, yaitu bahwa manusia diberi kemauan yang merdeka untuk bertindak dan tidak digerakkan oleh kodrat dan iradat Tuhan saja.3) Al-Manzilah baina manzilataini, memberikan kedudukan di antara dua kedudukan mukmin dan kafir. Orang Islam yang mengedakan dosa besar akan ditempatkan pads suatu tempat antara orang mukmin dan orang kafir. la bukan orang mukmin karena tidak menyernpurnakan sifat kebajikan, dan bukan pula orang kafir karena sudah mengucapkan dua kalimah syahadat. la tetap abadi di dalam neraka, karena di akhirat itu cuma ada satu surga dan satu neraka, tetapi diringankan azabnya dan masih disebut orang Islam.4) Al-Waad wal waid. Yang dimaksud dengan istilah ini bahwa jika Allah menjanjikan pahala atas sesuatu kebajikan, mesti dikerjakannya, dan apabila ia menjanjikan siksaan atas suatu kejahatan maka janjinya itupun wajib ditepati,tidak berhak Tuhan member ampunan atas janji yang sudah diterapkan.5) Amar ma’ruf Nahi mungkar. Pekerjaan ini wajib berdasarkan akal manusia. Sebelum Mu’tazilah hadir dalam kancah pemkiran islam rasional, telah ada berbagaialiran pemikiran yang nantinya memiliki pengaruh kuat terhadap Mu’tazilah. Masalah yangdiangkat menjadi topic utama berkisar pada masalah teologi dan filsafat. Mu’tazilah secara etomologis adalah berarti golongan yang mengasingkan ataumemisahkan diri. Dalam sejarah islam golongan yang mengasingkan diri itu pernah timbuldisaat terjadi pertikaian antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin AbuSufyan dari Bani Umayyah sebagai akibat dari terbunuhnya Khalifah Usman dari BaniUmayyah yang kemudian digantikan oleh Ali bin Abi Thalib. Pada saat itulah banyaksahabat Nabi yang tidak ingin terlihat pada pertikaian tersebut. Mereka tidak membaiat Alisebagai Khalifah dan bersifat netral. Diantara kelompok- kelompok ini adalah Sa’ad bin AbiWaqas, Abdullah bin Umar, Muhammad bin Maslamah, Usman bin Zaid dan lainnya. Tetapi, jika kata Mutazilah disebut dalam konteks aliran-aliran teologi atau filsafat,maka yang dimaksud dengan kata itu sesungguhnya adalah para pengikut orang yangmengasingkan atau memisahkan diri dari gurunya, karena berbeda paham dalam sesuatu hal.
  8. 8. Orang itu ialah Washil bin Atha yang memisahkan diri dari gurunya Hassan Al-Bashri.Keduanya berbeda pendapat tentang kedudukan orang mukmin yang berdosa besar, apakahmasih mukmin atau telah menjadi kafir, sebagaimana pernah menjadi perbedaan pendirianantara kaum Khawarij dan murjiah sebelumnya. Kisahnya demikian pada suatu hari, Washilbin Atha (700 – 794 M) dalam majelis gurunya, Hassan Al-Bashri, mengemukakan pendapatyang berbeda dari gurunya mengenai orang mukmin yang mengerjakan dosa besar, apakahmenjadi kafir atau tidak. Washil menegaskan pendapatnya bahwa orang itu sudah tidakmukmin, tetapi belum sampai kafir. Ia berada di satu posisi di antara dua posisi (manzilatbayn manzilatain). Dan posisi antara dua posisi itu adalah fasiq. Sedangkan Hassan Al-Bashriberpendapat bahwa orang itu munafiq. Setelah mengemukakan pendapatnya itu, Washilmemisahkan diri dari majelis gurunya, yang diikuti jugs oleh orang-orang yang mendukungpendapatnya. Kemudian Washil pun bertindak sebagai guru yang dikerumuni murid-muridnya, dan salah seorang yang bergabung dengan Washil adalah Amr bin Ubaid. Duatokoh inilah yang kemudian dipandang sebagai tokoh angkatan pertama aliran Mutazilah.Melihat muridnya memisahkan diri, Hassan Al Bashri mengatakan: "Itazala anna Washil"(Washil telah memisahkan diri dari kami). Dari sinilah Washil dan pengikut-pengikutnyakemudian disebut Mutazilah. Sebutan lain bagi kaum Mu’tazilah adalah sebagai berikut : 1) Ahl al-‘adli wa al tawhid(kaum pendukung keadilan dan ke-Esaan Allah). 2) Ahl AL-Haq (kaum yang berada dala kebenaran). 3) Al- Qadariyah (kaum yang berpendapa bahwa manusia berkuasa membuat atau menentukan perbuatannya sendiri). 4) As-Sanawiyah dan Al- Majusiyah (kaum dualis dan Majusi). 5) Al-Khawarij (sebutan ini ditujukan kepada kaum mu’tajilah karena mereka sejalan dengan pemikiran kaum Khawarij). 6) Al-Wa’idiyah (sebutan ini bersal dari golongan Murji’ah maksudnya adalah kaum Mu’tazilah menekankan kebenaran janji dan ancaman Allah, dan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa kecil kecuali setelah orangnya bertobat) 7) Al-Mu’ttilah. Dan dapat disimpulkan bahwa pokok-pokok ajaran teologi kaum Mu’tazilah adalah sebagai berikut : 1) Al-Tawhid(ke-Esaan , atau lebih tepat mengesakan Allah(Allah adalah Esa mutlak). Ini adalah inti ajaran kaum Mu’tazilah. Allah tidak ada yang menyamainya, tidak berjisim, tidak bertubuh, tidak berbentuk dan tidak berjasad. 2) Al ‘Adl ( keadilan Allah , dalam kontek tanggung jawab manusia terhadap Allah).
  9. 9. 3) Al- Ma’du wa Al-Wa’id (janji dan ancaman, ini berarti janji dan ancaman Allah pasti terjadi). 4) Al-Manzilah bayna Al-manzilatain (orang Mu’tazilah tidak mengkafirkan orang mukmin yang melakukan dosa besar seperti kaum Khawarij). 5) Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar.Dari uraian sebelumnya ditarik kesimpulankesimpulan berikut: 1. Aliran Mutazilah lahir ditengah-tengah umat Islam dengan menghadapi banyak persoalan politik, teologi, filsafat dan sosial. Yang paling dominan mempengaruhi lahimya Mutazilah adalah persoalan teologi, meskipun tidak dapat dielakkan adanya faktor politik. 2. Amat kompleksnya permasalahan yang dihadapi, mendorong Mutazilah untuk memberikan jawaban mengenai banyak masalah dalam memberikan jawaban, mereka mengutamakan akal. Akal herada pada shaf teratas sedang wahyu pada shaf kedua. 3. Atas dasar itulah Mutazilah banyak menerima konsep-konsep filsaat Yunani. Masuknya filsafat Yunani dalam pemikiran Mutazilah dimulai dari masa angkatan kedua dengan tokoh utamanya adalah Abu Hudzail Al-Allaf. 4. Berbekal filsafat Yunani, Mutazilah mampu memberikan jawaban persoalan kefilsafatan secara lengkap. 5. Ushulul Khamsah (lima ajaran pokok) Mutazilah merupakan ciri khan seseorang agar bisa diakui sebagai penganut Mutazilah, yaitu: ke-Esa-an, ke-Adil-an, janji dan ancaman Allah, manzilah bayna al-manzilatain, dan amar maruf nahi munkar. 6. Ada yang perlu pendapat catatan khusus, yaitu bahwa Mutazilah yang lantang menyuarakan kebebasan manusia itu ternyata tidak memberi kebebasan pada orang lain untuk mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendirian mereka. Mereka memperlakukan kekerasan bagi orang yang tidak sepaham dengan dukungan kekuatan penguasa, terutama pada masa Al-Makmun dari Bani Abbasiyah. Faktor kekerasan inilah yang membuat Mutazilah mundur, dan kedudukannya digantikan oleh Ahlussunnah yang sampai sekarang tetap dominan di dunia Islam. 7. Ajaran-ajaran Mutazilah yang sifatnya memang rasionalistis, sesuai sifat akal yang relatif, memungkinkan ter adanya perbedaan pendapat di kalangan mereka sendiri. Misalnya perbedaan antara Abu Al-Hudzail Al-Allaf dengan An- Nazhzham tentang teori atom yang diambil dari Yunani dan India. 8. Ajaran Mutazilah (ushulul Khamsah) telah berjasa dalam usaha mempertahankan kemumian Islam, meskipun di sana-sini terdapat kelemahan dalam penerapannya. 9. Sejalan dengan prinsipnya yang mendudukan akal pada shaf teratas, maka Mutazilah merupakan aliran pertama yang disebut paham rasionalisme dalam Islam. 4) Aliran Al-Asy’ri
  10. 10. Aliran ini menentang pendirian-pendirian aliran Mu’tazilah yang lima itu. Aliran iniberkata, bahwa sifat Allah itu bukan zatnya, tetapi sesuatu tambahan atas zatnya.Tiap manusia berbuat atas kehendak Tuhan, tidak mempunyai kemauan yang bebas.Allah tidak wajib memenuhi janji atas kebaikan dan atas kejahatan, dengan memberipahala kepada yang berbuat baik clan menyiksa yang berbuat jahat. Balasan yangberlaman dengan janji ini boleti dilakukan Tuhan, karena ticlak sesuatupun yang mewajibkanDia menepati janji itu. Selanjutnya aliran ini berpendapat, bahwa orang yang berbuatdosa besar tidak diletakkan pada tempat di antara orang mukmin dan orang kafir,clan bahwa amar maruf nahi mungkar itu diwajibkan karena Quran dan Hadis bukankarena penetapan akal manusia.Demikianlah empat aliran besar clan dari aliran ini lahirlahmazhab-mazhab yang banyak, yang berbeda satu sama lain dalam pendirian mengenaiusul dan furu. Aliran Syiah sejalan dengan Mutazilah mengenai tauhid dan keadilan, dan tidaksejalan dalam tiga pendirian yang lain. Orang Syiah sefaham, dengan Asyari dalammasalah dosa besar clan dosa kecil, amar maruf nahi mungkar. Mereka berbeda denganMutazilah dan Asyari dalam persoalan waad dan waid karena merekaberkeyakinan bahwa Allah selalu menepati janji bagi mereka yang berbuat kebajikandan tidak wajib menjalankan janji-Nya kepada hamba-Nya yang berbuat diputuskandengan hukum akal, bahwa Tuhan menyalahi janji-Nya akan memberi pahala kepadahamba-Nya yang berbuat baik. 5)
  11. 11. BAB III FILSAFAT SLAM DIDUNIA ISLAM TIMURA. Al-Kindi Nama. Al-Kindi adalah nisbat pada suku yang menjadi asal cikal bakalnya , yaitu BanuKindah. Banu Kindah adalah suku keturunan Kindah yang sejak dulu menempati daerah selatanJazirah Arab yang torgolong memiliki apresiasi kebudayaan yang cukup tinggi dan banyak dikagumiorang. Nama lengkap Al-Kindi adalah Abu Yusuf Yaqup bin Ishaq sh-Shabbah bin Imran binIsmail bin Al Asyats binQays Al- Kindi, dilahirkan di Kuffah tahun 185 H (801 M). Ayahnya,Ishaq Ash-Shabbah, adalah Gubernur Kuffah pada masa pemerintahan Al-Mahdi dan Harun Al-Rasyiddari Bani Abbas. Ayahnya meninggal dunia pada tahun setelah Al-Kindi lahir. Dengan demikian Al-Kindi dibesarka dalam keadaan yatim. Al-Kindi yang dilahirkan di Kuffah pada masa kecilnya memperolehpendidikan di Bashrah. Tentang siapa guru-gurunya tidak dikenal, karena tidak terekam dalamsejarah hidupnya. Tetapi dapat dipastikan ia mempelajari ilmu-ilmu sesuai dengan kurikulumpada masanya. Ia mempelajari Al-Quran, membaca, menulis, dan berhitung. Setelahmenyelesaikan pelajaran (dasar)-nya di Bashrah, ia melanjutkan ke Baghdad hingga tamat, iamahir sekali dalam berbagai macam cabang ilmu yang ada pada waktu itu, sepertiilmu ketabiban (kedokteran), filsafat, ilmu hitung, manthiq (logika), geometri,astronomi, dan lain-lain. Pendeknya ilmu-ilmu yang berasal dari Yunani juga ia pelajari, dansekurang-kurangnya salah satu bahasa yang menjadi bahasa ilmu pengetahuan kala itu iakuasai dengan baik yaitu bahasa Suryani. Dari buku-buku Yunani yang telah diterjemahkanke dalam bahasa Suryani inilah Al-Kindi menerjernahkannya ke dalam bahasa Arab. Nama Al-Kindi semenanjak setelah hidup di istana pada masa pemerintahan Al-Mutashimyang menggantikan Al-Makmun pada tahun 218 H (833 M) karena pada waktu itu Al-Kindidipercaya pihak istana menjadi guru pribadi pendidik puteranya, yaitu Ahmad bin Mutashim. Padamasa inilah Al-Kindi berkesempatan menulis karya-karyanya, setelah pada masa Al-Makmunmenerjemahkan kitab-kitab Yunani ke dalam bahasa Arab. Karya ilmiah Al-Kindi kebanyakan hanya berupa makalah-makalah, tetapijumlahnya amat banyak, Ibnu Nadim, dalam kitabnya Al-Fihrits, menyebutkan lebih dari 230buah. George N. Atiyeh menyebutkan judul-judul makalah dan kitab-kitab karangan Al-Kindisebanyak 270 buah. Dalam bidang filsafat, karangan Al-Kindi pernah diterbitkan oleh Prof.Abu Ridah (1950) dengan judul Rasail Al-Kindi Al-Falasifah (Makalah-makalah Filsafat Al-Kindi), yang berisi 29 makalah. Prof. Ahmad Fuad Al-Ahwani pernah menerbitkan makalahAl-Kindi tentang filsafat pertamanya dengan judul Kitab Al-Kindi Ila AI-Wtashim Billah fi-Al-Falsafah Al-Ula (Surat Al-Kindi kepada Mutashim Billah tentang Filsafat Pertama). Karangan-karangan Al-Kindi mengenai filsafat menunjukkan ketelitian dankecermatannya dalam memberikan batasan-batasan makna istilah-istilah yangdipergunakan dalam terminologi ilmu filsafat. Masalah-masalah filsafat yang la babasmencakup epistemologi, metafisika, etika, dan sebagainya. Sebagaimana halnya parapenganut aliran Phythagoras, Al-Kindi juga mengatakan bahwa dengan matematikaorang tidak bisa berfilsafat dengan baik. Dari karangan-karangannya dapat diketahui bahwa Al-Kindi adalah penganutaliran eklektisisme; dalam metafisika dan kosmologi ia mengambil pendapat-pendapatAristoteles; dalam psikologi ia mengambil pendapat Plato; dalam bidang etika ia mengambil
  12. 12. pendapat pendapat Socrates dan Plato. Meskipun demikian, kepribadian AlKIndi sebagai filosofMuslim tetap bertahan. Sebagai seorang filosuf yang memelopori mempertemukan agama dan filsafat Yunani, Al-Kindi banyak menghadapi tantangan para ahli agama. Ia dituduh meremehkan dan membodoh-bodohkan ulama yang tidak mengetahui filsafat Yunani. Usaha menjauhkan Al-Kindi dari KhalifahMutashim dengan berbagai macam dalih sering dilakukan oleh orang-orang yang tidaksenang kepadanya. Fitnahfitnah yang ditujukan kepadanya semakin deras dan keras, terutama sekaliketika pemerintahan dikendalikan oleh Mutawakkil. Akhirnya Al-Kindi menyingkir dari kemelutyang sudah berdimensi politis ini, hingga pada masa pemerintahan Al-Mustaim Billah yang menjadikorban fitnah dan wafat pada tahun 252 H (866 M) is meninggal di Baghdad dalam tahun yang sama. Sebagai seorang pelopor yang dengan sadar berusaha mempertemukan agamadengan filsafat Yunani, Al-Kindi mengatakan bahwa filsafat adalah semulia-mulia ilmu danyang tertinggi martabatnya, dan filsafat menjadi kewajiban setiap ahli piker untuk memilikifilsafat itu. Pernyataan ini terutama tertuju kepada ahli-ahli agama yang mengingkari filsafatdengan dalih sebagai ilmu syirik, jalan menuju kekafiran dan keluar dari agama. Al-Kindi sendirisebagai filosof Muslim tidak kehilangan kepribadiannya berhadapan dengan pendapat filosof yangdianutnya. Misalnya dalam membicarakan masalah kejadian alam, Al-Kindi tidak sependapatdengan Aristoteles yang mengatakan bahwa alam itu abadi. Ia tetap berpegang pada keyakinannyabahwa alam adalah ciptaan Allah, diciptakan dari tiada dan akan berakhir menjadi tiada pula. Dengan demikian, bagi Al-Kindi, berfilsafat tidaklah berakibat mengaburkan danmengorbankan keyakinan agama, seperti yang sering dituduhkan orang kepadanya. Filsafat sejalan dandapat mengabdi kepada agama. Definisi-definisi filsafat menurut Al-Kindi ada bebera pengertian. Al-Kindimenyajikan banyak definisi filsafat tanpa menyatakan bahwa definisi mana yang menjadimiliknya. Yang disajikan adalah definisi-definisi dari filsafat terdahulu, itu pun tanpamenegaskan dari siapa diperolehnya. Mungkin dengan menyebut berbagai macam definisi itudimaksudkan bahwa pengertian yang sebenamya tercakup dalam semua definisi yang ada, tidakhanya pada salah satunya. Hal ini berarti bagi Al-Kindi, bahwa untuk memperoleh pengertian lengkaptentang apa filsafat itu harus memperhatikan semua unsur yang terdapat dalam semua definisi tentangfilsafat.Definisi-definisi Al-Kindi sebagai berikut:(a) Filsafat terdiri dari gabungan dua kata, Philo sahabat dan Sophia kebijaksanaan. Filsafat adalah cinta kepada kebijaksanaan. Definisi ini berdasar atas etimologi Yunani dari kata-kata itu.(b) Filsafat adalah upaya manusia meneladani perbuatan-perbuatan Tuhan sejauh dapat dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Definisi ini merupakan definisi fungsional, yaitu meninjau filsafat dari segi tingkah laku manusia.(c) Filsafat adalah latihan untuk mati. Yang dimaksud dengan mati adalah bercerainya jiwa dari badan. Atau mematikan hawa nafsu adalah mencapai keutamaan. Oleh karenanya, banyak orang bijak terdahulu yang mengatakan bahwa kenikmatan adalah suatu kejahatan. Definisi ini jugs merupakan definisi fungsional, yang bertitik tolak pada segi tingkah laku manusia pula.(d) Filsafat adalah pengetahuan dari segala pengetahuan dan kebijaksanaan dari segala kebijaksanaan. Definisi ini bertitik tolak dari segi kausa.(e) Filsafat adalah pengetahuan manusia tentang dirinya. Definisi ini menitikberatkan pada fungsi filsafat sebagai upaya manusia untuk mengenal dirinya sendiri. Para filosof berpendapat bahwa manusia adalah badan, jiwa dan aksedensial Manusia yang mengetahui dirinya demikian itu berarti mengetahui segala sesuatu. Dari sinilah para filosof menamakan manusia sebagai Mikrokosmos(f) Filsafat adalah pengetahuan tentang segala sesuatu yang abadi dan bersifat menyeluruh (umum), baik esensinya maupun kausakausanya. Definisi ini menitikberatkan dari sudut
  13. 13. pandang materinya. Alkindi menyebutkan adanya tiga pengetahuan manusia yaitu; • Pengetahuan indrawi. • Pengetahuan yang diperoleh dengan jalan menggunakan akal yang disebut pengetahuan rasional. • Pengetahuan yang diperoleh langsung dari Tuhan yang disebut pengetahuan Isyraqi atau iluminatif. Alkindi adalah filsuf Islam yang mula-mulasecara sadar berupaya mempertemukan ajaran-ajaran islam dengan filsafat Yunani. Sebagai seorang filsuf, Al-Kindi amat percaya kepadakemampuan akal untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang realitas.tetapi dalam waktu yangsama diakuiny apula keterbatasan akal untuk mencapai pengetahuan metafisika. Oleh karena itumenurut Al-Kindi diperlukan adanya Nabi yang mengajarkan hal-hal diluar jangkauan manusia yangdiperoleh dari wahyu Tuhan. Dengan demikian Al-Kindi tidak sependapat dengan para filsuf Yunanidalam hal-hal yang dirasakan bertentangan dengan ajaran islam yang diyakininya. Misalnya mengenaikejadian alam berasal dari ciptaan Tuhan yang semula tiada berbeda dengan pendapat Aritoteles yangmengatakan bahwa alam tidak diciptakan dan bersifat abadi. Oleh karenanya Al-Kindi tidak termasukfilsuf yang dikritik oleh Al-Ghozali dalam kitabnya Thafut Al Falasifah(Kerancuan Para Filosuf).B. Al Razi Nama lain Al Razi adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Zakaria Ibn Yahya Al Razi.Ia lahir di Rayy pada tanggal 1 Syaban 251 H/865 M. Pada rnasa mudanya, ia menjaditukang intan dan suka pada musik (kecapi). Ia cukup respek terhadap ilmu kimia, sehinggatidak mengherankan apabila kedua matanya buta akibat dari eksperimen yang dflakukannya.Ia juga belajar ilmu kedokteran (obat-obatan) dengan sangat tekun pada seorang dokterdan filosuf yang lahir di Merv pada tahun 192 H/808 M yang bernama Ali Ibn Robbanal Thabari. Kemungkinan guru ini pula yang menumbuhkan minas Al Razi untuk bergelutdengan filsafat agama, karena ayah guru tersebut adalah seorang pendeta Yahudi yang ahlidalam kitab-kitab suci. Dengan latar belakang itulah Al Razi di kota kelahirannya dikenal sebagai dokter,sehingga ia dipercayakan untuk memimpin rumah sakit di Rayy oleh Mansur bin Ishaq IbnAhmad Ibn Asad, ketika bellau menjadi gubernur. Al Razi menulis suatu buku yangberjudul A/ Tibb Al Mansur. Buku ini dipersembahkan kepada gubernur tersebut.Pada waktu pergi ke Baghdad, di masa kholifah Muhtafi, tahun 289 H, ia jugs diserahiuntuk memimpin sebuah rumah sakit. Ia menjabat kepemimpinan ini selama enam tahun,sebab setelah Al Muktafi meninggal pada tahun 295 H, ia kembali ke Rayy.Sebagai seorang yang terkenal pada dasarnya, ia mempunyai banyak murid yang belajarkepadanya. Metoda penyampaian pemikirannya adalah bersistem pengembangan dayaintelektual. Apabila ada seorang murid bertanya maka pertanyaan itu tidak langsungdijawabnya melainkan dilemparkan kembali kepada murid-murid lainnya yang terbagikepada beberapa kelompok. Apabila kelompok pertama tidak bisa memecahkannya, makapertanyaan itu dilemparkan kepada kelompok kedua, dan begitu seterusnya, sehingga apabilatidak ada yang sanggup, maka Al Razi sendiri yang menjawabnya. Di antara muridnyayang cerdas adalah Abu Bakar Ibn Qarin Al Razi, yang kemudian menjadi seorang dokter.Al Razi jika tidak bersama murid-muridnya atau pasiennya, ia selalu menggunakan
  14. 14. waktunya untuk menulis dan belajar. Kemungkinan hal itu Sebagai salah satu indikasi darikebutaan matanya. Sebagai ilmuwan dan dokter ia seorang yang bermurah hati, sayang kepadapasien-pasiennya, dermawan, karena itu memberikan pengobatan secara gratis kepadamereka yang tidak mampu (materi). Al Razi meninggal dunia pada tanggal 5 Syaban 313H./7 Oktober 925 M. Sampai meninggalnya ia belum dapat disembuhkan kebutaan matanya. Al Razi termasuk orang yang aktif berkarya, buku-bukunya sangat banyak, bahkandia sendiri mempersiapkan sebuah katalog yang kemudian diproduksi oleh Ibn Al-Nadim.Adapun buku-buku yang ditulisnya, mencakup ilmu kedokteran, ilmu fisika, logika,matematika dan astronomi, komentar-komentar, ringkasan dan ikhtisar, filsafat dan ilmupengetahuan hipotesis, atheisme, dan campuran. Menurut Abu Abi Usaibah, buku Al Razi berjumlah 36 karya, tetapi ada beberapayang tidak jelas pengarangnya. Dr. Mahmud al Najmabadi dalam bukunya SyarhMuhammad Ibn Zakaria yang diterbitkan pada tahun 1318 H, menyebutkan 250 judul.Brockelman menambahkan dengan 59 judul lagi. Kemudian ada lagi yangberpendapat lain, yakni buku yang diproduksi oleh al Nadim berjumlah118 buku, 19 Surat, satu makalah clan 4 buku sehingga berjumlah 148 buah. Adapun buku-buku itu di antaranya adalah: a)Al Tibb al Ruhani. b)Al Shirath al Falsafiyah. c)Amarat Iqbal al Daulah d)Kitab al Ladzdzah. e)Kitab al ibn al Ilahi. f)Makalah fi mabadd al tabiah. g)Al Syukur ala Proclas. Demikian di antara karya-karyanya yang dapat dijumpai, sampai sekarang di antarabuku-buku tersebut hanya terhimpun dalam suatu kitab yang dikarang oleh orang lain.Yang banyak berperan dalam masalah ini adalah: 1) Lima keabadian yaitu Tuhan, ruh semesta, materi pertama, ruang mutlak, dan waktu mutlak. 2) Materi. 3) Waktu dan ruang. 4) Ruh dan dunia. Al Razi adalah termasuk seorang rasionalis murni. Ia hanya mempercayai terhadapkekuatan akal. Bahkan di dalam bidang kedokteran studi klims yang dilakukannya telahmenemukan metoda yang kuat, dengan berpijak kepada observasi dan eksperimen.Sebagaimana yang terdapat dalam kitab Al faraj bad al Syaiddah, karya Al-Tanukhi(wafat 384 H.). Bahkan pemujaan Al Razi terhadap akal tampak sangat jelas pada halaman pertamadari bukunya al Tibb. Ia mengatakan: Tuhan segala puji bagi-Nya, yang telah memberikita akal agar dengannya kita dapat memperoleh sebanyak-banyaknya manfaat, inilah karuniaterbaik Tuhan kepada kita. Dengan akal kita melihat segala yang berguna bagi kita dan yangmembuat hidup kita baik dengan akal, kita dapat mengetahui yang gelap, yang jauh danyang tersembunyi dari kita, dengan alai itu pule kita dapat memperoleh pengetahuan tentang
  15. 15. Tuhan, suatu pengetahuan tertinggi yang dapat kita peroleh, jika akal sedemikian mulia danpenting, maka kita tidak boleh melerehkannya, kita tidak boleh menentukannya, sebab iaadalah penentu atau tidak boleh mengendalikan, sebab ia merupakan pengendali ataumernerintah, sebab ia pemerintah tetapi kita harus kembali kepadanya dalam segala hal clanmenentukan segala masalah dengannya, kita harus sesuai perintahnya. Pokok-pokok pendirian Al Razi dalam pemikiran ini adalah pertama, alam kedua danketiga kekekalan gerak. Ia menolak mereka yang berpendapat bahwa alam adalah prinsip gerakterutama Aristoteles dan para pengulasnya, seperti Philoponas, Alexander dari Aphrodisiac,dan Porphyry. Ia menolak ketidakperluan membuktikan keberatan alam, karena ia takterbukti dengan sendirinya. Jika alam itu satu dan sama, maka kenapa la dapatmenimbulkan berbagai akibat pada batu dan manusia. pengikut-pengikut pendapat itumengatakan bahwa ala mini mati, tak dapat dirasakan, lemah, bodoh, terkekang, danpada saat yang sama mereka menganggap bahwa alam mempunyai nilai yang sama denganTuhan. Dalam menolak Porphyry, ia mengatakan, anda setuju bahwa adanya alam karenaadanya sesuatu, bahkan kebetulan belaka, kemudian mengapa anda mengatakan bahwaalam itu mati clan bukannya sebagai suatu wakil yang hidup. Pemikiran yang dikemukakan itu banyak yang meragukan tentang keasliannya. Hal inidisebabkan dalam mengikuti periode lain perkembangan pemikirannya yang hanya berisikutipan historic dengan tanpa menulis sumbernya. Namun terlepas dari semua anggapan itubahkan Al Razi ingin menolak semua ajaran yang beranggapan bahwa alam adalah prinsipgerak dan penciptaan dengan menunjukkan kontradiksi-kontradiksi ajaran-ajaran itu.baginya tidak ada tempat untuk mengakui alam sebagai prinsip aksi dan gerak. Adanya pendapat yang seperti itu menunjukkan kontradiksi antara satu sama lain. Hal iniberarti bersifat polemic dan dialektis, sehingga tak dapat dirujukkan kepada pendapat AlRazi tentang waktu, ruang clan Tuhan. Karena itu tulisan di etas yang dikatakan sebagaipokokpokok pendirian Al Razi adalah palsu, bukan tahapan lain dari perkembangan jiwa AlRazi.Dengan demikian mana pemikiran filsafat Al Razi yang nampak ke permukaan? FilsafatAl Razi sebenarnya diwarnai oleh doktrinnya. tentang lima kekekalan yaitu Tuhan, ruhuniversal, materi pertama, ruang mutlak, dan waktu mutlak. Kelima ini merupakanlandasan ajaran filsafatnya. Meskipun Al-Razi seorang rasionalis murni, ia tetap ber-Tuhan hanya ia tidak mengakuiadanya wahyu dan kenabian. Berikut dan pokok-pokok penolakan Al-Rozi, bantahan Al-Raziterhadap kenabian dengan alasan ;1) Bahwa akal sudah memadai untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang jahat yang berguna dan yang tak berguna. Melalui akal manusia dapat mengetahui Tuhan dan mengatur kehidupan kita sebaik-baiknya. Kemudian mengapa masih dibutuhkan nabi?2) Tidak ada keistimewaan bagi beberapa orang untuk membimbing semua orang, sebab setiap orang lahir dengan kecerdasan yang sama perbedaannya bukanlah karena pembawaan alamiah, tetapi karena pengembangan dan pendidikan (eksperimen).3) Para nabi saling bertentangan. Apabila mereka berbicara atas nama satu Tuhan mengapa implementasi mereka terhadap pertentangan? Setelah menolak kenabian kemudian Al Razi mengkritik agama, secara umum. Ia menjelaskan kontradiksikontradiksi kaum Yahudi Kristen atau pun Majusi. Pengikatan manusia terhadap agama adalah karena meniru dan kebiasaan, kekuasaan ulama, yang mengabdi negara dan manifestasi lahiriah agama, upacara-upacara, clan peribadatan yang mempengaruhi mereka yang sederhana dan naif. Al-Razi mengkritik secara sistematis kitab-kitab, wahyu AI-Quran dan injil. Ia
  16. 16. mencoba mengkritik yang satu dengan menggunakan yang lainnya. Misalnya ia mengkritikagama Yahudi dengan paham-paham Kristen dan Islam. Kemudian ia mengkritik Al-Qurandengan Injil. Pertama ia menolak mujizatnya Al-Quran baik karena gayanya maupun isinyadan menegaskan adanya kemungkinan menulis kitab yang lebih baik dalam gaga yang lebihbaik. Al-Razi lebih suka terhadap buku-buku ilmiah dari pada kitab suci, sebab buku-buku ilmiah lebih berguna bagi kehidupan manusia dari pada kitab-kitab suci. Baku-bukukedokteran, astronomi, geometri dan logika lebih berguna dari pada Injil dan Al-Quran.Penulis-penulis buku ilmiah ini telah menemukan kenyataan dan kebenaran melaluikecerdasan mereka sendiri tanpa bantuan para nabi.Ilmu pengetahuan berasal dari tigacumber yaitu: pemikiran yang didasarkan pada logika, tradisi dari para pendahulukepada para pengganti yang didasarkan pada bukti menyakinkan dan akurat seperti dalamsejarah dan naluri yang menuntun manusia tanpa memerlukan banyak pemikiran. Oleh karena itulah tidak masuk akal apabila Tuhan mengutus para nabi, karenabanyak melakukan kemadharatan. Adanya peperangan yang terjadi di antaraberbagai bangsa adalah sebagai akibat percaya kepada mereka tanpa reserve denganmempercayai ajaran-ajaran yang dibawa mereka, kemudian saling bertentangan akhjmyatimbal peperangan yang bersifat keagamaan di dunia. Al-Razi sebenarnya filosuf yang hidup pada masa pendewaan akal secaraberlebihan. Hal ini sebagaimana Mutazillah yang merupakan aliran theologi dalamIslam. Apabila ia seorang muslim, maka ia muslim yang tidak sempuma (tidak kaffah),karena tidak mempercayai adanya wahyu dan kenabian. Pemikiran filsafatnya ticlak sistematisdan tak teratur. namun pada masanya ia dipandang sebagai pemikir ulung yang tegar danliberal di dalam Islam. Bahkan dalam sejarah dialah satu-satunya pemikir rasional mumisangat mempercayai kekuatan akal, bebas dari segala prasangka, dan terlalu berani dalammengemukakan gagasan-gagasan filosufinya. Ia seorang yang bertuhan, dan mengaku Tuhan Maha Bijak, tetapi ia tidak mengakuiwahyu-Nya/ajaran-Nya (agama). Sebaliknya mempercayai kemajuan dan pemikiranmanusia. Kami mengakui tentang keberaniannya dalam penggunaan akal sebagai ukuranuntuk menilai baik dan buruk, benar dan jahat atau berguna dan ticlak berguna. Sehubungandengan penolakan terhadap wahyu clan kenabian Berta tidak mengakui adanya semuaagama, maka dipandang dari segi theologi Islam adalah belum muslim karena keimananyang dipeluknya tidak konsekuen dalam pengertian tidak utuh.C. Al-Farabi Al-Farabi mempunyai nama lain Abu Nashr Ibnu Audagh Ibn Thorhan Al-Farabi.Sebenarnya nama Al-Farabi diambil dari nama kota Farab, tempat ia dilahirkan di desa Wasijdalam kota Farab pada tahun 257 H. (870 M). Kadang-kadang ia mendapat sebutan orang Turki,sebab ayah A]-Farabi sebagai orang Iran menikah dengan wanita Turki. Sepertinya nama sebutanorang Turki kepadanya karena ibunya berasal dari negara Turki. Kepribadian Al-Farabi, sejak kecilia tekun dan rajin belajar. Dalam berolah kata, tutur bahasa, ia mempunyai kecakapan yang luarbiasa. Penguasaan terhadap bahasa Iran, Turkistan dan Kurdistan sangat ia pahami. Justru bahasaYunani dan Suryani sebagai bahasa ilmu pengetahuan pada waktu itu, Al- Farabi belum bisamenguasai. Untuk memulai karir dalam pengetahuannya, ia hijrah dari negerinya ke kotaBaghdad, yang pada waktu itu disebut sebagai kota ilmu pengetahuan. Dia belajar disans selama kurang lebih dua puluh tahun. Ia betul-betul memanfaatkan untuk menimbailmu pengetahuan kepada: Ibnu Suraj untuk belajar tata bahasa Arab, Abu Bisyr Matta IbnYunus untuk belajar ilmu mantiq (logika).
  17. 17. Dari Baghdad Al-Farabi mencoba pergi ke Harran sebagai salah satu pusatkebudayaan Yunani di Asia Kecil. Di sini ia berguru dengan Yohana Ibn Hailan, namuntidak lama kemudian, ia meninggalkan kota ini untuk kembali ke kota Baghdad. Di sinikembali mendalami filsafat. Ia juga mampu mencapai ahli ilmu mantiq (logika), iakemudian mendapat predikat Guru kedua, maksudnya, ia adalah orang yang pertama kalimemasukkan ilmu logika ke dalam kebudayaan Arab. Keahlian ini rupanya sama yangdialami oleh Aristoteles sebagai Guru pertama, ia (Aristoteles) orang yang pertamamenemukan ilmu logika. Pada tahun 350 H. (941 M.), Al-Farabi pindah ke Damsyik. Ia menetap di kota ini,kedudukan Al-Farabi sangat diperhatikan secara baik oleh Saif Al-Dullah, kholifahdinasti Al-Hamdan di Allepo (Halab). Sampai wafat A-Farabi berusia 80 tahun.Pengalaman selama di istana Saif Al-Dullah, AI-Farabi dapat mengembangkan ilmunyadengan para sastrawan, ahli bahasa, para penyair dan ilmuan lainnya. Menjadilah ia filosufyang terkenal pada masanya di istana ini. Dalam kepandaian Al-Farabi dibidang filsafat,membawa pengaruh terhadap kemajuan pemerintah Saif Al-Dullah, sebagaimana Al-Kindiyang dapat mencemerlangkan pemerintahan Al Mutasyim. Pemikiran Al Farabi pun datang dari banyak para ahli. Di antaranya Massignon(ahli masalah ketimuran dari Perancis), bahwa Al Farabi merupakan filosuf Islam yang pertama,dan Al Kindi adalah orang yang membuka pintu filsafat Yunani bagi dunia Islam, akan tetapipersoalan-persoalan yang memuaskan. Akan tetapi Al Farabi telah menciptakan suatu sistemfilsafat yang lengkap. Bahkan Al Farabi dapat memainkan peranan penting di dunia Islam. Dalampengembangan keilmuannya agar dapat meluas, ia telah memberikan keilmuannya kepada Ibnu Sina,Ibnu Rasyd serta filosuf-filosuf lainnya. Karya Al-Farabi bila dibanding dengan karya muridnya seperti Ibnu Sina masihkalah dalam jumlahnya. Dengan modal karangannya yang pendek berbentuk risalah dansedikit sekali jenis karangannya yang berupa buku besar dan mendalam dalam,pembicaraannya. Sebagian karangan Al-Farabi masih diketemukan dibeberapaperpustakaan, sehingga di dunia Islam dapat mengenang dan mengabadikannamanya. Ciri khas tertentu yang ada pada karangannya adalah bukan saja mengarangkitab besar atau makalah-makalah, namun juga memberi ulasan-ulasan dan penjelasanterhadap karya Aristoteles, Iskandar Al Fraudismy dan Plotinus. Sebagai contoh ulasan Al-Farabi; terhadap karya Aristoteles adalah masalahBurhan (dalil), Ibarat (keterangan), Khitobah (cars berpidato), al Jadal(argumentasi/berdebat), Qiyas (analogi), Mantiq (logika), adapun ulasan ia terhadap karyaPlotinus adalah kitab Al Majesti ft-lhnil Falaq, juga terhadap karya Iskandar Al Dfraudisiytentang Maqa1ah Fin-nafsi. Karya-karya nyata dari Al-Farabi adalah: a) Al jamiu Baina Rayai Al Hakimain Afalatoni Al Hahiy wa Aristho-thails (pertemuan/penggabungan pendapat antara Plato dan Aristoteles). b) Tahsilu as Saadah (mencari kebahagiaan). c) As Suyasatu Al Madinah (politik pemerintahan). d) Fususu Al Taram (hakikat kebenaran). e) Arroou Ahli Al Madinati Al Fadilah (pemikiran-pemikiran utama pemerintahan). f)As Syiyasyah (ilmu politik) g)Fi Maani Al AqU. h)Ihshou Al Ulum (kumpulan berbagai ilmu). i) At Tangibu alp As Saadah..
  18. 18. j) Isbatu A/ Mufaraqat. k)At Taliqat. Upaya-upaya untuk menyebarluaskan pemikiran-pemikiran Al Farabi, maka kitab-kitabnya banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Inggris, Almania, bahasa Arab danPrancis, adapun karya yang peftama. dari Al Farabi yaitu, Ishou Al Ulum membahas berbagaiilmu dan cabang-cabangnya. Sebagaimana di dalamnya memuat ilmu-ilmu bahasa, ilmumatematika, ilmu logika, ilmu ketuhanan, ilmu musik, astronomi, ilmu perkotaan, ilmufiqh, ilmu fisika, ilmu mekanika dan ilmu kalam. Ilmu tersebut yang mendapatperhatian besar oleh Al Farabi adalah ilmu fiqh dan ilmu kalam. Sedangkan ilmu mantiqmembahas delapan bagian yaitu- 1)Al Maqulaati Al Asyr (kategori) 2)Al Ibarat (ibarat) 3)Al Qiyas (analogi) 4)Al Burhan (argumentasi) 5)Al Mawadi Al Jadaliyah (the topics) 6)Al Hikmatu Mumawahan (sofistika) 7) Al Hithobah (ilmu. pidato) 8)Al Syiir (puisi) Al-Farabi mendefinisikan filsafat adalah: Al Ilmu bilmaujudaat bima Hiya AlMaujudaat, yang berarti suatu ilmu yang menyelidiki hakikat sebenarnya dari segala yang adaini. Al-Farabi berhasil meletakkan dasar-dasar filsafat ke dalam ajaran Islam. Dia jugaberpendapat bahwa tidak ada pertentangan antara filsafat Plato dan Aristoteles, sebabkelihatan berlainan pemikirannya tetapi hakikatnya mereka bersatu dalam tujuannya. Memahami atas pemikiran Al-Farabi di atas, seolah-olah filsafatnya adalahperpaduan/campuran dari filsafat Aristoteles dan Plato. Dalam masalah alam, Al-Farabisependapat dengan pemikiran Plato bahwa alam ini baru, yang terjadi dari tidak ada (samedengan pendapat Al -Kindi). Ide Plato tentang alam mirip suatu pengertian alam akhiratpada dunia Islam. Persoalan tentang terjadinya alam serta bagaimana hubungan pencipta(khaliq) dengan makhluknya, A]Farabi setuju atas teori emanasi Neo Platonisme (sebagaimanapendapat Al-Kindi), lebih jauh Al-Farabi merinci lagi teori emanasi dengan istilah nameNadhariyatul Faidl, dengan pemikiran dan uraiannya sendiri. Pole pikir pada bidangmantiq dan fisika, Al-Farabi sependapat dengan alur pikir Aristoteles, dalam bidang etikadan politik, ia sependapat dengan Plato dan persoalan metafisika ia sependapat denganPlotinus. Pendapat Al-Farabi mengenai akal itu esa adanya, bahwa akal berisi hanya satupikiran yang memikirkan akan dirinya sendiri. Jadi akal Tuhan adalah aqil (berpikir) danmaqul (dipikirkan), melalui Taaqul, Tuhan dapat mulai ciptaan-Nya. Ketika Tuhanmulai memikirkan, timbullah suatu wujud baru atau akal baru yang disebut oleh Al-Farabidengan sebutan Al Aqlul Awwal (akal yang pertama). Berkelanjutan dari akal pertama yangTaaqqul tentang pemikiran Tuhan dan dirinya sendiri. Dengan Taaqqul Tuhan melimpahke Al Aqlis Tsani (akal kedua), yang dapat menimbulkan al falakul Aqsha (langit yangpaling luar), maka timbul sifat pluralitas dari alam makhluk. Al Aq1its Tsani,menimbulkan Al Aqluts Tsalis (akal ketiga) bersama timbulnya Karatul Kawakibits tsabitah,langit bintang-bintang tetap, kemudian akal ketiga melimpah ke Al Aqlur Rabi (akalkeempat) yang menimbulkan langit bintang zuhal (Saturnus), kemudian melimpah ke Al AqlulKhamis (akal kelima) dengan munculnya langit bintang Musytari (Yupiter), lalu ke AlAqlul Sadis (akal keenam) bersama bintang Mirris (Mars), selanjutnya Al Aqlust Tsani.(akal ketujuh) dengan munculnya langit matahari, Al Aqluts tsamin (akal kedelapan) bersama
  19. 19. langit bintang zuhrah (Venus), Al Aqlut-Tasi (akal kesembilan) dengan langit bintangUtharid (Merkurius), akhirnya, Al Aqlul Asyir bersama dengan langit bulan. Adapun alaalul asyir (akal kesepuluh) ini dinamakan Al Aqlul Fdal (akal yang aktif bekerja),orang barat menyebut Active Intellect.D. Ikhwan Al- Shafa’ Ikhwan Al-Shafa adalah golongan dalam filsafat yang menyatakan bahwafilsafat itu bertingkat-tingkat, yaitu:Pertama, cinta ilmuKedua, mengetahui hakikat wujud-wujud menurut kesanggupan manusiaKetiga, berkata dan berbuat sesuai dengan ilmu. Mengenai lapangan filsafat, dikatakannya ada 4, yaitu: a.matematika b.logika c.fisika Ilmu Ketuhanan. Ilmu ini mempunyai 4 bagian: 1)mengetahui Tuhan. 2)ilmu kerohanian, yaitu malaikat-malaikat Tuhan. 3)ilmu kejiwaan, yaitu mengetahui ruh-ruh dan jiwa-jiwa yang ada pada benda-benda langit dan benda-benda alam. 4)ilmu politik, yang mencakup politik kenabian, politik pemerintahan, politik umum, politik khusus (rumah tangga), dan lain-lain. Dapatlah disimpulkan, bahwa golongan Ikhwanussafa tidak membagi filsafat amalan,melainkan bagian amalan ini keseluruhannya dimasukkan dalam bagian Ketuhanan. Disamping itu mereka juga memasukkan politik kenabian clan ilmu keakhiratan padapartikelpartikel yang baru.E. Ibnu Maskawih. Maskawaih adalah seorang filosuf Muslim yang memuaskan perhatiannya pada etikaIslam. Meskipun sebenarnya ia pun seorang sejarahwan, tabib, ilmuwan clan sastrawan.Pengetahuannya tentang kebudayaan Romawi, Persia, clan India, di samping filsafatYunani, sangat luas. Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Khasim Ahmad bin Yaqub bin Maskawaih.Sebutan namanya yang lebih masyhur adalah Maskawaih atau Ibnu Maskawaih.Nama itu diambil dari nama kakeknya yang semula beragama Majusi (Persia)kemudian masuk Islam. Gelarnya adalah Abu Ali, yang diperoleh dari nama sahabatA li, y an g bagi kaum Syiah dipandang s ebagai yang berhak menggantikan nabidalam kedudukannya sebagai pemimpin umat Islam sepeninggalnya. Dari gelar ini tidaksalah jika orang mengatakan bahwa Maskawaih tergolong penganut aliran Syiah.Gelar lain juga wring disebutkan, yaitu Al-Khazim, yang berarti bendaharawan,disebabkan pada masa kekuasaan Adhud Al-Daulah dari Bani Buwaih ia memperolehkepercayaan sebagai bendaharawannya. Maskawaih dilahirkan di Ray (Teheran sekarang).Mengenai tahun kelahirannya, para penulis menyebutkannya berbeda-beda. M.M. Syarif
  20. 20. menyebutkan tahun 320 H/932 M. Margoliouth menyebutkan tahun 330 H/932, M.Abdul Aziz Izzat menyebutkan tahun 325 H. Sedang wafatnya (semua sepakat)pada 9 Shafar 421 W16 Februari 1030 M. Dilihat dari tahun lahir dan wafatnya, Maskawaih hidup pada masa pemerintahanBani Abbas yang berada di bawah pengaruh Bani Buwaih yang beraliran Syiah dan berasaldari keturunan Parsi Bani Buwaih yang mulai berpengaruh sejak Khalifah Al-Mustakfi dariBani Abbas mengangkat Ahmad bin Buwaih sebagai Perdana Menteri (Amir Al-Umara) dengangelar Muizz Al-Daulah pada 945 M. Ayahnya, Abu Syuja Buwaih, adalah pemimpinsuku yang amat gemar berperang, dan kebanyakan pengikutnya berasal dari daerah PegununganDailan di Persia, di daerah pegunungan pantai selatan Laut Waswain yang merupakanpenclukung keluarga Saman. Tiga anak Buwaih, di antaranya Ahmad bin Buwaih, mengadakanekspansi ke daerah selatan, hingga berhasil menduduki Asfahan, kemudian Syiraz dan daerahsekitarnya pada tahun 934 M. Dua tahun berikutnya dia berhasil menaklukkan Khuziztan (DuluAhwaz dan Karman)., Kemudian Syirazlah yang dipilih menjadi ibukota kekuasaan mereka. Padatahun 945 M. Ahmad bin Buwaih berhasil menaklukkan Baghdad di saat Bani Abbas berada dibawah pengaruh kekuasaan Turki. Dengan demikian, pengaruh Turki terhadap Bani Abbasdigantikan oleh Banff Buwaih yang dengan leluasa melakukan penurunan clan pengangkatankhalifah-khalifah Bani Abbas. Riwayat pendidikan Maskawaih tidak diketahui dengan jelas. Maskawaih tidakmenulis autobiografinya, dan para penulis riwayatnya pun tidak memberikan informasi yangjelas mengenai later belakang pendidikannya. Namun demikian dapat diduga bahwaMaskawaih tidak berbeda dari kebiasaan anak menuntut ilmu pada masanya. Ahmad Aminmemberikan gambaran pendidikan anak pada zaman Abbasiyah bahwa pada umumnya anak-anak bermula dengan belajar membaca, menulis, mempelajari Al-Quran dasar-dasar bahasaArab, tata bahasa Arab (nahwu) dan arudh (ilmu membaca dan membuat syair). Matapelajaran-meta pelajaran dasar tersebut diberikan di surausurau; di kalangan keluarga yangberada dimana guru didatangkan ke rumahnya untuk memberikan les privat kepada anak-anaknya. Setelah ilmu-ilmu dasar itu diselesaikan, kemudian anak-anak diberikan pelajaranilmu fiqih, hadist, sejarah (khususnya sejarah Arab, Parsi, dan India) dan matematika.Kecuali itu diberikan pule macaw-macaw ilmu praktis, seperti: musik, bermain catur danfurusiah (semacam ilmu kemiliteran). Diduga Maskawaih pun mengalami pendidikan semacam itu pada mesa mudanya,meskipun menurut dugaan juga Maskawaih tidak mengikuti pelajaran, privat, karenaekonomi keluarganya yang kurang mampu untuk mendatangkan guru, terutama untukpelajaran-pelajaran lanjutan yang biayanya mahal. Perkembangan ilmu Maskawaih terutamasekali diperoleh dengan jalan banyak membaca buku, terutama di saat memperolehkepercayaan menguasai perpustakaan Ibnu Al-Amid, Menteri Rukn Al-Daulah, jugaakhirnya memperoleh kepercayaan sebagai bendaharawan Adhud Al-Daulah. Pengetahuan Maskawaih yang amat menonjol dari hasil banyal membaca buku ituialah tentang sejarah, filsafat dan sastra. Hingga saat ini name Maskawaih dikenal terutamasekali dalam keahlianny, sebagai sejarahwan dan filosuf. Sebagai filosuf, Maskawaihmemperoleh sebutan Bapak Etika Islam, karena Maskawaih-lah yang mule-mulemengemukakan teori etika dan sekaligus menulis buku tentang etika. Adapun karya-karya Maskawaih yang dapat terekam oleh para penulis (sejarahwan)di antaranya adalah sebagai berikut:
  21. 21. 1. Kitab Al-Fauz Al-Ashgar, tentang Ketuhanan, jiwa dan kenabian (Metafisika). 1. Kitab Al-Fauz Al-Akbar, tentang etika. 2. Kitab Thabarat Al-Nafs, tentang etika. 3. Kitab Tandzib Al-Akhlaq wa Tath-hir Al-Araq, tentang etika. 4. Kitab Tartib As-Saadat, tentang etika dan politik terutama mengenai pemerintahan Bani Abbas dan Banu Buwaih. 5. Kitab Tajarib Al-Umam, tentang sejarah yang berisi peristiwaperistiwa sejarah sejak setelah air bah Nabi Nuh hingga tahun 369 H. 6. Kitab Al-Jami, tentang ketabiban. 7. Kitab Al-Adwiyah, tentang obat-obatan. 8. Kitab Al-Asyribah, tentang minuman. 9. Kitab Al-Mustaudi, berisi kumpulan syair-syair pilihan. 10.Kitab Maqalat fi Al-Nafsi wa Al-Aql, tentang jiwa dan akal. 11.Kitab Jawizan Khard (Akal Abadi), yang membicarakan panjang lebar tentang pemerintahan dan hukum yang berlaku di Arab, Persia, India, dan Romawi. Sebenarnya masih banyak karya-karya dari Maskawaih yang tidak bisa disebutkansatu-persatu dalam kesempatan ini. Maskawaih membedakan antara pengertian hikmah (kebijaksanaan, wisdom) dan.falsafah (filsafat). Menurutnya, hikmah adalah keutamaan jiwa yang cerdas (aqilah) yangmampu membeda-bedakan (mumayyiz). Hikmah adalah: Bahwa engkau mengetahui segalayang ada (Al-Maujudat) sebagai adanya. Atau jika engkau mau dapat kau katakan bahwahikmah adalah: Bahwa engkau mengetahui perkara-perkara. Ilahiah (Ketuhanan) dan perkara-perkara. insaniah (kemanusiaan), dan hasil dari pengetahuan engkau mengetahui kebenaran-kebenaran spiritual (maqulat) dapat membedakan mana yang wajib dilakukan dan mana yangwajib ditinggalkan. Dari uraian di muka dapat disimpulkan bahwa Maskawaih adalah filosof besar dalamIslam. Tetapi kefilosofannya itu tidak ia raih melalui jalur pendidikan formal, melainkandengan otodidak. Dialah contoh seorang otodidak sukses clan sejati. Dan perlu dicatat di sinibahwa pengaruh filsafat Yunani sangat besar merasuk dalam pikirannya sehingga berkesanmenomorduakan ajaran-ajaran agama. Filsafat Yunani mendapat porsi yang lebih besardibanding porsi agama. Misalnya ketika menyebut tentang keutamaankeutamaan moral,bukannya menonjolkan nilai-nilai akhlak Islam tetapi justru mengadopsi konsep Plato,Aristoteles, dan Galen. Namun demikian, Maskawaih memiliki nilai plus dibandingkan filosof lainnya,terutama sekali dalam pembahasannya tentang urgensi kenabian dan urgensi ditanamkannyapendidikan agama terhadap anakanak, naik turunnya peradaban, bangsa-bangsa dan negara-negara. Untuk itu, ahli sejarah harus menjaga diri terhadap kecenderungan umummencampuradukkan kenyataan dan rekaan atau kejadian- kejadian palsu. Ia bukan saja harusfactual, tetapi harus kritis dalam mengumpulkan data.F. Ibnu Sina Nama lain Ibnu Sina adalah Abu Ali Al Hosain ibn Abdullah ibn Sina. Di Eropadie lebih dikenal dengan name Avicenna. Beliau lahir di sebuah desa Afsyana, di daerahBukhara pada tahun 340 H. Yang bertepatan dengan tahun 980 M. Kelahiran Beliau
  22. 22. ditengah mesa yang sedang kacau, di mane kekuasaan Abbasiyah mulai mundur dan negeri-negeri yang mule-mule berada di bawah kekuasaannya kini mulai melepaskan diri danuntuk berdiri sendiri. Dan kola Baghdad sebagai pusat pemerintahannya dikuasai olehgolongan Banu Buwaih pada tahun 334 H. hingga tahun 447 H. Ibnu Sina dibesarkan didaerah kelahirannya. la belajar Al-Quran dengan menghafalnya dan belajar ilmu-ilmu agamaserta ilmu-iln-iii pengetahuan umum, seperti: astronomi, matematika, fisika, logik;i.kedokteran, dan ilmu metafisika. Ketika umur Beliau belum mencapai 16 tahun sudah menguasai ilmu kedokteran,sehingga banyak orang yang datang kepadanya untuk berguru. Kepandaiannya tidak hanyadalam teori saja, melainkan segi praktikpun ia menguasai. Pada waktu Nuh bin Mansur,penguasa Bukhara menderita sakit, dan kebanyakan dokter tidak mampu mengobati,maka setelah diperiksa dan diobati Ibnu Sina, Khalifah itu menjadi sembuh. Sejak itulahia mendapat sambutan yang baik sekali dari masyarakat. Pada waktu usianya mencapai 22 tahun, ayahnya meninggal dunia, kemudian iameninggalkan negeri Bukhara untuk menuju ke Jurjan, dan dari sini ia pergi keChawarazm. Di Jurjan ia mengajar dan mengarang, tetapi karena kekacauan politik, ia tidaklama tinggal di situ. Kemudian ia hidupnya berpindah-pindah dari sate tempat ke tempatlain, hingga sampai di Hamadan. Di tempat ini Beliau dijadikan menteri olehSyamsuddaulah untuk beberapa kali, meskipun di sini ia pernah dipenjarakan beberapabulan. Kemudian ia pergi ke Isfahan, di bawah penguasa Ala Addaulah, ]a disambutbaik olehnya. Namun pada akhir kehidupannya la kembali ke Hamadan, ketika AlaAddaulah merebut negeri Hamadan. Ia meninggal pada tahun 428 H./1037 M. pada usia 57tahun Ibnu Sina meskipun disibukkan oleh kegiatan politik namun karena kecerdasanyang dimilikinya, menyebabkan ia mampu menulis beberapa buku. Karena ia pandaimengatur waktu dalam aktifitas politik, mengajar, dan mengarang. Dalam tulis menulistidak kurang dari 50 lembar karya yang dapat disajikan. Ia sangat berjasa bagi pareilmuwan, dengan karya-karya yang berguna. Adapun karangan-karangan Ibnu Sina yang terkenal adalah: 1) As-Syifa, buku ini adalah buku filsafat yang terpenting dan terbesar, dan terdiri dari 4 bagian, yaitu ; logika, fisika, matematika dan metafisika (ketuhanan). Buku tersebut mempunyai beberapa naskah yang tersebar diberbagai perpustakaan barat dan timur. Bagian ketuhanan dan fisika pernah dicetak dengan cetakan bate di Teheran. Pada tahun 1956 Lembaga Keilmuan Cekoslowakia di Praha menerbitkan pasal keenam dari bagian fisika yang khusus mengenai ilmu jiwa, dengan terjemahannya ke dalam bahasa Prancis, di bawah asuhan Jean Pacuch. Bagian logika diterbitkan di Kairo pada tahun 1954, dengan Hama Al Burhan, di bawah asuhan Dr. Abdurrahman Badawi. 2) An-Najat, buku ini merupakan ringkasan buku As-Syifa, dan pernah ditcrbitkan bersama-sama dengan buku Al Qanun dalam ilmu kedokteran pada tahun 1593 M. Di Roma dan pada tahun 1331 H. di Mesir. 3) AI-Syarat Wat-Tanbihat, buku ini adalah buku terakhir dan yang paling baik, dan pernah diterbitkan di Leiden pada tahun 1892, dan sebagiannya diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis. Kemudian diterbitkan lagi di Kairo pada tahun 1947 di bawah asuhan Dr. Sulaiman Dunia. 4) Al-Hikinat AI-Masyriqiyyah, buku ini banyak dibicarakan orang, karena tidak
  23. 23. jelasnya maksud judul buku, dan naskah-naskahnya yang masih ada memuat bagian logika. Ada yang mengatakan bahwa isi buku tersebut mengenai tasawuf. Tetapi menurut Carlos Nallino, berisi filsafat timer sebagai imbangan dari filsafat barat. 5) Al-Qanun, atau Canon of Medicine, menurut penyebutan orangorang barat. Buku ini pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan pernah menjadi buku standard untuk universitasuniversitas Eropa, sampai akhir abad ke 17M. Buku tersebut pernah diterbitkan di Roma tahun 1593 M dan di India tahun 1323 H. Kemudian risalah-risalah lainnya kebanyakan dalam lapangan filsafat, etika, logikadan psikologi. Seperti risalah Itsbat an Nubuwwah 1i Ibnu Sina (risalah tentang peneguhankenabian), Hadiyat Ar Rais ila al Amir (Hadiah Ibnu Sina kepada Amir). Kitabnya yangterakhir adalah mengupas masalah jiwa. Oleh karena itu is juga membuat beberapa syair yangmengungkapkan filsafatnya, dengan tidak terlepas dari masalah jiwa.G. Al GhazaliNama lengkapnya adalah Muhammad bin Muhammad bill Muhammad binAhmad Abu Hamid Al Ghazali. Beliau dilahirkan di Thus, suatu kota di Khurasanpada tahun 450 M. Ayahnya seorang, pekerja pembuat pakaian dari bulu (wol) danmenjualnya di pasar. Setelah ayahnya meninggal, Al Ghazali diasuh olehseorang ahli tasawuf. Pada masa kecilnya ia mempelajari ilmu fiqh di negerinya sendiri pada SyekhAhmad bin Muhammad Ar Rasikani, kemudian belajar. pada Imam Abi Nasar AlIsmaili di negeri Judan. Setelah mempelajari beberapa ilmu di negerinya, maka iaberangkat ke Nishabur dan belajar pada Imam Al Haromain. Di sinilah ia mulaikelihatan tanda-tanda ketajaman otaknya yang luar biasa dan dapat menguasaibeberapa ilmu pengetahuan pokok pada masa itu seperti ilmu mantiq (logika),falsafah dan fiqh madzhab Syafii. Karena kecerdasannya itulah Imam Al Haromainmengatakan bahwa Al Ghazali itu adalah "lautan tak bertepi . Setelah Imam Al Haromain wafat, Al Ghazali pergi ke Al Ashar untukberkunjung kepada Menteri Nizam al Muluk dart pemerintahan dinasti Saijuk. ladisambut dengan penuh kehormatan sebagai seorang ulama besar. Kemudiandipertemukan dengan para alien ulama dan para ilmuwan. Semuanya mengakui akanketinggian ilmu yang dirmliki Al Ghazali. Menteri Nizain al Muluk akhirnya melantikAl Ghazali pada tahun 484 H./1091 M. sebagai guru besar (profesor) padaPerguruan Tinggi Nizamiyah yang berada di kota Baghdad. Al Ghazali kemudian,mengajar di perguruan tinggi selama empat tahun, ia mendapat perhatian yangserius dari para mahasiswa, baik yang datang dari dekat atau dari tempat yang jauh,sampai ia menjauhkan diri dari keramaian. P a d a t a h u n 4 8 8 H . A l G h a z a l i p e r g i k e M a k k a h u n t u k iiienunaikankewajiban rukun Islam yang kelima. Setelah selesai mengerjakan haji, ia teruspergi ke Syria (Syam) untuk mengunjungi 11intul, Maqdls, kemudian melanjutkanperjalanannya ke Damaskus plan menetap untuk beberapa l ama. Di sini beribaclat dimasjid Al umawi pada suatu sudut hingga terkenal sampai sekarang dengan HamaAl Ghazaliyah. Pada saat itulah ia sempat mengarang sebuah With yang sampai kini
  24. 24. kitab tersebut sangat terkenal yaitu Ihya Ulumuddin. Al Ghazali tinggal di Damaskusitu kurang lebih selama 10 tahun, dimana ia hidup dengan amat sederhana, berpakaianseadanya,menyedikitkan makan minum, mengunjungi masjid-mas jid,memperb anyak ibadah atau berbuat baik yang dapat mendekatkan d ir ik ep ad a Allah sw t, dan berkhalawat. H asil karya A l-Ghazali banyak sekali berjumlah kurang lebih 100b uah. Kitabnya yang terkenal yaitu Ihya Ulumuddin, yang artinya menghidupkan ilmu-ilmuagama, dan yang dikarangnya selama beberapa tahun dalam keadaan berpindah-pindah antaraSyam, Yerusalem, Hijaz dan Yus, dan yang berisi paduan indah antara fiqh, tasawuf danfalsafat, bukan saja terkenal dikalangan kaum muslimin, tetapi juga di dunia barat dan luarIslam. Bukunya yang lain yaitu Al Munqidz min Ad Dhalal (penyelamat dan kesesatan) berisisejarah perkembangan alam pikiran dan mencerminkan sikapnya yang terakhir terhadapbeberapa macaw ilmu, serta jalan untuk mencapai Tuhan. Di antara penulis-penulis modembanyak yang mengikuti jejak Al Ghazali dalam menuliskan autobiografinya. Ibnu Al Ibri dan Raymond Martin banyak mengambil pikiranpikiran Al Ghazaliuntuk menguatkan pendiriannya. Demikian pula Pascal (Perancis 1623--1662) dan filosuf-filosuf barat lainnya sebagaimana yang diakui Asin-Palacios, banyak persamaan dengan AlGhazali dalam pendiriannya, bahwa pengetahuan-pengetahuan agama tidak bisa diperolehdari akal pikiran, melainkan harus berdasarkan hati dan rasa. Thomas Aquinas (Italia,1226-1274) yang dengan pedasnya menyerang Al Ghazali, ketika menguraikan penglihatan(ruyat) manusia terhadap Tuhan di akhirat, uraiannya sama dengan uraian Al Ghazali, Dante(Italia, 1265-1321 M.) dalam menulis bukunya, Devina Commidia. (komidi ketuhanan)banyak mengambil tulisan Al Ghazali tentang miraj. Para orientalis banyak yang menulis buku tentang Al Ghazali, antara lain Carra DeVaux, J. Wersink, Obermenn, dan Zwemmer. Bahkan yang terakhir ini (Zwemmer), ahliketimuran Inggris telah memasukkan Al Ghazali menjadi salah seorang dari empat orangpilihan dari pihak Islam yang dimulai zaman Rasulullah hingga abad XX M. yaitu: 1) Nabibesar Muhammad saw., 2) Imam Al-Bukhari, 3) Imam Al-Asyari, 4) Imam Al-Ghazali. Disamping para penulis barat tersebut juga ada beberapa yang menterjemahkan beberapakarangan Al Ghazali-yang terkenal ke dalam berbagai bahasa Eropa, yaitu seperti: a) Carra De Vaux, menterjemahkan buku Tahafut Al Falasifah. b) De Boer dan Asin Palacois masing-masing menterjemahkan beberapa bagian dari buku Tahafut Al Falasifah. a) H. Bauer, menterjemahkan Qawaid Al Aqaid, dalam bukunya Die Dogmatik Al Ghazalis. b) Barbier de Minard, menterjemahkan, Al Munqidzu min Ad Dhalalal. c) W.H.T. Craidner, London, menterjemahkan buku Misykat Al Anwar. d) D.B. Mac Donald, menterjemahkan beberapa pasal dari Ihya Ulum Ad Din.. Karangan Al Ghazali, di samping ada teman-teman yang sepaham dengan pemikiran-pemikirannya, ada pula yang menentang akan pendiriannya. Adapun yang sepaham adalahRenan Casanova, Carro De Vaux, dan lain-lain. Sedang yang menentang adalah Ibnu Rasyd,lbnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, dan lain-lain dari kalangan fuqaha. Adanya penyerangan dari kalangan fuqaha dan tasawuf (Ibnu Rusyd) adalahdisebabkan sikap Al Ghazali yang menentang para
  25. 25. filosuf Islam, bahkan ia sampai mengkafirkan dalam tiga hal yaitu: 1) Pengingkaran terhadap kebangkitan jasmani. 2) Membatasi pengetahuan Tuhan kepada hal-hal yang besar saja, dan 3) Adanya kepercayaan tentang qadimnya alam dan keas-liannya. Penyerangan ini termuat dalam kitabnya yang terkenal yaitu: Fidtafut Al Falasifahdan Al Munqidz min Ad Dhalal. Akan tetapi dalam bukunya yang lain, yaitu Mizan AlAmal, dikatakan bahwa ketiga-tiganya persoalan tersebut menjadi kepercayaanorang-orang tasawuf juga. Juga dalam bukunya Al Madhnun ada Chairi Ahlihi, iamengakul qadminva alam. Kemudian dalam Al Munqidz min Ad Dhalal ia menyatakan bahwa kepercayaan yangdipeluknya ialah kepercayaan orang-orang tasawuf.Dalam buku Maqashid Al Falasifah berisi tiga persoalan filsafat yaitu ilmu mantiq, metafisikadan fisika yang diuraikan dengan sejujurjujurnya. Seolah-olah ia seorang filosuf yangmenulis tentang kefilsafatan, sesudah itu ia menulis sebuah buku Tahafutu al Falasifahdimana ia bertindak bukan sebagai seorang filosuf, melainkan sebagai seorang tokoh Islamyang hendak mengkritik filsafat clan menunjukkan kelemahan-kelemahannya sertakejanggalan-kejanggalannya yaitu dalam hal-hal yang berlawanan dengan agama. Dengandemikian dia seorang filosuf yang sanggup menggugat dirinya sendiri. la jujur, konsekuen dantegas dalam pendirian. Selalu mengacu pada kebenaran yang didasarkan pada ajaran Islam. Menurut Al Ghazali agama tidak melarang ataupun memerintahkan ilmu matematika,karena ilmu adalah hasil pembuktian pikiran orang yang tidak bisa diingkari, sesudahdipahami dan dirnengerti. Tetapi ilmu tersebut menimbulkan 2 keberatan: 1. Karena keberatan dan ketelitian ilmu-ilmu matematika, maka boleh jadi orang ada yang mengira bahwa semua lapangan filsafat demikian pula keadaannya, sampaipun dalam lapangan ketuhanan. 2. Sikap yang timbal dari pemeluk Islam yang bodoh yaitu men duga bahwa untuk menegakkan agama, harus mengingkari semua ilmu yang berasal dari filosuf- filosuf, dan mengatakan bahwa mereka bodoh semua, sehingga pendapat-pendapat mereka tentang gerhana juga harus diingkari dan dianggap perlawanan dengan syara’. Lapangan logika menurut Al Ghazali, juga tidak ada sangkut pautnya denganagama, atau dengan kata lain agama tidak inemerintahkan atau melaranglogika. Logika berisi tentang penyelidikan dalil-dalit pembuktian, qiyas-qiyas(sylogisme), syaratsyarat pembuktian (burhan), definisi-definisi clan sebagainya. Semuapersoalan ini tidak perlu diingkari, sebab masih sejenis dengan yang dipakai oleh ulama-ulama theologi Islam meskipun kadang-kadang berbecla istilah dan kata-katanya. Bahasayang ditimbulkan oleh logika dari filosuf-filosuf, ialah karena syarat-syarat pembuktiantersebut juga menjadi pendahuluan dalam soal-soal ketuhanan (metafisika), Wdangsebenarnya tidak demikian.H. Suhrawardi Al- Maqtul Suhrawardi adalah salah seorang dari generasi pertama para sufi filosuf . Namalengkapnya Abu Al- Futuh Yahya Ibnu Amrak bergelar Syihabuddin dilahirkan di Suhrawardsekitar tahun 550 H.
  26. 26. Al-Suhrawardi belajar kepada seorang faqih dan teolog terkenal, Majduddin Al-Jili, guruFakhruddin Al-Rani. Di Isfahan dia belajar logika kepada Ibnu Sahlan Al-Sawi, penyusun kitab Al-Bashair AlNashiriyyah. Selain itu, dia juga bergabung dengan para sufi serta hidup secaraasketis. Ia kemudian pergi ke Halb clan belajar kepada Al-Syafir Iftikharuddin. Di kola inilah diamenjadi terkenal dan membuat par a fu qa ha me nja di iri terh ada pn ya, da n mul aimengecamnya. Akibatnya dia segera dipanggil Pangeran Al-Zhahir, putra Shalahuddin Al-Ayyubi,yang ketika itu bertindak sebagai penguasa Halb. Pangeran kemudian melangsungkan suatupertemuan dengan dihadiri para teolog maupun fuqaha. Maka di sinilah dia berhasilmengemukakan argumentasi-argumentasinya yang kuat, yang membuatnya menjadi dekat dengan Al-Zhahir serta mendapat sambutan yang sangat balk. Tetapi orang-orang yang dengkiterhadapnya melaporkan kepada Shalahuddin Al-Ayyubi, yang memperingatkan bahaya akantersesatnya aqidah Al-Zhahir seandainya terns bersahabat dengan Al-Suhrawardi. Shalahuddin Al-Ayyubi, yang terpengaruh laporan tersebut, kemudian memerintahkan putranya untuk segeramembunuh Al-Suhrawardi. Maka setelah meminta pendapat para fuqaha Halb, yang memangmenjatuhkan fatwa bahwa Al-Suhrawardi harus dibunuh, AI-Zhahir pun memutuskan agar Al-Suhrawardi dihukum gantung. Penggantungan ini berlangsung pada tahun 587 H di Halb,ketika Al-Suhrawardi bare berusia tiga puluh delapan tahun. Al-Suhrawardi telah meninggalkan sejumlah karya dan risalah, yang antara lain ialahHikmah Al-Isyraq, Al-Talwihat (yang tampaknya mengikuti pemikiran-pemikiranAristoteles), Hayakil Al-Nur, AlMitqawimat, Al-Mutharibat Al-Wah Al-Imadiyyah, dansebagian doadoa. Namun karyanya yang paling penting serta paling menguraikan alirannyahanyalah Hikmah Al-Isyraq, yang berisi pendapat-pendapatnya tentang tasawuf isyraqi(iluminatif). Karya-karya Al Suhrawardi, pada umumnya, cenderung bercorak simbolis dan begituSamar. Al-Suhrawardi Al-Maqtul adalah tokoh sufi filosofis yang paham tentang filsafatPlatonisme, Peripatetisme, Neo-Platonisme, hikmah Persia, aliran-aliran agama Sabean, danfilsafat Hermetisisme. Dalam karya-karyanya is wring menyebut filosof Hermes danmemandangnya sebagai tokoh penganut paham iluminasi, serta mendeskripsikannya sebagaibapak para filosof. Dia menyebut Hermes bersama-sama dengan Agademon, Scalbius,Pythagoras (yang dipandang sebagai para tokoh ilmu tersembunyi); dan juga Gamaspserta Bazarjamhir, para filosof Persia. Menurut Corbin, Hermes adalah salah seorang daritiga tokoh yang mempengaruhi perjalanan iluminisme Al Suhrawardi. Dua tokohlainnya ialah Plato dan Zarathustra. Dalam pengamatan kami, Al-Suhrawardi juga menguasai filsafat Islam, khususnyafilsafat-filsafat Al -Farabi serta Ibnu Sina. Sekalipun memang mengkritik kedua filosof Islamini, dan menyebutnya sebagai para penganut Peripatetisme, namun tidak ragu lagi bahwa diasendiri wipengaruh pandangan-pandangan mereka. Di samping itu Al Suhrawardi Al-Maqtul pun mengenal balk whagian para sufi abadketiga dan keempat Hijriyah, misalkan saja dia memuji Abu Yazid Al-Busthami, yangdigelarinya dengan Sayyar 11tistham; clan Al-Hallaj, yang digelarinya dengan Fata Al-Baidha. hi juga mengenal Abu Al-Hawn Al-Kharqani (meninggal tahun 46 1 5 H),seorang tokoh sufi Persia yang menyatakan terjadinya ponyatuan Tuhan denganhamba-Nya). Mereka itu menurut AlSulirawardi adalah para iluminasionis Persia yangasli. Dari hal-hal di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Al- Suhrawardimempunyai pengetahuan yang beraneka. Dalam kenywaannya hikmah isyraqiah Al-Suhrawardi memang tersusun dan liorbagai unsur, yang menurutnya sendiri justru dengar,itulah dia menghidupkan kembali hikmah kuno dari para tokoh India, Babylonia, Mesir,Yunani kuno sampai ke masa Plato. Jelasnya, hikmah isyraqiah adalah adonan hikmah-hikmah abadi.
  27. 27. BAB IV FILSAFAT ISLAM DI DUNIA BARATA. Ibnu Bajjah. Nama asli Ibnu Bajjah adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Yahya Al-Shaigh.Di dunia Barat ia terkenal dengan sebutan Avempace. Dia berasal dari keluarga AlTujib. Maka ia terkenal dengan sebutan Al tujibi. Ibnu Bajjah lahir pada abad 11M atau abad V H, di kota Saragossa dan sampai besar. Dia dapatmenyelesaikan jenjang akademisnya, juga di kota Saragossa. Maka ketika pergi keGranada, ,ha telah menjadi seorang sarjana bahasa dan sastra Arab dan dapatdikuasai dua belas macam ilmu pengetahuan. Kisah tentang Ibnu Bajjah, diungkapkan oleh As-Syuyuti "Suatu hari IbnuBajjah memasuki masjid (jamiah) Granada. Dia melihat seorang ahli tata bahasasedang memberikan pelajaran tata bahasa kepada para murid yang dudukmengelilinginya. Melihat seorang asing begitu dekat dengan mereka, para muridmuda itu menyapa Ibnu Bajjah dengan sedikit mengejek apa yang diajarkan olehahli hokum itu? Ilmu apa yang dia kuasai dan bagaimana pandangannya? "cobalihat" sahut Ibnu Bajjah, "aku membawa uang dua belas ribu dinar dibawahketiakku". Sambil berkata begitu dia memperlihatkan dua belas butir mutiara yangsangat indah yang masing-masing berharga seribu dinar. "Dan, lanjut Ibnu Bajjah,aku telah mengumpulkan pengalaman dalam dua belas ilmu pengetahuan, terutamadalam ilmu Araiyah yang sedang kalian bahas ini. Aku rasa kalian termasuk dalamkelompok ini. Dia kemudian menyebutkan aliran mereka. Para murid muda itumengutarakan keheranan mereka dan memohon maaf kepadanya. Para ahli sejarah sama memandangnya sebagai orang yang berpengetahuan luas danmahir dalam berbagai ilmu. Fath ibn Khaqan, yang telah menuduh Ibnu Bajjah sebagai ahlibidah dan mengecamnya dengan pedas dalam karyanya Qalaid al-Iqyan, punmengakui keluasan pengetahuannya dan tidak meragukan keamat pandaiannya. Karenamenguasai sastra, tatabahasa dan filsafat kuno, oleh tokohtokoh sezamannya dia telahdisejejarkan dengan al-Syaih al-Rais ibn Sina. Lantaran ketenarannya yang makin menanjak, Abu Bakar Sahrawi,Gubernur Saragossa, mengangkatnya sebagai pejabat tinggi dalampemerintahannya. Tapi ketika Saragossa jatuh ke tangan Alfonso I, Raja Aragon,pada tahun 512 H/1118 M, Ibnu Bajjah sudah meninggalkan kota itu dan tiba diSeville lewat Valencia, tinggal di sana dan menjadi tabib. Kemudian dia pergi keGranada, di sana teriadi peristiwa di atas. Lalu dia pergi ke Afrika Barat-laut. Setibanya di Syatibah, Ibnu Bajjah dipenjarakan oleh Amir abu Ishaq Ibrahim ibnYusuf ibn Tasyifin, sangat boleh jadi karena dituduh sebagai ahli bid’ah. Tapi menurutRenan, dia dibebaskan, atas anjuran muridnya sendiri, bapak filosof Spanyol termasyhuribn Rusyd. Kemudian, setibanya di Fez, Ibnu Bajjah memasuki Istana GubernurAbu Bakar Yahya ibn Yusuf ibn Tasyifin, dan menjadi pejabat tinggi berkatkemampuan dan pengetahuannya yang langka. Dia memegang jabatan tinggi itu selamadua puluh tahun. Ini adalah masa kesulitan dan kekacauan dalam sejarah Spanyol dan Afrika Barat-
  28. 28. laut. Para Gubernur kota dan daerah menyatakan kemerdekaan mereka. Pelanggaranhukum dan kekacauan melanda seluruh negeri. Mereka yang bermusuhan salingmenuduh sebagai berbuat bidah demi meraih keunggulan dan simpati rakyat. Musulimusuh Ibnu Bajjah sudah mencapnya sebagai ahli bidah dan beberapa kali berusahamembunuhnya. Tapi semua usaha mereka ternyata gagal. Tapi ibn Zuhr, seorang doktertermasyhur pada masa itu berhasil membunuhnya dengan racun pada bulan Ramadhantahun 533 H/1138 M. di Fez, tempat dia dikubur di samping ibn al-Arabi muda Beberapa karya Ibnu Bajjah antara lain: a) Risalat al-Wada berisi tentang ilmu pengobatan b) Tardiyyah berisi tentang syair pujian c) Kitab al-Nafs berisi tentang catatan dan pendahuluan dalam bahasa Arab d) Tadbir al-Mutawahhid (Rezim Satu Orang) e) Risalah-risalah Ibnu Bajjah yang berisi tentang penjelasanpenjelasan atas risalah-risalah Al Farabi dalam masalah logika. a) Karya-karya yang disunting oleh Asin Palacios dengan terjemahan bahasa Spanyol dan catatan-catatan yang diperlukan; (i) kitah al-Nabat, al-Andalus jilid V, 1940, (ii) Risalah Ittishal al-Aql In al-Insan, al-Andalus, jilid VII, 1942; (iii) Risalah al-Wada, A/ Anadalus, jilid VIII 1943; (iv) Tadbir al-Mutawahhid dengan judul El Regimen Del Solitario, 1946. f) Majalah al-Majama al-Ilm al-Arabi. Ibnu Bajjah adalah ahli yang menyadarkan pada teori dan praktik ilmu-ilmumatematika, astronomi, musik, mahir ilmu pengobatan dan studi-studi spekulatif sepertilogika, filsafat alam dan metafisika, sebagaimana yang dikatakan De Boer dalam TheHistory of Philosophi in Islam, bahwa dia benar-benar sesuai dengan Al Farabi dalam tulisantulisannya logika dan secara umum setuju dengannya, bahkan dengan doktrin-doktrin fisikadan metafisikanya Ibnu Bajjah menyandarkan filsafat dan logikanya pada karya karyaAl Farabi, dan dia telah memberikan sejumlah benar tanibahaii dalam karya-karya itu.Dan dia telah menggunakan metoda penelitian filsafat yang benar-benar lain. Tidak sepertiAl Farabi, dia berurusan dengan segala masalah hanya berdasarkan nalar semata. Ibnu Bajjah menjunjung tinggi para wall Allah (auliya Allah) dan menempatkanmereka di bawah para Nabi. Menurutnya, sebagian orang dikuasai oleh keinginan jasmaniyahbelaka, mereka berada di tingkat paling bawah, dan sebagian lagi dikuasai oleh spiritualitas-kelompok ini sangat langka, dan termasuk dalam kelompok ini Uwais Al Qarni dan Ibrahimibn Adham. Ibnu Bajjah hampir menyatakan dirinya sebagai seorang fatalis atas Tuhan danaturan-aturan-Nya. Dalam satu risalahnya, dia menyatakan bahwa seandainya kita berpalingkepada ketetapan Tuhan dan kekuasaan-Nya maka kita benar-benar memperoleh kedamaiandan kebahagiaan. Segala yang ada berada dalam pengetahuan-Nya dan hanya Dia yangmampu mendatangkan kebaikan kepada mereka. Karena Dia mengetahui segala sesuatusecara esensial, maka Dia memberikan perintah-perintah kepada suatu perantara untukmenemukan suatu bentuk seperti yang ada dalam pengetahuan-Nya dan kepada penerimabentuk-bentuk untuk menerima bentuk itu. Inilah yang terjadi pada semua yang ada, bahkanpada materi yang fang Berta akal manusia. Untuk menunjang pandangannya bahwa Tuhanadalah pencipta Utama segala tindakan, Ibnu Bajjah mengacu pada pandangan Al Ghazali
  29. 29. yang dikatakannya pada bagian akhir dari karyanya Misykat al Anwar, bahwa prinsipPertama itu menciptakan agen-agen dan obyek-obyek tindakan, dan dia selanjutnyamengambil penunjang lain untuk pandangannya ini dari pengamatan Al Farabi dalam UjunAl Masail, bahwa semuanya berkaitan dengan Prinsip Pertama sebab Yang Pertama itumerupakan pencipta mereka. Ibnu Bajjah juga menyatakan bahwa Aristoteles mengatakandalam bukunya Physics bahwa agen Pertama adalah agen sebenarnya, dan agen yang dekattidak bertindak kecuali lewat Yang Pertama. Yang Pertama membuat aksi yang dekat danobyek tindakan. Tuhan menyebabkan keberadaan suatu benda berlanjut tanpa akhir setelahketakberadaan fisiknya. Bila suatu yang ada mencapai kesempurnaan, maka dia tidak akanada lagi dalam zaman, tapi ada selamanya dalam keterus-menerusan masa (dahr). Ibnu Bajjahdisini mengingatkan kita akan salah satu sabda Nabi Suci: Janganlah menyalahgunakan dahrkarena dahr itu Allah, dengan penafsiran begitu, perkataan itu mengandung makna bahwaakal manusia itu kekal. Untuk menunjang penafsiran kata dahr ini, Ibnu Bajjahmenyebutkan para pendahulunya seperti Al-Farabi dan Al Ghazali.B. Ibnu Tufail Nama lengkap Ibnu Tufail ialah Abu Bakar Muhammad ibn Abd Al Malik ibnMuhammad ibn Muhammad ibn Tufail, dalam tulisan latin, Abubacer. Ia adalah pemukapertama dalam pemikiran filosofis Muwahhid yang berasal dari Spanyol. Ibnu Tufail lahirpada abad VI H/VIII M di kota Guadix propinsi Granada. Keturunan Ibnu Tufail termasukkeluarga suku Arab yang terkemuka, yaitu suku Qais.Karier Ibnu Tufail bermula sebagai dokter praktik di Granada. Karena ketenaran atas jabatantersebut, maka is diangkat menjadi Sekretaris Gubernur di Propinsi itu. Pada tahun 1154 M.(549 H.), Ibnu Tufail menjadi sekretaris pribadi Gubemur Ceuta dan Tangier, PenguasaMuwahhid Spanyol pertama yang merebut Maroko. Dan dia menjabat dokter tinggi danmenjadi qadhi di pengadilan pada Khalifah Muwahhid Abu Yaqub Yusuf (558 H/1163 M –580 H./ 1184 M). Kemudian pemerintahan yang dipimpin oleh Abu Yaqub Yusufmenjadikan pemerintahannya sebagai pemuka pemikiran filosuf dan metoda ilmiah. Khalifahini memberikan kebebasan berfilsafat, dan membuat Spanyol disebut tempat kelahirankembali negeri Eropa. Sebagaimana dikatakan oleh R. Briffault. Bersama khalifah AbuYaqub Yusuf, Ibnu Tufail menjadi berpengaruh besar, dan dia yang memperkenalkannyadengan Ibnu Rusyd (meninggal tahun 595 H/ 1198 M). Atas kehendak khalifah, dia memberisaran kepada Ibnu Bajjah agar membuat keterangan atas karya-karya Aristoteles, suatu tugasyang dilaksanakan dengan penuh semangat oleh Ibnu Bajjah tapi tak dapat diselesaikansampai dia meninggal. Ibnu Tufail meninggalkan jabatannya sebagai dokter pemerintah padatahun 578 H/1182 M, dikarenakan usianya yang telah lanjut dan dia menganjurkanpelindungnya agar memilih Ibnu Rusyd agar menggantikan kedudukannya. Tapi dia tetapmendapatkan penghargaan dari Abu Yaqub dan setelah dia meninggal (pada tahun 580 H/1184 M) dia mendapatkan penghargaan pules dari putranya Abu Yusuf Al Mansur (580 H/l185 M – 595 H/1199 M). Ibnu Tufail meninggal di Maroko pada tahun 581 H./1185 – 86 M,Al Mansur sendiri Nadir dalam upacara pemakamannya.
  30. 30. Ibnu Tufail adalah seorang dokter, filosuf, ahli matematika dan penyair yang sangatterkenal dari Muwahhid Spanyol, akan tetapi sedikit karya-karyanya yang dikenal orang.Ibnu Khatib menganggap dua risalah mengenai ilmu pengobatan itu sebagai karyanya. AlBitruji (muridnya) dan Ibnu Rusyd percaya bahwa dia memiliki gagasangagasan astonomisasli. Al Bitruji membuat sangkalan atas teori Ptolemeus mengenai epicycles dan ecentriccircles, yang dalam kata pengantar dari karyanya Kitab Al Haiah dikemukakannya sebagaisumbangan dari gurunya Ibnu Tufail. Dengan mengutip perkataan Ibnu Rusyd, ibn AbiUsaibiah menganggap Fi Al Buqa Al Maskunah wal-Ghair Al Maskunah sebagai karya IbnuTufail, tapi dalam catatan Ihnu Rusyd sendiri acuan semacam itu tidak dapat ditemukan. AlMarrakushi, yang ahli sejarah itu, mengaku telah melihat naskah asli dari salah saturisalahnya mengenai ilmu ketuhanan. Miguel Casiri (1112 H/1710 M – 1205 H/1790 M)menyebutkan dua karya yang masih ada: Risalah Hayy ibn Yaqzan dan Asrar Al Hikmah AlMashiriqiyyah, yang disebut terakhir ini berbentuk naskah. Kates pengantar dari Asrarmenyebutkan bahwa risalah itu hanya merupakan satu bagian dari Risalah Hayy ibn Yaqzan,yang judul lengkapnya ialah Risalah Hayy ibn Yaqzan Fi Asrar Al Hikamat Al Mashiriqiyyah. Sebagaimana, Al Ghazali, dia mengemukakan bahwa gagasan mengenai kemaujudansebelum ketidakmaujudan tidak dapat dipahami tanpa anggapan bahwa waktu itu telah adasebelum dunia ada, tapi waktu itu sendiri merupakan suatu kejadian tak terpisahkan daridunia, dan karena itu kemaujudannya mendahului kemaujudan dunia dikesampingkan.Lagi, segala yang tercipta pasti membutuhkan pencipta. Kalau begitu mengapa sangPencipta menciptakan dunia saat itu dan bukan sebelumnya? Apakah hal itudikarenakan oleh suatu yang terjadi atas-Nya? Tentu saja tidak, sebab tiada sesuatupunsebelum Dia untuk membuat sesuatu terjadi atas-nya. Apakah hal itu mesti dianggapbersumber dari suatu perubahan yang terjadi atas sifat-Nya? Tapi adakah yangmenyebabkan terjadinya perubahan tersebut? Karena itu Ibnu Tufail tidak menerima baik pandangan mengenai kekekalan maupunpenciptaan sementara dunia ini.C. Ibnu Rasyd Nama lengkapnya adalah Abu Al Wahid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibnRusyd. la lahir di kota Cordova pada tahun 1126 M/520 H. Ia keturunan dari keluargayang ahli dalam ilmu fiqh. Ayah dan kakeknya pernah menjabat di Andalusia sebagaikepala pengadilan. Dengan terbekali keagamaan, Ibnu Rusyd menduduki peranan pentingdalam studi-studi ke-Islaman. Beliau mempelajari Al-Quran beserta penafsirannya, helotsNabi, ilmu fiqh, bahasa clan sastra Arab. Metoda belajarnya secara lisan dari seorang ahli(alim). Ibnu Rusyd merevisi buku Malikiah, Al Muwatha dipelajari bersama ayahnyaAbu Al Qasim, dan dapat dihafalnya. Di samping, itu, dia mempelajari matematika,fisika, astronomi, logika, filsafat dan ilmu pengobatan. Kota Cordova terkenal sebagai pusat studi-studi filsafat, sedangkan Sevilleterkenal karena aktifitas-aktifitas artistiknya. Dalam sebuah dialog antara Ibnu Rusyd denganIbnu Zuhr, ahli fisika, ketika berada di gedung pengadilan Al Mansur ibn abd Al Mumin,Ibnu Rusyd, yang merasa bangga dengan suasana ilmiah kota kelahirannya, berkata: "Jikaseorang terpelajar meninggal di Seville, maka bukunya akan dikirim ke Cordova untukdijual disana; dan jika seorang penyanyi meninggal di Cordova, maka alat-alat musiknyaakan dikirimkan ke Seville. Cordova pada saat itu menjadi saingan bagi Damaskus. Baghdad,

×