Your SlideShare is downloading. ×
0
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban

22,831

Published on

Bahan Kuliah

Bahan Kuliah

Published in: Education
3 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
  • terima kasih
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • cara download gimana? makasih
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • ok...say mendapat pencarahan...thx y
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
22,831
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
753
Comments
3
Likes
8
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
  • 2. INFORMASI AKUNTANSI PERTASNGGUNGJAWABAN <ul><li>Informasi akuntansi pertanggungjawaban </li></ul><ul><li>Tediri dari dua macam : Informasi akuntansi pertanggungjawaban tradisional dan Activity based responsibility accounting system ) </li></ul><ul><li>Merupakan aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu , menghubungkan informasi akuntansi manajemen dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer , didelegasikan dari manajer atas ke manajer bawah (Tradisional) </li></ul><ul><li>Merupakan informasi aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan aktivitas penambah dan bukan penambah nilai ( Activity based costing, responsibility accounting system ) </li></ul>
  • 3. ) INFORMASI AKUNTANSI PERTASNGGUNGJAWABAN <ul><li>Dalam hubungannya dengan wewenang manajer aktiva,pendapatan dan biaya dibagi 3 kelompok : </li></ul><ul><li>Aktiva,pendapatan dan biaya yang terkendalikan  aktiva,pendapatan dan biaya yang secara signifikan dapat dipengaruhi oleh seorang manajer dalam jangka waktu tertentu </li></ul><ul><li>Aktiva,pendapatan, dan biaya yang tidak dapat terkendalikan  aktiva,pendapatan dan biaya yang secara signifikan tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manajer dalam jangka waktu tertentu </li></ul>
  • 4. Aktiva terkendalikan
  • 5. Pendapatan terkendalikan <ul><li>Pendapatan terkendalikan : </li></ul><ul><li>Pendapatan yang dapat dikendalikan oleh manajer yang bersangkutan </li></ul><ul><li>Dapat diperoleh tidaknya pendapatan oleh suatu pusat pertanggungjawaban sangat tergantung pada kemampuan pusat pertanggungjawaban bersangkutan </li></ul><ul><li>Biaya Terkendalikan : </li></ul><ul><li>Biaya yang terjadi akibat dari pertanggungjawaban atau wewenang yang diserahkan kepada manajemen bersangkutan. Tetapi terkadang terjadinya biaya terkendalikan tidak selalu sebagai akibat terjadinya dari keputusan yang diambil oleh manajer pusat pertangghungjawaban </li></ul>
  • 6. Biaya Terkendalikan <ul><li>Pedoman untuk menetapkan apakah suatu biaya dapat dibebankan sebagai tanggungjawab seorang manajer pusat pertanggungjawaban : </li></ul><ul><li>Jika seorang manajer memiliki wewenang baik dalam pemerolehan maupun p[enggunaan jasa. Ia harus dibebani dengan biaya jasa tersebut. Seseorang manajer jelas dapat mempengaruhi jumlah suatu biaya jika ia memiliki wewenang dalam memperoleh dan menggunakan jasa. Manajer pemasaran yang mempunyai wewenang memutuskan media promosi dan jumlah biayanya, bertanggungjawab penuh terhadap terjadinya biaya tersebut </li></ul><ul><li>Jika seorang manajer dapat secara signifikan mempengaruhi biaya tertentu melalui tindakannnya sendiri, ia dapat dibebani dengan biaya tersebut. Seorang manajer mungkin tidak mempunyai wewenang dalam memutuskan dalam memperoleh barang atau jasa , baik harga maupun jumlahnya, namun dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah pemakaiannya, dalam hal ini ia dapat dibebani tanggungjawab pemakaian barang atau jasa tersebut. </li></ul>
  • 7. Model Bisnis Internet <ul><li>3. Meskipun seorang manajer tidak dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya tertentu melalui tindakan langsungnya sendiri, ia dapat juga dibebani biaya tersebut jika manajemen puncak menghendaki agar ia menaruh perhatian, sehingga ia dapat membantu manajer lain yang bertanggungjawab untuk mempengaruhi biaya tersebut. Contoh biaya revarasi dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab bagian bengkel, namun sebenarnya ada dua faktor yang mempengaruhi biaya tersebut yaitu (1) efesiensi pemakaian tenaga kerja dan </li></ul><ul><li>(2) pemakaian mesin dan ekuipmen ko virtual </li></ul><ul><li>Faktor pertama menjadi tanggungjawab manajemen bagian bengkel, sedangkan banyaknya frekwensi pekerjaan reparasi dan pemeliharaan dipengaruhi oleh pemakaian mesin dan ekuipmen oleh manajer bagian produksi. Dalam hal ini manajer bagian produksi dapat dibebani biaya reparasi dan pemeliharaan agar ia dapat membantu manajer bagian bengkel dalam mengendalikan biaya </li></ul>
  • 8. Pengubahan Biaya Terkendalikan menjadi Tidak Terkendalikan <ul><li>Biaya terkendalikan diubah menjadi biaya tidak terkendalikan melalui 2 cara : </li></ul><ul><li>Dengan mengubah dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung  Biaya yang dialokasikan kepada suatu pusat pertanggungjawaban dengan sembarang tidak dapat dimintakan kepada manajer yang bukan wewenangnya. Maka biaya tersebut harus dibebankan sedemikan rupa kepada pusat pertanggungjawaban tertentu </li></ul><ul><li>Dengan mengubah letak tanggunjawab pengambilan keputusan  mendelegasikan wewenang untuk pengambilan keputusan dari manajemen puncak ke manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan, dengan demikian manajer pusat pertanggungjawaban yang sebelumnya tidak mempunyai wewenang untuk mempengaruhi biaya tertentu dengan diterimanya wewenang dari manajemen puncak, akan dapat mempengaruhi biaya tersebut secara signifikan </li></ul>
  • 9. Anggaran Biaya sebagai Tolak Ukur Pengendalian Biaya <ul><li>Tiap – tiap manajer mengetahui wewenang dan tanggungjawabnya </li></ul><ul><li>masing-masing </li></ul><ul><li>Dengan adanya penyimpangan dengan mudah ditunjuk siapa yang </li></ul><ul><li>bertanggungjawab </li></ul><ul><li>Anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkat manajemen </li></ul><ul><li>dalam organisasi </li></ul><ul><li>Tiap manajer mengajukan rancangan anggaran biaya yang berada </li></ul><ul><li>dibawah tanggungjawab masing-masing </li></ul><ul><li>Kemudian di kombinasikan dan diselaraskan dengan divisi lain </li></ul><ul><li>Setiap terjadi perubahan harus dirundingkan dan diberitahukan kepada </li></ul><ul><li>manajer yang lainnya sehingga menciptkan peran serta komitmen dalam mencapai target </li></ul><ul><li>Dengan demikian setiap manajer akan merasa baghwa anggaran biaya </li></ul><ul><li>untuk pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya adalah anggrannya </li></ul><ul><li>dan dia akan bersedia dinilai atas tolak ukur anggaran tersebut </li></ul>
  • 10. Manfaat Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban <ul><li>Informasi akuntansi pertanggungjawaban berupa informasi masa lalu </li></ul><ul><li>bermanfaat sebagai : </li></ul><ul><li>1. Penilaian kinerja manajer pusat pertanggungjawaban </li></ul><ul><li>2 . Pemotivasi manajer </li></ul><ul><li>Informasi akuntansi pertanggungjawaban dalam activity based responsibility accounting system bermanfaat : </li></ul><ul><li>1. Mengelola aktivitas, dengan cara mengarahkan usaha menajemen </li></ul><ul><li>dalam mengurangi dan akhirnya menghilangkan biaya bukan </li></ul><ul><li>penambahan nilai </li></ul><ul><li>2. Memantau efektifitas program pengelolaan aktivitas </li></ul>
  • 11. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Memungkinkan Pengelolaan aktivitas <ul><li>Dengan menyajikan informasi biaya yang dipisahkan kedalam biaya-biaya penambah dan bukan penambah nilai, manajemen dapat : </li></ul><ul><li>Memperoleh informasi biaya bukan penambah nilai yang menggambarkan besarnya pemborosan yang sekarang dilami oleh perusahaan da;am memenuhi kebutuhan customer </li></ul><ul><li>Memperoleh biaya bukan penambah nilai yang memungkinkan mereka memusatkan pengendalian mereka terhadap aktivitas-aktivitas penambah nilai </li></ul><ul><li>Memperoleh informasi biaya penambah nilai yang memungkin kan mereka melakukan penyempurnaan efesiensi aktivitas penambah nilai </li></ul>
  • 12. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Memungkinkan Pemantauan Efektifitas Program Pengelolaan <ul><li>Dengan menyajikan informasi biaya yang dipisahkan kedalam biaya penambah dan bukan penambah nilai dalam bentuk perbandingan dari periode ke periode, manajemen dapat </li></ul><ul><li>Memantau efektifitas program pengelolaan aktivitas. Untuk mengurangi dan akhirnya menghilangkan aktivitas penambahn nilai, diperlukan jangka waktu panjang yang hasilnya harus diwujudkan dalam bentuk pengurangan biaya bukan penambah nilai dalam bentuk perbandingan antar periode akuntansi </li></ul><ul><li>Merumuskan keputusan-keputusan strategik. Program pengelolaan aktivitas memberi gambaran beberapa penghematan biaya yang dapat dicapai dalam waktu tertentu. Berdasarkan informasi penghematan biaya yang diperoleh dari program pengelolaan aktivitass, manajemen dapat merumuskan keputusan strategik, seperti penentuan harga jual produk, pemilihan tekhnologi manufacture yang digunakan untuk menjadikan aktivitas penambah lebih efesien , </li></ul>
  • 13. Asumsi Perilaku Dalam Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban <ul><li>Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional dirancang berdasarkan atas beberapa asumsi tentang perilaku manusia : </li></ul><ul><li>Pengelolaan berdasarkan penyimpangan , merupakan pengendalian operasi secara efektif yang memadai </li></ul><ul><li>Pengelolaan berdasarkan tujuan , akan menghasilkan anggaran yang disepakati, biaya standar, sassaran organisasi, dan rencana yang dapat dilaksanakan </li></ul><ul><li>Struktur pertanggungjawababn sesuai dengan struktur hirarki organisasi </li></ul><ul><li>Manajer dan bawahannya bersedia untuk menerima tanggungjawab yang dibebankan kepada mereka melalui hirarki organisasi </li></ul><ul><li>Sistem akuntansi pertanggungjawaban mendorong kerjassama, bukan kompetensi </li></ul><ul><li>. </li></ul>
  • 14. Karakteristik Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional <ul><li>Adanya identifikasi pusat pertaggungjawaban </li></ul><ul><li> Sistem akuntansi pertanggungjawaban disini (a) mengidentifikasi pusat pertanggungjawaban sebagai unit organisasi seperti departemen, keluarga produk, time kerja atau individu.(b)Membebankan tanggungjawab kepada individu yang diberi wewenang (c), tanggungjawab dibatasi dalam satuan keuangan (seperti biaya) </li></ul><ul><li>2. Standar ditetapkan sebagai tolak ukur kinerja manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu </li></ul><ul><li> Setelah pusat pertanggungjawaban diidentifikasi dan ditetapkan, kemudian menghendaki ditetapkannya biaya standar sebagai dasar untuk menyusun anggaran. Anggaran berisi biaya standar yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan . Biaya standar dan anggaran merupakan ukuran kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam mewujudkan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. </li></ul>
  • 15. Karakteristik Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional <ul><li>3. Kinerja manajer diukur dengan membandingkan realisasi dengan </li></ul><ul><li>anggaran </li></ul><ul><li> Penggunaan sumberdaya ini diukur dengan informasi akuntansi pertanggungjawaban yang mencerminkan kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam mencapai sasaran anggaran. Individu hanya dimintai pertanggungjawaban atas wewenang yang dimilikinya </li></ul><ul><li>Manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman berdasarkan kebijakan manajemen yang lebih tinggi . </li></ul><ul><li> Sistem penghargaan dan hukuman dirancang untuk memacu para manajer dalam mengelola biaya, untuk mencapai target standar biaya yang dicantumkan dalam anggaran. Atas dasar evaluasi penyebab terjadinya penyimpangan biaya direalisasikan dari biaya yang dianggarkan, para manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman menurut sistem penghargaan dan hukuman yang ditetapkan </li></ul>
  • 16. Dasar-Dasar yang MelandasiLaporan Pertanggungjawaban Tradisional <ul><li>Jenjang terbawah yang diberi laporan ini adalah tingkat manajer bagian </li></ul><ul><li>Manajer jenjang terbawah diberi laporan pertanggungjawaban biaya yang berisi rincian realisasi biaya dibandingkan dengan anggaran biaya yang disusunnya </li></ul><ul><li>Manajer jenjang diatasnya diberi laporan menghenai biaya pusat pertanggungjawaban sendiri dan ringkasan realisasi biaya yang dikeluarkan oleh manajer-manajer yang berada dibawah wewenangnya, yang disajikan dalam bentuk perbandingan dengan anggaran biaya yang disusun oleh masing-masing manajer yang bersangkutan </li></ul><ul><li>Semakin ke tas, laporan pertanggungjawaban semakin ringkas </li></ul>
  • 17. Format Umum Laporan Pertanggungjawaban Biaya <ul><li>Nomor kode akuntansi biaya </li></ul><ul><li>Jenis biaya atau pusat pertanggungjawaban </li></ul><ul><li>Realisasi biaya bulan ini </li></ul><ul><li>Anggaran biaya bulan ini </li></ul><ul><li>Penyimpangan biaya bulan ini </li></ul><ul><li>Realisasi biaya sampai dengan bulan ini </li></ul><ul><li>Anggaran biaya sampai dengan bulan ini </li></ul><ul><li>Penyimpangan biaya sampai dengan bulan ini </li></ul>
  • 18. Sistem Biaya Kepada Manajer Yang Bertanggung Jawab <ul><li>Laporan pertanggungjawaban Biaya –Manajer Bagian. Laporan ini disajikan untuk para manajer bagian </li></ul><ul><li>Laporan pertanggungjawaban Biaya-Manajer Departemen. Laporan ini disajikan untuk para manajer Departemen </li></ul><ul><li>Laporan Pertanggungjawaban Biaya Direksi. Laporan ini disajikan kepada Direktur Utama. Direktur Produksi dan Direktur Pemasaran </li></ul>
  • 19. Activity Based Responsibility Accounting Syistem <ul><li>Activity Based Responsibility Accounting System </li></ul><ul><li>menitik beratkan pada pertanggungjawaban aktivitas bukan biaya. Biaya terjadi sebagai adanya aktivitas, oleh karena itu fokus biaya pengendalian diubah dari yang semual dipusatkan pada biaya. Karena aktivitas tidak dibatasi oleh pusat pertanggungjawaban, seperti departemen, maka Activity Based Responsibility Accounting System bersifat menyeluruh dan merupakan pendekatan menyeluruh dalam pengendalian biaya </li></ul><ul><li>Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional memfokuskan pada manajer pusat pertanggungjawaban secara individual, Activity Based Responsibility Accounting System memfokuskan aktivias yang dilaksanakan oleh beberapa manajer, menembus batas-batas pusat pertanggungjawaban. Maksimalisasi pengendalian biaya setiap pusat pertanggungjawaban secara individual tidak selalu maksimalisasi pengendalian biaya secara keseluruhan </li></ul>
  • 20. Rekayasa Akuntansi Pertanggungjawaban dalam akuntansi pertanggungjawaban tradisional Merupakan keluaran sistem akuntansi pertanggungjawaban yang merupakan sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan dan pelaporan biaya dan pendapatan dilakukan sesuai dengan pusat pertanggungjawaban dalam organisasi, dengan tujuan agar dapat ditunjuk orang atau kelompok orang yang bertanggungjawab atas penyimpangan biaya dan pendapatan yang dianggarkan

×