• Like
Agromatika
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Agromatika

  • 1,153 views
Uploaded on

AGROMATIKA - Aplikasi komputasi statistik untuk sistem agro-ekonomi bagi Republik Mimpi

AGROMATIKA - Aplikasi komputasi statistik untuk sistem agro-ekonomi bagi Republik Mimpi

More in: Business , Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,153
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5

Actions

Shares
Downloads
37
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Agromatika Aplikasi Informatika untuk pengelolaan agribisnis dan agroindustri rakyat
  • 2. Pendahuluan
  • 3. Kehidupan Modern Cyber Shopping center Bank School Office
  • 4. Kehidupan Modern (cont’d) Cyber Shopping Bank Bank delivery warehouse
  • 5. Kehidupan Modern (cont’d)
    • Semua aktivitas dilakukan melalui cyber (internet), kecuali:
      • Ibadah ritual
      • Pasar komoditas non-kemas:
        • Agribisnis hulu
        • Agroindustri hulu
  • 6. Pemerintahan Modern Database SDA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM Database warga negara
  • 7. Pemerintahan Modern (cont’d) Database SDA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM Database warga negara Sistem informasi perbankan
  • 8. Pemerintahan Modern (cont’d) Database SDA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM Database warga negara Sistem informasi KTP nasional
  • 9. Pemerintahan Modern (cont’d) Database SDA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM Database warga negara Sistem informasi KPU
  • 10. Sarana 2 Cyber
    • Jaringan telekomunikasi
    • Internet
    • Komputer
    • Telepon seluler
  • 11. Obyek 2 Vital
    • Sumberdaya manusia (SDM)
    • Sumberdaya alam (SDA)
  • 12. Obyek 2 Vital (cont’d)
    • Sumberdaya manusia (SDM)
      • Berketerampilan tepat
      • Kedewasaan intelektual
      • Mandiri
      • Melek informatika
      • Sadar hukum
      • Peduli lingkungan
  • 13. Obyek 2 Vital (cont’d)
    • Sumberdaya alam (SDA)
      • Lahan-lahan penghasil bahan baku industri
        • Pertanian
        • Peternakan
        • Hutan dan perkebunan
        • Perikanan
        • Pertambangan
      • Lahan-lahan pariwisata
        • Nilai keindahan lokasi
        • Nilai kekhasan
        • Nilai sejarah
  • 14. Tantangan Utama
    • Laju pertumbuhan penduduk dan pengangguran intelek
    • Laju penyusutan lapangan kerja dan usaha
    • Laju perkembang-biakan premanisme dan palakisme
    • Sistem perpajakan yang sangat tidak efektif
    • Globalisasi ekonomi
  • 15. Prioritas Utama
    • Mencetak SDM yang tepat melalui sistem pendidikan yang tepat dan murah
    • Mengelola SDA dengan metoda yang tepat oleh SDM yang tepat
    • Modernisasi sistem perpajakan
    • Menciptakan rasa aman dan nyaman yang mendukung terwujudnya aktivitas ekonomi yang sehat.
  • 16. Prioritas Utama (cont’d)
    • Mencetak SDM yang tepat melalui sistem pendidikan yang tepat dan murah
      • Pendidikan keterampilan tingkat bawah
        • Pelatihan-pelatihan kerja praktis
      • Pendidikan keterampilan tingkat madya
        • Program politeknik di berbagai bidang
      • Pendidikan keterampilan tingkat ahli
        • Program profesional, yaitu sarjana-plus seperti C.Eng (US, UK), P.Eng (Canada, Aus), Ing-grad (Germany, Holland), MBA dll
      • Pembekalan keterampilan penggunaan teknologi informatika di semua tingkat pendidikan di atas.
  • 17. Prioritas Utama (cont’d)
    • Mengelola SDA dengan metoda yang tepat oleh SDM yang tepat
      • Penerapan metoda-metoda moderen yang tepat untuk meningkatkan efisiensi
      • Pembenahan dan memberi dukungan kongkrit terhadap industri dan bisnis hulu
      • Penerapan teknologi informatika dalam segala aspek untuk mendukung total efisiensi kerja
  • 18. Prioritas Utama (cont’d)
    • Modernisasi sistem perpajakan
      • Penerapan teknologi informatika yang tepat
      • Pembenahan prosedur perpajakan mengikuti teknologi informatika yang digunakan
      • Pembersihan SDM perpajakan
  • 19. Prioritas Utama (cont’d)
    • Menciptakan rasa aman dan nyaman yang mendukung terwujudnya aktivitas ekonomi yang sehat.
      • Aman terhadap premanisme dan palakisme mafia bisnis
      • Aman terhadap premanisme dan palakisme sungguhan
      • Aman terhadap premanisme dan palakisme oknum aparat
  • 20. Ekonomi Rakyat Nusantara
  • 21. Kunci Utama Ekonomi Nusantara
    • Kunci utama perekonomian sebuah negara adalah bisnis dan industri hulu
    • Di Nusantara, perekonomian hulu rata-rata bersumber dari sektor agro (dalam arti luas)
    • Lebih diutamakan interaksi ekonomi lingkaran tertutup (closed-loop) untuk memenuhi kebutuhan sendiri (dalam negeri).
  • 22. Kendala Ekonomi Nusantara
    • Bisnis dan industri hulu lemah dalam bargaining power
    • Bisnis dan industri hulu digarap secara tradisional yang tidak efisien dan banyak bergantung pada keramahan alam
    • Ekonomi biaya tinggi
  • 23. Agroindustri Rakyat
    • Contoh:
      • Pertanian:
        • Produksi beras, gaplek, tempe, tahu dll
      • Kelautan / Perikanan:
        • Produksi bahan baku rumput laut, ikan asin, terasi dll
      • Peternakan:
        • Produksi telor asin, susu segar dll
      • Perhutanan & perkebunan:
        • Produksi minyak nilam, minyak cengkeh dll
      • Lain-lain
        • Kerajinan tangan dll
  • 24. Agroindustri Rakyat (cont’d)
    • Manfaat:
      • Relatif murah
      • Meningkatkan aktivitas ekonomi hulu
      • Untuk produk makanan, Lebih sehat karena baru (bukan stok lama)
  • 25. Agroindustri Rakyat (cont’d)
    • Kendala:
      • Sulit mengukur volume produksi optimum
      • Persaingan tidak sehat sesama produsen hulu
      • Keuntungan sangat tipis sehingga sulit berkembang
      • Keterampilan dan teknologi terbatas sehingga sulit berkembang
      • Harga bahan baku sering dipermainkan para tengkulak
  • 26. Agribisnis Rakyat
    • Pelakunya para tengkulak hulu
    • Tengkulak merupakan rekan kerja terdekat industri rakyat (hulu)
    • Jaringan mafia tengkulak sangat menekan agroindustri rakyat dan menguntungkan industri hilir yang berskala besar
    • Pemanfaatan telepon selular dan teknologi informatika di jaringan mafia semakin menekan bisnis dan industri hulu.
  • 27. Agribisnis Rakyat (cont’d)
    • Mafia tengkulak dari hulu ke hilir secara alami akan berdampak:
      • Menekan bahkan membunuh perkembangan industri hulu
      • Mendukung dan menyuburkan industri dan bisnis hilir
  • 28. Pasar Global
    • Sistem perdagangan bebas tidak mengenal batas-batas administratif antar negara
    • Kunci utama pasar global:
      • Dukungan teknologi informatika yang mapan
      • Delivery system yang mapan
  • 29. Pasar Global (cont’d)
    • Persiapan menghadapi pasar global:
      • Persiapan jaringan bisnis dan industri dari tingkat hulu ke hilir
      • Persiapan teknologi informatika perbankan sebagai media transaksi
      • Persiapan teknologi informatika pasar
      • Persiapan jaringan expedisi dan transportasi untuk delivery system.
  • 30. Pasar Global (cont’d)
    • Persiapan jaringan bisnis dan industri dari tingkat hulu ke hilir untuk menghadapi situasi:
      • Bisnis dan industri hilir tidak akan berpihak pada bisnis dan industri hulu. Harga dan kualitas merupakan tolok ukur mutlak.
      • Semua bisnis dan industri harus berlomba dalam harga dan kualitas produk
      • Ekonomi biaya tinggi seperti biaya perijinan dan palakisme akan semakin menekan bisnis dan industri hulu ke liang kubur.
  • 31. Pasar Global (cont’d)
    • Persiapan teknologi informatika perbankan sebagai media transaksi:
      • E-banking, internet-banking
        • RI: hampir semua bank belum siap
        • LN: hampir semua bank siap
      • Integrated banking services (ATM bersama, kartu kredit dll)
      • Mission-critical compliant
        • RI: rata-rata belum siap, hanya 2 bank swasta yang memungkinkan untuk dipersiapkan
        • LN: hampir semua bank siap
  • 32. Pasar Global (cont’d)
    • Persiapan teknologi informatika pasar
      • E-shopping center (web application)
    • Persiapan jaringan delivery services
      • Infrastruktur transportasi darat, laut dan udara
      • Bisnis expedisi dan transportasi seperti DHL, UPS, TiKi, Feddex dll
  • 33. Pasar Global (cont’d)
    • Siapkah kita?
  • 34. Kelemahan Kita Saat Ini
    • Perbankan kita masih lemah dalam bidang teknologi informatika
    • Agroindustri dan agribisnis kita gonjang-ganjing.
    • Sistem perpajakan kita masih belum intergral dan menyulitkan, memberi peluang absensi dan kebocoran pajak.
    • Delivery system sudah dikuasai pihak asing (UPS, Feddex, DHL dll).
    • SDM kita?
      • Pendidikan tinggi mahal
      • Kurikulum pendidikan tinggi tidak siap pakai.
  • 35. Strategi Yang Harus Dilakukan
    • Perbankan harus siap, terutama dalam penerapan teknologi informatika.
    • Agro yang merupakan sektor utama kita harus kuat. Agroindustri dan agribisnis kita harus mapan
    • Sistem perpajakan harus otomatis dan integral menggunakan teknologi informatika yang tepat.
    • Meskipun sudah terlambat, kita harus berusaha menguasai delivery system, terutama di negeri sendiri.
    • SDM kita harus dipersiapkan untuk mampu kerja, bertahan dan mandiri.
  • 36. Solusi
    • Perbankan:
      • Merupakan tanggungjawab masing-masing bank
    • Agroindustri dan agribisnis (terutama di tingkat hulu):
      • Penggelaran sistem agromatika
    • Sistem perpajakan:
      • Penggelaran sistem informasi pemerintahan integral yang mencakup kependudukan, geografi, perpajakan dan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik.
    • SDM harus secepatnya dipersiapkan:
      • Biaya pendidikan (tinggi) harus berpihak rakyat
      • Kurikulum pendidikan (tinggi) harus berorientasi siap pakai dan mandiri.
  • 37. Konsep Agromatika (Agro-systems Engineering)
  • 38. Agromatika
    • Agromatika atau agro-systems engineering adalah rekayasa sistem (“systems engineering”) kehidupan agribisnis dan agroindustri dari hulu ke hilir untuk mencapai masyarakat ekonomi produktif.
    • Fungsi utama sistem agromatika adalah bimbingan dan koordinasi untuk:
      • Memaksimalkan produktivitas masyarakat
      • Meminimalkan tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk luar
      • Mengoptimasi distribusi produk antar masyarakat
    • Implementasi sistem berbasis teknologi informatika untuk mencapai kecepatan dan ketepatan optimum.
  • 39. Konsekuensi
    • Sistem agromatika hanya bisa berjalan jika dipandu oleh manajemen yang tepat dan disertai seperangkat kebijakan yang menunjang.
    • Koordinasi manajemen sistem agromatika harus integral dan pengendaliannya harus terpusat (centralized).
    • Sistem agromatika bersifat mengikat masyarakat, maka manajemen, prosedur dan kebijakan yang diberlakukan harus memiliki kekuatan mengikat. Oleh karena itu sistem ini hanya bisa diselenggarakan oleh pemerintah.
  • 40. Tujuan Agromatika
    • Membina dan mengarahkan masyarakat setiap distrik agroekonomi untuk menyetimbangkan tingkat konsumsi dan daya produksi dengan memberdayakan SDA dan SDM yang dimilikinya.
    • Menekan tingkat konsumsi komoditas luar di setiap distrik agroekonomi dan beralih ke komoditas yang diproduksi sendiri maupun distrik lain.
    • Memacu kemampuan setiap distrik untuk memproduksi komoditas yang diperlukan sendiri dan distrik lain (terutama komoditas yang selama ini didatangkan dari luar), maupun yang diperlukan pihak luar,
  • 41. Tatacara Pelaksanaan
    • Masyarakat di bagi atas wilayah-wilayah (distrik) agroekonomi. Distrik ini bisa dati-II atau berbasis pemetaan cara lain.
    • Setiap distrik dikoordinasi oleh agen informasi (ahli agromatika/system engineer)
    • Di setiap distrik masyarakat di bawah koordinasi agen informasi, harus menentukan prioritas produksi dan kebutuhan dan sejumlah alternatifnya dalam skala numerik yang kongkrit
    • Antar distrik, agen informasi mewakili distriknya bermusyawarah melalui forum elektronik (cyberforum) membentuk database supply/demand dan potensi SDA dan SDM dalam skala numerik yang didampingi knowledge base berbasis program statistika yang tepat.
  • 42. Tatacara Pelaksanaan (cont’d)
    • Tim pusat agromatika kemudian menentukan tugas dan jadwal kepada setiap distrik untuk memulai produksi dengan skala dan jalur distribusi yang pasti.
    • Agen informasi kemudian memantau pelaksanaan dan skala produksi serta jalur distribusi dan melaporkannya ke tim pusat dengan meng-update database.
    • Secara otomatis program statistika melakukan uji konsistensi antara jadwal, komitmen dan pelaksanaan produksi dan distribusi untuk kemudian di-update-kan ke knowledge base untuk melakukan justifikasi penjadwalan siklus berikutinya.
    • Knowledge base juga secara berkala mencari korelasi antara potensi SDA dan SDM dengan daya produksi setiap distrik guna menentukan prioritas penyuluhan.
  • 43. Latarbelakang
    • Kemakmuran dasar suatu negara ditentukan oleh kesetimbangan ekonomi tingkat konsumsi dan daya produksi masyarakatnya.
      • Produksi > konsumsi  makmur
        • Masyarakat ekonomi produktif
      • Produksi = konsumsi  makmur
        • Masyarakat ekonomi setimbang
        • Masyarakat ekonomi mandiri
      • Produksi < konsumsi  miskin
        • Masyarakat ekonomi konsumtif
        • Masyarakat ekonomi mati
  • 44. Ekonomi Setimbang Jual Jual Jual Beli Beli Beli Distrik A Distrik B Distrik C Jual Beli Jual Beli Jual Beli
  • 45. Ekonomi Mandiri Distrik A Distrik B Distrik C Jual Jual Jual Beli Beli Beli
  • 46. Ekonomi Produktif Distrik A Distrik B Distrik C Jual Jual Jual Beli Beli Beli Jual Jual Jual
  • 47. Ekonomi Konsumtif Distrik A Distrik B Distrik C Jual Jual Jual Beli Beli Beli Beli Beli Beli
  • 48. Ekonomi Mati Distrik A Distrik B Distrik C Jual Jual Jual Beli Beli Beli
  • 49. Ekonomi Setimbang Semu Pihak asing Distrik A Distrik B Distrik C Jual Jual Jual Beli Beli Beli Jual Beli Jual Beli Jual Beli
  • 50. Infrastruktur Agromatika
    • Distribusi distrik (wilayah) efektif agroekonomi. Distrik bisa disesuaikan dengan
      • Kabupaten atau dati-II
      • Pemetaan lain yang diakui secara administratif.
    • Database system yang mencakup:
      • matrix supply-demand komoditas setiap distrik
      • statistik SDA dan SDM setiap distrik
    • Knowledge base system untuk:
      • Mempelajari konsistensi komitmen setiap distrik untuk berproduksi dan mencari penyebab deviasi.
      • Mempelajari efektivitas pelaksanaan distribusi produk
      • Mempelajari korelasi antara SDA dan SDM dengan daya produksi di setiap distrik dan mencari penyebab deviasi
  • 51. Infrastruktur Agromatika (cont’d)
    • Sistem informasi geografik (GIS)
      • Koleksi informasi geografis seluruh distrik
      • Fungsi utamanya untuk mendukung sistem database dan knowledge base menghitung dan mengoptimasi biaya distribusi produk
      • Fungsi lain untuk melandasi tim planologi dalam mengembangkan infrastruktur wilayah agar optimal sesuai peta distribusi ekonomi.
    • Repository system terdiri dari:
      • Database
        • Penampung usulan dari seluruh distrik
      • Consolidator dan analyzer
        • Program aplikasi untuk menganalisa dan mengkonsolidasi seluruh usulan dari seluruh distrik
  • 52. Infrastruktur Agromatika (cont’d)
    • Server yang cukup untuk memuat sistem database, knowledge base, repository dan GIS. Sebaiknya:
      • Expandable dan skalabilitas yang cukup panjang untuk mengantisipasi laju pertumbuhan informasi
      • Aman dari gangguan virus, hacker maupun cracker
      • Isi database dan knowledge base bersifat sensitif dan centralized, maka lebih baik dipilih teknologi server yang mission-critical compliant.
    • “ Cyberforum” berupa situs internet yang terdiri dari:
      • Sarana forum diskusi interaktif terjurnal
      • Akses ke repository system (penampung usulan tiap distrik)
      • Akses ke database supply/demand
      • Sarana chating atau messanger
  • 53. Infrastruktur Agromatika (cont’d)
    • Jaringan telekomunikasi cyberforum yang menjangkau ke seluruh distrik
      • Untuk tahap awal (demi penghematan) cukup memanfaatkan jaringan publik yang bisa masuk ke internet
      • Distrik-distrik yang belum terjangkau jaringan publik, sementara bergabung dengan distrik terdekat yang terjangkau jaringan publik. Untuk sementara bisa dianggap sebagai satu distrik.
        • Distrik-distrik yang tidak memungkinkan bergabung karena masalah jarak, perlu dipikirkan untuk dipasang stasiun telekomunikasi.
      • Di setiap distrik dipasang workstation (PC) dengan koneksi “dial-up” yang digunakan oleh tim distrik login ke cyberforum untuk:
        • Memasok usulan ke repository
        • Melihat informasi database dan penyimpulan knowledge base
        • Musyawarah antar-distrik
  • 54. Infrastruktur Agromatika (cont’d)
    • Catatan
      • Setelah berjalan lancar dan sudah mulai kelihatan manfaatnya, tentu isi dapur sistem agromatika semakin besar dan sensitif, maka:
        • Jaringan cyberforum perlu beralih ke jaringan pribadi untuk menghindari kriminalitas informatika
          • Jaringan satelit cukup layak, karena kecepatan (response time) cyberforum tidak terlalu diutamakan seperti perbankan.
        • Server perlu beralih ke teknologi mainframe untuk mendapatkan jaminan skalabilitas dan mission-critical compliant.
          • Server perlu didampingi dengan backup-server sebagai disaster recovery
  • 55. Jaringan Agromatika
  • 56. Organisasi Agromatika
    • Tim agromatika pusat
      • Spesifikasi
        • Pakar-pakar agromatika yang merupakan kolaborasi pakar-pakar agribisnis, agroteknologi, statistika dan informatika.
      • Tugas awal
        • Mempersiapkan infrastruktur
        • Membentuk organisasi dan melatih seluruh tim distrik
        • Mempersiapkan rincian tugas dan prosedur kerja setiap tim distrik.
      • Tugas reguler
        • Memoderasi rapat antar distrik (via cyberforum) untuk memusyawarahkan kesimpulan hasil komputasi berdasarkan repository usulan yang dikoleksi oleh setiap distrik dan knowledge base, untuk membuat kesepakat akhir.
  • 57. Organisasi Agromatika (cont’d)
    • Tim agromatika pusat (cont’d)
      • Lokasi dan formalitas kedudukan
        • Tim pusat agromatika paling tepat berada di dalam naungan Dep.Kominfo sebagai bidang kerja baru
        • Ketua tim pusat agromatika paling tepat berkedudukan formal sebagai pengarah umum (dirjen) di bawah menteri Kominfo.
        • Anggota tim pusat agromatika adalah para pejabat jenjang di bawah dirjen yang bertanggungjawab kepada dirjen.
      • Referensi & Kerjasama
        • Staf ahli Dep. KomInfo
        • Staf ahli Dep. Pertanian
        • Staf ahli Dep. Kehutanan & Perkebunan
        • Staf ahli Dep. Perikanan & Kelautan
        • Staf ahli Dep. Perindustrian & Perdagangan
        • Staf ahli Dep. Ekonomi & Keuangan
  • 58. Organisasi Agromatika (cont’d)
    • Tim agromatika distrik
      • Spesifikasi
        • Insinyur agromatika
          • S1/D4 dg mayor statistika komputasi dan minor agroindustri atau agribisnis
          • S1/D4 dg mayor agroindustri atau agribisnis dan minor statistika komputasi
          • Mendapat pelatihan khusus dari pakar agromatika pusat
      • Tugas awal
        • Observasi data lengkap supply dan demand semua komoditas yang ada dalam skala numerik
        • Observasi potensi SDA dan SDM yang ada
        • Observasi pemetaan wilayah geografis
        • Meng-inisialisasi database dan knowledge base dengan semua hasil observasi
  • 59. Organisasi Agromatika (cont’d)
    • Tim agromatika distrik (cont’d)
      • Lokasi dan formalitas kedudukan
        • Tim agromatika distrik paling tepat berada di dalam naungan Dinas Kominfo sebagai bidang kerja baru
        • Ketua tim agromatika distrik paling tepat berkedudukan formal sebagai system engineer (SE).
        • Anggota tim agromatika distrik adalah para agen informasi yang bertanggungjawab kepada SE.
      • Referensi & Kerjasama
        • Staf penyuluh Dinas Pertanian
        • Staf penyuluh Dinas Kehutanan & Perkebunan
        • Staf penyuluh Dinas Perikanan & Kelautan
        • Staf penyuluh Dinas Perindustrian & Perdagangan
        • Tokoh informal masyarakat
  • 60. Tahapan Awal Pelaksanaan
    • Pembentukan tim pusat agromatika
    • Tim pusat agromatika melakukan sbb:
      • Pembangunan infrastruktur agromatika
      • Pembentukan organisasi dan pelatihan tim distrik agromatika
    • Tim distrik agromatika di setiap distrik melakukan sbb:
      • Observasi di distriknya untuk koleksi informasi awal database dan knowledge base agromatika. Informasi awal terdiri dari:
        • Jenis-jenis komoditas yang dibutuhkan disertai skala empiris volume, harga, dan alamat asal setiap komoditas
        • Jenis-jenis komoditas yang diperoduksi disertai skala empiris volume, harga, dan alamat distribusi setiap komoditas
      • Mensosialisasikan konsep dan sistem agromatika kepada masyarakat di distriknya.
      • Menyelenggarakan pertemuan berkala dengan masyarakat untuk meng-estimasi daya produksi dan volume kebutuhan mendatang.
  • 61. Kerja Sistem Distrik
    • Mempelajari situasi makro dan menyampaikannya kepada masyarakat
      • Informasi database dan knowledge base
      • Kesimpulan-kesimpulan hasil musyawarah antar-distrik
    • Bersama masyarakat membuat usulan untuk siklus mendatang memasukkannya ke repository:
      • Rencana produksi mencakup
        • jenis komoditas dan
        • skala produksinya
      • Daftar kebutuhan komoditas
    • Mempelajari kesimpulan komputasi hasil konsolidasi repository seluruh distrik dan mempersiapkan argumentasi untuk musyawarah dalam forum antar-distrik.
  • 62. Kerja Sistem Distrik (cont’d) Ya Tidak Ya Tidak Rencana Potensi SDA & SDM Empiris Sepakat ? Repository usulan rencana tiap distrik Musyawarah antar distrik Sepakat ? Pelaksanaan Bimbingan & musyawarah
  • 63. Kerja Sistem Antar-Distrik
    • Mencermati bersama kesimpulan hasil komputasi repository usulan seluruh distrik.
    • Mengajukan argumentasi yang tepat jika:
      • Kesimpulan komputasi tsb dirasa tidak sesuai dengan harapan, atau
      • Akibat argumentasi tim distrik lain menjadi dirugikan
    • Membuat kesepakatan bersama di bawah koordinasi tim pusat.
      • Tim pusat harus bisa mencari jalan keluar jika adu argumentasi dead-lock
      • Sebelum dinyatakan final, setelah disosialisasikan, kesepakatan bisa ditinjau kembali di masing-masing distrik untuk direvisi
      • Setelah dinyatakan final, kesepakatan menjadi keputusan yang harus dilaksanakan oleh seluruh distrik.
  • 64. Kerja Sistem Antar-Distrik (cont’d) Ya Tidak Ya Tidak Rencana global Sepakat ? Repository usulan rencana tiap distrik Database supply-demand Knowledge base (empiris) Konsolidasi KEPUTUSAN Final ? Distribusi kesimpulan Update Learning Bimbingan & musyawarah
  • 65. Dapur Sistem Agromatika
    • Seperti dijelaskan di infrastruktur, dapur sistem agromatika mencakup:
      • Sistem database yang didampingi
        • knowledge base
        • GIS
      • Sistem repository
  • 66. Sistem Database Distrik A Distrik B Distrik C SDM Hrg Vol jenis Hrg Vol jenis C B A SDA Supply Demand Distrik
  • 67. Sistem Database (cont’d)
    • Informasi daya, skala saat ini dan potensi produksi (supply) dan kebutuhan (demand) setiap distrik terhadap tiap jenis komoditas
    • Informasi potensi SDA dan SDM
    • Memudahkan tim agromatika mengetahui informasi rinci tentang:
      • Sumber-sumber komoditas tertentu (query)
      • Total produksi distrik tertentu (query)
      • Total produksi komoditas tertentu seluruh distrik (query)
      • Biaya transport komoditas dari distrik ke distrik tertentu (query + GIS)
      • Laju pertumbuhan produksi komoditas tertentu seluruh distrik (query + knowledge base)
      • Laju pertumbuhan ekonomi daerah tertentu (query +knowledge base)
      • Skala kebutuhan komoditas seluruh distrik yang belum terpenuhi saat ini (query)
      • Daftar distrik yang memungkinkan memenuhi kebutuhan komoditas yang saat ini belum terpenuhi (query +knowledge base)
      • Dll
  • 68. Sistem Database (cont’d)
    • Muatan pokok database:
      • Informasi distrik (dasar)
        • Jenis, volume dan harga komoditas yang dibutuhkan serta distrik asal dan nama produsen (jika perusahaan)
        • Jenis, volume dan harga komoditas yang diimpor serta negara asal dan nama produsen (jika perusahaan)
        • Jenis, volume dan harga komoditas yang diproduksi serta nama produsen (jika perusahaan)
        • Jenis, volume dan harga komoditas/produk yang dijual lokal serta distrik dan nama pembeli (jika perusahaan)
        • Jenis, volume dan harga komoditas/produk yang diexpor serta nama negara dan nama pembeli (jika perusahaan)
  • 69. Sistem Database (cont’d)
    • Muatan pokok database (cont’d):
      • Informasi distrik (extensi)
        • Jumlah penduduk
        • Potensi SDM
        • Potensi SDA (+GIS)
        • Luas dan peta klasifikasi lahan dan pemukiman (+GIS)
        • Kendala lokal
        • Faktor inflasi lokal
  • 70. Sistem Database (cont’d)
    • Muatan pokok database (cont’d):
      • Informasi umum (antar-distrik)
        • Jenis, volume dan harga komoditas yang diimpor
        • Jenis, volume dan harga komoditas yang diexpor
        • Jumlah penduduk
        • Kendala umum
        • Koefisien kebijakan umum (harga BBM, PLN dll)
        • Faktor inflasi umum
  • 71. Sistem Informasi Geografik
    • GIS untuk tahap awal hanya untuk mendukung informasi sbb:
      • Lokasi distrik
      • Jarak dan biaya transportasi antar distrik
    • Untuk perkembangan mendatang, GIS didampingi dengan knowledge base yang sudah matang, bisa menjadi sumber informasi jitu untuk:
      • Perencanaan pengembangan infrastruktur setiap distrik. Para ahli planologi bisa langsung menggunakan informasi dari sistem agromatika sudah merupakan data yang paling akurat.
      • Distribusi wilayah transmigrasi yang lebih akurat. Transmigrasi bisa dilakukan langsung dari distrik ke distrik.
      • De-urbanisasi (ruralisasi) kelebihan penduduk kota-kota besar. Ruraliasi bisa dilakukan langsung ke distrik-distrik tertentu sesuai petunjuk sistem agromatika.
  • 72. Sistem KnowledgeBase
    • Pada tahap awal, knowledge base cukup extensi database yang dilengkapi program-program statistika untuk melakukan:
      • Penyimpulan
        • Berdasarkan korelasi dan deviasi data-data numerik dalam repository maupun database, didukung informasi GIS, dilakukan berbagai pengujian statistik yang sah, dan disimpulkan. Extensi database akan semakin besar karena untuk menyimpan data-data statistik yang mendukung knowledge base. Makin banyak data dikoleksi, makin jitu kesimpulan yang dihasilkan.
      • Ramalan
        • Ramalan atau forecast merupakan analisa lanjutan dari penyimpulan. Penyimpulan berulang secara berkala untuk kasus yang sama di-extrapolasi menjadi ramalan. Makin banyak koleksi penyimpulan sekasus, makin jitu ramalan yang dihasilkan.
  • 73. Sistem KnowledgeBase (cont’d)
    • Penyimpulan
      • Penyimpulan tingkat kelayakan usulan. Dilakukan saat usulan setiap distrik masuk ke repository.
      • Penyimpulan konsistensi kinerja distrik. Dilakukan dengan menghitung selisih angka antara rencana dan aktual baik produksi maupun kebutuhan.
      • Penyimpulan korelasi antara konsistensi kinerja dengan potensi SDM.
      • Penyimpulan laju produktivitas komoditas tertentu
      • Penyimpulan laju konsumsi komoditas tertentu
    • Ramalan (Forecast)
      • Ramalan tingkat produktivitas komoditas tertentu mendatang
      • Ramalan tingkat konsumsi komoditas tertentu mendatang
      • Kemungkinan komoditas baru yang bisa diproduksi setiap distrik berdasarkan potensi SDA dan SDM
  • 74. Masa Awal Agromatika
    • Sistem Agromatika di saat-saat awal akan banyak mengalami berbagai kendala:
      • Kinerja tim agromatika belum optimum.
      • Masyarakat belum tanggap.
      • Kecenderungan penolakan dari masyarakat tertentu karena faktor kultur/budaya.
      • Suasana politik yang kadang kala tidak kondusif.
    • Dari sisi dapur, kinerja awal sistem informasi agromatika mungkin tidak optimal, dikarenakan:
      • Knowledge base belum bisa digunakan karena masih kosong.
      • Isi maupun struktur database mungkin belum sempurna
      • Program-program pendukung mungkin masih perlu perbaikan.
  • 75. Perjalanan Agromatika
    • Setelah beberapa siklus awal terlewati, diharapkan:
      • Dapur sistem informasi agromatika makin sempurna
        • Database makin lengkap
        • Knowledge base mulai bisa dimanfaatkan
        • Kinerja tim distrik dan pusat makin piawai
        • Hasilnya makin kelihatan.
      • Tanggapan masyarakat makin positif
        • Makin menyadari manfaat agromatika
        • Makin mendukung kelancaran kerjasama tim distrik
        • Agromatika menjadi bagian dalam kultur kehidupan.
  • 76. Perjalanan Agromatika (cont’d)
    • Selain meningkatnya aktivitas ekonomi rakyat, manfaat sampingan agromatika a.l:
      • Semua jenis usaha rakyat terpantau dan tercatat.
        • Memudahkan pemerintah menurunkan bantuan pinjaman
      • Distribusi komoditas yang terbimbing secara optimum otomatis membentuk sentra-sentra komoditas yang optimum.
        • Memudahkan pemerintah mengembangkan infrastruktur
      • Tingkat kesejahteraan rakyat di setiap distrik dapat dipantau dengan cermat
        • Memudahkan pemerintah mendistribusi subsidi jika diperlukan.
  • 77. Masadepan Agromatika
    • Setelah mencapai “steady state”, sistem agromatika merupakan tool jitu pemerintah untuk:
      • Manajemen aktivitas ekonomi nasional
      • Manajemen SDA nasional
      • Manajemen SDM nasional (termasuk proyek transmigrasi dan de-urbanisasi)
      • Referensi optimum untuk pembangunan infrastruktur.
    • Manfaat yang lebih signifikan adalah:
      • Meningkatkan aktivitas ekonomi nasional dari hulu ke hilir yang berdampak meningkatnya kesejahteraan umum.
      • Meningkatkan resistensi sistem perekonomian (dampak dari meningkatnya aktivitas ekonomi hulu).
  • 78. Masadepan Agromatika (cont’d)
    • Negeri Nusantara ini akan cepat bangkit menjadi negara maju jika penggelaran sistem agromatika diiringi dengan:
      • Penyelenggaraan sistem informasi pemerintahan yang lengkap, terutama:
        • Sistem kependudukan
        • Sistem perpajakan
      • Perkembangan sistem informasi perbankan yang memadahi
      • Perkembangan infrastruktur mengikuti agromatika.
  • 79. Purbako
  • 80. Bantuan Pemerintah
    • Berkali-kali pemerintah menurunkan bantuan kepada rakyat terutama UKM:
      • KUK
      • PUKK
      • dll
    • Sudah waktunya dievalusai umpan-balik semua program bantuan yang telah dilakukan.
      • Efektif?
      • Pengembalian lancar?
  • 81. Purbako
    • Purbako = Pembinaan Usaha Rakyat dengan Bantuan Kolektif
    • Purbako adalah bagian dari sistem agromatika merupakan metoda pemberian bantuan pemerintah untuk UKM
    • Tujuan Purbako:
      • Membangkitkan gairah rakyat melakukan usaha secara professional
      • Memikat rakyat mendukung agromatika
      • Memudahkan tim agromatika melakukan bimbingan
      • Meningkatkan effektivitas/manfaat bantuan/pinjaman
      • Memudahkan pemerintah/kreditur untuk memantau cicilan pengembalian.
  • 82. Purbako (cont’d)
    • Konsep Purbako
      • Jenis pinjaman: lunak berjangka panjang
      • Sasaran pinjaman: untuk modal usaha (UKM)
      • Debitur adalah rakyat kalangan ekonomi lemah yang siap melakukan usaha kolektif
      • Jenis usaha diutamakan agroindustri
      • Rencana usaha kolektif debitur dinyatakan layak oleh tim agromatika
      • Usaha harus berbadan hukum (PT atau CV)
  • 83. Purbako (cont’d)
  • 84. Purbako (cont’d)
    • Persyaratan debitur:
      • Kolektif beberapa KK dari satu distrik
      • Usaha akan dijalankan oleh tim yang dipilih sendiri oleh para debitur
      • Mengajukan proposal rencana usaha yang dibuat oleh tim yang akan menjalankan usaha dan disetujui para debitur
      • Rencana usaha dinyatakan layak oleh tim agromatika distrik terkait.
      • Para debitur menjadi pemilik usaha
  • 85. Purbako (cont’d)
    • Persyaratan tim yang akan menjalankan usaha:
      • Memiliki kemampuan
        • Intelektualitas cukup
        • Diutamakan yang berpengalaman kerja
        • Dinyatakan layak oleh tim agromatika
      • Bebas catatan kriminal (dari kepolisian)
      • Diutamakan memiliki hubungan keluarga dengan para debitur (calon pemilik usaha)
  • 86. Purbako (cont’d)
  • 87. Manfaat Purbako
    • Purbako memberi angin segar munculnya berbagai UKM yang akan menimbulkan dampak berantai sbb:
      • Menyerap tenaga kerja
      • Menyerap makin banyak bahan baku (agro)
      • Memberi angin segar bagi penyedia bahan baku (petani, peternak, nelayan dll)
    • Dengan bimbingan agromatika, UKM dapat memproduksi komoditas dan mendistribusikan dengan tepat.
  • 88. Purbako  Agromatika
    • Agromatika menguasai sendi-sendi aktivitas ekonomi.
      • Jenis komoditas yang banyak dibutuhkan
      • Distrik-distrik yang membutuhkan
      • Jalur-jalur distribusi
    • Purbako dengan bimbingan agromatika sangat memungkinkan mensukseskan berbagai UKM.
      • Jenis produk tepat
      • Skala produksi tepat
      • Distribusi produk tepat
    • Beberapa UKM sejenis dalam suatu distrik atau beberapa distrik yang berdekatan dengan bimbingan agromatika bisa bergabung menjadi perusahaan besar.
  • 89. Purbako  Agromatika (cont’d)
    • Dalam beberapa siklus, beberapa perusahaan besar yang berasal dari gabungan UKM akan bermunculan.
      • Memperkokoh benteng ekonomi hulu
      • Makin menyerap tenaga kerja
      • Merupakan tambahan target pajak yang cukup signifikan (pemasukan negara)
      • Merangsang UKM lain untuk melakukan penggabungan
      • Secara tidak langsung mendidik masyarakat untuk berorientasi usaha
  • 90. Nusantara Hari Esok
  • 91. Nusantara Saat Ini Database SDA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM Database warga negara
  • 92. Nusantara Saat Ini (cont’d)
    • Sistem informasi terpisah-pisah ( disintegrated ) tidak efektif dan berbiaya tinggi.
    • Merupakan turunan langsung sistem manual tanpa merubah prosedur dan tatacara tradisional.
    • Semakin berkembang semakin sulit dan semakin mahal mengintegrasikannya.
    Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM
  • 93. Peran Agromatika
    • Database agromatika memuat informasi a.l:
      • Aktivitas perekonomian
      • SDA
    • Informasi tsb bisa dimanfaatkan oleh SI pemerintahan, terutama:
      • SI EKUINDAG
      • SI SDA
      • SI perpajakan
    Database supply-demand Knowledge base (empiris) SDA
  • 94. Peran Agromatika (cont’d) Database supply-demand Knowledge base (empiris) Sistem informasi AGROMATIKA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM
  • 95. Peran Agromatika (cont’d) Database supply-demand Knowledge base (empiris) Sistem informasi AGROMATIKA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM
  • 96. Peran Agromatika (cont’d) Database supply-demand Knowledge base (empiris) Sistem informasi AGROMATIKA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM SDA
  • 97. Peran Agromatika (cont’d) Database supply-demand Knowledge base (empiris) Sistem informasi AGROMATIKA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM SDA
  • 98. Peran Final Agromatika
    • Kelak setelah SI pemerintahan Nusantara dimodernisasi, sistem agromatika tetap menjadi bagian unik yang tidak dimiliki oleh SI pemerintahan lain.
    • Atau sebaliknya, jika sistem agromatika dikelola secara professional, maka pada saatnya, perkembangan SI agromatika akan mencakup sebagian SI pemerintahan. Dengan demikian secara evolusi SI agromatika akan menjembatani terintegrasinya SI pemerintahan.
  • 99. Peran Final Agromatika (cont’d) Database SDA Sistem informasi adm pemerintahan Sistem informasi kriminalitas Sistem informasi EKUINDAG Sistem informasi perPAJAKan Sistem informasi SDA Sistem informasi hukum Sistem informasi HANKAM Database warga negara Database supply-demand Knowledge base (empiris) Sistem informasi AGROMATIKA
  • 100. Diskusi dan Tanya-jawab