Keputusan Mayor Persediaan Barang – ManajemenFarmasi3. KEPUTUSAN MAYOR KONTROL PERSEDIAAN BARANGDiskon tunai adalah pengur...
Contoh ini menunjukkan mengapa hal itu perlu diperhatikan jika memanfaatkan diskon tunai.Jika pembeli sangat mempertimbang...
berarti kerugian nilai ekonomis yang besar serta dapat menyebabkan kehilangan pihak-pihakyang terlibat.Manajer apotik haru...
manajer dengan mematuhi untuk menjaga inventarisasi. Yang lainnya termasuk:     1. Mempertahankan variasi persediaan – jan...
bisa menunjukkan hal yang tak berarti. Namun, biaya modal mewakili keputusan yangmendasar mengenai apakah akan berinvestas...
mengalami pergerakan yang sangat cepat untuk rata-rata persediaan yang ada.Omset persediaan dihitung dengan membagi rata-r...
Tabel 19-2 menunjukkan data statistik proses operasi yang terpilih dari dua kelompok farmasisyang jumlahnya banyak dalam m...
Meskipun system control persediaan barang bisa dan akan menjadi penghasilan untuk                                   memenu...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Keputusan Mayor Persediaan Barang – Manajemen Farmasi

1,338

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • BUKA PRODUK-PRODUK PASUTRI YANG DIREKOMENDASIKAN OLEH BOYKE DIAN NUGRAHA, RESMI BPOM :

    Buka di sini untuk Gasa : http://jamukuatalami.wordpress.com/gasa-gagah-perkasa/


    Buka untuk Foredi di sini : http://jamukuatalami.wordpress.com/



    Buka untuk Ladyfem di sin : http://jamukuatalami.wordpress.com/ladyfem/




    Buka Untuk Tisu Majakani di sini :http://jamukuatalami.wordpress.com/tisu-majakani/



    Buka untuk Pengencang Payudara di sini : http://jamukuatalami.wordpress.com/oris-breast-cream/



    Buka UNtuk Abe Cell di sini : http://jamukuatalami.wordpress.com/abe-cell/



    Thanks
    Best Regards
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
1,338
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
34
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Keputusan Mayor Persediaan Barang – Manajemen Farmasi"

  1. 1. Keputusan Mayor Persediaan Barang – ManajemenFarmasi3. KEPUTUSAN MAYOR KONTROL PERSEDIAAN BARANGDiskon tunai adalah pengurangan harga yang ditawarkan kepada orang-orang yang membayartagihan mereka tepat pada waktunya. Mereka ditawarkan oleh pemasok karena diskon tunai itubisa mengamankan uang mereka dengan mengurangi risiko kredit dan kerugian dari kreditmacet. Mereka juga mengizinkan pemasok untuk menginvestasikan atau menanam uangkembali dari awal pembayaran tagihan atau menggunakannya untuk membayar tagihan merekasendiri.Hal ini perlu diperhatikan jika berurusan dengan pemasok yang menawarkan diskon tunaiterbaik. Ketentuan kredit dari pemasok biasanya bervariasi dari 30 hingga 90 hari dan sampaidengan 6 bulan dalam kasus khusus. Diskon tunai sering didapatkan jika tagihan dibayar dalam10 hari.Ketentuan penjualan diberikan sebagai “2/10, net 30? atau “2/10 n/30,” berarti pemasokmemberikan diskon tunai 2% jika tagihan dibayar dalam 10 hari dari tanggal faktur. Angka 30mewakili jumlah hari dalam pembayaran yang harus dilakukan. Ketentuan penjualan diberikansebagai “2/10 E.O.M. n/30? berarti waktu penentuan tanggal tidak dimulai sampai akhir bulan(E.O.M.) dari tanggal yang ditunjukkan pada faktur. Jika pembeli mempunyai uang, pembayaransebaiknya dilakukan dalam waktu 10 hari dari tanggal faktur atau akhir bulan karena perkiraandiskon tunai sebesar 36% per tahun. Contoh perkiraan lain dari diskon tunai, tersediaberdasarkan tahun seperti :1% dalam 10 hari, net 30 hari 18% per tahun2% dalam 10 hari, net 60 hari 14% per tahun2% dalam 30 hari, net 60 hari 24% per tahun3% dalam 10 hari, net 30 hari 54% per tahun3% dalam 10 hari, net 60 hari 21% per tahun 1/8
  2. 2. Contoh ini menunjukkan mengapa hal itu perlu diperhatikan jika memanfaatkan diskon tunai.Jika pembeli sangat mempertimbangkan risiko kredit, pemasok biasanya akan membutuhkanCOD (kas pada pengiriman).Walaupun manfaat dalam mengambil diskon tunai sangat besar, ada juga beberapa kerugianyang sama pentingnya. Tidak semua diskon tunai mewakili transaksi yang bagus – tergantungperbedaan waktu dan persentase yang ditawarkan. Bagaimanapun yang lebih penting, adalahpengaliran uang dalam transaksi ini yang cenderung menjadi penyebab. Rancangan untukmempercepat arus masuk kas pada pemasok, mereka melayani untuk mengosongkan sumberpenghasilan kas. Jika apotik sedang mengalami kekurangan arus kas, diskon ini akanmemperbesar frekuensi dan kepelikan masalah.Diskon trade (atau fungsional) yang diberikan kepada perantara atau orang lain yang bertindakdalam lingkup kegiatan layanan pendistribusian yang sebaliknya harus dilakukan olehprodusen. Misalnya, sebuah produsen bisa memberikan diskon 40% dan 10% dari daftar hargasebesar $5 untuk pedagang grosir/besar (tengkulak). Potongan 40% dan 10% akan diterimaoleh pedagang besar, yang kemudian berlalu pada 40% untuk pengecer. Dengan demikian,setiap item seharga $5, tengkulak akan membayar $2.70 [$5 - (0.40 x $5) = $3, dan $3 - (0.10 x$3) = $2.70], dan pengecer akan membayar $3 [$5 - (0.40 x $5) = $3]. Metode umum daridiskon daftar harga ini relatif populer, meskipun bentuk yang sebenarnya bervariasi dariprodusen ke produsen.Diskon promosi (atau pemberian uang untuk suatu maksud) dapat diberikan untuk menjalankanperiklanan tertentu, penjualan, atau kegiatan merchandising, misalnya, melebihkan etalase danruang display interior, untuk mempromosikan sebuah produk. Berbagai jenis tunjangantermasuk pembayaran tunai sesungguhnya atau tambahan sejumlah “barang gratis.” Bagianpenghematan ini seringkali ditujukan untuk konsumen.Kebijakan pengembalian barang khususnya ditetapkan oleh produsen dan pedagang besar.Kebijakan ini menunjukkan kondisi barang yang akan diterima kembali dari apotik. Manajerapotik harus sepenuhnya menyadari kualitas barang seperti apa yang memenuhi kebijakanpengembalian barang dan batasan waktu seperti apa yang berlaku. Untuk menjaga sistempengembalian barang, pengembalian seharusnya dilakukan secara teratur, pada waktu-waktutertentu.Aspek hukum pembelianKetentuan dalam pembelian harus menurut hukum yang sama seperti bunyi teori ekonomi.Ketentuan penjualan yang menurut hukum disangsikan atau diragukan dapat membawamasalah antara pembeli dan penjual, kekacauan tentang hak dan kewajiban dari pihak yangterlibat, dan banyaknya biaya serta waktu yang diperlukan untuk mengajukan perkara ke prosespengadilan. Jelasnya, ketentuan yang tidak menguntungkan dalam proses pengadilan dapat 2/8
  3. 3. berarti kerugian nilai ekonomis yang besar serta dapat menyebabkan kehilangan pihak-pihakyang terlibat.Manajer apotik harus menjaga arus perundang-undangan yang berkaitan dengan ketentuanpembelian dan persediaan. Ini merupakan suatu kebenaran pada hari ini dalam kerumitan yangtinggi dan lamanya perubahan lingkungan apotik, terutama dilihat dari meningkatnya campurtangan pemerintah dalam apotik. Dalam beberapa situasi dimana kesahan dari ketentuanpenjualan, kontrak, atau praktek bisnis yang kelihatannya ragu-ragu atau kontroversial,penasehat hukum-lah yang seharusnya diperiksa.Keputusan penting dalam kontrol persediaanKontrol persediaan adalah suatu proses pengelolaan persediaan dalam rangka untukmemenuhi permintaan konsumen dengan biaya serendah mungkin dan dengan investasi yangminimal. Tidak seperti kebanyakan faktor dalam manajemen apotik, persediaan ini diawasi olehmanajemen. Manajer apotik yang berhak menentukan berapa banyak investasi persediaanyang dibuat, kapan melakukan pemesanan kembali, dan dalam menentukan jumlah.Biasanya, investasi terbesar di apotik pengecer independen rata-rata adalah barang inventaris,dan, dengan demikian, pengontrolannya secara signifikan mempengaruhi keuntungan.Keberhasilan implementasi program pengontrolan persediaan memerlukan laporan sepertipembelian barang yang setara dengan penjualan, variasi musiman, mengubah polapenggunaan, dan pemantauan untuk barang curian. Tantangan dari manajemen persediaanyang produktif adalah mendorong ke arah yang lebih baik dalam penjualan sambil tetapmenjaga investasi pada tingkat yang paling rendah dengan layanan konsumen yang memadai.Pentingnya sistem kontrol persediaan dijelaskan oleh perusahaan Playing Card U.S.Perusahaan itu merupakan pembuat kartu yang terbesar dan tertua di dunia. Di AmerikaSerikat, perusahaan itu mempunyai sekitar 65% sampai 70% dari pangsa pasar dan di seluruhdunia, sekitar 45%. Di seluruh dunia, perusahaan itu membuat sekitar 220,000 bungkus kartusetiap hari. Antara pabriknya di Cincinnati dan spanyol, perusahaan itu membuat sekitar 75 jutabungkus. Tentu saja, persediaan tersebut melibatkan biaya yang tinggi. Sesungguhnya, biayapersediaan perusahaan itu terlalu tinggi sehingga tampak pada sistem kontrol persediaannya.Hingga baru-baru ini, perusahaan itu tidak memiliki sistem kontrol produksi persediaan.Persediaan ini ditumpuk dimana-mana. Dengan sistem kontrol persediaan baru, Playing CardU.S. melihat perusahaan mendapat keuntungan yang melambung dan sekali perusahaan jatuhdari waktu yang buruk ke yang lebih baik.Dalam usaha untuk mengontrol persediaan, manajer sering condong ke arah menjaga tingkatpersediaan pada sisi yang tinggi, sekalipun begitu investasi terbesar (memberikan sejumlahkeuntungan yang tetap) meningkatkan risiko dan hasil yang lebih rendah kembali padainvestasi dolar. Ini merupakan salah satu dari permintaan yang bertentangan yang dibuat 3/8
  4. 4. manajer dengan mematuhi untuk menjaga inventarisasi. Yang lainnya termasuk: 1. Mempertahankan variasi persediaan – jangan membuat persediaan yang terlalu sedikit untuk barang yang fast moving. 2. Meningkatkan omset persediaan – jangan mengorbankan tingkat pelayanan. 3. Menjaga persediaan serendah mungkin – jangan mengorbankan pelayanan. 4. Berusaha memperoleh harga yang lebih rendah dengan volume pembelian yang lebih besar – tidak berakhir dengan barang yang slow moving. 5. Memiliki persediaan yang cukup – namun jangan sampai kadaluarsa.Keberhasilan manajemen inventarisasi melibatkan usaha secara bersamaan untukmengimbangi biaya inventarisasi dengan manfaat dari inventarisasi. Banyak pemilik bisnis kecilsering gagal untuk mengerti sepenuhnya biaya sebenarnya dari membawa inventarisasi , yangmeliputi tidak hanya biaya penyimpanan langsung, asuransi, pajak, dll, tetapi juga biaya dariuang yang terikat dalam inventarisasi. Inventarisasi juga terikat modal, yang bisa menyiksafarmasi dan mengakibatkan krisis tunai yang berat. Pengelolaan inventarisasi yang baikmeningkatkan layanan konsumen, meningkatkan penjualan, meningkatkan keuntungan, danmeningkatkan modal kerja tanpa harus meminjam uang.Penentuan kontrol seperti apaMeskipun pentingnya kontrol persediaan dalam keseluruhan pengelolaan aset milik apotik, tidakada yang menyangkal bahwa kegiatan ini dapat memakan waktu dan biaya. Dan tidak jarangditemukan kesamaan sebagian besar pendukung yang tak menyerah dalam menghabiskansebagian besar waktu untuk mengontrol pengawasan inventarisasi daripada mereka akan rugidengan sistem yang kurang efisien. Pada umumnya, bagaimanapun, hal ini berkemungkinanbesar menunjukkan persediaan tidak sedang dikontrol untuk tingkat yang seharusnya, danmenyimpan keuntungan yang hilang.Sebuah langkah awal dalam proses kontrol persediaan adalah menentukan perkiraan biayayang dibutuhkan dalam persediaan. Biaya ini meliputi pengeluaran sebagai biaya penyimpanan(pajak, asuransi, sewa), risiko persediaan (kerusakan persediaan, pencurian dan kemalingan,penurunan harga) dan hilangnya kesempatan dari biaya yang terkait dengan modal yangmengikat. Telah jelas, banyaknya biaya ini sulit ditentukan dengan tepat. Meskipun demikian,ada kemungkinan bisa diperkirakan sebagian besar untuk pengambilan keputusan manajemen.Biaya modal dan peluang merupakan yang paling penting dari hubungan itu dengan pemegangpersediaan. Dengan investasi dalam persediaan, pemakaian lain untuk uang yang hilang –penggunaan yang dapat memberikan penghasilan yang lebih besar. Yang paling seringdigunakan patokan untuk mengukur biaya modal adalah suku bunga yang berlaku. Idealnya,pengukuran ini seharusnya ditujukan untuk sebuah investasi dengan risiko yang sebanding,tetapi hal itu jarang terjadi. Akibatnya, beberapa hampir bebas risiko investasi, seperti tagihankas, yang sering digunakan sebagai gantinya.Terkait erat dengan biaya modal yang merupakan peluang biaya penggunaan ruang untuksalah satu jenis barang dagangan daripada yang lain. Saat ini perbedaan antara biaya-biaya ini 4/8
  5. 5. bisa menunjukkan hal yang tak berarti. Namun, biaya modal mewakili keputusan yangmendasar mengenai apakah akan berinvestasi dalam persediaan, sedangkan peluang biayamenyangkut persediaan jenis apa yang diadakan.Terlepas dari biaya yang sebenarnya yaitu pengadaan barang yang spesifik dalam persediaan,ada sedikit keraguan untuk beberapa barang yang lebih perlu dikontrol daripada barang yanglain. Beberapa biaya yang berlebih, dan oleh karena itu mewakili investasi keuangan yang lebihbesar. Beberapa tanggal hanya memiliki masa pakai yang relatif pendek, dan lainnya bisamenjadi alasan yang penting.Karena ini, inventarisasi dapat diberi label sebagai barang dagangan A, B, atau C. Inimemberikan pengenalan terhadap pentingnya berbagai jenis inventarisasi farmasi. Akibatnya,penggolongan barang dagangan ke dalam barang A, B, dan C memungkinkan manajer farmasiuntuk mengidentifikasi lebih baik lagi dan mengontrol barang yang lebih penting. Sepertiditunjukkan dalam Gambar 19-1, persentase yang relatif kecil dari total barang dagangan akanmewakili persentase yang sangat besar dari investasi dolar dalam inventarisasi. Misalnya,sekitar 20% dari barang inventarisasi seharusnya menerima banyak perhatian lebih besardaripada 80% sisanya sejak merekamenghitung untuk 90% atau lebih dari investasiinventarisasi. Hilangnya kontrol atas beberapa barang ini merupakan masalah yang lebih seriusdaripada hilangnya kontrol atas sejumlah besar barang yang lain.Barang dagangan akan betul-betul dipertimbangkan yang paling penting dalam pengontrolan.Biasanya, ini meliputi inventarisasi bagian peresepan, tingginya biaya di awal dan akhir barangdagangan, dan pertimbangan dasar secara tradisional dalam ruang lingkup farmasi (misalnya,menggunakan narkoba [OTCs] seperti aspirin, sirup batuk, dan antasida). Tentu saja,inventarisasi bagian peresepan pada umumnya adalah yang paling penting karena mahal,dasar untuk menyimpan operasi, dan memiliki batasan shelf life. Bagaimanapun, tingginyabiaya di awal dan akhir barang dan kebutuhan tersebut digunakan sebagai gambaranpenyimpanan yang harus dikontrol sehati-hati mungkin. Dengan demikian, barang A iniseharusnya menjadi perhatian yang utama dari upaya manajer farmasi untuk mengontrolinventarisasi.Barang C, di sisi lain, akan dianggap kurang penting untuk dikontrol, dan tidak layakmenggunakan sistem terperinci yang digunakan untuk mengontrol barang A. Biasanya barangC ini menjadi barang yang tidak terlalu mahal yang bernilai untuk investasi dolar yang kecildalam inventarisasi, dan tidak memerlukan ruang khusus yang besar. Barang B akanditempatkan dipertengahan, dan kontrolnya tergantung pada biaya dari kontrol inventarisasiyang sebenarnya.Pengukuran omset persediaanSalah satu cara menilai keefektifan sebuah sistem kontrol persediaan yaitu omset. Omsetpersediaan mewakili rata-rata waktu persediaan itu terjual dan tergantikan lagi selama jangkawaktu yang diberikan (biasanya setahun). Pada umumnya, omset yang tinggi menunjukanbahwa tingkat penjualan barang dagangan itu relatif baik untuk rata-rata jumlah penyimpananpersediaan dalam stok. Omset yang rendah menunjukkan bahwa barang dagangan itu tidak 5/8
  6. 6. mengalami pergerakan yang sangat cepat untuk rata-rata persediaan yang ada.Omset persediaan dihitung dengan membagi rata-rata persediaan yang terjual berdasakandasar dari dolar penjualan pengecer, biaya, atau unit barang. Omset persediaan dihitersediaanmenilai dihitung dengan membagi rata-rata penjualan ke inventarisasi. Rumus dibawah ini akanmemberikan omset persediaan yang identik pada situasi:IRT = S = SC = UAIRD AIC AIUDi mana IRT = omset persediaan; S = dolar penjualan bersih; SC = biaya penjualan (atau biayadari penjualan terbaik); U = jumlah unit yang terjual; AIRD = rata-rata persediaan di pengecer;AIC = rata-rata biaya persediaan dan AIU = rata-rata persediaan dalam unit satuan.Untuk menggambarkan bagaimana rumus ini bekerja, anggaplah penjualan farmasi 300 widgetdalam setahun. Biaya widget total adalah $3,000 dan farmasi mempunyai penjualan bersihsebesar $6,000. Jika rata-rata persediaan yaitu 50 widget seharga $500 dan dinilai dengandasar pengecer seharga $1,000, maka:Berdasarkan ‘Lilly Digest’, bahwa ‘Turnover Rate’ untuk pemeliharaan peningkatan totalpenjualan bahkan meningkatkan investasi dalam bentuk dolar lebih dulu. Pada tahun 1989.sebagai contoh, farmasis dengan penjualan dibawah 400,000 dolar mendapatkan ‘TurnoverRate’ sebesar 4.3 kali dalam satu tahun, sementara farmasis dengan penjualan 500,000 dolarsampai 600,000 dolar mendapatkan ‘Turnover Rate’ sebesar 5.2 kali setiap tahunnya, danfarmasis dengan penjualan melebihi 1 juta dolar mendapatkan ‘Turnover Rate’ sebesar 5.9kali.‘Turnover Rate’ dapat digunakan sebagai kontrol untuk tujuan standar inventarisasi.Standar Turnover dapat dikempangkan oleh masing-masing farmasis adau dari industri yangseperti dijelaskan oleh ‘Lilly Digest’. Setelah menetapkan standar Turnover, manajer farmasiharus membedakan dengan inventarisasi terbaru yang ada pada standar industri agar farmasismemiliki banyak jumlah penjualan dalam satu tahun dan melakukan analisis deviasi dari standaryang ada. 6/8
  7. 7. Tabel 19-2 menunjukkan data statistik proses operasi yang terpilih dari dua kelompok farmasisyang jumlahnya banyak dalam menjalankan metode ‘Turnover Rate’ dan dengan ‘TurnoverRate’ yang rendah. Data menunjukkan bahwa dengan mengontrol nilai investasi danmembiayai ‘Turnover Rate’ yang tinggi, farmasis dapat meningkatkan pendapatan mereka daripersen total penjualan. Berdasarkan pengamatan pada ‘Lilly Digest’, farmasis padakelompok Turnover yang tinggi memiliki nilai inventaris yang lebih rendah dari persenpenjualan. Namun, harga barang penjualannya lebih tinggi, kesimpulannya gross marginnyalebih rendah dibanding pada farmasis kelompok Turnover yang sedikit. Rendahnya grossmargin dapat dikompensasikan dengan menurunkan biaya asosiasi dengan inventarisasi yangkecil. Karena denga control yang demikian, farmasis dengan kelompok “Turnover Rate’ yangbanyak akan menghasilkan pemasukan sebagai persen total pendapatan yang banyak pula.3.3 The Economic Order Quantity (EOQ)Satu terbaik yang diketahui modelnya untuk control persediaan barang pada kuantitaspelayanan ekonomi (EOQ). Manfaat pada model ini ada 2 yaitu: usaha memperoleh harga danpengaruh harga.Procurement cost meliputi pembuatan daftar permintaan, menulis pesanan, menerima danmemeriksa barang-barang, melengkapi transaksi pembelian, dan menyimpan bukti pembelian.Biasanya biaya yang dibutuhkan adalah tetap, tanpa memperhatikan jumlah pesanan.Carrying cost meliputi beberapa item, seperti bunga, asuransi, pajak, penyusutan, kerusakan,kadaluarsa, pemeliharaan, dan pergudangan. Bunga biasanya dapat menjadi nilai tertinggi bilajumlah inventarisasinya besar. Karena porsi yang signifikan dari pekerjaan farmasis untukmenentukan inventarisasi tersebut, penyusutan yang kecil dapat terjadi pada peningkatan yangsignifikan tadi, dan akan mengurangi jumlah uang yang digunakan untuk melakukan pembelian.Bahkan jika farmasis tidak membeli sejumlah barang untuk inventarisasi, itu akanmenguntungkan untuk mengurangi tingkat inventarisasi dan uang dapat diinvestasikan dalambentuk yang lain.Rumus untuk perhitungan EOQ adalah EOQ = dimana D = kebutuhantahunan; PC = pembanyaran suatu tempat dalam satu pemesanan; ICC = pembayaranpenyimpanan persediaan barang; dan UC = pembayaran unit pada tiap jenis.Model EOQ adalah tergantung dari tiga asumsi dasar, yaitu: 1. Perusahaan tahu dengan pasti penggunaan item khusus setiap tahunnya yang telah tertulis dalam buku inventarisasi. 2. Penggunaan item tidak berubah setiap tahunnya. 3. Pesanan ditempatkan untuk melengkapi inventarisasi yang diterima di waktu yang tepat ketika barang sedang kosong.3.4 Penentuan metode pada control persediaan barang 7/8
  8. 8. Meskipun system control persediaan barang bisa dan akan menjadi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik pada apotek yang khusus, mereka bisa menjadi golongan yang menyenangkan seperti keberadaan visual, berkala atau system yang berkesinambungan. 3.5 Pergerakan persediaan barang secara lambat Keuntungan yang efisian pada system control persediaan barang tidak selalu dalam informasi yang biasa untuk keputusan pembeliaan. Ini biasanya gawat karena penggolongan pergerakan persediaan barang yang lambat itu tidal terlalu membutuhkan percobaan penilaian modal. Untuk produk yang akan diperdagangkan dengan pergerakan yang lambat, ada beberapa pilihan yang dapat digunakan, antara lain: Potongan harga special pada saat penjualan Menggunakan penampilan special point of purchase Penempatan barang yang akan dijual selanjutnya untuk jenis jual cepat Pemberian barang sebagai special of the week Pemberian barang sebagai closeouts Memberikan barang untuk kebaikan dan membicarakan harga yang tidak karuan Pengembalian barang pada pemasok 3.6 Bar coding Bar coding adalah teknologi automatic identifikasi itu memberikan data waktu yang tepat untuk menjadi dengan tepat dan cepat. Kombinasi dengan menyediakan hardware dan software computer, itu memberikan apotek keuntungan untuk mengembangkan control persediaan barang. (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=389919747724602"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk")); 8/8Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

×