Your SlideShare is downloading. ×
Sosiologi
Sosiologi
Sosiologi
Sosiologi
Sosiologi
Sosiologi
Sosiologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sosiologi

2,317

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,317
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Sejak lahir kita telah berhubungan dengan orang tua. Makin bertambah usia, makin luas pula pergaulan dengan manusia lain dalam masyarakat. Kita juga menyadari bahwa kebudayaan dan peradaban saat ini merupakan hasil pengalaman dimasa lalu. Secara sepintas, kita pun mengetahui bahwa dalam berbagai hal, kita mempunyai sifat- sifat yang khas berlaku bagi diri kita sendiri. Semua ini merupakan pengetahuan sosiologis. Bentuk umum proses social adalah interaksi social yang juga merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas social. Bentuk lain dari proses social hanya merupakan bentuk-bentuk khusus dari interaksi social karena interaksi social merupakan hubungan social yang dinamis yang terkait hubungan antara perorangan, antara kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia. Apabila dua orang bertemu, interaksi social dimulai pada saat itu. Mereka saling menegur dan berjabat tangan, ini merupakan bentuk interaksi social. Walaupun orang-orang yang bertemu tidak saling berbicara atau tidak saling tukar tanda, interaksi social telah terjadi karena masing- masing sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan dalam perasaan maupun syarafnya. Semua ini menimbulkan kesan dalam pikiran seseorang yang kemudian menentukan tindakan apa yang akan dilakukannya.1.2 Rumusan Masalah - Apakah yang dimaksud dengan Sosiologi dan Keperawatan? - Bagaimana cara seorang perawat agar dapat menerapkan ilmu sosiologi dalam pekerjaannya? - Apakah yang dimaksud dengan dinamika dan Dinamika Kesehatan?1.3 Tujuan Penulisan - Mahasiswa memahami arti dari Sosiologi Keperawatan dan Dinamika Kesehatan. - Mahasiswa mengetahui penerapan ilmu sosiologi dalam melaksanakan pekerjannya khususnya sebagai seorang perawat 1 Makalah Sosiologi | Sosiologi Keperawatan dan Dinamika Kesehatan
  • 2. BAB II TINJAUAN TEORI2.1 Pengertian Sosiologi Pengertian sosiologi dan lingkup sosiologi dapat ditinjau secara umum dan menurut beberapa ahli. Pengertian dan lingkup sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni hubungan antara manusia dan manusia, manusia dan kelompok, kelompok dan kelompok, baik secara formal maupun informal, atau secara statis maupun dinamis. Menurut beberapa ahli, ada beberapa pendapat mengenai sosiologi diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Auguste Comte (1498 – 1853). Terdapat tiga tahap perkembangan intelektual yang tiap tahapnya merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya. Tahap pertama disebut tahap teologis atau tahap fiktif, yaitu suatu tahap ketika manusia menafsirkan gejala-gejala disekelilingnya secara teologis, yaitu dengan kekuatan yang dikendalikan roh dewa-dewa atau Tuhan Yang Maha Kuasa. Penafsiran ini penting bagi manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang memusuhinya dan untuk melindungi dirinya dari factor-faktor yang tidak terduga. Tahap kedua meruakan perkembangan dari tahap pertama, yaitu tahap metafisik ketika manusia masih menganggap bahwa gejala-gejala didunia disebakan oleh kekuatan-kekuatan yang berada diatas manusia. Ditahap ini, menusia berusaha untuk mencari sebab dan akibat dari gejala-gejala yang terjadi. Tahap terakhir adalah tahap positif. Terdapat perbedaan yang nyata dibandingkan dengan tahap- tahap sebelumnya karena ditahap positif, manusia sanggup untuk berfikir secara ilmiah dan ilmu pengetahuanpun mulai berkembang. 2. Max Weber (1864 – 1920). Ia menyatakan bahwa semua bentuk organisasi social harus diteliti menurut perilaku warganya, yaitu kesamaan motivasi dengan harapaknik yang digunakan dalam mengetahui dan menggali harapan-harapan warga lain tersebut. 3. John Locke. Manusia pada dasarnya mempunyai hak asasi yang berupa hak untuk hidup, kebebasan, dan hak atas harta benda. Kontak antara warga masyarakat dan pihak yang mempunyai wewenang masyarakat dan pihak yang mempunyai wewenang atas dasar factor pamrih. Bila pihak yang mempunyai wewenang gagal dalam memenuhi syarat-syarat kontrak, warga masyarakat berhak untuk memilih pihak lain.2.2 Pengertian Dinamika Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap setiap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan 2 dapat berubah. Definisi dinamika atau dalam bahasa Inggrisnya Dynamics adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak dan gaya penyebabnya. Ilmu ini diketemukan pertama kali Makalah Sosiologi | Sosiologi Keperawatan dan Dinamika Kesehatan
  • 3. oleh Galileo (1564 – 1642). Menurut Galileo, bila sebuah benda dibiarkan sendiri, makaakan bergerak lurus beraturan dan akan berhenti pada suatu titik. Pernyataan ini dikenalsebagai prinsip Galileo, yang secara kuantitatif dirumuskan oleh Sir Isaac Newton dalamhukumnya yang pertama. Dalam sosiologi, dinamika sosial diartikan sebagai keseluruhan perubahan dariseluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Dinamika kelompok berasal darikata dinamika dan kelompok. Keterkaitannya dengan interaksi adalah interaksimendorong terbentuknya suatu gerak keseluruhan antara komponen masyarakat yangakhirnya menimbulkan perubahan-perubahan dalam masyarakat aik secara progresifataupun retrogresif. Wujud konkret dari dinamikasosial antara lain perubahan jumlah penduduk,perubahan kualitaspenduduk, perubahan struktur pemerintahan, perubahanmatabpencaharian, perubahan komposisi penduduk, dan lain-lain. Jika kitapisahkan Dinamika berati interaksi atau interdependensi antara kelompok satu denganyang lain, sedangkan Kelompok adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi danmempunyai tujuan bersama. 3 Makalah Sosiologi | Sosiologi Keperawatan dan Dinamika Kesehatan
  • 4. BAB III PEMBAHASAN3.1 Sosiologi Keperawatan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga kelompok dan masyarakat, baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari – hari secara mandiri. Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada pasien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Asuhan keperawatan dilaksanakan menggunakan metodologi pemecahan masalah melalui pendekatan proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, dilandasi etik dan etika keperawatan dalam lingkup wewenang serta tanggung jawabnya. Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional melalui kerjasama dengan pasien baik individu, keluarga, kelompok/komunitas dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup dan tanggung jawabnya. Bantuan keperawatan diberikan agar indvidu, keluarga, kelompok dan komunitas dapat mandiri dalam memelihara kesehatannya sehingga mampu berfungsi secara optimal. Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional bersifat humanistik terintegrasi didalam pelayanan kesehatan, dapat bersifat dependen, independen dan interdependen serta dilaksanakan dengan berorientasi kepada kebutuhan objektif pasien. Perawat sebagai tenaga profesional pemula mempunyai kemampuan baik intelektual, teknikal, interpersonal dan moral ,bertanggungjawab dalam melaksanakan pelayanan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangan dan aturan yang berlaku. Arti penting penerapan sosiologi dibidang keperawatan. Asuhan keperawatan adalah factor penting dalam survival klien dan dalam aspek-aspek pemeliharaan, rehabilitative, dan preventif perawatan kesehatan. Untuk sampai pada hal ini, profesi keperawatan telah mengidentifikasi proses pemecahan masalah sebagai berikut. 1. Data dasar pasien, meliputi pengkajian mencakup data yang dikumpulkan melalui wawancara, pengumpulan riwayat kesehatan, pengakjian fisik pemeriksaan laboratorium diagnostic, serta tinjauan catatan sebelumnya. 2. Prioritas diagnostic keperawatan, untuk memudahkan penurutan diagnosis keperawatan sebagai pedoman rencana keperawatan. 3. Pemulangan klien sesuai dengan kondisi kesehatan yang diharapkan. Perawat sebagai anggota tim kesehatan menggunakan diagnosis keperawatan 4 dalam memberikan asuhan keperawatan. Diagnosis keperawatan dikelompokkan berdasarkan tingkat kebotuhan dasar manusia yang merupakan perpaduan beberapa teori, terutama hierarki kebutuhan Maslow dan filosofi perawatan dini. Selain itu, perawat juga Makalah Sosiologi | Sosiologi Keperawatan dan Dinamika Kesehatan
  • 5. memerlukan ilmu pengetahuan keahlian dibidang lain dalam menerapkan asuhan keperawatan, misalnya kedokteran, farmasi, gizi, kesehatan lingkungan, dan ipoleksosbud.3.2 Dinamika Kesehatan Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek. Golongan masyarakat yang dianggap teranaktirikan dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih rumit, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri. Sistem kesehatan di dunia saat ini berkembang semakin kompleks. Terdapat dinamika dalam hubungan antara peran pemerintah, pendanaan, kebijakan desentralisasi kesehatan, pengaruh sistem pasar dalam pelayanan kesehatan, berkembangnya teknologi kedokteran, meningkatnya penyakit-penyakit tidak menular dalam situasi penyakit menular yang masih tinggi, tuntutan masyarakat yang semakin besar, pengaruh internasional, sampai ke reformasi kesehatan. Perkembangan-perkembangan tersebut, tanpa pengelolaan yang baik dapat mempunyai dampak negatif terhadap status kesehatan masyarakat. Dalam era desentralisasi, Dinas Kesehatan merupakan lembaga strategis di daerah untuk menetapkan berbagai kebijakan kesehatan dan pelayanan kesehatan serta manajemen kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan adalah pemimpin yang harus mengelola lembaganya yang dalam desentralisasi menjadi lebih terbuka dan sensitif terhadap perubahan politik di daerah. 5 Makalah Sosiologi | Sosiologi Keperawatan dan Dinamika Kesehatan
  • 6. BAB IV PENUTUP4.1 Kesimpulan Proses social adalah langkah awal untuk mempelajari sosiologi. Sesungguhnya secara tidak sadar, kita semua telah mengetahui walaupun hanya sedikit tentag sosiologi. Selama hidup, kita telah menjadi anggota masyarakat yang telah mempunyai pengalaman dalam hubungan social atau hubungan antar manusia. Sejak lahir kita telah berhubungan dengan orang tua. Makin bertambah usia, makin luas pula pergaulan dengan manusia lain dalam masyarakat. Kita juga menyadari bahwa kebudayaan dan peradaban saat ini merupakan hasil pengalaman dimasa lalu. Secara sepintas, kita pun mengetahui bahwa dalam berbagai hal, kita mempunyai sifat-sifat yang khas berlaku bagi diri kita sendiri. Semua ini merupakan pengetahuan sosiologis. Dinamika kesehatan merupakan suatu proses atau usaha penyesuaian diri seorang individu yang berubah-ubah untuk mempertahankan tingkat kesehatannya secara optimal.4.2 Saran Dengan adanya makalah ini, kami menyarankan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang terdapat didalamnya pada setiap kegiatan yang dilakukan setiapharinya oleh mahasiswa. 6 Makalah Sosiologi | Sosiologi Keperawatan dan Dinamika Kesehatan
  • 7. DAFTAR PUSTAKAhttp://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2109878-pengertian-dinamika/#ixzz1sY3N4Gcbhttp://books.google.co.id/books?id=LWQF-z493bsC&pg=PA1&lpg=PA1&dq=pengertian+sosiologi+keperawatan&source=bl&ots=IZQgF86436&sig=fIQ3g2rsXWibEx-PskoAK-KEfpY&hl=en&sa=X&ei=FW-PT-3AJcHirAeB24GkBQ&sqi=2&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20sosiologi%20keperawatan&f=falsehttp://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan 7 Makalah Sosiologi | Sosiologi Keperawatan dan Dinamika Kesehatan

×