Copy of metode penelitian 5+6

  • 1,829 views
Uploaded on

kuliah dan kuliah

kuliah dan kuliah

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,829
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
68
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. METODE PENELITIANDr. Bagus Nurcahyo, SE., MM.
  • 2. MENGAPA PERLU DESAIN RISET ?• Digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian.• Desain penelitain akan berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian.
  • 3. Kita dapat mengelompkan desain penelitian dilihat dari berbagai sudut pandang.1. Desain penelitian dilihat dari perumusan masalahnya.  Penelitian eksploratif  Peneltian uji hipotesis2. Desain penelitian berdasarkan metode pengumpulan data  Penelitian pengamatan  Peneltian Survai3. Desain penelitian dilihat dari pengendalian variabel-variabel oleh peneliti  Penelitian eksperimental  Penelitian ex post facto4. Desain penelitian menurut tujuannya  Penelitian deskriptif  Penelitian komparatif  Penelitian asosiatif
  • 4. 5. Desain penelitian dilihat dari dimensi waktu1. Penelitian Time Series 2. Penelitian Cross Section
  • 5. 6. Desain penelitian dilihat dari lingkungan studi dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu:1. Studi lapangan2. Eksperimen lapangan3. Eksperimen laboratorium
  • 6. Berkaitan dengan perumusan masalah ?• Apa permasalahan utama sehingga perlu dilakukan penelitian?• Apakah tujuan dilaksanakannya penelitian ?• Apakah datanya bisa diperoleh ?• Apakah kita mempu untuk melakukan penelitian dilihat dari biaya, tenaga, waktu dan latar belakang teori ?• Apakah dapat memperoleh untuk mendapatkan ijin penelitian?• Berapa banyak informasi yang sudah kita peroleh ?• Apakah masih perlu dilakukan studi pendahuluan ?
  • 7. Berkaitan dengan tinjauan teoritis• Teori-teori apa yang dapat mendukung penelitian ?• Dari mana kita dapat teori-teori pendukung penelitian ?• Apakah sudah ada penelitian terdahulu yang relevan ?• Bagaimana bentuk kerangka pemikiran penelitian ?
  • 8. Berkaitan dengan perumusan hipotesis• Apakah penelitian memerlukan hipotesis ?• Apa dasar yang digunakan untuk merumuskan hipotesis?• Bagaimana bentuk hipotesis yang akan kita rumuskan ?
  • 9. Berkaitan dengan desain penelitian• Bagaimana desain perumusan masalahnya ?• Bagaimana desain landasan teoritisnya ?• Bagaimana desain perumusan hipotesisnya?• Bagaimana skala pengukurannya ?• Berapa jumlah sampel yang diperlukan ?• Bagaimana teknik pengambilan sampel ?• Instrumen apa yang akan digunakan dalam penelitian ?
  • 10. Berkaitan dengan penentuan variabeldan sumber data1. Variabel apa saja yang akan diteliti ?2. Dari mana data akan kita peroleh ?
  • 11. Berkaitan dengan pengumpulandata1. Data apa saja yang harus dikumpulkan ?2. Bagaimana instrumen untuk mengumpulkan data ?3. Siapa yang akan mengumpulkan data ?4. Berapa biaya untuk mengumpulkan data ?5. Berapa tenaga yang diperlukan untuk mengumpulkan data ?6. Bagaimana prosedur yang harus dipenuhi untuk mengumpulkan data ?
  • 12. Berkaitan dengan pembuatan kesimpulan dan saran• Bagaimana cara penyampaian kesimpulan ?• Untuk siapa saja saran yang akan diberikan ?• Apakah saran dalam bentuk umum atau spesifik ?
  • 13. Berkaitan dengan analisis dan interpretasi data1. Bagaimana format untuk tabulasi data ?2. Siapa yang akan menabulasi data ?3. Berapa lama proses tabulasi data ?4. Alat analisis apa yang akan digunakan ?5. Sofware apa yang akan digunakan untuk analisis data ?
  • 14. Berkaitan dengan penyusunan laporan• Bagaimana format laporan penelitian ?• Siapa saja yang akan membaca laporan ?• Berapa banyak laporan akan digandakan ?• Berapa kali presentasi hasil penelitian dilakukan ?• Kepada siapa presentasi hasil penelitian dilakukan ?
  • 15. DESAIN VARIABEL PENELITIAN• Variabel penelitian: Gejala yang nilainya bervariasi.• Gejala yang nilainya selalu tetap tdiak dapat diguanakan sebagai varibel penelitian.
  • 16. Pembagian variabel berdasarkan sifatnya:1.Variabel Dikotomis Variabel yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan. Laki-Laki :1 Perempuan : 22. Variabel Kontinyu Variabel yang mempunyai nilai-nilai dalam satu variabel tertentu. Berat badan Didi : 50Kg Berat badan Dodo : 62,75Kg
  • 17. Pembagian variabel berdasarkan padahubungan antar variabel:1. Variabel Bebas 2. Variabel ModeratorUpa Semangat L. Kerjah Kerja Upah Semangat5. Variabel Tak Bebas KerjaUpa Semangat Kerjah 4. Variabel Intervening Nasib Prestasi Karir Akadem ik
  • 18. 5. Variabel KontrolKaryawan KaryawanTidak DilatiDilatih h
  • 19. Desain Pengukuran1. Skala Likert2. Skala Guttman3. Skala Semantic Deferensial4. Skala Rating
  • 20. Skala Likert• Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial.• Contoh: Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan. a. Sangat setuju skor 5 b. Setuju skor 4 c. Tidak ada pendapat skor 3 d. Tidak setuju skor 2 e. Sangat tidak setuju skor 1
  • 21. Skala Guttman• Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.• Misalnya : Ya Tidak Baik Buruk Pernah Belum Pernah Punya Tidak Punya
  • 22. Skala Semamtik Deferensial • Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan . • Contoh: Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ? 1. 5.Sangat Buruk Sangat Baik
  • 23. Skala Rating• Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif.• Contoh: Kenyaman ruang loby Bank CBA: 5 4 3 2 1 Kebersihan ruang parkir Bank CBA: 5 4 3 2 1
  • 24. DESAIN SKALASkala dalam penelitian ada lima tingkatan:2. Skala Nominal3. Skala Ordinal4. Skala Interval5. Skala Rasio
  • 25. Skala Nominal• Skala nominal adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori saja• Contoh: Wanita 1 Laki-laki 2
  • 26. Skala Ordinal• Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas.• Contoh: Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya ! Sri Ratu……………………… 1 Moro ………………………… 3 Matahari ………………….. 5 Rita I ………………………. 2 Rita II ……………………… 4 Super Ekonomi …………. 6
  • 27. Skala Interval• Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, namun belum memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak.• Contoh: 1. Skala Pada Termometer 2. Skala Pada Jam 3. Skala Pada Tanggal
  • 28. Skala Rasio• Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak .• Contoh: 1. Berat Badan 2. Pendapatan 3. Hasil Penjualan
  • 29. Ringkasan Tentang Skala Skala Tipe Pengukuran Kategori Peringkat Jarak Perbandingan Nominal Ya Tidak Tidak Tidak Ordinal Ya Ya Tidak Tidak Interval Ya Ya Ya Tidak Rasio Ya Ya Ya Ya
  • 30. Desain SamplingAlasan Menggunakan Sampel2. Mengurangi kerepotan3. Jika populasinya terlalu besar maka akan ada yang terlewati4. Dengan penelitian sampel maka akan lebih efesien5. Seringkali penelitian populasi dapat bersifat merusak6. Adanya bias dalam pengumpulan data7. Seringkali tidak mungkin dilakukan penelitian dengan populasi
  • 31. ILustrasi Sampel Yang BaikPopula Sampesi l Populas samp el
  • 32. PERMASALAHAN DALAMSAMPEL 1. Berapa jumlah sampel yang akan diambil 2. Bagaimana teknik pengambilan sampel
  • 33. Pertimbangan Dalam MenentukanSampel1. Seberapa besar keragaman populasi2. Berapa besar tingkat keyakinan yang kita perlukan3. Berapa toleransi tingkat kesalahan dapat diterima4. Apa tujuan penelitian yang akan dilakukan5. Keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti
  • 34. Prosedur Penentuan Sampel Identifikasi populasi tarjet Memilih Kerangka sampel Menentukan Metode Pemilihan Sampel Merencanakan Prosedur Pemilihan Unit Sampel Menentukan ukuran Sampel Menentukan unit sampel Pelaksanaan Kerja Lapangan
  • 35. Populasi Kerangka sampelMahasiswa Jurusan Manajemen UG No NamaAngkatan 1992 01 Suli 02 Rofiq 03 Prio …. 95 Malik Prosedur Teknik sampling Setelah populasi ditetapkan, kerangka Probablitas: Simple random Sampling sampling dibuat, teknik sampling simple random sampling maka dilakukan pengundian Menentukan ukuran sampel Unit sampel Misal sampel yang ditetapkan 20 Berdasarkan undian diperoleh orang sampe: 02,05,01,08,65,85,92, 18,17,15,13,25,27,29,45,44,42,
  • 36. Pedoman Menentukan Jumlah Sampel 1. Pendapat Slovin N n= 1 + Ne 2Kita akan meneliti pengaruh upah terhadap semangat kerja padakaryawan PT. Cucak Rowo. Di dalam PT tersebut terdapat 130orang karyawan. Dengan tingkat kesalahan pengambilan sampelsebesar 5%, berapa jumlah sampel minimal yang harus diambil ? 130 n= = 98,11 1 + 130(0,05) 2
  • 37. 2. Interval Penaksiran• Untuk menaksir parameter rata-rata µ 2 Z σ  n =  α/2   e  Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi Mahasiswa Jurusan Manajemen UG adalah 2,7. dari 30 sampel percobaan dapat diperoleh informasi bahwa standar deviasi indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk menguji hipotesisi ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasi µ kurang dari 0,05,? 2  (1,96)(0,25)  n=  (0,05)  = 96,04   
  • 38. • Untuk menaksir parameter proporsi P  Z 2α / 2 pq  n=  e2     Kita akan meperkirakan proporsi mahasiswa yang menggunakan angkutan kota waktu pergi kuliah. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan kesalahan yang mungkin terjadi 0,10 ?  1,96 2  n =  4(0,10) 2  = 96,04   
  • 39. 3. Pendekatan Isac Michela. Menentukan sampel untuk menaksir parameter rata- rata µ NZ 2 S 2 n= Nd 2 + Z 2 S 2 Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi Mahasiswa Jurusan Manajemen UG yang berjumlah 175 mahasiswa adalah 2,7. Dari 30 sampel percobaan dapat diperoleh informasi bahwa standar deviasi Indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk menguji hipotesisi ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasi µ kurang dari 5 persen ? (175)(1,96) 2 (0,25) 2 n= = 62 (175)(0,05) + (1,96) (0,25) 2 2 2
  • 40. b. Menentukan sampel untuk menaksir parameter proporsi P NZ 2 pqn= Nd 2 + Z 2 pqKita akan meperkirakan proporsi mahasiswa jurusan manajemen UGyang berjumlah 175 orang. Berdasarkan penelitian pendahuluandiperoleh data proporsi mahasiswa manajemen UG yang menggunakanangkutan kota waktu pergi kuliah adalah 40%. Berapa sampel yangdiperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajatpenyimpangan sebesar 0,10.? (175)(1,96) 2 (0,4)(0,6) n= = 60,38 (175)(0,1) + (1,96) (0,4)(0,6) 2 2
  • 41. Teknik Pengambilan Sampel Teknik SamplingProbability Sampling Non Probability Sampling Simple Random Convenience Sampling Sampling Stratified Purposive sampling Sampling Judgement Sampling Propotional Quota Sampling Disproportional Snowball Sampling≠ Cluster Sampling Double Sampling
  • 42. Simple Random Sampling• Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada pulasi untuk dijadikan sampel.• Syarat untuk dapat dilakukan teknik simple random sampling adalah: – Anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relatif homogen – Adanya kerangka sampel yaitu merupakan daftar elemen-elemen populasi yang dijadikan dasar untuk pengambilan sampel. Populasi Sampe l
  • 43. Sistematis Random Sampling• Merupakan cara pengambilan sampel dimana sampel pertama ditentukan secara acak sedangkan sampel berikutnya diambil berdasarkan satu interval tertentu
  • 44. Stratified Random Sampling• Adakalanya populasi Strata Anggota Persentase Sampel yang ada memiliki Populasi (%) strata atau tingkatan dan setiap tingkatan 1 2 3 4 = (3 x memiliki karakteristik 50) sendiri SD 150 37,5 19 SMP 125 31,25 16 SMU 75 18,75 9 Sarjana 50 12,5 6 Jumlah 400 100 50
  • 45. Disproposional Random Sampling Strata Anggota Populasi Persentase Sampel Sampel Non (%) proporsional proprsional 1 2 3 4 = (3 x 50) 5 SD 150 37,5 19 18 SMP 125 31,25 16 15 SMU 122 30,5 15 14 Sarjana 3 0,75 0 3 Jumlah 400 100 50 50
  • 46. Cluster Sampling • Pada prinsipnya teknik cluster sampling hampir sama dengan teknik stratified. Hanya yang membedakan adalah jika pada stratified anggora populasi dalam satu strata relatif homogen sedangkan pada cluster sampling anggota dalam satu cluster bersifat heterogenPurwokerto•Purwokerto utara PurwokertoPurwokerto selatan •Purwokerto utaraPurwokerto barata BaturarenPurwokerto timurBaturadenSokaraja
  • 47. Double Sampling/Multyphase Sampling • Double sample (sampel ganda) sering juga disebut dengan istilah sequential sampling (sampel berjenjang, multiphase-sampling (sampel multi tahap).Purwokerto Pwt-Utara Sumampir•Pwt-Utara •Grendeng •Rw IPwt-Selatan Sumampir Rw IIPwt-Barat Bancatkembar Rw IIIPwt-Timur Buaran Rw IVBaturaden KararangwangkalSokaraja karanggintung
  • 48. Convenience Sampling• Sampel convenience adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden di jadikan sampel.
  • 49. Purposive Sampling• Merupakan metode penetapan sampel dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu
  • 50. Quota Sampling• Merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan quota terlebih dahulu pada masing- masing kelompok, sebelum quota masing-masing kelompok terpenuhi maka peneltian beluam dianggap selesai.
  • 51. Snow Ball Sampling• Adalah teknik pengambilan sampel yang pada mulanya jumlahnya kecil tetapi makin lama makin banyak berhenti sampai informasi yang didapatkan dinilai telah cukup. Teknik ini baik untuk diterapkan jika calon responden sulit untuk identifikasi. A B B B 1 2 3 C C C C C C 1 2 3 4 5 6
  • 52. Transformasi Data MenjadiInformasiData Diolah Informasi/ Kesimpula n
  • 53. Syarat-syarat data yang baikadalah:• Data harus Akurat.• Data harus relevan• Data harus up to date
  • 54. Pembagian data menurut caramemperolehnya: 1. Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama. 3. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya
  • 55. Pembagian data menurutsumbernya Data Internal Data internal adalah data yang berasal dari dalam instansi mengenai kegiatan lembaga dan untuk kepentingan instansi itu sendiri.3. Data Ekternal Data eksternal adalah data yang berasal dari luar instansi.
  • 56. Pembagian data menurut waktupengumpulannya Data Time Series Data time series adalah data yang dikumpulkan dari waktu- kewaktu pada satu obyek dengan tujuan untuk menggambarkan perkembangan. Data Cross Section Data cross section adalah data yang di kumpulkan pada satu waktu tertentu pada beberapa obyek dengan tujuan untuk menggambarkan keadaan
  • 57. Data menurut sifatnya dibagimenjadi dua, yaitu:1. Data Kualitatif Adalah data yang berupa pendapan atau judgement sehingga tidak berupa angka akan tetapi berupa kata atau kalimat. Contoh: – Pelayanan rumah sakit Enggal Waras Sangat Baik – Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Banyumas Tinggi2. Data Kuantitatif Data kualitatif adalah data yang berupa angka atau bilangan Contoh: – Tingkat kepuasan pasien di Rumah sakit Enggal Waras mencapai 92% – Tingkat pendapatan masyarakat bamyumas mencapai Rp. 800.000/bulan
  • 58. Beberapa teknik yang dapat digunakandalam penelitian bisnis: Teknik Tes Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mengevaluasi yaitu membedakan antara kondisi awal dengan kondisi sesudahnya. Wawancara Wawancara merupakan teknik pengambilan data dimana peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden.
  • 59. Matrik wawancara dalam penelitian tentang potensigula kelapa di Banyumas.
  • 60.  Teknik Observasi Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan indra jadi tidak hanya dengan pengamatan menggunakan mata saja. Medengarkan, mencium, mengecap meraba termasuk salah satu bentuk dari observasi. Instrumen yang digunakan dalam observasi adalah panduan pengamatan dan lembar pengamatan.
  • 61. Indeks Kesepakatan Observasi 2S KK = N1 + N 2 2 x7 KK = = 0,7 10 + 10 Karena indek kesesuaian ≥ 0,6 maka dikatakan hasil observasi tersebut valid.
  • 62.  Teknik Angket ( Kuesioner) Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara membagi daftar pertanyaan kepada responden agar responden tersebut memberikan jawabannya. • Kuesioner terbuka Dalam kuesioner ini responden diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan kalimatnya sendiri. Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di supermarket ini ? …………………………………………………… • Kuesioner tertutup Dalam kuesioner ini jawaban sudah disediakan oleh peneliti, sehingga responden tinggal memilih saja. Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di supermarket ini ? Sangat mahal Murah Mahal Sangat murah Cukup
  • 63. Keuntungan menggunakankuesioner1. Tidak memerlukan hadirnya si peneliti2. Dapat dibagikan serentak3. Dapat dijawab oleh rensponden sesuai dengan waktu yang ada4. Dapat dibuat anomin5. Kuesioner dapat dibuat standar
  • 64. Langkah-langkah dalam penyusunan kuesioner agar kuesioner tersebut efesien dan efektif yaitu:1. Menentukan variabel yang diteliti2. Mementukan Indikator3. Menentukan subindikator4. Mentransformasi sub indikator menjadi kuesioner
  • 65. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER• Kevalidan sebuah alat ukur ditunjukan dari kemampuan alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. • Validitas Eksternal Instrumen yang dicapai bila data yang dicapai sesuai dengan data atau informasi lain mengenai variabel penelitian yang dimaksud • Validitas Internal Bila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan instrumen secara keseluruhan. – Melalui Analisis Faktor – Melalui Analisis Butir Kriteria: – Jika koefisien korelasi product moment melebihi 0,3 (Azwar, 1992. Soegiyono, 1999 ) – Jika koefisien korelasi product moment > r-tabel ( α ; n-2 ) n = jumlah sampel. – Nilai Sig. ≤ α
  • 66. Uji Reliabilitas Instrumen• Pengertian reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.• Metode Pendekatan: secara garis besar ada dua jenis reliabilitas, yaitu : • Teknik Paralel (parallel form) Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden yang intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang berbeda: Misalnya: » Apakah menurut saudara harga tiket di kereta ini tidak mahal ? » Apakah harga di kereta ini telah sesuai dengan pelayanan yang saudara terima ? • Teknik Ulang (double test / test pretest) Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada waktu yang berbeda. Misalnya: » Pada minggu I ditanyakan: » Bagaimana tanggapan saudara terhadap kualitas dosen di Universitas Calibakal ? » Pada minggu III ditanyakan: » Ditanyakan lagi pada responden yang sama dengan pertanyaan yang sama.
  • 67. • Reliabilitas Internal (Internal Consistensy)• Uji reliabilitas internal digunakan untuk menghilangkan kelemahan-kelamahan pada uji reliabilitas eksternal. 1. Dengan rumus Spearman-Brown 2. Dengan rumus Flanagant 3. Dengan rumus Rulon 4. Dengan rumus K – R.21 5. Dengan rumus Hoyt 6. Dengan rumus Alpha Cronbach
  • 68. Langkah dalam melakukan uji validitas danreliabilitas internal adalah sebagai berikut:1. Cobalah item di lapangan kepada paling sedikit 30 orang responden (batas sampel besar dalam statistik)2. Tabulasi data yang telah masuk3. Ujilah validitas dan reliabilitasnya Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor item dengan skor total. Korelasi Rank Spearman jika data yang diperoleh adalah data ordinal, sedangkan jika data yang diperoleh data interval kita bisa menggunakan korelasi Product Moment. Sedangkan uji reliabilitas yang paling sering digunakan adalah uji, Alpha, Hoyt dan Spearman Brown