yat-ayat Al Qur’an Tentang Kewajiban Anak-AnakTerhadap Orang Tua (Bag-1)18/06/2011 Hak & Kewajiban No commentsSebagai pedo...
hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamukerjakan”. (Q.S Luqman, 31:15)“Maka tatkala ana...
Orang Tua dan Anak dalam Ayat-ayat Suci Al Qur’anMelalui ayat-ayatnya, Al-Qur‟an yang suci sering mengingatkan kita sebaga...
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan danucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka ke...
Memperhatikan Anak Setelah LahirMemperhatikan anak setelah lahir merupakan kewajiban lain dari orang tua. Secara logikasaj...
aku dikaruniai seorang anak laki-laki, aku datang kepada Nabi, maka beliau menamainyaIbrahim, mentahniknya dengan korma da...
Aqiqah merupakah sunnah yang dianjurkan. Demikian menurut pendapat yang kuat dari paraulama. Adapun waktu penyembelihannya...
Mungkin ada sebagian orang bodoh yang bersikap berlebihan dalam hal ini dan memarahiisterinya karena tidak melahirkan kecu...
Terperangkap Dalam Goa19/03/2011 Kisah No commentsDalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari Muslim dikisahkan, ada tiga ora...
Setelah dijelaskan, diapun mengambilnya dengan penuh bahagia dan rasa syukur. Ya Allah,Eukau Maha Tahu, saya melakukan itu...
Siksa Kubur Karena Durhaka Pada Orang Tua25/03/2011 Kisah No commentsDurhaka kepada orang tua merupakan sebuah perilaku ya...
Wahai Rasulullah, setelah ibu saya berdoa tadi, umur saya tidak lebih dari tiga hari dan kinisaya disiksa di dalam kubur. ...
Ditelan Bumi Karena Durhaka Kepada Orang Tua27/03/2011 Kisah No commentsDibawah ini adalah sebuah kisah inspiratif mengena...
Saya hanya diam dan memperhatikan kisahnya. Dalam hati saya berkata: “Sungguh manjurdo‟a orang tua itu, maka berhati-hatil...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Ayat ayat al qur'an tentang

15,032

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
15,032
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
86
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Ayat ayat al qur'an tentang"

  1. 1. yat-ayat Al Qur’an Tentang Kewajiban Anak-AnakTerhadap Orang Tua (Bag-1)18/06/2011 Hak & Kewajiban No commentsSebagai pedoman hidup seorang muslim, Al Qur‟an telah memberikan petunjuk tentang apasaja kewajiban anak-anak kepada orang tuanya. Dinyatakan setidaknya ada 5 hal yangmenjadi kewajiban utama anak-anak kepada orang tua; entah anak tersebut belumberkeluarga ataupun telah berkeluarga dan telah berperan sebagai orang tua juga. Kelima haltersebut adalah taat kepada orang tua, mendo‟akan orang tua, berbakti kepada orang tua,memberi nafkah, dan menasehati orang tua.1. Taat kepada orang tua“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramumenjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa diantara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.(Q.S At Taubah, 9:23)“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia danhendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorangdi antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, makasekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamumembentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa‟,17:23)“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan danucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telahmendidik aku waktu kecil.” (Q.S Al Israa‟, 17:24)“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jikakeduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak adapengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S Al„Ankabuut, 29:8)“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidakada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilahkeduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian
  2. 2. hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamukerjakan”. (Q.S Luqman, 31:15)“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim,Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa akumenyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku,kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatikutermasuk orang-orang yang sabar.” (Q.S Ash Shaafaat, 37:102)2. Mendo’akan orang tua“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukminpada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Q.S Ibrahim, 14:41)“…”Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telahmendidik aku waktu kecil.” (Q.S Al Israa‟, 17:24)“…”Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimukepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. (Q.S Maryam, 19:47)“dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orangyang sesat, (Q.S Asy Syu‟araa‟, 26:86)“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan berimandan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkanbagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (Q.S Nuh, 71:28) Pengaruh Orang Tua Terhadap Sikap & Perilaku Anak 4:33 pm By Kang Adiib Orang tua memang memiliki pengaruh besar terhadap sikap dan perilaku anak- anaknya karena orang tualah yang paling sering berinteraksi dengan anak-anak sehingga merekalah yang akan menjadi teladan Read More »
  3. 3. Orang Tua dan Anak dalam Ayat-ayat Suci Al Qur’anMelalui ayat-ayatnya, Al-Qur‟an yang suci sering mengingatkan kita sebagai anak untukberbuat baik dan berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan dalam berbagaibentuk kepada mereka. Tentu saja ini merupakan sebuah tantangan besar bagi kita sebagaimanusia yang memiliki sifat ceroboh dan pelupa.Bagaimanapun, kita harus tetap mencoba berusaha sebaik mungkin untuk menghormatikedua orang tua kita, sebagaimana kita mengharapkan anak-anak kita mau menerima danmenghormati kita sebagai orang tua mereka.Mari kita sama-sama untuk merenungkan ayat-ayat berikut, di mana Allah SWT telahmemerintahkan kita untuk selalu berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikankepada mereka.“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Danberbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orangmiskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil danhamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong danmembangga-banggakan diri,” (Q.S. An Nisaa, 4: 36).“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu:janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orangibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kamiakan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekatiperbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi,dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkandengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supayakamu memahami(nya)”. (Q.S. Al-An‟am, 6: 151).“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia danhendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorangdi antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, makasekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamumembentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa,17:23).
  4. 4. “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan danucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telahmendidik aku waktu kecil.” (Q.S Al Israa, 17:24)“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jikakeduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak adapengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. Al-Ankabut, 29:8).“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya;ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, danmenyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu,hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S Luqman, 31:14).“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telahdewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah akuuntuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibubapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikankepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubatkepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Q.S Al-Ahqaf, 46:15).
  5. 5. Memperhatikan Anak Setelah LahirMemperhatikan anak setelah lahir merupakan kewajiban lain dari orang tua. Secara logikasaja hal tersebut tentu sangat bisa diterima, mengingat jika bukan orang tua, lantas siapa lagiyang akan memperhatikan anak setelah dia terlahir ke dunia ini ? Dalam islam, setelahkelahiran anak dianjurkan bagi orangtua atau wali dan orang di sekitamya melakukan hal-halsebagai berikut :1. Menyampaikan kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahiran.Begitu melahirkan, sampaikanlah kabar gembira ini kepada keluarga dan sanak famili,sehingga semua akan bersuka cita dengan berita gembira ini. Firman Allah ‟Azza Wa Jallatentang kisah Nabi Ibrahim ‟Alaihissalam bersama malaikat :“Dan isterinya berdiri (di balik tirai lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanyaberita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari lshaq (akan lahir puteranya) Ya‟qub”.(SurahHud : 71).Dan firman Allah tentang kisah Nabi Zakariya ‟Alaihissalam :“Kemudian malaikat Jibril memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat dimihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah mengembirakan kamu dengan kelahiran (seorangputeramu ) Yahya”. (Ali Imran: 39).Adapun tahni‟ah (ucapan selamat), tidak ada nash khusus dari Rasul dalam hal ini, kecualiapa yang disampaikan Aisyah Radhiyallahu ‟Anha : “Rasulullah Shallallahu ‟alaihi wasalamapabila dihadapkan kepada beliau anak-anak bayi, maka beliau mendo‟akan keberkahan bagimereka dan mengolesi langit-langit mulutnya (dengan korma atau madu )” (Hadits riwayatMuslim dan Abu Dawud).2. Menyerukan adzan di telinga bayi.Abu Rafi‟ Radhiyallahu ‟Anhu menuturkan:”Aku melihat Rasulullah memperdengarkanadzan pada telinga Hasan bin Ali ketika dilahirkan Fatimah” (Hadits riwayat Abu Dawud danAt Tirmidzi).Hikmahnya,Wallahu A‟lam, supaya adzan yang berisi pengagungan Allah dan dua kalimatsyahadat itu merupakan suara yang pertama kali masuk ke telinga bayi. Juga sebagai perisaibagi anak, karena adzan berpengaruh untuk mengusir dan menjauhkan syaitan dari bayi yangbaru lahir, yang ia senantiasa berupaya untuk mengganggu dan mencelakakannya.3. Tahnik (Mengolesi langit-langit mulut).Termasuk sunnah yang seyogianya dilakukan pada saat menerima kelahiran bayi adalahtahnik, yaitu melembutkan sebutir korma dengan dikunyah atau menghaluskannya dengancara yang sesuai lalu dioleskan di langit-langit mulut bayi. Caranya, dengan menaruhsebagian korma yang sudah lembut di ujung jari lain dimasukkan ke dalam mulut bayi dandigerakkan dengan lembut ke kanan dan ke kiri sampai merata. Jika tidak ada korma, makadiolesi dengan sesuatu yang manis (seperti madu atau gula). Abu Musa menuturkan : “Ketika
  6. 6. aku dikaruniai seorang anak laki-laki, aku datang kepada Nabi, maka beliau menamainyaIbrahim, mentahniknya dengan korma dan mendo‟akan keberkahan baginya, kemudianmenyerahkan kepadaku”.Tahnik mempunyai pengaruh kesehatan sebagaimana dikatakan para dokter. Dr. FaruqMasahil dalam tulisan beliau yang dimuat majalah Al Ummah, Qatar, edisi 50, menyebutkan:“Tahnik dengan ukuran apapun merupakan mu‟jizat Nabi dalam bidang kedokteran selamaempat belas abad, agar umat manusia mengenal tujuan dan hikmah di baliknya. Para doktertelah membuktikan bahwa semua anak kecil (terutama yang baru lahir dan menyusu)terancam kematian, kalau terjadi salah satu dari dua hal : (a) Jika kekurangan jumlah guladalam darah (karena kelaparan); (b) Jika suhu badannya menurun ketika kena udara dingin disekelilingnya.”‟4. Memberi nama.Termasuk hak seorang anak terhadap orangtua adalah memberi nama yang baik.Diriwayatkan dari Wahb Al Khats‟ami bahwa Rasulullah bersabda:“Pakailah nama nabi-nabi, dan nama yang amat disukai Allah Ta‟ala yaitu Abdullah danAbdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yangsangat jelek yaitu Harb dan Murrah” ( HR.Abu Daud An Nasa‟i). Pemberian namamerupakan hak bapak.Tetapi boleh baginya menyerahkan hal itu kepada ibu. Boleh jugadiserahkan kepada kakek, nenek,atau selain mereka. Rasulullah merasa optimis dengannama-nama yang baik. Disebutkan Ibnul Qayim dalam Tuhfaful Wadttd bi Ahkami Maulud,bahwa Rasulullah Shallallahu ‟alaihi wasalam tatkala melihat Suhail bin Amr datang padahari Perjanjian Hudaibiyah beliau bersabda: “Semoga mudah urusanmu”. Dalam suatuperjalanan beliau mendapatkan dua buah gunung, lain beliau bertanya tentang namanya.Ketika diberitahu namanya Makhez dan Fadhih, beliaupun berbelok arah dan tidakmelaluinya.( Ibnu Qayim Al Jauziyah, Tuhfatul Wadud, hal. 41.)Termasuk tuntunan Nabi mengganti nama yang jelek dengan nama yang baik. Beliau pernahmengganti nama seseorang ‟Ashiyah dengan Jamilah, Ashram dengan Zur‟ah. Disebutkanoleh Abu Dawud dalam kitab Sunan :”Nabi mengganti nama ‟Ashi, ‟Aziz, Ghaflah, Syaithan,Al Hakam dan Ghurab. Beliau mengganti nama Syihab dengan Hisyam, Harb dengan Aslam,Al Mudhtaji‟ dengan Al Munba‟its, Tanah Qafrah (Tandus) dengan Khudrah (Hijau),Kampung Dhalalah (Kesesatan) dengan Kampung Hidayah (Petunjuk), dan Banu Zanyah(Anak keturunan haram) dengan Banu Rasydah (Anak keturunan balk).” (Ibid)5. Aqiqah.Yaitu kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh dari kelahirannya. Berdasarkanhadits yang diriwayatkan Salman bin Ammar Adh Dhabbi, katanya: Rasulullah bersabda :“Setiap anak membawa aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan jauhkanlah gangguandarinya” (HR. Al Bukhari.).Dari Aisyah Radhiyallahu ‟Anha,bahwaRasulullah bersabda:“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedang untuk anak perempuanseekor kambing” (HR. Ahmad dan Turmudzi).
  7. 7. Aqiqah merupakah sunnah yang dianjurkan. Demikian menurut pendapat yang kuat dari paraulama. Adapun waktu penyembelihannya yaitu hari ketujuh dari kelahiran. Namun, jika tidakbisa dilaksanakan pada hari ketujuh boleh dilaksanakan kapan saja, Wallahu A‟lam.Ketentuan kambing yang bisa untuk aqiqah sama dengan yang ditentukan untuk kurban. Darijenis domba berumur tidak kurang dari 6 bulan, sedang dari jenis kambing kacang berumurtidak kurang dari 1 tahun, dan harus bebas dari cacat.6. Mencukur rambut bayi dan bersedekah perak seberat timbangannya.Hal ini mempunyai banyak faedah, antara lain: mencukur rambut bayi dapat memperkuatkepala, membuka pori-pori di samping memperkuat indera penglihatan, pendengaran danpenciuman. (Abdullah Nasih Ulwan, Tarbiyatul Auladfil Islam, juz 1.) Bersedekah perakseberat timbangan rambutnya pun mempunyai faedah yang jelas. Diriwayatkan dari Ja‟far binMuhammad, dari bapaknya, katanya: “Fatimah Radhiyalllahu ‟anha menimbang rambutHasan, Husein, Zainab dan Ummu Kaltsum; lalu ia mengeluarkan sedekah berupa perakseberat timbangannya (HR. Imam Malik dalam Al Muwaththa‟)7. Khitan.Yaitu memotong kulup atau bagian kulit sekitar kepala zakar pada anak laki-laki, atau bagiankulit yang menonjol di atas pintu vagina pada anak perempuan. Diriwayatkan dari AbuHurairah Radhiyallahu ‟Anhu bahwa Rasulullah bersabda:“Fitrah itu lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku,mencabut bulu ketiak” (HR. Al-bukhari, Muslim). Khitan wajib hukumnya bagi kaum pria,dan rnustahab (dianjurkar) bagi kaum wanita.WallahuA‟lam. Inilah beberapa etika terpentingyang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh orangtua atau pada saat-saat pertama darikelahiran anak. Namun, di sana ada beberapa kesalahan yang terjadi pada saat menunggukedatangannya Secara singkat, antara lain: Membacakan ayat tertentu dari Al Qur‟an untuk wanita yang akan melahirkan; atau menulisnya lalu dikalungkan pada wanita, atau menulisnya lalu dihapus dengan air dan diminumkan kepada wanita itu atau dibasuhkan pada perut danfarji (kemaluan)nya agar dimudahkan dalam melahirkan. ltu semua adalah batil, tidak ada dasamya yang shahih dari Rasulullah, Akan tetapi bagi wanita yang sedang menahan rasa sakit karena melahirkan wajib berserah diri kepada Allah agar diringankan dari rasa sakit dan dibebaskan dari kesulitannya Dan ini tidak bertentangan dengan ruqyah yang disyariatkan. Menyambut gembira dan merasa senang dengan kelahiran anak laki-laki, bukan anak perempuan. Hal ini termasuk adat Jahiliyah yang dimusuhi Islam. Firman Allah yang berkenaan dengan mereka :“Apabila seseorang dari merea diberi kabar dengan (kelahiran) anak, perempuan, hitamlah(merah padamlah) matanya, dan dia sangat marah; ia menyembunyikan dirinya dari orangbanyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan padanya. Apakah dia akanmemeliharannya dengan menanggumg kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalamtanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang telah mereka lakukan itu”.(Surah An Nahl : 58-59).
  8. 8. Mungkin ada sebagian orang bodoh yang bersikap berlebihan dalam hal ini dan memarahiisterinya karena tidak melahirkan kecuali anak perempuan. Mungkin pula menceraikanisterinya karena hal itu, padahal kalau dia menggunakan akalnya, semuanya berada di tanganAllah ‟Azza wa jalla. Dialah yang memberi dan menolak.Firman-Nya : “Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anakperempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapayang Dia kehendaki atau Dia menganugerahkan kepada siapa yang dia kehendaki-Nya, dandia menjadikan Mandul siapa yang Dia kehendaki. . . ” (Surah Asy Syura :49-50).Semoga Allah memberikan petunjuk kepada seluruh kaum Muslimin. Menamai anak dengan nama yang tidak pantas. Misalnya, nama yang bermakna jelek, atau nama orang-orang yang menyimpang seperti penyanyi atau tokoh kafir. Padahal menamai anak dengan nama yang baik merupakan hak anak yang wajib atas walinya.Termasuk kesalahan yang berkaitan dengan pemberian nama, yaitu ditangguhkan sampai setelah seminggu. Tidak menyembelih aqiqah untuk anak padahal mampu melakukannya. Aqiqah merupakan tuntunan Nabi Shallallahu ‟alaihi wasalam, dan mengikuti tuntunan beliau adalah sumber segala kebaikan. Tidak menetapi jumlah bilangan yang ditentukan untuk aqiqah. Ada yang mengundang untuk acara aqiqah semua kenalannya dengan menyembelih 20 ekor kambing, ini merupakan tindakan berlebihan yang tidak disyariatkan. Ada pula yang kurang dari jumlah bilangan yang ditentukan, dengan menyembelih hanya seekor kambing untuk anak iaki-laki, inipun menyalahi yang disyariatkan. Maka hendaklah kita menetapi sunnah Rasul Shallallahu ‟alaihi wasalam tanpa menambah ataupun mengurangi. Menunda khitan setelah akil baligh.Tradisi ini dulu terjadi pada beberapa suku, seorang anak dikhitan sebelum kawin dengan cara yang biadab di hadapan orang banyak. Itulah sebagian kesalahan, dan masih banyak lainnya. Semoga cukup bagi kita dengan menyebutkan etika dan tata cara yang dituntunkan ketika menerima kelahiran anak. Karena apapun yang bertentangan dengan hal-hal tersebut, termasuk kesalahan yang tidak disyariatkan. (Disarikan dari kitab Adab Istiqbal al Maulud fil Islam, oleh ustadz Yusuf Abdullah al Arifi).
  9. 9. Terperangkap Dalam Goa19/03/2011 Kisah No commentsDalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari Muslim dikisahkan, ada tiga orang pemuda pergihendak beribadah kepada Allah. Di tengah jalan hujan turun sangat deras. Lalu merekapunberlindung ke dalam sebuah gua. Tiba-tiba jatuh sebuah batu sangat besar persis di mulutgua. Ketiga pemuda itu akhirnya terkurung, tidak dapat keluar.Sebagian dari mereka berkata kepada yang lainnya, “Wahai hamba Allah, demi Allah, tidakada yang dapat menyelamatkan kita sekarang ini kecuali Allah Swt. Barangkali ada amalpaling baik yang pernah kita lakukan yang dapat kita kemukakan kepada-Nya untukmenyelamatkan kita dari musibah ini”.Salah seorang dari mereka lalu berkata, “Ya Allah, saya pernah tertarik oleh seorang wanitayang sangat cantik. Karena saya punya kekuasaan dan keleluasaan, lalu saya bayar wanita itudengan harga yang dikehendakinya. Ketika kami sudah berduaan dan saya punya kesempatanuntuk berbuat zina, tiba-tiba saya ingat siksa-Mu ya Allah, lalu saya batalkan niat buruk itu.Ya Allah, seandainya apa yang saya perbuat itu baik menurut-Mu, tolong geserkan batu besaryang menghalangi mulut gua ini.”Selesai pemuda itu bicara, tiba-tiba batu besar yang menutupi mulut gua itu bergeser sedikit,tapi mereka belum dapat keluar.Lalu pemuda yang nomor dua berkata, “Ya Allah, saya pernah mempekerjakan sekelompokorang dengan upah masing-masing setengah dirham. Ketika mereka selesai bekerja, sayabayar langsung upahnya. Tiba-tiba ada salah seorang yang menolak mengambil upah itu,karena ia merasa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus. Ia hanya mau diupah sebesar satudirham. Karena tidak terima dengan upahnya, orang itu lalu pergi begitu saja tanpamengambil upahnya terlebih dahulu.Sepeninggal orang itu, saya kembangkan uangnya yang setengah dirham itu sehinggamenghasilkan banyak keuntungan. Suatu hari orang tadi datang dan meminta upahnya yangsetengah dirham itu. Lalu saya berikan kepadanya 10 ribu dirham dari laba uangnya yangsetengah dirham itu. Orang tadi kaget dan mengatakan: “Jangan bercanda kamu, upah sayadulu bukan sebesar ini tapi hanya setengah dirham”. Lalu saya jelaskan, bahwa uangnya yangsetengah dirham itu telah saya kembangkan sehingga terus bertambah sampai sebanyak ini.
  10. 10. Setelah dijelaskan, diapun mengambilnya dengan penuh bahagia dan rasa syukur. Ya Allah,Eukau Maha Tahu, saya melakukan itu semata-mata karena mengharapkan ridho-Mu. YaAllah, jika apa yang saya lakukan itu baik menurutMu, tolong angkat batu yang menghalangitempat keluar kami ini.”Lalu batu itu bergeser kembali, namun mereka tetap belum dapat keluar.Pemuda yang satunya lagi lalu berkata, “ya Allah, kedua orang tua saya sudah sangat tua.Meski demikian, saya sangat menyayangi keduanya dan saya tidak pernah minum ataumakan sebelum keduanya minum dan makan. Suatu hari saya bawakan sebotol air susu untukkeduanya namun mereka sedang tidur lelap. Saya tidak berani membangunkannya, lalu sayatunggu lama sampai keduanya bangun. Meski anak saya menangis meminta susu itu, namunsaya tidak memberikannya sebelum kedua orang tua saya meminumnya terlebih dahulu.Begitu Keduanya bangun, saya langsung meminumkannya.Ya Allah, Eukau Maha Tahu, apa yang saya perbuat itu semata-mata karena mengharapridha-Mu, tolong angkat batu ini supaya kami dapat keluar”. Akhirnya batu itu bergeserkembali sehingga merekapun dapat keluar dengan selamat. (HR.Bukhari dan Muslim).
  11. 11. Siksa Kubur Karena Durhaka Pada Orang Tua25/03/2011 Kisah No commentsDurhaka kepada orang tua merupakan sebuah perilaku yang dilarang oleh Islam, bahkanboleh jadi oleh seluruh agama di dunia ini. Banyak sudah kisah-kisah tentang balasanmengerikan bagi anak-anak yang berbuat durhaka kepada orang tuanya. Dan berikut sebuahriwayat tentang seorang anak yang mendapatkan siksa kubur akibat durhaka kepada orangtuanya.Suatu hari Rasulullah Saw bersama dengan Ali bin Abi Thalib, Fatimah az-Zahra, ImamHasan dan Imam Husain pergi melewati kuburan Baqi‟. Tiba-tiba Rasulullah dan keluarganyamendengar teriakan dan meminta pertolongan dari salah satu kuburan di sana.Rasulullah Saw kemudian mendekati kuburan tersebut sambil berkata: “Wahai hamba Allah,dengan idzin Allah, keluarkan kepalamu!”.Tiba-tiba, kuburan tersebut terbelah dan keluarlah mayat seorang pemuda dengan muka yangsangat hitam dan seluruh tubuhnya diikat dengan tali-tali dan rantai besi.Rasulullah Saw kemudian bersabda: “Celaka kamu, apa yang telah kamu perbuat di duniadahulu?”.Pemuda itu menjawab: “Wahai Rasulullah, ibu saya tidak meridhai saya”.Rasulullah Saw bertanya kembali: “Memangnya apa yang telah kamu perbuat kepadanya?”.Pemuda itu menjawab: “Suatu hari ketika masuk ke rumah, isteri saya mengadu bahwa ibusaya telah memperlakukannya kurang baik. Saat itu ibu saya sedang duduk di depan tungkusedang memasak roti. Tanpa berpikir panjang, tiba-tiba saya berpihak kepada isteri saya danakhirnya saya pegang tubuh ibu lalu saya lemparkan ke dalam tungku.Mendengar kegaduhan di dalam rumah, para tetangga akhirnya datang dan mencobamengeluarkan ibu saya yang sudah berada di dalam tungku. Akan tetapi meski tetangga dapatmengeluarkannya, namun salah satu tangan dan buah dada ibu saya telah terbakar. Ibu sayakemudian mengangkat buah dadanya yang sudah terbakar itu ke atas langit sambil berdoa:“Ya Allah, Engkau adalah wakilku. Balaslah apa yang telah diperbuatnya kepadaku”.
  12. 12. Wahai Rasulullah, setelah ibu saya berdoa tadi, umur saya tidak lebih dari tiga hari dan kinisaya disiksa di dalam kubur. Saya selalu menunggu kedatanganmu agar Anda mendoakandan memohonkan ampun atas dosa saya tadi”.Rasulullah Saw kemudian bersabda kepada para sahabatnya: “Hadirkan ibu pemuda inikarena doa itu tidak akan dikabulkan tanpa ada keridhaan dari ibunya”Para sahabat kemudian menghadirkan ibu pemuda tadi.Setelah berada di hadapan, Rasulullah Saw kemudian bersabda: “Ibu, maafkanlah dosaanakmu itu karena kini ia sedang disiksa di dalam kubur”.Ibunya berkata: “Tidak, saya tidak akan memaafkannya”.Rasulullah Saw kemudian bersabda kembali: “Kalau demikian anak ibu akan terus-terusandisiksa di dalam kuburnya. Apakah ibu tidak merasa kasihan kepadanya?”.Setelah berpikir panjang, akhirnya ibu tadi memaafkan dosa anaknya itu. Rasulullah Sawkemudian bersabda kembali: “Mengapa tadi ibu tidak memaafkannya dan kinimemaafkannya?”.Ibu itu menjawab: “Tadinya saya tidak mau memaafkannya hanya saja saya melihat pintu-pintu langit terbuka, kemudian saya melihat para malaikat sedang menyeret dan mencambukputra saya dengan pecut-pecut dan rantai yang dipenuhi dengan api. Saya tidak tega melihatitu, dan akhirnya saya memaafkannya”.Setelah ibunya memaafkan, kuburan pemuda itu akhirnya menjadi sepi dan tidak terdengarteriakan lagi. (Kisah ini diambil dari Miftahul Janah: Qishash Haulal Umm).
  13. 13. Ditelan Bumi Karena Durhaka Kepada Orang Tua27/03/2011 Kisah No commentsDibawah ini adalah sebuah kisah inspiratif mengenai seorang anak yang durhaka kepadaorang tuanya. Kisah ini sengaja disampaikan untuk sekedar mengingatkan kembali kitasemua bahwa perilaku durhaka kepada orang tua pada akhirnya hanya akan berbuahkesengsaraan dan azab bagi pelakunya. Terlepas dari benar-tidaknya kisah ini, yang pastipesannya adalah bahwa kita tidak boleh berbuat durhaka kepada kedua orang tua kita.Salah seorang ulama Bashrah pernah berkisah: “Suatu hari, saya bermaksud melaksanakanibadah haji. Di tengah perjalanan menuju Mekkah tiba-tiba saya bertemu dengan seorangpemuda yang membawa sebuah tongkat dan sebuah tempat air minum yang terbuat dari kulitbinatang. Ketika hendak menghampirinya, tiba-tiba ia menjerit dan berteriak kemudian iatenggelam dan ditelan oleh tanah sementara yang tersisa hanyalah tongkat dan tempat airminumnya.Saya hampir tidak percaya dengan apa yang telah terjadi dan yang baru saja disaksikan, lalusaya bertanya-tanya: “Ada apa? Mengapa bumi menelan pemuda tadi?”.Di tengah rasa heran tersebut, tiba-tiba saya melihat seorang kakek-kakek sudah sangat tuasedang menuju ke arah di mana saya berdiri.Begitu mendekat, ia bertanya: “Apakah anda melihat seorang pemuda yang membawa sebuahtongkat dan tempat air minum?”“Ya, saya melihatnya dan tongkat serta tempat air minum ini adalah miliknya”, jawab sayasambil menunjuk tongkat dan tempat air minum yang masih tergeletak tidak jauh dari tempattertelannya pemuda tadi.Kakek itu kemudain bertanya kembali: “Apakah ia telah ditelah oleh bumi?”.“Ya, siapa yang menghabarkan kejadian tersebut kepada Tuan?”, tanyaku penuh rasa heran.Kakek itu kembali berkata: “Pemuda itu adalah anak saya, hanya saja dia anak yang durhaka.Saya seringkali dibuatnya kesal sehingga saya betul-betul membencinya. Suatu hari dia pergimeninggalkan Bahsrah tanpa memohon ijin terlebih dahulu. Saya kemudian berdoa, semogaAllah tidak memisahkan dia dari negeri Bashrah dan semoga dia ditelan bumi. Dan kiniternyata, Allah telah mengabulkan doa saya”.
  14. 14. Saya hanya diam dan memperhatikan kisahnya. Dalam hati saya berkata: “Sungguh manjurdo‟a orang tua itu, maka berhati-hatilah terhadapnya”. (Diambil dari buku Mashabih al-Qulub). Wallahu ‘alam.

×