B.indonesia   unsur intrinsik cerpen
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

B.indonesia unsur intrinsik cerpen

  • 13,641 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
13,641
On Slideshare
13,641
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
83
Comments
1
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Loading …
  • 2. Unsur InstrinsikCerpenHozaimahPutriYasmin
  • 3. Unsur Instrinsik Cerpen Meliputi:° Tema Tahapan° Alur Alur Macam- Macam Alur Jenis-Jenis° Latar Latar Metode° Penokohan Penokohan° Sudut Pandang Macam Sudut Pandang° Amanat
  • 4. Tema
  • 5. Alur
  • 6. Tahapan Alur• Paparan (exposition) : tahapan pengenalan awal cerita• Rangsangan : tahapan munculnya peristiwa yang mengawali timbulnya gawatan• Gawatan : tahapan munculnya tanda – tanda konflik• Pertikaian (conflict): tahapan ketika konflik mulai memuncak• Klimaks (climax): tahapan ketika konflik mencapai puncaknya• Peleraian: tahapan pemecahan masalah dari konflik yang terjadi• Penyelesaian: tahapan akhir suatu cerita yang merupakan penyelasaian masalah
  • 7. Macam-Macam Alur
  • 8. 1) Alur Maju (Progresi)••
  • 9.
  • 10. 2) Alur Mundur (Regresi)••
  • 11.
  • 12. 3) Alur Campuran (maju-mundur)• Alur Campuran adalah alur yang diawali klimaks, kemudian melihat lagi masa lampau dan dilanjutkan sampai pada penyelesaian yang menceritakan banyak tokoh utama sehingga cerita yang satu belum selesai kembali ke awal untuk menceritakan tokoh yang lain.• Tahapannya : a. Klimaks b. Peruwitan c. Awal d. Antiklimaks e. Penyelesaian
  • 13. • Contoh cerpen : Suara klakson bersahut-sahutan. Kulirik arloji, hampir jam setengah enam petang. Pantas. Para pengklakson ini pasti perindu rumah. Din...din...Aku maju sedikit. Bukannya tak mau berisik. Aku cuma tak mau pulang cepat. Aku bukanlah seorang perindu rumah. Tes tes... . Gerimis menderas. Sudah dua puluh menit aku dalam perjalanan ini. Aku menepi di bawah pohon tua, hendak memakai jas. “Siapa yang salah? Aku? Iya?” “Ya jelas!” “Jelas apa???” “Kan anak kita ada empat, Mas!” “Empat??Anak kita cuma tiga!” “Jadi, Mas menyalahkan Rina?” “Ya!!!” “Tapi Rina kan sekarang anakmu juga, Mas” “Rina tidak akan pernah jadi anakku!! “ “Mas jahat!!” teriak ibu sambil berlari. Aku masih dibawah pohon tua ini. Mengapa aku harus pulang ke rumah?? Ahh, Dewi Petir, sambarlah aku sekarang, agar aku bisa mati saat ini juga!!
  • 14. Latar
  • 15. Jenis-jenis Latar•••
  • 16. Penokohan
  • 17. Metode yang digunakan pengarang cerpen untuk menampilkan sifat tokoh • • •
  • 18. Akan tetapi pengarang dapat menampilkan sifat tokoh melalui hal-hal berikut :•••
  • 19. Sudut Pandang
  • 20. 2) Sudut Pandang “Aku” sebagai tokoh bukan utama • Nah, sudut pandang ini sama-sama menggunakan ‘Aku’, sama-sama dari sudut pandang orang pertama. Tetapia si ‘Aku’ ini adalah temannya tokoh utama. Dia bercerita tentang kehidupan si tokoh utama. Kita juga mengikut pengalaman, perasaan, dan pengetahuannya. • Contoh Cerpennya: Seluruh kejadian ini dimulai saat sahabatku, Betty, muncul sambil terengah-engah. Rupanya ia berlari di sepanjang jalan ke rumahku. Tanpa banyak bicara, karena nafasnya begitu tersengal- sengal, Betty menarik tanganku.
  • 21. 3) Sudut Pandang Orang Ketiga• Pengisahan cerita yang mempergunakan sudut pandang persona ketiga gaya ”Dia”, naratornya adalah seorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama, atau kata gantinya: ia, dia, atau mereka.• Contoh Cerpennya: Cuaca saat itu cerah sekali. Gadis cilik bernama Betty berjalan melompat-lompat sambil bersenandung riang. Rambut ikalnya menari-nari. Ah, mungkin jika Betty tahu bahwa awal dari petualangan sulitnya akan dimulai di jalan itu, maka ia akan menyingkir. Namun, mungkin juga tidak, Betty suka petualangan. Hmmm… walau kurasa mungkin yang ia suka bukan petualangan sesulit yang akan ia hadapi ini.
  • 22. Amanat
  • 23. TerimaKasih