• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Consumer 3000  - The Book Excerpt
 

Consumer 3000 - The Book Excerpt

on

  • 1,792 views

An excerpt of the book "Consumer 3000: Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia", discussing middle-class consumer revolution in Indonesia.

An excerpt of the book "Consumer 3000: Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia", discussing middle-class consumer revolution in Indonesia.

Statistics

Views

Total Views
1,792
Views on SlideShare
1,775
Embed Views
17

Actions

Likes
0
Downloads
94
Comments
3

2 Embeds 17

http://us-w1.rockmelt.com 13
https://si0.twimg.com 4

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Consumer 3000  - The Book Excerpt Consumer 3000 - The Book Excerpt Presentation Transcript

    • CONSUMER 3000It’sA WholeNew WorldA Book ExcerptYuswohadyDirectorCenter for Middle-Class Consumer Studies (CMCS)Blog: www.yuswohady.com | Twitter: @yuswohady
    • Book ExcerptKantor saya adalah Starbucks. Ya, karena pekerjaan sebagaikonsultan menuntut saya untuk mobile tiap hari mengukur jalananJakarta menyambangi satu persatu klien. Untuk survive di tengahkemacetan Jakarta seringkali langkah kompromi dilakukan denganmencari tempat meeting di tengah-tengah ibukota. Maka jadilahStarbucks menjadi alternatif paling menjanjikan. Bisa 3-4 kaliseminggu saya meeting di Starbucks.Dari banyak bergumul di Starbucks otak dan mata saya tak bisalepas dari mereka-mereka yang menghabiskan waktu di gerai yangsemakin diminati warga Jakarta ini. Duduk berlama-lama diStarbucks mau nggak mau saya mengamati orang-orang di situyang sedang sibuk kerja, ada yang serius meeting, ngobrol rame-rame ketawa-ketiwi, ada yang di pojok sendirian menggauli iPad,ada juga yang khusuk membaca buku.Tak tahu kenapa suatu hari di tengah melamun di Starbucks tiba-tiba otak saya bergetar, “Hebat ya, Indonesia kini mulai banyakorang kaya dan mapan,” gumam saya. Mereka adalah paraprofesional, entrepreneur, dokter, bankir, arsitek, mahasiswa, yangpotretnya saya saksikan di Starbucks. Rupanya, lamunan inikemudian terus menyandera otak saya. Jalan-jalan di mal,menunggu pesawat di bandara, atau terjebak di belantarakemacetan Jakarta, pikiran saya terus terganggu oleh kenyataanmakin makmurnya Indonesia.
    • Book ExcerptSampai suatu hari saya membaca sebuah artikel yang ditulis pakarekonomi Cyrillus Harinowo di The Jakarta Post bulan Oktober 2010mengenai tembusnya GDP perkapita Indonesia ke posisi $3000.Dalam tulisan tersebut digambarkan bahwa angka ambang(treshold) GDP perkapita $3000 merupakan momentum yangpenting bagi suatu negara karena begitu angka itu terlampaui,maka negara tersebut akan menikmati pertumbuhan yang cepat(accelerated growth). Secara empirik hal tersebut sebelumnya telahdialami oleh negara-negara maju baru (emerging countries) sepertiKorea Selatan, Cina, Brasil, dan lain-lain.Consumer 3000Lamunan di Starbucks dan artikel di The Jakarta Post rupanyameletupkan ide mengenai apa yang saya sebut “Consumer 3000”.Istilah ini saya ciptakan untuk menandai konsumen baru diIndonesia, yaitu konsumen kelas menengah (middle-classconsumer). Secara harafiah segmen ini didefinisikan sebagaikelompok konsumen yang berada di antara konsumen kelas bawah(miskin atau “bottom of the pyramid”) dan kelas atas (affluent). “Middle-class consumers are the biggest and most profitable segment in Indonesia”
    • Sementara secara teknis segmen ini didefinisikan sebagai kelompokkonsumen yang memiliki rentang pendapatan/pengeluarantertentu. Asian Development Bank misalnya, menetapkan merekamemiliki pengeluaran perkapita perhari sebesar $2-20. Ada kriterialain lagi yang melihat konsumen kelas menengah dari tingkatpendidikan atau jenis pekerjaan (white collar worker). Memangsangat beragam kriteria yang diberikan oleh para pakar untukmendefinisikan kelas menengah sehingga kita harus berhati-hatidalam menginterpretasikannya.Sejak mencetuskan Consumer 3000 akhir tahun 2010 maka otaksaya mulai terkena “guna-guna” Consumer 3000. Kapanpun dandimanapun saya memikirkannya. Jalan-jalan di mal atau bengong dibandara, saya menggali insight mengenai Consumer 3000. Setiapminggu saya menulis 2-3 artikel mengenai Consumer 3000 baikuntuk blog maupun media cetak. Setiap saat saya ngetwitmengenai Consumer 3000, bahkan secara khusus saya menciptakanhashtag #c3000 untuk memicu conversation di media sosialmengenai topik ini.Keasyikan mengkaji konsumen kelas menengah ini kemudian sayaformalisasikan dengan membentuk sebuah lembaga penelitianCenter for Middle-Class Consumer Studies (CMCS). Pembentukanlembaga ini diprakarsai oleh Invent.ure (consulting firm yang sayarintis) bersama majalah SWA. Secara konsisten dan berkelanjutanCMCS akan melakukan kajian terhadap dinamika konsumen kelasmenengah di Indonesia.
    • Setelah hampir dua tahun menekuni, mengamati, dan mengkaji,akhirnya butir-butir pemikiran mengenai konsumen kelas Indonesiapun mulai mengkristal. Buku ini merangkum seluruh pemikiran itusebagai bagian dari upaya saya untuk memberikan potret umummengenai konsumen kelas menengah di Indonesia. Saya berharapbutir-butir pemikiran ini mampu membuka cakrawala baru bagipemasar dan dunia pemasaran di Indonesia.Saya meyakini, revolusi kelas menengah di Indonesia akanmenciptakan tsunami perubahan konsumen. Revolusi itumenciptakan jenis konsumen baru, peta kompetisi baru, danlanskap bisnis baru. Ia menciptakan dunia yang sama sekali barubagi para pemasar. “We enter a whole new world”. Dunia baruyang penuh tantangan; dunia baru yang penuh peluang; dunia baruyang penuh kecemerlangan.40 Great IdeasBangunan terbesar buku ini memuat 40 percik pemikiran mengenaifenomena revolusi kelas menengah di Indonesia. 40 pemikiran itusaya beri label: “C3000 Idea”. Kenapa? Karena saya berharap percik-percik pemikiran itu akan mampu men-trigger ide-ide pemasaranyang luar biasa untuk menggarap pasar paling hot dan palingprospektif di Indonesia saat ini. Ide-ide luar biasa itu bisa berupaide produk baru, program kampanye pemasaran baru,pengembangan creative channel baru, pendekatan customer servicebaru, strategi branding baru, hingga community activation baruberbasis media sosial.
    • Book Excerpt40 tulisan yang saya usung dalam bagian ini sengaja dikemas secararenyah dan enteng agar para pembaca dapat menangkap insight-insight yang ada di dalamnya secara mudah. Format tulisannyapendek-pendek dan mengambil kasus-kasus aktual yang terjadi dilingkungan kita sehari-hari sehingga pembaca bisa mencernanyasecara kontekstual. Seorang teman di Twitter menyebut tulisan-tulisan saya “nendang” karena secara aktual mereka mengalaminyadalam kehidupan sehari-hari. Merea merasakan, “ini gue banget.”Melalui 40 tulisan itu saya mencoba mengangkat fenomena-fenomena baru konsumen kelas menengah Indonesia. Misalnyafenomena budaya “buy now, pay later” yang sudah mulaimenjangkiti konsumen kita. Atau fenomena mal yang sudahmenjadi pusat kehidupan kita (yes, “mall is the killer app”),sehingga seluruh kegiatan kita diusung di mal mulai dari sale,nongkrong, launching produk, pertunjukkan musik, pameranlukisan, hingga perpustakaan. “Welcome to the era of Consumer 3000 It’s a whole new world. A world with millions of opportunities”
    • Book ExcerptMelalui tulisan-tulisan itu saya tak bermaksud menggurui denganmenceramahi pembaca dengan taktik-taktik atau tips-tips “how-to”layaknya buku motivasi atau buku panduan praktis. Saya lebih sukamengajak Anda para pembaca untuk larut dan menyelami perilakuConsumer 3000 dan kemudian mengeksplorasi insight-insight yangmuncul di dalamnya. Jadi buku ini bukannya menyuguhkan “tipssiap saji” tapi mengajak Anda merenung, mengeksplorasi, danakhirnya menemukan sendiri ide-ide breakthrough Anda. This bookis about insight discovery. “A strong middle-class incubates the next generation of entrepreneurs”Kalau Anda selesai membaca keseluruhan 40 tulisan yang adadalam bagian ini maka Anda akan menemukan benang merah dariseluruh tulisan tersebut. Benang merahnya adalah bahwa melaluitulisan-tulisan pendek tersebut saya ingin memotret isi kepalakonsumen kelas menengah Indonesia. Saya ajak para pembacauntuk “berwisata” mengunjungi secara langsung “pabrik” dimanakeputusan-keputusan pembelian konsumen kelas menengahdihasilkan. Perlu diingat, dinamika dan pergulatan pemikiran dikepala konsumen ini akan mewarnai perilaku konsumen dalammembeli dan mengkonsumsi produk.
    • Dengan memahami root cause bagaimana sebuah keputusanpembelian dan konsumsi dihasilkan maka Anda akan lebih tajammengurai dinamika perilaku konsumen dan lebih cesplengmemberikan solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi konsumen.Dengan mengetahui bagian terdalam dari pikiran-pikiran Consumer3000, maka Anda mampu memahami fenomen-fenomenapermukaan yang terjadi pada konsumen secara jauh lebih baik.Anda misalnya, dengan gampang akan bisa memahami kenapaorang antri sampai pingsan di Pacific Place untuk mendapatkanBlackberry terbaru. Atau kenapa tiap minggu Jakarta bisamenggelar artis-artis internasional sekaliber Lady Gaga, Katy Perry,atau Rod Steward. “Middle-class consumers are hyper-value consumer. They’re knowledgeable, technology savvy, and social media freaks”Karena format seperti di atas, maka selesai membaca buku ini sayaberharap Anda bukannya mendapatkan ketentraman dankenyamanan intelektual. Tapi justru sebaliknya, bingung dan resahmemikirkan kreasi, inovasi, dan solusi apa yang bisa Anda ciptakanuntu konsumen baru ini. Saya berharap, selesai membaca buku iniAnda akan terhenyak dan serta-merta keluar dari zona nyamanuntuk melakukan creative destruction dan menciptakan rule of thegame baru di industri Anda, menyusul adanya tsunami kelasmenengah di Indonesia.
    • Book ExcerptC3000 BriefMelengkapi 40 tulisan pada bagian C3000 Idea di atas, sayamencoba menyuguhkan berbagai isu menarik terkait denganbahasan mengenai kelas menengah. Berbagai isu menarik itumisalnya: ringkasan mengenai definisi kelas menengah yangdiajukan para pakar, komposisi kelas menengah di Indonesia, ataurevolusi kelas menengah di Cina. Tulisan-tulisan mengenai berbagaiisu mutakhir kelas menengah ini saya beri label: “C3000 Brief”.Tujuan saya menampilan C3000 Brief adalah agar pembacamendapatkan basis pengetahuan yang komprehensif mengenaikonsumen kelas menengah. Perlu diketahui, pembahasan mengenaikelas menengah merupakan bidang pembahasan yang sudah cukupberumur sehingga literatur yang dhasilkan sudah cukup banyak.Namun celakanya, sebagian besar pembahasan tersebut ditinjaudari perspektif ekonomi makro. Masih sangat sedikit literatur yangmengupas dari sisi mikro seperti perilaku konsumen, segmentasipasar, atau strategi pemasaran untuk menggarap segmen ini.“For the first time in history more than half theworld is middle-class—thanks to rapid growth inemerging countries.” - Economist
    • Book ExcerptKalau dalam C3000 Idea pembahasan dilakukan secara ringan dankasual, maka di sini pembahasan lebih bersifat formal-analitikaldengan melibatkan data-data kuantitatif yang cukup kaya. KalauC3000 Idea cenderung menyoroti kelas menengah dari sisi mikro(pemasaran), maka di sini bahasan lebih besifat makro (ekonomi).Dengan begitu maka C3000 Idea dan C3000 Brief sudah seperti Yin-Yang yang saling melengkapi dan mengisi. Keduanya adalahkombinasi yang harmonis.Selamat membaca.
    • Thank YouVisit our community blog:www.consumer3000.netInvent.ureJl. Paus No.7 RawamangunT: +62-21-4788 3369F: +62-21-4788 3368