Ikatan kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggungung jawab dalam gaya interaksitarik menarik antara dua atom at...
itu, elektron-elektron yang tidak terlibat dalam ikatan kovalen disebut elektron bebas. Elektronbebas ini berpengaruh dala...
Ikatan logam merupakan salah satu ciri khusus dari logam, pada ikatan logam ini elektron tidakhanya menjadi miliki satu at...
Perbedaan Antara Ikatan Kovalen dan Ikatan IonPerbedaan antara Ikatan Kovalen dan Ikatan IonIkatan kimia ada bermacam-maca...
5.IsomerPunya6.Titik Leleh dan Titik DidihLebih rendah (kecuali intan karena kristalnya terikat dengan kuat sehingga energ...
Dapat menghantarkan listrik ketika berbentuk lelehan.(contoh: lelehan NaCl dapat menghantarkan listrik dengan baik)5.Isome...
IKATAN KIMIASifat-sifat zat sebagian ditentukan oleh ikatan kimia antara atom-atom pembentukya. Suatuikatan kimia adalah g...
Dari tabel di atas dapat dikatakan bahwa susunan elektron yang stabil mempunyai 8 elektronpada kulit terluar (oktet) sebag...
Jumlah Banyaknya elektron yang                   Jumlah     SusunanAtom                                            Ion    ...
11pAtom natrium, Na                             ion natrium, Na+2e 8e 1e                                         2e 8e    ...
Dalam melukiskan ikatan kovalen, kita menggunakan apa yang disebut rumus LEWIS, yaitusetiap elektron valensi (elektron pad...
Berdasarkan jumlah pasangan elektron yang dipergunakan bersama ikatan kovalen dapatdibedakan menjadi:       1. Ikatan tung...
Dalam molekul H2, Cl2, O2 pasangan elektron yang dipergunakan bersama tertarik sama kuatoleh atom-atom yang berikatan oleh...
-         Amati aliran cairan zat cair, apakah zat cair mengalami pembelokan?Tabel Pengamatan                        Alira...
elektron (atom akseptor). Ikatanm kovalen yang demikian disebut sebagai ikatan kovalenkoordinasi , semi polar atau ikatan ...
Gaya tarik menarik seperti pada molekul-molekul polar dapat juga terjadi antara muatan positifdari ion-ion logam dengan mu...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ikatan kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggungung jawab dalam gaya interaksi tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil

2,519 views
2,391 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,519
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
38
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ikatan kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggungung jawab dalam gaya interaksi tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil

  1. 1. Ikatan kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggungung jawab dalam gaya interaksitarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik ataupoliatomik menjadi stabil. Secara umum, ikatan kimia dapat digolongkan menjadi dua jenis,yaitu:A. Ikatan antar atom:1. Ikatan ion = heteropolarIkatan ionik adalah sebuah gaya elektrostatik yang mempersatukan ion-ion dalam suatusenyawa ionik. Ion-ion yang diikat oleh ikatan kimia ini terdiri dari ka2tion dan juga anion.Kation terbentuk dari unsur-unsur yang memiliki energi ionisasi rendah dan biasanya terdiri darilogam-logam alkali dan alkali tanah. Sementara itu, anion cenderung terbentuk dari unsur-unsuryang memiliki afinitas elektron tinggi, dalam hal ini unsur-unsur golongan halogen dan oksigen.Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ikatan ion sangat dipengaruhi oleh besarnya bedakeelektronegatifan dari atom-atom pembentuk senyawa tersebut. Semakin besar bedakeelektronegatifannya, maka ikatan ionik yang dihasilkan akan semakin kuat. Ikatan ioniktergolong ikatan kuat, dalam hal ini memiliki energi ikatan yang kuat sebagai akibat dariperbedaan keelektronegatifan ion penyusunnya.Pembentukan ikatan ionik dilakukan dengan cara transfer elektron. Dalam hal ini, kationterionisasi dan melepaskan sejumlah elektron hingga mencapai jumlah oktet yang disyaratkandalam aturan Lewis. Selanjutnya elektron yang dilepaskan ini akan diterima oleh anion hinggamencapai jumlah oktet. Proses transfer elektron ini akan menghasilkan suatu ikatan ionik yangmempersatukan ion anion dan kation.Sifat-Sifat ikatan ionik adalah: a. Bersifat polar sehingga larut dalam pelarut polar b. Memiliki titik leleh yang tinggi c. Baik larutan maupun lelehannya bersifat elektrolit2. Ikatan kovalen = homopolarIkatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian elektron bersamaoleh atom-atom pembentuk ikatan. Ikatan kovalen biasanya terbentuk dari unsur-unsur nonlogam. Dalam ikatan kovalen, setiap elektron dalam pasangan tertarik ke dalam nukleus keduaatom. Tarik menarik elektron inilah yang menyebabkan kedua atom terikat bersama.Ikatan kovalen terjadi ketika masing-masing atom dalam ikatan tidak mampu memenuhi aturanoktet, dengan pemakaian elektron bersama dalam ikatan kovalen, masing-masing atommemenuhi jumlah oktetnya. Hal ini mendapat pengecualian untuk atom H yang menyesuaikandiri dengan konfigurasi atom dari He (2ē valensi) untuk mencapai tingkat kestabilannya. Selain
  2. 2. itu, elektron-elektron yang tidak terlibat dalam ikatan kovalen disebut elektron bebas. Elektronbebas ini berpengaruh dalam menentukan bentuk dan geometri molekul.Ada beberapa jenis ikatan kovalen yang semuanya bergantung pada jumlah pasangan elektronyang terlibat dalam ikatan kovalen. Ikatan tunggal merupakan ikatan kovalen yang terbentuk 1pasangan elektron. Ikatan rangkap 2 merupakan ikatan kovalen yang terbentuk dari dua pasanganelektron, beitu juga dengan ikatan rangkap 3 yang terdiri dari 3 pasangan elektron. Ikatanrangkap memiliki panjang ikatan yang lebih pendek daripada ikatan tunggal. Selain itu terdapatjuga bermacam-macam jenis ikatan kovalen lain seperti ikatan sigma, pi, delta, dan lain-lain.Senyawa kovalen dapat dibagi mejadi senyawa kovalen polar dan non polar. Pada senyawakovalen polar, atom-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadapelektron pasangan persekutuannya. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan antara atom-atom penyusunnya. Akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif. Sementara itu padasenyawa kovalen non-polar titik muatan negatif elekton persekutuan berhimpit karena bedakeelektronegatifan yang kecil atau tidak ada. Gambar Ikatan Kovalen pada metana3. Ikatan kovalen koordinasi = semipolarIkatan kovalen koordinat merupakan ikatan kimia yang terjadi apabila pasangan elektronbersama yang dipakai oleh kedua atom disumbangkan oleh sala satu atom saja. Sementara ituatom yang lain hanya berfungsi sebagai penerima elektron berpasangan saja.Syarat-syarat terbentuknya ikatan kovalen koordinat: 1. Salah satu atom memiliki pasangan elektron bebas 2. Atom yang lainnya memiliki orbital kosongSusunan ikatan kovalen koordinat sepintas mirip dengan ikatan ion, namun kedua ikatan iniberbeda oleh karena beda keelektronegatifan yang kecil pada ikatan kovalen koordinat sehinggamenghasilkan ikatan yang cenderung mirip kovalen.4. Ikatan Logam
  3. 3. Ikatan logam merupakan salah satu ciri khusus dari logam, pada ikatan logam ini elektron tidakhanya menjadi miliki satu atau dua atom saja, melainkan menjadi milik dari semua atom yangada dalam ikatan logam tersebut. Elektron-elektron dapat terdelokalisasi sehingga dapat bergerakbebas dalam awan elektron yang mengelilingi atom-atom logam. Akibat dari elektron yang dapatbergerak bebas ini adalah sifat logam yang dapat menghantarkan listrik dengan mudah. Ikatanlogam ini hanya ditemui pada ikatan yang seluruhnya terdiri dari atom unsur-unsur logamsemata.B. Ikatan antar molekul1. Ikatan hidrogenIkatan hidrogen merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang mempunyaikeelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama. Ikatan hidrogen merupakanikatan yang paling kuat dibandingkan dengan ikatan antar molekul lain, namun ikatan ini masihlebih lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen maupun ikatan ion.Ikatan hidrogen ini terjadi pada ikatan antara atom H dengan atom N, O, dan F yang memilikipasangan elektron bebas. Hidrogen dari molekul lain akan bereaksi dengan pasangan elektronbebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi. Kekuatan ikatanhidrogen ini dipengaruhi oleh beda keelektronegatifan dari atom-atom penyusunnya. Semakinbesar perbedaannya semakin besar pula ikatan hidrogen yang dibentuknya.Kekuatan ikatan hidrogen ini akan mempengaruhi titik didih dari senyawa tersebut. Semakinbesar perbedaan keelektronegatifannya maka akan semakin besar titik didih dari senyawatersebut. Namun, terdapat pengecualian untuk H2O yang memiliki dua ikatan hidrogen tiapmolekulnya. Akibatnya, titik didihnya paling besar dibanding senyawa dengan ikatan hidrogenlain, bahkan lebih tinggi dari HF yang memiliki beda keelektronegatifan terbesar.2. Ikatan van der wallsGaya Van Der Walls dahulu dipakai untuk menunjukan semua jenis gaya tarik menarik antarmolekul. Namun kini merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipolseketika. Ikatan ini merupakan jenis ikatan antar molekul yang terlemah, namun sering dijumpaidiantara semua zat kimia terutama gas. Pada saat tertentu, molekul-molekul dapat berada dalamfase dipol seketika ketika salah satu muatan negatif berada di sisi tertentu. Dalam keadaa dipolini, molekul dapat menarik atau menolak elektron lain dan menyebabkan atom lain menjadidipol. Gaya tarik menarik yang muncul sesaat ini merupakan gaya Van der Walls.
  4. 4. Perbedaan Antara Ikatan Kovalen dan Ikatan IonPerbedaan antara Ikatan Kovalen dan Ikatan IonIkatan kimia ada bermacam-macam, diantaranya ada ikatan kovalen,ikatan ion, ikatan koordinasidan lain sebagainya. Namun pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang perbedaanantara ikatan kovalen dan ikatan ion.Pada dasarnya ikatan kovalen dapat dijelaskan melalui dua pendekatan yaitu: teori ikatan valensidan yang kedua adalah teori orbital molekul. Pada teori yang pertama yaitu tentang tentang teoriikatan valensi,dijelaskan interaksi electron valensi atom-atom yang saling berdekatan. Pada teoriini jarak antara inti atom adalah yang mempunyai energi terendah. Sedangkan pada teori yangkedua yakni tentang teori orbital molekul, menjelaskan tentang orbital sekitar inti – inti atomyang bergabung. pada teori ini, orbital adalah gelombang electron pada molekul.Sedangakan pada senyawa yang berikatan ion mempunyai sifat yang berbeda dengan senyawayang berikatan ion karena pada ikatan ion, didalam kisinya terdapat kationdan anion. Adanya ion-ion tersebut (kation dan anion), menyebabkan terjadinya tarik menarikyang kuat antara anion dan kation. Namun, selain terdapat gaya tarik menari, juga terdapat gayatolak-menolak di antara kation-kation dan anion-anion yang sangat kecil sehingga dapatdiabaikan.Berikut adalah perbedaan antara ikatan kovalen dan ikatan Ion.Pada Ikatan Kovalen1.Bentuk Senyawa yang dapat terjadi:a.Padatan(contoh: I2 dan gula)b.Cair(contoh: HCl, H2SO4, Br2)c.Gas(contoh: CO2, O2, H¬2, Cl¬2)2.KelarutanMudah larut dalam pelarut polar maupun pelarut non polar.a. Kovalen Non Polar larut dengan pelarut non polar)(contoh: I2 larut dengan baik pada CCl4)b. Kovalen polar larut dengan pelarut polar.(contoh: gula larut dalam air)3.Bentuk KristalPadatan kovalen dua dimensi4.Daya Hantar Listrika. Untuk kovalen Polar, dapat menghantarkan listrik(contoh: HCl dapat menghantarkan listrik)b. Untuk kovalen non polar, tidak dapat menghantarkan listrik walaupun berbentuk lelehan.(contoh: lelehan gula tidak dapat menghantarkan listrik)
  5. 5. 5.IsomerPunya6.Titik Leleh dan Titik DidihLebih rendah (kecuali intan karena kristalnya terikat dengan kuat sehingga energi yangdiperlukan untuk memutuskan energipun lebih besar).7.Terjadinya IkatanTerjadinya ikatan antara unsur non logam dengan unsur non logam dengan penggunaan elektronbersama-sama.8. Proses Terjadinya IKatanPenggunaan bersama pasangan elektron9.Perbedaan ElektronegativitasKecil.10.Daya TarikMelibatkan elektron-elektron yang dikongsi dan dua atau lebih inti atom yang bermuatan positifsecara bersama menarik elektro-elektron bermuatan negatif yang dikongsi.11. Jari-jariLebih panjang.12.Partikel TerkecilMolekul13.Energi yang digunakan untuk memutuskan elektron.Lebih besar.Sedangkan pada Ikatan Ion adalah:1.Bentuk Senyawa yang dapat terjadiPadatan ionik(contoh: NaCl, KCL, CaCl2, KSN, CaSO4.2H2O)2.KelarutanMudah larut dalam pelarut polar.(contoh: NaCl larut dalan H2O)3.Bentuk KristalPadatan ionik tiga dimensi (ion-ion berikat kuat didalam kisi-kisinya)4.Daya Hantar Listrik
  6. 6. Dapat menghantarkan listrik ketika berbentuk lelehan.(contoh: lelehan NaCl dapat menghantarkan listrik dengan baik)5.IsomerTidak punya (namun punya isoelektron).6.Titik Leleh dan Titik DidihLebih tinggi (karena ion-ionnya terikat kuat pada kisi-kisinya sehingga untuk memutuskan ikatandiperlukan energi yang lebih besar)7.Terjadinya IkatanTerjadinya ikatan antara unsur logam dengan unsur non logam8. Proses Terjadinya IkatanAdanya transfer elektron9.Perbedaan ElektronegativitasBesar10.Daya TarikInti atom yang bermuatan positif, secara dominan melebihi muatan positif inti atom lainnya,sehingga secara efektif menyebabkan satu atom menstransfer elektronnya ke atom yang lainnya.11.Jari-jariLebih pendek.12.Partikel terkecilIon postif dan ion negatif.13.Energi yang digunakan untuk memutuskan elektron.Lebih kecil.Dari data diatas dapat dilihat beberapa perbedaan antara ikatan kovalen dengan ikatan ion.Namun masih banyak lagi perbedan antara senyawa yang berikatan dengan Kovalen dansenyawa yang berikatan dengan Ion.
  7. 7. IKATAN KIMIASifat-sifat zat sebagian ditentukan oleh ikatan kimia antara atom-atom pembentukya. Suatuikatan kimia adalah gaya tarik menarik yang kaut antara atom-atom tertentu di dalam suatu zat.Perubahan kimia atau reaksi kimia terjadi karena penggabungan atau pemisahan atom-atomdengan cara tertentu sehingga terbentuk zat yang lebih stabil. Hasil reaksi kimia dapatmempunyai bentuk molekul tertentu atau dapat pula menghasilkan kristal dengan bentuk tertentuyang akan menentukan sifat-sifat zat hasil tersebut. Perlu diketahui bahwa tidak semua jenisatom dapat bergabung dengan jenis atom lain membentuk senyawa. Dalam bab ini akandipelajari penggabungan atom-atom membentuk senyawa, serta jenis ikatan kimia yang terjadi.Dikenal ada beberapa macam ikatan kimia yaitu: 1. Ikatan ion / ikatan elektrovalen / ikatan heteropolar 2. Ikatan kovalen / ikatan atom / ikatan homopolar 3. Ikatan kovalen koordinasi / ikatan semipolar 4. Ikatan logam 5. Ikatan Hidrogen 6. Ikatan (Gaya) Van Der Waals.Bagaimana ikatan kimia dapat terjadi? Bagian atom mana yang berperan dalam membentukikatan kimia? Bagaimana ciri-ciri dan sifat dari senyawa dengan ikatan kimia tertentu?Pertanyaan itu semua dapat terjawab setelah anda mengikuti uraian dalam bab ini. Ikatanhidrogen dan gaya Van Der Waals dibahas di kelas 11 semester 1.10.1 SUSUNAN ELEKTRON STABILUnsur-unsur gas mulia merupakan unsur-unsur yang sukar bereaksi dengan unsur lain. Sifat inidapat dimiliki oleh unsur-unsur gas mulia karena konfigurasinya yang stabil. Konfigurasielektron gas mulia dapat anda lihat dalam tabel. Kulit elektron NomorUnsur Elektron valensi atom K L M N OHe 2 2e 2eNe 10 2e 8e 8eAr 18 2e 8e 8e 8eKr 36 2e 8e 18e 8e 8eXe 54 2e 8e 18e 18e 8e 8e
  8. 8. Dari tabel di atas dapat dikatakan bahwa susunan elektron yang stabil mempunyai 8 elektronpada kulit terluar (oktet) sebagaimana yang dimiliki oleh atom-atom unsur gas mulia kecualihelium (dua elektron atau duplet). Menurut Kossel dan Lewis (1916) keadaan seperti inimerupakan keadaan paling stabil yang dimiliki atom-atom unsur gas mulia (oktet). Sehinggaatom dari unsur-unsur yang lain berusaha memiliki konfigurasi elektron yang stabil sepertikonfigurasi elektron atom unsur gas mulia terdekat. Adanya kecenderungan memiliki konfigurasielektron stabil inilah yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya ikatan kimia.Usaha memiliki konfigurasi elektron yang stabil dapat dicapai dengan cara: 1. Melepaskan elektron valensinya (elektron valensi pada umumnya £ 3, kecuali B, H, Be, He) sehingga terbentuk ion positif yang bermuatan sejimlah elektron yang dilepaskannya.Na : 2e 8e 1e ® Na+ : 2e 8e + 1eMg : 2e 8e 2e ® Mg2+ : 2e 8e + 2eAl : 2e 8e 3e ® Al3+ : 2e 8e + 3e 1. Menarik elektron dari luar (elektron valensi pada umumnya ³ 5) sehingga bermuatan negatif sebesar elektron yang ditariknya.F : 2e 7e + 1 e ® F- : 2e 8eO : 2e 6e + 2 e ® O2- : 2e 8eCl : 2e 8e 7e + 1 e ® Cl- : 2e 8e 8eAntara ion positif dan ion negatif yang terbentuk akan terjagi gaya tarik menarik (gayaelektrostatik) sehingga terbentuklah ikatan ion 1. Penggunaan bersama pasangan elektron di antara atom-atom yang berikatan sehingga terbentuk pasangan elektron terikat sebanyak elektron yang saling dipinjamkan. Akibat penggunaan bersama pasangan elektron ini terbentuklah ikatan kovalen.Contoh : atom hidrogen yang mempunyai 1 elektron akan saling menyumbangkanelektronnya untuk digunakan bersama dalam molekul H2, sehingga masing-masing atomhidrogen memiliki 2 elektron H* + o H ® H *o HKegiatan 1Unsur Ne dengan nomor atom 10 dan unsur Ar dengan nomor atom 18 memiliki konfigurasielektron yang stabil. Unsur-unsur yang mempunyai nomor atom sekitar Ne atau Ar inginmemiliki konfigurasi elektron yang stabil. Lengkapi tabel di bawah ini.
  9. 9. Jumlah Banyaknya elektron yang Jumlah SusunanAtom Ion elektron diikat/dibebaskan elektron elektron11Na 11 Membebaskan 1 elektron Na+ 10 2e 8e9F 9 Menerima 1 elektron F 10 2e 8e12Mg13Al8O17Cl20CaKesimpulan apakah yang dapat anda peroleh dari kegiatan tersebut?………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………10.2 Ikatan IonIkatan kimia yang terbentuk akibat gaya tarik menarik antara ion positif (kation) dengan ionnegatif (anion) disebut sebagai ikatan ion. Jika atom-atom logam berdekatan atom-atom bukanlogam akan terjadi perpindahan elektron valensi dari atom logam kepada atom bukan logam.Akibatnya atom logam membentuk kation sedangkan atom bukan logam membentuk anion.Antara anion dan kation yang berlawanan muatan akan saling tarik menarik dan terbentuklahikatan ion (ikatan elektrovalen).Atom logam natrium yang mempunyai susunan elektron 2e 8e 1e sedangkan atom klormempunyai susunan elektron 2e 8e 7e. Agar kedua atom di atas mempunyai susunan elektronstabil (oktet) maka logam natrium akan melepaskan sebuah elektron valensinya, sedangkan atomklor cenderung untuk menerima elektron yang dilepaskan oleh natrium tersebutPelepasan dan penerimaan elektron tersebut dapat digambarkan sebagai:Na : 2e 8e 1e ® Na+ : 2e 8e + 1eCl : 2e 8e 7e + 1e ® Cl- : 2e 8e 8eAtara ion Na+ dengan ion Cl- akan tarik menarik membentuk Na+Cl- dan ditulis sebagai NaCl.
  10. 10. 11pAtom natrium, Na ion natrium, Na+2e 8e 1e 2e 8e Atom klrin, Cl ion klorida, Cl-2e 8e 7e 2e 8e 8e + -Dengan cara yang sama terangakan pembentukan senyawa MgF2, Na2O, CaCl2, Na3NKekuatan ikatan ionKekuatan ikatan ion suatu senyawa dapat dipredeksikan dari perbedaan skala keelektro-negatifanatom unsur pembentuknya. Makin besar beda skala kelektronegatifannya makin kuat ikatanionnya. Bagaimana kekuatan ikatan ion senyawa – senyawa dibawah ini?LiCl BeCl2 BCl3 K3N K2O KFNaCl MgCl2 AlCl3 K2S KClKCl CaCl2 K2Se KBrRbCl SrCl2 KICsCl BaCl2Bagaimana kekuatan ion dari : 1. LiCl ke CsCl : …………………………………………………………………………… 2. NaCl ke AlCl3 : …………………………………………………………………………… 3. K3N ke KF : …………………………………………………………………………… 4. KF ke KI : ……………………………………………………………………………Ikatan KovalenIkatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian bersama pasangan elektron oleh duaatom yang berikatan. Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama inginmenangkap elektron (semi logam dan bukan logam). Pasangan elektron yang dipakai bersamadapat berupa sumbangan masing-masing atom berikatan atau sumbangan salah satu atom yangberikatan.
  11. 11. Dalam melukiskan ikatan kovalen, kita menggunakan apa yang disebut rumus LEWIS, yaitusetiap elektron valensi (elektron pada kulit terluar) dilambangkan dengan tanda (titik, silang, krosatau yang lain).x . . ..H* xCx :N. :O. : Cl :x . .. .Untuk memudahkan pemikiran rumus lewis perlu diperhatikan: 1. Pembentukan ikatan kimia merupakan upaya atom suatu unsur untuk mencapai susunan oktet (8 elektron terluar) atau duplet (2 elektron terluar). 2. Pasangan elektron terikat digambarkan diantara 2 atom yang berikatan. 3. Sepasang elektron dapat digambarkan dengan satu garisContoh: H HçH C H atau H- C–HçH HUntuk lebih memahami ikatan kovalen lengkapi tabel berikut: Elektron Elektron RumusUnsur Unsur Rumus Lewis Rumus struktur valensi valensi senyawaN 5 H 1 NH3P 5 Cl 7 PCl3H 1 O 6 H2OB 3 Cl 7 BCl3N 5 N 5 N2C 4 O 6 CO2
  12. 12. Berdasarkan jumlah pasangan elektron yang dipergunakan bersama ikatan kovalen dapatdibedakan menjadi: 1. Ikatan tunggal (dilambangkan dengan satu garis ikatan) melibatkan sepasang elektron 2. Ikatan kovalen rangkap (melibatkan lebih dari sepasang elektron, 2 pasang elektron disebut ikatan rangkap dua, dan kalau 3 pasang elektron disebut ikatan rangkap 3).Kepolaran IkatanDidalam molekul HCl ternyata pasangan elektron yang dipergunakan bersama lebih tertarikkepada Cl, karena atom Cl lebih kuat menarik elektron dari pada atom H (Cl lebih elektronegatifdari pada H). Akibatnya dalam molekul HCl terbetuk dwi kutub (bersifat polar). Ikatan kovalensemacam ini disebut ikatan kovalen polar. Kepolaran senyawa akan bertambah jika bedakeelektronegatifan atom-atom yang berikatan semakin besar.Kegiatan:Perhatikan senyawa hidrida dalam tabel:CH4 NH3 H2O HF2,5 3,0 3,5 4,0SiH4 PH3 H2S HCl1,8 2,1 2,5 3,0GeH4 AsH3 H2Se HBr1,8 2,0 2,4 2,8SnH4 SbH3 H2Te HI1,8 1,9 2,1 2,5Jika skala keelektronegatifan = 2,1 dan skala kelektronegatifan yang lain sesuai dalam tabel,bagaimana perubahan kopolaran ikatan dari : 1. kiri ke kanan : …………………………………………………………………………..………………………………………………………………………….. 1. atas ke bawah : …………………………………………………………………………..…………………………………………………………………………..
  13. 13. Dalam molekul H2, Cl2, O2 pasangan elektron yang dipergunakan bersama tertarik sama kuatoleh atom-atom yang berikatan oleh karena itu tidak terjadi dwi kutub (dipol). Ikatan kovalenyang demikian disebut ikatan kovalen non polar.Dalam molekul dwi atom (terdiri dari dua atom) kepolaran ikatannya dapat ditentukan denganmudah yaitu:Molekul-molekul unsur (terdiri dari atom-atom sejenis) memiliki ikatan kovalen non polar (H2,Br2, Cl2, O2 dan sebagainya)Molekul-molekul senyawa (terdiri dari atom-atom tidak sejenis) memiliki ikatan kovalen polar(HI, HCl, HBr, IF dan sebagainya)Untuk molekul-molekul yang mengandung atom lebih dari dua, ikatan kimianya tetapmerupakan ikatan kovalen polar, tetapi dapat bersifat non polar jika bentuk molekulnya simetrisdan atom pusat tidak mempunyai pasangan elektron bebas (PEB).Contoh :CH4, BF3, SiO2, CO2 ikatan antar atomnya adalah ikatan kovalen polar, tetapi molekul molekultersebut bersifat non polar.H2O, NH3, PCl3 ikatan antar atomnya kovalen polar dan molekul bersifat polar.Kegiatan :Tujuan :Mengetahui kepolaran senyawaAlat dan bahan :Biuret, standart (statif) lengkap dengan penjepit buaya, erlenmayer, beaker glass, penggarispolietena, kain wool atau kain flannel, air (H2O), etanol (C2H5OH), aseton (CH3COOH), karbontetra klorida (CCl4).Cara kerja:- Pasanglah 4 buret pada statif dan isilah masing – masing buret dengan cairan yangtersedia.- Buatlah batang polietena bermuatan listrik dengan cara menggosok batang polietenadengan kain flannel.- Pengaruhi aliran cairan dari tiap – tiap buret dengan batang politen bermuatan
  14. 14. - Amati aliran cairan zat cair, apakah zat cair mengalami pembelokan?Tabel Pengamatan Aliran zat cairBahan dibelokkan Tidak dibelokkanAirEtanolAsetonKarbon tetra kloridaPertanyaan : 1. Kesimpulan apa yang anda dapatkan pada percobaan di atas?……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… 1. Mengapa ada zat cair yang dibelokkan dan ada yang tidak dibelokkan oleh batang politen bermuatan? Jelaskan!…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… 1. Dengan memperhatikan struktur Lewis senyawa – senyawa di atas, tentukan faktor – faktor yang mempengaruhi kepolaran suatu molekul.………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………Ikatan Kovalen KoordinasiPasangan elektron yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan kovalen berasal dari salahsatu atom yang berikatan (atom donor), sedangkan atom yang lain tidak menyumbangkan
  15. 15. elektron (atom akseptor). Ikatanm kovalen yang demikian disebut sebagai ikatan kovalenkoordinasi , semi polar atau ikatan datifIkatan kovalen koordinasi hanya dapat terbentuk apabila salah satu atom mempunyai pasanganelektron bebas (PEB). Ketika berikatan, PEB berubah status menjadi PEI. Sebagai contohpembentukan ikatan antara amonia dengan ion hidrogen membentuk ion amonium. Atom Ndalam amonia mempunyai pasangan elektron bebas yang dapat dipergunakan bersama denganion hidrogen yang telah kehilangan elektronnya. H H + H N + H+ ® H N H H H ikatan koordinasiKegiatanTuliskan Rumus Lewis dalam molekul/ion di bawah ini dan tentukan ikatan kovalenkoordinasinya.1. SO3 3. NH3BF32. CO 4. H3O+Perbandinngan sifat fisika senyawa ion dengan senyawa kovalenIkatan ion jauh lebih kuat daripada ikatan kovalen karena ikatan ion terjadi akibat gaya Coulomb(gaya elektrostatis), sedangkan ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasanganelektron ikatan. Berikut adalah perbandingan sifat fisika senyawa ion dengan senyawa kovalen.Senyawa ion Senyawa Kovalen1. Mempunyai titik didih dan titik leleh yang 1. Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi rendah2. 2. Cairan dan larutannya dapat menghantar Cairannya tidak dapat menghantar listrik3. listrik (bersifat elektrolit) 3. Pada suhu kamar ada yang berwujud Semua senyawa elektrovalen pada suhu padat, cair maupun gas. kamar berwujud padatIkatan Logam
  16. 16. Gaya tarik menarik seperti pada molekul-molekul polar dapat juga terjadi antara muatan positifdari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bergerak bebas. Interaksiinilah yang dikenal sebagai ikatan logam.Unsur-unsur logam menunjukkan sifat-sifat yang khas, seperti umumnya berupa zat padat padasuhu kamar, dapat ditempa dan merupakan penghantar listrik dan panas yang baik.Sifat-sifat tersebut dapat dimaklumi setelah melihat bagaimana atom-atom logam dalammembentuk ikatan logam. Atom-atom logam mempunyai elektron valensi yang kecil, sehinggaelektron valensi dapat bergerak bebas dan sangat mudah dilepaskan akibatnya elektron-elektronvalensi tersebut bukan hanya milik salah satu ion logam tetapi merupakan milik bersama ion-ionlogam yang terjejal dalam kisi kristal logam. Dapat dikatakan bahwa elektron valensi dalamlogam terdelokalisasi, membaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positiflogam yang telah melepaskan sebagian elektron valensinya. Akibatnya terjadi interaksi antarakedua muatan (elektron bermuatan negatif dengan ion logam yang bermuatan positif) yangberlawanan dan membentuk ikatan logam. Gaya tarik menarik ini cukup kuat sehingga padaumumnya unsur logam mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.Kekuatan ikatan logam dipengaruhi oleh: 1. jari-jari atom, makin besar jari-jari atom menyebabkan ikatan logam semakin lemah 2. jumlah elektron valensi, makin banyak elektron valensinya ikatan logam semakin kuat 3. jenis elektron s, p atau d. logam-logam blok s ikatannya paling lemah dan logam-logam blok d ikatan logamnya paling kuat (kelas 11).Rangkuman 1. Cara suatu atom mencapai struktur elektron stabil seperti gas mulia, yaitu dengan mengikat atau membebaskan elektron, dan menggunakan bersama pasangan elektron 2. Elektron yang berperan dalam ikatan kimia adalah elektron valensi 3. Ikatan ion adalah ikatan dengan gaya elektrostatif antara ion positif dan ion negatif. 4. Ikatan kovalen dapat terbentuk akibat penggunaan pasangan elektron, ikatan tunggal (sepasang elektron), ikatan rangkap (dua pasang elektron atau lebih) 5. Berdasarkan keelektronegatifan atom-atom yang berikatan ikatan kovalen dapat dibedakan menjadi ikatan kovalen non polar dan ikatan kovalen polar. 6. Kepolaran senyawa akan bertambah jika beda skala keelektronegatifan atom-atom yang berikatan semakin besar

×