Mikrotik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Mikrotik

on

  • 711 views

mikrotik

mikrotik

Statistics

Views

Total Views
711
Views on SlideShare
711
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
63
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Mikrotik Mikrotik Document Transcript

    • Cara membangun jaringan warnet dengan speddy Seperti yang kita ketahui, semenjak adanya software download seperti IDM internet di warnet kita ketika ada yang mendownload pasti lelet di karnakan ada salah satu oknum yang mendownload menggunakan idm, saat ini Pengusaha Warnet harus mulai menerapkan Mikrotik pada jaringan warnetnya, agar kecepatan (speed) internet bisa dibagi dengan rata pada setiap komputer yang ada. Semenjak ada mikrotik yang namanya Net Cut juga sudah tidak akan berguna lagi, heee, kalau masalah hardwarenya sih gak begitu mahal mahal amet. Mari kita belajar membuat jaringan warnet dengan menggunakan mikrotik misalnya kita gunakan routerboard jenis RB750 dengan jaringan internet dari speedy. Sebelumnya mari kita pahami dulu : Mikrotik adalah nama dari sebuah software untuk mengoptimalkan kinerja sebuah hardware yang bernama router network / router board. SOFTWARE : MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot. HARDWARE : RB750 adalah produk routerboard yang sangat mungil dan diperuntukkan bagi penggunaan SOHO. Memiliki 5 buah port ethernet 10/100, dengan prosesor baru Atheros 400MHz. Sudah termasuk dengan lisensi level 4 dan adaptor 12V. Dengan sistem mikrotik kita bisa membagi speed internet pada banyak komputer dengan merata tanpa adanya pilih kasih, misalnya : kita memiliki speed internet 1mbps untuk melayani 4 komputer, maka dengan mikrotik kita bisa mengaturnya agar setiap komputer akan terlayani maksimal sebesar 250 kbps (didapat dari 1mbps dibagi 4). Bila toh akan ada 1 komputer yang download menggunakan IDM atau mungkin Net Cut untuk niatan curang, maka tetap saja komputer tersebut hanya akan mendapatkan speed maksimal 250 kbps. Karena telah dibatasi oleh mikrotik. Berikut adalah rangkaian Topologi Star untuk jaringan warnet dengan menggunakan Mikrotik RB750 : Membangun Warnet ADSL Speedy dengan Mikrotik RB750Konfigurasi Interface Mikrotik
    • Klik menu Interface Lalu ganti nama interface default Mikrotik RB750 Interface port 1 dan port 2 ganti namanya : Port 1 : ToModem Port 2 : ToSwitch [admin@MikroTik] > /interface print Flags: D – dynamic, X – disabled, R – running, S – slave # NAME TYPE MTU L2MTU 0 R ;;; Interface ke Modem ToModem ether 1500 1526 1 R ;;; Interface ke Switch ToSwitch ether 1500 1524 2 ether3-local-slave ether 1500 1524 3 ether4-local-slave ether 1500 1524 4 ether5-local-slave ether 1500 1524
    • Konfigurasi IP Address Klik menu IP > Address Masukkan IP Address ke Interface ToModem : 192.168.1.2/24 Ulangi langkah diatas untuk IP Address ke Interface ToSwitch : 192.168.0.1/24 [admin@MikroTik] > /ip address print Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic # ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE 0 192.168.1.2/24 192.168.1.0 192.168.1.255 ToModem 1 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.255 ToSwitch Konfigurasi Gateway Klik menu IP > Routes Set gateway ke IP Modem 192.168.1.1
    • [admin@MikroTik] > /ip route print Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme, B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit # DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE 0 A S 0.0.0.0/0 192.168.1.1 1 1 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.1 ToSwitch 0 2 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.2 ToModem 0 Konfigurasi DNS Server Klik Menu IP > DNS Set DNS Primary : 203.130.208.18, Secondary DNS : 203.130.196.155 [admin@MikroTik] > /ip dns print servers: 203.130.208.18, 203.130.196.155 allow-remote-requests: yes max-udp-packet-size: 512 cache-size: 2048KiB cache-max-ttl: 1w cache-used: 6KiB Konfigurasi NAT Klik menu IP > Firewall Cek secara default sudah ada NAT Masquerade [admin@MikroTik] > /ip firewall nat print Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic 0 ;;; default configuration chain=srcnat action=masquerade out-interface=ToModem