3. Kategorisasi Kawasan Konservasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

3. Kategorisasi Kawasan Konservasi

on

  • 660 views

 

Statistics

Views

Total Views
660
Views on SlideShare
660
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
61
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

3. Kategorisasi Kawasan Konservasi Presentation Transcript

  • 1. K ategorisasi K awasan K onservasi
  • 2. Definisi Protected Areas An area of land and/or sea especially dedicated to the protection and maintenance of biological diversity, and of natural and associated cultural resources, and managed through legal or other effective means. The definition adopted is derived from that of the workshop on Categories held at the IVth World Congress on National Parks and Protected Areas: Hutan Konservasi kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
  • 3. Tujuan Kawasan Konservasi The following are the main purposes of management: – – – – – – – – Scientific research Wilderness protection Preservation of species and genetic diversity Maintenance of environmental services Protection of specific natural and cultural features Tourism and recreation Education Sustainable use of resources from natural ecosystems – Maintenance of cultural and traditional attributes
  • 4. Kategorisasi Kawasan Konservasi • International – IUCN: 6 kategori • Nasional Basis UU No. 5 Thn. 1990 & UU No. 41 Thn. 1999 • Lokal
  • 5. KATEGORI MENURUT IUCN 1. Strict Nature Reserve/Wilderness Area A. Strict Nature Reserve B. Wilderness Area 1. 2. 3. 4. 5. National Park Natural Monumen Habitat Species Management Area Protected Landscape/Seascape Managed Resource Protected Area
  • 6. Kategori secara nasional • Kawasan Suaka Alam – Cagar Alam – Suaka Margasatwa • Kawasan Pelestarian Alam – Taman Nasional – Taman Hutan Raya – Taman Wisata Alam • Cagar Biosfir (UU 5/1990) • Taman Buru (UU 41/1999)
  • 7. Kriteria Cagar Alam a. Kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan tipe ekosistemnya; b. Mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusun; c. Mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia; d. Mempunyai luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dengan daerah penyangga yang cukup luas; e. Mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh di suatu daerah serta keberadaannya memerlukan upaya konservasi.
  • 8. Kriteria Suaka Margasatwa a. Kawasan yang ditunjuk merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan dari suatu jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasinya; b. Memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi; c. Merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu; d. Mempunyai luas yang cukup sebagai habitat jenis satwa yang bersangkutan.
  • 9. Kriteria Taman Buru a. Kawasan yang ditunjuk memiliki keadaan yang menarik dan indah baik secara alamiah maupun buatan manusia; b. Memenuhi kebutuhan manusia akan rekreasi dan olah raga serta terletak dekat pusat-pusat permukiman penduduk; c. Mengandung satwa buru yang dapat dikembangbiakkan sehingga memungkinkan perburuan secara teratur dengan mengutamakan segi rekreasi, olah raga dan kelestarian satwa; d. Mempunyai luas yang cukup dan lapangannya tidak membahayakan.
  • 10. Key Biodiversity Area a. Vulnerability (kerentanan) Terdapat satu kriteria yang teridentifikasi sbg globally treathened species. b. Irreplaceability (tak tergantikan) Terdapat kriteria restricted-range species (proporsi 5 %), serta congregatory species (proporsi 1 %).
  • 11. Konservasi Lokal • Terutama mengacu pada pola konservasi masyarakat adat: – Traditional wisdom – Rural Appraisal Participatory • Beberapa contoh: – – – – – Hutan Baduy di Banten Selatan, Hutan Kampung Naga di Garut, Hutan Kampung Kuta, Beberapa kawasan hutan adat di Bali, dan Kawasan hutan Orang Rimba di daerah sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh, wilayah utara Jambi
  • 12. Klasifikasi Kawasan menurut Kebijakan Pemerintah • Kelemahan utama kebijakan pemerintah di bidang konservasi adalah pada definisi yang kurang jelas dan perbedaan definisi dalam berbagai peraturan yang ada. • UU No 5/1990 ttg KSDAHE tdk mnyebutkn istilah kawasan konservasi tp berupa Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dan Kawasan Suaka Alam (KSA)