Your SlideShare is downloading. ×

Acuan esstetika jembatan

2,711

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,711
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Pengertian EstetikaKata estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, seleraperasaan atau taste. Dalam prosesnya Munro mengatakan bahwa estetika adalah cara meresponterhadap stimuli, terutama lewat persepsi indera, tetapi juga dikaitkan dengan proses kejiwaan,seperti asosiasi, pemahaman, imajinasi, dan emosi. Ilmu estetika adalah suatu ilmu yangmempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dariapa yang kita sebut keindahan.Teorikus Seni dan Desain dewasa ini cenderung untuk menggunakan istilahestetika sebagai suatu kegiatan pengamatan yang tidak terpisah dari pengalaman Senidan Desain. Kemudian istilah estetika berkembang menjadi keindahan, yaitu usahauntuk mendapatkan suatu pengertian yang umum tentang karya yang indah, penilaiankita terhadapnya dan motif yang mebdasari tindakan yang menciptakannya. Estetika adalah halyang mempelajari kualitas keindahan dari obyek, maupun daya impuls dan pengalaman estetikpencipta dan pengamatannya.Estetika dalam kontek penciptaan menurut John Hosper merupakan bagian darifilsafat yang berkaitan dengan proses penciptaan karya yang indah. Dari pengertian ini, biladipahami bahwa estetika adalah ilmu yang mempelajari kualitas estetik suatu benda ataukarya dan daya impuls serta pengalaman estetik pencipta maupun penghayat terhadap benda ataukarya.Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa estetika adalah hal-halyang mempelajari keindahan yang berasal dari obyek maupun keindahan yang berasaldari subyek (pengamatan / pencipta). Keindahan yang berasal dari subyek penciptanyaberkaitan dengan proses kreatif dan fisolofisnya. Pengertian estetika terus berkembang sesuaidengan peradaban, konsepsi hidup manusia, keadaan dan jamannya, seperti pandanganestetik dari sudut ekomoni yang berkonsepsi kecil itu indah, efisien itu indah, murah itu indah,dan sebagainya.B. Tolak Ukur Dalam Estetika Perencanaan JembatanJembatan harus berfungsi tidak saja sebagai jalan, tetapi struktur dan bentuknya juga harusselaras dan meningkatkan nilai lingkungan sekitarnya. Meskipun terdapat perbedaan pandanganestetika dalam teknik jembatan, Svensson (1998) menyarankan:
  • 2. 1. Pilih sistem struktur yang bersih dan sederhana seperti balok, rangka, pelengkung atau strukturgantung; jembatan harus terlihat terpercaya dan stabil.2. Terapkan proporsi tiga dimensional yang indah, antar elemen struktural atau panjang dan ukuranpintu masuk jembatan3. Satukan semua garis pinggir struktur, yang menentukan tampilannya. Kekurangan salah satubagian tersebut akan dapat menyebabkan kekacauan, kebimbangan dan perasaan ragu-ragu.4. Transisi dari bentuk garis lurus ke garis lengkung akan membentuk parabola.5. Perpaduan yang sesuai antara struktur dan lingkungannya akan menjadi lansekap kota. Sangatperlu skala struktur dibandingkan skala lingkungan sekitarnya.6. Pemilihan material akan sangat berpengaruh pada estetika7. Kesederhanaan dan pembatasan pada bentuk struktural asli sangat penting.8. Tampilan yang menyenangkan dapat lebih ditingkatkan dengan pemakaian warna.9. Ruang di atas jembatan sebaiknya dibentuk menjadi semacam jalan yang dapat berkesan danmembuat pengendara merasa nyaman.10. Strukturnya harus direncanakan sedemikian rupa sehingga aliran gaya dapat diamati denganjelas.11. Pencahayaan yang cukup akan dapat meningkatkan tampilan jembatan pada malam hari.Karena sulitnya memberikan penilaian yang tepat terhadap sebuah tipe jembatan, makaada batasan-batasan atau kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah jembatan. Banyakperpaduan yang harus dicakup oleh tipe jembatan disamping dari segi konstruksi dan ekonomi.Menurut Watson, Hurd dan burke (dalam Burker and Puckett, 1997) Beberapa hal yang tercakupdi dalam kualitas perencanaan estetika jembatan antara lain :a. Fungsib. Proporsic. Harmonid. Keteraturan dan ritmee. Kontras dan teksturf. Arah pencahayaan dan efek bayanganFungsi
  • 3. Jembatan merupakan struktur yang melintasi sungai, teluk, atau kondisi-kondisi lainberupa rintangan yang berada lebih rendah, sehingga memungkinkan kendaraan, kereta apimaupun pejalan kaki melintas dengan lancar dan aman. Jika jembatan berada di atas jalan lalulintas biasa maka biasanya dinamakan viaduct. Jembatan dapat dikatakan mempunyai fungsikeseimbangan (balancing) sistem transportasi, karena jembatan akan menjadi pengontrol volumedan berat lalu lintas yang dapat dilayani oleh sistem transportasi. Bila lebar jembatan kurangmenampung jumlah jalur yang diperlukan oleh lalu lintas, jembatan akan menghambat laju lalulintas. Struktur jembatan dapat dibedakan menjadi bagian atas (super struktur) yang terdiri darideck atau geladak, sistem lantai, dan rangka utama berupa gelagar atau girder, serta bagianbawah (sub struktur) yang terdiri dari pier atau pendukung bagian tengah, kolom, kaki pondasi(footing), tiang pondasi dan abutmen. Super struktur mendukung jarak horisontal di ataspermukaan tanah. Tipikal jembatan dapat dilihat pada Gambar 9.1.Desain jembatan merupakan sebuah kombinasi kreasi seni, ilmu alam, dan teknologi.Desain konseptual merupakan langkah awal yang harus di ambil perancang untuk mewujudkandan menggambarkan jembatan untuk menentukan fungsi dasar dan tampilan, sebelum dianalisasecara teoritis dan membuat detail-detail desain. Proses desain termasuk pertimbangan faktor-faktor penting seperti pemilihan sistem jembatan, material, proporsi, dimensi, pondasi, estetikadan lingkungan sekitarnya. Perencanaan jembatan secara prinsip dimaksudkan untukmendapatkan fungsi tertentu yang optimal. Proyek jembatan diawali dengan perencanaan kondisiyang mendasar. Untuk mendapatkan tujuan yang spesifik, jembatan memiliki beberapa arah yangberbeda-beda; lurus, miring atau tidak simetris, dan melengkung horisontal seperti terlihat padaGambar 9.4. Jembatan lurus mudah di rencanakan dan dibangun tetapi memerlukan bentangyang panjang. Jembatan miring atau jembatan lengkung umumnya diperlukan untuk jalan rayajalur cepat (expressway) atau jalan kereta api yang memerlukan garis jalan harus tetap lurus atau
  • 4. melengkung ke atas, sering memerlukan desain yang lebih sulit. Lebar jembatan tergantung padakeperluan lalu lintasnya. Untuk jembatan layang, lebarnya ditentukan oleh lebar jalur lalu lintasdan lebar jalur pejalan kaki, dan seringkali disamakan dengan lebar jalannya.Untuk memahami berbagai bentuk struktur jembatan, terlebih dahulu perlu ditinjautentang klasifikasi jembatan. Klasifikasi jembatan berdasarkan fungsinya adalah sebagai berikut.1. Jembatan jalan adalah Jembatan untuk lalu lintas kendaraan bermotor.2. Jembatan kereta api adalah Jembatan untuk lintasan kereta api.3. Jembatan kombinasi. Jembatan yang digunakan sebagai lintasan kendaraan bermotor dan keretaapi.4. Jembatan pejalan kaki. Jembatan yang digunakan untuk lalu lintas pejalan kaki.5. Jembatan aquaduct adalah Jembatan untuk menyangga jaringan perpipaan saluran air.ProporsiProporsi adalah perbanadingan adalah suatu perbandingan yang tepat dapat digambarkandengan perhitungan matetatika dan aturan-aturan yang tepat terhadap bahan dan bentuk yangdigunakan pada jembatan sehingga sesuai dengan estetika keindahan tempat yang yang akandibuat jembatan.Pemilihan bentuk jembatan dapat berdasarkan proporsi jembatan jembatan dapatdiklasifikasika menjadi dua yaitu klasifikasi berdasarkan superstruktur dan klasifikasi strukturyang digunakan adalah sebagai berikut : Klasifikasi material superstrukturMenurut material superstrukturnya jembatan diklasifikasikan atas:1. Jembatan baja Jembatan yang menggunakan berbagai macam komponen dan sistem strukturbaja: deck, girder, rangka batang, pelengkung, penahan dan penggantung kabel.2. Jembatan beton .Jembatan yang beton bertulang dan beton prategang3. Jembatan kayu. Jembatan dengan bahan kayu untuk bentang yang relatif pendek.
  • 5. 4. Jembatan Metal alloy. Jembatan yang menggunakan bahan metal alloy seperti alluminium alloydan stainless steel.5. Jembatan komposit. Jembatan dengan bahan komposit komposit fiber dan plastic.6. Jembatan batu. Jembatan yang terbuat dari bahan batu; di masa lampau batu merupakan bahanyang umum digunakan untuk jembatan pelengkung. Klasifikasi berdasarkan sistem struktur yang digunakan1. jembatan I–Girder. Gelagar utama terdiri dari plat girder atau rolled-I. Penampang I efektifmenahan beban tekuk dan geser.2. Jembatan gelagar kotak (box girder). Gelagar utama terdiri dari satu atau beberapa balok kotakbaja fabrikasi dan dibangun dari beton, sehingga mampu menahan lendutan, geser dan torsisecara efektif.3. Jembatan Balok T (T-Beam). Sejumlah Balok T dari beton bertulang diletakkan bersebelahanuntuk mendukung beban hidup.4. Jembatan Gelagar Komposit. Plat lantai beton dihubungkan dengan girder atau gelagar bajayang bekerja sama mendukung beban sebagai satu kesatuan balok. Gelagar baja terutamamenahan tarik sedangkan plat beton menahan momen lendutan.5. Jembatan gelagar grillage (grillage girder). Gelagar utama dihubungkan secara melintangdengan balok lantai membentuk pola grid dan akan menyalurkan beban bersama-sama.6. Jembatan Dek Othotropic, jembatan ini terdiri dari Dek dari plat dek baja dan rusuk/rib pengaku.7. Jembatan Rangka Batang (Truss). Elemen-elemen berbentuk batang disusun dengan pola dasarmenerus dalam struktur segitiga kaku. Elemen-elemen tersebut dihubungkan dengan sambunganpada ujungnya. Setiap bagian menahan beban axial juga tekan dan tarik. Gambar 9.2.menunjukkan Jembatan truss Warren dengan elemen vertikal yang disebut ”through bridge”, platdek diletakkan melintasi bagian bawah jembatan
  • 6. 8. Jembatan Pelengkung (arch). Pelengkung merupakan struktur busur vertikal yang mampumenahan beban tegangan axial.9. Jembatan Kabel Tarik (Cable stayed). Gelagar digantung oleh kabel berkekuatan tinggi dari satuatau lebih menara. Desain ini lebih sesuai untuk jembatan jarak panjang.10. Jembatan Gantung. Gelagar digantung oleh penggantung vertikal atau mendekati vertikal yangkemudian digantungkan pada kabel penggantung utama yang melewati menara dari tumpuansatu ke tumpuan lainnya. Beban diteruskan melalui gaya tarik kabel. Desain ini sesuai denganjembatan dengan bentang yang terpanjang.HarmoniDalam hal ini harmini dapat diartikan bahwa tiap elemen penyusun sebuah jembatanharuslah terdapat kesesuaian satu dengan yang lain, terlebih dari lingkungan alam sekitarnya.Baik warna maupun bentuk konstruksi yang dipilih harus mengindahkan lingkungan sekitardidmana jembatan tersebut akan dibangun. Oleh karena itu perencana tidak boleh meremehkanfactor lingkungan dalam perecanaan sebuah jembatan. Berikut adalah keserasian fungsi jembatandengan lingkunagan sehingga memberikan efek harminis antara lingkungan sekitar.Gambar 9.5. berikut menunjukkan konsep rancangan jembatan Ruck-a-Chucky melintasisungai Amerika sekitar 17 km dari bendungan Auburn di California. Anker kabel untukLengkung horisontal kabel penahan jembatan sepanjang 396 m direncanakan di sisi bukit.Meskipun jembatan ini tidak pernah dibangun, desain ini sesuai dengan topografi lingkungansekitarnya, dan merupakan sebuah desain yang sangat memahami lingkungan.
  • 7. Gambar 1 adalah jembatan Naonami. Jembatan ini terletak di Amsterdam dan dibuat olehNaomi. Jembatan ini terbuat dari baja merah yang menghubungkan antara pulau Sporenburg danBorneo. Panjangnya adalah 25 meter.Selain karena harmoni dari factor warna dan bentuk juga diperhatikan terhadap kondisilingkungan sekitar yaitu berdasarkan pendukungnya. Klasifikasi berdasarkan kondisi pendukungGambar 9.3. menunjukkan tiga perbedaan kondisi pendukung untuk gelagar dan gelagar rangka1. Jembatan dengan pendukung sederhana. Gelagar utama atau rangka batang ditopang oleh roll disatu sisi dan sendi di sisi yang lainnya.2. Jembatan dengan pendukung menerus. Gelagar atau rangka batang didukung menerus oleh lebihdari tiga sendi sehingga menjadi sistem struktur yang tidak tetap. Kecenderungan itu lebihekonomis karena jumlah sambungan sedikit serta tidak memerlukan perawatan. Penurunan padapendukung sebaiknya dihindari.
  • 8. 3. Jembatan gerber (jembatan kantilever). Jembatan menerus yang dibuat dengan penempatan sendidi antara pendukung.4. Jembatan rangka kaku. Gelagar terhubung secara kaku pada sub strukturKeteraturan dan Ritme (Irama)Perencanaan suatu jembatan hendknya juga memperhatikan segi bentuk strukturjembatan tersebut. Jangan sampai bentuk yang akan dibangun sama dengan jenbatan-jembatanlain yang sudah ada, karena hal ini akan membosankan bagi orang yang melihatnya. Salah satucaranya adalah dengan memilih alternative bentuk jembatan yang memenuhi kaidah-kaidahestetika.Jembatan Octavio Frias de Oliveira yang melintasi Sungai Pinheiros di São Paulo, Brazildibuka bulan Mei 2008. Setinggi 138 meter (450 kaki), dan menghubungkan Marginal Pinheirosdengan Jornalista Roberto Marinho Avenue. Desainnya unik dengan 2 dek melengkung melintassatu sama lain melalui menara penopang berbentuk X.. Jembatan ini merupakan jembatan kabelberbentuk X pertama didunia.Pemilihan Jenis JembatanPemilihan jenis-jenis jembatan merupakan tugas yang kompleks untuk memenuhikeinginan pemilik. Tabel 9.1. menunjukkan format matriks evaluasi yang dapat digunakan untukmemilih jenis-jenis jembatan. Untuk poin yang ada pada tabel tersebut untuk faktor prioritasdiberikan penilaian 1 – 5 ( 1 = rendah; 2 = standar; 3 = tinggi; 4 = tinggi sekali; 5 = sangattinggi). Tingkat kualitas diberikan dalam skala 1 – 5 (1 = kurang; 2 = cukup; 3 = bagus; 4 =sangat bagus; 5 = sempurna). Bobot penilaian berisi perkalian faktor prioritas dengan faktortingkat kualitas dan dihitung untuk setiap alternatif jenis jembatan. Jembatan dengan jenis yangmemiliki total nilai tertinggi akan menjadi alternatif terbaik.Tipe jembatan umumnya ditentukan oleh berbagai faktor seperti beban yangdirencanakan, kondisi geografi sekitar, jalur lintasan dan lebarnya, panjang dan bentangjembatan, estetika, persyaratan ruang di bawah jembatan, transportasi material konstruksi,prosedur pendirian, biaya dan masa pembangunan. Tabel 9.2. berikut menunjukkan aplikasipanjang bentang beberapa tipe jembatan. Bentuk Struktur Jembatan
  • 9. Kemajuan pengetahuan dan teknologi di bidang jembatan sejalan dengan kemajuan peradabanmanusia. Bentuk jembatan juga berkembang dari jembatan sederhana hingga jembatan kabel,yang penggunaannya akan disesuaikan dengan keperluan atau kebutuhan.a. Jembatan SederhanaPengertian jembatan sederhana adalah ditinjau dari segi konstruksi yang mudah dansederhana, atau dapat diterjemahkan struktur terbuat dari bahan kayu yang sifatnya darurat atautetap, dan dapat dikerjakan/dibangun tanpa peralatan modern canggih. Sesederhana apapunstruktur dalam perencanaan atau pembuatannya perlu memperhatikan dan mempertimbangkanilmu gaya (mekanika), beban yang bekerja, kelas jembatan, peraturan teknis dan syarat-syaratkualitas (cheking) Di masa lampau untuk menghubungkan sungai cukup dengan menggunakanbambu, atau kayu gelondongan. Bila dibanding dengan bahan lain seperti baja, beton ataulainnya, bahan kayu merupakan bahan yang potensial dan telah cukup lama dikenal olehmanusia. Pada saat bahan baja dan beton digunakan untuk bahan jembatan, bahan kayu masihmemegang fungsi sebagai lantai kendaraan.Sifat-sifat Jembatan KayuJembatan kayu merupakan jembatan dengan material yang dapat diperbaharui(renewable). Kayu adalah sumber daya alam yang pemanfaatannya akhir-akhir ini lebih banyakpada bidang industri kayu lapis, furnitur, dan dapat dikatakan sangat sedikit pemakaiannya dalambidang jembatan secara langsung sebagai konstruksi utama. Pemakaian kayu sebagai bahanjembatan mempunyai beberapa keuntungan antara lain:Kayu relatif ringan, biaya transportasi dan konstruksi relatif murah, dan dapat dikerjakan denganalat yang sederhanaPekerjaan-pekerjaan detail dapat dikerjakan tanpa memerlukan peralatan khusus dan tenaga ahliyang tinggiJembatan kayu lebih suka menggunakan dek dari kayu sehingga menguntungkan untuk lokasiyang terpencil dan jauh dari lokasi pembuatan beton siap pakai (ready mix concrete). Dek kayudapat dipasang tanpa bekisting dan tulangan sehingga menghemat biayaKayu tidak mudah korosi seperti baja atau betonKayu merupakan bahan yang sangat estetik bila didesain dengan benar dan dipadukan denganlingkungan sekitar
  • 10. Dari penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa jembatan kayu untuk konstruksi jembatanberat dengan bentang sangat panjang sudah tidak ekonomis lagi. Jadi jembatan kayu lebih sesuaiuntuk konstruksi sederhana dengan bentang pendek.b. Jembatan Gelagar BajaBaja mempunyai kekuatan, daktilitas, dan kekerasan yang lebih tinggi dibanding bahanlain seperti beton atau kayu, sehingga menjadikannya bahan yang penting untuk strukturjembatan. Pada baja konvensional, terdapat beberapa tipe kualitas baja (high-performancesteel/HPS) yang dikembangkan untuk diaplikasikan pada jembatan. HPS mempunyaikeseimbangan yang optimal seperti kekuatan, kemampuan di las, kekerasan, daktilitas, ketahanankorosi dan ketahanan bentuk, untuk tampilan maksimum struktur jembatan denganmempertahankan biaya yang efektif. Perbedaan utama dengan baja konvensional terletak padapeningkatan kemampuan di las dan kekerasan. Aspek yang lain seperti ketahan korosi dandaktilitas, sama. Jembatan gelagar merupakan struktur yang sederhana dan umum digunakan.Terdiri dari slab lantai (floor slab), gelagar (girder), dan penahan (bearing), yang akanmendukung dan menyalurkan beban gravitasi ke sub struktur.Gelagar menahan momen lendut dan gaya geser dengan menggunakan jarak bentangyang pendek. Gelagar baja dibedakan menjadi plat dan gelagar kotak. Gambar 9.6. menunjukkankomposisi struktur plat dan gelagar jembatan serta bagian penyaluran beban.Pada jembatan gelagar plat, beban hidup didukung oleh langsung oleh slab dan kemudianoleh gelagar utama. Pada jembatan gelagar kotak, pertama kali beban diterima oleh slab,kemudian didukung oleh balok melintang (stringer) dan balok lantai yang terangkai dengangelagar kotak utama, dan akhirnya diteruskan ke substruktur dan pondasi melalui penahan.Gelagar dibedakan menjadi non komposit dan komposit dilihat dari apakah gelagar baja bekerjasama dengan slab beton (menggunakan sambungan geser) atau tidak. Pilihan penggunaanperlengkapan yang terbuat dari baja dan beton pada gelagar komposit sering merupakan suatukeputusan yang rasional dan ekonomis. Bentuk I non komposit jarang digunakan untuk jembatanbentang pendek non komposit.Gelagar Datar (Plate ) Non KompositGelagar datar adalah bentuk yang paling ekonomis untuk menahan lentur dan gaya geserserta memiliki momen inersia terbesar untuk berat yang relatif rendah setiap unit panjangnya.Gambar 9.7. menunjukkan sebuah jembatan gelagar datar sepanjang 30 m dan lebar 8,5 m
  • 11. dengan 4 gelagar utama. Beban gravitasi didukung oleh beberapa gelagar datar utama yangterbuat dari hasil pengelasan 3 bagian: sayap atas dan bawah dan penghubung-nya (web).Gambar 9.8. menunjukkan sebuah gelagar datar dan proses pembentukannya. Penghubung dansayap-sayapnya dibentuk dari potongan plat baja dan dilas. Potongan-potongan dirangkai dipabrik dan kemudian dibawa ke lokasi pembangunan untuk didirikan.Beberapa faktor penting dalam perencanaan jembatan gelagar :Pengaku webPengaku vertikal dan horisontal (Gambar 9.9) biasanya diperlukan apabila web relatiftipis. Momen lendut menghasilkan gaya tekan dan gaya tarik pada web, dipisahkan oleh aksisnetral. Pengaku membujur/horisontal mencegah tekukan web akibat lendutan dengan memberitekanan pada bagian atas web (setengah bagian ke atas pada gelagar penopang sederhana).Karena momen lendut terbesar berada di dekat pertengahan panjang gelagar pendukungsederhana, pengaku horisontal akan di tempatkan pada bagian ini. Pengaku horisontal tidakdisarankan hingga mencapai batas ketahanannya. Pengaku vertikal mencegah tekukan-geser danmemberikan kemampuan tekukan-geser lebih elastis dengan tegangan lapangan. Pengakuhorisontal ditempatkan lebih dekat dengan pendukung karena gaya geser terbesar ada padabagian tersebut. Penahan pengaku juga diperlukan untuk menahan reaksi gaya yang besar, yangakan didesain tersendiri apabila terdapat gaya tegangan yang lain. Apabila web tidak terlaludalam dan ketebalannya tidak terlalu tipis tidak diperlukan adanya pengaku sehingga biayaproduksi bisa dikurangi.c. Jembatan Gelagar KompositApabila dua buah balok bersusun secara sederhana (tiered beam) seperti yang terlihatpada Gambar 9.10.a, mereka bekerja secara terpisah dan beban geser tergantung pada kekakuanlenturnya. Pada kasus tersebut, gelincir terjadi di sepanjang batas balok. Tetapi jika kedua balokdihubungkan dan gelincir ditahan seperti pada Gambar 9.10.b, mereka bekerja sebagai satukesatuan gelagar komposit. Untuk jembatan gelagar datar komposit, gelagar baja dan slab betondihubungkan dengan sambungan geser. Dengan cara ini, slab beton akan menyatu dengan
  • 12. gelagar dan menjadi komponen tekan dari momen lendutan pada saat gelagar datar bajamendapat gaya tarik. Gelagar komposit lebih efektif dibandingkan dengan gelagar bertingkatsederhana. Gambar 9.11. menunjukkan perbedaan antara balok tier dan balok komposit.Penampang keduanya sama dan mendapat pembebanan terpusat pada tengahnya. Momen inersiabalok komposit 4 kali lebih besar daripada balok tier, sehingga defleksi yang terjadi hanya ¼nya. Tekanan lendut maksimum di permukaan (atas atau bawah) hanya ½ dari konfigurasi baloktier.Distribusi tekanan yang sesuai ditunjukkan pada gambar berikut. Poin ’S’ dan ’V’merupakan pusat profil baja dan penampang komposit. Menurut teori, distribusi tegangan adalahlinier tetapi distribusi tekanan berubah pada batas antara baja dan beton.Tiga tipe sambungan geser, studs, horse shoes dan blok baja ditunjukkan pada Gambar9.12. Studs lebih umum digunakan karena lebih mudah dilas ke sayap tegangan denganmenggunakan pengelasan elektrik, tetapi sulit dalam pemeriksaannya. Jika pengelasan pada studkurang, stud dapat bergeser dan menyebabkan kerusakan. Tipe yang lain menjadi pertimbangankarena lebih mudah pemeliharaannya. Sambungan geser diletakkan mendekati akhir bentangdimana terjadi gaya geser terbesar.Gelagar Kisi-Kisi (grillage girder)Jika gelagar diletakkan berbaris dan dihubungkan melintang dengan balok lantai, bebantruk didistribusikan oleh balok lantai ke gelagar. Sistem ini disebut gelagar kisi-kisi (grillagegirder). Jika gelagar utama berupa gelagar datar, harus dipertimbangkan tidak adanya kekakuandalam puntir. Di sisi lain, gelagar kotak dan gelagar beton dapat dianalisa dengan asumsiterdapat kekakuan untuk menahan puntir. Balok lantai meningkatkan kemampuan menahanpuntir di seluruh sistem struktur jembatan. Gambar 9.13. menunjukkan distribusi beban dalamsistem kisi-kisi. Kisi-kisi mempunyai tiga gelagar dengan satu balok lantai di pertengahanbentangnya. Dalam hal ini, terdapat 3 nodal/titik pada perpotongan gelagar dan balok lantaitetapi hanya ada 2 persamaan ( V = 0 dan M = 0). Jika perpotongan antara gelagar utama B danbalok lantai diputuskan, dan diterapkan sepasang kekuatan tak tentu ’X’ di titik ’b’ seperti padagambar, X dapat diperoleh dengan menggunakan kondisi yang sesuai di titik ’b’. Bila kekuatan
  • 13. ’X’ didapatkan, kekuatan setiap bagian gelagar dapat dihitung. Sistem struktur tersebut dapatdiaplikasikan pada desain praktis jembatan gelagar datar.Gelagar Plat dengan Jarak Luas (Widely Spaced Plate Girder)Sebuah konsep desain jembatan baja dikembangkan dengan meminimalkan jumlahgelagar dan bagian-bagian fabrikasi, sehingga dapat mengurangi nilai konstruksinya. Jarak antargelagar dibuat lebar dan pengaku lateral diabaikan. Contoh Gambar 9.14. berikut menunjukkanjembatan yang hanya mempunyai dua gelagar dengan jarak 5.7 m dan ketebalan geladak slabbeton pratekan 320 mm.d. Jembatan beton bertulangSlabSlab beton bertulang merupakan supersturktur jembatan yang paling ekonomis untukbentang sekitar 40 ft / 12.2 m. Slab mempunyai detail yang sederhana, formwork standar, rapi,sederhana, dan tampilan menarik. Umumnya bentang berkisar antara 16 -44 ft (4.9 – 13.4 m)dengan perbandingan ketebalan dan bentang struktur 0.06 untuk bentang sederhana dan 0.045untuk bentang menerus.Balok T ( gelagar dek)Balok T seperti yang terlihat pada Gambar 9.16.b, ekonomis untuk bentang 40 – 60 ft(12.2 – 18.3 m) tetapi untuk jembatan miring memerlukan formwork yang rumit. Perbandingantebal dan bentang struktur adalah 0.07 untuk bentang sederhana dan 0.065 untuk bentangmenerus. Jarak antar gelagar pada jembatan balok-T tergantung pada lebar jembatan secarakeseluruhan, ketebalan slab, dan biaya formwork sekitar 1.5 kali ketebalan struktur. Jarak yangumum digunakan antara 6 – 10 ft ( 1.8 – 3.1 m).Gelagar kotak cast-in-placeGelagar kotak seperti yang ditunjukkan pada Gambar 9.16.c. sering digunakan untukbentang 50 – 120 ft (15.2 – 36.6 m). Formwork untuk struktur miring lebih sederhana daripadauntuk balok-T. Terkait dengan pembelokan akibat beban mati, penggunaan gelagar sederhanabeton bertulang melebihi bentang 100 ft (30.5 m) atau lebih menjadi tidak ekonomis.Perbandingan tebal dan bentang struktur umumnya 0.06 untuk bentang sederhana dan 0.55 untukbentang menerus dengan ruang gelagar 1.5 kali ketebalan struktur. Ketahanan puntir gelagarkotak yang besar membuat gelagar tersebut dapat digunakan untuk bentuk lengkung seperti
  • 14. lereng pada jalan. Garis lengkung yang lembut menjadi hal yang menarik pada kotametropolitan.

×