Your SlideShare is downloading. ×
Konsep dasar teori akuntansi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Konsep dasar teori akuntansi

24,057
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
24,057
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
399
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS TEORI AKUNTANSI KONSEP DASAR OLEH : KELOMPOK 9 YULIMEL SARI (13067/2009) FEGI SYAHPUTRA (13069/2009)IMAM ARIF PERMANA (98621/2009)AYU PURNAMA SARI (98635/2009) ROBERT DWI VANO (98637/2009) PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012
  • 2. KONSEP DASAR A. Pengertian Konsep dasar umumnya merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik lingkungan tempat atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Menurut Paul Grady, konsep dasar merupakan konsep yang mendasari kualitas kebermanfaatan dan keterandalan informasi akuntansi atau sebagai keterbatasan yang melekat pada statemen keuangan. (Suwardjono,2005:211) B. Sumber konsep dasar Berikut adalah beberapa daftar seperangkat konsep dasar dari beberapa sumber :a) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) IAI mengadopsi kerangka konseptual IASC sehingga konsep dasar yang dipilih juga mengikuti IASC. Ada dua konsep dasar (dinamakan asumsi pelandas atau underlying assumptions) yang disebut secara spesifik dalam rangka rerangka konseptual IASC. Konsep dasar tersebut adalah : Basis accrual (accrual basis) Usaha berlanjut (going concern)b) Paul Grady Grady mengasumsi sepuluh konsep dasar yang dianggap melandasi praktik bisnis dan akuntansi di Amerika : 1) Struktur masyarakat dan pemerintah yang mengakui hak milik pribadi 2) Entitas bisnis spesifik 3) Usaha berlanjut 1
  • 3. 4) Penyimbolan secara moneter dalam seperangkat akun 5) Konsistensi antar periode untuk entitas yang sama 6) Keanekaragaman perlakuan akuntansi diantara entitas independen 7) Konservatisme 8) Keterandalan data melalui pengendalian internal 9) Materialitas 10) Ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan memerlukan taksiranc) Accounting Principles Board APB menyebut konsep dasar sebagai ciri-ciri dasar dan memuatnya dalam APB Statement No.4. APB mengidentifikasi tiga belas konsep dasar yang merupakan karakteristik diterapkannya akuntansi yaitu : 1) Entitas akuntansi 2) Usaha berlanjut 3) Pengukuran sumber ekonomik dan kewajiban 4) Perioda perioda waktu 5) Pengukuran dalam unit uang 6) Akrual 7) Harga pertukaran 8) Angka pendekatan 9) Pertimbangan 10) Informasi keuangan umum 11) Statement keuangan berkaitan secara mendasar 12) Substansi dari bentuk 2
  • 4. 13) Materialitasd) Wolk, Tearney, dan Dodd Wolk dan Tearney mendaftar empat konsep yang dianggap sebagai postulat dan beberapa sebagai prinsip berorientasi – masukan yaitu: recognition, matching, conservatisme, disclosure, materiality, dan objectivity dan prinsip berorientasi-keluaran yaitu : comparability, consistency dan uniformity. Keempat konsep yang dikategorikan postulat adalah : Usaha berlanjut Perioda waktu Entitas akuntansi Unit monetere) Anthony, Hawkins, dan Merchant Penulis ini mendaftar sebelas konsep berikuit ini yang dijadikan basis dalam membahas isi, bentuk, dan arti penting statement keuangan. Konsep dasar 1-5 dikategorikan sebagai pelandas statement posisi keuangan sedangkan konsep dasar 6-11 sebagai pelandas statement laba rugi. Berikut adalah sebelas konsep dasar : 1) Pengukuran dengan unit uang 2) Entitas 3) Usaha berlanjut 4) Kos 5) Aspek ganda 6) Perioda akuntansi 7) Konservatisme 3
  • 5. 8) Realisasi9) Penandingan10) Konsistensi11) Materialitas (Suwardjono, 2005:211-214)C. Konsep Dasar Patton dan Littleton Seperangkat konsep Patton dan littleto merupakan konsep-konsep dasar yang dikenalkan sebelum sumber yang disebut sebelumnya. Berikut adalah beberapa konsep dasar dari Patton dan Littleton : Kesatuan Usaha Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan dianggap sebagai suatu kesatuan atau badan usaha ekonomik yang berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan kedudukannya terpisah dari pemilik atau pihak lain yang menanamkan dana dalam perusahaan dankesatuan ekonomik tersebut menjadi pusat perhatian atau sudut pandang akuntansi. Kesatuan usaha menjadi sudut pandang akuntansi berarti bahwa akuntansi berkepentingan dengan pelaporan keuangan kesatuan usaha bukan pemilik. Dengan kata lain,kesatuan usahamenjadi kesatuan pelaporan yang bertanggung jelas kepada pemilik. Kesatuan usaha merupakan pusat pertanggungjelasan, dan statement keuangan merupakan medium pertanggungjelasan. Dengan pengertian diatas,bila konsep kesatuan usaha dianut, konsep ini punya beberapa implikasi, diantaranya :  Batas kesatuan 4
  • 6. Walaupun secara yuridis kesatuan usaha didukung keberadaannya, batas kesatuan usaha dari segi akuntansi bukanlah kesatuan yuridis atau hokum melainkan kesatuan ekonomik. Artinya, akuntansi memperlakukan badan usaha sebagai suatu kesatuan ekonomik daipada kesatuan yuridis. Batas kesatuan ekonomik adalah control oleh suatu manajemen. Oleh karena itu, untuk menentukan kesatuan usaha sebagai pusat pertanggungjelasan keuangan, pertimbangan akuntansi adalah apakah secara ekonomik satu kegiatan usaha atau lebih dapat dianggap berdiri sendiri sebagai satu kesatuan. Pengertian Ekuitas Karena hubungan antara kesatuan usaha terpisah dengan pemilik dan hubungan tersebut dipandang sebagai hubungan bisnis,konsep kesatuan usaha mempunyai implikasi terhadap pendefinisian ekuitas. Dengan sudut pandang kesatuan usaha, secara konseptual ekuitas atau modal merupakan utang atau kewajiban perusahaan pada pemilik. Hal ini berlawanan dengan pendefinisian secara structural bahwa ekuitas adalah hak residual pemilik terhadap asset bersih sebagimana didefinisi dalam rerangka konseptual FASB. Pengertian Pendapatan Dengan konsep kesatuan usaha,semua sumber ekonomik yang dimilki atau dikuasai oleh perusahaan merupakan asset perusahaan bukan pemilik. Pada saat terjadi pendapatan, pada saat yang sama utang unit usaha kepada pemilik bertambahyang berarti ekuitas bertambah. Jadi, pendapatan menambah ekuitas karena dengan konsep kesatuan usaha pendapatan sebagai kenaikan kas yang 5
  • 7. menimbulkan kenaikan utang kesatuan usaha kepada pemilik. Dengan demikian, definisipendapatan menurut FASB konsisten dengan konsep kesatuan usaha. Pengertian Biaya Biaya merupakan penyerahan produk dalam rangka menciptakan pendapatan, menyebabkan asset berkurang. Berkurangnya asset inilah disebut biaya. Dapat dikatakan bahwa biaya mengurangi ekuitas. Penyerahan barang tidak selalu berasal dari asset, tetapi dapat berasal dari kewajiban sehingga biayadapat didefinisi sebagai timbulnya kewajiban dalam rangka menciptakan pendapatan yang akhirnya mengakibatkan turunnya asset. Jadi definisi biaya oleh FASB konsisten dengan konsep kesatuan usaha. Sistem Berpasangan Hubungan bisnis antara manajemen dan pemilik mengakibatkan manajemen harus selalu mempertanggungjawabkan asset yang dikelolanya dansumber asset tersebut. Ini berarti bahwa pengaruh transaksi terhadap hubungan bisnis dan posisi keuangan harus selalu ditunjukan. Persamaan Akuntansi Persamaan akuntansi dapat dikatakan sebagai hubungan fungsional buku besar yang merepresentasikan elemen statemen keuangan. Persamaan akuntansi merupakan cara merepresentasikan system berpasangan. Artikulasi Artikulasi sebenarnya merupakan turunan atau konsekuensi dari konsep kesatuan usaha. Dengan artikulasi, akan selalu dapat ditunjukan bahwa laba dalam statemen laba-rugi akan sama dengan laba dalam statemen perubahan ekuitas dan 6
  • 8. jumlah rupiah ekuitas akhir dalam statemen perubahan ekuitas akan sama dengan jumlah rupiah ekuitas dalam neraca.Kontinuitas Usaha Konsep ini akan menjadi pertimbangan pada saat penyusunan statemenkeuangan atau pada saat akuntansi menghadapi berbagai pilihan dalam prosesperekayasaan atau penyusunan standar karena kenyataan bahwa kelangsungan hidupperusahaan dimasa datang tidak pasti.Implikasi konsep kontinuitas usaha : Arti penting laporan periodic Dengan konsep kontinuitas usaha, perusahaan berusaha untuk maju dan berkembang dengan jalan menciptakan laba terus menerus dalam jangka panjang. Denganpenalaran diatas, kinerja akhir dapat diketahui secara tuntas dan objektif apabila telah likuidasi. Akan tetapi, akuntansi tak perlu menunggu sampai kesatuan usaha dilikuidasi. Pelaporan keuangan lebih berkepentingan dengan daya melaba perusahaan. untuk suatu perioda, tingkat mendapatkan laba dengan tingkat sumber ekonomik tertentu disebut dengan tingkat imbalan investasi. Kedudukan statemen laba rugi Penggalan untuk pendapatan dan biaya untuk suatu periode dituangkan dalam statemen laba rugi periodic sehingga statemen laba rugi dipandang sebagai statemen yang paling penting dalam pelaporan keuangan karenatingkat laba dalam rangka menilai daya melaba. Karena daya melaba jangka panjang menjadi perhatian, fluktuasi laba antar periode yang disebabkan kejadian atau kondisi istimewa suatu periode harus dilaporkan seperti apa adanya pada periode tersebut 7
  • 9. bukan langsung dilaporkan dalam perubahan ekuitas. Jadi, penyusunan statemen laba rugi all inclusive dan laba komprehensif sebenarnya dilandasi oleh konsep kontinuitas usaha ini. Fungsi neraca dan penilaian Elemennya Konsep kontinuitas usaha sangat besar peranannya dalam mendasari penilaian elemen atau pos neraca dan interpretasi jumlah rupiahyang dimuat didalamnya. Dengan konsep kontinuitas usaha, pelaporan pos neraca adalah untuk menunjukan sisa potensi-potensi jasa atau sumber ekonomik yang belum dikonsumsi dalam tahun yang berakhir tanggal neraca. Dengan kata lain, neraca berfungsi untuk menunjukan potensi jasa yang masih dimilki kesatuan usaha untuk menghasilkan pendapatan dalam periode-periode berikutnya.Penghargaan Sepakatan Konsep ini menyatakan bahwa jumlah rupiah/agregat harga yang terlibat dalamtiap transaksi atau kegiatan pertukaran merupakan bahan olah dasar akuntansi yangpaling objektif terutama dalam mengukur sumber ekonomik yang masuk dan sumberekonomik yang keluar. Penghargaan sepakatan merupakan dasar kuantifikasi berbagaijenis objek menjadi objek-objek homogeneus yang paling objektif untuk menyajikanhubungan antar objek yang bermakna. Penhargaan sepakatan tersebut akan dicatat dandiolah lebih lanjut dalam system akuntansi perusahaan untuk dijadikan data kuantitatifdasar dalam penyusunan berbagai laporan manajerial dan statemen keuangan.Beberapa implikasi terkait konsep penghargaan sepakatan : Istilah yang tepat 8
  • 10. Menurut Soewardjono, istilah cost sebenarnya cukup tepat untuk menyatakan price agregate karena alasan berikut :- Darisegi penjual, walaupun istilah cost tidak cukup luas, aliran masuk penghargaan sepakatan penjualan/pendapatan yang dicatat akhirnya akan menjadi kos juga kalau sudah digunakan untuk memperoleh barang atau jasa. Cost akan tetap menjadi pengukur berbagai post asset dan kewajiban.- Dari segi pembeli, kalau istilah cost mempunyai keterbatasan karena tidak dapat menyatakan hal yang sama dari kedua belah pihak dalam suatu pertukaran, keterbatasan ini sebenarnya tidak menimbulkan masalah karena akuntansi menganut konsep kesatuan usaha. Kalau ingin dengan konsep kesatuan usaha, pandangan dari pihak penjual dianggap tidak relevan lagi. Jasa dibalik kos Akuntansi menggunakan satuan mata uang karena satuan tersebut paling mudah untuk mengkuantifikasi objek atau jasa kedalam satuan yang homogeneus dan juga karena harga dalam satuan uang adalah cara yang sudah umum untuk menyatakan kesepakatan dalam pertukaran. Dari segi akuntansi, sebenarnya bukan uang atau harga itu sendiri yang mempunyai arti penting melainkan justru potensi jasa yang ada dibalik angka koslah yang mempunyai artip enting. Perlu diingat, bahwa kos merupakan salah satu atribut untuk merepresentasikan secara tepat relitas kegiatan perusahaaan. Potensi jasa tersebut adalah daya, kemampuan, atau kapasitas yang kalau ditukarkan dapat menimbulkan daya, kemampuan, atau kapasitas lain yang kekuatannya paling tidak sama dengan sebelumnya dimiliki perusahaaan yang direpresentasi dalam bentuk kos. 9
  • 11.  Keterbatasan informasi Akuntansi Dengan memahami arti penting kos sebagai bahan olah akuntansi sebenarnya dapat dikenali keterbatasan akuntansi dalam memberikann informasi utntuk kepentingan pengambilan keputusan. Informasi akuntansi hanya merupakan sebagian dari informasi yang muingkin dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh pihak eksternal dan manajemen. Lebih dari itu, walaupun segala pertimbangan kebijakan dan pertimbangan didasarkan pada data akuntansi secara cukup mendalam, pada akhirnya keputusan yang dihasilkan akan mencerminkan juga pengaruh non akuntansi dan akan diwarnai dengan hal-hal yang sangat kualitatif dan subjektif seperti tujuan, secara keseluruhan, sasaran jangka pendek, selera pribadi, kepentingan umum, peraturan pemerintah, alas an politik dan sebagainya.Kos Melekat Konsep ini menyatakan bahwa kos melekat pada objek yang direpresentasinyasehingga kos bersifat mudah bergerak dan dapat dipecah-pecah atau digabung –gabungkan kembali mengikuti objek yang dilekatinya. Dasar pikiran konsep ini adalahbahwa tujuan pengelompokan, pemecahan dan penggabungann kos adalah untukmengikuti aliran upaya dalam penyediaan produk atau jasa. Kos melekat dilandasi olehkonsep kos yang disebut kos terkandung dalam suatu objek atau produk sebagaipasangan kos penggantian yaitu kos seandainya objek tersebut tidak ada dan harusdiadakan sehingga maknanya samadengan kos kesempatan. Jadi untuk barang sebagaihasil akhir kegiatan produksi , kos terkandung adalah kos komponen yang melekat padabarang tersebut sedangkan kos penggantian adalah price-agregate yang tidak jadidiperoleh kalau barang tersebut tidak adaatau price agregate yang harus dikorbankan 10
  • 12. kalau perusahaan tidak memproduksi barang tersebut. Jadi, kos melekat merupakankonsep dasar untuk mendukung bahwa bahan olahakuntansi adalah kos yangsesungguhnya terjadi.Implikasi dari kos melekat : Saat pengakuan nilai tambah Konsep dasar kos melekat diperlukan karena dalam mengikuti aliran fisis tersebut, harus ada anggapan bahwa tiap kos mempunyai daya saling mengikat bila digabungkan dengan kos lain secara tepat. Konsep dasar ini mempunyai implikasi penting terhadap saat pengakuan tambahan manfaat produk fisis dihasilkan. Kalau kos produk harus menunjukan nilai, maka ke dalam kos produk tersebut harus dimasukan jumlah rupiah nilai yang merupakan tambahan manfaat yang melekatpada produk sebagai akibat prosesproduksi itu. Akan tetapi tidak diketahui secara objektif dan meyakinkan berapa besaran nilai tambahan tersebut. Nilai tambahan ini akan terealisasi kalau produk telah terjual dan asset baru masuk kedalam satuan usaha. Realisasi pendapatan melalui penjualan sebenarnya menandai dan mengukur dua macam kos baru sebagai bahan olah akuntansi selanjutnya, yaitu :- Kos baru sebagai penggantian kosyang melekat dan dikorbankan yang merepresentasikan upaya penyedian prduk atau jasa yang diserahkan kepada pembeli produk.- Kos baru sebagai tambahan asset yang menunjukan imbalan untuk jasa modal yang ditanamkan dan risiko yang ditanggung dalam menjalankan usaha. Wadah Penggabungan 11
  • 13. Dalam mengikuti aliran fisis produksi , kos dipecah , dikelompokan dan kemudian digabung kembali mengikuti unit fisis produk. Ini berarti bahwa kos digabungkan sebagai wadah atau penakar penggabungan.setalah produk diserahkan kepelanggan, makakos yang melekat pada unit produk yang telah diserahkan akan mengukur biaya dan secara logis dapat disebut dengan kos barang terjual.Upaya dan Hasil Konsep ini menyatakan bahwa biaya merupakan upaya dalam rangkamemperoleh hasil berupa pendapatan. Secara konseptual, pendapatan timbul karenabiaya bukan sebaliknya pendapatan menanggung biaya. Artinya, begitu kesatuan usahamelakukan kegiatan produktif maka pendapatan dapat dikatakan telah terbentuk pulawalaupun belum terealisasi.Konsep ini mempunyai beberapa implikasi, diantaranya: Perlunya Basis Asosiasi Laba mencerminkan keefektifan manajemen dalam mengelola sumberekonomik dan merupakan informasi penting bagi pihak yg berkepentingan khususnyabagi mereka yang menyediakan sumber ekonomik dan menanggung risiko akhir.Ukuran keefektifan ini akan tepat apabila hasil ditandingkan dengan upaya yangmenimbulkan hasil tersebut. Dengan demikian, diperlukankanlah dasar asosiasi yangtepat dan rasional antara kedua komponen tersebut agar laba mempunyai makna ataunilai sebagai pengukur kinerja yang terandalkan. Penakar Asosiasi Ideal dan Praktis Penakar yang dimaksud disini adalah dasar atau wadah penandingan antarabiaya dan pendapatan. Penakar yang paling cocok adalah penakar yang dapat 12
  • 14. menunjukan secara tepat dan objektif bahwa biaya yang masuk dalam penakar adalahbiaya yang benar-benar menyebabkan timbulnya pendapatan yang masuk dalampenakar tersebut. Laba Akuntansi vs Ekonomik Konsep ini mempunyai implikasi terhadap interprtasi laba akuntansi. Labadipandang sebagai residual atau selisih pengukuran dua elemen yang berkaitan yaitupendapatan dan biaya. Laba yang diperoleh dengan cara seperti ini disebut dengan labastructural atau formal. Karena perbedaan konsep dasar, pengertian, tujuan, labaakuntansi dapat berbeda maknanya dengan laba ekonomik. Kos Aktual Kos tersebut timbul karena transaksi, kejadian, atau upaya yang nyata-nyatadilakukan. Untuk mengakui kos, harus ada transaksi masa lalu. Biaya sesungguhnyaadalah biaya yang terjadi akibat suatu kegiatan nyata sehingga kos hipotesis tidakdiakui. Asas Akrual atau Himpun Asas akrual adalah asas dalam pengakuan pendapatan dan biaya yangmenyatakan bahwa pendapatan diakui saat hak kesatuan usaha timbul lantaranpenyerahan barang atau jasa kepihak luar dan biaya diakui pada saat kewajiban timbullantaran pengguaan sumber ekonomik yang melekat pada barang dan jasa yangdiserahkan. Sebagai konsekuensi asas ini,akuntansi mengakui pos-pos akrual dantangguhan. Pengertian Depresiasi 13
  • 15. Depresiasi adalah biaya nyata bukan hipotesis. Depresiasi untuk suatu periodaharus diperhitungkan dan diakui sebagai biaya karena jasa yang diberikan oleh assettetap tidak terjadi sekaligus pada saat memperoleh atau pemerhentian asset. Jadidepresiasi adalah bagian dari kost asset tetap yang telah diperhitungkan sebagai biaya. Kapasitas menganggur Walaupun truk tidak dipakai atau dipakai dibawah kapasitas, biaya sewa tiaptahun tetap terjadi sebesar tarif yang telah disepakati dan berapapun besarnya biaya iniakan tetap merupakan pengurangan pendapatan. Meskipun demikian, tidak tertutupkemungkinan untuk memisahkan dalam laporan laba-rugi bagian depresiasi tahunberjalan yang merepresentasikan kapasitas menganggur. Pos-pos Luar Biasa Untuk menentukan laba periodik, konsep menandingkan yang berorientasijangkapanjang akan memasukan :- Untung luar biasa yaitu timbulnya atau bertambahnya manfaat ekonomik atau asset yang terjadi tanpa adanya upaya yang jelas direncanakan.- Rugi luar biasa yaitu hilangnya atau berkurangnya manfaat ekonomik atauaset yang terjadi akibat hal-hal yang tidak ada hubungan atau tidak mudah dihubungkan dengan upaya untuk memperoleh hasil.Bukti Terverifikasi dn Objektif Konsep ini menyatakan bahwa informasi keuangan akan mempunyai tingkatkebermanfaatan dan tingkat keterandalan yang cukup tinggi apabila terjadinya datakeuangan didukung oleh bukti-bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya.Objektifitas bukti harus dievaluasi atas dasar kondisi yang melingkupi penciptaan, 14
  • 16. pengukuran dan penangkapan atau pengakuan data akuntansi. Jadi akuntansi tidak mendasarkan diri pada objektivitas mutlak melainkan pada objektivitas relative yaitu objektivitas yang paling tinggi pada waktu transaksi terjadi dengan mempertimbangkan keadaan dan ketersediaan informasi. Berikut beberapa implikasi dari konsep diatas :  Arti Penting Pengauditan Salah satu criteria kewajaran adalah bahwa pos-pos statemen keuangan didefinisi, diukur, dinilai, diakui,dan disajikan sesuai dengan PABU. Untuk menentukan kesesuaian tersebut, diperlukan adanya bukti yang dapat diverifikasi dan dapat diandalkan.  Objektivitas bukti Bukti teverifikasi adalah bukti yang mempunyai sifat tertentu sehingga memungkinkan untuk menjadi bahan pembuktian kebenaran pernyataan. Objektif berarti bahwa fakta yang diungkapkanoleh suatu bukti tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi  Objektivitas relative Konsep objektivitas dalam penciptaan data akuntansi adalah objektifitas yang disesuaikan dengan keadaaan yang ada pada saat penentuan fakta bukan objektivitas mutlak. Asumsi Asumsi dalam daftar konsep dasar P&L sebenarnya bukan merupakan konsep dasartetapi lebih kepada penjelasan bahwa keenam konsep dasar sebelumnya merupakan asumsiatau didasarkan asumsi dengan segala keterbatasan. 15
  • 17. Berikut ada contoh asumsi yang menjadi landasan dalam memilih konsep yang relevan:  Kontinuitas usaha Konsep kontinuitas usaha hanya dapat dibenarkan atas dasar pengalaman perusahaan pada umumnya. Oleh karena itu,npenerapa konsep ini dalam perusahaan tertentu adalah semata-mata asumsi dan kenyataan ini harus tetap dipertimbangkan dalam proses pelaporan.  Perioda satu tahun Akuntansi menganggap bahwa waktu satu tahun adalah periode yang tepat untuk pelaporan. Waktu satu tahun dianggap tidak terlalu pendek atau panjang. Penakar alternative adalah unit produksi, pekerjaan-order, atau projek.  Kos Sebagai bahan Olah Penghargaan sepakatan yang menjadi bahan olah akuntansi didasarkan atas asumsi bahwa kos factor produksi yang diperoleh perusahaan menunjukan nilai wajar padasaat terjadinya. Asumsi dibalik penalaran tersebut adalah bahwa para pelaku ekonomi bertindak rasional,suatu asumsi yang tidak selalu benar dalam tiap keadaan.  Daya Beli Uang Stabil Konsep bahwa jumlah rupiah yang tercatat akan tetap menunjukan nilai dilandasi asumsi bahwa daya beli uang adalah stabil sepanjang masa.  Tujuan Mencari Laba Keinginan untuk mengasilkan laba adalah karakteristik nyata yang melekat pada perusahaan komersil. Memang benar kalau perusahaan dikelola pemerintah tujuan mencari laba ditekan sampai minimal, namun demikiancukup beralasanlah 16
  • 18. dalam hal ini untuk menganggap bahwa biaya harus terjadi atau dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan guna menutup biaya tersebut dan bahwa prestasi dan kelangsungan hidup perusahaan harus dievaluasi paling tidak atas dasar kemampuan pendapatan menutup biaya. (Suwardjono, 2005:214-243)DAFTAR PUSTAKASuwardjono, 2005.Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi 3,BPFE:Yogyakarta. 17