• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Panduan durusul lughah_al_arabiyah_1
 

Panduan durusul lughah_al_arabiyah_1

on

  • 375 views

 

Statistics

Views

Total Views
375
Views on SlideShare
375
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
16
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Panduan durusul lughah_al_arabiyah_1 Panduan durusul lughah_al_arabiyah_1 Document Transcript

    • Judul Asli : Key to Durus al-Lughat-al-Arabiyyah Li Ghairi Natiqina BihaPart IPenulis : DR. V. Abdur RahimJudul Terjemahan : Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah 1Alih Bahasa : Ummu Abdillah al-ButhoniyahEditor : Zezen Zainal Mursalin, Lc.Budi Marta SaudinDesain Sampul : MRM GraphDisebarluaskan melalui:Website:http://www.raudhatulmuhibbin.orge-Mail: redaksi@raudhatulmuhibbin.orgCopy left, Januari 2009Buku ini adalah online e-Book dari MaktabahRaudhah al Muhibbin yang diterjemahkandari on-line e-Book versi bahasa Inggris darisitus www.kalamullah.com. Diperbolehkanuntuk menyebarluaskannya dalam bentukapapun, selama tidak untuk tujuan komersil
    • Catatan MaktabahSegala Puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ,keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikut mereka hingga harikiamat. Amma ba’du.Alhamdulillah, atas kemudahan dari Allah, Maktabah Raudhah al-Muhibbin dapatmempersembahkan kepada pembaca yang budiman - yang mempunyai minat yang tinggiuntuk mempelajari Bahasa Arab untuk memahami kitabullah, terjemahan dari panduanDurusul Lughah al-Arabiyyah jilid 1.Buku Panduan ini merupakan bahan penyerta dari buku Durus al-Lughat-al-ArabiyyahLi Ghairi Natiqina Biha jilid 1, yang berisi penjelasan kaidah-kaidah Bahasa Arab yangdigunakan pada bacaan dan latiahn pada setiap Bab Pelajaran. Buku Durus Lughahbeserta panduannya ini dapat anda gunakan untuk belajar Bahasa Arab secara individu,meskipun tentu saja belajar dengan seorang guru akan jauh lebih baik.Agar penggunaan buku Durusul Lughah lebih efektif, berikut beberapa tips yang dapatanda lakukan:1. Membaca terlebih dahulu percakapan atau bahan bacaan pada setiap bab pelajaran..2. Mempelajari kaidah-kaidah yang digunakan dengan merujuk kepada Panduan,kemudian menganalisa pola penggunaan tata bahasa (gramatical analysis) dalambacaan berdasarkan kaidah yang telah dipelajari.3. Mengerjakan setiap latihan. Disarankan untuk memiliki kunci jawaban untukmengecek pemahaman terhadapa setiap pembahasan, yang dapat diketahui denganmelihat jumlah dan jenis kesalahan yang dilakukan dalam setiap latihan.Jazakumullah khairan kepada berbagai pihak yang telah membantu terealisasinya bukuPanduan ini. Semoga Allah menjadikannya, bagi kami dan antum, sebagai tabungan diakhirat kelak.Berbagai kritik maupun saran untuk perbaikan Panduan ini sangat kami hargai, yangdapat anda sampaikan melalui redaksi@raudhatulmuhibbin.org.14 Februari 2009Maktabah Raudhah al-MuhibbinTaman Baca Pencinta Ilmuhttp://www.raudhatulmuhibbin.org
    • DAFTAR ISII. KATA PENGANTAR 1II. PENJELASAN TANDA, SIMBOL DAN ISITLAH GRAMATIKAL 2Pelajaran 1 ……………………………………………………. 5Pelajaran 2 ……………………………………………………. 6Pelajaran 3 ……………………………………………………. 7Pelajaran 4 ……………………………………………………. 10Pelajaran 5 ……………………………………………………. 14Pelajaran 6 ……………………………………………………. 16Pelajaran 7 ……………………………………………………. 18Pelajaran 8 ……………………………………………………. 19Pelajaran 9 ……………………………………………………. 21Pelajaran 10 …………………………………………………... 24Pelajaran 11 …………………………………………………... 27Pelajaran 12 …………………………………………………... 29Pelajaran 13 …………………………………………………... 31Pelajaran 14 …………………………………………………... 38Pelajaran 15 …………………………………………………... 41Pelajaran 16 …………………………………………………... 43Pelajaran 17 …………………………………………………... 45Pelajaran 18 …………………………………………………... 46Pelajaran 19 …………………………………………………... 48Pelajaran 20 …………………………………………………... 50Pelajaran 21 …………………………………………………... 52Pelajaran 22 …………………………………………………... 53Pelajaran 23 …………………………………………………... 55
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org5Kata Pengantar PenulisKebutuhan terhadap buku panduan dalam Bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lainnyaterhadap buku saya yang berjudul Durus al-Lughah al-Arabiyyah telah lama dirasakan.Panduan dalam Bahasa Inggris akhirnya dapat terealisasikan, alhamdulillah.Setiap bab pelajaran meliputi tiga bagian. Pada bagian pertama menjelaskan semuakaidah-kaidah tata bahasa yang terdapat dalam bab pelajaran. Bagian kedua arti daripertanyaan yang terdapat di bagian latihan. Dan bagian ketiga memuat kosa kata.Semoga dengan hadirnya panduan ini, akan memberikan manfaat yang besar kepadapembacanya yang ingin belajar Bahasa Arab sendiri.Saya akan sangat senang menerima semua masukan dari para pembaca, dan menjawabpertanyaan-pertanyaan. Saran dan pertanyaan dapat dikirimkan kepada saya c/o. IslamicFoundation Trust , 78, Perambur High Road, Chennai – 600 012.Penulis,DR. V. Abdur Rahim
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org2Penjelasan Tanda, Simbol dan Istilah Gramatikal1Vokal Pendek; terdapat tiga bunyi vokal dalam Bahasa Arab:1. Fathah ( ) adalah tanda vokal yang menandakan ‘a’.2. Kasrah ( ) adalah tanda vokal yang menandakan ‘i’.3. Dhammah ( ) adalah tanda vokal yang menandakan ‘u’.Vokal Panjang.Untuk membentuk huruf vokal panjang, fathah, kasrah dan dhammah ditambahkandengan huruf sebagai berikut:1. Fathah (a), dengan menambahkan alif ‫ا‬ pada huruf yang berharakat fathah. Contoh:taa jaa baa2. Kasrah (i), dengan menambahkan ya ‫ي‬ pada huruf yang berharakat kasrah. Contoh:tii jii bii3. Dhammah (u), dengan menambahkan waw ‫و‬ pada huruf berharakat Dhammah.Contoh:tuu juu buuDalam buku ini, vokal yang dibaca panjang ditulis dengan dua cara, yaitu1. aa, ii, uu, atau2. â, î, û.Tanda Orthographic1. Sukun adalah tanda ( ) yang menunjukkan tidak adanya vokal.Contoh:2. Syaddah adalah tanda ( ) yang menunjukkan pengulangan huruf.Contoh: dituliskan3. Tanwin (ً‫ـ‬‫ٍـــ‬‫ـ‬‫ٌــ‬‫ـ‬‫ـ‬ )1Penjelasan pada Bab ini kami masukkan sebagai pengantar yang sebagiannya dinukil dan diringkas daribuku The Essential Arabic karya Rafi el-Imad Faynan, hal. 15-19, Penerbit: Goodword Books Pvt. Ltd.,Cetakan tahun 2005.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org3• Dalam Bahasa Arab, kata benda dan kata sifat/ajektif dapat berupa indefinite- nakirah (umum) atau definite – ma’rifah (khusus/tertentu).• Sebagian besar kata benda dan ajektif yang bersifat nakirah berharakat tanwinpada huruf terakhir. Misalnya• Tanwin dengan fathah dituliskan ( ), dengan kasrah ditulskan ( ) .Dengan dhammah dituliskan ( ). Alif ( ) ditambahkan pada tanwindengan fathah, seperti , kecuali pada kata yang berakhiran ta marbuthoh. Contoh: .4. Mad. Tanda yang disebut ‘mad’ adalah tanda yang diletakkan di atas alif jika bunyialif dipanjangkan. Contoh penulisan: dan bukan ; dan bukan ditulis.Definite Article (Isim Marifah)1. Dalam Bahasa Arab, kata benda dan kata sifat bisa berbentuk definite / ma’rifah(tertentu) atau indefinite / nakirah (tak tentu). Sebagian besar kata seperti ‘anak laki-laki( ) berharakat tanwin pada huruf terakhir.2. Kata benda dan kata sifat yang berbentuk ma’rifah diawali dengan partikel al – -(alif lam) yang disebut . ‘anak laki-laki (itu)’ .3. Apabila kata diawali dengan ‫ال‬ maka dia tidak boleh memiliki harakat tanwin di hurufterakhir. Oleh karena itu adalah ‘seorang anak laki-laki’, sedangkan tanpatanwin berarti ‘anak laki-laki itu’ (makusdnya anak laki-laki yang telah diketahui, -pent.)4. Apabila ‫ال‬ dilekatkan di awal sebuah kata yang dimulai dengan huruf-huruf berikut,maka ‫ل‬ pada ‫ال‬ tidak dilafalkan, sebaliknya huruf tersebut menjadi syaddah. Keempatbelas huruf tersebut dinamakan Huruf Syamsiyah, yaitu:dan Contoh:
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org4(zahratun) ‘sekuntum bunga’ (az-zahratun) ‘sekuntum bunga (itu)’5. Empat belas huruf lainnya dimana huruf ‫ل‬ pada ‫ال‬ dilafalkan disebut HurufQamariyah.Pada buku panduan ini, kami terkadang menggunakan kata di dalam kurung yaitu “(ini)”atau “(itu)” yang tidak terdapat pada teks asli secara tertulis, namun untuk menunjukkanbahwa sesuatu yang disebutkan adalah ma’rifah.Pengharokatan / At Tasykil1. Dalam bahasa Arab terdapat tiga kasus pengharokatan / at-tasykiil atau asy-syakl , yaitu:• Berakhiran dhammah – marfu’ (normative case)• Berakhiran fathah – manshub (accusative case)• Berakhiran kasrah – majrur (genitive case)Setiap kata dapat memiliki ketiga akhiran ini (dhammah, fathah, kasrah) tergantungdari posisi kata dalam kalimat.GenderKata benda atau isim dalam Bahasa Arab dapat berjenis maskulin atau feminin sebagianbesar kata benda yang tidak disetai dengan ta marbutho – – menunjukkan bahwa bendatersebut maskulin. Sejumlah besar kata benda dan kata sifat dapat dibentuk menjadifeminin dengan menambahkan akhiran ta marbutho – . Maskulin disebut mudzakkar -- dan feminin disebut muannatas – .Dalam buku ini, terkadang kami menggunakan kata maskulin dan feminin, ataumudhzakar dan muannats dan menunjukkan sesuatu berjenis maskulin atau feminindengan memberi keterangan di dalam kurung, yaitu (lk) atau laki-laki untuk maskulin dan(pr) atau perempuan untuk feminin.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org5Pelajaran 1Dalam bagian ini kita mempelajari:Apa ini?Ini bukuApakah ini rumah?Ya, ini adalah rumahTidak, ini adalah masjidSiapa ini?Catatan:1. dilafalkan namun ditulis tanpa alif setelah huruf ha .2. Bunyi n pada akhir kata benda bahasa Arab (kitabu-n, baitu-n, masjidu-n) adalahmenunjukkan indefinite article atau isim nakirah dalam bahasa Arab (yakni katabenda atau isim yang menunjukkan makna umum, yakni belum diketahuikekhususannya-pent). Bunyi n ini disebut tanwin.3. Partikel yang ditempatkan di awal kalimat mengubahnya menjadi bentuk kata tanya.Contoh:Ini rumahApakah ini rumah?Kosa-kata BaruRumah Meja Anak laki-lakiKeledaiMasjid TempattidurPelajar KudaPintu Kursi Laki-laki UntaBuku Bintang Pedagang AyamjantanPulpen Kemeja Anjing Guru(lk)Kunci Dokter Kucing Saputangan
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org6Pelajaran 2Dalam bagian ini, kita mempelajari penggunaan yang berarti “itu” dan yang berarti“dan”. Contoh:Ini rumah dan itu masjidCatatan:1. dilafalkan tetapi ditulis tanpa alif.2. Kata ditulis berdampingan dengan kata yang mengikutinya.Kosa-kata Baru:Imam GulaBatu susu
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org7Pelajaran 3Pada bagian ini kita mempelajari definite article (isim ma’riifah, yakni isim yang telahdiketahui kekhususannya atau benda tertentu-pent.) – (al). Ketika al- mengawali sebuahkata benda maka tanda isim nakirah –n- dibuang.Contoh:Baitu-n al-baituBahasa Arab terdiri dari 28 huruf. Empat belas diantaranya disebut huruf Syamsiyah dan14 lainnya disebut huruf Qamariyah.Dalam artikulasi (pengucapan) huruf Syamsiyah, ujung lidah berpadu seperti pada huruf-huruf t, n, r, s, dan sebagainya. Ujung lidah tidak mengalami perubahan dalampengucapan huruf-huruf Qamariyah, seperi huruf b, w, m. k, dan lain-lain.Manakala al dipasangkan mengawali sebuah kata benda yang diawali dengan hurufSyamsiyah maka l pada al berpadu dengan huruf Syamsiyah, contoh: al-syams (matahari)diucapkan as-syams. Tidak ada perubahan pada penulisan ( ). Perpaduan ituditunjukkan dengan syaddah ( ) pada huruf pertama kata benda tersebut.Tidak ada perpaduan serupa yang terjadi pada kata Qamariyah, contoh: al-qamaru(bulan) diucapkan al-qamaru ( ).Dibawah ini beberapa contoh perpaduan –l- dari –al- pada huruf Syamsiyah.al-najmu diucapkan an-najmu (bintang)ar-rajulu diucapkan ar-rajulu (laki-laki)al-diiku diucapkan ad-diiku (ayam jantan)al-samaku diucapkan as-samakuLihat tabel huruf-huruf Qamariyah dan Syamsiyah pada hal. 19 dari Durus Lughah I.Catatan:Huruf –a- pada –al- diucapkan hanya apabila tidak didahului oleh kata lainnya. Jikadiikuti oleh kata lain maka dalam pengucapannya dihilangkan, meskipun tetap ada padatulisan. Contoh: al-baitu. Disini huruf a dilafalkan, namun apabila didahului oleh kata wa(dan) maka a tidak dilafalkan dan kalimat dilafalkan dengan wa-l-baitu dan bukan wa-al-baitu. Untuk menunjukkan penghilangan a tersebut dalam pengucapan, tandadiletakkan di atas hamzah:
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org8Huruf vokal di awal (a, i atau u) yang dihilangkan ketika didahului oleh kata lain disebuthamzatu-l-wasl (hamzah wasl).Pintu (itu) terbukaPulpen (itu) patahCatatan:Kita telah belajar bahwa tanwin adalah tanda isim nakirah (kata benda tak tentu). ContohHal ini tidak berlaku untuk kata sifat (adjective) seperti (terbuka) dan(patah).2Kosa-kata Baru:Kaya x MiskinTinggi x PendekDingin x PanasDuduk x BerdiriBaru x LamaDekat x JauhBersih x KotorKecil x BesarRingan x BeratKertas AirApel IndahToko ManisSakit2Dalam buku aslinya, keberadan tanwin sebagai tanda isim nakirah diartikan dengan ’sesuatu, atau sebuah(untuk tunggal)’ sedangkan pengertian tersebut (yakni sesuatu atau sebuah) tidak dapat digunakan untukkata sifat, sebagaimana contoh diatas.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org9Latihan:1. (hal. 15). Bacalah dan tulislah dengan akhiran yang benar. Contoh:Masjidun dengan tanwinAl-masjidu tanpa tanwin2. (hal 15). Baca dan tulislah.3. (hal 15) Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang ada.4. (hal 16) Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang sesuai. Ingatlah bahwa katapertama dalam kalimat harus mengandul al, misalnya:5. (hal 17) Baca dan tulislah dengan akhiran yang benar.6. (hal 17) Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang sesuai.7. (hal. 18) Padankanlah kata-kata pada (a) dan (b)8. (hal 20) Baca dan tulislah kata-kata di bawah ini sambil menerapkan kaidah-kaidahhuruf Syamsiyah dan Qamariyah.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org10Pelajaran 4Dalam bagian ini, kita akan mempelajari penggunaan preposition atau kata depan.1. Kata benda (isim) dalam bahasa Arab memiliki akhiran untuk menunjukkanfungsinya dalam kalimat. Akhiran normal dari sebuah kata benda adalah –u-sebagaimana dalam kata:Rumah baru al-bait-u jadîd-u-nKata benda yang memiliki akhiran yang normal disebut berbentuk normative caseatau dalam bahasa Arab disebut .Setelah kata depan (yang dalam bahasa arab dinamakan huruful jar atau huruf-hurufyang bisa mengkasrohkan kata benda setelahnya, seperti fi, min, ala, dst-ed.) akhiranini berubah menjadi –i- contoh:al-bait-u rumah (itu)fi-l bait-i di (dalam) rumah (itu)bait-u-n rumahfi bait-i-n di (dalam) rumahal-maktab-u meja (itu)ala –l-maktab-i di atas meja (itu)Kata benda yang didahului oleh kata depan dalam bahasa Arab disebut dalam posisimajrur2. Dalam bagian ini kita juga mempelajari dua kata ganti (dhamir) yakni “dia(maskulin)” dan “dia (feminin)”. Dalam bahasa Arab seluruh kata benda adalahmaskulin – mudzakar- atau feminin - muannats.Kata benda maskulin – isim mudzakar – merujuk pada kata ganti apakah katabenda itu manusia, hewan atau sebuah benda lainnya yang dianggap maskulin.Contoh:Dimana anak laki-laki (itu)?
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org11Dia (lk) ada di dalam masjidDimana buku (itu)?Dia (buku itu) di atas mejaDan kata benda feminin - isim muannats – merujuk pada kata ganti apakahmenunjukkan manusia, hewan atau sebuah benda lainnya yang dianggap feminin.Dimana Aminah?Dia (berada) di rumahDimana jam tangan (itu)Dia (jam tangan itu) ada di atas tempat tidurSebagian besar kata isim muannats berakhiran huruf ta marbuthoh namun ada pulasebagian yang tidak memliki akhiran tersebut.Catatan:1. Kita telah mempelajari bahwa tanwin adalah indefinite article (kata benda tak tentu)misalnya ‘rumah’ . Kaidah ini tidak berlaku terhadap kata benda yang telahtetap, seperti nama orang. Maka tetap Hamid (bukan seorang Hamid ).2. Nama perempuan tidak memiliki tanwin. MisalnyaKosa kata Baru:Dimana Di atasRuang LangitKamar mandi Ruang kelasDapur ToiletDi (dalam)
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org12Latihan:1. Jawablah pertanyaan berikut ini (jawaban harus berdasarkan pelajaran bagian ini).2. Baca dan tulislah dengan memberikan harakat (akhiran) yang benar3. Di akhir halaman 23. Baca dan tulislah dengan memberikan harakat yang benar.Ingatlah bahwa nama laki-laki berakhiran –un dan nama perempuan berakhiran –u.Pelajaran 4APada bagian ini kita mempelajari dua kata depan ( ) yakni yang berarti‘dari’ dan yang berarti ‘ke’ (atau kepada).• Kita juga mempelajari dua kata ganti (dhamir ): ‘saya’ dan ‘kamu/anda’‘saya’ untuk maskulin (mudzakar) dan feminin (mu’annats). Contoh:Saya MuhammadSaya AminahTetapi ‘kamu/anda’ hanya dipakai untuk maskulin tunggal ‘mufradmudzakar’. Anda akan mempelajari feminin tunggal mufrad muannats dan bentukplural ‘jamak’ nanti.• Kita juga telah mempelajari dua kata kerja bentuk lampau (Fi’ilMadhi) yakni ‘(dia lk) telah pergi’ dan ‘(dia lk) telah keluar’.Perhatikan yang berikut:Di mana Bilal?Dia telah pergi ke masjidBilal telah pergi ke masjidMaka berarti ‘dia telah pergi’ tetapi jika diikuti oleh kata benda sebagaisubjek maka kata ‘dia’ ditinggalkan.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org13Kosa Kota Baru:‘dari’ (jika bertemu maka berubah menjadiKe FilipinaJepang SekolahCina PasarIndia UniversitasDirekturLatihan:1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini (jawabannya harus berdasarkan babini).2. Baca dan tulislah dengan harakat yang benar.3. Baca dan tulislah.4. Isilah bagian yang kosong dengan kata depan yang sesuai.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org14Pelajaran 5Dalam bagian ini kita telah mempelajari sebagai berikut:1. Buku (milik) Bilal (kitab-u bilal-i-n)Rumah (milik) Imam (bait-u-l-imam-i-n)Dalam kata yang pertama adalah benda yang dimiliki. Ini disebutmudhaf ‘ ’. Kata yang kedua pemilik disebut mudhaf ilaihi ‘ ’.Catatan:a). Mudhaf tidak berbentuk nakirah atau ma’rifah. Maka salah jika menuliskanatau . Mudhaf merupakan bentuk ma’rifah karenaposisinya, dan tidak membutuhkan partikel ma’rifah (yakni tidak membutuhkanpenambahan awalan –al sebagai tanda isim ma’rifah-pent.)b). Mudhaf ilaihi berbentuk majrur. Dia dapat dimasuki tanwin seperti di contohpertama, dan al-. di contoh ke dua.Bilâl-u-n Bait-u Bilâl-i-nal-imâm-u Bait-u-l-imâm-ic). Perhatikan bahwa tidak berbentuk majrur karena dia berbentuk mabni,yakni dia tidak mengalami perubahan untuk menunjukkan kedudukannya dalamkalimat. Ada bentuk mabni pada kata-kata tertentu dalam bahasa Arab yang tetaptidak berubah.d) . Perhatikan bahwa berbentuk majrur karena kata depandan karena dia berada pada posisi mudhaf ilaihi.2) ‘dibawah’. Kata benda yang mengikuti berada dalam posisi majrurkarena dia menempati fungsi mudhaf ilaihi.3). adalah kata seruan. Isim yang mengikuti hanya memiliki satu dhammah.bukan dan lain-lain.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org154). Kata ism-u-n dan ibn-u-n berawal dengan hamzatu-l-wasl. Jika didahuluioleh sebuah kata, maka ‘i- ‘ dihilangkan dalam pengucapan.‫ٱ‬ism-u-l walad-i bilal-u-n, wa sm-u-l-bint-i aminat-u‫ٱ‬ibn-u-l-mudarrisi tabib-u-n wa-bn-u-l-imam-i tajir-u-n‫ٱ‬aina bn-u hamid-i-n?Latihan:1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.2. Bentuklah menjadi mudhaf-mudhaf ilaihi dengan bantuan dua kata.3. Baca dan tulislah dengan harakat akhir yang benar. Perhatikan bahwa mudhafmemiliki akhiran –u dan mudhaf ilaihi memiliki akhiran –i.4, Bacalah.5. Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang sesuai.6. Benarkanlah kalimat di bawah ini.7. Bacalah dengan harakat yang benar di akhir kalimat.Perhatikan bahwa setelah tidak berbentuk tanwin, namun hanya memiliki satudhammah. Contoh: syaikh-u-n >> ya syaikh-u.8. Buatlah pertanyaan dengan pola seperti pada contoh dengan bantuan gambar.9. Bacalah yang berikut ini dengan tetap mengingat kaidah mengenai hamzatul wasl.Kosa Kata Baru:Rasul DibawahPaman dari ayah Anak laki-lakiJalan MobilKa’bah Di siniPaman dari ibu Di sanaTertutup AnakperempuanNama DokterTas
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org16Pelajaran 61. adalah bentuk feminin dari . Diucapkan namun alif tidak disertakandalam tulisan.Ini anak laki-laki dan ini anak perempuan2. Kata benda dan kata sifat berubah menjadi feminin dengan menambahkan di akhirkata. Huruf terakhir sebelum berharakat fathah.guru (lk) >> guru (pr)Mudarris-u-n mudarrisat-u-nKata-kata benda tertentu memiliki bentuk feminin yang khusus.anak laki-laki anak perempuansaudara (lk) saudara (pr)Semua kata dalam bahasa Arab termasuk maskulin atau feminin. Kata benda feminin(isim mu’annats) dan kata sifat biasanya berakhiran . Namun ada kata-kata tertentu yangtidak memiliki kahiran ini. Para pelajar yang mempelajari kata-kata baru harusmengetahui jenisnya pula. Anggota tubuh yang berpasangan biasanya adalah feminin danyang tunggal adalah maskulin.Feminin Maskulin_______________________________________________________Tangan kepalaKaki hidungMata mulutTelinga wajah3. adalah kata depan (harf jar) yang berarti ‘milik’ , ‘untuk’. Contoh:Ini milik Bilal dan itu milik Hamid
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org17Segala puji milik AllahPerhatikan kata menjadi lillahi (milik Allah) dengan membuang huruf alif.Tidak perlu menambahkan huruf lam pada kata.berarti ‘milik siapa’. Contoh:Milik siapa ini?Buku milik siapa ini?Perhatikan bahwa berubah menjadi jika diikuti dengan .4. berarti ‘juga’, contoh:Ini indah,dan itu juga indah5, berarti ‘sangat’, contoh:Ini sangat besarLatihan:1. Baca dan tulislah.2. Jawablah pertanyaan ini.3. Isilah bagian kosong di kolom sebelah kiri dengan predikat yang sama dengan yangberada di sebelah kanan dengan merubahnya dalam bentuk muannats (feminin).4. Perbaikilah kalimat berikut.5. Bacalah kalimat berikut dengan harakat yang benar.Kosa Kata Baru:Setrika Hidung Bapak KakiSapi Mulut Kulkas CepatSepeda Panci Teh JendelaSendok Telinga Barat TimurPetani Mata KopiIbu Tangan
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org18Pelajaran 7Dalam bagian ini kita belajar mengenai penggunaan yang merupakan bentukfeminin dari yang berarti ‘itu’, contoh:Ini Bilal dan itu HamidIni Aminah dan itu MaryamLatihan:1. Baca dan tulislah.2. Isilah bagian yang kosong dengan atauKosa Kata Baru:Unta betina TelurBebek Mu’adzinSuster Ayam betina
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org19Pelajaran 8Dalam bagian ini, kita mempelajari:1. Bagaimana mengatakan ‘ini buku’ dalam bahasa Arab. Kita lihat bahwaberarti ‘ini sebuah buku’. Sekarang kita belajar berarti ‘buku ini’. Inibukanlah kalimat. Untuk membuatnya menjadi kalimat, kita harus menambahkanpredikat, contoh: ‘buku ini baru’ .Semua kata ganti penunjuk – isim isyarah - (demonstrative pronoun) dapat digunakanuntuk model ini. Contoh:Laki-laki itu seorang insinyurJam tangan ini indahSuster itu dari Jepang2. Kita telah mempelajari bahwa akhiran kata yang biasanya adalah ‘u’, dan berubahmenjadi ‘i’ setelah kata depan (huruf jarr), dan apabila kata bendanya adalahmenunjukkan milik (mudhaf ilaihi). Contoh:Rumah (ini) indahBilal ada di dalam rumahIni kunci rumahKata yang berakhiran a yang panjang (mad) tidak memiliki akhiran. Keadaannyatetap, tidak berubah. Contoh:Ini AmerikaSaya dari AmerikaDia presiden Amerika3. ‘di belakang’ dan ‘di depan’. Kata benda (isim) yang mengikutinya jugaberakhiran ‘i’.Rumah (itu) berada) di belakang masjidHamid (berada) di depan guru
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org204. berarti ‘dia (lk) telah duduk’ (kt kerja bentuk lampau ‘fi’il madhi)Di mana Muhammad duduk?Dia duduk di depan guruLatihan:1. Jawablah pertanyaan berikut.2. Baca dan tulislah.3. Ubahlah kalimat berikut seperti yang terdapat dalam contoh.Ini buku Buku ini milik Muhammad1. Buatlah pertanyaan dan jawaban sebagaimana di atas dengan menggunakan kata‘milik siapa’2. Bacalah yang berikut dengan tetap mengingat kaidah isim yang berakhiran â (a yangdibaca panjang).3. Baca dan tulislah dengan tetap mengingat kaidah danKosa Kata Baru:Amerika PisauTertutup JermanIrak InggrisSwiss Rumah sakit**Perhatikah bahwa di akhir yang diucapkan alif tidak memiliki titik. Maka adalahfi dan adalah ‘ala.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org21Pelajaran 9APada bagian ini kita mempelajari:1. Kata sifat dalam bahasa Arab. Kata sifat dalam Bahasa Arab mengikuti benda yangdisifatinya. Contoh:Rumah baruDalam Bahasa Arab kata sifat disebut na’t ( ) dan benda yang disifatinya disebutman’ut ( ). Kata sifat mengikuti kata benda dalam hal:a) Jenis. Sifat dari benda mudzakar (maskulin) juga berbentuk mudzakar dan bendamu’annats (feminin) juga berbentuk mu’annats. Contoh:anak kecil laki-laki anak kecil perempuanbuku baru mobil barub) Berbentuk ma’rifah (tertentu) atau nakirah (tak tentu). Jika bendanya isim ma’rifahmaka na’t-nya ma’rifah. Dan jika bendanya isim nakirah maka man’ut-nya jugaberbentuk nakirah. Contoh:Bilal (adalah) guru baruGuru yang baru itu berada di dalam kelasc) Status. Kata sifat berstatus sama dengan benda yang disifatinya.Ini rumah baru (hâdzihi bait-u-n jadîd-u-n )Saya berada di rumah (yang) baru (ana fi baitin jadîdin)Rumah (yang) baru (itu) indah.Siapa yang berada di rumah (yang) baru? (man fi-l-bait-i-l-jadid-i)2. Na’t yang berakhiran ‘-ân’ / alif dan nun tidak boleh tanwin
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org22kaslân-u malasjau’ân-u lapar‘athsyân-u hausghadbân-u marahmal’ân-u kenyangLatihan:1. Baca dan tulislah.2. Isilah bagian yang kosong dengan kata sifat yang sesuai3. Isilah bagian yang kosong dengan kata yang sesuai dengan kata sifat4. Bacalah dengan menerapkan kaidah kata sifat yang berakhiran ‘â’.Kosa Kata Baru:Buah-buahan Bahasa InggrisBurung kecil SukarBurung Kota MadinahBahasa Arab KairoBahasa Hari iniMudah MengapaBersungguh-sungguh Gelasterkenal
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org23BDi bagian ini, kita mempelajari:1. Kata sifat yang mensifati isim ma’rifah (kata benda tertentu).Dimana guru (yang) baru (itu) ?2, Kata ganti penghubung –isim maushul- (relative pronoun) . Contoh:Laki-laki yang baru keluar dari masjid sekarang adalah seorang pedagang terkenal.Rumah yang (berada) di depan masjid (itu) milik imam.3. Perhatikan jika digunakan dengan isim ma’rifah , maka alif padadihilangkan.4. ‘dengan / di sisi / bersama’. Isim yang mengikutinya berharakat kasrah /mempunyai akhiran ‘i’. Contoh:Guru di sisi / bersama Kepala SekolahLatihan:1. Baca dan tulislah.2. Isilah bagian yang kosong dengan kata sifat yang terdapat dalam tanda kurung.Perhatikan, jika isim mengandung maka kata sifatnya juga mengandung .3. Baca dan tulislah.Kosa Kata Baru:Perpustakaan SMU Klinik PasarSekarang Menteri Kipas angin IndonesiaDi sana Tajam Kuwait jalan
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org24Pelajaran 10Pada bagian ini kita mempelajari :1. Kata ganti milikKitâbu-ka (buku-mu >> untuk mudzakar/maskulinKitâbu-hu (buku-nya >> mudzakar)Kitâbu-ha (buku-nya >> muannats/feminin)Kitâb-i dari kitâbu-i (bukuku))Kata ganti ini tidak berdiri sendiri. Kata ganti ini menyerupai suffix yang melekatpada kata benda.2. Sebagaimana yang kita lihat ‘bukumu’ adalah dan ‘bukunya’ adalah .Kata untuk ‘ayah’ adalah dan untuk ‘saudara laki-laki’ adalah .‘Saudara laki-lakimu’ adalah dan bukan .harus ditambahkan diantara mudhaf dan mudhaf ilaih. Dengan cara yang sama‘ayahnya’ tidak ditulis tetapi .Perhatikan yang berikut:“Rumah Muhammad” adalahTetapi “ayah Muhammad” adalahDan “saudara laki-laki Muhammad” adalah“Ayahku” dan “saudara laki-lakiku” tidak ditambahkan . Contoh:Kata benda yang diikuti tambahan ketika berfungsi sebagai mudhaf ada empat kata.Anda telah belajar dua kata, dan anda akan mempelajari dua kata lagi di waktumendatang,
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org253. Kita telah belajar bahwa kata berarti “bersama dengan / di sisi”. Ia jugadigunakan untuk menyampaikan maksud “mempunyai/memiliki”, misalnya:‘Apakah engkau memiliki pulpen?’4. Kita telah belajar mengenai kata depan berarti ‘milik…’. Apabila diikuti oleh kataganti milik maka harakatnya berubah menjadi fathah ( .( ‘milikmu’,‘miliknya (lk)’, ‘miliknya (pr), tetapi ‘milikku’ berharakat kasrah.Catatan:Berarti ‘saya mempunyai seorang saudara laki-laki’. Secara harafiah berarti‘saudara laki-laki milikku’.Berarti ‘saya mempunyai mulut’, secara harafiah berarti ‘mulutku’.Keliru jika mengatakan / karena digunakan untuksesuatu yang dapat terpisahkan, sedangkan hubungan (kekeluargaan) dan bagiantubuh tidak termasuk dari jenis ini.5. Kita telah mempelajari ‘dia (lk) telah pergi’. Sekarang kita belajar‘kamu (lk) telah pergi’ (mufrad mudzakar) dan ‘saya telah pergi’. (Semua katakerja ini dalam bentuk lampau atau fi’il madhi).Apakah anda (kamu) telah pergi ke sekolah hari ini?Ya, saya telah pergi.6. Kita telah mempelajari bahwa nama orang feminin tidak memiliki tanwin seperti. Demikian juga nama laki-laki yang berakhiran ta marbuthah, makatidak boleh tanwin:7. berarti ‘bersama’. Untuk membedakan dengan ingatlah, jika andamengatakan:
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org26“Guru ada bersama kepala sekolah” berarti guru pergi ke kantor kepala sekolah dandia bersama kepala sekolah disana. Tetapi:Tidak memiliki batasan ini. Guru dapat berada di mana saja bersama kepala sekolah.Kata benda setelah berharakat kasrah atau berakhiran ‘i’.8, “di universitas” adalah kata depan yang berarti ‘di, pada’.Perhatikan bahwa berarti ‘Universitas Islam diMadinah Al-Munawarah’.9. Pada pelajaran 1 kita telah mempelajari bahwa berarti ‘apa’. Kata ini jugadigunakan sebagai partikel negatif, maka: berarti ‘saya tidakmempunyai mobil’.Latihan:1. Jawablah pertanyaan berikut.2. Isilah bagian yang kosong dengan kata ganti milik yang sesuai.3. Buatlah lima pertanyaan dan jawaban seperti pola yang terdapat pada contoh.4. Buatlah lima pertanyaan dan jawaban seperti pola yang terdapat pada contoh.5. Tambahkanlah kata ganti milik pada kata benda berikut sebagaimana yang terdapatpada contoh. Hilangkan tanwin sebelum menambahkan kata ganti.Kitâb-u-n kitab-u-kaKata ganti milik orang pertama akhiran ‘-u’ juga harus dihilangkan.Kitâb-u-n kitab-i6. Bacalah yang berikut ini.7. Bacalah yang berikut ini.8. Bacalah yang berikut ini.9. Bacalah yang berikut ini dan kemudian bacalah isim a’lam dengan akhiran yangbenar.Kosa Kata BaruTeman PemudaSuami SatuAnak kecil(lk)
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org27Pelajaran 11Ini bagian revisi. Hanya mengandung dua kata baru:/ dan1. berarti ‘di dalamnya’. Contoh:Siapa (yang berada) di dalam rumah?Di dalamnya ada ayah dan ibu .2. Bentuk femininnya adalah . Contoh:Siapa di dalam kamar?Di dalamnya ada saudara laki-lakiku.3. berarti ‘saya mencintai, saya menyukai’. Contoh:Saya mencintai ayahku, ibuku, saudaralaki-lakiku, dan saudara perempuanku.3Objek dari sebuah kata kerja– berada dalam bentuk ‘manshub’, memilikiakhiran ‘-a’ (fathah), namun tidak tampak pada kata benda yang melekat padanyakata ganti milik orang pertama.Berikut beberapa contoh obyek tanpa kata ganti orang pertama.(uhibbu –llah-a) Saya mencitai Allah(uhibbu –r-rasûl-a) Saya mencintai Rasul(uhibbu rasûl-a-llaj-i) Saya mencintai Rasul Allah(uhibbu l-lughat-a-l-arabiyyat-a)Saya mencintai Bahasa Arab3Dalam bahasa Indonesia, kata ‘dan’ biasanya ditambahkan hanya pada akhir kalimat, sedangkandalam bahasa Arab setiap kata dipisahkan oleh wa.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org28Disini kita belajar ‘engkau mencintai’ (maskulin tunggal).Apakah engkau mencintai Allah?Apakah engkau mencintai bahasamu?Siapa yang engkau cintai?Apa yang engkau cintai?
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org29Pelajaran 12Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:1. Sebelumnya kita telah belajar ‘engkau/kamu/anda’ untuk maskulin tunggal‘mufrad mudzakar’. Sekarang kita belajar ‘engkau/kamu’ untuk feminintunggal ‘muannats mufrad’. Contoh:Anda berasal dari mana Aminah?Bentuk kata ganti milik untuk adalah . Contoh:Dimana rumahmu, Maryam?2. Kita telah mempelajari bentuk kata ganti milik untuk adalah . Contoh:Dimana rumahmu, Bilal?Kita telah belajar ‘dia (lk) telah pergi’, ‘saya (telah) pergi,‘anda (telah) pergi’. Sekarang kita belajar ‘dia (pr) telah pergi’. Contoh:Dimana Aminah?Dia telah pergi ke universitasMaryam telah pergi ke sekolahDalam kata huruf terakhirnya memiiki sukun.Jika kata kerja ‘fi’il’ seperti ini diikuti , sukun dirubah menjadi kashrah. Contoh:Anak perempuan (itu) telah pergi3. Kita telah belajar ‘yang’ untuk mufrad mudzakar. Sekarang kita belajaruntuk muannats mufrad. Contoh:Pelajar perempuan yang duduk di depan guru wanita itu dari Jerman.Jam tangan yang berada di atas meja milik guru.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org304. Kita telah belajar ‘bukumu’ . Sekarang kita belajar ‘inibuku milikmu’. Disini digunakan untuk menegaskan (takid) . Ini digunakanketika ada keraguan atau perdebatan.Perhatikan juga:Latihan.1. Baca dan tulislah.2. Ubahlah kata ganti pada kalimat berikut menjadi bentuk feminin sebagaimana yangdijelaskan dalam contoh.3. Ubahlah subjek dari kalimat berikut menjadi bentuk feminin sebagaimana yangdijelaskan dalam contoh.4. Isilah bagian yang kosong dengan atauKosa Kata Baru:Paman dari ayah PohonBibi dari Ayah SyiriaPaman dari ibu SMPBibi dari ibu PengawasRS Bersalin PemudiYa Tuan Buku tulisYa Nyonya MalaysiaApa kabarmu (lk) Saya baikJamak (j) dari ibu j dari ayahj dari menteri j dari ulamaj dari kuat J darilemahsesudahKerajaan Saudi Arabia
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org31Pelajaran 13ADi Bagian ini, kita mempelajari:1. Jamak dari kata benda dan kata sifat. Dalam Bahasa Arab, bentuk jamak terdiri daridua jenis, yaitu:a. Jamak yang beraturan – jamak salimb. Jamak yang tidak beraturan – jamak taksir.2. Jamak salim terdiri dari maskulin atau feminin (jamak mudzakar salim dan jamakmu’annats salim). Jamak mudzakar salim memilihi akhiran ‘-ûna’. Contoh:Muslim-u-n muslim-ûnaMudarris-u-n mudarris-ûnaJamak mu’annats salim memiliki akhiran ‘-ât-u-n’. Contoh:Muslimat-u-n muslimât-u-nMuhandisat-u-n muhandisât-u-nPerhatikan bahwa dalam bentuk tunggal –mufrad- memiliki ‘a’ yang dibaca pendeksebelum ‘t’ (muslimat-u-n) dan ‘t’ tersebut adalah ‘ta marbutho’ dan pada bentukjamak ‘a’ dibaca panjang dan ‘t’ adalah ‘ta ta’nis’.Dalam pengucapan, satu-satunya perbedaan antara bentuk mufrad dan jamak adalahpanjang pendeknya ‘a’:Muslimat-u-n muslimât-u-nJamak taksir. Penggunaan jamak taksir sangat meluas dalam Bahasa Arab. Terdapatlebih dari dua puluh pola dari jamak taksir. Beberapa diantaranya diberikan dalampelajaran ini.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org32(1u2û3-u-n)4najm-u-n nujum-u-n(1u2u3-u-n) kitâb-u-n kutub-u-n(1i2â3-u-n) jabal-u-n jibâl-u-n(1u22â3-u-n) tâjir-u-n tujjâr-u-n(a12â3-u-n) kalam-u-n aqlâm-u-n(1u2a3â-u) zamîl-u-n zumalâ-u(a12i3â-u) sadîq-u-n asdiqâ-u-n(1i23at-u-n akh-u-n ikhwat-u-nPara pelajar dianjurkan untuk mempelajari bentuk-bentuk jamak untuk setiap katabenda dan kata sifat baru yang dipelajarinya.4Nomot 1, 2 dan 3 merujuk pada huruf-huruf pertama, kedua, dan ketiga.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org332. Bentuk jamak dari dan adalah (hâ-ulâ-i). Contoh:Ini pedagang ini para pedagangIni guru wanita ini para guru wanitaPerhatikan bahwa sebagian besar digunakan untuk manusia. Penggunaannyaterhadap selain manusia sangat jarang. Lihat pelajaran 16 untuk mengetahuipenggunaannya terhadap selain manusia.3. Bentuk jamak dari adalah ‘mereka’ (maskulin). Tidak seperti bentuk mufrad, bentuk jamak hanya digunakan untuk manusia. Contoh:Dia adalah seorang guru mereka adalah guruBentuk jamak dari (miliknya) adalah (milik mereka). Contoh:Dimana rumah mereka?Ayah mereka adalah pedagang terkenalPerhatikan bahwa kata ‘mereka’ dan ‘milik mereka’ bentuknya sama ( ).4. Kita telah belajar ‘dia (telah) pergi. Sekarang kita mempelajari ‘mereka (telah)pergi’ dzahabû. Perhatikan, terdapat alif di akhir kata yang tidak dilafalkan.Kita akan belajar bentuk feminin pada bagian B.5. ‘sebagian’. Contoh:Sebagian dari mereka adalah guru dan sebagian dari mereka adalah insinyur.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org34Latihan:1. Ubahlah subjek kalimat berikut ke dalam bentuk jamak sebagaimana yangditunjukkan dalam contoh.2. Gantilah kata yang digarisbawahi ke dalam bentuk jamak dan susunlah kembalikalimat tersebut.3. Buatlah kata-kata berikut berbentuk mudhaf menggunakan pertama, kata benda, dankemudian kata ganti sebagaimana yang ditunjukkan dalam contoh.Perhatikan di akhir kata benda berakhiran alif dan hamzah, hamzah ditulis di ataswaw ketika diikuti kata ganti, tetapi ketika diikuti oleh kata benda, hamzah tetapdituliskan independen. Contoh:Anak-anak MuhammadAnak-anaknya4. Gantilah subjek dari kalimat berikut ke dalam bentuk jamak, sebagaimana yangditunjukkan dalam contoh.5. Baca dan tulislah.6. Tulislah bentuk jamak kata benda dan kata sifat berikut.Kosa Kata Baru:J dari ‘pemuda’ J dari ‘nama’J dari ‘tinggi’ J dari ‘laki-laki’J dari ‘pelajar’ManusiaJ dari ‘baru’ J dari ‘pendek’Tamu; (j) J dari ‘haji’DesaJ dari ‘teman’Ladang; (j)RestoranJ dari ‘teman J dari ‘anak (lk)’J dari‘bersungguh-sungguh’Orang tua, orang yangterpelajar (j)
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org35BPada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:1. Bentuk jamak dari ‘dia (pr)’ adalah . Contoh:Mereka adalah para saudara laki-lakikuMereka adalah para saudara perempuankuBentuk jamak dari ‘miliknya (pr)’ adalah . Perhatikan, dhamir ‘mereka(pr)’ dan kata ganti ‘milik mereka’ adalah sama.Mereka (pr) adalah teman kelasku dan ini rumah mereka2. Kita telah belajar bentuk jamak dari adalah , sama antara mudzakar danmu’annats.3. Kita telah belajar pada bagian A berarti ‘mereka (lk) (telah) pergi’. ‘Mereka(pr) (telah) pergi’ adalah . Contoh:Dimana saudara-saudara laki-lakimu?Mereka telah pergi ke Universitas.Dimana saudara-saudara perempuanmu?Mereka telah pergi ke perpustakaan.4. Kita telah belajar pelafalan feminin jamak. Dalam pengucapan ‘a’ sebelum ‘t’dipanjangkan. Dalam tulisan, ta marbutho diubah menjadi ta ta’nis . Contoh:muslimat-u-n muslimât-u-n
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org36Perhatikan bentuk jamak berikut ini yang tidak beraturan.Bint-u-n banât-u-nUkht-u-n akhwât-u-nFatât-u-n fatayât-u-nLatihan:1. Gantilah subjek dari kalimat berikut ke dalam bentuk jamak. Perhatikan, ajektif (katasifat) seperti sama untuk maskulin dan feminin.2. Baca dan tulislah.3. Gantilah subjek dari kalimat berikut ke dalam bentuk jamak.4. Isilah bagian yang kosong dengan menggunakan kata ganti penunjuk :( )Perhatikan, sama untuk maskulin dan feminin.5. Isilah bagian yang kosong dengan menggunakan kata ganti (dhamir) yang sesuai.( )6. Tulislah bentuk jamak dari kata benda dan kata sifat berikut.Kosa Kata Baru:Guru wanita Wanita (bentuk jamak dariakar yang berbeda)IsteriBibi (saudariayah)wanita SuamiRS Bersalin
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org37CPada bagian ini, kita belajar, bentuk jamak dari dan adalah .Perhatikan waw pada tidak dilafalkan. Kata tersebut diucapkan ulâ’ika.Latihan:1. Gantilah subjek dari kalimat berikut ke dalam bentuk jamak sebagaimana yangditunjukkan pada contoh.2. Isilah bagian yang kosong dengan menggunakan kata ganti penunjuk3. Tulislah bentuk jamak dari kata benda berikut.4. Bacalah yang berikut dengan tetap mengingat bahwa broken plural ini tidak memilikitanwîn di bagian akhir.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org38Pelajaran 14Dalam bagian ini kita mempelajari yang berikut:1. Jamak dari adalah . Contoh:Siapa kalian?Jamak dari adalah . Contoh:Dimana rumah kalian, saudara-saudaraku?2. Bentuk jamak dari ‘saya’ adalah ‘kami’. Seperti , jamaknya jugaberlaku untuk maskulin dan feminin. Contoh:Kami adalah muslimKami adalah muslimahKita telah belajar berarti ‘rumahku’. Sekarang kita belajar ‘rumah kami’ adalahbait-u-nâ. Contoh:Allah adalah Tuham kamiIslam adalah agama kami.Muhammad shallallahu alaihi wasallam Nabi kami.3. berarti ‘kamu (telah) pergi’. Berarti ‘kalian (telah) pergi’. Contoh:Kemana kalian pergi anak-anakku?4. berarti ‘saya (telah) pergi’. Dan ‘kami telah pergi’ adalah dzahabnâ.Perhatikan, mereka (telah) pergi (pr) adalah dzahabna. Perbedaan diantarakeduanya adalah dalam , huruf ‘a’ terakhir pendek, sedangkan dalampanjang.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org395. Kita telah mempelajari bahwa nama wanita tidak memiliki tanwin contoh:Sekarang kita mempelajari bahwa nama-nama selain dari nama Arab (ajam) jugatidak memiliki tanwin. Contoh:Nama sebagian besar para nabi adalah non Arab, dan oleh karena itu tidak memilikitanwin. Contoh:Akan tetapi jika nama non Arab hanya memiliki tiga huruf dan maskulin, maka iamemiliki tanwin. Contoh: (George)6. Kita telah belajar bahwa mudhaf adalah ma’rifah karena posisinya. Maka ketikamudhaf memiliki ajektif maka ajektif (kata sifat) tersebut harus berbentuk ma’rifah.Contoh:Rumah baru (sang) imamDisini, adalah mudhaf, dan ini ma’rifah karena posisinya sebagai mudhaf. Halyang sama juga berlaku terhadap mudhaf yang mudhaf ilaihnya adalah kata gantimilik. Contoh: “rumah barunya’.Perhatikan yang berikut:Rumah baru (sang) imamRumah (sang) imam (yang) baru7. ‘apa/yang mana’ Digunakan sebagai mudhaf. Contoh:Rumah yang mana ini?Pelajar yang mana yang keluar?Ketika diikuti oleh kata depan maka dia berubah menjadi majrur. Contoh:Dari negeri mana asalmu?Di kelas mana engkau duduk?Juga dapat menduduki posisi manshub. Contoh:Bahasa apa yang engkau sukai?
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org40Latihan:1. Jawablah pertanyaan berikut ini.2. Baca dan tulislah.3. Gunakanlah kata benda berikut dengan kata ganti milik sebagaimana yangditunjukkan di dalam contoh.4. Bacalah.5. Bacalah kata benda berikut ini dengan tetap mengingat kaidah tiga huruf nama orangnon Arab.Kosa Kata Baru:Selamat datang Konstitusi (hukum)Bayi (pr) KiblatBandara PengadilanFakultasCucu (lk), (j)Fakultas kedokteran KebunFakultas teknik TuhanFakultas ekonomi(PerdaganganHari sabtuFakultas Syariat BulanKristen, (j)Bulan RajabNabi YunaniAgama(j) dariSemoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (lk)
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org41Pelajaran 15Dalam bagian ini kita mempelajari:1. Jamak dari ‘anda/kamu/engkau’ (pr) adalah .Siapa kalian, wahai saudariku?Kami adalah anak (perempuan) imam2. Bentuk jamak ‘milikmu’ (pr) adalah . Contoh:Dimana rumah kalian nyonya?Rumah kami di dekat masjid3. Kita telah belajar bahwa ‘anda (telah) pergi’ (feminin tunggal). Bentukjamaknya adalah . Contoh:Kemana kalian pergi, saudari-saudariku?Kemana kalian pergi, saudara-saudaraku?4. berarti ‘sebelum’, berarti ‘setelah’. Keduanya merupakan mudhaf dan katayang mengikutinya majrur ( kasrah ). Contoh:Setelah pelajaranSebelum shalat5. ‘dia (telah) keluar’.Apakah imam telah keluar dari masjid?Saya telah pergi ke masjid sebelum adzan dan keluar setelah shalat.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org42Latihan.1. Jawablah pertanyaan berikut ini.2. Gantilah subjek kalimat berikut ke dalam bentuk feminin.3. Gantilah kata ganti milik kalimat berikut ini ke dalam bentuk feminin.4. Isilah bagian yang kosong dengan kata ganti yang sesuai ( )5. Isilah bagian yang kosong dengan kata ganti milik yang sesuai ( )6. Isilah bagian yang kosong dengan atau8. Baca dan tulislahKosa Kata Baru:Kairo SekarangMinggu Ujianpelajaran
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org43Pelajaran 16Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:1. Dalam bahasa Arab, kata benda ‘isim’ diklasifikasikan menjadi dua, yaitu akal(kata benda rasional) dan ghairu akal (kata benda irasional). Isim akaladalah isim yang merujuk pada manusia, malaikat, syaithan, dan mahluk yangtergolong dalam kategori ini. Sedangkan isim ghairu aklin adalah kata benda yangmerujuk pada benda-benda, binatang, dan konsep.Dalam bentuk tunggal, tidak ada perbedaan antara kedua kelompok ini. Namun dalambentuk jamak, ada sebuah perbedaan penting. Bentuk jamak isim akal diperlakukansebagai jamak. Sedangkan bentuk jamak isim ghairu aklin diperlakukan sebagaifeminin tunggal. Contoh:Kata benda rasional –isim akal- ( )TunggalJamakKata benda irasional –isim ghairu akal- ( )TunggalJamakKarena itu kata benda irasional dianggap sebagai feminin tunggal.Perhatikan: 1. Para pelajar telah keluar2. Anjing-anjing telah keluarIni adalah kaidah dasar. Ada pengecualian terhadap kaidah ini yang akan andapelajari nanti.2. Kita telah belajar beberapa pola isim jamak taksir. Berikut tamabahannya:(1a2â3i4-u) masjid-u-n masâjid-u
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org44Pola ini tanpa tawnindaftar-u-n dafâtir-uLatihan:1. Pelajarilah contoh-contoh berikut.2. Gantilah subjek kalimat berikut ke dalam bentuk jamak sebagaimana yang terdapatdalam contoh.3. Isilah bagian yang kosong dengan kata ganti penunjuk (dekat):4. Isilah bagian yang kosong dengan kata ganti penunjuk (jauh):Kosa Kata Baru:Sungai HotelLaut pesawat
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org45Pelajaran 17Ini adalah lanjutan dari pelajaran 16. Di dalamnya tidak mengandung suatu bentuk yangbaru.Perhatikan bahwa bentuk jamak dari adalah dan juga .Latihan:1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.2. Gantilah subjek dalam kalimat berikut ke dalam bentuk jamak sebagaimana yangditunjukkan dalam contoh.3. Isilah bagian yang kosong dengan predikat yang sesuai.4. Tulislah bentuk jamak dari kata-kata berikut.Kosa Kata Baru:Perusahaan Direktur perusahaanMurah JepangKemeja, (j)
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org46Pelajaran 18Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:1. Bahasa Arab terbagi atas tunggal, jamak dan dual (ganda). Dual adalah dua,sedangkan lebih dari dua adalah jamak. Bentuk dual berakhiran “âni”, contoh:bait-âni bait-u-nyad-âni yad-u-nBentuk dual – dalam bahasa Arab disebut mutsannah - dari adalah danadalah . Contoh:Bentuk dual dari dan adalah . Contoh:Siapa dua orang anak laki-laki ini?Mereka berdua adalah murid baruKemana kedua saudara perempuan itu?Mereka berdua berada dalam ruanganPerhatikan bahwa ajektif yang mensifati benda dual juga berbentuk dual.2. ‘berapa banyak’. Perhatikan bahwa kata yang mengikuti berbentuk tunggaldan menempati posisi manshub. Contoh:Berapa banyak buku?Berapa banyak mobil?Perhatikan bahwa kata benda yang bertanwin dalam posisi mansub memiliki alif )diakhir) yang tidak dilafalkan.––
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org47Namun kata benda yang berakhiran tidak memiliki alif. Contoh:–Latihan:1. Jawablah pertanyaan berikut dengan menggunakan bentuk dual. Contoh:Perhatikan bahwa bentuk dual dari adalah bukan .2. Baca dan tulislah.3. Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang sesuai, dan beri harakat denganakhiran yang benar.4. Gantilah subjek dari kalimat berikut ke dalam bentuk dual.5. Baca dan tulislah kata benda berikut dengan akhiran yang benar.6. Tulislah bentuk dual dari kata-kata berikut.Kosa Kata Baru:Roda Papan tulisFestival RiyalTahun DesaJendelaRakaat; (j)PenggarisPerhatikan bahwa huruf kedua “k” berharakat sukun pada bentuk tunggal, dan fathapada bentuk jamak.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org48Pelajaran 19Pada bagian ini kita belajar angka-angka dari nomor 3 sampai 10 dengan isim mudzakaryang mengikutinya.• Satu adalah dan mengikuti kata benda sebagai ajektif.Satu buku• Angka ‘dua’ adalah , juga mengikuti kata benda sebagai ajektif. Contoh:Dua bukuNamun biasanya kata ‘dua’ dihilangkan karena bentuk dual telah memadaiuntuk memberikan arti ‘dua’. Tetapi penggunaan adalah untuk penekanan.• Angka 3 sampai 10: angka-angka ini berfungsi sebagai mudhaf. Contoh:Tiga bukuEmpat rumahLima pulpenEnam orang laki-lakiKata benda yang ditunjukkan dengan jumlah disebut ma’dud ( )Perhatikan bahwa ma’dud berbentuk jamak dan majrur karena ia berfungsi sebagaimudhaf ilaihi. Kata yang menunjukkan angka dapat berbentuk marfu, majrur ataumanshub.Contoh:Tiga orang pelajar keluarDi dalam (ada) empat rumahSaya melihat lima orang laki-lakiPerhatikan, dalam kalimat: “ini berapa harganya?” ada kata yangdihilangkan. Kata yang dihilangkan adalah atau kata lain yang menunjukkanmata uang.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org49Latihan:1. Baca dan tulisalah.2. Baca dan tulislah kalimat berikut3. Jawablah setiap pertanyaan berikut dengan menggunakan angka yang terdapat dalamtanda kurung.4. Hitunglah dari angka 3 sampai 10 dengan menggunakan kata-kata berikut sebagaima’dud.Kosa Kata Baru:Semua Terima kasihMereka semuaHari (j)Kalian semua HargaKita semua SetengahNegeri (j)1/10 riyalBerbeda(j)Bus(j) dari ‘tua’Dari mereka Penumpang bus atau pesawat(j)Eropa PertanyaanYugoslavia Saku
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org50Pelajaran 20Pada bagian ini kita belajar adad (bilangan) 3 sampai 10 dengan ma’dud mu’annats. Kitatelah mempelajari angka-angka ini dengan ma’dud mudzakar, contoh:Tiga anak laki-lakiSekarang, jika ma’dud-nya mu’annats maka ta’ marbutho di akhir angka dihilangkan.Contoh:Tiga anakperempuanTiga anaklaki-lakiEmpat saudaraperempuanEmpat anaklaki-lakiLima ibu Lima ayahEnam wanita Enam priaTujuh pelajarwanitaTujuh pelajarpriaDelapan kamar DelapanrumahPerhatikan, berharakat sukun pada huruf terakhirSepuluh wanita Sepuluh priaPerhatikan berharakat fathah pada ( ) dan berharakat sukunBentuk mu’annats dari adalah dan adalah .Contoh: /
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org51Latihan:1. Baca dan tulislah.2. Baca dan tulislah.3. Jawablah setiap pertanyaan berikut dengan menggunakan angka-angka yang terdapatdi dalam kurung.4. Tulislah angka-angka dalam kalimat berikut dengan menggunakan kata-kata.5. Hitunglah dari 5 sampai 10 dengan menggunakan kata benda berikut sebagai ma’dud.Kosa Kata Baru:Indonesia(j) dari ‘kata’(j) dari ‘kamar’Majalah(j) dari ‘pelajaran’Huruf(j) dari ‘paman daripihak ayah’(j) Huruf
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org52Pelajaran 21Ini adalah bagian ujian, tidak ada pelajaran baru . Terdapat lima kosa kata baru, yaitu:sama dengan warna, (j)luas, lapang kami mencintaiAsia kami mencintainyaLatihan:1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.2. Sebutkanlah jika pernyataan berikut benar atau salah.3. Tulislah nama-nama negara Asia, Afrika, dan Eropa yang disebutkan dalam pelajaranini.
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org53Pelajaran 22Kita telah mempelajari beberapa kelompok kata benda dan kata sifat/ajektif yang tidakmemiliki tanwin. Sebagaian besar kata benda dan ajektif memiliki tanwin. Tanwindihilangkan dalam keadaan berikut:a) Apabila kata benda atau ajektif memiliki –al. contoh: :b) Apabila berfungsi sebagai mudâf, contoh: :c) Ketika didahului oleh huruf nidâ , contoh: :Namun ada beberapa kata benda dan ajektif tertentu yang tidak pernah memiliki tanwin.Dalam bahasa Arab disebut .Dalam buku ini kita telah mempelajari kelompok kata benda dan kata sifat berikut yangmerupakan .1. Nama perempuan, contoh:2. Nama laki-laki berakhiran ta marbutho , contoh:3. Nama laki-laki berakhiran ‘-ân’, contoh:4. Ajektif dengan pola , contoh:5. Nama laki-laki dengan pola contoh:6. Ajektif dengan pola , contoh:7. Nama-nama non Arab, contoh:8. Pola isim jamak taksir berikut:a) Contoh:b) Contoh:c) Contoh:d) Contoh:
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org54Perhatikan, pada asalnya adalah dengan pola , tetapi karenaasimilasi dari dua ba, maka bentuknya menjadi sedikit berubah.Latihan:1, Baca dan tulislah kata-kata berikut dengan tetap mengingat kaidah mengenaiKosa Kata Baru:Merah BaghdadBiru JeddahHijauCangkir teh; (j)HitamMenit; (j)Kuning(j) dari kunciPutih(j) dari sapu tanganDia (lk) berkata Dia (pr) berkata
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org55Pelajaran 23Kita telah belajar sebelumnya, bahwa isim berada dalam posisi majrur apabila:a) Diawali oleh kata depan. Contoh:: :b) Berfungsi sebagai mudhah ilaihi, contoh:: :Perhatikanlah, bahwa "kata-kata yang tidak memiliki tanwin"dalam keadaan ini berharakat fathah dan bukan kasrah, yakni tidak mengambil akhiranyang biasa terdapat pada kata yang berstatus majrur ‘-i’, namun pada kata-kata tersebutberakhiran ‘-a’, contoh::::Latihan:1. Pelajarilah yang berikut ini.2. Baca dan tulislah yang berikut ini dengan tetap mengingat kaidah3. Baca dan tulislah yang berikut dengan akhiran yang tepat.4. Hitunglah dari 3 sampai 10 dengan kata benda berikut sebagai ma’dud.Perhatikan bahwa kata benda tersebut adalah kata yang tidak bertanwin. Oleh sebabitu harakatnya fathah dan bukan kasrah.Contoh: jamak dari adalahTiga masjidEmpat hotelLima teman kelas
    • Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________http://www.raudhatulmuhibbin.org56Kosa Kata Baru:Istambul Kota Thaifwashington