Dampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologi

5,471 views
5,236 views

Published on

dampak jejaring sosial

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,471
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
47
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Dampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologi

  1. 1. DAMPAK NEGATIF SITUS JEJARING SOSIAL TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PENDAHULUAN Latar Belakang Di era globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, penyebaran informasi serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin lebih cepat dan mudah. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masyarakat, baik itu berdampak positif ataupun negatif. Dampaknya pun tidak terbatas terhadap kalangan tertentu saja, namun telah meluas ke semua kalangan baik kalangan terpelajar maupun bukan kalangan terpelajar. Internet merupakan salah satu hasil dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia. Internet adalah singkatan dari Interconnected Networking yang apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian jaringan. Fungsi internet bermacam-macam, dan salah satunya adalah sebagai tempat komunitas jejaring sosial dunia maya. Jejaring sosial merupakan suatu layanan dari sebuah cakupan sistem software internet yang memungkinkan penggunanya dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna yang lain dalam skala yang besar. Situs jejaring sosial di internet bermacam-macam jenis dan bentuknya, namun yang paling dikenal dan banyak digandrungi remaja jaman sekarang adalah facebook, friendster, My Space dan twitter. Lalu, apakah situs jejaring sosial ini mendatangkan manfaat atau mendatangkan masalah baru dalam kehidupan? Akhir-akhir ini banyak dijumpai pemberitaan di media cetak dan elektronik yang memberitakan tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial. Beberapa berita yang paling hangat adalah kasus seorang anak remaja laki-laki yang membawa kabur seorang anak remaja perempuan yang dikenal lewat situs jejaring sosial (facebook), dan penggunaan situs jejaring sosial (facebook) sebagai ajang prostitusi di kalangan remaja. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan tujuan utama situs jejaring sosial itu dibuat, yakni untuk memperluas hubungan sosial. Tidak hanya kehidupan umum saja yang terkena dampak dari situs jejaring sosial, namun pengaruhnya mulai dirasakan dalam dunia pendidikan. Dampak terburuk dalam dunia pendidikan yang mungkin dihasilkan dari situs jejaring sosial adalah mulai menurunnya motivasi dan prestasi belajar siswa. Motivasi adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh siswa demi mencapai prestasi belajar yang diingingkan. Jika motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran telah menurun, bagaimana prestasi belajar yang baik dapat dicapai? Hal inilah yang melatarbelakangi kami sebagai penulis untuk memberikan sebuah gagasan mengenai “Dampak Negatif Situs Jejaring Sosial Terhadap Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa”. Adapun tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa dan seberapa besar pengaruh situs jejaring sosial terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang kami gunakan adalah metode observasi dan telaah pustaka.
  2. 2. Tujuan Melalui penulisan karya tulis ini tujuan yang ingin dicapai oleh penulis yaitu agar pembaca tahu mengenai dampak-dampak negatif dari situs jejaring sosial dalam bidang pendidikan, serta bagaimana cara untuk menanggulanginya. Manfaat Adapun manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah agar pembaca tahu bahaya situs jejaring sosial, dapat mencegah serta menanggulangi dampak negatif dari situs jejaring sosial tersebut. GAGASAN Kondisi yang Relevan dengan Gagasan Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul- simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain sebagainya. Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954. Akhir-akhir ini banyak dijumpai pemberitaan di media cetak dan elektronik yang memberitakan tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial. Beberapa berita yang paling hangat adalah kasus seorang anak remaja laki-laki yang membawa kabur seorang anak remaja perempuan yang dikenal lewat situs jejaring sosial (facebook). Selain itu penyalahgunaan situs jejaring sosial (facebook) juga digunakan sebagai ajang prostitusi di kalangan remaja. Selain kedua hal tersebut, masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan dari situs pertemanan sosial. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan tujuan utama situs jejaring sosial itu dibuat, yakni untuk memperluas hubungan sosial, untuk kebutuhan konsumen atau pemakai, menekankan pada sisi sosial atau eksternal, serta lebih diutamakan sisi emosionalnya (dalam Pengaruh Jejaring Sosial Dalam Masyarakat, SatriaKusumaIndustriesBlog.com). Dampak situs jejaring sosial mungkin lebih banyak dirasakan oleh kalangan remaja, karena sebagian besar pengguna jejaring sosial adalah dari kalangan remaja pada usia sekolah. Karena sangat mudah menjadi anggota dari situs jejaring sosial, maka tidak heran jika banyak orang baik sengaja ataupun hanya coba-coba mendaftarkan dirinya menjadi pengguna situs jejaring sosial tersebut. Tidak butuh waktu lama akan menjadi kebiasaan untuk mengakses dan membuka situs-situs jejaring sosial tersebut, dan berinteraksi secara pasif di dalamnya. Akibatnya pengguna dalam hal ini peserta didik (siswa) bisa lupa waktu karena terlalu asyik dengan kegiatannya di dunia maya tersebut. Yang paling menghawatirkan adalah bahwa pada era teknologi dan globalisasi seperti sekarang ini, telepon seluler yang dulunya hanya berfungsi sebagai alat penerima dan pemanggil jarak jauh, kini dapat digunakan untuk mengakses internet dan situs jejaring sosial. Jadi siswa tidak perlu lagi ke warnet untuk mengakses situs pertemanan, melainkan
  3. 3. dapat mengaksesnya langsung di telepon seluler mereka. Hal ini semakin menambah banyak kasus penyalahgunaan situs jejaring sosial untuk hal yang tidak sesuai dengan aturan. Tidak hanya siswa, para mahasiswapun tidak luput dari dampak situs jejaring sosial ini. Sebuah penelitian terbaru dari Aryn Karpinski, peneliti dari Ohio State University, menunjukkan bahwa para mahasiswa pengguna aktif jejaring sosial seperti facebook ternyata mempunyai nilai yang lebih rendah daripada para mahasiswa yang tidak menggunakan situs jejaring sosial facebook. Dari 219 mahasiswa yang diriset oleh Karpinski, 148 mahasiswa pengguna situs facebook ternyata memiliki nilai yang lebih rendah daripada mahasiswa non pengguna. Menurut Karpinski, memang tidak ada korelasi secara langsung antara jejaring sosial seperti facebook yang menyebabkan nilai para mahasiswa atau pelajar menjadi jeblok. Namun diduga jejaring sosial telah menyebabkan waktu belajar para siswa atau mahasiswa tersita oleh keasyikan berselancar di situs jejaring sosial tersebut. Para pengguna jejaring sosial mengakui waktu belajar mereka memang telah tersita. Rata-rata para siswa pengguna jejaring sosial kehilangan waktu antara 1 – 5 jam sampai 11 – 15 jam waktu belajarnya per minggu untuk bermain jejaring sosial di internet. (dalam www.pengaruh facebook.com). Berdasarkan hasil riset Yahoo di Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna terbesar internet adalah usia 15-19 tahun, sebesar 64 persen. Riset itu dilakukan melalui survei terhadap 2.000 responden. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet melalui warung internet (warnet), sementara sebanyak 19 persen mengakses via telepon seluler. Sebagai gambaran, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada 2009 menyebutkan, pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta. Pertumbuhannya setiap tahun rata-rata 25 persen. Riset Nielsen juga mengungkapkan, pengguna Facebook pada 2009 di Indonesia meningkat 700 persen dibanding pada tahun 2008. Sementara pada periode tahun yang sama, pengguna Twitter tahun 2009 meningkat 3.700 persen. Sebagian besar pengguna berusia 15-39 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa memang benar adanya pengguna situs jejaring sosial adalah dari kalangan remaja usia sekolah. Motivasi dan prestasi belajar siswa dapat menurun karena situs jejaring sosial. Buktinya pada penelitian yang dilakukan oleh Aryn Karpinski yang sudah ditulis di bagian atas. Prestasi belajar dalam hal ini nilai siwa menurun akibat terlalu sering membuka situs jejaring sosial di internet. Hal ini mungkin karena motivasi belajar siswa tersebut juga menjadi berkurang karena lebih mementingkan jejaring sosialnya daripada prestasi belajarnya sendiri. Motivasi sangat memegang pengaruh yang penting terhadap siswa, karena dengan motivasi siswa tersebut dapat menyadari betapa pentingnya belajar untuk kehidupan yang akan datang. Motivasi juga berpengaruh terhadap pencapaian cita-cita siswa yang mungkin telah tertanam sejak siswa itu memiliki cita-cita. Untuk itulah motivasi belajar siswa perlu dipertahankan dan jangan sampai motivasi tersebut menurun akibat dari penggunaan sius jejaring sosial yang semakin menghawatirkan. Kemajuan Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Remaja Dan Masyarakat Bawean Media Bawean, 13 September 2008 BY: RAUDHAH EL-JANNAH RAHEEM ULHAQUE S.Pd.I
  4. 4. Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita ketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi). Kalau dahulu kita mengenal kata pepatah “dunia tak selebar daun kelor”, sekarang pepatah itu selayaknya berganti; dunia saat ini selebar daun kelor, karena cepatnya akses informasi di berbagai belahan dunia membuat dunia ini seolah semakin sempit dikarenakan kita dapat melihat apa yang terjadi di Amerika misalnya, meskipun kita berada di Indonesia. Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya masyarakat pedesaan dengan segala image yang menjadi ciri khas mereka. Hal yang sama terjadi di Bawean. Sebuah pulau kecil yang terletak sekitar 12 mil di sebelah utara Pulau Jawa ini pun tak luput dari pengaruh kemajuan teknologi (modernisasi) yang melanda belahan dunia saat ini. Banyaknya penduduk pulau Bawean yang tinggal di luar pulau maupun di luar negeri termasuk salah satu dari sekian banyak faktor yang mendukung pesatnya kemajuan teknologi di pulau Bawean ini. Memang, tak dapat di pungkiri bahwa salah satu faktor pendukung kemajuan suatu daerah, terutama daerah terpencil seperti Bawean ini adalah intensitas interaksinya dengan dunia luar/daerah lain. Bagaimana banyaknya penduduk pulau Bawean yang tinggal di luar pulau terutama luar negeri dikatakan menjadi faktor yang mendukung pesatnya kemajuan teknologi yang ada di pulau Bawean? Hal ini erat kaitannya dengan pendapatan perekonomian masyarakat yang di dapat dari hasil mereka di luar negeri tersebut. Karena, umumnya, mereka yang bekerja di luar negeri, taraf ekonominya relatif meningkat dan secara langsung ataupun tidak langsung menyebabkan perubahan
  5. 5. gaya hidup. Dari yang tidak punya televisi menjadi punya televisi lengkap dengan antenna parabola yang dapat menangkap siaran saluran (channel) dari luar negeri, dari yang tidak punya Hand Phone menjadi punya Hand Phone keluaran terbaru sekalipun. Bahkan mereka dapat membeli personal computer (laptop) yang di lengkapi dengan teknologi yang dapat di gunakan untuk mengakses internet secara langsung (wireless). Begitulah asimilasi dan dampaknya terjadi di tengah-tengah masyarakat Bawean saat ini. Beberapa waktu yang lalu, pesatnya kemajuan teknologi di pulau Bawean semakin semarak dengan masuknya broadband internet dengan akses cepat (Speedy) ke pulau Bawean. Hal ini patut kita syukuri, mengingat begitu cepatnya kemajuan akses informasi saat ini menyebabkan kebutuhan internet adalah niscaya bagi masyarakat Bawean, agar mereka menjadi masyarakat yang tidak ketinggalan informasi. Meskipun hadirnya akses internet cepat (Speedy) di pulau Bawean harus kita syukuri, bukan berarti kita tidak perlu waspada dengan segala dampak yang akan timbul dari masuknya internet ke pulau Bawean tersebut. Karena seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan adanya akses internet ini, tentu dia membawa dampak yang positif dan juga negatif terhadap kehidupan masyarakat di pulau Bawean, terutama kaum remaja yang nota bene selalu tertarik untuk mencoba hal-hal baru, sedang dari segi psikologis, kondisi kejiwaan mereka merupakan usia yang paling rawan terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Pertanyaannya sekarang adalah, siapkah masyarakat Bawean dengan adanya kemajuan teknologi yang tak terbendung ini? Saat ini dapat kita lihat betapa kemajuan teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir masyarakat Bawean, terutama di kalangan remaja. Saya lebih menekankan dampak teknologi pada kehidupan remaja Bawean dengan alasan merekalah yang lebih dekat dan lebih banyak berinteraksi dengan teknologi seperti televisi, HP, ataupun internet. Dan juga secara pengaruh, merekalah yang paling rentan terkena pengaruh/dampak negatif dari teknologi tersebut. Kalo dulu kita lihat para siswa bersekolah dengan hanya membawa buku-buku pelajaran ataupun alat tulis, kini dapat kita saksikan para siswa berangkat sekolah dengan HP sebagai bawaan wajib mereka. Entah sebetulnya mereka benar-benar membutuhkan HP tersebut sebagai alat komunikasi atau tidak, yang jelas bagi remaja Bawean sekarang, HP merupakan sarana gaul yang mutlak mereka miliki. Semakin bagus HP yang mereka punya, semakin merasa gaul dan percaya dirilah mereka (walaupun mungkin mereka tidak tahu bagaimana cara menggunakan fitur-fitur canggih yang mereka punya di HP mereka). Dari mana para remaja itu memperoleh HP tersebut? Dapat di pastikan, mereka memperolehnya dari orang tua mereka masing-masing. Mayoritas para remaja di Bawean, orang tuanya bekerja di luar negeri seperti Malaysia atau Singapura. Dan umumnya, para orang tua itu merasa bangga bisa memenuhi segala kebutuhan dan permintaan anaknya tanpa mereka memperhatikan dampak yang akan timbul dari apa yang mereka para orang tua berikan pada anak. Itulah ungkapan kasih sayang orang tua yang mungkin cara penyampaiannya kurang tepat. Dengan memberi anak mereka HP keluaran terbaru, misalnya, mereka merasa telah berhasil sebagai orang tua, tanpa mereka pertimbangkan, akan di gunakan untuk apa HP tersebut oleh anak-anak mereka?
  6. 6. Memberikan alat komunikasi seperti HP kepada anak, sesungguhnya bukan hal yang salah, karena dengan HP tersebut, mungkin orang tua berharap komunikasi dengan sang anak lebih mudah dan lancar, akan tetapi, hal tersebut menjadi boomerang ketika ternyata HP tersebut disalah gunakan oleh anak untuk hal-hal yang negatif seperti menyimpan foto-foto ataupun video porno dan juga di gunakan sebagai alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti pacaran, sehingga dengan HP tersebut berdampak negatif pada anak seperti terjadinya pergaulan bebas, seks di luar nikah dan menurunnya prestasi belajar bahkan juga bisa terjadi anak mengambil uang ataupun barang berharga milik orang tuanya tanpa izin hanya untuk membeli pulsa. Karena itu, orang tua hendaknya benar-benar mempertimbangkan matang-matang segala dampak yang akan timbul sebelum memutuskan untuk memberikan HP ataupun benda-benda lain yang sekiranya berdampak negatif terhadap perkembangan anaknya. Ketika memutuskan untuk memberikan HP kepada anak, alangkah baiknya orang tua juga mengawasi dan mengarahkan anak agar anak tidak lepas kontrol dalam menggunakan HP. Tidak ada salahnya sewaktu-waktu kita memeriksa HP anak untuk mengetahui isi yang ada di dalamnya dengan meminta ijin anak terlebih dahulu. Karena dengan meminta ijin, anak akan merasa dihargai dan itu memberikan pengaruh yang besar terhadap pribadinya dan juga membentuk kesan positif dalam diri mereka tentang pribadi kita sebagai orang tua. Ketika kita dapati mungkin ada video porno di HP anak, jangan langsung bersikap menghakimi dan menghukum layaknya seorang polisi, akan tetapi alangkah baiknya kita tanyakan kepada anak darimana dia mendapat video itu dan untuk apa dia menyimpannya. Apapun jawaban anak, orang tua tidak boleh bersikap menghakimi dan menyalahkan anak, apalagi memarahi anak dan berlaku ringan tangan. Akan tetapi kita ajak anak berdiskusi/sharing mengenai hal tersebut, apa hal itu bermanfaat dan apa dampaknya bagi anak, dan jangan lupa, ketika berdiskusi, kita juga harus mendengarkan pendapat anak dan memberikan pengarahan yang tepat. Karena apapun alasannya, kekerasan tidak menyelesaikan masalah, sekali kita berlaku kasar apalagi main tangan terhadap anak kita, sesungguhnya kita telah menorehkan luka dihatinya, yang sampai kapanpun luka itu tidak akan pernah sembuh dan akan terus membekas di sanubarinya Selain HP, kemajuan teknologi di Bawean juga di tandai dengan masuknya akses internet, internet saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Lewat internet, mereka bisa mengakses segala informasi dari seluruh dunia. Tentu tak semua informasi yang disajikan adalah informasi yang layak di akses oleh remaja. Karena terkadang lewat internet mereka dapat dengan bebas menyaksikan segala hal yang berbau pornografi dan pornoaksi yang memang dapat di akses dengan mudah di dunia maya (internet). Hal ini tentu menimbulkan efek yang kurang baik bagi perkembangan kepribadian remaja. Dari yang semula mereka merasa tabu tentang seks, sampai akhirnya mereka melihat seksualitas yang di obral di internet tanpa pengarahan serta bimbingan yang tepat dan mereka merasa penasaran bahkan mencobanya. Karena itu, tak heran jika saat ini pergaulan remaja di Bawean menjadi sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat terutama para orang tua. Televisi, juga merupakan produk modernisasi yang memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan dan perubahan nilai-nilai di masyarakat. Khususnya masyarakat
  7. 7. Bawean. Banyak orang meniru gaya hidup dari publik figur yang mereka saksikan lewat televisi. Model baju selebritis terbaru, model potongan rambut terbaru, bahkan juga tak jarang meniru tingkah laku para selebritis yang mereka lihat lewat televisi, tanpa peduli apakah gaya hidup selebritis ataupun publik figur yang mereka tiru dan mereka jadikan sebagai role model itu sesuai dengan kondisi dan situasi dimana mereka tinggal atau tidak. Hal ini juga melanda kalangan remaja, dimana memang pada masa ini adalah masa dimana mereka para remaja mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja, serta menjadikan role modelnya itu sebagai identitasnya. Tak heran jika kita dapati banyak para remaja di Bawean meniru gaya para selebritis idola mereka, dari mulai gaya rambut, gaya berbusana, bahkan gaya pacaran para artis yang mereka saksikan lewat televisi. Sebagai orang tua, seharusnya mengerti kondisi kejiwaan anak, terutama anak remaja. Menurut para ahli psikologi masa remaja merupakan masa yang paling rentan dalam perkembangan kejiwaan anak. Pada usia remaja ini, anak telah meninggalkan usia kanak-kanak dimana mereka tidak dapat disebut lagi sebagai anak kecil, tapi juga belum bisa di terima dalam kelompok orang dewasa. Pada masa ini anak telah mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya (looking for identity/Identity formation), berusaha untuk menemukan kelompok atau teman- teman yang mau mengakui kemampuan dan menghargai dirinya dan telah mulai memiliki minat terhadap lawan jenis (minat seksual). Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu remaja tersebut melalui jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan kapal yang kehilangan kompas, dan itu akan berdampak tidak baik terhadap perkembangan kepribadiannya dimasa yang akan datang. Itulah kenapa, masa remaja adalah masa yang paling rawan terhadap pengaruh yang datang dari luar. Baik pengaruh positif ataupun pengaruh negatif, disinilah peran sebagai orang tua di butuhkan untuk dapat membimbing dan mengarahkan anak remaja agar tidak kehilangan kontrol dirinya (self control). Seyogyanya pula sebagai orang tua, selalu memantau perkembangan anak, dengan tanpa mengekang kreatifitas ataupun dunia anak. Karena anak memiliki dunianya sendiri, dimana mereka tinggal dengan segala imajinasi dan juga teman-teman yang mereka miliki. Tugas orang tua lah mendidik dan mengarahkan agar nanti dunia anak kita tidak hanya menjadi dunia yang dipenuhi dengan kegelapan, tapi juga dunia yang diwarnai dengan keceriaan dan kebahagiaan serta dunia dimana mereka menilai citra dirinya (image of self) secara positif dan memiliki rasa percaya diri (self esteem). Sekarang ini, akibat produk modernisasi seperti televisi, HP ataupun internet, kita dapat melihat bahwa tak ada bedanya gaya hidup masyarakat kota dengan masyarakat desa. Budaya barat yang dahulu hanya di adaptasi dan di tiru oleh masyarakat kota, dengan adanya kemajuan teknologi juga telah melanda masyarakat di pedesaan. Budaya tolong menolong yang dahulu lekat dengan masyarakat desa, lambat laun berkurang meski tidak hilang sama sekali, berganti dengan budaya individualistik. Budaya santun dan lugu yang juga menjadi ciri khas masyarakat pedesaan perlahan mulai pudar dan berganti dengan budaya urakan yang dengan bangga mereka sebut dengan istilah gaul.
  8. 8. Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang tak dapat kita hindari. Akan tetapi, kita dapat melakukan tindakan yang bijaksana terhadap diri kita sendiri, keluarga dan juga masyarakat luas agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri kita sebagai manusia yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur. Bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat, dan terutama sebagai orang tua, kita harus melakukan suatu tindakan representative dan preventif, agar semaksimal mungkin dapat mencegah pengaruh negatif teknologi terhadap anak-anak kita khususnya kaum remaja yang merupakan generasi emas yang akan menjadi penerus perjuangan kita membentuk bangsa yang berakhlak dan berbudaya di masa yang akan datang. (Jakarta, 28 agustus 2008) Pandangan Al Quran tentang IPTEK Rabu, 18 Februari 2009 16:21 M. Mustahdi Oleh : Muhammad Majdi (Juara III, Lomba Karya Tulis Santri) 1.PENDAHULUAN Pandangan Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dikethui prinsip –prinsipnya dengan menganalisis wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Bacalah dengan ( menyebut ) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling pemurah, Yang mengajar ( manusia ) dengan perantaraan Kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya. Iqra terambil dari akar kata yang berarti “ menghimpun “, dari menghimpun lahir aneka ragam makna, seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti,mengetahui cirri sesuatu, dan membaca baik tertulis maupun tidak. Wahyu pertama tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Qur’an mnghendaki agar umatnya membaca apa saja selama bacaan itu Bismirabbik , dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra, bacalah, telitilah, dalamilah, kethuilah cirri –ciri sesuatu, bacalah alam, bacalah tanda –tanda zaman, sejarah diri sendiri, yang tertulis dan tidak tertulis. Alhsil objek perintah Iqra, mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya. Pengulangan perintah membaca dalam wahyu pertama ini, bukan sekedar menunjukkan bahwa kecakapan membaca , tidak diperoleh kecuali mengulangi – ulangi bacaan, atau membaca hendaklah dilakukan sampai mencapai batas yang maksimal kemampuan, tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa mengulang – ulangi bacaan Bismi Rabbik ( Demi karena Allah ) menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru walupun yang dibaca itu–itu aja. Itulah pesan yang terkandung Iqra’ Warabbikal Al – Akram. ( Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah. ). Selanjutnya dari wahyu pertama Al-Qur’an diperoleh isyrat bahwa ada dua cara
  9. 9. perolehan dan pengembangan ilmu Pengetahuan. Allah mengajar dengan pena atau bacaan ( apa yang telah diketahui manusia sebelumnya ) dan mengajar manusia tanpa pena ( apa yang belum di ketahui manusia ) Cara pertama adalah mengajar denagan atau atas dasar manusia, dan cara yang kedua mengajar tanpa alat dan tanpa usaha dari manusia. Walaupun berbeda namun keduanya bersumber dari satu sumber yaitu Allah SWT. Setiap pengetahuan memiliki subyek dan obyek. Secara umum subyek dituntut peranannya guna memahami obyek. Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa obyek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek. Sebagai contoh comet halley memasuki cakrawala hanya sejenak setiap 76 tahun. Dalam kasus ini walaupun para astronom menyiapkan diri dan alat – alatnya untuk mengamati dan mengenalnya, tetapi sesungguhnya yang paling berperan adalah kehadiran komet itu memperkenalkan diri. Wahyu, ilham, intuisi, firasat yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya atau apa yang diduga sebagai “ kebetulan “ yang dialami oleh ilmuan yang tekun, kesemuanya tidak lain kecuali bentuk – bentuk pengajaran Allah yang dapat di analogikan dengan kasus komet diatas. Itulah pengajaran tanpa kalam yang di tegaskan wahyu pertama ini. Baiklah kandungan wahyu pertama diatas , dirinci lebih jauh dengan merujuk ayat – ayat Al-Qur’an yang terkait. 11. ILMU PENGETAHUAN Kata ilmu dalam berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan obyek pengetahuan. Ilmu dari segi bahasa mengandung arti kejelasan, karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya semua mempunyai ciri kejelasan. Perhatikan misalnya kata ‘alam ( Bendera ), ‘ulmat ( Bibir sumbing ), A’laam ( Gunung – gunung ), ‘alamat (Alamat ) dan sebagainya. Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Kata ini berbeda dengan Arafa ( Mengetahui ), Aarif ( Yang Mengetahui ), dan Ma’rifah (Pengetahuan). Allah SWT tidak dinamai A’rif, tetapi ‘aalim, dengan fi’ilnya Ya’lam ( Dia Mengetahui ) dan biasanya Al-Qur’’an menggunakan kata itu bagi Allah untuk hal – hal yang diketahui-Nya walaupun hal-hal ghoib, tersembumyi, atau dirahasiakan. Perhatikan obyek – obyek pengetahuan berikut, yang dinisbahkan kepada Allah :Ya’lamu Maa Yusirrun ( Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan ), Ya’lamu Maa fii Al’arhaam ( Allah mengetahui apa yang ada didalam rahim ), Maa Tahmil Kullu Untsa ( apa yang di kandung oleh betina/perempuan ), Maa Fii Anfusikum ( apa dalam dirimu ), Maa Fissamawat Wa Maa fil Ardh ( apa yang ada di langit dan di bumi ), Khaainat Al-‘ayun Wa MaaTukhfiy As-Shuduur ( kedipan mata dan yang disembunyikan dalam dada )…demikian juga ilm yang disandarkan kepada manusia,semua mengandung makna kejelasan.
  10. 10. Dalam pandangan Al-Qur’an, ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul atas makhluk – makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. Ini tercermin dari kisah kejadian manusia pertama yang dijelaskan Al-Qur’an dalam surah Al-Baqarah [2]:31. Manusia menrut Al- Qur’an memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya atas izin Allah. Oleh karena itu bertebaran ayat – ayat yang memerintahkan manusia menempuh berbagai cara dalam rangka tersebut. Sebagaimana pula berkali – kali Al-Qur’an menunjukan betapa tingginya kedudukan orang – orang yang berilmu pengetahuan. Dalam pandangan Al-qur’an , seperti diisyaratkan oleh wahyu pertama diatas. Ilmu itu terdiri dari dua macam. Ilmu yang diperolehnya tanpa upaya manusia dan ini dinamai ilm ladunny, seperti yang diinformasikan antara lain oleh Q.S. Al-kahfi [18]:65. Lalu mereka ( Musa dan muridnya ) bertemu dengan seorang hamba dari hamba – hamba kami, yang telah kami anugrahkan kepadanya rahmat dari sis kami dan telah kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi kami. Dan ilmu yang diperoleh atas usaha manusia dan dinamai ilm kasby. Ayat – ayat yang menjelaskannya tentang ilm ladunny. Pembagian ini disebabkan karena dalam pandangan Al-Qur’an terdapat hal-hal yang “ada” tetapi tidak diketahui melalui upaya manusia sendiri. Ada wujud yang tidak tampak, sebagaimana ditegaskan oleh al-Qur’an antara lain dalam firman-Nya. Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat dan apa –apa yang tidak kamu lihat (Q.S. Alhaaqah. ) Dengan demikian, obyek ilmu meliputi batas – batas materi dan non materi bahkan ada wujud yang jangankan dilihat, diketahui oleh mnusia tidak. Dia menciptakan apa – apa yang kamu tidak ketahui.( Q.S. Annahal[16]:8.) Disini pula pengetahuan manusia amtlah terbatas, karena itu wajar sekali allah menegaskan bahwa. Kamu di beri pengetahuan melainkan sedikit (Q.S. Al-Isra’[ 17]:85). 111. OBYEK ILMU PENGETEHUAN DAN CARA PEROLEHANNYA Mengikuti pembagian ilmu yang disebut diatas, secara garis besar, obyek ilmu pengetahuan dapat dibagi dalam dua bagian pokok yaitu alam materi dan alam non materi. Sains mutakhir mengarahkan pandangan kepada alam materi, sehingga mereka membatasi ilmu pada bidang tersebut. Bahkan sebagian mereka tidak mengetahui adanya realita yang tidak dapat dibuktikan dialam materi. karena itu obyek ilmu menurut mereka hanya mencakup sains kealaman dan terapannya yang dapat berkembang secara kualitatif dan penggandaan, variasi terbatas dan pengalihan antara budaya. Obyek ilmu menurut ilmuan muslim mencakup alam materi dan non materi. Sementara menurut kaum shufi melalui ayat – ayat Al-Qur’an memperkenalkan apa yang mereka sebut Alhadharaat Al- Ilhiyah Alkhams ( lima kehadiran Ilahi ) untuk menggambarkan hirarki keseluruhan wujud.
  11. 11. Kelima hal tersebut adalah : 1. Alam Naasuut (alam materi ) 2. Alam Malakut ( alam kejiwaan ) 3. Alam Jabaruut ( alam Ruh ) 4. Alam Lahuut (Sifat – sifat Ilahiyah ) 5. Alam Haahuut ( Wujud zat Ilahi ) Tentu ada tatacara dan “ alat-alat “ yang harus digunakan untuk meraih pengetahuan tentang hal – hal diatas. Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu tidak mengetahui sesuatu dan memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur ( menggunakannya sesuai dengan petunjuk Ilahi guna memperoleh pengetahuan ). Ayat ini mengisyaratkan empat alat yaitu, pendengaran, mata dan akal ( penglihatan ) secara hati. Trial dan error ( coba – coba ), pengamatan, eksperimen, probability, merupakan cara – cara yang digunakan ilmuan untuk meraih pengetahuan. Hal ini, walaupun di singgung juga oleh Al-Qur’an seperti dalam ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk berfikir tentang alam raya, melakukan perjalanan dan sebagainya. Namun itu hanya berkaitan dengan upaya mengetahui alam materi. Perhtikanlah apa yang terdapat dilangit dan di bumi…( Q.S. Yunus [10]:101 ). Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan, langit bagaimana ditinggikan, gunung bagaimana ditancapkan, dan bumi dihamparkan ?. ( Q.S. Al – Ghasyiyah [88]:17s/d 20 ). Apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapa banyak kami tumbuhkan di bumi itu aneka tumbuhan yang baik ?. ( Q.S. Asy-syu’ara [26]: 7 ) Apakah mereka tidak melakukan perjalanan di bumi…Q.S. Yusuf [12]: 109 ). Disamping mata, telinga dan pikiran, sebagai alat meraih pengetahuan. Al-Qur’an juga menggaris bawahi betapa pentingnya peranan hati dan kesuciannya. Wahyu, dianugrahkan atas kehendak Allah semata, dan berdasarkan kebijaksanaan-Nya tanpa usaha dan campur tangan manusia, sementara firasat, intuisi, dan semacamnya, dapat diraih melalui penyucian hati. Disini para ilmuan Muslim menekankan pentingnya Tazakiyah Annafes ( Penyucian jiwa ) guna memperoleh hidayah dari Allah, karena mereka sadar akan kebenaran firman Allah. Aku akan memalingkan orang – orang yang menyombongkan diri di muka bumi, tanpa alasan yang benar – benar dari ayat-Ku…( Q.S. Al-‘Araaf [7] : 147 ). Beraneka ragam dan berkali – kali pula Al-Qur’an menegaskan bahwa Inna Allaha Laa yahdiy…( Allah tidak akan memberi petunjuk ) kepada Azzalimiin ( orang – orang yang berlaku aniaya ), Al-Kafiriin ( orang – orang kafir ), Alfasiqiin ( orang – orang fasik ), Man Yudhil (yang disesatkan ), Man huwa Kaazibun Kaffar ( pembohong lagi amat ingkar ) Musrifun Kazzab ( pemboros lagi pembohong ). Dan lain –lain.. Memang boleh jadi mereka durhaka, memperoleh secercah ilmu Tuhan, yang bersifat kasby, tetapi
  12. 12. apa yang mereka peroleh itu, terbatas pada sebagian fenomena alam, bukan hakekat , bukan pula yang berkaitan realita diluar alam materi. Banyak manusia tidak mengetahui, mereka hanya mengetahui yang lahir ( saja ) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang akherat lalai. ( Q.S. Arrum [30] : 7 ). Para ilmuan Muslim juga menggaris bawahi pentingnya mengamalkan ilmu. Dalam konteks ini Nabi SAW menyatakan bahwa : siapa yang mengamalkan apa yang diketahuinya maka Allah menganugrahkan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya. Sementara Ulama menunjuk kepada Q.S. Albaqarah [2] : 282 untuk memperkuat hadits tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, niscaya Dia mengajar kamu, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ( Q.S.Al-Baqarah [2] : 282. Atas dasar itu, Al-qur’an memandang bahwa seseorang yang memiliki ilmu harus memiliki sifat dan ciri tertentu, antara lain dan yang paling menonjol adalah sifat Khas-yat ( takut dan kagum kepada Allah ), sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya; Innamaa Yakhsya Allah Min ‘Ibadihi Al-Ulama,Q.S. Fathir [35] : 28. ( yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya adalah para Ulama.). Dalam konteks ayat ini, Ulama adalah mereka yang memiliki pengetahuan yang jelas tentang fenomena alam.. Rasul SAW menegaskan pula bahwa : Ilmu ada dua macam, ilmu didalam dada, itulah ilmu yang bermanfaat untuk manusia. Dan ilmu yang sekedar diujung lidah, maka itulah yang bakal menjadi saksi yang memberatkan manusia. 1V. MANFAAT ILMU Dari wahyu pertama juga ditemukan petunjuk tentang pemanfaatan ilmu. Denagn Iqra’ Bismirabbika digariskan bahwa titik tolak, atau motivasi pencarian ilmu demikian juga tujuan akhirnya karena Allah. Syekh Abdul Halim Mahmud mantan pemimpin tertinggi Al-Azhar, memahami demi karena Allah dalam arti untuk kemaslahatan manusia. Bukan-kah Allah tidak butuh? Bukan- kah makhluknya yang butuh ?. Berfikir dalam dalam bidang – bidang yang tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat , apalagi yang tidak memberikan hasil, kecuali menghabiskan energi harus dihindari. Rasulullah seringkali berdo’a “Allahumma Inny A’uzubika Min ‘Ilm Laa Yanfa “ ( Wahai Tuhan, Aku berlindung dengan-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat )”. Atas dasar ini pula berfikir ( menggunakan akal ) untuk mengungkap rahasia alam metfisika=tidak boleh dijelajahi. Boleh jadi menarik untuk dikemukakan bahwa ayat – ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam raya, menggunakan redaksi yang berbeda-beda ketika merujuk kepada orang – orang atau manfaat yang diperoleh daripadanya, walaupun obyek atau bagian dari alam raya yang uraikannya sama. V. TEKNOLOGI
  13. 13. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi diartikan sebagai kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu pengetahuan yang berdasarkan proses teknis. Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains untuk memanfatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia. Kalau demikian, mesin – mesin atau alat canggih yang digunakan. Bukan itu yang di maksud dengan teknologi, walaupun secara umum orang sring mengasosiasikan alat – alat canggih sebagai teknologi. Mesin – mesin telah digunakan manusia sejak abad yang lalu, namun abad tersebut belum dinamai era teknologi. Menelusuri pandangan Al-Qur’an tentang teknologi, mengundang kita menengok kepada sekian banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan alam raya. Menurut para Ulama terdapat sekitar 750 ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam raya dan fenomenanya, dan memerintahkan manusia untuk mengetahui dan memanfaatkannya. Secara tegas dan berulang – ulang, Al-Qur’an menyatakan bahwa alam raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia. Dia telah menundukkan untuk kamu apa yang ada dilangit dan apa yang aada di bumi semuanya ( sebagai anugrah ) dari-Nya ( Q.S. Al-Jatsiyah [45]:13 ). Adanya petensi dan tersedianya lahan yang diciptakan Allah, serta ketidakmampuan alam raya untuk membangkang perintah-Nya, kesemuanya mengantarkan manusia berpotensi untuk memanfaatkan yang ditundukkan Tuhan itu. Keberhasilan memanfaatkan alam itulah buah teknologi. Al-Qur’an memuji sekelompok manusia yang dinamainya Ulul Albab. Ciri mereka antara lain dilukiskan oleh Q.S. Al-Imran [3]: 190-195. Sesungguhnya dalam penciptaan dan bumi dan silih bergantiya malam dan siang terdapat tanda- tanda Ulil Albab. Yaitu mereka yang berdzikir ( mengingat ) Allah sambil berdiri, atau duduk, atau berbaring dan mereka yang berfikir tentang khaleq ( kejadian ) langit dan bumi… Dalam ayat diatas tergambar dua ciri pokok, yaitu Tafakur dan Dzikir. Kemudian keduanya menghasilkan “ Natijah”. Natijah yang dimaksud bukan sekedar ide-ide yang tersusun dalam benak, tetapi juga melampauinya sampai pada pengamalan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari- hari. Muhammad Quthub dan kitabnya “ Manhaj Attarbiyah Al-Islamiyah” mengomentari ayat Al-Imran diatas sebagai berikut : “ Ayat –ayat tersebut menggambarkan secara sempurna metoda penalaran dan pengamatan Islami terhadap alam,.. Ayat-ayat itu mengarahkan akal manusia kepada fungsi pertamanya diantara sekian banyak fungsinya, yakni mempelajari ayat-ayat Tuhan yang tersaji dialam raya ini. Ayat-ayat tersebut bermula dengan tafakkur dan berakhir dengan amal. Pengetahuan tentang hal terakhir ini mengantar ilmuan kepada rahasia – rahasia alam, dan pada gilirannya mengantarkan pada penciptaan teknologi yang menghsilkan kemudahan dan manfaat bagi manusia. Disini kita menoleh kepada teknologi dan hasil-hasil yang telah dipersembahkannya. Kalaulah untuk mudahnya kita jadikan alat atau mesin sebagai gambaran kongkrit tentag teknologi. Mesin- mesin dari hari ke hari semakin canggih. Mesin-mesin tersebut dengan bantuan manusia bergabung satu
  14. 14. dengan lainnya. Sehingga ia semakin kompleks, ia tidak bisa lagi dikendalikan oleh seorang, namun ia dapat melakukan pekerjaan yang dilakukan banyak orang. Dalam tahap ini, mesin telah menjadi semacam “serteru” manusia, atau hewan yang harus disiasati agar ia mau mengikuti kehendak manusia. Dewasa ini, lahir teknologi, khususnya dibidang rekayasa genetika, yang dapat mengarah untuk menjadikan alat sebagai bantuan, bahkan menciptakan bakal-bakal alat yang akan diperbudak dan tunduk kepada alat. Tetapi jika hasil teknologi sejak semula diduga dapat mengalihkan manusia dari asal tujuan penciptaan, maka sejak dini Islam menolak kehadiran hasil-hasil teknologi. Karena itu menjadi persoalan bagi martabat kemanusiaan bagaimana memadukan kemampuan mekanik manusia untuk menciptakan teknologi, dengan pemeliharaan nilai-nilai fitrahnya. Bagaimana mengarahkan teknologi sehingga dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai Rabbany, atau dengan kata lain bagaimana memadukan antara fikir , dzikir, ilmu, dan iman. VI. KESIMPULAN Manusia memliki naluri untuk selalu haus akan ilmu pengetahuan, dua keinginan yang tidak akan pernah puas, keinginan penuntut ilmu, keinginan dan keinginan penuntut harta. Hal ini dapat menjadi pemicu bagi manusia untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan anugrah Allah yang dilimpahkan kepadanya. Oleh karena itu kita tidak bisa membendung laju teknologi, kita hanya bisa dapat berusaha mengarahkan mengarahkan manusia agar tidak terlalu menuruti nafsunya, mengumpulkan harta dan mengumpulkan ilmu teknologi yang dapat membahayakan dirinya sendiri, karena manusia dapat menjadi seperti kepompong, membahayakan dirinya sendiri akibat kepandainnya. Al-Qur’an menegaskan bahwa : Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya=karena air itu= tanam – tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak, hingga apabila bumi ini telah sempurna keindahannya dan penghuni penghuninya telah menduga bahwa mereka mampu menguasainya, ( melakukan segala sesuatu ) tiba – tiba datanglah azab Kami di laksana tanam – tanaman yang sudah sabit, seakan – akan belum tumbuh kemarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda - tanda kekuasaan ( kami ) kepada orang – orang yang berfikir. Paradigma Konsep Al-Qur’an Terhadap Ilmu Teknologi Informasi dan komunikasi 1. A. Konsep Al-Qur’an terhadap ilmu
  15. 15. Dalam dunia teknologi dan informasi hal yang terpenting adalah ilmu (Sains), ilmu menjadi dasar utama dalam pengembangan teknologi maupun informasi, sebagai sumber dasar agama islam yaitu Al-Qur’an terdapat beberapa bukti (tanda-tanda) otentik atas keberadaan ilmu (sains) dalam perkembangan zaman (IPTEK), diantaranya yaitu: 1. Wahyu pertama kali diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW.adalah perintah membaca dan menggunakan akal, bukan perintah sholat, puasa, dzikir atau yang lainnya ù&t•ø%$# ÉOó™$$Î/ y7În/u‘Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ t,n=y{z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ ù&t•ø%$# y7š/u‘ ur ãPt•ø.F{$# ÇÌÈ “ Ï%#$!©zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls÷>ètƒÇÎÈ 1. Allah mengangkat manusia sebagai kholifah dimuka bumi karena ilmu pengetahuan zN¯=tæur tPyŠ#uä uä!$oÿôœF{$# $yg¯=ä. §NèO öNåkyÎz•tän?tã Ïps3Í´¯»n=yJø9$# tA$s)sù ’ ÎTqä«Î6/Rr&Ïä!$yJó™r’Î/ ÏäIwàs¯»ydbÎ) öNçFZä. tûüÏ%ω|»¹ÇÌÊÈ (#qä9$s% y7oY»ysö6ß™w zNù=Ïæ !$uZs9 ž wÎ$ )tB !$oYtFôJ¯=tã ( y7¨RÎ) |MRr&ãLìÎ=yèø9$# ÞOŠ Å3ptø:$# ÇÌËÈ tA$s%ãPyŠ$t«¯»tƒNßg÷¥Î;/Rr&öNÎhͬ!$oÿô™r’Î/ ( !$£Jn=sù Nèdr’t6/Rr&öNÎhͬ!$oÿô™r’Î/ tA$s% öNs9r@ &è%r&öNä3©9 þ’ ÎoTÎ) ãNn=ôãr& =|ø‹ xî ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö‘ F{$#ur ãNn=÷ær&ur $tB tbr߉ö7è? $tBuröNçFYä. tbqãKçFõ3s? ÇÌÌÈ 1. Manusia memiliki derajat paling tinggi di sisi Allah SWT. Karena manusia mempunyai iman dan ilmu $pk™™r’¯»t™tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@Š Ï% öNä3s9#(qßs¡¡xÿs? † Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒª!$# öNä3s9# (sŒÎ)ur Ÿ@Š Ï% (#râ“ à±S$# (#râ“ à±S$$sù Æìsùö•tƒª!$# tûïÏ%#( #$!©qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_u‘ yŠ4ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎ •Î7yz ÇÊÊÈ 11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 1. Syarat manusia yang berhak menjadi pemimpin dalam islam ada 2 yaitu: orang yang sehat dan berilmu tA$s%ur óOßgs9 óOßg– Š Î;tR ¨bÎ) ©!$# ô‰s% y]yèt/ öNà6s9Vqä9$sÛ %Z3Î=tB 4 (#þqä9$s% 4’¯Tr&ãbqä3tƒã&s! Û•ù=ßJø9$#$uZøŠ n=tã ß`øtwUur ‘ ,ymr& Å7ù=ßJø9$$Î/ çm÷ZÏB öNs9ur |N÷sãƒZpyèy™ÆÏiB ÉA$yJø9$# 4 tA$s% ¨bÎ) ©!$# çm8xÿsÜô¹$# öNà6ø‹ n=tæ ¼çnyŠ#y—urZpsÜó¡o0 ’ Îû ÉOù=Ïèø9$# ÉOó¡Éfø9$#ur ( ª!$#ur ’ ÎA÷sーçmx6ù=ãB ÆtBâä!$t±o„4ª!$#ur ììÅ™ºur ÒOŠ Î=tæ ÇËÍÐÈ 247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah Telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah Telah memilih
  16. 16. rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. 1. Allah melarang manusia untuk tidak melakukan perbuatan tanpa mengetahui ilmunya wur ß#ø)s? $tB }§øŠ s9 y7s9 ¾ÏmÎ/ íOù=Ïæ 4 ¨bÎ) yìôJ¡¡9$#uŽ|Çt7ø9$#ur yŠ#xsàÿø9$#ur ™@ä. y7Í´¯»s9′ré&tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tBÇÌÏÈ 36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. 1. B. Pengantar Dunia teknologi dan informasi ( IT ) Pengertian 1. 1. Haag dan keen (1996) : Teknologi Infromasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas0tugas yang berhubungan dengan pemrosesan infromasi 2. 2. Martin (1999) : Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada eknologi computer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi 3. 3. Williams dan sawyer (2003) : Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video Dari definisi diatas terlihat bahwa teknologi dan informasi baik secara implicit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi computer, tetapi juga mencakup teknologi telekomunikasi , dengan kata lain yang disebut Teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi computer dan teknologi telekomunikasi Dasar pengambilan Teknologi dan infromasi 1. 1. Teknologi Komputer Teknologi computer adalah teknologi yang berhubungan dengan computer, termasuk peralatan-peralatan yang berhubungan dengan computer,termasuk perlatam-peralatan yang berhubungan dengan computer seperti printer, pembaca sidik jari dan bahkan CD-ROM. Computer adalah mesin serbaguna yang dapat dikontrol oleh program, digunakan untuk mengolah data menjadi informasi. Program adalah deretan intruksi yang digunakan untuk mengendalikan computer sehingga sehingga computer dapat melakukan tindakan sesuai yang dikehendaki pembuatannya, data adalah bahan mentah bagi computer yang dapat berupa angka maupun gambar, sedangkan informasi adalah bentuk data yang telah diolah sehingga dapat menjadi bahan yang berguna untuk pengambilan keputusan
  17. 17. Informasi DATA Program 1. 2. Teknologi Komunikasi Teknologi telekomunikasi atau yang biasa juga disebut teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Termasuk dalam kategori teknologi ini adalah telepon, radio dan televise Perlu diperhatikan bahwa computer tidak harus berupa seperti PC yang anda jumpai dirumah atau kantor, tetapi juga bias berupa peralatan-peralatan yang lin seperti mesin pembuat kopi, oven mikrofon gelombang, remote untuk TV, televise. Peralatan peralatan seperti itu pada masa sekarang sudah bergantung pada computer dalam bentuk cip yang disebut mikroprosesor Dapat disimpulkan bahwa hal yang terpenting dalam penyajian informasi melibatkan computer dan telekomunikasi Pengelompokan Teknologi Infromasi Teknologi informasi mencakup teknologi computer dan teknologi komunikasi, lebih rinci, teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi menjadi 6 teknologi, yakni teknologi komunikasi , teknologi masukan, teknologi keluara, teknologi perangkat lunak, teknologi penyimpanan dan teknologi mesin pemproses 1) Teknologi Masukan Teknologi masukan (input technology) adalah teknologi yang berhubungan dengan peralatan untuk memasukkan data ke dalam system computer, piranti masukan yang lazim dijumpai dalam system computer berupa keyboard dan mouse 2) Mesin Pemroses Mesin Pemroses lebih dikenal dengan sebutan CPU, mikroprosesor atau prosesor, contoh prosesor yang terkenal saat ini, antara lain adalah Pentium dan power PC, sesuai dengan namanya, CPU merupakan bagian dalam system computer yang menjadi pusat pengolah data dengan cara menjalankan program yang mengatur pengolahan tersebut 3) Teknologi Penyimpanan Teknologi penyimpanan dibedakan menjadi dua kelompok yaitu memori internal dan peyimpanan eksternal
  18. 18. Memori internal berfungsi sebagai pengingat sementara baik bagi data, program, maupun informasi ketika proses pengolahannya dilaksanakan oleh CPU. Dua contoh memori internal yaitu ROM dan RAM. ROM adalah memory yang hanya bias dibaca, sedangkan RAM adalah memory yang isinya bias diperbaharui Penyimpanan eksternal dikenal dengan sebutan penyimpanan sekunder, penyimpanan eksternal adalah segala peranti yang berfungsi untuk menyimpan data secara permanen, pengetian permanen disini berarti bahwa data secara permanen. Pengertian permanen disini berarti bahwa data yang terdapat pada penyimpanan akan tetap terpelihara dengan baik sekalipun computer sudah dalam keadaan mati, hardisk dan disket merupakan contoh: penyimpanan eksternal 4) Teknologi Kleuaran Teknologi keluaran adalah teknologi berhubungan dengan segala piranti yang berfungsi untuk menyajikan infromasi hasil pengolahan system, layar atau monitor da printer merupakan piranti yang biasa digunakan sebagai piranti keluaran 5) Teknologi Perangkat Lunak Perangkat lunak yang leih dikenal dengan program adalah deretan intruksi yang digunakan untuk mengendalikan computer sehingga computer dapat melakukan tindakan sesuai yang dikehendaki pembuatnya, tentu saja untuk menegrjakan tugas yang berbeda diperlukan pula perangkat lunak tersendiri, sebagai contoh: Microsoft word merupakan contoh perangkat lunak pengolah kata, yaitu perangkat lunak yang berguna untuk membuat dokumen, sedangkan adobe photoshop adalah perangkat lunak yang berguna mengolah gambar Komponen Sistem Teknologi Informasi System tenologi informasi adalah system yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi infromasi, suatu system teknologi infromasi pada dasarnya tidak hanya mencakup hal-hal yang bersifat fisik, seperti seperti computer dan printer, tetapi juga mencakup hal yang tidak terlihat secara fisik yaitu software dan yang lebih penting lagi adalah orang (pengguna), dengan kata lain, komponen utama system teknologi infromasi adalah berupa: 1. Perangkat Keras (Hardware) 2. Perangkat Lunak (Software) 3. Pengguna (Brainware) 1. C. Teknologi Infromasi dan Al-Qur’an Hubungan antara bidang computer dengan konsep AL-qur’an adalah erat, dalam pembahasaN konsep al-qur’an terhadap ilmu diatas telah banyak sekali keterikatan atau korelasi antara ilmu dengan Al-Qur’an, karena sumber pengembangan teknologi berasal dari ilmu maka secara tidak langsung ada keterkaitan juga dunia teknologi dengan konsep Al-Qur’an, sebagai bukti terdapat hubungan konsep Al-Qur’an dengan dunia computer, yaitu: 1. I. Dalam dunia komputer sering kita dengar nama CPU (Control Prosess Unit) yaitu pusat pengontrolan dari beberapa unit (bagian piranti masukan maupun keluaran dalam sebuah komputer), ternyata didalam teknologi prosesor itu terdapat transistor
  19. 19. yang ditanam berjuta-juta bahkan bermilyaran tergantung teknologi capability prosesor tersebut, seperti halnya Celeron, P3, P4, Dual Core, Core 2 duo, Quart Core, Octa Core. Transistor yang di tanam didalam prosesor pada P3 yaitu 7500 juta dll, bias kita bayangkan dengan tempat yang sekecil itu transsitor dapat ditanam sebanyak itu, ternyata transistor yang ditanam didalam prosesor itu besarnya sama dengan satu helai rambut dibagi 8, itu membuktikan bahwa betapa kecilnya transistor itu. Tetapi dalam konsep agama islam hal itu tidaklah mengherankan karena pada hari kiamat nanti manusia akan digiring dipadang mahsyar yang nantinya melewati sirotol mustaqim yang lebar jembatan itu adalah sama dengan satu helai rambut dibagi menjadi 7 bagian, ini membuktikan bahwasanya konsep Al-Qur’an tentang pembagian zat dapat dibuktikan kebenarannya 1. II. Teknologi computer yang berhubungan dengan konsep AL-Qur’an yaitu: teknologi bahan pembuatan computer, dalam teknologi pembuatan computer 98 % terdiri dari besi, meskipun bukan dari besi murni akan tetapi bahan yang dipergunakan adalah bahan dasar besi, karena dalam konsep Al-Qu’an besi adalah bahan yang sangat bermanfaat dan hebat dalam kehidupan manusia, dalam Al-Qu’an surat al-hadid ayat 25 ô‰s)s9 $uZù=y™ö‘ r$ &oYn=ß™â‘ÏM»uZÉi•t7ø9$$Î$ /uZø9t“ Rr&ur ÞOßgyètB |=»tGÅ3ø9$# š c#u” •ÏJø9$#ur tPqà)u‹ Ï9 â¨$¨Y9$#ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( $uZø9t“ Rr&ur y™™Ï™ptø:$# Ïm™Ïù Ó¨ù’t/ ә™Ï™x©ßìÏÿ»oYtBur Ĩ$¨Z=Ï9 zNn=÷èu‹ Ï9ur ª!$# `tB ¼çnçŽ ÝÇZtƒ¼ã&s#ߙ①urÍ=ø‹ tóø9$$Î/ 4 ¨bÎ) ©!$# ;“ Èqs% Ö“ ƒ Ì“ tã ÇËÎÈ 25. Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. 1. III. Teknologi sirkulasi udara didalam computer merupakan hal yang penting, Karena setiap benda yang bergerak pasti terdapat masukan ataupun keluaran,seperti halnya teknologi fan pada prosesor, kenapa pada prosesor terdapat fan yang ditempatkan diatas prosesor??? Dan tidak ditempatkan disisi-sisi prosesor?? Hal itu karena teknologi pengeluaran suhu panas yang dihasilkan oleh prosesor bergerak keatas sehingga penempatan fan diatur sedemikian rupa, Pengaturan suhu udara seperti itu dalam Al-Qu’an sudah dinash oleh Allah, Surat Al-An’am ayat 125: `yJsù ÏŠ ̕リ!$# br¼ &çmtƒ ωôgtƒ÷yuŽ ô³o„¼çnu‘ ô‰|¹ÉO»n=ó™M~Ï9 ( `tBur ÷Š Ì•ãƒbr¼ &ã#©&ÅÒãƒö@yèøgs†¼çnu‘ ô‰|¹$)¸Íh‹|Ê %[`t•ym $yJ¯Rr'Ÿ2 ߉¨è¢ÁtƒÎû Ïä!$yJ¡¡9$# 4 š •Ï9ºx‹ Ÿ2ã@yèøgs†ª!$# }§ô_Íh•9$#n?tã š úïÏ%©!$# Ÿw š cqãZÏB÷sãƒÇÊËÎÈ 125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
  20. 20. 1. C. Kesimpulan Dalam paradigma ilmu pengetahuan teknologi dan konsep Al-Qur’an dapat saya simpulkan bahwa: segala bentuk ilmu pengetahuan teknologi tidak ada pengklasifikasian antara agama dan ilmu teknologi, sehingga tidak ada dalam islam istilah ilmu untuk ilmu, seni untuk seni dll, semua bentuk ilmu berasal dari Al-Qur’an sehingga dasar pengambilan semua ilmu adalah Al-Qur’an Ketika Iptek Membunuh Imtaq Perkembangan teknologi sering dianggap sebagai kebaikan atau kemudahan bagi para penggunanya. Namun, ketika nalar, iman dan skill kita belum memadai atau tidak siap mengikuti perkembangan tersebut, adakah kemudahan dan kebaikan yang dijanjikan itu bisa menjadi kenyataan, bisa kita nikmati ? Perkembangan teknologi informasi, terkait teknologi telekomunikasi, telah menjadi fenomena masa kini. Berbagai jenis dan macam produk teknologi telekomunikasi terlahir dan mewarnai keseharian, untuk mendukung globalisasi dan konsep 'dunia tanpa batas'. Basic idea kelahiran teknologi ini sebetulnya sangat sederhana, yaitu : menghubungkan manusia antar seantero dunia. Upaya tersebut memang sudah lama menjadi basic idea dunia teknologi informasi, namun di jaman sekarang, strategi pemasaran menjadi inti dari segala kegiatan yang mencuat dalam perkembangan IT. Alasan pemasaran menjadi pertimbangan utama, dalam hampir setiap kegiatan berbasis IT. Jika pada masa sebelumnya, penggunaan telepon selular merupakan kemudahan yang hanya dapat dinikmati golongan atas saja, maka kini ia sudah bisa dinikmati oleh golongan menengah bahkan golongan ekonomi rendah. Jika dulu telepon seluler hanya berperan sebagai media komunikasi mouth to mouth (dari mulut ke mulut), namun kini berbagai fitur bisa dinikmati via telepon seluler. Orang bisa mengirimkan pesan text, gambar, bahkan mengakses internet, yang dulu cuma bisa dilakukan saat menghadapi layar monitor komputer. Teknologi telekomunikasi, merunut masa perkembangannya telah melewati tiga generasi (1G, 2G, 3G). Generasi pertama melahirkan teknologi AMPS, yaitu teknologi yang dikenal menggunakan sistem analog. Teknologi telekomunikasi AMPS yang dikenal sebagai teknologi 1G ini masih memiliki banyak keterbatasan, seperti : kapasitas traffic yang kecil, server berkemampuan minim untuk menampung banyak pelanggan, dan penggunaan spektrum frekwensi yang banyak, dan hanya bisa melayani komunikasi mouth to mouth, atau voice with voice saja. Melanjutkan kejayaan era 1G, teknologi telekomunikasi bergerak menuju era berikutnya, yang kental dicirikan dengan digitalisasi teknologi. Era digitalisasi yang dikodifikasi sebagai era 2G ini membuat komunikasi tidak hanya bisa dilakukan secara verbal, atau voice with voice saja. Dalam era 2G, pengguna telepon seluler mengenal fasilitas 'short message system' (SMS), yang mampu mengirimkan pesan text, dengan laju kecepatan maksimal 9600 bps (bit per second). Kapasitas traffic yang besar, kemampuan server menampung banyak pelanggan, membuat pengguna teknologi telekomunikasi canggih di era 2G ini semakin banyak dan plural. Sebelum era 3G, sebetulnya ada satu lagi era perkembangan teknologi telekomunikasi, yang sering dikodifikasi, dengan setengah kelakar, sebagai era 2,5 G. Era 2,5 G ini merupakan era penyempurna teknologi 2G, dimana kemampuan pemindahan data jauh lebih cepat, serta ditemukan dan dikembangkannya aplikasi �General Packet Radio
  21. 21. Service� (GPRS). GPRS merupakan teknologi yang disisipkan di atas jaringan GSM, untuk menangani komunikasi data pada jaringan. Dengan kata lain, lewat penggunaan GPRS, komunikasi data dan komunikasi suara dapat berjalan dengan serentak. Pembagiannya : GSM digunakan bagi pemindahan komunikasi suara, manakala GPRS digunakan bagi pemindahan komunikasi data. Kini kita memasuki era 3G, suatu era di mana kemampuan layanan data dari teknologi generasi-generasi sebelumnya, dioptimalkan kemampuannya sedemikian rupa. Optimalisasi teknologi telekomunikasi di era 3G ini terletak pada kecepatan memindahkan data, dengan kemampuan dua Mbps (Mega bit per second), sedang data- datanya terdiri dari : aplikasi gambar, video, dan semua file-file yang dikemas secara digital. Dengan kemampuan tersebut, di era 3G ini, para pengguna telepon seluler bisa menikmati siaran televisi, nonton video atau mengakses e-mail dan situs internet. Salah satu differensiasi era 3G dengan era-era sebelumnya adalah, bakal tergesernya trend SMS dalam komunikasi dua-arah, oleh trend teleconfrence yang memungkinkan sesama pengguna telepon seluler bisa saling bertatap muka lewat layar handphone. Waw ! Sungguh menakjubkan bukan ? Perkembangan Iptek, terkait teknologi informasi, wa bil khusus teknologi telekomunikasi, selama ini telah menimbulkan efek positif yang konstruktif, tapi juga menimbulkan efek negatif yang destruktif. Efek negatif yang destruktif disebabkan oleh : perkembangan keimanan dan ketakwaan (Imtaq) tak seiring dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Penguasaan atas Iptek malah digunakan untuk mengakali prosedur-prosedur yang jujur, maka lahirlah cyber crime : pembajakan credit card. Penguasaan Iptek malah digunakan untuk memuaskan hasrat hedonistik, maka lahirlah cyber porn : penyebaran aktivitas penyimpangan seksual dalam bentuk teks, gambar, maupun audio visual. Keadaan ini sepatutnya menjadi perhatian para praktisi content provider, terutama mereka yang punya atensi dan kapasitas lebih di bidang moral, untuk menyajikan produk-produk teks, gambar dan audio visual yang siap diserap dalam aplikasi e- learning bervisi Imtaq. Produk-produk layanan teks, gambar dan audio visual itu tentunya memerlukan pemikiran dan kreativitas tinggi, agar operator seluler juga tak ragu-ragu untuk menjajaki kerjasama, dan yakin pasarnya ada dan tidak akan merugi. Memprihatinkan, jika tak ada yang memperhatikan pengayaan fitur digital yang hirau kepada nilai-nilai moral. Lebih memprihatinkan lagi bila pada saat ini sumberdaya muslim juga tidak tersedia, untuk mengelola dan menangani proses pengayaan konten seluler tersebut. Itu artinya, kita memang tidak siap memerangi proses pendangkalan Imtaq yang dikemas melalui kecanggihan Iptek. Menyedihkan sekali, jika era 3 G ini malah makin menyurukkan kita ke dalam 'kubangan' dunia yang dekaden. Dunia dimana cyber crime, cyber porn, kian tumbuh dan berkembang pesat. Sehingga Iptek kemudian hanya menjadi guillotine yang tajam memenggal Imtaq. Na'udzubillah.

×