• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Askep leukemia
 

Askep leukemia

on

  • 925 views

 

Statistics

Views

Total Views
925
Views on SlideShare
925
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
14
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Askep leukemia Askep leukemia Document Transcript

    • SKEP LEUKEMIAASUHAN KEPERAWATANPADA PASIEN DENGAN LEUKEMIAA. PENGERTIANLeukemia adalah neoplasma akut atau kronis dari sel-sel pembentuk darah dalam sumsum tulang dan limfa nadi(Reeves, 2001).Sifat khas leukemia adalah proliferasi tidak teratur atau akumulasi ssel darah putih dalam sumusmtulang, menggantikan elemen sumsum tulang normal.Juga terjadi proliferasi di hati, limpa dan nodus limfatikus, daninvasi organ non hematologis, seperti meninges, traktus gastrointesinal, ginjal dan kulit.B. ETIOLOGIPenyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat faktor predisposisi yang menyebabkan terjadinyaleukemia yaitu :1. Faktor genetik : virus tertentu meyebabkan terjadinya perubahan struktur gen ( T cell leukemia-lymphoma virus/HTLV)2. Radiasi ionisasi : lingkungan kerja, pranatal, pengobatan kanker sebelumnya3. Terpaparzat-zat kimiawi seperti benzen, arsen, kloramfenikol, fenilbutazon, dan agen anti neoplastik.4.Obat-obatimunosupresif, obat karsinogenik seperti diethylstilbestrol5.Faktor herediter, misalnya pada kembar monozigot6.Kelainan kromosom : Sindrom Bloom’s, trisomi 21 (Sindrom Down’s), Trisomi G (Sindrom Klinefelter’s), Sindromfanconi’s, Kromosom Philadelphia positif, Telangiektasis ataksia.C. JENIS LEUKEMIA1. Leukemia Mielogenus AkutAML mengenai sel stem hematopeotik yang kelak berdiferensiasi ke semua selMieloid: monosit, granulosit, eritrosit, eritrosit dan trombosit. Semua kelompok usia dapat terkena; insidensimeningkat sesuai bertambahnya usia. Merupakan leukemia nonlimfositik yang paling sering terjadi.2. Leukemia Mielogenus KronisCML juga dimasukkan dalam sistem keganasan sel stem mieloid. Namun lebihbanyak sel normal dibanding bentuk akut, sehingga penyakit ini lebih ringan.CML jarang menyerang individu dibawah 20 tahun.Manifestasi mirip dengan gambaran AML tetapi tanda dan gejala lebih ringan, pasien menunjukkantanpa gejala selama bertahun-tahun, peningkatan leukosit kadang sampai jumlah yang luar biasa, limpa membesar.3. Luekemia Limfositik AkutALL dianggap sebagai proliferasi ganas limfoblast. Sering terjadi pada anak-anak, laki-laki lebih banyak dibanding perempuan, puncak insiden usia 4 tahun, setelah usia 15 ALL jarang terjadi. Manifestasilimfosit immatur berproliferasi dalam sumsum tulang dan jaringan perifer, sehingga mengganggu perkembangan selnormal..4. Leukemia Limfositik KronisCLL merupakan kelainan ringan mengenai individu usia 50 sampai 70 tahun.Manifestasi klinis pasien tidak menunjukkan gejala, baru terdiagnosa saat pemeriksaan fisik atau penangananpenyakit lain.D. PATHWAYE. TANDA DAN GEJALA1.Aktivitas : kelelahan, kelemahan, malaise, kelelahan otot.2. Sirkulasi :palpitasi, takikardi, mur-mur jantung, membran mukosa pucat.3. Eliminsi : diare, nyeri tekan perianal, darah merah terang, feses hitam, penurunan haluaran urin.4. Integritas ego : perasaan tidak berdaya, menarik diri, takut, mudah terangsang, ansietas.5. Makanan/cairan: anoreksia, muntah, perubahan rasa, faringitis, penurunan BB dan disfagia6. Neurosensori : penurunan koordinasi, disorientasi, pusing kesemutan, parestesia, aktivitas kejang, otot mudahterangsang.7. Nyeri : nyeri abomen, sakit kepala, nyeri sendi, perilaku hati-hati gelisah8. Pernafasan : nafas pendek, batuk, dispneu, takipneu, ronkhi, gemericik, penurunan bunyi nafas9. Keamanan : gangguan penglihatan, perdarahan spontan tidak terkontrol, demam, infeksi, kemerahan, purpura,pembesaran nodus limfe.10. Seksualitas : perubahan libido, perubahan menstruasi, impotensi, menoragia.F. PEMERIKSAAN PENUNJANG1. Hitung darah lengkap : menunjukkan normositik, anemia normositik2. Hemoglobulin : dapat kurang dari 10 gr/100ml3. Retikulosit : jumlah biasaya rendah
    • 4. Trombosit : sangat rendah (< 50000/mm)5. SDP : mungkin lebih dari 50000/cm dengan peningkatan SDPimmatur6. PTT : memanjang7. LDH : mungkin meningkat8. Asam urat serum : mungkin meningkat9. Muramidase serum : pengikatan pada leukemia monositik akut dan mielomonositik10. Copper serum : meningkat11. Zink serum : menurun12. Foto dada dan biopsi nodus limfe : dapat mengindikasikan derajat keterlibatan G. PENATALAKSANAAN1. Pelaksanaan kemoterapi2.Irradiasi kranial3. Terdapat tiga fase pelaksanaan keoterapi :a. Fase induksiDimulasi 4-6 minggu setelah diagnosa ditegakkan. Pada fase ini diberikan terapi kortikostreroid(prednison), vincristin dan L-asparaginase.Fase induksi dinyatakan behasil jika tanda-tanda penyakit berkurang atautidak ada dan dalam sumsum tulang ditemukan jumlah sel muda kurang dari 5%.b. Fase Profilaksis Sistem saraf pusatPada fase ini diberikan terapi methotrexate, cytarabine dan hydrocotisonmelaui intrathecal untuk mencegah invsi sel leukemia ke otak. Terapi irradiasi kranial dilakukan hanya pada pasienleukemia yang mengalami gangguan sistem saraf pusat.c. KonsolidasiPada fase ini kombinasi pengobatan dilakukan unutk mempertahankan remisis dan mengurangijumlah sel-sel leukemia yang beredar dalam tubuh. Secara berkala, mingguan atau bulanan dilakukan pemeriksaandarah lengkap untuk menilai respon sumsum tulang terhadap pengobatan.Jika terjadi supresi sumsum tulang, makapengobatan dihentikan sementara atau dosis obat dikurangi.H. PENGKAJIAN1. Riwayat penyakit : pengobatan kanker sebelumnya2. Riwayat keluarga : adanya gangguan hematologis, adanya faktor herediter misal kembar monozigot)3. Kaji adanya tanda-tanda anemia : kelemahan, kelelahan, pucat, sakit kepala, anoreksia, muntah, sesak, nafas cepat4. Kaji adanya tanda-tanda leukopenia : demam, stomatitis, gejala infeksi pernafasan atas, infeksi perkemihan;infeksi kulit dapat timbul kemerahan atau hiotam tanpa pus5. Kaji adanya tanda-tanda trombositopenia : ptechiae, purpura, perdarahan membran mukosa, pembentukanhematoma, purpura; kaji adanya tanda-tanda invasi ekstra medula: limfadenopati, hepatomegali, splenomegali.6. Kaji adanya pembesaran testis, hemAturia, hipertensi, gagal ginjal, inflamasi di sekkitar rektal dan nyeri.I. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI1. Resiko tinggi infeksi berhubungn dengan menururnnyasistem pertahanan tubuh sekunder gangguan pematangan SDP, peningkatan jumlah limfosit immatur, imunosupresi,peneknan sumsum tulang.Tujuan : pasien bebas dari infeksiKriteria hasil :a. Normotermiab. Hasil kultur negatifc. Peningkatan penyembuhanIntervensi :a. Tempatkan pada ruangan yang khusus. Batasi pengunjung sesuai indikasi.b. Cuci tangan untuk semua petugas dan pengunjung.c. Awsi suhu, perhatikan hubungan antara peningkatan suhu dan pengobatan kemoterapi. Observasi demamsehubungan dengan takikardia, hipotensi, perubahan mental samar.d. Cegah menggigil : tingkatkan cairan, berikan mandi komprese. Dorong sering mengubah posisi, napas dalam dan batuk.f. Auskultsi bunyi nafas, perhatikan gemericik, ronkhi; inspeksi sekresi terhadap perubahan karakteristik, contohpeningktatan sputum atau sputum kental, urine bau busuk dengan berkemih tiba-tiba atau rasa terbakar.g. Inspeksi kulit unutk nyeri tekan, area eritematosus; luka terbuka. Besihkan kulit dengan larutan antibakterial.h. Inspeksi membran mukosa mulut. Bersihkan mulut dengan sikat gigi halus.i. Tingkatkan kebersihan perianal. Berikan rendam duduk menggunakan betadine atau Hibiclens bila diindiksikan.j. Berikan periode istirahat tanpa gangguank. Dorong peningkatan masukan makanan tinggi protein dan cairan.l. Hindari prosedur invasif (tusukan jarum dan injeksi) bila mungkin.
    • m. Kolaborasi : Awasi pemeriksaan laboratorium misal :q hitung darah lerngkap, apakah SDP turun atau tiba-tibaterjadi perubahan pada neutrofil; kultur gram/sensitivitas. Kaji ulang seri foto dada.qq Berikan obat sesuai indikasicontoh antibiotik.Hindari antipiretik yangq mengandung aspirin. Berikan diet rendah bakteri misal makanandimasak,q diproses2. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan berlebihan : muntah,perdarahan,diare ; penurunan pemasukan cairan : mual,anoreksia ; peningkatan kebutuhan cairan : demam,hipermetabolikTujuan : volume cairan terpenuhiKriteria hasil :a. Volume cairan adekuatb. Mukosa lembabc. Tandavital stabil : TD 90/60 mmHg, nadi 100 x/menit, RR 20 x/mntd. Nadi terabae.Haluaran urin 30 ml/jamf. Kapilerirefill < 2 detikIntervensi :a. Awasi masukan/haluaran. Hitung kehilangan cairan dan keseimbangna cairan.Perhatikanpenurunan urin, ukur berat jenis dan pH urin.b.Timbang berat badan tiap haric.Awasi TD dan frekuensijantungd.Evaluasi turgor kulit, pengisian kapiler dan kondisi membran mukosa.e.Beri masukan cairan 3-4 L/harif.Inspeksi kulit/membran mukosa untuk petekie, area ekimosis; perhatikan perdarahan gusi, darah warna karat atausamar pada feses dan urin; perdarahan lanjut dari sisi tusukan invsif.g. Implementasikan tindakan untuk mencegahcedera jaringan/perdarahan.h.Batasi perawatan oral untuk mencuci mulut bila diindikasikani.Berikan diethalus.j.Kolaborasi : Berikan cairan IV sesuai indikasiq Awasiq pemeriksaan laboratorium : trombosit, Hb/Ht,pembekuan. Berikan SDM,q trombosit, faktor pembekuan. Pertahankan alat akses vaskuler sentralq eksternal(kateter arteri subklavikula, tunneld, port implan) Berikan obatq sesuai indikasi : Ondansetron, allopurinol, kaliumasetat atau asetat, natrium biukarbonat, pelunak feses.3. Nyeri berhubungan dengan agen fisikal seperti pembesaranorgan/nodus limfe, sumsum tulang yang dikemas dengan sel leukemia; agen kimia pengobatan antileukemikTujuan :nyeri teratasiKriteria hasil :a. Pasien menyatakan nyeri hilang atau terkontrolb. Menunjukkan perilaku penanganannyeric. Tampak rileks dan mampu istirahatIntervensi :a. Kaji keluhan nyeri, perhatikan perubahan pada derajat dansisi (gunakan skala 0-10)b. Awasi tanda vital, perhatikan petunjuk non-verbal misal tegangan otot, gelisah.c.Berikan lingkungan tenang dan kurangi rangsangan penuh stres.d.Tempatkan pada posis nyaman dan sokong sendi,ekstremitas dengan bantal.e. Ubah posisi secara periodik dan bantu latihan rentang gerak lembut.f. Berikan tindakankenyamanan ( pijatan, kompres dingin dan dukungan psikologis)g. Kaji ulang/tingkatkan intervensi kenyamananpasien sendirih. Evaluasi dan dukung mekanisme koping pasien.i.Dorong menggunakan teknik menajemen nyericontoh latihan relaksasi/nafas dalam, sentuhan.j.Bantu aktivitas terapeutik, teknik relaksasi.k.Kolaborasi : Awasikadar asam uratq Berika obatq sesuai indikasi : analgesik (asetaminofen), narkotik (kodein, meperidin, morfin,hidromorfon) Agen antiansietas (diazepam, lorazepam)q4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahanumum, peningkatan laju metabolikTujuan : pasien mampu mentoleransi aktivitasKriteria hasil :a. Peningkatantoleransi aktivitas yang dapat diukurb. Berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari sesuai tingkat kemampuanc.Menunjukkan penurunan tanda fisiologis tidak toleran misal nadi, pernafasan dan TD dalam batas normalIntervensi:d. Evaluasi laporan kelemahan, perhatikan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas.berikanlingkungan tenang dan periode istirahat tanpa ganggaune. Implementasikan teknik penghematan energi, contoh lebihbaik duduk daripada berdiri, pengunaan kursi untuk madif.Jadwalkan makan sekitar kemoterapi.Berikan kebersihanmulut sebelum makan dan berikan antiemetik sesuai indikasig.Kolaborasi : berikan oksigen tambahan5. Resikoterjadi perdarahan berhubungan dengan trombositopeniaTujuan : pasien bebas dari gejala perdarahanKriteria hasil:a. TD 90/60mmHgb. Nadi 100 x/mntc.Ekskresi dan sekresi negtif terhadap darahd. Ht 40-54% (laki-laki), 37-47% (permpuan)e. Hb 14-18 gr%Intervensi :f. Pantau hitung trombosit dengan jumlah 50.000/ ml, resiko terjadiperdarahan. Pantau Ht dan Hb terhadap tanda perdarahang.Minta pasien untuk mengingatkan perawat bila adarembesan darah dari gusih.Inspeksi kulit, mulut, hidung urin, feses, muntahan dan tempat tusukan IV terhadapperdarahani.Pantau TV interval sering dan waspadai tanda perdarahan.j.Gunakan jarum ukuran kecilk.Jika terjadiperdarahan, tinggikan bagian yang sakit dan berikan kompres dingin dan tekan perlahan.l.Beri bantalan tempat tiduruntuk cegh traumam.Anjurkan pada pasien untuk menggunakan sikat gigi halus atau pencukur listrik.6. Perubahanperfusi jaringan berhubungan dengan terhentinya aliran darah sekunder adanya destruksi SDMTujuan : perfusiadekuatKriteria hasil :a. Masukan dan haluaran seimbangb. Haluaran urin 30 ml/jamc. Kapileri refill < 2 detikd.Tanda vital stabile.Nadi perifer kuat terpalpasif. Kulit hangat dan tidak ada sianosisIntervensi :a. Awasi tanda vitalb.Kaji kulit untuk rasa dingin, pucat, kelambatan pengisian kapilerc.Catat perubahan tingkat kesadarand.Pertahankanmasukan cairan adekuate.Evaluasi terjadinya edemaf.Kolaborasi : Awasi pemeriksaan laboratorium ; GDA,q
    • AST/ALT, CPK, BUN Elektrolit serum, berikan pengganti sesuai indikasiqq Berikan cairan hipoosmolarDAFTAR PUSTAKA1. Smeltzer Suzanne C. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih bahasa Agung Waluyo,dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8.Jakarta : EGC; 2001.2. Tucker, Susan Martin et al. Patient care Standards : Nursing Process, diagnosis, And Outcome. Alih bahasaYasmin asih.Ed. 5.Jakarta : EGC; 19983. Doenges, Marilynn E. Nursing Care Plans: Guidelines For Planning AndDocumenting Patient Care. Alih Bahasa I Made Kariasa. Ed.3. Jakarta : EGC; 19994. Price, Sylvia Anderson. Pathophysiology : Clinical Concepts Of Disease Processes. AlihBahasa Peter Anugrah. Ed.4. Jakarta : EGC; 19945. Reeves, Charlene J et al. Medical-Surgical Nursing. Alih Bahasa Joko Setyono. Ed. I.Jakarta : Salemba Medika; 2001SKEP LeukemiaNURSING CAREIn patients with leukemiaA. DEFINITIONSLeukemia is acute or chronic neoplasm of blood-forming cells in the bone marrow and lymph pulse(Reeves, 2001). Characteristic of leukemia is irregular proliferation or accumulation of white blood sselsumusm bone, replacing the normal bone marrow elements. Also been a proliferation in the liver, spleenand lymph nodes, and invasion of non-haematological organs, such as the meninges, gastrointesinal tract,kidneys and skin.B. EtiologyThe exact cause is unknown, but there are predisposing factors that cause leukemia are: 1. Geneticfactors: specific virus causes a change in the structure of the gene (T cell leukemia-lymphoma virus /HTLV) 2. Ionizing radiation: work environment, prenatal, cancer treatment sebelumnya3. Exposure tochemicals such as benzene, arsenic, chloramphenicol, phenylbutazone, and an antineoplastik.4.Immunosuppressive medications, such as drugs diethylstilbestrol5 carcinogenic.Hereditaryfactors, such as the twin monozigot6. Chromosomal abnormalities: Blooms syndrome, trisomy 21(Downs syndrome), Trisomy G (Klinefelters syndrome), Fanconis syndrome, Philadelphia chromosomepositive, Telangiektasis ataxia.C. Types of leukemia1. Leukemia stem cells Mielogenus hematopeotik AkutAML about that later differentiate into all myeloidcells: monocytes, granulocytes, erythrocytes, erythrocytes and platelets. All age groups can be affected;incidence increases with age. Nonlimfositik leukemia is the most common.2. Leukemia Mielogenus KronisCML also included in the system stem cell myeloid malignancies. Butmore than the acute form of normal cells, so the disease is milder. CML rarely attack people under 20years old. Manifestations similar to the description of AML but milder signs and symptoms, the patient
    • shows no symptoms for many years, the increase in leukocyte sometimes to an extraordinary amount,enlarged spleen.3. Luekemia lymphocytic AkutALL limfoblast considered a malignant proliferation. Often occur inchildren, men more than women, the peak incidence age of 4 years, after age 15 ALL rare. Manifestationsof immature lymphocytes proliferate in the bone marrow and peripheral tissues, thereby disrupting normalcell development ..4. KronisCLL lymphocytic leukemia is a mild abnormalities of individuals aged 50 to 70 years. Clinicalmanifestations of patients are asymptomatic, newly diagnosed during a physical examination or treatmentof other diseases.D. PATHWAYE. SIGNS AND SYMPTOMS1. Activities: fatigue, weakness, malaise, muscle fatigue.2. Circulation: palpitations, tachycardia, cardiac mur-mur, pale mucous membranes.3. Eliminsi: diarrhea, perianal tender, bright red blood, black stools, decreased output of urine.4. Integrity ego: a feeling of helplessness, withdrawn, fearful, easily aroused, anxiety.5. Food / liquids: anorexia, vomiting, changes in taste, pharyngitis, weight loss and dysphagia6. Neurosensori: decreased coordination, disorientation, dizziness, numbness, paresthesia, seizure activity,muscle easily aroused.7. Pain: abomen pain, headaches, joint pain, restless behavior carefully8. Respiratory: shortness of breath, cough, dyspnoea, takipneu, ronkhi, rush, decreased breath sounds9. Security: visual impairment, uncontrolled spontaneous bleeding, fever, infection, redness, purpura,enlarged lymph nodes.10. Sexuality: changes in libido, menstrual changes, impotence, menoragia.F. DIAGNOSIS SUPPORT1. A complete blood count: showing normocytic anemia normocytic2. Hemoglobulin: can less than 10 gr/100ml3. Reticulocytes: number is usually low4. Platelets: very low (<50000/mm) 5. SDP: probably more than 50000/cm with increasing SDP immatur6. PTT: elongated7. LDH: possible increased8. Serum uric acid: possible increased9. Muramidase serum: acute monocytic leukemia binding to and mielomonositik
    • 10. Copper serum: increased11. Serum zinc: decrease12. Photos chest and biopsy lymph nodes: to indicate the degree of involvement of G. MANAGEMENT1. Implementation of chemotherapy2. Cranial irradiation3. There are three phases of implementation keoterapi:a. Phase induksiDimulasi 4-6 weeks after the diagnosis is established. In this phase given kortikostreroidtherapy (prednisone), vincristine and L-asparaginase. Otherwise the induction phase behasil if signs ofdisease is reduced or absent in the bone marrow and found the number of young cells is less than 5%.b. Phase phase pusatPada nervous system prophylaxis was given therapy methotrexate, cytarabine andintrathecal hydrocotison through invsi preventing leukemia cells to the brain. Cranial irradiation therapyis performed only in patients with leukemia who experience central nervous system disorders.c. KonsolidasiPada phase of this combination treatment is done fatherly maintain remisis and reduce thenumber of leukemia cells circulating in the body. Periodically, weekly or monthly full blood examinationto assess response to treatment of bone marrow. If there is bone marrow suppression, then treatment isstopped temporarily or reduced drug doses.H. ASSESSMENT1. Medical history: previous cancer treatment2. Family history: a haematological disorder, the presence of hereditary factors such as monozygotictwins)3. Assess for signs of anemia: weakness, fatigue, pallor, headache, anorexia, vomiting, spasms, breathingfast4. Assess for signs of leukopenia: fever, stomatitis, symptoms of upper respiratory infections, urinaryinfections; dermatitis can occur without redness or pus hiotam5. Assess for signs of thrombocytopenia: ptechiae, purpura, mucous membrane bleeding, hematomaformation, purpura; examined for signs of extra-medullary invasion: lymphadenopathy, hepatomegaly,splenomegaly.6. Kaji testicular enlargement, hematuria, hypertension, kidney failure, inflammation and pain in therectal sekkitar.I. NURSING DIAGNOSIS AND INTERVENSI1. High risk of infection with menururnnya berhubungnsecondary immune system maturation disorder SDP, an increasing number of immature lymphocytes,immunosuppression, peneknan marrow tulang.Tujuan: patients were free of infeksiKriteria results:
    • a. Normotermiab. Negatifc culture results. Increased penyembuhanIntervensi:a. Place in a special room. Limit visitors as indicated.b. Wash hands for all staff and visitors.c. Awsi temperature, consider the relationship between rising temperatures and chemotherapy treatment.Observations with respect to fever, tachycardia, hypotension, mental changes sketchy.d. Prevent shivering: increase fluids, give bath compresse. Encourage frequent change of position, deep breathing and coughing.f. Auskultsi breath sounds, consider the rush, ronkhi; inspection secretion to changes in characteristics,sputum or sputum sample peningktatan thick, foul odor to urine urinate suddenly or burning.g. Inspection skin fatherly tenderness, area erythematosus; open wound. Besihkan skin with antibacterialsolution.h. Inspection of the oral mucous membranes. Clean mouth with a soft toothbrush.i. Increase perianal hygiene. Give soak sit when using Betadine or Hibiclens diindiksikan.j. Provide rest periods without gangguank. Encourage an increase in the input high-protein foods andliquids.l. Avoid invasive procedures (needle puncture and injection) when possible.m. Collaboration: Supervise laboratory eg q lerngkap blood count, whether SDP down or sudden changeson neutrophils; culture grams / sensitivity. Review the photo series dada.qq Give examples of antibioticdrugs as indicated. Avoid antipyretic yangq contain aspirin. Provide low-bacteria diet eg food cooked, qdiproses2. High risk of fluid volume deficits associated with excessive loss: vomiting, bleeding, diarrhea,decreased fluid intake: nausea, anorexia; increased fluid requirements: fever, hipermetabolikTujuan:terpenuhiKriteria fluid volume results: a. Adekuatb fluid volume. Lembabc mucosa. Stable vital signs: BP90/60 mm Hg, pulse 100 x / min, RR 20 x / mntd. Nadi terabae. Urine output of 30 ml / jamf. Kapilerirefill <2 detikIntervensi: a. Supervise the input / output of. Calculate the loss of fluid and fluidkeseimbangna. Note the decrease in urine specific gravity and pH measuring urin.b. Weights each haric.Supervise jantungd TD and frequency. Evaluation of skin turgor, capillary refill and conditions mukosa.emembrane. Give fluid intake 3-4 L / Hariph. Inspection of skin / mucous membranes for petechiae,ecchymoses area; notice bleeding gums, blood or faint rust color in the stool and urine; further bleedingfrom the puncture invsif.g. Implement measures to prevent tissue injury / perdarahan.h. Limit oraltreatment for mouth wash when diindikasikani. Give halus.j diet. Collaboration: Give IV fluids accordingindikasiq Awasiq laboratory tests: platelet count, hemoglobin / hematocrit, clotting. Give HR, q platelets,clotting factors. Maintain external sentralq vascular access devices (arterial catheter subklavikula,tunneld, implantable ports) Give obatq as indicated: Ondansetron, allopurinol, acetate or potassiumacetate, sodium biukarbonat, feses.3 softener. Pain associated with physical agents such as organenlargement / lymph nodes, bone marrow cells are packed with leukemia; chemical agent treatmentantileukemikTujuan: teratasiKriteria pain outcomes: a. Patient states pain is lost or terkontrolb. Shows
    • nyeric handling behavior. Looks relaxed and able istirahatIntervensi: a. Assess pain, notice changes in thedegree and side (use a scale of 0-10) b. Monitor vital signs, note the non-verbal clues eg muscle tension,gelisah.c. Provide quiet environment and reduce full stres.d stimuli. Put on comfortable and chock posisjoints, extremities with bantal.e. Change position on a periodic basis and range of motion exercises helplembut.f. Provide comfort measures (massage, cold compresses and psychological support) g. The review/ enhance patient comfort sendirih intervention. Evaluation and support coping mechanisms pasien.i.Encourage the use of pain management that technique training examples relaxation / breathing in,sentuhan.j. Bantu therapeutic activity, relaksasi.k techniques. Collaboration: Watch Give him obatq uratqacid levels as indicated: analgesics (acetaminophen), narcotics (codeine, meperidine, morphine,hydromorphone) antiansietas agent (diazepam, lorazepam) q4. Activity intolerance related to generalweakness, increased rate metabolikTujuan: patients were able to tolerate aktivitasKriteria results: a.Increased tolerance to diukurb activity. Participate in daily activities according kemampuanc level.Showed a physiological sign of intolerance eg pulse, respiration and TD within normalIntervensi: d.Evaluation reports of weakness, watch aktivitas.berikan inability to participate in a quiet neighborhoodand the rest period without ganggaune. Implement energy saving techniques, examples better sitting thanstanding, use a chair to madif. Schedule ate about chemotherapy. Provide oral hygiene before meals andprovide appropriate antiemetic indikasig. Collaboration: tambahan5 give oxygen. Risk of bleedingassociated with trombositopeniaTujuan: patients were free of symptoms perdarahanKriteria results: a. TD90/60mmHgb. Nadi 100 x / MNTC.Excretions and secretions negtif against darahd. Ht 40-54% (men),37-47% (permpuan) e. Hb 14-18 g% Intervention: f. Monitor platelet count by the number of 50,000 / ml,the risk of bleeding. Monitor hematocrit and hemoglobin to sign perdarahang. Ask the patient to alertnurses when there is seepage of blood from gusih. Inspection of the skin, mouth, nose, urine, feces, vomitand a puncture IV against perdarahani. Frequent intervals TV monitor and be aware of signs perdarahan.j.Use the needle size kecilk. If there is bleeding, elevate the affected part and give a cold compress andpress perlahan.l. Give the bed pads for cegh traumam. Instruct the patient to use a soft toothbrush orshaver listrik.6. Changes in tissue perfusion related to interruption of blood flow secondary thedestruction SDMTujuan: adekuatKriteria perfusion results: a. Input and output seimbangb. Urine outputof 30 ml / jamc. Kapileri refill <2 detikd. Vital signs stabile. Terpalpasif strong peripheral pulses. Skinwarm and no sianosisIntervensi: a. Supervise vitalb mark. Assess skin for the cold, pale, delay chargingkapilerc. Note kesadarand level changes. Maintain fluid intake adekuate. Evaluation of the edemaf.Collaboration: Supervise laboratory; GDA, q AST / ALT, CPK, BUN, serum electrolytes, provideappropriate replacement fluid indikasiqq Give hipoosmolarREFERENCES1. Suzanne C. Smeltzer Textbook of Medical Surgical Nursing Brunner & Suddarth.Court interpreterWaluyo, et al. Editor Esther Monica, et al. Ed. 8. Jakarta: EGC; 2001.2. Tucker, Susan Martin et al. Patient Care Standards: Nursing Process, diagnosis, And Outcome. Yasmintranslation compassion.Ed. 5. Jakarta: EGC; 19,983. Doenges, Marilynn E. Nursing Care Plans:Guidelines For Planning And documenting Patient Care. Interpreting I Made Kariasa. Ed.3. Jakarta: EGC; 19,994. Price, Sylvia Anderson. Pathophysiology: Clinical Concepts Of DiseaseProcesses. Interpreting Peter Grace. Ed.
    • 4. Jakarta: EGC; 19,945. Reeves, Charlene J et al. Medical-Surgical Nursing.Interpreting Joko Setyono.Ed. I. Jakarta: Salemba Medika; 2001