Your SlideShare is downloading. ×
0
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Menulis Itu Bercerita
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Menulis Itu Bercerita

1,104

Published on

Ketika berhadapan dengan aktivitas menulis, seringkali orang merasa kikuk dan bingung. Padahal, menulis itu hanyalah aktivitas bercerita, tetapi menggunakan media teks. Dalam slide ini peserta diajak …

Ketika berhadapan dengan aktivitas menulis, seringkali orang merasa kikuk dan bingung. Padahal, menulis itu hanyalah aktivitas bercerita, tetapi menggunakan media teks. Dalam slide ini peserta diajak untuk membuat cerita menarik melalui tulisan.

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • wah, buka2 slide ini bikin tiba-tiba pengen nulis lagi! ^_^
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,104
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
109
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Yudha P SunandarWorkshop Lomba Karya Jurnalistik Tasikmalaya, 12 Mei 2012
  • 2. Nama : Yudha P SunandarPanggilan : YudhaStatus : MenikahPendidikan: Universitas PadjadjaranAktivitas Blogger & Praktisi Citizen Journalism Penulis Teknologi Informasi dan Citizen Journalism Asisten Manajer bidang Media Divisi Pengkajian dan Penerbitan (DPP) Salman ITB Pemimpin Redaksi SalmanITB.com General Manager SalmanRadio.com Pengurus Masyarakat Mandiri Informasi (MMI) Jabar
  • 3. Apa yang Teman-Teman Bayangkan tentang menulis Jurnalistik?
  • 4. Kita Bercerita dengan ...
  • 5. Orisinalitas / Lengkap Data Gaya Keaslian & Fakta Bercerita Sudut Bahasanya Pandang Isunya Dekat Sederhana Berbeda Show, Not Tell Menginspirasi
  • 6. • Asli, bukan saduran apalagi contekan.• Digali berdasarkan pengalaman langsung penulis.• Banyak orang menghargai cerita langsung daripada cerita yang disadur dari orang lain dan media.• Waspada! Sekali Anda mencontek atau menggunakan karya orang lain, Anda tidak akan dipercaya selamanya.
  • 7. Alex jatuh dari Sudah halaman 30 ketika Alextangga. Ketika itu, menginjakkan kaki pertama anak tanggadia sedang lantai 2. “Brug,” tiba-tiba terdengarberjalan sambil dentuman seperti benda jatuh dari arahmembaca buku. tangga. Semua orang melihatnya. “Aduh...Kejadian ini Aduh...” tampak Alex mengerang kesakitanmembuatnya di bawah tangga. Rupanya dia jatuh darilututnya terluka. tangga. Tangannya memegang lututnyaSemua orang yang tampak kesakitan. Darah merahmenolongnya dan deras mengucur seketika, membanjirimenasihatinya lututnya. Orang-orang yang ada di sekitaruntuk tidak situ langsung menghampiri Alex.melakukannya “Makanya, jangan jalan sambil baca buku,”lagi. nasihat salah seorang dari mereka.
  • 8. Andai aku punya sayap Andai aku punya sayapAkan aku ajak ibu ke pasar Ibu aku ajak ke pasarMelewati kemacetan Bapak aku antar ke kantorDan tiba dengan cepat Tapi, dipikir-pikir, ribet juga yahAndai aku punya sayap punya sayapBapak aku antar ke kantor Ketika duduk bersandar di sekolah,Adik juga aku ajak sayap saya akan tertekanBiar ke berangkat Pasti sakitbersama Tidur pun tidak bisa terlentangSungguh asyik punya Kalau hujan, pasti kebasahan kalosayap harus terbangBisa melihat kota dari atas Mending tidak usah punya sayap,Senang aku punya sayap dehDan ingin ini jadi nyata Dan saya bersyukur jadi manusia
  • 9. Era liberalisasi informasi Remaja hendaknyasaat ini harus disikapi meningkatkan pertahanandengan ketahanan diri yang diri sebaik-baiknya dalamoptimal. Bila tidak, dapat menghadapi zamanmenyebabkan degradasi kebebasan informasi. Bilahati yang dapat tidak, bisa menyebabkanmenyebabkan penurunan kualitas hati. Halmeningkatnya problematika ini bisa menyebabkankehidupan yang sudah meningkatnya masalah-semakin kompleks ini. masalah dalam kehidupan. Padahal, hidup saja sudah rumit.
  • 10. 12
  • 11. Meskipun harga Bahan Meskipun BBM batal naik, tapiBakar Minyak (BBM) harga-harga di masyarakattidak jadi naik, tapi terlanjur naik. Salah satu yangharga-harga di saya temui di tukang gorengan.masyarakat sudah mulai Menurut Ketua Asosiasinaik. Salah satu yang Pedagang Gorengan, Cecep, 70saya temui adalah di persen anggotanya menaikkantukang gorengan. Banyak harga dari Rp. 500 menjadi Rp.dari mereka yang 700. Sedangkan 30 persenmenaikkan harga lainnya memilih memperkecildagangannya. Bila tidak ukurannya. Pisang goreng, yangnaik, ukurannya pun jadi biasanya berukuran 5 Cm,lebih kecil dari biasanya. menjadi 3 Cm.
  • 12. Memperkuat pernyataan secara referensialDeskriptif Naratif Gunakan 5 Indera
  • 13. ReferensiAngka & ContohStatistika DeskriptifTestimoni Analogi
  • 14. ReferensiPublic Relations atau kehumasan, menurut definisiPublic Relations Society of America (1998) adalahmembantu institusi dan publik untuk beradaptasidalam hubungan saling menguntungkan, dan sinergissatu sama lain. Definisi ini senada dengan hasil risetterhadap ratusan pemimpin lembaga PR, yaitu:“Kehumasan adalah fungsi manajerial yangmembantu membangun dan menjaga hubungansaling menguntungkan, dalam hal komunikasi,pemahaman, penerimaan dan kerjasama antaraorganisasi dan publiknya”.
  • 15. ReferensiPlato dan gurunya, Socrates, hidup ketika era awalpenulisan menyapu Yunani. Menggunakan Socratessebagai salahsatu karakter dalam “Dialogues”-nya,Plato mengekspresikan kekhawatirannya mengenaiperubahan masyarakat yang diakibatkan olehpenulisan. Pertama, Plato percaya bahwa menulis ituberbahaya karena menulis bisa merusak ingatanmanusia. Kedua, karena gagasan penulis bisadisalahartikan oleh pembaca.
  • 16. Referensi“Man Jadda wa Jadda,” begitulah hikmah yangingin disampaikan oleh Negeri 5 Menara. Sangpenulis ingin mengajarkan bahwa bekerja kerasadalah salah satu kunci kehidupan. Lebih dari itu,orang yang bekerja keras selalu mendapatkansolusi atas permasalahan yang selalu dihadapinya.
  • 17. ContohDari kejadian sehari-hari, seringkali pesan-pesanpublikasi ternyata memiliki berbagai kendalapraktis, cara penulisan, kurangnya unsur pentingberita hingga nilai berita itu sendiri. Untukmendapatkan publikasi media, adalah memberieditor, dan reporter apa yang mereka inginkan:berita.
  • 18. ContohSuardi, temen saya yang hobi ngebut itu, nasibnyakini harus berakhir di rumah sakit. Sebuahkecelakaan yang menimpanya tadi malam, telahmembuat kakinya patah. Padahal, dari dulu sayasudah mengingatkannya untuk berkendara tidaklebih dari 40 Kilometer per jam saja. Namun, diatidak menggubris apa yang saya sampaikan.
  • 19. AnalogiSesosok hantu bergentayangan di dunia—hantuuang alam kehadiran elektronik imaterialnya, takmempunyai bentuk tak mempunyai rupa. Iamengendap-endap mengitari bola bumi siangmalam; ia tak kenal batas negara juga tak kenalmusim. Si liar aneh ini masih begitu barupenampilannya di penta bumi sehingga kita belummempunyai nama untuknya.
  • 20. AnalogiHidup ini bagaikan roda. Kadang di atas, tak jarangjuga di bawah. Siklus ini selalu berulang setiapwaktu, tidak mengenal siapa pun juga. Yang haruskita lakukan adalah bersiap diri untuk menghadapisiklus ini. Ketika di atas, kita tidak boleh sombongdan harus ingat bahwa kita ada di bawah. Ketikadi bawah, kita juga harus selalu terpacu untukbekerja keras.
  • 21. TestimoniPersentuhan dengan publik, membuatkonsekuensi lain yang ternyata semakinmeningkatkan motivasi untuk menulis. ”Ketikakarya puisi saya ditempel, dampaknya luar biasa,meskipun nilainya tidak ada apa-apanya, tapi itumenjadi semacam tonggak awal bagi saya untuksering nulis,” kata Muhtar.
  • 22. TestimoniMenulis adalah proses yang tidak cepat. Ketikakita mampu bersabar berkarya, orang pun akanmenghargainya. Seperti yang terjadi pada temansaya, Amin. “Saya butuh waktu 6 tahun untuktulisan saya dimuat di koran Kompas,” paparnya.Ketika itu terjadi, tulisannya sebulan sekalimenghiasi halaman koran terbesar di Indonesiatersebut. Honornya pun sudah lebih dari 1 jutaRupiah setiap pemuatan tulisannya.
  • 23. StatistikaKucuran anggaran yang masuk ke Papua juga tidaksedikit, melalui anggaran otonomi khusus, Papuaboleh jadi adalah provinsi yang memiliki anggaranterbesar. Rp 10 triliun diberikan dalam 2002 hingga2006. Rencananya, Rp 17 triliun lain dikucurkan kesana. Belum lagi dana APDB yang tahun 2007 sajamencacat angka Rp 5,371 triliun. Kekayaan dananggaran yang relative sangat besar itu belummampu menolong taraf hidup masyarakat Papua.Hampir 80 persen keluarga yang bermukim di Papuatergolong miskin, bahkan miskin absolut.
  • 24. StatistikaAngka siswa yang tertangkap basah menconteksetiap hari semakin banyak saja. Bila semester laluada 30 dari 360 siswa yang ketahuan mencontek.Semester ini jumlahnya meningkat hingga 120orang siswa yang ketahuan mencontek. Hal inimengindikasikan bahwa siswa tidak segan lagiuntuk mencontek. Bisa jadi, di masa yang akandatang, mencontek adalah hal yang lumrah terjadidi lingkungan sekolah.
  • 25. Lihat Dengar Rasa Sentuh BauKampung mungil Krraaak… Sepahit ampas Air yang hangat Udara segaritu dilingkungi kopi Pasir lembut dibukit-bukit. Bruugg... sela jemari Amis ikanPosisinya seperti Semanis gulasebuah cawan Tok... Tok... Tok... putih Hembusan angin Aroma cemararaksasa. Sawah yang membelaiberundak-undak Seasam mangga Seharum melatidi timur, diapit muda Renyahnya kulitdua bukit yang pecah yangtak terlalu tinggi terinjak
  • 26. Kenaikan harga BBM, Kenaikan BBM memancingmemancing naiknya harga kenaikan harga-harga. Salahbahan-bahan pokok. satu yang saya temui diUmumnya, kenaikan tukang gorengan. Menurutberkisar antara 10 – 30 Cecep, pedagang gorengan,persen. Di tingkat nasional dirinya menaikkan hargasaja, cabai naik dari 7 ribu dari Rp. 500 menjadi Rp.menjadi 8 ribu per 700. Sedangkan pedagangkilogramnya. Kenaikan ini lainnya, Asep, memilihjuga membuat jutaan orang memperkecil ukurannya.jatuh ke lubang kemiskinan. Pisang goreng, yang biasanya berukuran 5 Cm, menjadi 3 Cm.
  • 27. “...disebut juga Glocal, mengaplikasikanisu-isu di tingkat global ke dalam nilai-nilai di tingkat lokal...”
  • 28. Glocal Examples• Kenaikan harga BBM, berdampak pada harga dan ukuran gorengan• Karena biaya pendidikan mahal, masyarakat banyak yang menyelenggarakan Sekolah Rumah (Home Schooling)• Menjelang pengumuman SNMPTN, Masjid Salman ITB banyak dikunjungi lulusan SMA ketika waktu dhuha• Rini, karyawan Salman ITB, ingin Masjid Salman ITB seperti Masjid Nabawi, Madinah
  • 29. Air Sungai Kotor Orang GilaAirnya berwarna hitam pekat. Rambutnya gimbal dan panjangSaking pekatnya, dasar sungai hingga punggung. Kulitnyapun sudah tidak terlihat. Baunya berwarna cokelat kehitaman danseperti bau bangkai. Di beberapa dipenuhi oleh daki dan tanah.bagian sungai, sampah dan Mulutnya tertutup oleh kumisbangkai hewan menumpuk dan jenggot. Hidungnyamenjadi satu. Lalat hijau pun mengeluarkan ingus hinggaberterbangan di atasnya. menyebar di kumisnya. Saking pekatnya ingus di kumisnya, tak jarang lalat berwarna hijau pun hinggap di atasnya.
  • 30. • Positive Journalism• Journalism of Hope• Epiphanic Journalism• Peer Journalism Jurnalisme yang mengangkat kemuliaan (dignity) manusia, sekalipun manusia mengalami nasib yang tidak baik (fate).
  • 31. Kelaparan dan penyakit busung lapar alias honger odim (HO) menyusul terjadinyakekeringan parah mulai menghantui sebagian warga Kab. Indramayu. Terjadi krisisdaya beli yang hebat, terutama melanda masyarakat yang berada di kecamatan dandesa-desa terpencil. Berdasarkan pemantauan “PR”, Selasa (19/8), ancamankelaparan terlihat merata di kecamatan yang selama ini dilanda kekeringan parah.Terbentang dari Kec. Krangkeng di Indramayu Timur sampai Haurgeulis diIndramayu Barat.Di Krangkeng dan Karangampel, terutama di perbatasan dengan Indramayu-Cirebon, sebagian warga sudah tidak mampu lagi makan nasi. Terjadi krisis daya belihebat sehingga sebagian dari mereka terpaksa makan nasi atau sega aking. Merekayang terpaksa makan nasi aking ialah warga miskin atau prasejahtera. Merekasudah tidak mampu lagi membeli beras dan hanya mampu membeli nasi aking.Nasi aking mereka beli dengan harga Rp. 500,00/Kg. Nasi bekas yang dijemur ituditanak kembali untuk makan sehari-hari, itu pun hanya mampu dua kali sehari.Kondisi memprihatinkan itu jadi gambaran umum di warga Krangkeng danKarangampel terutama di desa-desa terpencil dekat pesisir pantai dan perbatasandengan Cirebon seperti melanda sekira 250 KK Blok Lebak Terate Ds. SingakertaKrangkeng. Warga sudah lebih sebulan ini terpaksa makan nasi aking dengan laukseadanya seperti ikan asin dan sambal.
  • 32. Adanya warga yang mulai makan nasi aking menjadi petunjuk telah terjadi krisisdaya beli hebat. Indramayu juga berada dalam ancaman kelaparan, hal inimerupakan alamat buruk bagi derajat gizi dan kesehatan masyarakat. Ribuan anak-anak balita di desa-desa terpencil itu terancam kelaparan dan kekurangan gizi.Ancaman kelaparan juga berpotensi munculnya penyakit busung lapar atau HO,penyakit yang pernah melanda Indramayu sekira tahun 1970.“Kami kesulitan beli beras, terpaksa makan sega aking. Hanya, bila ini berlarut-larut,bisa benar-benar kelaparan. Sega aking ini pertahanan terakhir kami, lalubagaimana dengan nasib anak-anak,” tutur warga Singakerta.Ancaman kelaparan dan penyakit busung lapar juga menghantui warga Indramayudi kecamatan lainnya. Setidaknya menghantui sekira 127 ribu KK warga prsejahterayang berada tersebar di 24 kecamatan di daerah yang terparah dilanda bencanakekeringan. “Ancaman kelaparan berpotensi terjadi pada warga prasejahtera. DiIndramayu jumlahnya 127 ribu KK. Kita berusaha menyediakan bantuan mengatasisituasi darurat ancaman kelaparan itu,” tutur Kabag Perekonomian, Drs. H. Tjastana.
  • 33. Krisis Daya BeliDari pemantauan di desa-desa terpencil, Indramayu tak lagi cuma rawan, tetapisudah benar-benar krisis daya beli. Warga prasejahtera sudah benar-benar takpunya uang, meski hanya sekedar untuk membeli beras murah (Raskin). Krisis dayabeli hebat juga melanda warga di Haurgeulis. Terutama di desa-desa terpencil yangmerupakan masyarakat sekitar wilayah hutan milik Perhutani setempat. Diantaranya melanda warga Ds. Situraja, Balaraja, Bantarwaru, Sanca, Gantar, dansekitarnya.Krisis daya beli itu menyusul kemarau panjang yang sudah berlangsung dalam limabulan terakhir. Di Haurgeulis, krisis daya beli terkait gagalnya areal pertanian didaerah setempat. Ditambah lagi sumber air satu-satunya di Haurgeulis, yakniWaduh Cipancuh sudah kering-kerontang hingga melumpuhkan sedikitnya 3.000 hasawah.“Jangankan beli lauk pauk, sekedar menebus Raskin saja sudah tidak bisa. Kamimakan sehari sekali, itu pun tanpa lauk-pauk. Sekedar ikan asin juga tidak sanggupbeli,” tutur akhmad (42) dan Kusen (45) warga Blok Sarkamal Ds. Situraja.
  • 34. Warga di Situraja dan sekitarnya sudah tidak memiliki kemampuan membeli. Kalauselama ini masih bisa makan, tidak lain karena berutang atau menggadaikanbarangnya. “Kalau sekarang bisa makan, itu karena gadai barang atau berutang. Kitasudah sangat kesulitan,” tutur mereka.Sementara itu, Bupati Indramayu H. Irianto M.S. Syafiuddin mulai melakukan“turba” (turun ke bawah) meninjau desa-desa yang dihantui kelaparan. Bahkan diSingakerta, Bupati Irianto memberi bantuan empat ton beras dan dua tangki airbersih.Informasi yang diperoleh “PR”, pemkab mulai mengalokasikan beras dan danabantuan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kelaparan. Bupati Iriantomeminta agar warga yang terancam kelaparan segera melapor ke kuwu atau camatagar bisa segera memperoleh bantuan.***
  • 35. Makan nasi aking bagi keluarga Kamali (43) adalah hal biasa. Bersama istrinya,Carimah (39) dan anak-anaknya Kamali menjalani hidup kekurangan. Membinakeluarga selama 11 tahun, Kabpaten Indramayu ini sudah terbiasa makan tidakenak, kalau diukur dengan selera masyarakat punya.Kamali berpenghasilan pas-pasan. Memasuki musim panen, dia bekerja menjadiburuh tani. Atau kala ada yang mengjaka, dia menjadi buruh bangunan sebagailaden. Jika tidak ada proyek, atau sedang tidak musim panen, Kamali menjadipengemudi becak. Penghasilannya paling banyak hanya Rp 20.000 sehari. Seringnyapaceklik penumpang.Di gubuknya yang hanya berdinding bilik, Carimah mengasuh kedua anaknya, Yanto(11) dan Sumiyati (6). Yanto duduk di bangku kelas 6, sedangkan adiknya baru kelas1 madrasah. Carimah pun tanpa pekerjaan. Mau menjadi pembantu rumah tangga,tentu di kampung miskin itu tidak ada rumah yang memerlukan pembantu. Carimahhanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan kadang-kadang membantutetangganya, membungkus kerupuk asin untuk dijajakan keliling kampung.“Suami tidak mengizinkan saya ke Arab, juga tidak mengizinkan saya jadi pembanturumah tangga ke Jakarta. Kasihan anak-anak. Biarlah kami hidup apa adanya, yangpenting anak-anak bisa sekolah. Maunya sih nyekolahin anak sampai jadi sarjana.Tapi karena keuangan sulit, sampai SMP saja saya sudah senang,” kata Carimah.
  • 36. Kamali memang tidak mau melepaskan istrinya menjadi tenaga kerja wanita keArab. Dia juga pernah memarahi calo TKI yang membujuk istrinya untuk bekerjameninggalkan suami dan anaknya. Tentu saja dia tidak mendapatkan penghasilanbesar selain dari pekerjaannya sebagai buruh.Pagi hari, Carimah mengantarkan suami menarik becak. Tak lama dia jugamenyiapkan sarapan buat kedua anaknya yang akan berangkat sekolah. Siang harianak-anaknya kembali ke gubuk reyot itu. Sore hari, kedua anaknya ke madrasah dikampung itu, tidak jauh dari rumah mereka.Sore hari, setelah tidak ada penumpang, Kamali kemudian berkeliling kota ke rumahmakan yang sudah dia kenal. Tentu saja bukan untuk makan-makan. Dia membelinasi sisa rumah makan tersebut. Selalu saja ada pelanggan yang tidakmenghabiskan nasinya.Oleh pegawai rumah makan itu, nasi tersebut tidak dibuang, tapi dimasukkan kekantong plastik. Nasi sisa, yang dalam bahasa setempat disebut nasi aking itu, dijualseharga Rp 750,- sekilonya. “Kalau yang tercampur banyak ikan dan sayurnya,harganya Cuma Rp 500. Tapi nanti susah dicucinya,” kata dia.Nasi aking memang adalah nasi bekas. Setelah dibeli, nasi itu kemudian dicucihingga bekas kuah dan lauk pauknya bisa dibersihkan. Setelah bersih, nasi itukemudian dijemur selama sehari. Setelah kering, nasi itu mengeras seperti kerasnyaberas. Kemudian nasi itu ditanak kembali, bak menanak beras menjadi nasi. Tugasbersih membersihkan nasi ini dilakukan berdua oleh Kamali dan Carimah.
  • 37. Sementara itu, di saat anak-anak mereka mengaji, Carimah pergi ke pasaruntuk berbelanja. Tidak seperti itu rumah tangga lain yang pergi ke pasarpagi hari, perempuan berkulit legam karena kepanasan ini berbelanja sorehari. Selain membantu kenalannya beres-beres lapak, dia juga membelibarang apkiran. “Saya beli sayur atau lauk yang sudah tidak dibeli orang,supaya harganya murah,” katanya.Menjelang maghrib, dia sudah kembali ke rumah. Maka dia pun menanaknasi aking, dan memasak sayur dan lauk apkiran tersebut. Yang paling dsukaisuaminya adalah sambal pedas, ditambah mentimun, dan ikan asin.Sedangkan anak-anaknya suka telur goreng, dan ceker ayam.Masakan rampung sebelum adzan maghrib. Sang suami mandi di kamarmandi kampung di ujung jalan belakang kampung. Selesai mandi, Kamalipergi ke masjid untuk shalat berjamaah, sekaligus menjemput keduaanaknya.Usai maghrib, mereka bertiga pulang ke gubuk itu. Di bawah lamputemaram, Carimah menggelar tikar, menyiapkan makanan: setumpuk nasiaking, satu telor ayam yang dibagi dua, dua pasang ceker ayam, sambal,mentimun, dan lalap sederhana lainnya.
  • 38. Mulailah mereka santap malam sambil bercengkrama. Kamali menanyakanbagaimana sekolah si sulung hari ini. Dia juga meminta Yanto untuk segeramengerjakan PR setelah shalat Isya. Setelah itu dia minta anak sulungnya untuksegera tidur, dan tidak terlalu larut, supaya besok bisa sekolah. Bunyi gemerutukgigi si bungsu jelas terdengar ketika dia mengunyah ceker ayam. Kemudian tangan-tangan kecil itu meraup nasi aking. Sedangkan Kamali tampak keluar keringat,karena rasa sambal pedas yang menendang. Carimah hanya senyum-senyummelihat tingkah laku ketiga buah hatinya.Usai makan Kamali dan Carimah membantu membimbing anak-anaknyamengerjakan PR sekolah. Jam 21.00 Yanto dan Sumiyati sudah tidak terdengar lagitawanya. Keduanya lelap. Tak lama suami istri itu pun memejamkan matanya,setelah kenyang makan nasi aking. Kurang gizi memang, tapi makanan tak bergizi itumampu menopang kemesraan keluarga.***
  • 39. Inspirative Journalism• Bad news is news, good news is the best• Tidak mengeksploitasi kelemahan, akan tetapi mengungkapkan kekuatan di balik kelemahan• Mengaitkan informasi apa pun dengan kepentingan manusia• Secara halus, mendorong penulisnya untuk memaparkan solusi dan membuat pembacanya untuk bergerak menawarkan bantuan.
  • 40. More ExamplesConventional Inspiring• Garuda Jatuh, 20 • Garuda Jatuh, 115 Penumpang Hangus Penumpang Selamat• Mak Ratmi, Kurus Kering • Keluarga Utuh Kendati Karena Nasi Aking Makan Nasi Aking• Aids Mencuri Sebagian • Tetap Berkarya Bersama Hidupnya Aids• Bobotoh Persib Menjebol • Bobotoh Persib Bisa Benteng Stadion Dipersuasi• Ruang Kelas Bocor, Belajar • Beratap Langit Pun Tak Siswa Terganggu Mematahkan Semangad Mereka Belajar
  • 41. Journalistic JournalDiurna
  • 42. Media Massa
  • 43. Perbedaan Produk JurnalistikNews Views• Faktual (berdasarkan • Fakta hanya dipilih fakta) untuk memperkuat• Objektif pandangan penulis• Umumnya • Subjektif menyampaikan • Umumnya peristiwa menyampaikan pendapat tentang sesuatu hal
  • 44. How WhatWhy WhoWhere When
  • 45. 5W+1H So What NEWS
  • 46. Bagaimana caramengumpulkan informasi?
  • 47. WawancaraObservasi Pustaka Reportase
  • 48. • Terjun ke lapangan langsung.• Melakukan proses pengamatan dengan memfungsikan panca-inderanya guna mendeskripsikan suasana• Catat hal-hal yang dilihat, didengar, disentuh, dicium, dan dikecap• Deskripsi: – Ruang: panjang, lebar, tinggi, volume – Waktu: kini, kemarin, yang akan datang – Warna, Rasa, Bau
  • 49. • Melakukan riset dengan menelaah data pustaka: buku, data publik, dokumentasi, bahan online, makalah, pidato, dan lain sebagainya.• Dilakukan sebelum dan setelah observasi dan wawancara. Umumnya sebagai pelengkap kegiatan observasi dan wawancara.• Data pustaka umumnya menjadi rujukan utama untuk tulisan pelengkap.• Cantumkan sumber pustaka.
  • 50. • Melakukan percakapan dengan orang-orang yang memiliki kewenangan pada informasi tertentu.• Tujuannya adalah mengumpulkan data, fakta, dan pendapat nara sumber.• Kuncinya adalah kepercayaan dan empati.
  • 51. Narsum 4Narsum 3Narsum 2Narsum 1
  • 52. Persiapan Wawancara• Menyiapkan peralatan: recorder, buku catatan, ballpoint, termasuk cadangannya• Menyiapkan daftar pertanyaan: pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup, kapan itu akan ditanyakan• Melakukan riset tentang tema wawancara• Melakukan riset tentang narasumber• Menghubungi narasumber untuk menentukan hari, waktu, dan tempat wawancara
  • 53. Pelaksanaan Wawancara• Menggunakan pakaian yang rapih dan santun.• Hadir tepat waktu di tempat yang telah disepakati• Memperkenalkan diri, asal, dan tujuan wawancara kepada nara sumber.• Memulai percakapan dengan narasumber. Catat hal-hal penting yang disampaikan narasumber.• Ingatkan narasumber bila wawancara sudah berlangsung.• Jangan tulis atau rekam bila narasumber meminta pemaparannya “off the record”• Bersikap empati
  • 54. Setelah Wawancara Evaluasi hasil wawancara Pelihara hubungan baik dengan narasumber Segera menyusun cerita dari wawancara
  • 55. Mendung menggelayut pekat di atas kota Bandung. Sore itu, Mukti Muktimenggaungkan dendangnya di kafe Gedung Indonesia Menggugat (GIM)Bandung. Im Books, sebuah toko buku di GIM, tengah merayakan ulangtahunnya yang pertama. Sekitar 20 orang undangan hanyut mendengarkannyanyian Mukti.Begitu juga dengan Budi Pramono (25). Dia duduk di samping kananpanggung menyaksikan pertunjukan musik akustik sore itu.Ada yang membedakan Budi Pramono dari undangan lainnya. Keduatangannya tidak bisa bergerak bebas. Jari-jarinya terkuncup kaku.Persendian di sikunya membentuk sudut sekitar 60 derajat dan tidak bisadiluruskan.Begitu pun dengan kakinya. Persendian di lututnya membentuk sudutsekitar 120 derajat dan tidak bisa diluruskan. Bila berjalan, tampak pincang.Perbedaan ini juga melanda organ di kepalanya. Nafasnya tersenggol-senggol untuk bicara. Untuk menyampaikan sebuah kalimat berisi 5-7 katapun, butuh usaha yang besar. Beberapa kali saya harus mendekatkantelinga saya ke mulutnya. Hal ini saya lakukan agar mampu menangkap apayang Budi sampaikan.
  • 56. Kebetulan di dekatnya ada Sinta Ridwan, sastrawan sekaligus penelitinaskah kuno. “Om Yudha, kenalkan, ini Budi. Sastrawan, lho,” sahut Sintakepada saya. Saat itu, Budi memang sedang memperlihatkan puisi-puisinyakepada Sinta. Puisinya berhasil masuk dalam buku Wirid Angin, kumpulanpuisi Majelis Sastra Bandung. Ada tiga puisi jumlahnya.Saya dan Sinta bersama-sama langsung membaca puisi Budi. Kami berduaterenyuh sekaligus terpesona. Kata-katanya begitu merdeka dan positif.Pilihan katanya tepat dan mengesankan.Budi kemudian menyodorkan kartu namanya kepada saya. Sebuah kartunama berwarna biru-putih dengan nama Muhammad Budi Pramono, sangpemiliknya. Di sudut kirinya tertera logo bertuliskan Bilic. Bilic sendirisingkatan dari Bandung Independent Living Center, merupakan lembaganon-pemerintah yang mendorong kemandirian orang-orang berkebutuhankhusus. ***
  • 57. Mobile Number: 081573013026Facebook: facebook.com/yudhaps Email: yudha@salmanitb.com Blog: myudhaps.wordpress.com

×