UPAYA PENINGKATAN IMTAQ MELALUI KARTU PEMANTAUAN  IBADAH SISWA (KAPEIBWA) PADA SISWA KELAS V SDN 01    JOSENAN KOTA MADIUN...
KATA PENGANTAR                        ‫ب سم اهلل ال رحمن ال رح يم‬       Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan...
BAB I                              PENDAHULUANA.   Latar Belakang Masalah             Keimanan merupakan salah satu aspek ...
setiap individu yang mengaku dirinya muslim harus mampu baca Al-Qur‟andengan baik dan benar. Kalau tidak, maka ia berdosa....
pembiasaan bukanlah suatu hal         yang baru dalam dunia pendidikan.     Rasulullah dan juga para ulama‟ terdahulu juga...
a.   Peneliti merancang kartu pemantauan ibadah siswa kelas V SDN                 01 Josenan madiun.            b.   Penel...
2. Merupakan sarana untuk menerapkan pengetahuan dan ketrampilan      yang di perolehnya serta untuk meningkatkan keimanan...
d. Bagi Sekolah   1. Memberikan informasi kepada pihak sekolah tentang adanya program      pemantauan ibadah siswa / KAPEI...
BAB II                            KAJIAN PUSTAKAA. Tinjauan Tentang Iman  1.   Pengertian Iman               Iman menurut ...
sampai bayangan seseorang sama dengan tingginya sementara waktu   Ashar belum masuk, sedangkan waktu Ashar hingga matahari...
Akidah Islam atau iman mengikat seorang muslim, sehingga ia       terikat dengan segala aturan hukum yang datang dari Isla...
yang diharamkan Allah, dan menunaikan apa-apa yang diwajibkan olehAllah           (http://unyuniia.wordpress.com/2012/04/2...
2. Iman dan taqwa serta hubungan antara keduanya              Iman dan taqwa adalah dua unsur pokok bagi pemeluk agama.   ...
kegagalan. Dalam situasi ini tidak akan terjadi keputusasaan sebab sifat iman   yang sebenarnya berperan menumbuhkan sifat...
a.   Anak sering diajak untuk mengikuti langsung bagaimana tata cara     sholat yang dikerjakan oleh orang tua, misal di m...
membawa keberuntungan baginya dalam urusan dunia maupun     agama. Baik itu ibadah, adab, tutur kata, sopan santun, rutini...
j.       Pemberian hukuman metode pemberian sanksi baru digunakan             apabila   seluruh   metode   mengalami     k...
kecerdasan spiritual (SQ) yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaankepada Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu kecerd...
sholat maka guru juga harus mempraktikkan dengan mengajak anak sholatberjamaah di sekolah jadi ilmu yang diajarkan benar-b...
BAB III                          METODE PENELITIANA. Tempat dan Waktu Penelitian   1. Tempat Penelitian           Peneliti...
B. Subyek Penelitian        Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN 01 Josenan Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 30...
Pada dasarnya, penelitian tindakan kelas meneliti masalah yangbersumber dari kelas, sedang penelitian tindakan sekolah men...
Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam dua siklus,yang dimana tiap siklus ada dua kali pertemuan. Adapun pe...
pelaksanaan tindakan agar dapat dievaluasi dan dijadikan landasan       melakukan refleksi. Tahap Refleksi              Me...
1. Persiapan Tindakan                  Persiapan tindakan pada siklus kedua sama seperti pada          persiapan tindakan ...
Mengikuti sholat lima                                   Diamati melalui waktu sesuai waktunya                             ...
Mengikuti sholat lima                                         95%waktu sesuai waktunya                                    ...
menjalankan ibadah sholat lima waktu dan membaca al-qur‟an atau tidak,   hasilnya bisa dilihat pada absensi dan jumlah tan...
reduksi data dengan kalimat atau bahasa peneliti sehingga data mudah               dipahami.            3. Verifikasi Data...
DAFTAR PUSTAKAAry Ginanjar Agustian. 2002. Rahasia Kesuksesan Membangun Kecerdasan Emosi        dan Spiritual. Jakarta: Ar...
http://tafany.wordpress.com/2009/04/01/iman-takwa/ diakses tanggal 28 Desember        2012 pukul 17.02 WIB).http://miss-se...
Lampiran 1                  KARTU PEMANTAUAN IBADAH SISWA SDN 01 JOSENAN KEC. TAMAN KAB. MADIUNNama :Kelas :              ...
7.8.9.10.11.12.13.14.15.16.17.18.19.20.
21.22.23.24.25.26.27.28.29.30.
Lampiran 2Penilaian Afektif                                              Aspek                           Antusias dalam   ...
10.11.12.13.14.15.16.17.18.19.20.21.22.23.24.25.26.27.
28.29.30.
Lampiran 3             Daftar Perkembangan Kartu Pemantauan Ibadah Siswa                          Kelas V SDN 01 JosenanNo...
24.   Riyandini25.   Wimsa26.   Selpa27.   Yusri28.   Zani29.   Zahra30    Lala
Lampiran 4                        Daftar Hadir Wali MuridHari, Tanggal:                                                   ...
22.23.24.25.26.27.28.29.30.
Lampiran 5.Jadwal pertemuan wali murid untuk pengevaluasi programEvaluasi Pertama: Sabtu, 31 Maret 2012Evaluasi Kedua :Sab...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Proposal ema

1,944

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,944
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Proposal ema

  1. 1. UPAYA PENINGKATAN IMTAQ MELALUI KARTU PEMANTAUAN IBADAH SISWA (KAPEIBWA) PADA SISWA KELAS V SDN 01 JOSENAN KOTA MADIUN TAHUN AJARAN 2012/2013 PROPOSAL Disusun oleh : EMA SMEDYAH PUTRI 09141063 PGSD/ 7B PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI MADIUN 2012
  2. 2. KATA PENGANTAR ‫ب سم اهلل ال رحمن ال رح يم‬ Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufikserta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini denganjudul “Peningkatan IMTAQ Melalui kartu Pemantauan Ibadah Siswa(KAPEIBWA) pada Siswa Kelas V Sdn 01 Josenan Kota Madiun TahunAjaran 2012/2013. ” Proposal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis khususnya danmahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar serta pembaca pada umumnyauntuk menanamkan sikap tertib dalam menjalankan ibadah sholat lima waktudan membaca Al-Qur‟an pada peserta didik. Proposal ini dapat terselesaikan karena adanya bantuan dari berbagaipihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang dalam dan tuluskepada semua pihak yang telah membantu khususnya kepada :1. Bapak Drs. Edy Siswanto, M.Pd selaku Dosen mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas IKIP PGRI Madiun.2. Bapak Suprijadi, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 01 Josenan Kecamatan Taman Kabupaten Madiun.3. Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak membantu dan memberikan dorongan dalam penyusunan proposal ini. Proposal ini tentu masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis sangatmengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaanproposal ini. Akhirnya semoga Allah SWT memberikan rahmat, taufik danhidayah-Nya serta memberikan maaf atas segala kesalahan penulis dansemoga proposal ini ada guna dan manfaatnya bagi penulis khususnya danpembaca umumnya. Amiin Madiun, Desember 2012 Penulis
  3. 3. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Keimanan merupakan salah satu aspek ajaran Islam yang memegang peranan penting. Karena disamping mendasari seluruh ajaran Islam lainnya, keimanan juga menjadi sumber bagi timbulnya akhlak mulia. Iman yang mantap selanjutnya meghasilkan ketaqwaan sehingga timbullah istilah imtq. Dan imtaq inilah yag selanjutnya mendasari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).Keimanan dapat diibaratkan dengan sebuah bangunan, keimanan adalah pondasi yang menopang segala sesuatu yang berada diatasnya, kokoh tidaknya bangunan itu sangat tergantung pada kuat tidaknya pondasi tersebut.. Meskipun demikian, keimanan saja tidak cukup. Keimanan harus diwujudkan dengan amal perbuatan yang baik, yang sesuai dengan ajaran agama yang kita anut. Dalam pokok ajaran Islam ada tiga macam yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Iman yang benar berarti mengikrarkan dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan beramal dengan anggota badan. Ibadah yang benar adalah buah dari keimanan yang benar. Ibadah merupakan kewajiban utama manusia terhadap Allah SWT. Salah satunya adalah ibadah shalat. Shalat adalah suatu peribadatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Begitu pentingnya perintah shalat untuk umat Islam, hingga Allah memerintahkan kepada Rasullallah pada saat beliau Mi‟raj ke Sidrotul Muntaha. Disana baginda Rasullullah SAW mendapat perintah langsung untuk mengerjakan shalat. Shalat merupakan tiang agama, shalat juga adalah amalan pertama yang akan dihisab setelah kita meninggalkan. Sedangkan membaca Al-Qur‟an merupakan ibadah yang paling utama dan dicintai Allah. Hukum membaca Al-Qur‟an adalah wajib ‘ain. Maknanya,
  4. 4. setiap individu yang mengaku dirinya muslim harus mampu baca Al-Qur‟andengan baik dan benar. Kalau tidak, maka ia berdosa. Banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi karena kurangnyarasa keimanan dan ketaqwaan seseorang. Dalam Al-Qur‟an dan hadits NabiSAW dinyatakan bahwa agama (tauhid/keimanan kepada Allah SWT)merupakan suatu fitrah atau potensi dasar manusia (anak). Sedangkan tugaspendidik adalah mengembangkan dan membantu tumbuh kembangnya fitrahtersebut pada manusia (anak). Peran sekolah baiknya menanamkan kebiasaanberdisiplin dalam beribadah contohnya sholat wajib lima waktu di manapunsiswa berada dan membaca al-qur‟an. Program ini sebagai cara mengajarkankedisiplinan beribadah siswa. Banyak manfaat yang diperoleh sepertimenjauhkan diri dari perilaku yang keji dan munkar dan juga mendekatkandiri pada sang pencipta. Kondisi perilaku siswa saat ini memang masih jauh dari yangdiharapkan. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga yangmnyelenggarakan proses pendidikan perlu menerapkan strategi langkahkonkret untuk meningkatkan iman dan taqwa di kalangan pelajarberdasarkan pertimbangan efektifitas, efisiensi dan kebijakan lainnya.Sebagaimana pepatah mengatakan: “Tegak rumah karena budi, runtuh sendirumah binasa. Tegak bangsa karena budi, rusak budi, rusak budi bangsabinasa.” Saat ini keimanan dan ketakwaan telah dianggap sebagai hal yangbiasa, oleh masyarakat umum, bahkan ada yang tidak mengetahui samasekali arti yang sebenarnya dari keimanan dan ketakwaan itu, hal inidikarenakan manusia selalu menganggap remeh tentang hal itu danmengartikan keimanan itu hanya sebagai arti bahasa, tidak mencari maknayang sebenarnya dari arti bahasa itu dan membiarkan hal tersebut berjalanbegitu saja. Sebagai seorang yang memiliki tugas mencerdaskan anak bangsa,dalan hal IPTEK maupun IMTAQ. Guru berusaha mendidik danmembiasakan pada siswa untuk shalat lima waktu dan membaca Al-Qur‟ansecara rutin melalui Kartu Pemantauan Ibadah Siswa. Sebenarnya
  5. 5. pembiasaan bukanlah suatu hal yang baru dalam dunia pendidikan. Rasulullah dan juga para ulama‟ terdahulu juga menggunakan pembiasaan sebagai salah satu teknik untuk mendidik. Untuk itu pembiasaan perlu diterapkan dalam pendidikan modern. Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa alasan mengapa peneliti melakukan penelitian di SDN 01 Josenan, bahwa berdasarkan observasi dan informasi, sebuah fakta bahwa siswa kelas 5 di SDN 01 Josenan banyak yang kurang antusias dalam menjalankan sholat di sekolah dan juga siswa kesulitan dalam membaca Al-qur‟an. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dari diri siswa sendiri ataupun dari pihak keluarga tentang pentingnya beribadah khususnya shalat dan membaca al-qur‟an. Diliat dari musholanya sendiri, letak dari mushola itu terlalu jauh kurang lebih ada 1/2 km dalam menjangkau mushola dan mushola bukan milik sekolah sendiri tetapi milik warga masyarakat setempat. Diharapkan dengan adanya program kartu Pemantauan Ibadah Siswa / KAPEIBWA, siswa SDN 01 Josenan terbiasa menjalankan sholat wajib lima waktu dan rajin membaca Al-Qur‟an yang dapat menumbuhkan sikap tertib menjalankan ibadah.B. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah 1. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang, fokus penelitian dijabarkan sebagai berikut: a. Bagaimana pelaksanaan IMTAQ Melalui kartu Pemantauan Ibadah Siswa (KAPEIBWA) pada Siswa Kelas V SDN 01 Josenan Kota Madiun Tahun Ajaran 2012/2013? b. Apakah melalui KAPEIBWA dapat meningkatkan IMTAQ Siswa Kelas V SDN 01 Josenan Kota Madiun Tahun Ajaran 2012/2013? 2. Pemecahan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah dapat diturunkan pemecahan masalah :
  6. 6. a. Peneliti merancang kartu pemantauan ibadah siswa kelas V SDN 01 Josenan madiun. b. Peneliti mengadakan pertemuan dengan wali murid tentang adanya program KAPEIBWA supaya wali murid bisa ikut andil dalam penelitian ini. c. Guru membagikan KAPEIBWA kepada siswa kelas V SDN 01 Josenan Madiun setiap hari Senin dan Sabtu untuk pengumpulannya yang telah di tanda tangani oleh wali murid. d. Guru melakukan pemantauan selama program berlangsung. e. Guru melakukan refleksi jika program tersebut urang maksimal.C. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan IMTAQ Melalui kartu Pemantauan Ibadah Siswa (KAPEIBWA) pada Siswa Kelas V Sdn 01 Josenan Kota Madiun Tahun Ajaran 2012/2013. 2. Untuk mengetahui apakah dengan KAPEIBWA dapat meningkatkan IMTAQ Siswa Kelas V Sdn 01 Josenan Kota Madiun Tahun Ajaran 2012/2013.D. Kegunaan Penelitian Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan hasilnya mempunyai kegunaan antara lain sebagai berikut : a. Bagi Peneliti 1. Merupakan modal bagi peneliti sebagai calon guru untuk dijadikan referensi program yang dapat diterapkan disekolah dalam rangka mendisiplinkan ibadah siswa.
  7. 7. 2. Merupakan sarana untuk menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang di perolehnya serta untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan . 3. Dapat membangun kerjasama yang baik antara guru dan wali murid. 4. Menumbuhkan kesadaran pentingnya kegiatan kerohanian saat berada dilingkungan manapun. 5. Merupakan program untuk mengakumulasikan pengalaman belajar dalam menghadapi suatu masalah secara nyata, khususnya dalam pemecahan masalah dalam kedisiplinan beribadah. 6. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk melakukan penelitian sejenis.b. Bagi Guru 1. Sebagai langkah awal bagi guru untuk mengetahui peranan KAPEIBWA dalam peningkatkan IMTAQ Siswa Kelas V SDN 01 Josenan Kota Madiun Tahun Ajaran 2012/2013 2. Sebagai bahan masukan dalam menentukan program yang tepat serta dalam upaya meningkatkan kedisiplinan sholat lima waktu dan membaca al-qur‟an khususnya serta kedisiplinan beribadah pada umumnya. 3. Dapat meningkatkan profesionalisme, menggugah guru untuk membangkitkan kesadaran berpikir siswa bahwa menjalankan sholat lima waktu dan membaca al-qur‟an merupakan bagian wajib dari ibadah.c. Bagi Siswa 1. Melalui pembelajaran dalam penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan ketertiban ibadah siswa. 2. Melalui pembelajaran dalam penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan amal shaleh dan menjauhkan dari hal-hal yang buruk. 3. Dapat meningkatkan kreativitas berpikir siswa, sehingga siswa lebih kritis menanggapi suatu persoalan khususnya dalam bidang keagamaan.
  8. 8. d. Bagi Sekolah 1. Memberikan informasi kepada pihak sekolah tentang adanya program pemantauan ibadah siswa / KAPEIBWA , sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan program sekolah pada periode selanjutnya. 2. Meskipun tidak secara langsung, akan tetapi siswa yang rajin dalam melaksanakan shalat, menciptakan lingkungan sekolah yang Islami. Karena memiliki siswa-siswa yang bertaqwa dan rajin beribadah yakni shalat. Maka dapat dipastikan berkurangnya siswa yang melanggar aturan sekolah.
  9. 9. BAB II KAJIAN PUSTAKAA. Tinjauan Tentang Iman 1. Pengertian Iman Iman menurut bahasa adalah percaya atau yakin, keimanan berarti kepercayaan atau keyakinan. Rassulullah SAW besabda: “Iman ialah Engkau percaya kepada Alah, percaya kepada malaikat-malaikatnya, percaya kepada kitab-kitab Allah, percaya kepada Rasul Allah, percaya pada hari akhir dan ketetapan Allah, baik dan buruk datang dari Allah”(A.Wahib Mu‟thi, 1998: 1). Dalam hadits diriwayatkan Ibnu Majah Atthabrani, iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Immaanu „aqdun bil qalbi waigraarun billisaani wa‟amalun bil arkaan). Imam Ahmad bin Hanbal mendefinisikannya dgn “Qaulun wa amalun wa niyyatun wa tamassukun bis Sunnah.” Yakni Ucapan diiringi dgn ketulusan niat dan dilandasi dgn berpegang teguh kepada Sunnah . Kata iman sangat berkaitan dengan kata mukmin. Menurut Moh.Manyur (1996: 3) secara harafiah mukmin berasal dari bahasa arab yang berakar pada kata aman, ayu‟minu, imanan, mukminun yang artinya orang yang percaya atau yang membenarkan, sedangkan menurut istilah mukmin adalah orang yang percaya rukun iman dan mengatakan arti mukmin secara sederhana adalah orang yang percaya kepada seluruh rukun iman serta terkait dengannya. Shalat secara bahasa maknanya adalah doa. Dinamakan demikian karena ibadah tersebut mencakup doa-doa didalamnya. Allah telah mewajibkan lima waktu sholat dalam sehari semalam: Shubuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya‟. Waktu sholat Zhuhur ketika matahari condong
  10. 10. sampai bayangan seseorang sama dengan tingginya sementara waktu Ashar belum masuk, sedangkan waktu Ashar hingga matahari belum menguning (di ufuk barat), waktu sholat Magrib adalah hingga hilangnya awan merah di ufuk barat, waktu sholat Isya‟ adalah sampai setengah malam yang pertengahan, dan waktu sholat Shubuh adalah dari terbitnya fajar hingga matahari belum terbit (Diriwayatkan dari „Abdullah bin „Amr). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.2. Wujud Iman Akidah Islam dalam al-Qur‟an disebut iman. Iman bukan hanya berarti percaya, melainkan keyakinan yang mendorong seorang muslim untuk berbuat. Oleh karena itu rung lingkup iman sangat luas, bahkan yang mencakup segala sesuatu yang dilakukan seorang muslim disebut amal saleh. Seseorang dinyatakan iman bukan hanya percaya terhadap sesuatu, melainkan kepercayaan itu mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan (http://miss- seliosa.blogspot.com/2012/03/wujud-iman.html diakses 27 desember pukul 16.04 WIB). Karena itu iman bukan hanya dipercayai atau diucapkan, melainkan menyatu secara utuh dalam diri seseorang yang dibuktikan dalam perbuatannya. Akidah Islam adalah bagian yang paling pokok dalam agama Islam. Ia merupakan keyakinan yang menjadi dasar dari segala sesuatu tindakan atau amal. Seseorang dipandang sebagai muslim atau bukan muslim tergantung pada akidahnya. Apabila ia berakidah Islam, maka segala sesuatu yang dilakukannya akan bernilai sebagai amaliah seorang muslim atau amal saleh. Apabila tidak beraqidah, maka segala amalnya tidak memiliki arti apa-apa, kendatipun perbuatan yang dilakukan bernilai dalam pendengaran manusia.
  11. 11. Akidah Islam atau iman mengikat seorang muslim, sehingga ia terikat dengan segala aturan hukum yang datang dari Islam. Oleh karena itu menjadi seorang muslim berarti meyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam. Seluruh hidupnya didasarkan pada ajaran Islam. Wujud Iman menurut Hasan Al-Bana dalam di antaranya: a. Ilahiyah yaitu Hubungan dengan Allah. b. Nubuwwah yaitu Kaitan dengan Nabi, Rasul, kitab, dan mukjizat. c. Ruhaniyah yaitu Kaitan dengan alam metafisik; Malaikat, Jin, Syetan, Ruh. d. Sam‟iyah yaitu Segala sesuatu yang bisa diketahui melalui sam‟i.B. Tinjauan Tentang Taqwa 1. Pengertian Taqwa Kata taqwa ( ) dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja ( ) yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung. Imam Al Ashfahani menyatakan: Taqwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasatakut juga dinamakan taqwa (http://tafany.wordpress.com/2009/04/01/iman-takwa/ diakses tanggal 28 Desember 2012 pukul 17.02 WIB). Dalam sebuah hadits pengertian tentang taqwa diterjemahkan bahwa “Taqwa adalah menjauhkan diri dari sesuatu yang mengakibatkan siksa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya” (Moh. Mansyur, 1996:252). Sedangkan taqwa memiliki deskripsi meliputi sebagai rasa takut dan tunduk kepada allah dengan ilmu dan amal, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya dengan mengindahkan tuntunan pemimpin (KE-PSM-AN, 2003:28). Al- Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa taqwa adalah takut dan menghindari apa
  12. 12. yang diharamkan Allah, dan menunaikan apa-apa yang diwajibkan olehAllah (http://unyuniia.wordpress.com/2012/04/26/keimanan-dan-ketakwaan/Kalender Islam diakses tanggal 26 Desember 2012 pukul 12.09WIB). Pengertian taqwa mencakup banyak hal yang susah dihitungbanyaknya. Pengertian taqwa sangat erat kaitannya dengan amal salih, dankeduanya tidak bisa dipisahkan dengan ibadah. Semuanya berpangkal dariadanya keimanan/ akidah. Lahirnya amal salih itu sebagai realisasi adanyasikap dan rasa menjaga diri dari siksa dan adanya rasa tunduk kepadakeagungan Allah yang di ibadahi. Sikap dan rasa menjaga diri itubersemayamnya dalam hati. Realisasi dari taqwa adalah berupa ibadahatau amal salih, tampak diluar secara lahir. Taqwa merupakan tindak lanjutatau follow up dari keimanan yang tertanam dalam hati. (Moh. Mansyur,1996: 253). Macam tingkatan taqwa ada 3 yaitu, taqwa dari syirik danbid‟ah, taqwa dari permusuhan dan durhaka kepada Allah, Taqwa untuksetia kepada Allah semata (KE-PSM-AN, 2003: 28). Sedangkan banyak sekali tanda orang yang bertaqwa yaituBeriman kepada ALLAH dan yang ghaib(QS. 2:2-3), Sholat, zakat,puasa(QS. 2:3, 177 dan 183), Infak disaat lapang dan sempit(QS. 3:133-134), Menahan amarah dan memaafkan orang lain(QS. 3: 134), Takutpada ALLAH(QS. 5:28), Menepati janji (QS. 9:4), Berlaku lurus padamusuh ketika mereka pun melakkukan hal yang sama(QS. 9:7), Bersabardan menjadi pendukung kebenaran (QS. 3:146), Tidak meminta ijin untuktidak ikut berjihad (QS. 9:44), Berdakwah agar terbebas dari dosa ahlimaksiat (QS. 6:69) (http://tafany.wordpress.com/2009/04/01/iman-takwa/diakses tanggal 26 Desember 2012 pukul 14.06 WIB) Jadi taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yangdiwujudkan dalam pengamalan ajaran agama Islam secara utuh dankonsisten ( istiqomah ).
  13. 13. 2. Iman dan taqwa serta hubungan antara keduanya Iman dan taqwa adalah dua unsur pokok bagi pemeluk agama. Keduanya merupakan elemen yang penting dalam kehidupan makhluk manusia dan sangat erat hubungannya dalam menentukan nasib hidupnya. Taqwa derajatnya lebih tinggi daripada iman, taqwa adalah keimanan yang sudah memberikan hasil. Taqwa dikatakan sebagai hasil dari keimanan. Dikatakan dalam sebuah hadits: “Iman itu, masih tidak berbusana”, dan busananya adalah taqwa.” (Moh. Mansyur, 1996:243). Jadi orang yang bertaqwa berarti ia telah beriman. Namun tidak setiap orang beriman itu bertaqwa. Oleh karena itu, orang yang beriman masih diperintahkan untuk bertaqwa.C. Peranan Iman dalam membentuk amal ketaqwaan Manusia adalah makhluk yang membutuhkan keselamatan, bukan untuk sekedar beberapa tahun, namun untuk selama-lamanya. Keselamatan dalam artian ini adalah kebahagiaan didunia dan di alam baka. Faedah beriman kepada Allah meliputi tercapainya tauhid kepada Allah yang murni, timbul rasa kagum dan mengagungkan Allah, tercapainya pengabdian dan ibadah hanya kepada Allah sajam (Moh. Mansyur, 1996: 260). Dalam hal ini dibutuhkan peranan iman berupa menciptakan tekat berbuat baik bersama-sama peranan iman yang lain yang berfungsi secara integral. Keberhasilan keselamatan manusia tidak berkat usaha sendiri, namun masih tergantung dengan lainnya, karena realitasnya dia sebagai suatu titik yang kecil terletak dalam suatu kosmos yang maha besar dan tidak terhingga. Bahkan dalam kemerdekaannya dia masih terikat. Oleh karena itu dia membutuhkan dukungan sesamanya dan dukungan lingkungan. Tetapi ternyata tidak semuanya mendukung, bahkan menjadi penghambat karena masing-masing mempunyai keinginan dan kemampuan yang berbeda. Peranan iman berupa tumbuhnya keteguhan pendirian dan kekuatan pengendalian hawa nafsu mutlak dibutuhkan. Sudah barang tentu tidak semua keselamatan berhasil dengan memuaskan bahka sering terjadi
  14. 14. kegagalan. Dalam situasi ini tidak akan terjadi keputusasaan sebab sifat iman yang sebenarnya berperan menumbuhkan sifat tawakkal. Baik berhasil maupun gagal tetap bersyukur sebab iman yang sesungguhnya menumbuhkan rasa cinta dan bahagia dalam situasi apapun. Demikian gambaran peranan iman yang mampu menumbuhkan ketaqwaan yang didambakan oleh kejayaan bangasa dan negara.D. Tinjauan Tentang Kartu Pemantauan Ibadah Siswa 1. Tertib Menjalankan Ibadah Sholat dan Membaca Al-qur’an Anak merupakan tanggung jawab kedua orangtua, karena anak merupakan amanat Allah SWT. Di sisi lain orangtua yang tidak mampu mendidik anaknya secara menyeluruh, akan melimpahkan sebagian tanggung sebagai pendidik. Sebagai pendidik harus melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan baik dan hati-hati. Sesungguhnya dalam Islam pendidikan terhadap anak sangatlah lengkap, maka apabila pendidikan diberikan dengan sebaik-baiknya (sesuai dengan ajaran Islam), tentu akan tercapai apa yang diharapkan oleh setiap orang tua yakni mempunyai anak yang shalih dan shalihah. Selain itu perlu adanya dorongan dan pemantauan dari pihak keluarga siswa supaya anaknya memiliki perkembangan yang baik sesuai yang diharapkan. Dengan adanya kartu pemantauan ibadah siswa, maka siswa juga lebih antusian dan tertib dalam beribadah. Kartu Pemantauan Ibadah Siswa adalah Kartu yang dibuat untuk melihat suatu tindakan yang dilakukan secara terus menerus dalam waktu yang lama akan membekas pada diri seseorang dan menjadi kepribadian tertentu. Orang tua adalah contoh yang paling diteladani oleh anak dalam hal apapun termasuk ibadah. Anak menghabiskan kebanyakan waktunya berada dirumah. Apabila orangtua membiasakan tertib beribadah di rumah maka anak juga akan menirukan kebiasaan tersebut. Apabila anak sulit untuk diajak menjalankan ibadah sholat dan membaca al-qur‟an maka hal yang dapat dilakukan :
  15. 15. a. Anak sering diajak untuk mengikuti langsung bagaimana tata cara sholat yang dikerjakan oleh orang tua, misal di masjid apabila takut membuat gaduh, maka orang tua memberikan contoh sholat berjama‟ah di rumah. Jika anak sudah mulai tertarik untuk mengikuti gerakan sholat yang di contohkan oleh orang tua, selanjutnya orang tua mengajarkan bacaan-bacaan di dalam sholat, membuat suasana yang menyenangkan agar anak tidak bosan dengan bacaan-bacaan yang panjang dan sulit untuk di lafalkan.b. Bimbingan dan nasehat-nasehat orang tua yang baik merupakan sarana untuk menghubungkan keinginan orang tua dan kemauan anak dengan cepat.c. Membiasakan untuk mengaji setelah melakukan sholat. Usahakan untuk dipantau supaya dalam membaca anak tahu dimana letak kesalahan dan pembenarannya. Hal itu akan memicu kelancaran dalam membaca al-qur‟an yang sesuai dengan cara membacanya.d. Menghormati waktu-waktu adzan dikumandangkan. Banyak cara yang di gunakan seperti mematikan televisi, radio atau suara-suara lain agar lantunan adzan terdengar dan memberitahukan kepada anak bahwa waktu sholat telah tiba. Terutama pada sholat magrib dan isya‟, dimana waktu-waktu tersebut merupakan waktu yang banyak dipakai anak untuk menonton acara televisi seperti serial kartun dan acara anak lainnya.e. Membentuk jama‟ah sholat dalam keluarga yang dipimpin oleh Ayah, anak juga perlu diikut sertakan untuk menggelar tikar, sajadah, atau mengumandangkan iqomat. Hal ini memacu anak untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan sholat.f. Metode Pembiasaan yaitu dengan membiasakan anak melakukan kebaikan. Sebab bila anak terbiasa mengerjakannya secara teratur, maka hal itu akan menjadi sebuah kebiasaan. Dengan pembiasaan maka urusan yang banyak akan menjadi mudah. Menanamkan kepada anak kebiasaan melakukan sesuatu yang baik dan
  16. 16. membawa keberuntungan baginya dalam urusan dunia maupun agama. Baik itu ibadah, adab, tutur kata, sopan santun, rutinitas keseharian, dan lain sebagainya.g. Kisah dan Cerita. Memberikan anak cerita yang menarik tentang pahala dari mengerjakan sholat, tentang siksaan Allah, jika orang tidak mengerjakan sholat. Serta menceritakan kisah para sahabat nabi atau orang yang rajin sholat ketika mereka mendapatkan hikmah dari mengerjakan sholat tersebut. Kisah termasuk sarana pendidikan yang efektif. Sebab ia dapat mempengaruhi perasaan dengan kuat. Apalagi kisah nyata, sangat besar pengaruhnya pada jiwa anak, dapat memperkokoh ingatan anak dan kesadaran berfikirnya. Sebuah pelajaran akan lebih mudah dicerna dan difahami oleh anak bila diberi ilustrasi cerita. Kisah dan cerita juga dapat mempererat hubungan antara orangtua dan anak. Akan menciptakan kehangatan dan keakraban tersendiri, sehingga akan membantu kelancaran komunikasi.h. Memanfaatkan waktu luang ajak anak untuk mengisi waktu luang dengan kebaikan dan sesuatu yang bermanfaat. Memberikan pengarahan yang benar dalam jalur kebaikan. Meluangkan waktu orang tua bersama anak untuk menemani, membimbing, dan beraktivitas bersama mereka. Sehingga anak akan terlepas dari sebab-sebab penyimpangan dan hal-hal yang tidak bermanfaat.i. Membiasakan anak-anak untuk bangun pagi, beri rangsangan kepada mereka dengan sesuatu yang menarik perhatian mereka. Umumnya anak pada waktu pagi hari sangat malas untuk bangun. Maka perlu penanganan khusus bagi orang tua untuk mengajari anak disiplin dengan memberi rangsangan atau motivasi berupa hadiah bagi anak yang paling rajin sholatnya. Orang tua membuat daftar catatan seberapa banyak anak melaksanakan sholat dalam satu bulan. Anak yang memiliki daftar catatan sholat terbanyak itulah yang mendapatkan hadiah lebih spesial dari lainnya.
  17. 17. j. Pemberian hukuman metode pemberian sanksi baru digunakan apabila seluruh metode mengalami kegagalan. Dan saat menjatuhkan sanksi, perhatikan waktu yang tepat dan bentuk sanksi yang sesuai dengan kadar kesalahan. Bentuk sanksi ini bisa bervariasi dari yang teringan, misalnya mengurangi jatah harian anak, mengurangi jam bermain atau yang semisalnya. Bisa berbentuk sanksi sosial berupa pengacuhan sampai yang terberat, yaitu hukuman fisik (http://poltekba.ac.id/nilmi/?p=82 diakses pada tanggal 26 Desember 2012 pukul 19.10 WIB). Menumbuhkan dan mengajarkan anak untuk tertib beribadah memang tanggungjawab orang tua namun peran pendidik juga tidak kalah besar dalam membantu orang tua untuk membiasakan anak tertib beribadah sejak dini. Misalnya dengan mengajak anak sholat lima waktu secara berjama‟ah dan diikuti membaca al-qur;an setelah sholat.2. Penciptaan Suasana Religius di Sekolah Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional (SISDIKNAS) pasal 3 dikemukakan bahwa tujuanpendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agarmenjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esaserta berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadiwarga negara yang demokratis serta bertanggungjawab (UU.RI No.20 tahun2003: 27). Untuk mewujudkan peserta didik yang beriman dan bertaqwa sertaberakhlaq mulia sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional sepertitersebut diatas perlu upaya dan wahana yang mampu untuk menciptakankondisi sehingga peserta didik memungkinkan dirinya dapat berkembangkeimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Banyak produk pendidikan hanya memperhatikan kecerdasanintelektual (IQ), tetapi megabaikan kecerdasan emosional (EQ) dan
  18. 18. kecerdasan spiritual (SQ) yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaankepada Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu kecerdasan intelektual harusdiiringi dengan emosional dan kecerdasan spiritual (Ary Ginanjar Agustin:2001: iii). Betapa indah dan anggunnya perilakudan tingkah seorang siswayang cerdas dan memiliki iman dan takwa kepada Tuhan Yang MahaEsa.Oleh karena itu,pendidikan iman dan takwa perlu ditumbuh kembangkankepada siswa,agar bisa mengelola kehidupan emosionalnya,sikap dan tingkahlakunya,dikhawatirkan akan sering melampiaskan emosinya ke arah amarahdan melakukan tindakan destruktif,seperti kenakalan dan tawuran antar siswadi berbagai kota besar dan pelosok daerah.ini menunjukkan rndahnya kualitaskeimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap TuhanYang Maha Esa,bukan hanya merupakan slogan yang bersifatretoris,melainkan harus diwujudkan dalam bentuk program pendidikan yangsecara langsung dapat dirasakan olehy masyarakat (Chabib Thoha, 1996; 20)pendidikan iman dan takwa akan membentuk siswa untuk bersikap empatikdan simpatik kepaa sesama siswa, guru, orang tua, bahkan masyarakat luasjustru karena itu, pendidikn imtak tidak hanya tampak sekolah, tetapi harusmenyebar ke luar, reflektif, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dapat terwujud manakala peserta didik mendapatkan suatukondisi lingkungan pendidikan yang islami, karena lingkungan akanmemberikan pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan danperkembangan peserta didik. Upaya menyiapkan peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia merupakan tugasyang cukup berat karena itu upaya yang harus ditempuh bukan hanya adapada pemerintah melainkan juga pada orangtua, guru dan masyarakat sekitardimana peserta didik berada. Untuk menyikapi hal tersebut, Sekolah sebagai salah satu lembagainstitusi pendidikan harus dapat mengembangkan program pendidikan yangdapat menuju kearah tersebut antara lain : Mengoptimalkan pendidikanagama tidak hanya teori namun juga praktik misalnya anak diajarkan bacaan
  19. 19. sholat maka guru juga harus mempraktikkan dengan mengajak anak sholatberjamaah di sekolah jadi ilmu yang diajarkan benar-benar diterapkan. Menurut Muhaimin (2001:303) penciptaan suasana religius di Sekolahmelalui berbagai jenis kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secaraterprogram dengan baik. Pemimpin sekolah berperan penting dalammenciptakan suasana religious di sekolah dengan menggunakan pendekatanpersonal pada peserta didik. Penciptaan lingkungan religius dilakukan denganketerlibatan antara guru agama maupun guru lain. Kegiatan keagamaandilaksanakan diluar jam sekolah. Kegiatan-kegiatan keagamaan dan praktikkeagamaan yang di laksanakan secara terprogram dan rutin (istiqomah) dapatmentransformasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai agama yang baiksehingga menjadi pegangan dalam bersikap dan berperilaku.
  20. 20. BAB III METODE PENELITIANA. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SDN 01 Josenan yang terletak di Desa Demangan Kecamatan Taman Kabupaten Madiun. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2012/2013, yaitu bulan Februari sampai Juli 2012. Secara garis besar jadwal penelitian dapat dibagi menjadi 3 tahap sebagai berikut : a. Tahap Persiapan Pada tahap ini meliputi pengajuan judul, pembuatan proposal, pembuatan istrument penelitian. Tahap ini dimulai pada bulan Februari sampai minggu ke tiga bulan Februari 2012. b. Tahap Penelitian Pada tahap ini meliputi semua kegiatan yang berlangsung di lapangan atau di kelas yaitu uji coba instrumen penelitian, pengambilan data dari sekolah. Tahap ini dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Februari sampai minggu kedua Bulan Juli 2012. c. Tahap Penyelesaian Tahap ini meliputi analisis data, pengolahan data dan penyusunan laporan. Tahap ini dilaksanakan pada bulan Juli minggu ketiga Tahun 2012.
  21. 21. B. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN 01 Josenan Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 30 siswa.C. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa dan guru, yang meliputi: 1. Data yang di dapatkan selama penelitian berlangsung. 2. Data penilaian kegiatan selama proses belajar mengajar.D. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2002:3) adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan berperilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara holistik (utuh). Menggunakan Pendekatan kualitatif karena analisis data akan diuraikan secara verbal yang menggambarkan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil tindakan pada siklus I dan II yang bertujuan untuk meningkatkan tertib beribadah melalui sholat dhuhur berjamaah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Suharsimi Arikunto mengemukakan penelitian tindakan kelas adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara besama (2006: 3). Kemmis (Zainal Arifin, 2011:97) mengartikan, action research as a form of self-reflective inquiry undertaken by participants in a social (including educational) situation in order to improve the rationality and justice of (a) their on social or educational practices, (b) their understanding of these practices, and (c) the situations in which practices are carried out.
  22. 22. Pada dasarnya, penelitian tindakan kelas meneliti masalah yangbersumber dari kelas, sedang penelitian tindakan sekolah meneliti masalah yangbersumber dari sekolah. Dalam penelitian ini, masalah muncul dari siswa kelasIV yang berkaitan dengan masalah ibadah yaitu sholat dan mambaca al-qur‟an. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan dan tujuanpenelitian maka penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus.Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan (planning),tahap pelaksanaan (action), tahap pengamatan (observation) dan tahap refleksi(reflection). Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap adalahsebagai berikut: Perencanaan Refleksi SIKLUS 1 Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS 2 Pelaksanaan Pengamatan ? Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Sumber: Suharsimi Arikunto, 2006:17)
  23. 23. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam dua siklus,yang dimana tiap siklus ada dua kali pertemuan. Adapun pelaksanaanberbagai tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut :Siklus I 1. Persiapan Tindakan Tahap ini dilakukan beberapa perencanaan yang meliputi survei atau pengamatan dan wawancara dengan guru dan kepala sekolah. Perencanaan selanjutnya meliputi : a. Peneliti, kepala sekolah, dan guru menyusun penetapan waktu penelitian dengan jadwal kegiatan. b. Menyusun kartu pemantauan ibadah siswa serta absensi siswa. c. Menyusun daftar absensi pertemuan wali murid dan pendataan nomer yang bisa dihubungi supaya apabila ada kecurangan dalam pelaksaan kegiatan ini dapat cepat teratasi. 2. Tahap Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan tindakan meliputi proses kegiatan ibadah yang meliputi sholat dan membaca al-qur‟an dengan pantauan orang dan peneliti. Peneliti juga bisa melatih kejujuran dalam pengisian kartu pemantauan ibadah siswa dengan mengecek dengan berkomunikasi dengan orang tua siswa. Jadi sebelum pembagian kartu, peneliti dan wali murid mengadakan pertemuan untuk kegiatan yang akan diadakaan. Jadi antara pihak peneliti dan wali murid memiliki hubungan baik dan pemahaman yang cukup untuk belkal pelaksanaan kegiatan dan untuk kesukesan kegiatan. 3. Tahap Pengamatan atau Observasi Observasi yaitu mengamati dampak atas tindakan yang dilakukan, observasi di lakukan setiap 1 bulan sekali oleh peneliti. Melakukan pengamatan terhadap hasil pelaksanaan tindakan. Pengamatan ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti hasil
  24. 24. pelaksanaan tindakan agar dapat dievaluasi dan dijadikan landasan melakukan refleksi. Tahap Refleksi Melalui kegiatan refleksi atau evaluasi ini dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang dilakukan dalam penelitian tindakan, data dari hasil pengamatan tindakan dianalisa dan dikaji secara matang sehingga dapat diketahui apa yang harus dihilangkan dan apa yang harus diperbaiki dan dipertahankan. Kegiatan ini sebagai bahan acuan untuk membuat perencanaan pelaksanaan kegiatan pada siklus berikutnya. 4. Tahap refleksi Dalam kegiatan refleksi ini guru bersama peneliti (observer) mendiskusikan hasil penelitian siklus I. Hasil yang diperoleh didiskusikan, dianalisis, ditindaklanjuti ketercapaian tindakan penilaian. Apabila hasil yang diperoleh belum sesuai dengan indikator keberhasilan, maka dilanjutkan kembali dengan tindakan penelitian siklus II. Kegiatan refleksi ini dilakukan ketika guru sudah selesai melaksanakan kegiatan. Hasil refleksi ini digunakan untuk melakukan perbaikan pada siklus selanjutnya. Dalam tahap ini peneliti melihat apakah hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tertib beribadah siswa atau tidak. Hal ini dapat dilihat dari hasil kartu pemantauan ibadah siswa dan laporan yang di sampaikan oleh wali murid.Siklus II Tahap ini dilakukan pada siklus II pada prinsipnya sama dengan siklus I,yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tindakan akandilakukan pada siklus II dengan beberapa perubahan analisis refleksi padasiklus I dengan harapan pada siklus II akan lebih baik. Pelaksanaan sikluskedua dilaksanakan setelah mempelajari hasil refleksi pada siklus 1. Tahap-tahap siklus kedua sama dengan siklus pertama.
  25. 25. 1. Persiapan Tindakan Persiapan tindakan pada siklus kedua sama seperti pada persiapan tindakan siklus pertama tetapi dalam penyusunannya, memperhatikan kekurangan dan kelemahan yang ada pada siklus pertama dan berusaha memperbaiki kekurangan atau kelemahan yang ada pada tindakan siklus pertama. 2. Tahap Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan tindakan untuk perbaikan dari tindakan sebelumnya yang kiranya kurang maksimal. Cara yang ditempuh yaitu engan adanya komunikasi yang lebih intensif dari pihak peneliti, murid dan wali murid. Selain itu peneliti melihat kemajuan antusias siswa dalam sholat dan kelancaran dalam membaca al-qur‟an. Dan meminta wali murid untuk mendokumentasikan kegiatan yang dilaksanakan. 3. Tahap Pengamatan atau Observasi Observasi kegiatan sama dengan tindakan pada siklus pertama. peneliti mengamati hasil kartu pemantauan ibadah siswa dan melakukan dokumentasi. 4. Tahap Refleksi Peneliti melihat kembali apakah hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tertib beribadah siswa/tidak.E. Indikator Keberhasilan Indikator Keberhasilan Siklus 1 Aspek Pencapaian Siklus 1 Cara MengukurRespon siswa menjalankan Dilihat dari sikap siswaibadah sholat lima waktu kelas V dalam 70% menjalankan sholat ketika di sekolah.
  26. 26. Mengikuti sholat lima Diamati melalui waktu sesuai waktunya pengisian kartu ibadah siswa dan dari hasil 85% dokumentasi atau pelaporan dari pihak wali murid. Kerutinan dalam membaca Diamati melalui al-qur‟an pengisian kartu ibadah siswa dan dari hasil 80% dokumentasi atau pelaporan dari pihak wali murid. Ketertiban dalam membaca Diamati melalui al-qur‟an 80% pengisian kartu ibadah siswa. Kelancaran dalam membaca Diamati dari hasil al-qur‟an dan kesesuaian penyimakan peneliti 70% dengan cara bacanya. ketika siswa membaca al-qur‟an. Keberhasilan kegiatan Dibuat grafik setiap 1 sholat dhuhur berjamaah 90% bulan sekali kemudian selama 3 bulan di analisis.Indikator Keberhasilan Siklus II Aspek Pencapaian Siklus 1 Pencapaian Siklus II Respon siswa menjalankan 90% 70% ibadah sholat lima waktu
  27. 27. Mengikuti sholat lima 95%waktu sesuai waktunya 85%Kerutinan dalam membaca 90% 80%al-qur‟anKetertiban dalam membaca 90% 80%al-qur‟anKelancaran dalam membaca 90%al-qur‟an dan kesesuaian 70%dengan cara bacanya.Keberhasilan kegiatansholat dhuhur berjamaah 90% 95%selama 3 bulanF. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Jadwal sholat lima waktu terutama untuk pengamatan yang dilakukan di sekolah ketika sholat dzuhur, buku penilaian sikap dan kartu pemantauan ibadah siswa, dan daftar absensi siswa. Buku penilaian sikap dan kartu pemantauan ibadah digunakan peneliti untuk mengetahui siswa ikut menjalankan sholat dhuhur berjamaah atau tidak dan juga membaca al-qur‟an atau tidak. Jadwal penelitian, penilaian sikap siswa dan kartu pemantauan ibadah siswa serta absensi disajikan pada lampiran.G. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan observasi. Teknik dokumentasi dilakukan untuk mengetahui siswa tertib
  28. 28. menjalankan ibadah sholat lima waktu dan membaca al-qur‟an atau tidak, hasilnya bisa dilihat pada absensi dan jumlah tanda tangan wali murid atau wali kelas pada kartu pemantauan ibadah siswa. Teknik Observasi digunakan untuk mengetahui apakah disekolah telah ada mushalla yang memang milik sekolah sendiri atau masih menempati musholla masyarakat dalam menjalankan sholat disekolah, serta untuk mengetahui apakah sekolah dahulu sudah pernah menjalankan program sholat lima waktu dan membaca al- qur‟an dimanapun mereka berada namu tetap terpantau.H. Teknik Analisis Data Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data berupa catatan hasil observasi, tanda tangan wali murid atau wali kelas di kartu pemantauan ibadah siswa, penilaian afektif serta absensi siswa kemudian dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan. Data yang dianalis dan dideskripsikan sesuai permasalahan dalam bentuk laporan hasil penelitian. Analisis data merupakan cara yang digunakan untuk mengolah data yang telah dikumpulkan sehingga dapat menghasilkan suatu pengolahan data yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hasil pengumpulan data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu : 1. Reduksi Data Reduksi data adalah proses kegiatan memilih data yang tepat. Apabila data sudah terkumpul, baik dari hasil wawancara, maupun tes maka data direduksi. Reduksi ini berarti data yang dipilih sesuai dengan pertanyaan peneliti. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan hal-hal penting, dan membuang data yang tidak penting. 2. Display Data Display data merupakan perakitan informasi yang terorganisis yang memungkinkan penarikan kesimpulan. Penyajian data dapat dilakukan dengan menyusun data berdasarkan pokok-pokok dalam
  29. 29. reduksi data dengan kalimat atau bahasa peneliti sehingga data mudah dipahami. 3. Verifikasi Data Verifikasi data merupakan kegiatan untuk menarik makna dari data yang ditampilkan. Cara-cara yang dilakukan dalam verifikasi data antara lain membandingkan, membuat pola-pola, mengelompokkan, dan memeriksa hasil penelitian. I. Jadwal Penelitian Tabel 3.2 Jadwal penelitian Tahun 2012 Bulan Ke- Kegiatan Februari Maret April Mei Juni JuliNo. Minggu ke 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 41. Perencanaan2 Persiapan3. Pelaksanaan Tindakan I 4. Pelaksanaan Tindakan II 5. Pengolahan Pengloahan Data 6. Penyusunan Laporan laporan
  30. 30. DAFTAR PUSTAKAAry Ginanjar Agustian. 2002. Rahasia Kesuksesan Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Jakarta: Arga.A Wahib Mu‟thi. 1998. Materi Pokok Tasawuf. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.Chabib Thoha.1996. Kapita Selekta Pendidikan Islam.Yogyakarta: Pustaka PelajarMoleong, L. J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Muhaimin. 2001. Paradigma Pendidikan Islam. Malang: RosdaMulyasa. 2009. Penelitian Tindakan Sekolah. Bandung: PT Remaja RosdakaryaSuharsimi Arikunto. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. . 2010. Penelitian Tindakan. Jogjakarta: Aditya Media.Suroso. 2007. Classroom Action Research. Yogyakarta: Paraton Publishing.Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS (Sistem pendidikan Nasional), Cet I, Bandung: FokusMedia.Zainal Arifin. 2011. Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.http://poltekba.ac.id/nilmi/?p=82 diakses pada tanggal 26 Desember 2012 pukul 19.10 WIBhttp://tafany.wordpress.com/2009/04/01/iman-takwa/ diakses tanggal 26 Desember 2012 pukul 14.06 WIBhttp://unyuniia.wordpress.com/2012/04/26/keimanan-dan-ketakwaan/Kalender Islam diakses tanggal 26 Desember 2012 pukul 12.09 WIB) 30
  31. 31. http://tafany.wordpress.com/2009/04/01/iman-takwa/ diakses tanggal 28 Desember 2012 pukul 17.02 WIB).http://miss-seliosa.blogspot.com/2012/03/wujud-iman.html diakses 27 desember pukul 16.04 WIB).
  32. 32. Lampiran 1 KARTU PEMANTAUAN IBADAH SISWA SDN 01 JOSENAN KEC. TAMAN KAB. MADIUNNama :Kelas : Sholat No Hari/ Baca Surat/ Isya’ Subuh Dzuhur Ashar Magrib Berjama’ah/ tidak Ttd ortu Ttd wali Ayat/Juz murid Tanggal Al-qu’an 1. 2. 3. 4. 5. 6. 32
  33. 33. 7.8.9.10.11.12.13.14.15.16.17.18.19.20.
  34. 34. 21.22.23.24.25.26.27.28.29.30.
  35. 35. Lampiran 2Penilaian Afektif Aspek Antusias dalam Kekusyu’an Kelancaran Ttd Wali No. Nama menjalankan dalam dalam Membaca Kelas sholat menjalankan Al-Qur’an sholat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
  36. 36. 10.11.12.13.14.15.16.17.18.19.20.21.22.23.24.25.26.27.
  37. 37. 28.29.30.
  38. 38. Lampiran 3 Daftar Perkembangan Kartu Pemantauan Ibadah Siswa Kelas V SDN 01 JosenanNo. Nama Bulan Siswa Maret April Mei Juni Juli1. Aditya2. Anggi3. Bayu4. Berlin5. Dimas6. Dhea7. Devi8. Eka9. Faisha10. Fey11. Fungkichius12. Fitria13. Kharisma14. Khofifah15. Lousye16. Rico17. Olifian18. Olivia19. Johan20. Raka21. Redis22. Rita23. Robi
  39. 39. 24. Riyandini25. Wimsa26. Selpa27. Yusri28. Zani29. Zahra30 Lala
  40. 40. Lampiran 4 Daftar Hadir Wali MuridHari, Tanggal: Saran No. Nama Ttd Wali Keluhan Terhadap Murid Mengenai Siswa Program 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.
  41. 41. 22.23.24.25.26.27.28.29.30.
  42. 42. Lampiran 5.Jadwal pertemuan wali murid untuk pengevaluasi programEvaluasi Pertama: Sabtu, 31 Maret 2012Evaluasi Kedua :Sabtu, 28 April 2012Evaluasi Ketiga: Sabtu, 26 Mei 2012Evaluasi Keempat: Sabtu, 30 Juni 2012Evaluasi Kelima: Sabtu, 7 Juli 2012NB: Evaluasi diadakan untuk memantau kehadiran wali murid dan melihatkepedulian wali murid terhadap program yang diadakan.

×