HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN HARDINESS    DENGAN PENYESUAIAN DIRI MENANTU PEREMPUAN YANG              TINGGAL DI R...
Tesis           FIUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN HARDINESS               DENGAT{ PENYESUAIAN DIRI MENANTU PEREMPUAN  ...
PERNYATAANYang bertanda tangan di bawah           ini, Saya, siti         Fadjryana Fitroh, dengandisaksikan oleh tim peng...
Karya terbaik ini kupersembahkan untuk :    Almarhum Ayah H. Darmanto yang selalu    mengajarkan    arti   perjuangan    d...
KATA PENGANTAR         Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Ilahi Robbi atas segalakemudahan, dan hidayah-Nya yang te...
6.    Prof. Dr. Koencoro yang telah banyak memberi bantuan berharga, sehingga      melengkapi data-data yang harus dilapor...
DAFTAR ISI                                                                                                                ...
C. Hardiness.……………………………………………………………..                                                         43    1. Pengertian Hardine...
B. Uji Coba Terpakai Alat Ukur Penelitian...................................................                             9...
DAFTAR GAMBARGambar                                                                                      HalamanGambar 2.1...
DAFTAR TABELTabel                                                                                             HalamanTabel...
Tabel 4.11   Kategorisasi Data Penelitian..................................................           101Tabel 4.12   Hasi...
DAFTAR LAMPIRANLampiran                                                                                            Halaman...
2.     Uji Linearitas...........................................................................        162Lampiran F   Uj...
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE EMOTIONAL MATURITY AND    HARDINESS AND THE SELF ADJUSTMENT OF THE DAUGHTER IN          LAW W...
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN HARDINESS    DENGAN PENYESUAIAN DIRI MENANTU PEREMPUAN YANG              TINGGAL DI R...
1                                    BAB I                                PENGANTAR                       A.     Latar Bel...
2bersumber salah satunya dari konflik yang muncul seperti faktor ekonomi,kecurigaan mengenai perselingkuhan, soal pengasuh...
3pihak suami sendiri yang tidak ingin pergi meninggalkan rumah orang tuanya(Pujiastuti, 2008; Sipayung, 2010).           B...
4perempuan dengan mertua laki-laki atau konflik antara menantu laki-laki denganmertua laki-laki atau konflik antara menant...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

1947 h-2011

339 views
256 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
339
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

1947 h-2011

  1. 1. HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN HARDINESS DENGAN PENYESUAIAN DIRI MENANTU PEREMPUAN YANG TINGGAL DI RUMAH IBU MERTUA TESIS Untuk memenuhi sebagai persyaratan guna memperoleh derajat magister Program Magister Psikologi Minat Utama Psikologi Sosial Diajukan oleh SITI FADJRYANA FITROH 09/290731/PPS/01961 Kepada PROGRAM MAGISTER PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011 i  
  2. 2. Tesis FIUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN HARDINESS DENGAT{ PENYESUAIAN DIRI MENANTU PEREMPUAN YANG TINGGAL DI RUMAH IBU MERTUA dipersiapkan dan disusun oleh Siti Fadjryana Fitroh telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 02 Agustus 2011Dosen Pembimbino Anggota Dewan Penguji LainProf Un [3lrno Walgito Tesis ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister 41 A:u; 2011 ranssal 4 :..iY.Y lola Program Magister Psikologi
  3. 3. PERNYATAANYang bertanda tangan di bawah ini, Saya, siti Fadjryana Fitroh, dengandisaksikan oleh tim penguji tesis, dengan ini menyatakan bahwa tesis ini adalahkarya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh derajat kesarjanaan disuatu perguruan tinggi manapun. Dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapatkarya atau pendapat yang pernah ditulis/diterbitkan oleh orang lain, kecuali yangsecara tertr"rlis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Jikaterdapat hal-hat yang tidak sesuai dengan isi pernyataan ini, maka saya bersediaderajat kesarjanaan saya dicabut. Yogyakarta, 02 Agustus 20l l Yang menyatakan, MEf tiF./l . {E &tLL]{, 5E46DMF7 siti Fadjryana Fitroh
  4. 4. Karya terbaik ini kupersembahkan untuk : Almarhum Ayah H. Darmanto yang selalu mengajarkan arti perjuangan dan do’a kepada anak-anaknya. Hj. Masruani Ibu yang selalu mendampingiku dalam suka maupun duka, membuatku hidup dalam doa yang tak pernah putus-putusnya. Kakak ku Imron dan mbin yang selalu semangat dan doa.  iv
  5. 5. KATA PENGANTAR Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Ilahi Robbi atas segalakemudahan, dan hidayah-Nya yang terus mengalir seiring proses penyesuaian danpenyelesaian kuliah yang bermuara pada karya terbaik ini. Dalam proses inibanyak pihak yang turut membantu dan memfasilitasi penulis. Oleh karena itudengan ketulusan dan rasa rendah hati penulis mengucapkan terimakasih kepada :1. Almarhum Ayah dan Ibu tercinta yang telah memberikan dukungan, semangat, kepercayaan dan segenap cinta dan kasih sayang.2. Prof. Dr. Bimo Walgito, dosen pembimbing utama sekaligus Bapak bagi penulis yang selalu sabar dan tulus membimbing penulis hingga karya terbaik ini selesai.3. Dr. Moch. As’ad, SU, sebagai dosen penguji sekaligus Bapak dengan ketulusannya membimbing penulis, memberikan banyak masukan berharga pada proses penelitian dan memberikan referensi-referensi sehingga banyak membantu penulis untuk menyelesaikan tesis ini menjadi karya terbaik4. Dr. Magda Bhinnety, sebagai dosen penguji sekaligus Ibu dengan ketulusannya membimbing penulis, memberikan masukan berharga untuk revisi tesis ini.5. Prof. Dr. Faturochman, M.A. dan Dr. Tina Afiatin, M.Si selaku pengelola program pascasarjana program studi psikologi yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan kuliah.  v
  6. 6. 6. Prof. Dr. Koencoro yang telah banyak memberi bantuan berharga, sehingga melengkapi data-data yang harus dilaporkan dalam tesis ini.7. Ibu-Ibu responden penelitian yang berkenan mempercayai penulis dan berbagai pengalaman pribadi dan rahasia.8. Teman-teman Kuliah Mbak (Rahma, Ima, Nai, Ria), Sonya, Yanti, Mas (Akung, Lutfi, Ali, Adib, Ghozali) yang memberikan banyak ide dan masukan dalam penelitian ini9. Staf perpustakaan Fakultas Psikologi UGM yang telah membantu penulis memperoleh referensi penelitian.10. Staf Pengelola Pascasarjana Magister Sains Program Studi Psikologi UGM yang dengan sabar melayani dan mendampingi kebutuhan peneliti.11. Sahabatku Mbak Asfi, Vida, Leli, Ifa, Dini, Kak Azka, Kak Awal, Kak David, Mbak Ika dan Keluarga Kak Maskur yang selalu memberi semangat untuk selalu berjuang menyelesaikan karya terbaik ini.12. Bu kos E-21A beserta penghuninya : Mbak Mil, Dika, Ari, Fita, Meri, Zia, Ina, Dian, Indri, Fitria, Laras, Hera, Tiwi, Meta, Puri, dan Mira yang selama ini menjadi saudara bagiku dan selalu memberi semangat. Semoga karya tulis ini dapat berguna bagi semua pihak, meskipun hasilpenelitian ini jauh dari sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik AllahSWT. Penulis berharap akan terus ada penyempurnaan pada penelitian berikutnya. Yogyakarta, 2011 Penulis  vi
  7. 7. DAFTAR ISI HalamanHalaman Judul ............................................................................................... iHalaman Pengesahan …….....………………………….....……............ iiHalaman Pernyataan .......................................................................... iiiPersembahan ................................................................................. ivKata Pengantar .................................................................................. vDaftar Isi ……………………………………………………........ viiDaftar Gambar ......…………………………………………………… xDaftar Tabel ………………………………………………………. xiDaftar Lampiran ………………………………………..…………. xiiiIntisari …………………………………………………...................... xvAbstact ………………………………………………….................... xviBAB I PENDAHULUAN ………………………………………………… 1A. Latar Belakang Masalah……………………………………………..... 1B. Rumusan Masalah…………………………………………………….. 18C. Tujuan Penelitian……………………………………………………… 19D. Keaslian Penelitian ……………………………………........................ 19E. Manfaat Penelitian…………………………………………………….. 23BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………….. 24A. Penyesuaian Diri……………………………………………………..... 24 1. Pengertian Penyesuaian Diri……...………...……………………… 24 2. Bentuk-bentuk Penyesuaian Diri………………………………….... 27 3. Aspek-aspek Penyesuaian Diri……………………………………... 28 4. Faktor-faktor Penyesuaian Diri…………………………………….. 32B. Kematangan Emosi……………………………………………………. 35 1. Pengertian Kematangan Emosi……………………………………... 35 2. Ciri-ciri Kematangan Emosi ……………………………….... 37 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kematangan Emosi……………. 41  vii
  8. 8. C. Hardiness.…………………………………………………………….. 43 1. Pengertian Hardiness…………..………………………………….. 43 2. Bentuk-bentuk Hardines………………………………………………... 46 3. Aspek-aspek Hardiness………….…………………………………. 48 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hardiness...…………………... 50D. Menantu Perempuan......................…………………………………..... 52 1. Pengertian Menantu Perempuan........................................................ 52 2. Kebutuhan (need) Menantu Perempuan............................................ 52 3. Tugas dan Tanggung jawab Perempuan............................................ 56 4. Karakteristik Perempuan Jawa.......................................................... 58 5. Hubungan Menantu Perempuan Dengan Ibu Mertua........................ 61 6. Alasan Menantu Perempuan Tinggal Di Rumah Ibu Mertua............ 63E. Hubungan Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri ..………… 64F. Hubungan Hardiness Dengan Penyesuaian Diri .…………………….. 65G. Landasan Teori..............................…………………………………….. 67H. Hipotesis Penelitian.……………………………………………………. 71BAB III METODE PENELITIAN…………………………………………. 72A. Identifikasi Variabel Penelitian .……………………………………...... 72B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ……………………………… 72 1. Varinabel Independen….………………………………………….... 72 2. Variabel Dependen………………….……………………………… 73C. Prosedur Penentuan Sampel Penelitian………………………………… 74D. Metode Pengumpulan Data……………………………………………. 75E. Alat Pengumpulan Data……………………………………………….. 78 1. Skala Penyesuaian Diri……………………………………………... 78 2. Skala Kematangan Emosi…………………………………………… 79 3. Skala Hardiness ……………………………………………………. 79F. Validitas dan Reliabilitas…….………………………………………… 81 1. Validitas Alat Ukur………………………………………………….. 82 2. Reliabilitas Alat Ukur………………………………………………... 83G. Analisis Data.........................……………………………………………. 84BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN.………………………. 86A. Deskripsi Subyek Penelitian .……………………………….....……...... 86 1. Gambaran Subjek Penelitian Berdasarkan Kriteria............................. 86 2. Gambaran Umum Subjek Penelitian.................................................... 89  viii
  9. 9. B. Uji Coba Terpakai Alat Ukur Penelitian................................................... 96 1. Validitas Alat Ukur.............................................................................. 96 2. Reliabilitas Alat Ukur.......................................................................... 99C. Deskripsi Data Penelitian.......................................................................... 100 1. Penyesuaian Diri.................................................................................. 101 2. Kematangan Emosi.............................................................................. 102 3. Hardiness............................................................................................. 103D. Hasil Uji Asumsi...................................................................................... 104 1. Uji Normalitas.................................................................................... 105 2. Uji Linieritas...................................................................................... 105 3. Uji Multikolinieritas.......................................................................... 106E. Hasil Uji Hipotesis.................................................................................. 107 1. Hipotesis Pertama.............................................................................. 107 2. Hipotesis Kedua................................................................................ 108 3. Hipotesis Ketiga................................................................................. 109 4. Analisis Tambahan............................................................................. 110F. Pembahasan.............................................................................................. 113 1. Hipotesis Pertama.............................................................................. 113 2. Hipotesis Kedua................................................................................. 117 3. Hipotesis Ketiga................................................................................. 119 4. Analisis Tambahan............................................................................. 121 5. Analisis Kasus................................................................................... 126G. Kendala Penelitian................................................................................... 131BAB V KESIMPULAN DAN SARAN....................………………………. 133A. Kesimpulan............................ .……………………………….....……...... 133B. Saran............................................................................................................ 134 1. Saran Bagi Menantu Perempuan........................................................... 134 2. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya............................................................ 135DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………. 136Lampiran......................................................................................................... 142  ix
  10. 10. DAFTAR GAMBARGambar HalamanGambar 2.1 Dinamika Kepribadian Hardiness dan Rentan Dalam Menghadapi Stres (Maddi & Kobasa, 1984)........................ 47Gambar 2.2 Paradigma Penelitian............................................................. 71  x
  11. 11. DAFTAR TABELTabel HalamanTabel 3.1 Kriteria dan Pemberian Skor Jawaban Skala Penyesuaian Diri, Skala Kematangan Emosi, Skala Hardiness Menantu Perempuan yang Tinggal Di Rumah Ibu Mertua..……………........................................................... 77Tabel 3.2 Blue-Print Nomer Butir Angket Penyesuaian Diri Menantu Perempuan yang Tinggal Di Rumah Ibu Mertua……........ 80Tabel 3.3 Blue-Print Nomer Butir Angket Kematangan Emosi Menantu Perempuan yang Tinggal Di Rumah Ibu Mertua…............ 81Tabel 3.4 Blue-Print Nomer Butir Angket Hardiness Menantu Perempuan yang Tinggal Di Rumah Ibu Mertua..……...…. 81Tabel 4.1 Karakteristik Subjek Berdasarkan Usia Menikah.................. 86Tabel 4.2 Karakteristik Subjek Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan.............................................................................. 87Tabel 4.3 Karakteristik Subjek Berdasarkan Pekerjaan......................... 87Tabel 4.4 Karakteristik Subjek Berdasarkan Usia Perkawinan............. 88Tabel 4.5 Karakteristik Subjek Berdasarkan Lama Tinggal Di Rumah Ibu Mertua............................................................................. 88Tabel 4.6 Uji Coba Terpakai Item Pada Skala Penyesuaian Diri.......... 97Tabel 4.7 Uji Coba Terpakai Item Pada Skala Kematangan Emosi...... 98Tabel 4.8 Uji Coba Terpakai Item Pada Skala Hardiness .................... 99Tabel 4.9 Reliabilitas Skala Penyesuaian Diri, Kematangan Emosi, Hardiness.............................................................................. 99Tabel 4.10 Deskripsi Data Penelitian...................................................... 100  xi
  12. 12. Tabel 4.11 Kategorisasi Data Penelitian.................................................. 101Tabel 4.12 Hasil Uji Normalitas............................................................... 105Tabel 4.13 Hasil Uji Linieritas.................................................................. 106Tabel 4.14 Hasil Uji Multikolinieritas Variabel Kematangan Emosi Dan Hardiness ...................................................................... 106Tabel 4.15 Ringkasan Analisis Regresi.................................................... 108Tabel 4.16 Ringkasan Analisis Parsial..................................................... 110Tabel 4.17 Hasil Analisis Regresi Metode Stepwise Aspek Kematangan Emosi dan Hardiness.............................................................. 111Tabel 4.18 Uji-T (Group Static)………………………………………… 111Tabel 4.19 One Way Anova Penyesuaian Diri Berdasarkan Tingkat Pendidikan …………………………………………………........ 112Tabel 4.20 One Way Anova Penyesuaian Diri Berdasarkan Lama Tinggal Di Rumah Ibu Mertua……………………………………........ 113Tabel 4.20 Tingkat Keeratan Hubungan Variabel X dan Variabel Y 118  xii
  13. 13. DAFTAR LAMPIRANLampiran HalamanLampiran A Angket Penelitian............................................................... 142 1. Skala Penyesuaian Diri....................................................... 143 2. Skala Kematangan Emosi................................................... 145 3. Skala Hardiness.................................................................. 147Lampiran B Data Kasar.......................................................................... 149 1. Data Skala Penyesuaian Diri............................................... 149 2. Data Skala Kematangan Emosi........................................... 150 3. Data Skala Hardiness ......................................................... 151 4. Hasil Total Variabel............................................................. 152 5. Data Penyesuaian Diri Berdasarkan Tingkat Pendidikan, Pekerjaan Usia Menikah, Usia Perkawinan, Lama Tinggal Di Rumah Ibu Mertua............................................... 153Lampiran C Uji Validitas dan Reliabilitas................................................... 154 1. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Penyesuaian Diri........ 154 2. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kematangan Emosi..... 156 3. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Hardiness.................... 158Lampiran D Distribusi Frekuensi Data........................................................ 160Lampiran E Uji Asumsi................................................................................ 161 1. Uji Normalitas........................................................................... 161  xiii
  14. 14. 2. Uji Linearitas........................................................................... 162Lampiran F Uji Hipotesis........................................................................... 166Lampiran G Analisis Regresi Metode Stepwise.......................................... 168 1. Variabel Kematangan Emosi ................................................. 168 2. Variabel Hardiness.................................................................. 171Lampiran H Uji-T......................................................................................... 173 1. Penyesuaian Diri Berdasarkan Pekerjaan................................. 173 2. Penyesuaian Diri Berdasarkan Tingkat Pendidikan.................. 174 3. Penyesuaian Diri Berdasarkan Lama Tinggal Di Rumah Ibu Mertua………………………………………………………… 175  xiv
  15. 15. THE RELATIONSHIP BETWEEN THE EMOTIONAL MATURITY AND HARDINESS AND THE SELF ADJUSTMENT OF THE DAUGHTER IN LAW WHO LIVES IN THE MOTHER IN LAW’S HOUSE Siti Fadjryana Fitroh and Bimo Walgito ABSTRACT The condition of the daughter in law when she lives in the mother in law’shouse is a phenomenon which is interesting to be discussed. In this case, in orderto make the daughter in law feels comfortable to live in the mother in law’s house,she really needs a self adjustment. This self adjustment can be practiced well if thedaughter in law has already reached her emotional maturity in a good way inwhich when her emotional level is mature already, she will find it easy tocritically evaluate the situation before she takes any action, and this thing can givea positive value toward the easiness on adjusting herself. Besides, the daughter inlaw should also has a healthy personality which is hardiness, because when shehas a high level of hardiness, she will has an endurance towards stress and then,she will has ease on adjusting herself. This research aims to prove; first, the relationship between the emotionalmaturity and hardiness together with the self adjustment of the daughter in lawwho lives in the mother in law’s house. Second, is to prove the relationshipbetween the emotional maturity and self adjustment of the daughter in law wholives in the mother in law’s house. Third, is to prove the relationship betweenhardiness and the self adjustment of the daughter in law who lives in the mother inlaw’s house. The samples are thirty daughters in law who live in Kedungpring subdistrict East Java. The data collecting in this research use three scales which arethe self adjustment scale, emotional maturity scale and hardiness scale. The resultof double regression shows that the first hypothesis is accepted, the emotionalmaturity and hardiness are significantly connected to the self adjustment withF=6.376 p=0.005 For the second hypothesis is rejected because there is nosignificant relation between the emotional maturity and self adjustment withpartial corellation value 0.219 with p=0.256, while the third hypothesis isaccepted, the hardiness has a significant connection toward the self adjustmentwith partial corellation value 0.442 with p=0.020.Keywords: self adjustment, emotional maturity, hardiness.  xv
  16. 16. HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN HARDINESS DENGAN PENYESUAIAN DIRI MENANTU PEREMPUAN YANG TINGGAL DI RUMAH IBU MERTUA Siti Fadjryana Fitroh dan Bimo Walgito INTISARI Kondisi menantu perempuan saat tinggal di rumah ibu mertua merupakansuatu fenomena menarik untuk dibahas. Dalam hal ini, agar menantu perempuandapat nyaman tinggal di rumah ibu mertua, maka dibutuhkan penyesuaian diri.Penyesuaian diri dapat dijalani dengan baik, jika menantu perempuan sudahmencapai kematangan emosi dengan baik dimana saat emosinya matang menantuperempuan akan dengan mudah menilai situasi secara kritis sebelum bertindakdan hal ini dapat memberikan nilai positif terhadap kemudahan dalammenyesuaikan diri. Selain itu menantu perempuan juga harus memilikikepribadian yang sehat yaitu hardiness, saat memiliki hardiness yang tinggi makamenantu perempuan memiliki daya tahan terhadap tekanan sehingga, mengalamikemudahan dalam menyesuaikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan yang pertama, hubungankematangan emosi dan hardiness secara bersama-sama dengan penyesuaian dirimenantu perempuan yang tinggal di rumah ibu mertua. Kedua, hubungankematangan emosi dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal dirumah ibu mertua. Ketiga, hubungan hardiness dengan penyesuaian diri menantuperempuan yang tinggal di rumah ibu mertua. Sampel dalam penelitian iniberjumlah 30 menantu perempuan yang tinggal di Kecamatan Kedungpring JawaTimur. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga skala yaituskala penyesuaian diri, kematangan emosi dan hardiness. Hasil analisis regresiganda menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima, secara bersama-samakematangan emosi dan hardiness berhubungan secara signifikan denganpenyesuaian diri dengan F = 6.376 dengan p = 0.005. Untuk hipotesis kedua ditolak bahwa secara sendiri-sendiri kematangan emosi tidak berhubungan secarasignifikan dengan penyesuaian diri diketahui dari nilai corellation partial 0.219dengan p = 0.254, sedangkan untuk hipotesis ketiga diterima bahwa secarasendiri-sendiri hardiness berhubungan secara signifikan dengan penyesuaian diridengan nilai corellation partial 0.442 dengan p = 0.020.Kata-kata kunci: penyesuaian diri, kematangan emosi, hardiness  xvi
  17. 17. 1 BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Masalah Perkawinan bagi kebanyakan orang merupakan saat-saat penting dalamhidup dan termasuk dalam salah satu pemenuhan tugas perkembangan bagi orangdewasa. Perkawinan merupakan hal yang cukup menarik untuk bisa dibicarakansekarang ini, karena saat ini banyak sekali masalah yang timbul berkaitan denganperkawinan. Perkawinan merupakan hal yang rumit dan kompleks. Dikatakanrumit karena bukan suatu hal yang mudah, membutuhkan sebuah proses belajaryang tidak pernah terhenti dalam menjalaninya dan suatu yang kompleks karenamenyangkut banyak segi. Dalam prosesnya membangun sebuah keluarga seringkali tidaksemulus yang diharapkan, mula-mula hubungan akan terasa indah, meyakinkan,menyenangkan tetapi bisa berubah menjadi menyakitkan. Seperti yangdiungkapkan Fincham, Stanley dan Beach (2007) bahwa hubungan suatu rumahtangga di dalamnya tidak selalu membuahkan hubungan yang selaras dan serasi.Oleh karena itu dalam membentuk keluarga yang baik melalui perkawinandiperlukan pemikiran yang mendalam, lebih-lebih dalam menghadapi waktu-waktu yang akan datang. Hal di atas merupakan lika-liku kehidupan perkawinan yang nantinyaakan dihadapi oleh individu, semua tergantung pada bagaimana individu bermainperan dalam keluarga. Jika terjadi keretakan dalam keluarga hal itu dapat
  18. 18. 2bersumber salah satunya dari konflik yang muncul seperti faktor ekonomi,kecurigaan mengenai perselingkuhan, soal pengasuhan anak, relasi denganmertua, relasi dengan anggota pihak keluarga dari suami atau istri atau relasidengan orang lain (Gunarsa, 2003). Willis (2009) juga membahas sebab terjadinya keretakan dalamkeluarga, memetakannya menjadi dua faktor yaitu internal dan eksternal. Faktorinternal yaitu masalah muncul dari pihak diri pasangan suami-istri itu sendiri,misalnya; beban psikologis suami/istri yang berat seperti stress (tekanan) ditempatkerja dan kesulitan keuangan keluarga, kecurigaan suami/istri bahwa salah satudiantara mereka diduga selingkuh. Sedangkan faktor eksternal yaitu masalahmuncul dari pihak luar yang mencoba mempengaruhi hubungan pasangan suami-istri, bisa dari pihak mertua, saudara ataupun orang lain, misalnya; campur tanganpihak ketiga dalam masalah keluarga terutama hubungan suami-istri dalam bentukissue negatif yang ditiupkan secara segaja atau tidak. Individu yang menikah dan sudah menjadi pasangan suami-istri, bebasuntuk menentukan dimana mereka akan tinggal. Menariknya di sini ternyatamasih ada pasangan yang memilih untuk tinggal bersama orang tua, biasanyaorang tua yang dimaksud di sini dari pihak suami. Alasan yang mendasari merekatinggal bersama orang tua, salah satunya adalah suami belum mampu mengontrakatau membeli rumah sendiri, suami belum mampu secara finansial, pihak mertuasendiri yang meminta pasangan untuk tinggal di rumahnya karena alasan inginditemani dan tidak memperbolehkan pasangan keluar dari rumah induk, dan dari
  19. 19. 3pihak suami sendiri yang tidak ingin pergi meninggalkan rumah orang tuanya(Pujiastuti, 2008; Sipayung, 2010). Banyaknya alasan di atas, salah satunya terbukti dengan hasilwawancara awal yang dilakukan pada tanggal 03 November 2010 oleh penulis.Penulis mewawancarai menantu perempuan yang tinggal di rumah ibu mertua. SiB memberikan penjelasan saat penulis menanyakan alasan mengapa si B tinggaldi rumah ibu mertua. Si B mengatakan bahwa alasan utamanya adalah menurutiapa kata suami, karena saat itu suaminya belum punya penghasilan yang cukupuntuk mencukupi keluarga barunya apalagi sampai punya rumah sendiri. Si B jugamerasakan ketidak cocokan dengan ibu mertua. Dirasakan oleh si B setiapmelakukan pekerjaan rumah, dimana si B merasa seolah-olah apapun yang sudahdikerjakan selalu dirasa salah dan tidak beres dimata ibu mertuanya. Tinggal di rumah mertua yang sering disebut dengan pondok mertuaindah, bagi sebagian pasangan mungkin merupakan hal yang menguntungkan.Namun di sisi lain, tidak sedikit pula pasangan yang justru menganggap hal ituakan menimbulkan permasalahan dalam rumah tangga karena akan terjadinyakonflik. Menurut Aryani dan Setiawan (2007) ada beberapa hubungan yang terjadiantara menantu dengan mertua, yaitu hubungan penuh konflik, hubungan acuh takacuh, ataupun hubungan harmonis. Hubungan menantu dengan mertua yang sering terdengar dan menjadibahan pembicaraan menarik di media konsultasi adalah hubungan penuh dengankonflik. Biasanya konflik tersebut sering terjadi pada menantu perempuan denganibu mertua, hal tersebut bukan berarti tidak ada konflik antara menantu
  20. 20. 4perempuan dengan mertua laki-laki atau konflik antara menantu laki-laki denganmertua laki-laki atau konflik antara menantu laki-laki dengan ibu mertua. Akantetapi kasus-kasus yang sering terdengar biasanya lebih banyak melibatkan antaramenantu perempuan dengan ibu mertua. Selain itu, hasil penelitian dari Utah StateUniversity menyatakan bahwa 60% pasangan suami istri mengalami keteganganhubungan dengan mertua, yang biasanya terjadi antara menantu perempuandengan ibu mertua (Sweat, 2006). Banyaknya kasus yang terjadi antara menantu perempuan dengan ibumertua, didukung oleh Savitri (2005) yang menyatakan bahwa kenapa harusperempuan, karena laki-laki dan perempuan memiliki dua perbedaan yangmendasar yaitu pada pola pikir dan psikologis. Pola pikir dan psikologisperempuan lebih sensitif daripada laki-laki, dan dalam hal perasaan seorangperempuan juga lebih sensitif daripada laki-laki. Alasannya karena perempuansudah diprogram dan dilatih untuk lebih ahli terhadap isyarat nonverbal. Contoh kasus yang penulis temukan di media cetak, konflik yangterjadi antara menantu perempuan dengan ibu mertua yaitu Ani seorang karyawandi salah satu bank. Ani merasa sedih kerena hal yang paling tidak diinginkansetelah berumah tangga yaitu tinggal di rumah mertua. Ani merasa tidak senangtinggal bersama keluarga suaminya, karena sampai sekarang Ani masih dianggapsebagai orang asing dalam keluarga mereka, terutama ibu mertuanya yang seringmencoba mencari kesalahannya. Seringnya pertengkaran terjadi antara keduanya,Ani pun tidak dapat mengontrol emosinya, jika ibu mertuanya memarahinya maka

×