Makalah teknologi informasi

10,688 views
10,505 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
10,688
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
208
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah teknologi informasi

  1. 1. Makalah Teknologi InformasiLAYANAN INFORMASIUNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKATMiftahul HudaMahasiswa PPS (S2) Kependidikan Universitas MulawarmanJurusan : TEKNOLOGI PENDIDIKAN (TP)BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai dengan kemajuan di bidangteknologi komunikasi dan informasi saat ini telah begitu pesat, sehingga menempatkan suatubangsa pada kedudukan sejauh mana bangsa tersebut maju didasarkan atas seberapa jauhbangsa itu menguasai kedua bidang tersebut di atas. Bangsa Indonesia merupakan salah satubangsa yang hidup dalam lingkungan global, maka mau tidak mau juga harus terlibat dalammaju mundurnya penguasaan Iptek, khususnya untuk kepentingan bangsa sendiri. Untukmencapai maksud tersebut pemerintah menuangkannya dalam salah satu bentuk dari tujuandan arah Pembangunan Nasional, yaitu Sektor/Bidang Iptek.Arah dari penuangan sektor Iptek dalam Pembangunan Nasional adalah dimaksudkan untuk:(1) Menentukan keberhasilan membangun masyarakat maju dan mandiri, (2) Mempercepatpeningkatan kecerdasan dan kemampuan bangsa, dan (3) untuk mempercepat prosespembaharuan. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai dari upaya pengembangan teknologiinformasi dan komunikasi itu di antaranya adalah untuk:1. Meningkatkan kesejahteraan, kemajuan peradaban, ketangguhan, dan daya saing bangsa;2. Memacu pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan; dan3. Menuju masyarakat yang berkualitas, maju, mandiri, dan sejahtera (P3TIE-BPPT,2001:69).Selanjutnya sasaran tersebut di atas diupayakan dapat dicapai melalui beberapa programyaitu: (1) Peningkatan kemampuan pemanfaatan, pengembangan, dan keunggulan produksi,teknologi, ilmu pengetahuan terapan, dan ilmu pengetahuan dasar secara seimbang danterpadu, (2) Pengembangan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinamis,efektif, efisien, dan produktif, (3) Pembinaan sumber daya manusia, (4) Penumbuhankreativitas dan inovasi, dan (5) Pengembangan sarana dan prasarana (P3TIE-BPPT, 2001:69).Peradaban masa depan adalah masyarakat informasi ketika jasa informasi menjadi komoditasutama dan interaksi antar manusia sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi(Information and Communication Technology /ICT). KTT Masyarakat Informasi yangdiselenggarakan pada bulan Desember 2003 telah mencanangkan rencana penggunaan ICTsampai 50 % untuk setiap negara pada tahun 2015 (Tempo Interaktif, 2004).Dalam rangka mewujudkan pembinaan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan,keterampilan, dan daya saing yang memadai sesuai dengan kebutuhan dan perkembanganzaman, maka pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah dicanangkanoleh pemerintah diharapkan dapat dipergunakan semaksimal mungkin untuk memberdayakanseluruh potensi yang ada pada masyarakat, yakni melalui optimalisasi pemanfaatan layananinformasi kepada masyarakat luas.Sebagaimana diketahui, saat ini mulai tahun 2007 pemerintah telah mencanangkan ProgramNasional Pemberdayaan Masyarakat di bidang penaggulangan kemiskinan yang akanmenjangkau 31,92 juta penduduk miskin di Indonesia atau sekitar 7,96 juta keluarga miskin.
  2. 2. Program ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 ini (TKPKRI,2007).Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat pada sektor penanggulangan kemiskinan diatas hanya sebagai contoh untuk dikemukakan bahwa program yang akan menelan biayatrilyunan tersebut tidak akan dapat terlaksana secara optimal jika tidak didukung oleh upayapemanfaatan layanan informasi secara terarah dan terpadu, yakni dengan memanfaatkansemaksimal mungkin fasilitas teknologi informasi yang ada. Hal ini menjadi diskursus yangmenarik karena realitas dalam kehidupan masyarakat kita saat ini masih menunjukkan adanyabeberapa gejala yang kurang menguntungkan. Misalnya masih belum maksimalnya kesadaraninformasi yang dimiliki masyarakat, sikap masyarakat terhadap teknologi yang kurangmenunjang, belum meratanya dan belum meluasnya penggunaan teknologi informasi, danpenerapan budaya informasi yang belum didorong oleh pelembagaan atau kebijakan secaramenyeluruh (Dahlan, 1993: 2-5).Makalah ini mencoba untuk mengetengahkan tentang pentingnya teknologi informasi sebagaisarana layanan informasi kepada masyarakat dalam upaya mendorong tercapainya secaraoptimal program pemberdayaan masyarakat.B. Fokus MasalahFokus masalah dalam makalah ini akan diarahkan kepada beberapa item penting yaitu:1. Apakah informasi, teknologi informasi dan layanan informasi itu?2. Apa yang dimaksud dengan pemberdayaan masyarakat?3. Apa sajakah kendala yang dapat ditemui dalam penerapan layanan informasi untukpemberdayaan masyarakat?4. Bagaimana mengoptimalkan layanan informasi untuk mendorong tercapainya programpemberdayaan masyarakat?BAB IIPEMBAHASANC. Pengertian informasi, Teknologi Informasi dan hubungannya dengan layanan informasi.Informasi adalah benda abstrak yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan positif danatau sebaliknya. Informasi dapat mempercepat atau memperlambat pengambilan keputusan.Dengan demikian informasi memiliki kekuatan, baik yang membangun maupun yangmerusak.Dalam prakteknya, informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk baik lisan (oral), tercetak(printed), audio, maupun audio-visual gerak yang masing-masing memiliki ciri khas,kelebihan dan kekurangan, sebagaimana tabel di bawah ini:Sifat InformasiTercetak-Audio-AudioVisualTercetak Audio Audio-Visual- dapat dibaca, dimana dan kapan saja- dapat dibaca berulang-ulang- daya rangsang rendah- pengolahan bisa mekanis, bisa elektris- biaya relatif rendah.- Daya jangkau terbatas - Dapat didengar bila siaran- Dapat didengar kembali bila diputar kembali.
  3. 3. - Daya rangsang rendah.- Elektris.- Relatif murah.- Daya jangkau besar. - Dapat didengar dan dilihat bila siaran.- Dapat didengar dan dilihat kembali bila diputar kembali.- Daya rangsang sangat tinggi.- Sangat mahal.- Daya jangkau besar, kecuali bioskop.Menurut Shannon dan Weaver, informasi sebagai objek materi ilmu komunikasi mempunyaimakna: Patterned matter-energy that affects the probabilities of alternatives available to anindividual making decision (hal atau energi yang terpolakan yang mempengaruhi danmemungkinkan seseorang membuat keputusan dari beberapa kemungkinan yang ada)(Shannon dan Weaver, 1949).Informasi bermanfaat untuk mencapai tujuan ideal maupun material. Di akhir abad ke-20informasi mampu menempatkan diri sebagai komoditas yang sangat potensial untukmendatangkan materi. Informasi dapat dikembangbiakkan, diolah, dan diperdagangkan untuktujuan material; atau disajikan untuk mempengaruhi sikap mental individu seperti iklan(material) dan publikasi/propaganda atau layanan sosial (ideal). Kenyataan ini sebagaimanadisinggung oleh Tanudikusumah (1984) yang menyatakan: "Kelak manusia akan "berternak"informasi, dan dari "berternak" informasi ini manusia akan memperdagangkannya danmemperoleh keuntungan darinya (Tanudikusumah, 1984). Demikian hebatnya eksistensiinformasi itu, hingga Napoleon Bonaparte (1769-1821) pernah menyatakan:"Saya lebih takut terhadap ketajaman pena daripada harus menghadapi satu batalion tentarabersenjata lengkap; dan "Bila pers saya beri kebebasan, kekuasaan saya tidak akan lebih daritiga bulan".Dalam sejarahnya Napoleon merupakan contoh seseorang yang dapat mencapai kekuasaanberkat kepandaiannya memanfaatkan informasi. Ironisnya, ia jatuh akibat kesalahannyamemanfaatkan informasi.Dalam pengertian yang sederhana, teknologi informasi dapat diartikan sebagai: "Teknologiinformatika yang mampu mendukung percepatan dan meningkatkan kualitas informasi, sertapercepatan arus informasi ini tidak mungkin lagi dibatasi oleh ruang dan waktu" (J.B.Wahyudi, 1990). Dari pendapat ini terdapat item yang sangat mendasar yaitu: "percepatandan peningkatan kualitas informasi yang tidak terbatasi oleh ruang dan waktu" kalimat kuncitersebut lebih mengarah kepada kedudukan teknologi informasi secara fungsional, yaknimempercepat akses informasi dan meningkatkan kualitas informasi.Everett M. Rogers (1986) dalam Communication Technology menyatakan bahwa teknologibiasanya memiliki dua aspek, yaitu perangkat keras (objek materi dan sifatnya), dan aspekperangkat lunak (dasar informasi untuk menggerakkan perangkat keras itu). Sedangkanbatasan mengenai teknologi informasi itu, Rogers menyatakan:"Teknologi informasi adalah perangkat keras bersifat organisatoris, dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau khalayak mengumpulkan, memproses, dan salingmempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain (Rogers, 1986).Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan secara sederhana bahwa teknologiinformasi merupakan seperangkat fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkatlunak yang dalam prakteknya diarahkan untuk mendukung dan meningkatkan kualitasinformasi yang sangat dibutuhkan oleh setiap lapisan masyarakat secara cepat danberkualitas. Berkat teknologi informasi inilah, informasi yang ada di setiap tempat pada detikyang sama dapat dipantau di tempat lain meskipun tempat itu berada di belahan bumi yang
  4. 4. lain, atau bahkan di ruang angkasa sekalipun.Dewasa ini semakin dirasakan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai saranauntuk layanan informasi bagi masyarakat guna mendukung penyelenggaraan program-program pemerintah. Pemerintah bagaimanapun tidak dapat mengkesampingkan keberadaanteknologi informasi karena teknilogi informasi merupakan sarana yang paling efektif untukmenyampaikan atau mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam berbagaibidang.Teknologi informasi yang difungsikan untuk layanan informasi kepada masyarakatmemungkinkan terjadinya pertukaran informasi dalam waktu seketika tanpa dapat dibatasioleh ruang dan waktu. Hal ini tentu akan sangat mendukung suatu disiplin ilmu atau suatujenis pekerjaan yang memerlukan kecepatan akses informasi seperti jurnalistik atau ekonomi.Jurnalistik merupakan jenis kerja yang mengutamakan aktualitas/kecepatan; sedangkan padabidang ekonomi/bisnis percepatan informasi akan membawa pengaruh terhadap perolehanprofit atau sebaliknya.Sudah terbukti secara nyata bahwa bidang pembangunan, perekonomian, bisnis, dan bidanglainnya tidak akan mengalami kemajuan tanpa diimbangi dengan pencapaian kemajuan dibidang teknologi informasi. John Naisbitt dan Patricia Aburdene (1984) telahmemprediksikan akan terbentuknya ekonomi global. Prediksi ini saat ini telah menjadikenyataan, misalnya saja pada saat ini seseorang yang tengah berada di tengah hutanbelantara di pedalaman Kalimantan dapat saja melakukan transaksi dengan rekan bisnisnyayang ada di New York melalui komunikasi dengan telepon satelitnya.Oleh karena itu pemanfaatan teknologi informasi untuk layanan informasi kepada masyarakatmerupakan suatu keniscayaan. Sebab layanan informasi di masa sekarang ini tidak akanmembuahkan hasil yang maksimal jika tidak didukung oleh teknologi informasi. Inilah kaitanerat antara teknologi informasi dengan layanan informasi bagi masyarakat.D. Hakikat pemberdayaan masyarakatPemberdayaan masyarakat merupakan proses mengajak masyarakat agar mengetahui potensiyang dimiliki untuk dikembangkan dan menemukenali permasalahan yang ada, agar bisadiatasi secara mandiri oleh masyarkat itu sendiri. Pemberdayaan masyarakat diupayakanmelalui kapasitas sumberdaya manusia agar dapat bersaing dan mempunyai kesempatanberusaha untuk meningkatkan pendapatan rumahtangga sehingga akan tercapai ketahananpangan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkanpemberdayaan masyarakat adalah melalui layanan informasi dengen memanfaatkan teknologiinformasi yang ada.Upaya pemberdayaan masyarakat telah mendapat perhatian besar dari berbagai pihak yangtidak terbatas pada aspek pemberdayaan ekonomi sosial, tetapi juga menyangkut aspekpemberdayaan di segala bidang. Pemberdayaan masyarakat terkait dengan pemberian aksesbagi masyarakat, lembaga, dan organisasi masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkanhak masyarakat bagi peningkatan kehidupan ekonomi, sosial dan politik. Oleh sebab itu,pemberdayaan masyarakat amat penting untuk mengatasi ketidakmampuan masyarakat yangdisebabkan oleh keterbatasan akses, kurangnya pengetahuan dan keterampilan, adanyakondisi kemiskinan yang dialami sebagaian masyarakat, dan adanya keengganan untukmembagi wewenang dan sumber daya yang berada pada pemerintah kepada masyarakat.Potensi masyarakat untuk mengembangkan kelembagaan keswadayaan ternyata telahmeningkat akibat kemajuan sosial ekonomi masyarakat. Pada masa depan perludikembangkan lebih lanjut potensi keswadayaan masyarakat, terutama keterlibatanmasyarakat pada berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan sosial, dankepedulian mayarakat luas dalam memcahkan masalah kemasyarakatan.Potensi masyarakat tersebut di atas, dalam hal ini diartikan sebagai “Masyarakat Berdaya”
  5. 5. yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Keberdayaan "MasyarakatBerdaya" dicirikan dengan timbulnya (1) kesadaran bahwa, mereka paham akan haknya ataslingkungan hidup yang baik dan sehat serta sanggup menjalankan kewajiban dan tanggungjawab untuk tercapainya kualitas lingkungan hidup yang dituntutnya. Kemudian, (2) berdayayaitu mampu melakukan tuntutan mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat. Selanjutnya,(3) mandiri dalam kemampuan berkehendak menjalankan inisiatif lokal untuk menghadapimasalah lingkungan di sekitarnya. Dan, secara aktif tidak saja (4) memperjuangkan aspirasidan tuntutan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat secara terus menerus, tetapi juga (5)melakukan inisiatif lokal.Pemberdayaan adalah suatu proses yang berjalan terus menerus untuk meningkatkankemampuan dan kemandirian masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya. Dalam prosestersebut masyarakat bersama-sama:1. Mengidentifikasi dan mengkaji permasalahan dan potensinya.2. Mengembangkan rencana kegiatan kelompok berdasarkan hasil kajian3. Menerapkan rencana tersebut4. Secara terus-menerus memantau dan mengkaji proses dan hasil kegiatannya (Monitoringdan Evaluasi / M&E)E. Beberapa kendala penerapan layanan informasi untuk pemberdayaan masyarakatLayanan informasi bagi masyarakat yang diwujudkan dengan memfungsikan secara optimalteknologi informasi yang ada menurut M. Alwi Dahlan (1993) masih terkendala olehbeberapa hal, di antaranya adalah:1. Kesadaran informasi masyarakat yang masih belum maksimal.Kurangnya kesadaran informasi terlihat dari peranan informasi dalam proses melakukanpekerjaan atau kegiatan. Informasi masih belum merupakan sesuatu yang dengan sendirinyamelekat pada setiap langkah. Dalam masyarakat kita sering terjadi bahwa yang harus punyainformasi belum tentu memilikinya, dan kalau memiliki belum tentu dapat mencarinya(misalnya karena arsip tidak terpelihara).2. Sikap terhadap teknologi belum menunjang.Masyarakat mungkin telah membicarakan teknologi, tetapi pada umumnya belum diikutipenerimaan sepenuh hati. Teknologi yang dikaitkan masyarakat dengan masyarakat informasipada umumnya adalah produk teknologi konsumen, itupun pada umumnya menyangkutteknologi komunikasinsebagai penerima informasi, bukan sebagai pengolahnya.Teknologi informasi belum dapat dikatakan memasyarakat, bagaimanapun meluapnyaperhatian terhadap pameran komputer, tetapi orang banyak datang hanya untuk mengagumiberbagai kecanggihan komputer itu. Meskipin jumlah pembeli komputer sudah meningkat,tetapi fungsinya belum dapat dipahami dengan baik. Semua ini menunjukkan bahwa sikapterhadap teknologi informasi belum positif.3. Penggunaan teknologi informasi belum merata, apalagi mengakar dalam kehidupanmasyarakat.Banyak orang yang sudah mulai menggunakan komputer tetapi sebagian besar terlihat belummemanfaatkannya secara efisien, jauh di bawah kemampuan dan fungsinya. Penggunaanyang kurang efisien ini bukan hanya terjadi pada masyarakat biasa, bahkan beberapaorganisasi/institusi yang seharusnya merupakan perintis masyarakat informasi terlihat masihberada pada tahap awal dalam melembagakan pemanfaatan teknologi informasi.4. Penerapan budaya informasi belum didorong oleh pelembagaan atau kebijakan nasional.
  6. 6. Pada negara berkembang yang tak akan pernah kecukupan anggaran, pembudayaan suatuteknologi sangat bergantung pada kebijakan dan prioritas pemerintah. Dalam hal ini sebagaicontoh, terlihat betapa cepatnya teknologi televisi membudaya, sejak pemerintahmemutuskan untuk mempergunakan Satelit Palapa.Keempat item mengenai pemanfaatan teknologi informasi tersebut di atas dapat menjadikendala untuk mewujudkan layanan informasi bagi masyarakat. Bagaimanapun layananinformasi gencar dilakukan oleh pemerintah, tetapi jika di tengah-tengah masyarakat sendiribelum tercipta suatu kondisi "kesadaran informasi" yang menyeluruh tentu layanan informasiyang sedang digalakkan oleh pemerintah tidak akan membuahkan hasil secara optimal.Untuk mengatasi beberapa kendala di atas, agar layanan informasi yang dilakukan olehpemerintah dapat lebih berguna bagi upaya untuk memberdayakan masyarakat, maka sebagaialternatif dapat dilakukan beberapa langkah yaitu:1. Menentukan konsep nasional mengenai masyarakat informasi Indonesia yang diinginkan,dengen mempertimbangkan perkembangan masyarakat dan budaya sendiri ke masa depantanpa melepaskan diri dari negara maju. Konsep ini perlu dijabarkan dalam kebijakan yangmenjadi pegangan dalam pemilihan, penerapan, dan pembudayaan teknologi secara luas,termasuk pendidikan dan sebagainya.2. Meningkatkan kesadaran berinformasi dan sikap yang positif terhadap informasi dalamsegala bidang, yang menjadi dasar bagi pembudayaan teknologi informasi. Upaya ini perludipadukan kedalam segala sektor dan program secara luas, sehingga "bendera informasi dapatberkibar di semua tiang, tidak terbatas pada tiang informatika". Memberi prioritas kepadainstitusi/pranata yang strategis untuk menunjang pembentukan masyarakat informasi.3. Merubah citra teknologi dan teknologi informasi, sehingga dapat diterima dengan wajardan akrab oleh pemakai yang lebih luas dan masyarakat umum Indonesia. Citra/persepsi barutersebut dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan yang mendorongadopsi inovasi, yaitu:- Manfaat komparatif dengan praktek/kebiasaan yang ada- Keserasian dan keselarasan (compatibility) dengan nilai-nilai, pengalaman, dan kebutuhanmasyarakat- Kesederhanaan, keakraban, dan kemudahan pemakaian- Ketersediaan; kemungkinan bagi orang banyak untuk mencoba dalam situasi yangdikehendakinya- Pembuktian; masyarakat dapat mengamati keberhasilan danmanfaat penerapan tersebutdalam lingkungannya (Dahlan, 1993: 6).F. Optimalisasi layanan informasi untuk pemberdayaan masyarakatMenurut Wikipedia Indonesia, pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikansebagai segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publikyang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah diPusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha MilikDaerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangkapelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik atau pelayanan umumdapat dibedakan menjadi dua, yaitu:1. Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh organisasi privat,adalah semua penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, sepertimisalnya rumah sakit swasta, PTS, perusahaan pengangkutan milik swasta.2. Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh organisasi publik.Yang dapat dibedakan lagi menjadi :
  7. 7. a. Yang bersifat primer dan,adalah semua penyediaan barang/jasa publik yangdiselenggarakan oleh pemerintah yang di dalamnya pemerintah merupakan satu-satunyapenyelenggara dan pengguna/klien mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalahpelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara dan pelayanan perizinan.b. Yang bersifat sekunder, adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yangdiselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harusmempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan.Salah satu bentuk pelayanan publik yang tidak kalah pentingnya di antara jenis-jenispelayanan publik lainnya adalah layanan informasi kepada publik. Sebagaimana diuraikan dimuka, pelayanan publik dalam bentuk layanan informasi dapat berupa layanan informasiyang menggunakan berbagai macam produk teknologi informasi, baik media tercetak, audio,audio visual, internet dan sebagainyaBerkaitan dengan pemanfaatan internet sebagai media layanan informasi ini, pemerintahan diseluruh dunia pada saat ini menghadapi "tekanan" dari berbagai pihak untuk meningkatkankualitas pelayanan publik dan meningkatkan partisipasi aktif dalam pemberian informasi bagimasyarakat serta dituntut untuk lebih efektif. Hal ini menyebabkan eGovernment ataupemerintahan berbasis elektronik semakin berperan penting bagi semua pengambilkeputusan. Pemerintah Tradisional (traditional government) yang identik dengan paper-basedadministration mulai ditinggalkan. Transformasi traditional government menjadi electronicgovernment (eGovernment) menjadi salah satu isu kebijakan publik yang hangat dibicarakansaat ini. Di Indonesia eGovernment baru dimulai dengan inisiatif yang dicanangkan beberapatahun lalu.Berdasarkan definisi dari World Bank, eGovernment adalah penggunaan teknologi informasioleh pemerintah (seperti: Wide Area Network, Internet dan mobile computing) yangmemungkinkan pemerintah untuk mentransformasikan hubungan dengan masyarakat, duniabisnis dan pihak yang berkepentingan. (www.worldbank.org). Dalam prakteknya,eGovernment adalah penggunaan Internet untuk melaksanakan urusan pemerintah danpenyediaan pelayanan publik yang lebih baik dan cara yang berorientasi pada pelayananmasyarakat.Internet merupakan salah satu dari sarana layanan informasi yang dapat dimanfaatkan untkmemberdayakan masyarakat, di samping internet masih banyak lagi produk teknologiinformasi yang dapat diarahkan kegunaannya untuk melaksanakan program-programpemberdayaan masyarakat.Pemanfaatan teknologi informasi untuk pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan denganberbagai cara. Roger Harris dalam bukunya yang berjudul Information and CommunicationTechnologies for Poverty Alleviation (2004), mencatat sekurangnya 12 strategi pemanfaatanteknologi informasi yang dapat dimaksimalkan dampaknya untuk memberdayakanmasyarakat, yaitu:1. Mendistribusikan informasi yang relevan untuk pembangunan;2. Memberdayakan masyarakat yang kurang beruntung (disadvantaged) dan terpinggirkan(marginalized);3. Mendorong usaha mikro(fostering microentrepreneurship);4. Meningkatkan layanan informasi kesehatan jarak jauh (telemedicine);5. Memperbaiki pendidikan melalui e-learning dan pembelajaran-seumur-hidup (life-longlearning);6. Mengembangkan perdagangan melalui ecommerce;7. Menciptakan ketataprajaan (governance) yang lebih efisien dan transparan melaluiegovernance;8. Mengembangkan kemampuan;9. Memperkaya kebudayaan;
  8. 8. 10. Menunjang pertanian;11. Menciptakan lapangan kerja (creating employment); dan12. Mendorong mobilisasi sosial.Menurut hemat penulis untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi sebagaisarana layanan informasi untuk memberdayakan masyarakat, maka perlu dilakukan beberapalangkah strategis di antaranya adalah:1. Meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat akan manfaat teknologi informasi.Dengan menyadari akan manfaat teknologi informasi, maka diharapkan masyarakat akanmampu menyerap berbagai informasi penting sehingga mendorong masyarakat untuk secarasadar melakukan kegiatan-kegiatan partisipatif yang mengarah kepada terbentuknya"masyarakat berdaya" di segala bidang. Peningkatan kesadaran ini dilakukan melaluipenyelenggaraan aktivitas seperti seminar, kampanye melalui media massa, focus groupdiscussion, konsultasi partisipatif, dan lain-lain.2. Menyediakan akses informasi. Penyediaan informasi ini haruslah informatif dan layananyang relevan untuk masyarakat. Agar dapat berjalan berkesinambungan, masyarakat haruslahdapat merasakan manfaat yang dapat diambil dari akses informasi yang diberikan. Manfaatini secara ekonomis dapat dirasakan melalui peningkatan penghasilan atau mengurangipengeluaran. Oleh karena itu, informasi atau layanan yang diberikan haruslah tepat sasarandalam memenuhi kebutuhan masyarakat (demand driven), diolah dalam format yangsederhana, bahasa yang dimengerti, serta disebarkan dengan media komunikasi yang biasadigunakan, seperti papan pengumuman desa, pengeras suara, penyuluhan desa, radiokomunitas, atau medium lain yang sesuai dengan konteks lokal.3. Membangun kemitraan antara masyarakat dan penyedia layanan informasi. Penggalangankemitraan adalah bagian penting dari program layanan informasi dan dimaksudkan terutamauntuk mendukung pengembangan kemampuan masyarakat. Kemitraan ini dilakukan dengansemua pihak dari berbagai sektor, misalnya dengan departemen dan institusi kesehatan,pendidikan, industri, dan pertanian untuk mempromosikan pengembangan materi (contentdevelopment) dan layanan informasi untuk orang miskin. Sebaliknya, pihak departemen daninstansi juga dapat dimudahkan tugasnya dengan pengadaan sarana layanan umum/publikmelalui layanan informasi untuk disampaikan secara elektronik (online atau e-services).Dari beberapa gagasan di atas diharapkan penyelenggaraan layanan informasi kepadamasyarakat dapat mencapai sasaran secara tepat guna. Dengan melibatkan masyarakat dalampenyelenggaraan layanan informasi, penyediaan layanan informasi secara menyeluruh, danmembangun hubungan kemitraan antara penyedia layanan informasi dengan masyarakatdiharapkan akan memberikan nilai positif dan peningkatan pengetahuan dan ketrampilanmasyarakat di segala bidang, dan pada akhirnya terciptalah suatu kondisi di mana masyaraktterbentuk menjadi "masyarakat berdaya" yang di antaranya memiliki sikap-sikap keberdayaanseperti: (1) memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat,memiliki sikap kemandirian dalam kemampuan berkehendak menjalankan inisiatif lokaluntuk menghadapi masalah lingkungan di sekitarnya, (3) mampu memperjuangkan aspirasidan tuntutan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat secara terus menerus, serta (4)mampu melakukan inisiatif lokal yang menunjukkan diri sebagai warga masyarakat yangmemiliki ciri keberdayaan di segala bidang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yangdimilikinya.
  9. 9. BAB IIIPENUTUPG. KesimpulanDari uraian tentang layanan informasi sebagai wahana untuk pemberdayaan masyarakat diatas dapat penulis simpulkan beberapa hal, di antaranya:1. Informasi adalah benda abstrak yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan positifdan atau sebaliknya. Informasi dapat mempercepat atau memperlambat pengambilankeputusan.2. Informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk baik lisan (oral), tercetak (printed), audio,maupun audio-visual gerak yang masing-masing memiliki ciri khas, kelebihan dankekurangan.3. Teknologi informasi merupakan seperangkat fasilitas yang terdiri dari perangkat keras danperangkat lunak yang dalam prakteknya diarahkan untuk mendukung dan meningkatkankualitas informasi yang sangat dibutuhkan oleh setiap lapisan masyarakat secara cepat danberkualitas.4. Pemanfaatan teknologi informasi untuk layanan informasi kepada masyarakat merupakansuatu keniscayaan. Layanan informasi di masa sekarang tidak akan membuahkan hasil yangmaksimal jika tidak didukung oleh teknologi informasi.5. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses mengajak masyarakat agar mengetahuipotensi yang dimiliki untuk dikembangkan dan menemukenali permasalahan yang ada, agarbisa diatasi secara mandiri oleh masyarkat itu sendiri.6. Beberapa kendala layanan informasi kepada masyarakat di antaranya:a. Kesadaran informasi masyarakat yang masih belum maksimalb. Sikap terhadap teknologi belum menunjangc. Penggunaan teknologi informasi belum merata, apalagi mengakar dalam kehidupanmasyarakatd. Penerapan budaya informasi belum didorong oleh pelembagaan atau kebijakan nasional.7. Optimalisasi layanan informasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat dilakukan denganbeberapa cara, di antaranya:a. Meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat akan manfaat teknologi informasi.b. Menyediakan akses informasi yang informatif dan layanan yang relevan untuk masyarakat;c. Membangun kemitraan antara masyarakat dan penyedia layanan informasi.DAFTAR RUJUKANDahlan, M. Alwi, dkk., Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia vol. 5 dan 6, GramediaPustaka Utama, Jakarta, 1993.Hardjono, Ir. Agung, Strategi mengurangi kemiskinan dengan memanfaatkan Teknologiinformasi dan komunikasi, Bappenas-UNDP, tthHarris, Rogers W., Information and Communication Technologies for Poverty Alleviation,Asia-Pacific Development Information Programme, 2004Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2001, Pusat Pengkajian dan PenerapanTeknologi Informasi dan Elektronika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( P3TIE –BPPT ), 2001.Mulyadi, Dr. Deddy, M.Si, Mengharapkan Pelayanan Publik yang Optimal, Pikiran Rakyat,Sabtu, 07 Agustus 2004Pelayanan Publik, Ensiklopedi Wikipedia Indonesia, 2007
  10. 10. Rogers, M. Everett, Communication Technology- The New Media in Society, The FreePress, A. Dursion of Macmillan, Inc., New York, 1986.Shannon, C., dan W. Weaver, The Matematical Theory of Communication, Urbana, Univ. ofIllinois, 1949.Siallagan, Windraty, eGovernment : Menuju Pelayanan Publik Yang Lebih Baik, BadanAkuntansi Negara, tthTanudikusumah, Prof. Dr. R. Djajusman, Citra Komunikasi, Jakarta, 1984.Teknologi Informasi dan Komunikasi Perlu Landasan Hukum, Tempo Interaktif, Sabtu, 04Desember 2004Wahyudi, J.B. Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak, Jakarta, 1992.Zorkoczy, Peter, Information Technology, England, Pitman Publishing Limited,diterjemahkan oleh Alex Tri Kantjono W dalam Teknologi Informasi, Jakarta, 1988.

×