Your SlideShare is downloading. ×
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Laporan Pengindraan Jauh
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Laporan Pengindraan Jauh

9,772

Published on

Yoga Hepta Gumilar …

Yoga Hepta Gumilar
jurusan pendidikan geografi
universitas pendidikan indonesia

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
9,772
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
290
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar belakang Dewasa ini kemajuan teknologi sangat pesat ini juga berpengaruh padaperkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu perpetaan adalah salah satu ilmu yangsangat besar di pengaruhi oleh kemajuan teknologi tersebut di tandai denganproses perekaman jarak jauh yang perekamannya melalui satelit. Peta yangdihasilkan oleh perekaman jarak jauh ini dikenal dengan nama citra pengindraanjauh. Namun pada dasarnya citra satelit dengan peta mempunyai perbedaan yangmencolok dan tidak bisa dikatakan sama. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini membawa dampak positifbagi manusia, karena dengan pengindraan jarak jauh tersebut manusia dapatmelakukan penelitian tanpa terjun langsung kelapangan melainkan hanya melihatpada citra tersebut. Geografi adalah salah satu ilmu yang bisa dikatakan terbantudengan adanya pengindraan jarak jauh tersebut karena objek atau fenomena yangada di permukaan bumi dapat diperoleh data dan informasinya dengan citrapengindraan jarak jauh tersebut. Dengan menggunakan data pengindraan jarakjauh tersebut, secara langsung kita dalam mengkaji objek permukaan bumi yangtergambar pada citra tersebut secara langsung menunjukan pendekatankewilayahan, kelingkungan dalam konteks keruangan. Hal ini didasarkan bahwasifat dan karakteristik objek di permukaan bumi terjadi relasi , interaksi daninterpedensi antara suatu factor dengan factor lainnya dalam suatu ruang maupunfactor-faktor antar ruang. Pengindraan jauh bertujuan untuk mengambil data dan informasi dari citrafoto maupun non foto dari berbagai objek yang ada di permukaan bumi . citrapengindraan jarak jauh ini antara lain berupa foto udara, citra landsat, citra SPOT,citra quickbird dan citra IKONOS. Citra penginderaan jauh merupakan gambar kenampakan yang tidaktergeneralisasi. Misalnya pada skala 1: 50.000, jalan dengan lebar 10 mdigambarkan dengan ukuran 0,2 mm. Sekalipun ukurannya sangat kecil,kenampakan jalan tersebut masih terlihat pada citra penginderaan jauh. Pada petaPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 1
  • 2. skala 1: 50.000, kenampakan jalan dengan lebar 10 m seharusnya berukuran 0,2mm. Apabila jalan tersebut merupakan kenampakkan yang penting makakenampakkan jalan akan tetap ditonjolkan. Misalkan digambarkan dengan ukuran1mm. Citra penginderaan jauh mengandung ketidaktelitian dalam hal ukuranplanimetriknya, terutama foto udara yang mempunyai proyeksi sentral. Walaupunhal ini tidak mengganggu interorentasi, namun dalam memplotkan hasilinterpretasi pada peta akan mengalami kesulitan. Hal ini karena skala di berbagaibagian tidak sama.Teknik-teknik memindahkan hasil interpretasi ke dalam petamemerlukan yang mahal seperti camera, stereo, Analog, optical photograph,rectifier, zoom transfercope dan plotter analytical. Dalam menganalisis atau mengedintifikasi suatu citra, pengenalan objekdan unsur-unsur interpretasi sangatlah penting karena jika kita tidak menguasaiunsur-unsur interpretasi tersebut kita tidak mungkin bisa dalam memperoleh datadengan cara interpretai tersebut. Ini juga berlaku untuk menentukan karakteristik-karakteristik suatu objek di dalam citra tersebut. Citra pengindraan jarak jauh dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidangdan kepentingan, salah satunya adalah untuk mengidentifikasi marine. Melaluicitra pengindraan jauh ini kita dapat mengetahui bentukan-bentukan apa saja yangterdapat di wilayah marine. Salah satunya adalah mengidentifikasi bentukan deltayang di akibatkan oleh sedimentasi sungai yang arus airnya melambat. Delta iniada beberapa jenis dan bisa dilihat di citra pengindraan jauh.B. Tujuan Tujuan yang ingin diperoleh dari praktikum ini adalahUntuk mengetahui bentukan-bentukan marine yang ada di desa jayagiri kecamatansindangbarang, cianjur selatan. Jawa baratPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 2
  • 3. C. Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari laporan praktikum ini diantaranya : 1. Dapat memperkaya pengetahuan tentang pengindraan jauh 2. Dapat mengetahui tindak lanjut pemerintah atau aparat yang berwenang tentang masalah dan pemanfaatan di daerah marin khususnya merine di wilayah sindangbarang. 3. Untuk menambah wawasanPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 3
  • 4. BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Marine Geomorfologi asal marin merupakan bentuk lahan yang terdapat disepanjang pantai. Proses perkembangan daerah pantai itu sendiri sangatdipengaruhi oleh kedalaman laut. Semakin dangkal laut maka akan semakinmempermudah terjadinya bentang alam daerah pantai, dan semakin dalam lautmaka akan memperlambat proses terjadinya bentang alam di daerah pantai. Selaindipengaruhi oleh kedalaman laut, perkembangan bentang lahan daerah pantai jugadipengaruhi oleh: 1. Struktur dan tekstur batuan 2. Keadaan bentang alam daerayh pantai 3. Proses geomorfologi yang disebabakan oleh angin, air, gelombang, es dan arus laut 4. Prosesd geologi yang berasal dari dalam bumiadapun macam-macam bentukan marine, yaitu : 1) Delta  Delta terbentuk pada muara sungai yang memasuk tubuh air tenang (danau dan lautan). Kecepatan air sungai berkurang dengan cepat dan pengendapan sedimen terjadi. 2) Dataran Abrasi merupakan suatu dataran hasil erosi gelombang laut yang menghancurkan dinding pantai. 3) Split  merupakan endapan pantai dengan suatu bagian tergabung dengan daratan dan bagian lainnya menjorok ke laut. 4) Tombolo  merupakan suatu endapan tipis yang menghubungkan suatu pulau dengan daratan utama. 5) Bars  bars hamper sama dengan split, tapi bars menghubungkan “headland” satu dengan yang lainnya yang bisa terbentuk di muara sungai.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 4
  • 5. 6) Gisik (beach) merupakan bentang lahan yang masih dipengaruhi pasang terendah dan pasang tertinggi air laut, yang merupakan akumulasi pasir pantai. 7) Beting Gisik (beach ridge)  merupakan perkembangan dari gisik yang biasanya telah banyak dimanfaatkan untuk lahan-lahan permukiman atau pertanian yang tidak dipengaruhi lagi oleh aktivitas pasang surut, tetapi proses pembentukannya merupakan kerjasama antara aktifitas marin dan fluvial, biasanya tersusun oleh endapan pasir dan lempung. 8) Rataan pasang surut(tidal flat)  merupakan suatu dataran pantai yang masih dipengaruhi oleh aktivitas pasang surut air laut , dengan material penyusun umumnya lempung pasiran (pantai berlempung). 9) Rataan lumpur( mud flat)  tidal flat yang apabila tidak ada vegetasi apapun yang tumbuh 10) Rawa payau(saltmars)  tidal flat yang apabiloa ada vegetasi yang tumbuh diatasnya seperti mangrove. 11) Rataan terumbu (coral flat)  merupakan suatu daratan yang terbentuk akibat pendangkalan pantai dan sedimentasi yang besar diatas suatu formasi batuan yang tersusun oleh terumbu karang. 12) Swale  merupakan bentukan morfologi berupa ledokan yang terdapat diantara dua beting gisik atau diantara dua gumbuk pasir. 13) Lagoon  merupakan morfologi ledokan yang berada diantara dua beting gisik (swale) yang berisi air asin atau bagian perairan laut yang menggenang dan terpisah dengan tubuh perairan laut utama akibat adanya bar di depan muara sungai. 14) Dataran alluvial pantai (coastal alluvial plain)  merupakan bentang lahan daratan sebagai akibat perkembangan pantai yang telah lanjut dan bergeser kearah darat, yang telah tertutup oleh material-material hasil sedimentasi proses fluvio-marine, tersusun oleh material alluvium (pasir berlempung) yang relative subur, dan banyak dipergunakan untuk kawasan pertanian irigasi dan pemukiman.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 5
  • 6. B. Delta Delta adalah suatu bentuk yang menjorok keluar dari garis pantai (sepertihuruf D), terbentuk saat sungai masuk ke laut, dengan banyaknya suplai sedimenyang dibawa air sungai lebih cepat dibanding proses pendistribusian oleh proses-proses di pantai.a. Proses yang Mempengaruhi Pembentukan Delta 1. Iklim Iklim berpengaruh terhadap proses fisika, kimia, dan biologi dalam semua komponen sistem sungai. Pada daerah tropis, penyediaan volume air permukaan besar. Pelapukan fisika dan kimia berpengaruh terhadap tingkat sedimentasi. 2. Debit Sungai Debit sungai tergantung dari faktor iklim, mempengaruhi bentuk geometri delta. Delta dengan debit air dan sedimennnya tinggi dan konstan tiap tahunnya menghasilkan suatu tubuh pasir yang panjang dan lurus serta umumnya membentuk sudut yang besar terhadap garis pantai. Sebaliknya bila produk sedimen serta variasi debit air setiap tahunnya berbeda, maka terjadinya perombakan tubuh-tubuh pasir yang tadinya diendapkan oleh proses-proses laut dan cenderung membentuk tubuh delta yang sejajar dengan garis pantai. 3. Produk Sedimen Delta tidak akan terbentuk jika produk sedimennya terlalu kecil. 4. Energi Gelombang Energi gelombang merupakan mekanisme penting dalam merubah dan mencetak sedimen delta yang berada di laut menjadi suatu bentuk tubuh pasir di daerah pantai. 5. Proses Pasang Surut Beberapa delta mayor di dunia didominasi oleh aktivitas pasang yang kuat. Diantaranya adalah delta Gangga-Brahmanaputra di Bangladesh, dan delta Ord di Australia.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 6
  • 7. 6. Arus Pantai Arus pantai mengorientasikan tubuh-tubuh pasir hingga membentuk sejajar atau hampir sejajar dengan arah aliran sungai. 7. Kelerengan Paparan Kelerengan paparan benua sangat berperan dalam menentukan pola perpindahan delta, yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. 8. Bentuk Cekungan Penerima dan Proses Tektonik Bentuk cekungan penerima merupakan pengontrol terhadap konfigurasi delta serta pola perubahannya. Daerah dengan tektonik yang aktif dengan akumulasi sedimen yang sedikit, sulit terbentuk delta . sebaliknya untuk daerah dengan tektonik pasif dan akumulasi sedimen yang banyak akan terbentuk delta yang baik.b. Syarat-syarat Terbentuknya Delta 1. Arus sungai pada bagian muara mempunyai kecepatan yang minimum. 2. Jumlah bahan yang dibawa sungai sebagai hasil erosi cukup banyak. 3. Laut pada daerah muara sungai cukup tenang. 4. Pantainya relatif landai. 5. Bahan-bahan hasil sedimentasi tidak terganggu oleh aktivitas air laut. 6. Tidak ada gangguan tektonik, kecuali penurunan dasar laut seimbang dengan pengendapan sungaic. Unsur-unsur Delta 1. Sungai : sebagai sarana pengangkut material 2. Distributary Channel 3. Delta Plain : Bagian delta yang berada di daratan, umumnya merupakan rawa-rawa. 4. Delta Front / Delta Slope : bagian delta yang berada di depan delta plain, dan merupakan laut dangkal. 5. Pro delta : bagian terdepan dari delta yang menuju ke laut lepas.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 7
  • 8. d. Klasifikasi Delta 1. Menurut Fisher, (1969) Dasar klasifikasi :  Proses fluvial dan influks sedimen.  Proses laut (gelombang dan arus bawah permukaan). Dibagi menjadi 3 kelas, yaitu :  Cuspate Delta.  Lobate Delta.  Elongate Delta / Bird Food Delta 2. Menurut Galloway (1975) : Dasar : dominasi proses fluvial, gelombang dan pasang surut. Contoh Deltanya yaitu :  Bird foot delta : jika pengaruh fluvial paling dominan.  Cuspate delta : jika pengaruh gelombang paling dominan.  Estuarine delta : jika pengaruh pasang surut paling dominan.C. Pengindraan jauha. Pengertian Dewasa ini perkembangan pengindraan jauh sangat pesat, perkembanganini menyangkut wahana, atau alat/kendaraan pembawa sensor, jenis citra sertaliputan dan ketersediaanya , alat dan analisis data serta penggunaan dan bidangpenggunaannya. Untuk lebih jelasnya ada beberapa pengertian pengindraan jauh atauindraja dari para ahli,  Pengindraan jauh berasal dari kara remote sensing memiliki pengertian bahwa pengindraan jauh merupakan suatu ilmu dan seni untuk memperoleh data dan informasi dari suatu objek dipermukaan bumi dengan menggunakan alat yang tidak berhubungan langsung dengan objek yang dikajinya (Lillesand dan Kiefer, 1979).Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 8
  • 9.  Pengindraan jauh merupakan variasi teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan analisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut berbentuk padiasi elektromagnetik yang dipantulkan dan dipancarkan dari permukaan bumi (lindgren, 1859).  Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menemutunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian (Avery, 1985).b. Sejarah Pengindraan Jauh Perkembangan Pengindraan Jauh dibedakan menjadi dua tahap, yaitusebelun tahun 1960 yang masinh menggunakan foto udara dan sesudah taun 1960yang sudah menggunakan satelit.1. Sebelum Tahun 1960 Perkembangan kamera diperoleh oleh Aristoteles dengan ditemukannyateknologi Camera Obscura yang merupakan temuan suatu proyeksi bayanganmelalui lubang kecil ke dalam ruang gelap. Percobaan ini dilanjutkan olehbeberapa ahli lagi yang kemudian mulai ditemukannya proses fotografi yangakhirnya berkembang menjadi teknik fotografi. Teknik fotografi terusberkembang setelah diproduksinya rol filem yang awalnya di buat untukmempotret desa dan kota di Paris dengan menggunakan balon udara. Pada yahun1903 di Jerman, kamera pertama yang diluncurkan melalui roket yangdimaksudkan untuk melakukan pemotretan udara dari ketinggian 800 m dankamera tersebut kembali ke bumi dengan parasut. Foto udara pertama kali dibuatoleh Wilbur Wright pada tahun 1909. Selama periode Perang Dunia I, foto udaradigunakan untuk berbagai keperluan antara lain untuk pelacakan dari udara yangdilakukan dengan pesawat kecil dilengkapi dengan kamera untuk mendapatkaninformasi kawasan militer strategis, juga dalam hal peralatan interpretasi fotoudara, kamera dan film. Sejak tahun 1920 di Amerika, pemanfaatan foto udaratelah berkembang pesat yang mana banyak digunakan sebagai alat bantu dalampengelolaan lahan, pertanian, kehutanan, dan pemetaan penggunaan tanah.Dimulai dari pemanfaatan foto hitam putih yang pada gilirannya memanfaatkanfoto udara berwarna bahkan juga foto udara infra merah. Selama perang dunia kePengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 9
  • 10. II, pemanfaatan foto udara telah dikembangkan menjadi bagian integral aktifitasmiliter yang digunakan untuk pemantauan ketahanan militer dan aktifitas daerahdi pasca perang.2. Sesudah Tahun 1960 Perekaman bumi pertama dilakukan oleh satelit TIROS (Television andInfrared Observation Satellite) pada tahun 1960 yang merupakan satelitmeteorology. Sejak saat ini peluncuran manusia ke angkasa luar dengan kapsulMercury, Gemini dan Apollo dan lain-lain digunakan untuk pengambilan fotopemukaan bumi. Sensor multispektral fotografi S065 yang terpasang pada Apollo-9 (1968) telah memberikan ide pada konfigurasi spektral satelit ERTS-1 (EarthResources Technology Satellite), yang akhirnya menjadi Landsat (Land Satellite).Satelit ini merupakan satelit untuk observasi sumber daya alam. Setiap programsatelit mempunyai misi khusus mengindera dan mengamati permukaan bumi,sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan aplikasi yang menjadi tujuannya. Misisatelit PJ resolusi tinggi sebagian berorientasi untuk inventarisasi, pantauan, danpenggalian lahan atau daratan, sebagian untuk mendapatkan informasi kelautandan lingkungan. Tabel 1 menunjukkan program satelit PJ operasional mulai daritahun 1990 sampai menjelang tahun 2000, yang distribusi datanya bagimasyarakat di seluruh dunia. Data PJ tersebut dapat dipesan, dibeli, atau dimintamelalui operator satelit atau stasiun bumi di negara atau kawasan setempat.c. Fisika Pengindraan Jauh Karakter utama dari suatu image (citra) dalam penginderaan jauh adalahadanya rentang panjang gelombang (wavelength band) yang dimilikinya.Beberapa radiasi yang bisa dideteksi dengan sistem penginderaan jarak jauhseperti : radiasi cahaya matahari atau panjang gelombang dari visible dan nearsampai middle infrared, panas atau dari distribusi spasial energi panas yangdipantulkan permukaan bumi (thermal), serta refleksi gelombang mikro. Setiapmaterial pada permukaan bumi juga mempunyai reflektansi yang berbedaterhadap cahaya matahari. Sehingga material-material tersebut akan mempunyairesolusi yang berbeda pada setiap band panjang gelombang.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 10
  • 11. Piksel adalah sebuah titik yang merupakan elemen palong kecil pada citrasatelit. Angka numerik (1 byte) dari piksel disebut Digital Number (DN). DigitalNumber bisa ditampilkan dalam warna kelabu, berkisar antara putih dan hitam(greyscale), tergantung level energi yang terdeteksi. Piksel yang disusun dalamorder yang benar akan membentuk sebuah citra. Berdasarkan resolusi yangdigunakan, citra hasil penginderaan jarak jauh bisa dibedakan atas (Jaya, 2002):  Resolusi spasial Merupakan ukuran terkecil dari suatu bentuk (feature) permukaan bumi yang bisa dibedakan dengan bentuk permukaan disekitarnya, atau sesuatu yang ukurannya bisa ditentukan. Kemampuan ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi (recognize) dan menganalisis suatu objek di bumi selain mendeteksi (detectable) keberadaannya.  Resolusi spektral Merupakan dimensi dan jumlah daerah panjang gelombang yang sensitive terhadap sensor  Resolusi radiometrik Merupakan ukuran sensitifitas sensor untuk membedakan aliran radiasi (radiation flux) yang dipantulkan atau diemisikan suatu objek oleh permukaan bumi.  Resolusi Temporal Merupakan frekuensi suatu sistem sensor merekam suatu areal yang sama (revisit). Seperti Landsat TM yang mempunyai ulangan setiap 16 hari, SPOT 26 hari dan lain sebagainya. Kebanyakan citra satelit yang belum diproses disimpan dalam bentukgrayscale, yang merupakan skala warna dari hitam ke putih dengan derajatkeabuan yang bervariasi. Untuk penginderaan jauh, skala yang dipakai adalah 256shade grayscale, dimana nilai 0 menggambarkan hitam, nilai 255 putih. Untuk citra muktispektral, masing-masing piksel mempunyai beberapaDN, sesuai dengan jumlah band yang dimiliki. Sebagai contoh, untuk Landsat 7,masing-masing piksel mempunyai 7 DN dari 7 band yang dimiliki. Citra bisaPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 11
  • 12. ditampilkan untuk masing0masing band dalam bentuk hitan putih maupunkombinasi 3 band sekaligus, yang disebut color composites. Citra, sebagai dataset, bisa dimanipulasi menggunakan algorithm(persamaan matematis). Manipulasi bisa merupakan pengkoreksian error,pemetaan kembali data terhadap suatu referensi geografi tertentu, ataupunmengekstrak informasi yang tidak langsung terlihat dari data. Data dari dua citraatau lebih pada lokasi yang sama dikombinasikan secara matematis untukmembuat composite dari beberapa dataset. Produk data ini, disebut derivedproducts, bisa dihasilkan dengan beberapa penghitungan matematis atas datanumerik mentah (DN) (Puntodewo, dkk, 2003 Reflektansi obyek pada Berbagai Panjang GelombangAdapun jenis-jenis gelombang atau spectrum yaitu, 1) Gelombang Radio Gelombang radio dikelompokkan menurut panjang gelombang atau frekuensinya. Jika panjang gelombang tinggi, maka pasti frekuensinya rendah atau sebaliknya. Frekuensi gelombang radio mulai dari 30 kHz ke atas dan dikelompokkan berdasarkan lebar frekuensinya. Gelombang radio dihasilkan oleh muatan-muatan listrik yang dipercepat melalui kawat-kawat penghantar. Muatan-muatan ini dibangkitkan oleh rangkaian elektronika yang disebut osilator. Gelombang radio ini dipancarkan dari antena dan diterima oleh antena pula. Kamu tidak dapatPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 12
  • 13. mendengar radio secara langsung, tetapi penerima radio akan mengubah terlebih dahulu energi gelombang menjadi energi bunyi. 2) Gelombang mikro Gelombang mikro (mikrowaves) adalah gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi yaitu diatas 3 GHz. Jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka akan muncul efek pemanasan pada benda itu. Jika makanan menyerap radiasi gelombang mikro, maka makanan menjadi panas dalam selang waktu yang sangat singkat. Proses inilah yang dimanfaatkan dalam microwave oven untuk memasak makanan dengan cepat dan ekonomis. Gelombang mikro juga dimanfaatkan pada pesawat RADAR (Radio Detection and Ranging) RADAR berarti mencari dan menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan gelombang mikro. Pesawat radar memanfaatkan sifat pemantulan gelombang mikro. Karena cepat rambat glombang elektromagnetik c = 3 X 108 m/s, maka dengan mengamati selang waktu antara pemancaran dengan penerimaan. 3) Sinar Inframerah Sinar inframerah meliputi daerah frekuensi 1011Hz sampai 1014 Hz atau daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. jika kamu memeriksa spektrum yang dihasilkan oleh sebuah lampu pijar dengan detektor yang dihubungkan pada miliampermeter, maka jarum ampermeter sedikit diatas ujung spektrum merah. Sinar yang tidak dilihat tetapi dapat dideteksi di atas spektrum merah itu disebut radiasi inframerah. Sinar infamerah dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena benda diipanaskan. Jadi setiap benda panas pasti memancarkan sinar inframerah. Jumlah sinar inframerah yang dipancarkan bergantung pada suhu dan warna benda. 4) Cahaya tampak Cahaya tampak sebagai radiasi elektromagnetik yang paling dikenal oleh kita dapat didefinisikan sebagai bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh mata manusia.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 13
  • 14. Panjang gelombang tampak nervariasi tergantung warnanya mulai dari panjang gelombang kira-kira 4 x 10-7 m untuk cahaya violet (ungu) sampai 7x 10-7 m untuk cahaya merah. Kegunaan cahaya salah satunya adlah penggunaan laser dalam serat optik pada bidang telekomunikasi dan kedokteran. 5) Sinar ultraviolet Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1015 Hz sampai 1016 Hz atau dalam daerah panjang gelombagn 10-8 m 10-7 m. gelombang ini dihasilkan oleh atom dan molekul dalam nyala listrik. Matahari adalah sumber utama yang memancarkan sinar ultraviolet dipermukaan bumi,lapisan ozon yang ada dalam lapisan atas atmosferlah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan meneruskan sinar ultraviolet yang tidak membahayakan kehidupan makluk hidup di bumi. 6) Sinar X Sinar X mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz . panjang gelombangnya sangat pendek yaitu 10 cm sampai 10 cm. meskipun seperti itu tapi sinar X mempunyai daya tembus kuat, dapat menembus buku tebal, kayu tebal beberapa sentimeter dan pelat aluminium setebal 1cm. 7) Sinar Gamma Sinar gamma mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz atau panjang gelombang antara 10 cm sampai 10 cm. Daya tembus paling besar, yang menyebabkan efek yang serius jika diserap oleh jaringan tubuh. Pemanfaatan RadiasiPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 14
  • 15. d. Unsur-unsur Interpretasi 1) Rona dan Warna Rona adalah tingkat kegelapan atau tingkat kecerahan objek pada citra. Sedangkan warna adalah wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spectrum sempit, lebih sempit dari spectrum tampak 2) Bentuk Bentuk merupakan variable kualitatif yang memberikan konfigurasi atau kerangka suatu objek (Lo, 1976). 3) Ukuran Ukuran ialah atribut objek berupa jarak, luas, tinggi, lereng dan volume. 4) Tekstur Tekstur merupakan perubahan rona pada citra atau pengulangan rona kelompok obyek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual. 5) Pola Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak objek bentukan manusia dan bagi beberapa objek alamiah. 6) Bayangan Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. 7) Situs Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. 8) Asosiasi Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang stau dengan objek yang lainnya. Misalnya fasilitas listrik yang besar sering menjadi petunjuk bagi jenis pabrik aluminium, gedung sekolah yang berbeda dengan tempat ibadah. 9) Konfergensi bukit Konfergensi bukit ialah penggunaan beberapa unsure interpretasi citra sehingga lingkupnya menjadi semakin menyempit kea rah satu simpulan tertentu.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 15
  • 16. e. Keunggulan dan Kelemahan Pengindraan Jauh 1. Keunggulan Inderaja Menurut Sutanto (1994-18-23), penggunaan penginderaan jauh baik diukur dari jumlah bidang penggunaannya maupun dari frekuensi penggunaannya pada tiap bidang mengalami pengingkatan dengan pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :  Citra menggambarkan obyek, daerah, dan gejala di permukaan bumi dengan; wujud dan letak obyek yang mirip ujud dan letak di permukaan bumi, relatif lengkap, meliputi daerah yang luas, serta bersifat permanen.  Dari jenis citra tertentu dapat ditimbulkan gambaran tiga dimensional apabila pengamatannya dilakukan dengan alat yang disebut stereoskop.  Karaktersitik obyek yang tidak tampak dapat diwujudkan dalam bentukcitra sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya.  Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terestrial.  Merupakan satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.  Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek. 2. Kelemahan Inderaja Walaupun mempunyai banyak kelebihan, penginderaan jauh juga memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut  Orang yang menggunakan harus memiliki keahlian khusus;  Peralatan yang digunakan mahal;  Sulit untuk memperoleh citra foto ataupun citra nonfoto.D. Citra Landsat Satelit LANDSAT (Land satellite) merupakan salah satu contoh satelitsumber daya yang menghasilkan citra multispektral. Satelit ini milik AmerikaSerikat yang diluncurkan pertama kali tahun 1972 dengan nama ERST-1.Keberhasilan satelit ini, dilanjutkan dengan peluncuran satelit kedua dengan namaLandsat-1, hingga tahun 1991 telah diluncurkan sebanya lima satelit (Landsat-1Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 16
  • 17. sampai Landsat-5). Landsat TM (Land satellite Thematic Mapper) adalah satelitsumber daya bumi generasi kedua yang merupakan penyempurnaan dari landsatgenerasi pertama. Keunggulan dari satelit ini adalah pada jumlah saluran yangdigunakan sebanyak 7 saluran (band) serta digunakan saluran inframerah tengahdan inframerah termal. Citra Landsat ETM+ mempunyai spesifikasi antara lainresolusi spektral tinggi, yaitu mempunyai 8 saluran sehingga kemampuanmembedakan obyek relatif tinggi. Liputan citra yang luas membuat citra inimempunyai kemampuan memberikan gambaran suatu daerah secara kenampakanyang berkesinambungan (sinoptic overview) sehingga akan memudahkan dalaminterpretasi suatu daerah yang luas. Hal ini karena perbandingan mapunketerkaitan kenampakan antara satuan wilayah dapat dilihat secara langsung padacitra yang sama. Citra Landsat ETM+ mempunyai resolusi temporal atau mampumerekam daerah yang sama setiap 16 hari sekali, hal ini sangat bermanfaat untukmemperoleh data terbaru tentang daerah penelitian. Pada citra Landsat generasike-7 telah ditingkatkan resolusi spasialnya, yaitu dengan sensor ETM+ selainmenghasilkan citra dengan 7 saluran seperti pada sensor TM, ditambah saluran(band) ke-8 yang mempunyai resolusi spasial 15 meter (pankromatik) kemudiandari sensor HRMSI dihasilkan citra multispectral (4 band) dengan resolusi spasial10 meter serta 1 band citra pankromatik dengan resolusi spasial 5 meter.(KhakhimN, 2003) Landsat yang masih berotasi sampai sekarang adalah landsat 5 yangmerupakan satelit sumber alam generasi baru yang telah beroprasi penuh. Satelitini berada pada ketinggian 705 km yang terdiri atas multimission modularspesecraft, yaitu modul pesawat sebagai pendukung posisi dan keberadaan satelit,dan instrumen modul yaitu modul instrumen penginderaan jauh. Satelit inimempunyai orbit yang tidak berubah (sunsynchronous) dan hampir polar karenaorbitnya tidak berhimpitan dengan bumi, melainkan beda sebesar 8.20 searahjarum jam. Orbit sunsynchronous disebapkan sudut antara bidang matahari, pusatbumi dan bidang orbit satelit dibuat tetap sebesar 37,50 (Lillesand dan Kiefer,1994). Rotasi bumi dari barat ke timur dan orbit satelit yang sunsynchronousmenyebapkan satelit mengitari bumi lebih dari 10 kali sehari. Setiap putaranmembutuhkan waktu sekitar 98 menit. Proyeksi lintasan satelit bergeser dari arahtimur ke barat sejauh 2,752 Km di sepanjang katulistiwa. Landsat bergerak dariPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 17
  • 18. utara ke selatan dengan menyapu permukaan bumi selebar 185 Km dan dapatmeliput hampir seluruh permukaan bumi dan beberapa daerah laut (Lillesand danKiefer, 1994) . Menurut Lillesand dan Kiefer (1994) dalam Purwadhi (2001)bahwa satelit LANDSAT 7 saat ini membawa dua sensor, yaitu ETM+ dan HighResolution Multispectral Stereo Imager (HRMSC). Desain ETM + titik beratnyauntuk berkelanjutan (continuity) dari program LANDSAT 4, 5, dan 6, yaitu lebarliputan 185 Km. Desain sensor ETM + seperti ETM pada LANDSAT 7 ditambahdua sistem model kalibrasi untuk gangguan kalibrasi untuk gangguan radiasimatahari (Dua Model Solar kallibrator Sistem) dengan penambahan lampukalibrasi untuk fasilitas koreksi radiomatrik. Menurut Lillesand dan Kiefer (1994),ke tujuh band pada landsat untuk pemetaan tematik adalah : Band Panjang Spektral Kegunaan Gelombang(µm) 1 0.45 - 0.52 Biru Tembus terhadap tubuh air, dapat untuk pemetaan air, pantai,pemetaan tanah, pemetaan tumbuhan, pemetaan kehutanan dan mengidentifikasi budidaya manusia 2 0.52 - 0.60 Hijau Untuk pengukuran nilai pantul hijau pucuk tumbuhan dan penafsiran aktifitasnya, juga untuk pengamatan kenampakan budidaya manusia 3 0.63 - 0.69 Merah Dibuat untuk melihat daerah yang menyerap klorofil, yang dapat digunakannuntuk membantu dalam pemisahan spesies tanaman juga untuk pengamatan budidaya manusia 4 0.76 - 0.90 Infra merah Untuk membedakan jenis tumbuhan dekat aktifitas dan kandungan biomas untuk membatasi tubuh air dan pemisahan kelembaban tanahPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 18
  • 19. 5 1.55 - 1.75 Infra merah Menunjukkan kandungan kelembaban sedang tumbuhan dan kelembaban tanah, juga untuk membedakan salju dan awan 6 10.4 - 12.5 Infra Merah Untuk menganallisis tegakan tumbuhan, Termal pemisahan kelembaban tanah dan pemetaan panas 7 2.08 - 2.35 Infra merah Berguna untuk pengenalan terhadap sedang mineral dan jenis batuan, juga sensitif terhadap kelembaban tumbuhanKarakteristik ETM + LandsatE. Pengindraan Jauh Untuk Marine Pengindraan jauh sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusiabegitupun bagi geografi, karena dengan pengindraan jauh ini geografi dalammengkaji sebuah objek di permukaan bumi tanpa harus terjun ke lapangan namundengan hanya menginterpretasi citra pengindraan jauh tersebut. Dalam kajiangeografi terdapat pula geomorfologi bentukan marine. Dengan bantuanpengindraan jauh ini dalam pengkajian marine dapat lebih mudah dalam halpenelitian dilapangan dari pada menggunakan peta geologi. Karena citra ini lebihnyata dan keakuratannya lebih bagus karena merupakan sebuah foto, sedangkanpeta adalah sebuah gambar yang distorsinya bisa dibilang cukup besar.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 19
  • 20. Sedangkan manfaat yang diperoleh apabila menggunakan pengindraanjauh dalam kajian marine, diantaranya : Pengamatan sifat fisis air laut. Pengamatan pasang surut air laut dan gelombang laut. Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lainPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 20
  • 21. BAB III METODOLOGIA. Alat dan Bahan Alat-alat yang dipergunakan dalam praktikum ini diantarnaya:1. Peta rupabumi  peta rupa bumi dipergunakan untuk membantu mengidentifikasi penggunaan lahan dan bentukan lahan pada citra satelit. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk mempermudah mengetahui lokasi atau tempat yang kita tuju atau cari.2. Peta geologi  dipergunakan untuk membantu mencari atau mengidentifikasi jenis tanah di daerah praktikum3. Citra satelit Landsat lembar Cipatujah  untuk menginterpretasikan bentukan marine apa saja yang terdapat di daerah Cipatujah.4. GPS  untuk membantu kita menemukan dan mengetahui koordiant (grid atau geodetic) daerah praktikum. Caranya yaitu kita ambil data tentang suatu tempat dilihat dari ketinggiannya. Kemudian setelah ditentukan ketinggiannya maka arahkan arah itu terhadap garis koordinat, maka didapatkan garis lintang dan garis bujur yang sesuai dengan ketinggian tempat yang telah ditentukan.5. Kompas  untuk mengetahui arah dan letak tempat yang akan disajikan titik pengamatan. Cara kerja kompas yaitu: kompas harus terletak diatas permukaan yang datar sehingga kinerja kompas itu bisa menentukan suatu arah yang lebih tepat dimana jarum kompas selalu menggarah kea rah utara sehingga memungkinkan kita untuk dapat dengan mudah menentukan arah utara pada suatu daerah yang tidak di ketahui kemana arah mata anginnya.Kemudian setelah penempatan kompas itu dalam keadaan stabil dan datar, kita arahkan kompas pada satu titik yang akan menjadi tiitik focus penelitian, setelah kita mendapatkan satu titik focus kemudian ambil garis lurus sehingga menghasilkan sebuah titik pertemuan, maka itulah titik atau tempatyang harus di jadikan penelitian.6. Klinometer  untuk mengukur derajat kemiringan lerengPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 21
  • 22. 7. Kamera  untuk memotret bentukan-bentukan di daerah marineB. Langkah-langkah komputerisasia. Membuka Program Ermapper 6.4 Apabila kita kita ingin membuka mengedit citra satelit yang adadikomputer dan mengklassifikasikannya dengan menggunakan klassifikasiunsupervised. Maka kita harus membuka terlebih dahulu program ERMapper nyaterlebih dahulu. Dan yang sekarang kita gunakan adalah ERMapper 6.4 Pertama-tama klik Start menu pada desktop anda, setelah itu pilih ERMapper 6.4.Setelah itu atan muncul tampilan proses loading seperti gambar di bawah ini:Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 22
  • 23. Dan selanjutnya akan muncul kotak seperti di bawh ini:Setelah itu klik ikon untuk membuka file, sehingga akan muncul tampilanseperti dibawah iniPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 23
  • 24. Lalu pilih file yang akan di buka. Klik OKb. Membuat Band 321 dan Cara Menyimpan Buka terlebih dahulu program ER Mapper 6.4, setelah itu akan muncultampilan seperti ini,Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 24
  • 25. Setelah tampil kotak seperti diatas klik ikon ini, lalu akan muncultampilan seperti dibawah ini, Setelah tampil kotak dialog seperti diatas klik ikon duplicatesebanyak 2 kali, sehingga akan muncul tampilan seperti iniPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 25
  • 26. Setelah itu masukan data TIF dengan cara klik ikon maka akantampil seperti ini, Lalu masukan setiap data TIF ini ke semua pseudo layer dengan caramengklik ok this layer only. Maka akan tampil seperti ini.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 26
  • 27. [Ps] default Surface nya di ubah ke “Red Green Blue” seperti tampilan diatas. Lalu selanjutnya ke tiga pseudo layer ini di ubah menjadi RGB, Ketiga band tersebut diganti, no 1 jadi red, 2 jadi green dan yang ke tigablue, setelah langkah itu di lakukan maka klik ikon dan untukmemperjelas citra, dan hasilnya akan seperti iniPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 27
  • 28. Untung save data citra di atas dilakukan dengan cara klik ikon terusdilakukan 2 kali, yang pertama dengan ER Mapper Raster Data dan yang ke duadengan ER Mapper Alogarithm. Setelah itu klik OK maka akan muncul tampilan seperti iniPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 28
  • 29. Lalu tekan ok maka akan muncul gambar seperti ini loadingjika sudah selesai maka akan tampil seperti dibawah ini, jika ini tampil makapenyimpanan data “ers” sudah berhasil.Setelah berhasil mengsave data “ers” maka harus di lanjutkan dengan mengsavedata logarithm dengan cara sama seperti tadi klik ikon save , lalu pada kotakdialog pilih ER Mapper alogarithm(.alg)Lalu klik ok dan penyimpanan berhasil.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 29
  • 30. c. Cara Crop Citra Pertama buka terlebih dahulu citra yang akan di crop lalu klik ikon .Ini dilakukan untuk memperjelas wilayah penelitian. Setelah di klik ikon tersebutdan arahkan ke tempat atau wilayah yang akan di teliti maka hasilnya akan sepertiini.d. Membuat ISSOCLASS Unsuperviseed Clasification Setelah kita memiliki citra dengan band 321, selanjutnya klik Process lalupilih Calculate StatisticPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 30
  • 31. Lalu pilih calculate statistic, maka akan muncul tampilan sebagai berikut Pada baris bataset pilih data citra yang akan di analisis, lalu klik oksehingga computer akan memprosesnya maka akan muncul seperti ini Setelah melakukan kalkulasi statistic, selanjutnya klik Process lalu pilihClassification dan pilih ISSOCLASS Unsupervised Classification.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 31
  • 32. Setelah itu akn muncul bookmark seperti dibawah ini: Pada input data set pilih untuk memasukan data yang akan di olah,jika ikon tersebut di klik maka terjadi tampilan seperti ini, lalu klik OKPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 32
  • 33. Setelah langkah tersebut dilakukan selanjutnya pilih pada output data setpilih seperti tadi lalu pada tampilan output dataset tulis nama yang khassehingga mudah di ingat seperti “citraplot9yoga321clasification” lalu OK Setelah itu dilakukan maka akan ada tampilan seperti dibawah iniPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 33
  • 34. Pada maximum iteration udah dari 99999 menjadi 10 untukmempersingkat waktu dan juga pada maximum number of classes ubah menjadi10 dari asalnya 225. Setelah ini dilakukan maka klik OK pada bagian atas kananpada kotak dialog. Maka secara otomatis computer akan memproses data tersebutseperti tampilan berikut Setelah keluar perintah seperti di atas klik OK, maka anda sudahmelakukan proses classification. Lalu semuanya close lalu klik pada toolbarER Mapper untuk membuka file yang telah melalui proses classification tadi, laluakan muncul tampilan ngblank hitam seperti berikut.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 34
  • 35. Tidak usah khawatir dengan tampilan seperti itu karena tampilan ngblankseperti itu merupakan hal yang biasa, bisa di atasi dengan klik ikon , makaakan muncul tampilan alogarithm yang sudah di jelaskan di atas, pada tampilanalogatithm ini klik kanan pada pseudo layer lalu pilih class display.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 35
  • 36. Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 36
  • 37. Klik kanan pada citra trus pilih cell values profile, cell values profile inidigunakan untuk membantu kita dalam menganalisis data. Setelah semuadilakukan pilih edit di menu bar ER Mapper lalu pilih edit class/region color andname… seperti tampilan di bawah. Data 1-10 ini di analisis sesuai apa yang ada dip eta dan di lapangan, carapengisian ini dilakukan dengan menyorot data dengan ikon pada cell valuesprofile yang akan menghasilkan sebuah angka lalu isikan kepada data yang 10tersebut.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 37
  • 38. Setelah semuanya selesai klik tanda save di sisi kanan atas, lalu closesemua file setelah itu buka lagi file tadi dengan mangklik ikon , dan inilahhasilnya.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 38
  • 39. e. Cara membuat layout pada cita Pertama buka terlebih dahulu file isoclass lalu pilih file dan pilih pagesetup.Setelah kita klik page setup maka akan muncul tampilan seperti ini.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 39
  • 40. Setelah muncul tampilan seperti itu kita ubah backgrundnya menjadi putihdengan cara klik ikon yang tadinya hitam menjadi putih, lalu ubahsemuanya hingga tampilannya seperti berikutKlik apply dan ok maka prosesnya akan selesai. Dan citranya akan seperti ini.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 40
  • 41. Selanjutnya buka alogarithm dan dan klik menu editpilih add vector layer lalupilih annotation/map compositionLalu pilih annotation layer sehingga muncul tool seperti ini.Klik map rectangle untuk memberi grid,skala,legenda dan arah mata angin.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 41
  • 42. a. Grid Pertama munculkan dulu tools seperti di atas lalu klik map rectanglelalu akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini dan pilih grid pada kategorimaka akan muncul seperti ini dan pilih LL. Lalu drag grid LL ini ke dalam citra maka akan muncul tampilan sebagaiberikutKlik fit grid untuk memasang pada citra sehingga tampilannya seperti di atas.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 42
  • 43. b. Judul Prosesnya sama seperti member grid, untuk member judul (text) klik ikon pada tools lalu akan muncul kotak dialog seperti di bawah dan kita ketik apajudul peta citra tersebut. Lalu pilih applyc. Mata Angin Sama seperti memberikan grid klik dulu ikon pada tools lalu pilih North_arrow Lalu pilih salah satu jenis mata angin dan drag ke citra. Dan hasilnya seperti ini.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 43
  • 44. d. Skala pilih scale_bar pada menu category maka tampilannya seperti ini Lalu drag ke dalam citra maka hasilnya akan seperti ini.e. Legenda Pilih Legend_Item pada menu category maka akan muncul seperti berikut dan drag jenis legenda yang akan di pilihPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 44
  • 45. Setelah di drag akan muncul tampilan sebagai berikutPada classified raster file pilih data isoclass agar legendanya mengisi secaraotomatis. Dengan cara klik ikon lalu akan tampil seperti ini,Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 45
  • 46. Klik OK, maka akan muncul tampilan seperti ini, hilangkan tanda pada FastPreview lalu close tampilan iniPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 46
  • 47. Setelah itu semua dilalui maka hasil akhirnya adalah seperti di bawah inif. Cara menyimpen Klik ikon pada tools untuk menyipan file dengan format erv trus klik ok, dan juga harus menyimpan juga dengan format alg nya.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 47
  • 48. BAB IV PEMBAHASANA. Deskripsi Umum Daerah Praktikum Daerah praktikum ini adalah daerah Cianjur Selatan yang meliputi KecamatanSindang barang. Sebelah barat berbatasan dengan Garut, sebelah selatanberbatasan dengan Samudera Hindia, sebelah timur berbatasan dengan Sukabumidan sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Daerah ini memiliki suhupanas karena terletak di daerah dataran rendah tepatnya di selatan pulau jawa.a. Kondisi fisik a) Geologi daerah penelitian Data geologi di daerah penelitian tersebut disajikan berdasarkan peta geologi lembar sindangbarang berskala 1 : 100.000. Yang paling banyak ditemukan di derah penelitian saya adalah batu pasir, dan juga mineral pasir besi karena pada plot 9 ini tepat dijadikan tambang pasir besi oleh warga ataupun oleh perusahaan- perusahaan tertentu.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 48
  • 49. b) Geomorfologi Banyak bentukan-bentukan di daerah praktikum ini, seperti: Struktural, Perbukitan landai, denudasional datar, Fluvial, Dataran banjir, sedimentasi, Marin dan Karst. c) Iklim Keadaan iklim di daerah praktikum ini pada umumnya beriklim tropic basah, hal ini ditandai dengan adanya hutan homogeny dengan kerapatan padat (tinggi). Namun di daerah selatannya, daerah dekat pantai, hawanya panas. Hal ini dikarenakan terpengaruh kondisi pantai. d) Tanah Kondisi tanah di daerah praktikum beragam, sebab batuannya pun beragam. pH rata-rata daerah tersebut berkisar antara 6 – 7. Drainasenya pun berbeda-beda sesuai bengan batuan yang terkandung.b. Kondisi sosial Pola pemukiman di daerah praktikum sangat beragam dari mulaimemanjang sepanjang jalan, ada juga yang terpencar. Aksebilitas di wilayahpenelitian dapat dikatakan baik karena alat transportasi umun sudah banyakditemui dan yang paling banyak adalah kendaraan elf sedangkan untuk pepergianjarak dekat masyarakat di daerah penelitian ini menggunakan motor, seperti untukkesekolah kepasar dll. Dilihat dari mata pencaharian penduduk di daerah penelitian kami di desajayagiri kecamatan sindangbarang sangat beragam, mulai dari petani, nelayan,pedagang, PNS dan yang paling dominan di wilayah penelitian kamipenduduknya bermata pencaharian sebagai petani jagung. Petani ini mendapatkanlahan buat pertanian dengan cara menyewa tanah kepada pemerintah denganharga Rp 10.000/tahun dengan luas lahan 400m2. Sarana prasarananya juga bisadikatakan cukup baik karena disana sudah didirikan alpamart yang dapat melayanipenduduk akan kebutuhan rumah tangganya, dan juga sudah berdiri sekolah darimulai TK sampai SMA.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 49
  • 50. B. Analisis a. Bentukan marine Seperti yang telah dijelaskan diatas tentang deskripsi daerah penelitian dahwa di temukan bentukan fenomena geomorfologi yaitu bentukan marine delta . Pada daerah raktikum ini yaitu plot 9 yang berada pada koordinat 7 28’5,76” LS - 107 13’00,8” BT terdapat bentukan delta yang di sebabkan oleh sungai yang bernama cidaun atau ci ujung (sebutan warga setempat). Delta artinya sedimentasi atau pengendapan di muara sungai karena debit sungai yang berkurang. Delta ini terbagi menjadi beberapa bentukan delta yaitu : 1. Bird Foot Delta, 2. Cuspate Delta, 3. Estuarine Delta. Jenis-jenis delta ini berbeda satu sama lain, perbedaan ini disebabkan oleh cara pembentukannya. Misalnya Bird Foot Delta, bentukan delta ini di sebabkan oleh pengaruh flufial yang sangat dominan. Delta ini terbentuknya lama karena material yang di angkut berjumlah relative kecil namun berkelanjutan. Dibawah ini adalah peta geologi plot 9 yang membahas tentang delta.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 50
  • 51. Untuk mengetahui ketelitian hasil interpretasi, maka harus diuji melaluitabel penguji ketelitian interpretasi bentukan marine sebagai berikut. Kenyataan Persentase Objek Kajian Total NO Dilapangan Ketepatan Lapangan Sample M1 (%) 1 M1 1 1 100Keterangan M1 = bentukan Delta Dari Data diatas dapat disimpulkan bahwa 100% interpretasinya benar.Terumbu Karang dan Garis Pantai Terdapat dilapangan dan sesuai dengan Citra. b. Potensi pantai ciujung a. Potensi sumberdaya Dengan ombaknya yang begitu besar pantai ciujung (sebutan dari warga setempat) sangat berpotensi untuk dijadikan sumber energi listrik tenaga gelombang laut, hal ini akan membantu pasokan listrik jawa bali. Selain itu pantai ini juga terkenal dengan pasir besi yang sangat melimpah, pasir besi ini akan dapat mendongkrak perekonomian warga setempat apabila diolah dan dikelola dengan baik jangan di monopoli oleh suatu perusahaan saja.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 51
  • 52. Pasir Besi b. Potensi bencana Dengan ombak yang sangat besar karena berbatasan langsung dengan samudra Indonesia potensi abrasi pantai sangat besar ditambah lagi dengan penambangan pasir besi yang memperparah terjadinya abrasi ini. Abrasi PantaiPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 52
  • 53. c. Pantai yang kotor Pantai ciujung ini memeang cukup kotor dikarenakan ada sampah yang di bawa oleh sungai ciujung, namun permasalahan ini tidak terlalu besar karena jumlah sampah yang relative sedikit. Pantai Cidaun yang kotor d. Kerusakan pantai Kerusakan ini disebabkan karena adanya penambangan pasir besi yang dilakukan tanpa memperdulikan dampak negatif terhadap lingkungan. Jika ini tidak di cegah maka kerusakan ini akan sangat menjadi-jadi dan tidak terkendali. Tempat penambangan pasir besiPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 53
  • 54. BAB V PENUTUPA. Kesimpulan Hasil interpretasi citra dan pengamatan langsung di lapangan diketahuibahwa terdapat salah satu bentukan marine yaitu delta, delta ini tidak begitu luas.Dengan band 321 bentukan-bantukan marine terlihat, Perairan berwarna berwarna biru Vegetasi berwarna hijau Sedimentasi berwarna coklat Namun untuk terumbu karang pada band 321 tidak begitu terlihat Delta adalah suatu bentukan geomorfologi marine ya terbentuk akibatsedimentasi sungai pada sungai yang arusnya melambat, delta ini terlihat dikawasan desa jayagiri kecamatan sindangbarang cianjur selatan. Namun delta initerlihat seperti delta muda sebab bentukannya tidak terlalu besar dan blum banyakvegetasinya. Namun pada kenyataannya di lapangan banyak sekali penggunaan lahanyang berubah, ada juga perbedaan antara citra RGB 321 dan peta RBI yangmempersulit dalam praktikum di lapangan.B. SaranUntuk penelitian selanjutnya, agar lebih baik maka diharapkan: 1. Penggunaan alat-alat praktikum yang lengkap misalnya GPS harus tersebar ke semua plot sebab jika tidak memiliki GPS akan lebih sulit menentukan koordinat. 2. Menggunakan alat praktikum yang lebih canggih, misalnya dalam hal GPS, hendaknya menggunakan GPS yang distorsinya seminim mungkin agar memudahkan pengecekan.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 54
  • 55. 3. Untuk menginterpretasi citra dan mengidentifikasinya, agar lebih akurat, kualitas lebih bagus dan pengoperasiannya lebih mudah, maka hendaknya menggunakan software yang lebih canggih seperti ENVI 4.2 yang hasil zoom gambarnya lebih jelas. 4. Harus ada kecocokan antara citra satelit dengan peta RBI sehingga kesalahan dalam pengidentifikasian penggunaan lahan tidak terlalu sulit.Pengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 55
  • 56. Daftar Pustaka________.informasi desajayagiri.[online][7 desember 2011]________.sejarah pengindraan jauh.[online][7 desember 2011]Data-data praktikum pengindraan jauhHani, 2007.karya ilmiah pengindraan jauh.bandung:universitas pendidikanIndonesiaIndraja.blogspot.comInstrument pengamatan geologi lingkunganMulawarmandhani, adithya. 2009 bentang alam laut pantai [online]. Tersedia :http://adityamulawardhani.blogspot.com/2009/02/bentang-alam-laut-pantai.htmSugandi,dede Drs M.Si,2010. Pengindraan jauh dan aplikasinya.buana nusantarapress :BandungTersedia : http://geoenviron.blogspot.com/2011/10/remote-sensing.htmlPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 56
  • 57. LAMPIRANPengindraan Jauh, Yoga Hepta Gumilar (1002055) Halaman 57

×