Your SlideShare is downloading. ×
Pengendalian korosi dengan coating
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pengendalian korosi dengan coating

1,380
views

Published on

Defenisi: Korosi umumnya terjadi pada logam. Korosi adalah reaksi kimia atau elektrokimia yang terjadi antara material logam dengan lingkungannya yang mengakibatkan berkurangnya sifat kekuatan energy …

Defenisi: Korosi umumnya terjadi pada logam. Korosi adalah reaksi kimia atau elektrokimia yang terjadi antara material logam dengan lingkungannya yang mengakibatkan berkurangnya sifat kekuatan energy pada material logam tersebut

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,380
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
59
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Pendahuluan  Kerusakan akibat korosi dapat diakibatkan banyak faktor, dapat terjadi karena variable luar seperti pengaruh lingkungan sekitar peralatan yang sangat korosif, berupa beban statik, beban dinamik, suhu, media operasi dan pemeliharaan yang buruk.
  • 2. Penanggulangan Korosi dengan Protective Coating/Painting  Dalam banyak metode penanggulangan korosi, Coating atau Cat adalah merupakan satu pilihan dari banyak metode penanggulangan korosi lainnya. Metode ini dianggap efektif karena mudah untuk di-aplikasi-kan baik sebelum konstruksi terpasang, pada saat di-fabrikasi dan atau setelah konstruksi selesai
  • 3. Coating atau Painting  Defenisi  Fungsi  Type, Jenis  Proses Aplikasi: * Surface Preparation * Application * Environment Condition
  • 4. Latar Belakang KOROSI  Defenisi: Korosi umumnya terjadi pada logam. Korosi adalah reaksi kimia atau elektrokimia yang terjadi antara material logam dengan lingkungannya yang mengakibatkan berkurangnya sifat kekuatan energy pada material logam tersebut
  • 5. Bentuk dan Jenis KOROSI           Bentuk dan jenis korosi haruslah dimengerti sehingga kita dapat mengetahui bentuk dan jenis korosi seperti apa yang dapat ditanggulangi dengan Coating atau Cat. Beberapa bentuk dan jenis korosi yang terjadi secara umum adalah: Uniform (General, dimana anoda dan katoda vise versa) Pitting (Sumuran) Dissimilar metal (Galvanic corrosion) Differential Environment (Dampak suhu yang berbeda) Stray Current Dealloying Erosion Exfoliation (Delaminasi yang terjadi pada batas butir).
  • 6. Yang dapat dikendalikan dengan Coating/Painting  Dari ragam bentuk dan type korosi diatas, yang layak diperhitungkan oleh Pengendalian korosi dengan Protective Coating adalah Uniform Corrosion.  Berfungsi tidaknya Protective Coating juga dapat dipengaruhi oleh disain konstruksi.  Disain yang buruk dapat membuat konstruksi akan lebih cepat berkarat.
  • 7. Pengaruh Disain terhadap Quality Coating/Painting  Contoh disain yang buruk adalah:  Kontak antar logam yang berbeda potensial  Kondisi cuaca atau suhu yang tidak sesuai antara disain dan actual service  Tidak adanya Water trap mencegah adanya menumpukan larutan atau air  Crevices atau adanya celah pada konstruksi  Permukaan yang kasar dan ujung-ujung yang lancip, contoh: alur las  Permukaan yang sulit di akses atau permukaan yang kompleks.
  • 8. METODA PENANGGULANGAN KOROSI  Pemilihan kualitas bahan Konstruksi (Material Selection)  Penggunaan Material non logam  Pengendalian korosi dengan Inhibitor atau proteksi Anodic  Pengkondisian cuaca dan merubah lingkungan agar tidak korosif.  Pengendalian korosi dengan Proteksi Katodik  Pengendalian Korosi dengan Protective Coating atau Painting
  • 9. Metoda Pengendalian Korosi dengan Protective Coating atau Painting  Coating atau Painting dapat memproteksi permukaan logam dari korosi dengan cara membentuk suatu lapisan yang dapat memisahkan dan merintangi atau mengisolir antara permukaan logam dengan lingkungan luar
  • 10. Faktor Utama Pemakaian Protective Liquid Coating atau Cat  SPESIFIKASI dan kelengkapan DOKUMEN TEKNIS  7 FAKTOR UTAMA
  • 11. FAKTOR UTAMA  Faktor No.1 Permukaan Konstruksi  Jenis Logam dan disain Konstruksi.  Fungsi 
  • 12. FAKTOR UTAMA  FAKTOR No. 2 Kondisi Lingkungan  Tingkat Korosifitas dan  Cuaca sekitar 
  • 13. FAKTOR UTAMA  FAKTOR No. 3 Mutu/Kualitas Coating atau Cat  Jenis Generik Coating  Kelemahan dan Keunggulan 
  • 14. FAKTOR UTAMA  FAKTOR    No. 4 Coating System System Pelapisan dan kombinasi pelapisan Primer, Intermediate, Finish Coat
  • 15. FAKTOR UTAMA  FAKTOR No. 5 Surface Preparation, Metoda  Tingkat Kebersihan, Surface Profile  Aplikasi, Peralatan Aplikasi, Kondisi Cuaca 
  • 16. FAKTOR UTAMA  FAKTOR No. 6 Aplikator  Tenaga Kerja  Terampil dan Terlatih  Berpengalaman 
  • 17. FAKTOR UTAMA FAKTOR NO. 7    Spesifikasi Manajemen Mutu Quality Assurance & Quality Control dan Inspection
  • 18. Permukaan Konstruksi Jenis Logam, Disain Konstruksi dan Fungsi  Cacat pada bahan/konstruksi termasuk disain yang kurang baik secara langsung dapat berpengaruh buruk pada sistim pelapisan. (STD NACE RP 0178)
  • 19. Kondisi Lingkungan Tingkat Korosifitas dan Kondisi Cuaca sekitar  Zona Korosifitas Lingkungan: - Onshore - Offshore - Industrial Zone - Rural - Service Condition
  • 20. Mutu/Kualitas Coating atau Cat, Jenis Generik Coating Kelemahan dan Keunggulan  Approved Vendor  Qualified Manufacture  Quality Material  Specialist  Research and Development Facility  Production Laboratory  Experience  Technical Service
  • 21. Coating System; Sistem Pelapisan, kombinasi pelapisan: Primer, Intermediate, Finish Coat  Fungsi yang berbeda  Tepat sesuai kebutuhan
  • 22. Surface Preparation, Metoda, Tingkat Kebersihan, Surface Profile, Aplikasi, Peralatan Aplikasi, Kondisi Cuaca  INLINE PROCESS (Sequence, Continues)
  • 23. Aplikator Tenaga Kerja Terampil, Berpengalaman dan Terlatih  Kualifikasi Kontraktor  Kualifikasi Blaster dan Painter
  • 24. Spesifikasi - Manajemen Mutu-Quality Assurance & Quality Control- Inspection  Standard Procedure  Jelas  Padat  Sistematis
  • 25. Defenisi Coating atau Painting  Liquid protective Coating atau Cat dapat diartikan sebagai suatu produk cair atau kental yang apabila diulaskan/disemprotkan pada suatu permukaan yang telah lebih dulu dipersiapkan akan membentuk suatu lapisan tipis kering, berkohesi, dan memiliki daya lekat yang baik terhadap permukaan serta mampu memproteksi permukaan tersebut dari ekses luar/lingkungannya
  • 26. Komposisi dan Produksi      Binder Pigment Solvent Extender Additive
  • 27. Type Cat dan Klasifikasi  Thermoplastic *Solvent Evaporation Coating * Emulsion /Water Base  Thermosetting * Oxidative * Chemically Curing * Heat * Coalescence * Moisture * Thermal, Etc
  • 28. Thermoplastic  Bituminous  Tar  Asphalt  Acrylic  Ch.Rubber  Vinyl  Latex
  • 29. Thermosetting Drying Oils Alkyd Epoxy Phenolic Urethane Zinc Rich Coating a. Phenolic – Epoxy modified dua komponent b. Urethane (Moisture curing) c. Epoxy two components d. Coal Tar Epoxy e. Epoxy emulsion f. Polyurethane g. Vinyl (butyral) Wash primer h. Solvent Free Epoxy i. Polyurea j. Polysiloxane . Others: a. Epoxy – phenolic (heat converting one component) b. Coal Tar Enamel c. Silicone
  • 30. Penggunaan Khusus Fusion Bonded Epoxy  Tar Enamel  Polyethelene  Polypropelene  Ceramic Coating  Concrete Weight Coating  FRP (Fiber Reinforcement Plastic)  FGRP (Fiber Glass Reinforcement Plastic)  Petrolatum  Taping dan Wrapping Dan lain lain 
  • 31. Fungsi Cat (Khusus Liquid Coating)      Shop primer Primer Coat Intermediate Coat Finish /Top Coat Lain lain
  • 32. Shop primer  Temporary  Very Thin layer  Long Term Construction  Minimize Field Process
  • 33. Primer  Bonding to Steel  Bonding between Coat  Polar Bonding
  • 34. Intermediate Coat  Hi Build  Bonding to Primer and to Top Coat  Minimize penetration
  • 35. Finish Coat  Bonding to Intermediate  Subject to Exposure  Environment  Image  Cosmetic  Signal/Warning Sign/Safety Color Coding
  • 36. Lain – lain  Wash Primer  Holding Primer  Mist Coat / Flash Coat  Tie Coat
  • 37. Cara Protective Coating atau Cat Memproteksi  Barrier Effect  Inhibitor Effect  Galvanic Effect
  • 38. PERMASALAHAN  Coating/Painting SPECIFICATION, adalah dokumen teknis tertulis resmi/legal dan bagian dari kontrak yang menjabarkan pekerjaan yang akan dilaksanakan menyangkut kualitas material dan kuantitas serta pencapaian akhir produk sesuai dengan persyaratan teknis yang dipersyaratkan oleh disainer engineering, dibuat untuk proyek Konstruksi baru atau Pemeliharaan (Maintenance), dilaksanakan di Field, Workshop Fabrikasi, Manufacture atau Konstruksi terpasang.
  • 39. SPESIFIKASI AKIBAT SPESIFIKASI BURUK / KURANG JELAS  Penawaran dari Aplikator/Kontraktor yang tidak qualified  Harga penawaran yang tidak realistis (Terlalu mahal atau terlalu murah)  Penggunaan Produk yang ber ubah ubah  Kualitas rendah dan jumlah volume pekerjaan yang tidak sesuai  Penggantian Kontraktor atau Sub-Contractor  Pemutusan Kontrak sebelum waktunya  Keterlambatan Schedule
  • 40. Spesifikasi yang baik adalah:  Tepat  Jelas  Padat  Sistematis
  • 41. Quality Assurance Quality Control & INSPECTION • • • • • • Company Regulation Commitment Management Involved Standard and Code of Practice Subject to Review Subject to Evaluate and Audit (Annum) Involved Third Party/Consultant/Independent
  • 42. DISKUSI  Dari banyak nya alur proses dan pengujian kualitas secara sistematis sebagaimana diuraikan diatas tentu saja permasalahan dapat terjadi pada setiap alur proses kerja. Kegagalan atau kesalahan yang tidak dikoreksi dapat berdampak langsung pada kegagalan Coating atau Painting, baik pada konstruksi baru atau pemeliharaan. Permasalahan bisa kompleks karena meliputi banyak variable seperti: Standards, Material, Peralatan, Ketenaga kerjaan (SDM), Keamanan, Safety dan lokasi kerja dan Lingkungan yang kesemuanya adalah manajemen mutu terpadu dan spesifik.
  • 43. Question and Answer ????? Apa? Dimana? Kapan? Kenapa? Bagaimana?
  • 44. Kesimpulan Dan Saran Korosi dapat dikendalikan dengan aplikasi Painting & Coating. Kualitas aplikasi akan mempengaruhi usia pakai, keamanan dan image perusahaan. Spesifikasi Teknis merupakan komponen inti yang mutlak harus jelas, lengkap, padat dan sistematis. Spesifikasi yang buruk dapat mempengaruhi hasil kualitas yang buruk secara keseluruhan. Kontraktor pelaksana harus lah yang berpengalaman, mempunyai peralatan lengkap, memiliki kompetensi keahlian personil khususnya Blaster dan Painter.  Kontraktor Pelaksana dan Jasa Inspeksi harus dilengkapi dengan peralatan uji kualitas (Inspection Equipment), disarankan melibatkan tenaga ahli atau Coating Specialist dan atau third party Inspector sejak pembuatan spesifikasi, bidding dan eksekusi. Sementara Tenaga pengawas atau Inspector harus memiliki sertifikat Kompetensi atau Kualifikasi Keterampilan yang dibuktikan dengan sertifikat kelulusan yang dikeluarkan oleh assosiasi profesi semisal NACE, LIPI-GIROS atau LSP ALKN.  Pendidikan berupa kursus kursus keterampilan sangat perlu bagi, Engineering, Facility Engineer, Operator, Blaster dan Painter dan Inspector disamping keterlibatan Management dan tersedianya budget.  Pengendalian korosi dan aplikasi Painting & Coating adalah judul makalah; Dengan uraian singkat diatas diharapkan dapat menambah pengetahuan dibidang Coating atau Painting dan memberikan wawasan pemikiran yang berguna untuk dijadikan evaluasi, dan diharapkan penanganan serius oleh pihak Management sehingga dapat membuat suatu kebijakan yang tepat untuk perlindungan asset vital perusahaan. 
  • 45. TERIMAKASIH YOGA FIRMANSYAH 082310440213