Your SlideShare is downloading. ×
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Jarkom6&7
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Jarkom6&7

390

Published on

materi kampus, Bu Marliana

materi kampus, Bu Marliana

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
390
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1
  • 2. Konsep Dasar Protokol TCP/IP Merupakan Sekumpulan protokol yang terdapat di dalam jaringan komputer yang digunakan untuk berkomunikasi atau bertukar data antar komputer. Merupakan protokol standart pada jaringan internet yang menghubungkan banyak komputer yang berbeda jenis mesin maupun sistem operasi agar dapat berinteraksi satu sama lain. 2
  • 3. Layanan TCP/IP Pengiriman file (File Transfer). File Transfer Protokol (FTP) memungkinkan user dapat mengirim atau menerima file dari komputer jaringan. Remote Login. Network Terminal Protokol (telnet). Memungkinkan user untuk melakukan login ke dalam suatu komputer di dalam jaringan. Computer Mail. Digunakan untuk menerapkan sistem e-mail. Protokol yang digunakan:  SMTP (Simple Mail Transport Protokol) untuk pengiriman email  POP (Post Office Protokol) dan IMAP (Internet Message Access Control) untuk menerima email  MIME (Multipurpose Internet Mail Extensions) untuk mengirimkan data selain teks Network File System (NFS). Pelayanan akses file jarak jauh yang memungkinkan klien untuk mengakses file pada komputer jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan lokal. Remote Execution. Memungkinkan user untuk menjalankan suatu program dari komputer yang berbeda. Name Servers. Nama database alamat yang digunakan pada internet. IRC (Internet Relay Chat). Memberikan layanan chat Streaming (Layanan audio dan video). Jenis layanan yang langsung mengolah data yang diterima tanpa menunggu mengolah data selesai dikirim. 3
  • 4. Cara kerja TCP/IP TCP merupakan connection-oriented, yang berarti bahwa kedua komputer ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu sebelum pertukaran data berlangsung (dalam hal ini email). TCP bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa email tersebut akan sampai tujuan, memeriksa kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil melakukan hubungan. Jika isi email tersebut terlalu besar untuk satu datagram, TCP akan membaginya ke dalam beberapa datagram. 4
  • 5. Cara kerja TCP/IP IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung. Tugasnya adalah untuk merutekan paket data di dalam network. IP hanya bertugas menjadi kurir dari TCP dan mencari jalur yang terbaik dalam penyampaian datagram. IP “tidak bertanggung jawab” jika data tersebut tidak sampai dengan utuh, namun IP akan mengirimkan pesan kesalahan melalui ICMP (Internet Control Message Protokol) dan kemudian kembali ke sumber data. Karena IP hanya mengirimkan data tanpa mengetahui urutan data mana yang akan disusun berikutnya, maka menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi di daerah sumber dan tujuan datagram. 5
  • 6. Arsitektur TCP/IP Application Layer (SMTP, FTP, HTTP, dll) Transport Layer (TCP, UDP) TCP/IP Internet Layer Stack (IP, ICMP, ARP) Network Interface Layer (Ethernet, SLIP, PPP) Jaringan Fisik 6
  • 7. Protokol-ProtokolTCP/IP Network Interface layer Bertanggung jawab mengirimkan data dari media fisik. Contoh dari protokol ini adalah :  Ethernet Sebuah card yang terhubung ke card lain melalui ethernet hub dan kabel UTP atau BNC  SLIP (Serial Line Interface Protokol) Teknik enkapsulasi datagram yang paling sederhana di internet. Datagram IP yang diterima dienkapsulasi dengan menambahkan karakter END (0xC0) pada awal dan akhir frame.  PPP (Point to Point Protokol) terdiri dari beberapa protokol mini, yaitu: ○ LCP (Link Control Protocol), berfungsi membentuk dan memelihara link. ○ Authentication Protocol, berfungsi untuk memeriksa authentikasi dari user. Ada dua jenis authentikasi, yaitu: Password Authentication Protokol (PAP) dan Challenge Handshake Authentication Protokol (CHAP) ○ Network Control Protokol (NCP), berfungsi mengkoordinasi operasi bermacam-macam protokol jaringan yang melalui PPP. 7
  • 8. Protokol-Protokol TCP/IP Internet Layer IP (Internet Protokol) memiliki sifat yang dikenal sebagai  Unreliable Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan.  Connectionless Proses pengiriman paket dari tempat asal ke tempat tujuan tanpa handshake terlebih dahulu.  datagram delivery service Setiap paket data yang dikirim adalah independen terhadap yang lain. 8
  • 9. Internet Layer (ICMP) ICMP (Internet Control Message Protocol), bertugas mengirimkan pesan- pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus 9
  • 10. Internet Layer (ICMP)Beberapa pesan kesalahan ICMP, yaitu: Destination Unreachable, Pesan yang dihasilkan oleh router jika paket gagal dikrim akibat putus jalur. Network Unreachable, jaringan tujuan tidak dapat dihubungi Host Unreachable, host tujuan tidak dapat dihubungi Protokol At Destination Unreachable, Protokol tidak tersedia Port is Unreachable, port tidak tersedia Destination Network is Unknown, jaringan tujuan tidak dikenal Destination Host is Unknown, host tujuan tidak dikenal Time Exceeded Parameter Problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktet dimana kesalahan terdeteksi. Source quench, yang terjadi karena router/host tujuan membuang datagram karena pembatasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses. Redirect, memberi saran kepada host asal datagram mengenai router yang lebih tepat untuk menerima datagram tersebut 10
  • 11. Internet Layer (ICMP)Beberapa ICMP Query Message, yaitu: Echo request dan Echo reply message, bertujuan memeriksa apakah sistem tujuan dalam keadaan aktif. TimeStamp dan TimeStamp Reply, menghasilkan informasi waktu yang diperlukan sistem tujuan untuk memproses suatu paket. Address Mask, untuk mengetahui berapa netmask yang harus digunakan oleh host dalam suatu network 11
  • 12. Internet Layer (ARP)ARP (Address Resolution Protocol),digunakan untuk keperluan pemetaan IPaddress dengan ethernet address.ARP bekerja dengan mengirimkan paketberisi IP address yang ingin diketahui alamatethernetnya ke alamat broadcast ethernet. 12
  • 13. Protokol-Protokol TCP/IP  Transport Layer Merupakan layer komunikasi data yang mengatur aliran data antara dua host, untuk keperluan aplikasi di atasnya. ada 2 buah protokol pada layer ini, yaitu:  TCP (Transmission Control Protocol) Merupakan protokol yang menyediakan service yang dikenal sebagai: ○ Connection oriented, Sebelum terjadi pertukaran data dua aplikasi pengguna TCP harus Handshake ○ Reliable, TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi. ○ Byte stream service, Berarti paket dikirimkan dan sampai ke tujuan secara berurutan. 13
  • 14. TCP merupakan bagian dari protokol TCP/IP yang digunakanbersama dengan IP untuk mengirim data. Pengiriman datadapat terjamin karena TCP mengandalkan dua proses dataacknowledgement yaitu :- Retransmission- Sequencing TCP sangat cocok di gunakan untuk koneksi yang membutuhkan keandalan tinggi seperti telnet,FTP, HTTP dll UDP (User Datagram Protocol) Merupakan protokol sederhana, yang bersifat connectionless, non sequencing dan acknowledgement. Selain itu juga merupakan protokol yang bekerja pada transport layer untuk digunakan bersama dengan protokol IP di network layer. UDP mirip dengan IP dimana pengiriman paket di lakukan berdasarkan “ best effort basis”. Contoh layanan yang cocok dengan UDP adalah : transmisi Audio / video, VoIP 14
  • 15. Pembagian IP AddressDikenal dua cara pembagian IP address: Classfull Addressing Classless Addressing 15
  • 16. Classfull Addressing Merupakan metode pembagian IP berdasarkan kelas dimana IP Address dibagi menjadi 5 kelas Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D Kelas E 16
  • 17. Classless Addressing Merupakan metode pengalamatan tanpa kelas, yakni dengan mengalokasikan IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR). 17
  • 18. Notasi CIDR Untuk identifikasi blok CIDR diperlukan address dan mask, maka dibuat notasi yang lebih pendek : CIDR notation (slash notation) Slash notation 128.211.168.0/21 dimana 21 menyatakan 21-bit masks 18
  • 19. Pengalokasian IP Proses memilih Network ID dan Host ID yang tepat untuk suatu jaringan. IP Address terdiri dari 2 bagian, yaitu  Network ID Menunjuk nomor network  Host ID Mengindentifikasi host dalam satu network 19
  • 20. Pengalokasian IPBeberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan hostID yang hendak digunakan :Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan, karenamerupakan default yang digunakan untuk keperluan menunjukdirinya sendiri (loop-back).Host ID tidak boleh diset 1 (ex. 126.255.255.255), karena akandiartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakanalamat yang mewakili seluruh anggota pada jaringan.Network ID dan Host ID tidak boleh sama dengan 0 (ex.0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagaialamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakanuntuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjuk suatu host.Host ID harus unik dalam suatu network. Dalam suatu networktidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama. 20
  • 21. Alamat IP Global (riil) Vs IP Lokal Alamat IP Global adalah alamat yang teregistrasi dalam jaringan global (IANA, IETF) -> sewa (bayar melalui provider) Alamat IP Lokal adalah alamat IP yang tidak tersambung dengan jaringan global (Internet) ->bebas 21
  • 22. Repeater Fungsi Utama adalah memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain. Dengan cara ini jarak kabel dapat diperjauh. 22
  • 23. Bridge Fungsinya sama dengan repeater, tetapi lebih fleksibel dan lebih cerdas daripada repeater. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda. Bridge mampu memisahkan sebagaian dari trafic karena mengimplementasikan mekanisme frame filtering. Mekanisme ini umumnya sebagai store and forward. Bridge dapat digunakan untuk mengkoneksikan network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula. Bridge dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan. 23
  • 24. Router Router mampu mengirimkan data/ informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang berbeda. Router hampir sama seperti bridge, tapi tidak sepintar dan fleksibel bridge. Router akan mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Router mengetahui alamat masing-masing komputer di lingkungan jaringan lokal, alamat bridges dan router lainnya. Router dapat mengetahui keseluruhan jaringan dengan melihat sisi mana yang paling sibuk dan bisa menarik data dari sisi yang sibuk sampai sisi tersebut bersih. 24
  • 25. Router Dapat menerjemahkan informasi dari LAN dan INTERNET. Mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet. Mengatur jalur sinyal secara efisien dan dapat mengatur data yang mengalir di antara dua buah protokol. Dapat mengatur aliran data di antara topologi jaringan linear bus dan star. Dapat mengatur aliran data melewati kabel fiber optic, kabel coaxial dan kabel UTP Back 25
  • 26. Router Routing – adalah proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket Router : perangkat yang melakukan proses routing Router berfungsi untuk ‘menyeberangkan’ paket data yang berbeda jaringan. “Jalur yang baik”, tergantung pada : Beban jaringan Panjang datagram Type of service requested Pola trafik Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan the shortest path 26
  • 27.  Perangkat yang berpartisipasi pada proses routing: Routers : harus merutekan paket Multihomed Hosts : bisa merutekan paket Resminya, host tidak melakukan routing walaupun sudah dilengkapi software yang diperlukan untuk routing 27
  • 28. Jenis-jenis routing Routing Statik  Entri-entri dalam forwarding table route diisi dan dihapus secara manual. Routing Dinamik  Proses pengisian data routing di table secara otomatis.  Cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding table secara manual.  Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya.  Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar. 28
  • 29. PerbedaanRouting Statik dan dinamik Routing Statik Routing DinamikBerfungsi pada protokol IP Berfungsi pada inter-routing protokolRouting tidak dapat membagi Router membagi informasi routinginformasi routing secara otomatisRouting tabel dibuat dan dihapus Routing tabel dibuat dan dihapussecara manual secara dinamis oleh routerTidak menggunakan routing Terdapat routing protokol, sepertiprotokol RIP atau OSPFMicrosoft mendukung multihomed Microsoft mendukung RIP untuk IPsystem seperti router dan IPX/SPX 29
  • 30. Tabel Routing Tabel routing terdiri atas entri-entri rute dan setiap rute setidaknya terdiri atas IP address, tanda untuk menunjukan routing langsung atau tidak, alamat router dan nomor interface. 30
  • 31. Protokol-protokol Routing Interior Gateway Protocol (IGP) Protokol yang menangani routing jaringan dan bekerja di dalam sebuah independent network system atau autonomous system, Terdiri dari ○ Routing Information Protocol (RIP) ○ Open Shortest Path First (OSPF) Exterior Gateway Protocol (EGP) Protokol yang menangani routing antar beberapa buah sebuah independent network system atau autonomous system , Terdiri dari : ○ Border Gateway Protocol (BGP) 31
  • 32. Karakteristik RIP & OSPF RIP OSPF Menggunakan algoritma distance- Menggunakan algoritma link-state vector (Bellman-Ford) Dapat menyebabkan routing loop Membutuhkan waktu CPU dan memori yang besar Diameter jaringan terbatas Tidak menyebabkan routing loop Lambat mengetahui perubahan Dapat membentuk heirarki routing jaringan menggunakan konsep area Menggunakan metrik tunggal Cepat mengetahui perubahan pada jaringan dan dapat menggunakan bebarapa macam metrik 32
  • 33.  Dilihat dari algoritma Prosesnya Protokol Routing dibagi menjadi :1. Distance Vektor karakteristiknya : Distance : adanya jarak untuk mencapai tujuan yg di tentukan oleh cost berdasarkan jumlah hop yg dilalui rute Vektor : merupakan arah traffic Perubahan topologi network akan di respon oleh protokol secara lambat. Merupakan classful routing protocol Menggunakan algoritma Bellman – Ford Tidak mudah di gunakan pada network berskala besar Contoh : RIP, IGRP, AppleTalk RMP2. Link State karakteristiknya : Dapat menentukan status dan tipe koneksi setiap link dan menghasilkan perhitungan metric berdasarkan beberapa faktor termasuk oleh network administrator Protokol dapat mengetahui apakah link sedang up atau down dan dapat mengetahui seberapa cepat untuk mencapai link 33
  • 34.  Dapat mengetahui perubahan topologi network dengan cepat (fast converge) Merupakan classless routing protocol Cocok untuk network berskala besar Menggunakan algoritma Dijkstra Contoh : OSPF, IS-IS3. Hibrid Merupakan gabungan dari Fitur DV dan LS Contoh : EIGRP yang di kembangkan oleh Cisco4. Path Vektor Path vektor hampir mirip dengan DV Pada PV diasumsikan tidak ada node di setiap autonomous system sebagai gantinya ada node khusus yang di sebut speaker node Yang disebarkan bukanlah tujuan dan jarak melaikan alamat tujuan dan deskripsi path Menggunakan algoritma Bellman – Ford untuk menghitung dan mencegah masalah “ count to infinity” 34
  • 35.  Dua bentuk routing: Direct Routing (Direct Delivery) – mengirimkan paket dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (mesin-mesin terletak pada jaringan fisik yang sama) Indirect Routing (Indirect Delivery) – mengirimkan paket dari suatu mesin ke mesin lain yang tidak terhubung langsung ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 35
  • 36. Direct Delivery A B ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 36
  • 37. Indirect Delivery A B ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 37
  • 38. Direct Delivery  Untuk melihat apakah tujuan berada di dalam jaringan fisik yang sama:  NETID dari IP address tujuan diambil (diekstrak)  Lalu dibandingkan dengan NETID pengirim  Untuk mengirimkan paket dari suatu node,misalnya node A, ke node yang lain, misalnya node B :  Datagram dibungkus (encapsulated) ke dalam frame jaringan fisik  IP address di-bind ke physical address (ARP, RARP)  Frame dikirimkan  Router terakhir dari sekumpulan router yang ditempuh datagram selalu melakukan direct delivery ke node tujuan ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 38
  • 39. Indirect Delivery  Router-router bekerjasama untuk mengirimkan datagram sampai ke router terakhir yang melakukan direct delivery  Indirect delivery meliputi : Pengambilan datagram dari suatu frame Memilih rute berdasarkan algoritma routing yang digunakan Re-encapsulation datagram ke dalam frame yang baru Menala (setting) physical addresses yang sesuai dalam header frame Mengirimkan frame yang baru ke jaringan ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 39
  • 40. Table Driven Routing  Algoritma routing biasanya menggunakan Internet routing table (biasa juga disebut IP routing table)  Menyimpan informasi mengenai suatu tujuan dan bagaimana mencapainya  Tabel ruting hanya menyimpan informasi NETID  Ukuran tabel ruting jadi kecil dan efisien  Informasi dalam tabel ruting dinyatakan dalam pasangan (N, G) ○ N – NETID jaringan tujuan ○ G - IP address dari router berikutnya yang harus ditempuh (next- hop addres) - Metoda ruting seperti ini disebut next-hop routing  Setiap pasangan hanya menyatakan satu hop dan selalu mengacu pada router yang dapat dicapai langsung (directly connected)  Tabel ruting akan bertambah bila jumlah jaringan (bukan host) bertambah  Biasanya hanya menggunakan rute statis ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 40
  • 41. Contoh (Tabel ruting pada router R) TO REACH HOSTS ROUTE TO ON NETWORK THIS ADDRESS 20.0.0.0 DELIVER DIRECTLY 30.0.0.0 DELIVER DIRECTLY 10.0.0.0 20.0.0.5 40.0.0.0 30.0.0.7 ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 41
  • 42. Contoh lain next-hop routing ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 42
  • 43.  Next-hop address tidak diisikan ke datagram (ingat bahwa IP address dari destination dan source tidak berubah selama datagram dikirimkan di internet; (tentang IP) Next-hop address disampaikan ke Network Interface Layer yang akan melakukan hal-hal berikut : Binds next-hop address ke physical address Membentuk frame menggunakan physical address tersebut Membungkus (encapsulates) datagram ke dalam field data dari frame tersebut Mengirimkan frame ke jaringan ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 43
  • 44. EXAMINATION OR DATAGRAM UPDATES OF ROUTES TO BE ROUTED ROUTING ROUTING ALGORITHM TABLE IN IP SOFTWARE IP addresses usedPhysical addresses used DATAGRAM TO BE SENT PLUS ADDRESS OF NEXT HOP ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 44
  • 45. Default Routes  Teknik lain yang digunakan untuk menjaga agar ukuran tabel ruting tetap kecil  Sangat berguna untuk jaringan yang kecil dan hanya memiliki satu koneksi ke internet  Ketika melakukan proses routing, router memeriksa jaringan lokal terlebih dahulu, jika ternyata jaringan lokal bukan merupakan jaringan yang dituju maka router mengirimkan datagram ke default router ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 45
  • 46. Contoh default routesET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 46
  • 47. Host specific routing  Biasanya tabel ruting dibuat berdasarkan NETID  IP memungkinkan rute ke sebuah host dicantumkan di dalam tabel ruting Disebut host-specific routing ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 47
  • 48. Contoh Host-specific routing ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 48
  • 49. Penanganan datagram oleh IP Datagram mengalami dua kemungkinan ketika diterima oleh suatu host :  Diterima atau diproses oleh host  Dibuang jika tidak tidak ditujukan untuk host tersebut Hanya router yang dapat mem-forward datagram jika datang ke tujuan yang salah Jika datagram sampai ke tujuan yang benar (IP address match):  Datagram di-ekstrak lalu dikirimkan ke IP protocol module untuk diproses.  IP protocol menentukan protokol layer atas yang harus dikirimi datagram ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 49
  • 50.  Jika datagram sampai ke tujuan yang salah (IP addresses do not match): TTL dikurangi 1 Checksum baru dihitung Merutekan datagram (hanya oleh router) ○ Host yang bukan router tidak boleh merutekan datagram; dia buang saja datagram tersebut ET5044 – T2N – Telematics Lab. ITB 50

×