Media pem
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Media pem

on

  • 1,049 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,049
Views on SlideShare
1,049
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
20
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Media pem Media pem Document Transcript

  • Pengertian, Fungsi, Manfaat, dan Urgensi Media PembelajaranTUGAS MAKALAH“Pengertian, Fungsi, Manfaat, Urgensi Media Pembelajaran”Makalah ini dibuat dalam rangka melaksanakan tugasMata Kuliah : Media dan Teknologi PembelajaranDosen : Abd. Salam, S. Ag.Oleh Kelompok I :WahyudinRatna MargayantiSEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ATTAQWA (STAIA)UJUNGHARAPAN BAHAGIA BABELAN BEKASITAHUN AKADEMIK 2011/2012KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kepada Dzat Allah Swt. yang telah menciptakan alam ini secarasempurna dengan segala manfaatnya, atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga kami dapatmenyelesaikan makalah ini.Sholawat teriring salam kami sampaikan kepada insan pilihan sang reformis dunia yang telahmenerangi dunia dengan ilmu pengetahuan yakni Nabi Muhammad Saw.Selanjutnya, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada :1. Bapak dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan, Bapak Abd. Salam, Ag., MM.2. Rekan mahasiswa-mahasiswi yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan semua, kritik dan saran kami harapkanuntuk perbaikan kami di masa mendatang.Ujungharapan, 11 Oktober 2011Penyusun
  • DAFTAR ISIHalaman JudulKata PengantarDaftar IsiBAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangB. Rumusan MasalahC. Tujuan PenulisanBAB II PEMBAHASANA. Pengertian Media PembelajaranB. Fungsi Media PembelajaranC. Manfaat Media PembelajaranD. Urgensi Media PembelajaranBAB III PENUTUPA. KesimpulanB. Saran-saranDAFTAR PUSTAKABAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPerubahan global dalam perkembangan pengetahuan dan teknologi, terutama yang berhubungandengan sistem pendidikan di sekolah menuntut adanya perubahan sikap guru dalammelaksanakan pembelajaran di kelas. Sejak zaman dahulu ada anggapan yang salah kaprah, yaitubahwa guru adalah orang yang paling tahu. Pendapat itu terus berkembang menjadi guru lebihdulu tahu atau pengetahuan guru hanya beda semalam dibandingkan dengan murid. Namunsekarang bukan saja pengetahuan guru sama dengan. murid, bahkan murid dapat lebih dulu tahudaripada gurunya. Ini semua dapat terjadi akibat perkembangan media informasi yang begitucepat di sekitar lingkungan kita. Pada saat ini guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar.Banyak contoh, murid dapat lebih dulu mendapat informasi dengan cara mengakses informasidari media massa seperti : surat kabar, televisi, hand phone (sms/mms), bahkan internet.Sedangkan seringkali guru dengan alas an klasik “masalah ekonomi”, mereka tidak dapatmengakses informasi dengan cepat. Bagaimana guru menyikapi perkembangan ini? Setidaknya
  • ada tiga kelompok guru dalam menyikapi hal ini, seperti tidak peduli, menunggu petunjuk, ataucepat menyesuaikan diri. Kelompok pertama yaitu guru yang tidak peduli. Seorang guru yangmempunyai rasa percaya diri berlebihan (over confidence) barangkali akan berpegang kepadaanggapan bahwa sampai kapanpun posisi guru tidak akan ergantikan. Dalam setiap prosespembelajaran tetap diperlukan sentuhan manusiawi dari seorang guru. Guru dalam kelompok inimenggambarkan murid sebagai seseorang yang bersifat tergantung. Pengalaman yang dimilikimurid tidak besar nilainya. Pengalaman yang sangat besar manfaatnya adalah pengalaman yangdiperoleh dari gurunya. Murid tetap memerlukan sentuhan psikologis dari seorang guru. Gurudalam mengajar tidak hanya mengutamakan mata pelajaran akan tetapi harus jugamemperhatikan murid itu sendiri sebagai manusia yang harus dikembangkan pribadinya. Harusdipelihara keseimbangan antara perkembangan intelektual dan perkembangan psikologis.Teknologi tidak dapat menggantikan manusia. Teknologi secanggih computer core 2 duo, DVD,internet atau apapun, tidak dapat menggantikan manusia. Bagaimanapun teknologi berkembangsecara pesat, guru tetap Sebagai yang “harus digugu dan ditiru”. Memang tidak dapat dipungkiribahwa media tidak dapat menggantikan posisi guru, namun sikap tidak peduli terhadapperkembangan pengetahuan dan teknologi, bukanlah sikap yang tepat. Walaupun bagaimana,lingkungan kita terus berkembang, tuntutan masyarakat terhadap kualitas guru semakinmeningkat. Guru harus peduli.Kelompok kedua adalah yang menunggu petunjuk. Kelompok inilah yangpaling banyakditemukan di sekolah. Mungkin ini akibat dari kebijakan system pendidikan selama ini. Gurudalam sistem pendidikan nasional dianggap sebagai “tukang” melaksanakan kurikulum yangdemikian rinci dan kaku. Kurikulum sangat lengkap dengan berbagai petunjuk teknispelaksanaannya, sehingga guru tinggal melaksanakan tanpa boleh menyimpang dari pedomanbaku yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaannya, kurikulum dilengkapi dengan Garis-GarisBesar Program Pengajaran (GBPP), yang kemudian oleh Tim Guru Mata Pelajaran atau MGMPdijabarkan dalam Program Tahunan, Program Semester, AMP, Satuan Pelajaran, RencanaPelajaran atau Skenario Pelajaran, dan sebagainya, yang semuanya dibuat secara rinci, tanpapeduli kondisi sekolah yang berbeda-beda.Kelompok ketiga guru yang cepat menyesuaikan diri. Sejalan dengan perubahan kurikulum,otonomi pendidikan dan manajemen berbasis sekolah atau berbasis kompetensi, bukan lagisaatnya bagi guru untuk selalu menunggu petunjuk. Guru adalah tenaga profesional, bukanamatir. Dengan berdasar pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran setiapguru dituntut untuk dapat mengembangkan bahan ajar bagi murid dalam suatu prosespelaksanaan pembelajaran yang berkesinambungan. Guru dituntut untuk mengembangkankemampuan dan kompetensi murid, bukan sekedar pengetahuan tetapi murid-murid hendaknyamampu berpikir (kognitif), mampu menentukan sikap (affektif) dan mampu bertindak(psikomotor), sehingga nantinya menjadi manusia yang bermartabat. Oleh karena itu saran yangtepat untuk guru adalah cepat-cepatlah menyesuaikan diri. Guru perlu segera mereposisiperannya saat ini, guru tidak lagi menjadi orang yang paling tahu di kelas, namun guru harusmampu menjadi fasilitator dalam belajar. Ada banyak sumber belajar yang tersedia dilingkungan kita, apakah sumber belajar yang dirancang untuk belajar ataukah yang tidakdirancang namun dapat dimanfaatkan untuk belajar. Guru yang baik akan merasa senang kalaumuridnya lebih pandai dari dirinya.Oleh karena itu perlu adanya media pembelajaran yang pas sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang oleh setiap guru mata pelajaran.B. Rumusan Masalah
  • Dari uraian diatas kita bisa mengambil beberapa permasaalahan, yaitu sebagai berikut:1. Apakah yang dinamakan dengan media pembelajaran ?2. Apa sajakah fungsi media pembelajaran?3. Apa manfaat media pembelajaran?4. Sejauh mana urgensi media pembelajaran?C. Tujuan PenulisanTujuan penulisan makalah ini yaitu :1. Untuk mengetahui pengertian dari media pembelajaran2. Mengetahui fungsi media pembelajaran3. Mengetahui manfaat media pembelajaran4. Mengatahui sejauh mana urgensi media pembelajaranBAB IIPEMBAHASANA. PengertianKata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar.Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media.Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yangdipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian media menurutDjamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagaipenyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu : “media adalah segalasesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehinggadapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadiproses belajar”.Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untukmenyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan,National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalahsarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkatkeras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatuyang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didiksehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.B. Fungsi Media PembelajaranFungsi media, khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz, seperti yangdikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu: fungsi atensi,fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris. Dalam fungsi atensi, media visualdapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran.Fungsi afektif dari media visual dapat diamati dari tingkat “kenikmatan” siswa ketika belajar(membaca) teks bergambar. Dalam hal ini gambar atau simbul visual dapat menggugah emosidan sikap siswa. Berdasarkan temuan-temuan penelitian diungkapkan bahwa fungsi kognitifmedia visual melalui gambar atau lambang visual dapat mempercepat pencapaian tujuanpembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambaratau lambang visual tersebut. Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikankonteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingatkembali informasi dalam teks. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untukmengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran
  • yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal).Berdasarkan atas beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan di atas, maka dapatdisimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yangbesar terhadap alat-alat indera. Terhadap pemahaman isi pelajaran, secara nalar dapatdikemukakan bahwa dengan penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahamanyang lebih baik pada siswa. Pebelajar yang belajar lewat mendengarkan saja akan berbedatingkat pemahaman dan lamanya “ingatan” bertahan, dibandingkan dengan pebelajar yangbelajar lewat melihat atau sekaligus mendengarkan dan melihat. Media pembelajaran jugamampu membangkitkan dan membawa pebelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira, dimana ada keterlibatan emosianal dan mental. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangatmereka belajar dan kondisi pembelajaran yang lebih hidup, yang nantinya bermuara kepadapeningkatan pemahaman pebelajar terhadap materi ajar.C. Manfaat Media PembelajaranManfaat dari penggunaan media sebagai bagian dari pengajaran di kelas adalah sebagai berikut:1. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengarpenyajian melalui media menerima pesan yang sama.2. Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian danmembuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan.3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsippsikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan.4. Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat untuk mengantarkan pesan-pesandan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap olehsiswa.5. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan6. Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan.7. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapatditingkatkan.8. Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif, dalam proses belajar mengajar.Dengan menggunakan istilah media pengajaran, Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakanbeberapa manfaat media dalam proses belajar siswa, yaitu: (i) dapat menumbuhkan motivasibelajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka; (ii) makna bahanpengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkanterjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran; (iii) metode mengajar akan lebihbervariasi, tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata; dan (iv)siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkantetapi juga mengamati, mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan memerankan.D. Urgensi Media PembelajaranPerkembangan teknologi yang kontinu dalam dunia kerja tidak hanya mengharuskan lulusanperguruan tinggi (PT) memiliki pengetahuan yang luas akan tetapi juga memiliki keterampilanprofesional yang siap digunakan di lapangan pekerjaan. Kenyataan ini membawa konsekuensibahwa PT secara terus-menerus perlu melakukan peningkatan kualitas lulusan agar memilikikompetensi seperti yang diinginkan. UNESCO dalam konteks ini mengemukakan kompetensiyang perlu dimiliki oleh lulusan PT yaitu: (1) Pengetahuan yang memadai (to know), (2)Keterampilan dalam melaksanakan tugas secara profesional (to do), (3) Kemampuan untuk
  • tampil dalam kesejawatan bidang ilmu/profesi (to be), dan (4) Kemampuan memanfaatkanbidang ilmu untuk kepentingan bersama secara etis (to live together).Untuk pencapaian tujuan tersebut ditempuh melalui proses belajar yang efektif. Pembelajaranmerupakan sebuah proses perubahan perilaku sebagai akibat dari interaksi dengan lingungansehingga terjadinya pengalaman belajar dan hasil belajar menjadi lebih bermakna (meaningfullerning). Keberhasilan pembelajaran ditandai dengan perolehan pengetahuan, keterampilan dansikap positif pada diri individu, sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Keberhasilan belajar inisangat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya penggunaan media yang berfungsi sebagaiperantara pesan-pesan pembelajaran.Media berfungsi untuk mengarahkan siswa untuk memperoleh berbagai pengalaman belajar.Pengalaman belajar (learning experience) tergantung interaksi siswa dengan media. Media yangtepat sesuai dengan tujuan akan mampu meningkatkan pengalaman belajar yang mampumempertinggi hasil belajar. Alasan ini sejalan dengan pendapat Edgare Dale dengan teori ”ConeExperience” yang menjadi dasar pokok penggunaan media dalam pembelajaran.BAB IIIPENUTUPA. Kesimpulan• Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsangfikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya prosesbelajar pada diri peserta didik.• Media memiliki empat fungsi yaitu: fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsikompensatoris.• Manfaat media dalam proses belajar siswa, yaitu: (i) dapat menumbuhkan motivasi belajarsiswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka; (ii) makna bahan pengajaran akanmenjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan terjadinya penguasaanserta pencapaian tujuan pengajaran; (iii) metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata; dan (iv) siswa lebih banyakmelakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati,mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan memerankan.• Perkembangan teknologi yang kontinu dalam dunia kerja tidak hanya mengharuskan lulusanperguruan tinggi (PT) memiliki pengetahuan yang luas akan tetapi juga memiliki keterampilanprofesional yang siap digunakan di lapangan pekerjaan. Kenyataan ini membawa konsekuensibahwa PT secara terus-menerus perlu melakukan peningkatan kualitas lulusan agar memilikikompetensi seperti yang diinginkan. UNESCO dalam konteks ini mengemukakan kompetensiyang perlu dimiliki oleh lulusan PT yaitu: (1) Pengetahuan yang memadai (to know), (2)Keterampilan dalam melaksanakan tugas secara profesional (to do), (3) Kemampuan untuktampil dalam kesejawatan bidang ilmu/profesi (to be), dan (4) Kemampuan memanfaatkanbidang ilmu untuk kepentingan bersama secara etis (to live together).B. Saran-saran
  • DAFTAR PUSTAKASudjana, N. & Rivai, A. 1992. Media Pengajaran. Bandung: Penerbit CV. Sinar Baru Bandung.http://rusmantp.wordpress.com/e-learning-media-pembelajaran/http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/18/media-pembelajaran-arti-posisi-fungsi-klasifikasi-dan-karakteristiknya/http://gurutrenggalek.blogspot.com/2010/05/urgensi-media-pembelajaran.htmlhttp://kiflipaputungan.wordpress.com/2010/06/27/pengertian-fungsi-dan-peranan-media-pembelajaran/http://media-grafika.com/pengertian-media-pembelajaran